Anda di halaman 1dari 23

PENGANGGARAN MODAL

Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Keuangan Lanjutan


Dosen Pembimbing Tetty Lasniroha Sarumpaet, S.E.,M.Ak.Ca

Oleh:
Laksmi Luvita Dewi (011401050)
Willy Doan Hutabarat (011401235)

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS WIDYATAMA
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT yang mana atas rahmat dan karuniaNya, penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Penganggaran Modal ini tepat
pada waktunya.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak kesalahan / kekurangan baik dalam pengetikan maupun proses penyusunan makalah ini.
Untuk itu penyusun mohon maaf.
Untuk lebih menyempurnakan makalah ini, penyusun mengharapkan saran dan kritik
yang dapat membangun sehingga akan membuat makalah ini semakin baik. Akhir kata,
penyusun sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.

Bandung, Oktober 2016

Penyusun

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Penganggaran modal adalah istilah yang sering kita dengar pada saat berhubungan
dengan uang. Tapi seringkali istilah penganggaran modal disalah tafsirkan sebagai alat untuk
menghitung keuntungan saja, padahal penganggaran modal (capital budgeting) bukan hanya
sekedar itu saja.
Maka dari itu kita harus memahami betul pengertian dari penganggaran modal
(capital budgeting) agar penafsiran tidak hanya terbatas pada mencari keuntungan saja tetapi
melakukan keputusan investasi yang akan berdampak bagus pada jangka panjang maupun
jangka pendek bagi perusahaan.
Di suatu perusahaan, seorang manajer keuangan harus paham betul dengan capital
budgeting ini sebab seorang manajerlah yang akan memutuskan investasi atau penanam
modal ini dapat diinvestasikan agar berdampak baik pada perusahaan.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dan arti penting Penganggaran Modal ?
2. Apa saja jenis jenis proyek ?
3. Apa saja proses penganggaran modal ?
1.3. Tujuan Penyusunan Makalah
1. Untuk mengetahui pengertian penganggaran modal
2. Untuk mengetahui pentingnya penganggaran modal
3. Untuk mengetahui proses penganggaran modal

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian dan Arti Penting Penganggaran Modal


Penganggaran Modal ( Capital Budgeting )Istilah penganggaran modal
digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan danpembelanjaan pengeluaran modal,
seperti untuk pembelian equipmen baru untukmemperkenalkan produk baru, dan untuk
memodernisasi fasilitas pabrik.
Penganggaran Modal adalah Suatu Konsep Investasi Dikatakan sebagai suatu
konsep investasi, sebab penganggaran modalmelibatkan suatu pengikatan (penanaman)
dana di masa sekarang dengan harapanmemperoleh keuntungan yang dikehendaki di
masa mendatang.Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan keterikatan dana
tersebut dalam jangka waktu yang relatif panjang, serta mengandung resiko.
Investasi
Investasi adalah pengkaitan sumber-sumber dalam jangka

panjang

untukmenghasilkan laba dimasa yang akan datang. Dalam penggantian atau


pembahasankapasitas pabrik misalnya : dana yang sudah ditanamkan akan terikat dalam
jangkawaktu yang panjang, sehingga perputaran dana tersebut kembali menjadi uang
tunaitidak dapat terjadi dalam waktu satu atau dua tahun, tetapi dalam jangka waktu yang
lama.
Pentinnya Penganggaran Modal
1.

Keputusan Capital Budgeting akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga
akan kehilangan fleksibilitasnya.
Contoh : pembelian sebuah aktiva yang memiliki umur ekonomis 10 tahun akan
mengunci perusahaan selama periode 10 tahun, karena perluasan aktiva
didasarkan atas penjualan yang diharapkan dimasa depan. Maka keputusan
untuk membeli sebuah aktiva yang akan habis dalam jangka waktu 10 tahun
membutuhkan perencanaan penjualan selama 10 tahun.

Akhirnya keputusan penganggaran modal akan menentukan arah strategis


perusahaan karena perusahaan bergerak ke arah produk, jasa atau pasar baru
yang harus didahului dengan pengeluaran modal.

2. Penanggaran modal yang efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari
penambahan aktiva.
Contoh : perusahaan berusaha beroperasi mendekati kapasitas sepanjang waktu , selama
4 tahun, PT A telah mengalami permintaan secara besar-besaran secara tibatiba yang bersifat tidak rutin sehingga perusahaan terpaksa menolak
permintaan tersebut. Oleh karena itu PT A merecanakan untuk menambah
kapasitas produksi dengan menyewa gedung tambahan dan membeli peralatan
produksi yang baru yang diperlukan untuk kegiatan produksi, untuk itu
diperlukan waktu 6-8 bulan agar kapasitas produksi dapat digunakan , namun
pada saat itu perminttan mulai menurun, karena perusahaan lain mempunyai
kapasitas yang mencukupi. PT A mulai merencanakan meramalkan permintaan
secara tepat dan merencanakan kebutuhan kapasitasnya satu tahun sebelumnya
atau

lebih

maka

perusahaan

mampu

mempertahankan

dan

bahkan

meningkatkan pangsa pasar.


3. Pengeluaran modal sangatlah penting
Perusahaan dalam mencukupi semua kebutuhan yang diperlukan dalam kegiatan
produksi, perusahaan harus mempunyai dana yang cukup dan memadai karena untuk
mencukupi semua kebutuhan perusahaan mengeluarkan dana yang besar. Jumlah uang
yang besar yang dikeluarkan perusahaan tidak dapat tersedia secara otomatis oleh
karena itu, Untuk mencukupi itu semua perusahaan harus memikirkan program
pengeluaran modal yang besar dengan merencanakan membuat capital budgeting dana
jauh-jauh hari sebelum dana itu tersedia.

2.2. Klasifikasi Proyek


Menganalisis usulan pengeluaran modal bukanlah pekerjaan yang gratis-analisis ini
memang bermanfaat tetapi juga membutuhkan biaya yang sangat besar. Untuk jenis proyek
tertentu analisis yang terinci relative lebih terjamin, sementara untuk yang lainnya harus

digunakan prosedur yang lebih sederhana. Perusahaan biasanya mengkategorikan proyek dan
kemudian menganalisis dalam setiap kategori dengan cara yang berbeda
1. Penggantian : pemeliharaan bisnis
Kategori ini terdiri dari pengeluaran untuk mengganti peralatan yang usang atau
rusak yang digunakan dalam membuat produksi yang menguntungkan. Proyek
penggantian ini diperlukan jika perusahaan ingin melanjutkan usahanya. Isu satu-satunya
disisni adalah
a.
b.

Apakah operasi ini harus dilanjutkan?,


haruskah kita melanjutkan pengguankan proses produksi yang sama?

Pada umumnya jawabannya adalah YA, sehingga keputusan pemeliharaan dibuat tanpa
melalui proses keputusan yang rumit
2. Penggantian : pengurangan biaya
Kategori ini termasuk pengurangan untuk mengganti peralatan yang usang,
tujuannya adalah untuk menurunkan biaya tenaga kerja, bahan dan input lannya seperti
listrik. Keputusan ini adalah bijaksana dan secara wajar biasanya menggunakan analisis
terperinci
3. Ekspansi produk atau pasar yang ada
Kategori ini termasuk pengeluaran untuk meningkatkan output produk yang sudah
ada, atau memperluas outlet ritel atau fasilitas distribusi dalam pasar yang sekarang
dilayani. Keputusan ini lebih kompleks karena memerlukan peramalan eksplisit tentang
pertumbuhan permintaan

4. Ekspansi kedalam produk atau pasar baru


Kategori ini investasi untuk menghasilkan produk baru atau untuk memperluas
ke daerah geografi yang saat ini tidak terlayani. Proyek ini melibatkan keputusan startegis
yang dapat mengubah sifat mendasar bisnis dan biasanya membutuhkan pengeluaran
uang dalam jumlah besar dan pengembalian uang yang lebih lambat. Dalam proyek ini

selalu diperlukan analisis yang terperinci dan keputusan akhir biasanya dibuat oleh pihak
direksi sebagai bagian dari rencana strategis perusahaan
5. Proyek pengamanan dan atau lingkungan
Kategori ini meliputi pengeluaran yang diperlukan untuk memenuhi permintaan
pemerintah, perjanjian tenaga kerja atau polis asuransi. Pengeluaran ini disebut investasi
wajib dan biasanya

menyangkut proyek tanpa pendapatan. Bagaimana mereka

menangani proyek ini tergantung pada ukurannya.


6. Lainnya
Kategori ini termasuk gedung perkantoran, tempat parkir, dan sebagainya,
bagaimana kategori ini ditangani bervariasi diantara perusahaan.
2.3. Tahap Tahap Penganggaran Modal
1. Biaya proyek harus ditentukan
2. Manajemen harus memperkirakan aliran kas yg diharapkan dari proyek, termasuk
nilai akhir aktiva
3. Risiko dari aliran kas proyek harus diestimasi. (memakai distribusi probabilitas aliran
kas)
4. Dengan mengetahui risiko dari proyek, manajemen harus menentukan biaya modal
(cost of capital) yg tepat untuk mendiskon aliran kas proyek
5. Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas masuk yang diharapkan
digunakan untuk memperkirakan nilai aktiva.
6. Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yg diharapkan dibandingkan dengan biayanya

2.4. Jenis Jenis Proyek


Perusahaan-perusahaan mungkin akan dikonfrontir dengan beberapa bentuk keputusan
yang

berbeda

satu

sama

lain.

Sehubung

dengan

proyek-proyek

yang

sedang

dievaluasinya.Proyek-proyek tersebut pada umumnya dapat dibagi kedalam dua kelompok,


yaitu:

1. Indenpendent Project adalah proyek atau investasi yang berdiri sendiri,dalam


pengertian bahwa diterimanya usulan investasi yang satu tidak akan mempengaruhi
atau menghilangkan kesempatan diterimanya usulan proyek yang lain.
2. Mutually Exclusive Projects adalah proyek-proyek yang mempunyai fungsi yang
sama.Diterimanya salah satu proyek atau kelompok proyek yang mutually exclusive
akan menghilangkan kesempatan kelompok mutually exclusive yang lain.
2.5.

2.6.

Manfaat Penganggaran Modal


1. Untuk mengetahui kebutuhan dana yang lebih terperinci, karena dana yang terikat
jangka waktunya lebih dari satu tahun.
2. Agar tidak terjadi over invesment atau under invesment
3. Dapat lebih terperinci, teliti karena dana semakin banyak dan dalam jumlah yang
sangat besar.
4. Mencegah terjadinya kesalahan dalam decision making.
Proses Capital Budgeting
Proses Capital Budgeting terdiridari 5 langkah yang salingberkaitan, yakni:
1. Pembuatan Proposal Anggaran Dana
Proposal penganggaran barang modal dibuat di semua tingkat dalam sebuah
organisasi bisnis. Untuk menstimulasi aliran berbagai ide, banyak perusahaan
menawarkan penghargaan berupa uang tunai untuk beberapa proposal yang diadopsi.
2. Kajian dan Analisa
Proposal penganggaran barang modal secara formal direview dalam rangka
mencapai tujuan dan rencana utama perusahaan dan yang paling penting untuk
mengevaluasi kemampuan ekonominya.

Biaya yang diajukan dan benefit yang diestimasikan dikonversikan menjadi


sebuah cash flow yang sesuai.Bermacam-macam teknik capital budgeting dapat
diaplikasikan untuk cash flow tersebut untuk menghitung tingkat keuntungan dari
investasi. Berbagai macam aspek resiko diasosiasikan dengan proposal yang akan
dievaluasi. Setelah analisis ekonomi telah dibuat lengkap, diiringi dengan data
tambahan dan rekomendasi yang ditujukan untuk para pengambil keputusan.
3. Pengambilan Keputusan

Besarnya sejumlah dana yang dikeluarkan dan pentingnya penganggaran


barang modal menggambarkan tingkat organisasi tertentu yang membuat keputusan
penganggaran. Perusahaan biasanya mendelegasikan kewenangan penganggaran
barang modal sesuai dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Secara umum jajaran
direksi memberikan keputusan akhir untuk sejumlah tertentu penganggaran barang
modal yang dikeluarkan.
4. Implementasi
Ketika sebuah proposal telah disetujui dan dananya telah siap, tahap
implementasi segera dimulai. Untuk pengeluaran yang kecil, penganggaran dibuat
dan pembayaran langsung dilaksanakan. Namun untuk penganggaran dalam jumlah
besar, dibutuhkan pengawasan yang ketat.
5. Follow Up (tindak lanjut)
Setelah diimplementasikan maka perlu dilakukan monitoring selama tahap
kegiatan operasi berjalan dari proyek tersebut. Perbandingan dari biaya yang ada dan
keuntungan yang diekspektasikan dari berbagai proyek sebelumnya adalah sangat
vital. Ketika biaya yang dikeluarkan melebihi anggaran biaya yang ditetapkan, harus
segera dilakukan tindakan untuk menghentikannya, apakah dengan meningkatkan
benefit atau mungkin menghentikan proyek tersebut.
Setiap langkah dalam proses tersebut penting dilakukan terutama pada langkah kajian dan
analisa, maupun pengambilan keputusan (langkah 2 dan 3) yang membutuhkan waktu
dan tenaga yang paling besar. Langkah terakhir yakni follow up juga penting namun
sering diabaikan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga perusahaan untuk dapat
meningkatkan akurasi cash flow yang diestimasi.

2.7 Metode Keputusan Penganggaran Modal


A. Payback periode
Jangka waktu yang diperlukan untuk mendapatkan kembali jumlah modal yang ditanam,
semakin cepat modal dapat diperoleh kembali berarti semakin kecil resiko yang harus diambil/
dihadapi (Periode waktu yang menunjukkan berapa lama dana yang diinvestasikan akan bisa
kembali)

Kebaikan

: Sangat mudah diterapkan

Kelemahan :

1) tidak memperhatikan time of money value


2) tidak memperhatikan cash in flow setelah masa payback sehingga
tidak bisa digunakan sebagai alat ukur.

Rumus:

Payback periode = jumlah investasi * 1 tahun


Proceed
jika payback periode > umur ekonomis, investasi ditolak
jika payback periode < umur ekonomis, investasi diterima
Contoh:
Suatu rencana investasi membutuhkan investasi, mula-mula (akuntansi diferensial) sebesar Rp.
80.000.000,- diperkira- kan laba tunai setelah pajak /tahun selama 5 tahun berturut turut yakni :
Rp. 23 juta, Rp. 18. Juta, Rp. 21 juta, Rp. 36 juta dan Rp. 25 juta.
Perhitungan pay-back period jika Aliran Kas Masuk Bersih tiap periode tidak sama :
Tahun
1
2
3
4
5

Laba Tunai

Investasi Yang
Ditutup

Rp. 23 juta
Rp. 18 juta
Rp. 21 juta
Rp. 36 juta
Rp. 25 juta

Rp. 23 juta
Rp. 18 juta
Rp. 21 juta
Rp. 18 juta
Rp. 80 juta

Payback Period yang


Diperlukan
1,0
1,0
1,0
0,5
3,5 tahun

Kesimpulan : Dalam jangka waktu 3,5 tahun investasi sudah dapat kembali sebelum masa umum
ekonomisnya habis.
B. Net Present Value (NPV)
Metode penilaian investasi yg menggunakan discounted cash flow. (mempertimbangkan
nilai waktu uang pada aliran kas yg terjadi sekarang dengan arus kas keluar yang akan diterima
pada masa yang akan datang).

Rumus :
NPV

= PVNCF PVNOL

Langkah langkah :
1)

Tentukan discount rate yang digunakan berdasarkan biaya modal atau Required Rate Of

Return.
2)

Menghitung present value dari net cash flow.

3)

Menghitung present value dar net outlay.

4)

Menghitung present value dengan mengurangkan PVNCF dengan PVNOL.

5)

Kriteria = * jika NPV (+), investasi diterima

Jika NPV (-), investasi ditolak.


Kebaikan :
1)

Memperhitungkan time value of money

2)

memperhitungkan seluruh cash flow selama usia investasi

Kelemahan :
Dalam membandingkan dua investasi yang sama modalnya, nilai tunai netto tidak dapat
digunakan sebagai pedoman.
Contoh:
Mr Frenky merencanakan untuk menginvestasikan dananya untuk pembelian Mesin Giling
seharga Rp. 300.000.000,- . Mesin tersebut diperkirakan berumur 5 tahun tanpa nilai residu pada
akhir tahun. Atas dasar aliran kas masuk bersih diperkirakan sebesar Rp. 65.000.000 per tahun,
dengan tarif kembalian 10% per tahun.
Berdasarkan informasi tersebut, keputusan apa yang harus diambil dari investasi tersebut, jika
digunakan Present Value Method ?

Perhitungan Nilai Tunai Kas Masuk Bersih


Present Value Method
Tahun
1
2
3

Kas Masuk Bersih

Tarif Kembalian.

Nilai Tunai Kas Masuk


Bersih

Rp. 65 juta
Rp. 65 juta
Rp. 65 juta

0,909
0,826
0,751

Rp. 59.085.000
Rp. 53.690.000
Rp. 48.815.000

4
5

Rp. 65 juta
Rp. 65 juta
Jml Nilai Tu-

0,683
0,621
Nai Kas Bersih

Rp. 44.395.000
Rp. 40.365.000
Rp. 246.350.000

C. Internal Rates Of Return (IRR)


Tingkat pengembalian yang dihasilkan atas suatu investasi atau discount rate yang
menunjukkan present value cash flow = present value outlay
IRR yang didapat dibandingkan dengan biaya modal yang ditanggung peruusahaan.
Rumus. : Rata-rata kembalian Investasi

Rata-Rata Kembalian
Investasi

= Laba Sesudah Pajak = %


Rata-Rata Investasi

Jika IRR > P, investasi diterima


Jika IRR < P, Investasi ditolak
Contoh :
Untuk melaksanakan suatu proyek diperlukan investasi mula-mula adalah Rp. 10.000.000.
diperkirakan 10 th, tanpa nilai residu pada akhir tahun kesepuluh. Diperkirakan setiap tahun
akan dapat diperoleh kas masuk (cash inflows) rata-rata sebesar Rp. 4.000.000, sedangkan kas
keluar (cash
outflows), termasuk pajak, rata-rata sebesar Rp.
2.500.000.
Tarif Kembalian Investasi :
Rp.(4.000.000 2.500.000) (10.000.000/10)
Rp. 10.000.000
= 5%

D. Profitability Index
Membagi nilai antara sekarang arus kas masuk yang akan datang diterima diwaktu yang akan
datang dengan arus kas keluar.

Rumus :

Profitability Index

PV. Proceed
PV.outlay

Jika PI > 1, investasi diterima


Jika PI < 1, investasi ditolak
E. Accounting Rate of Return
Mendasarkan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku/reported acc.Income. Metode ini
menilai suatu dengan memperhatikan rasio antara rata-rata dengan jumlah modal yang ditanam
(initial investment) dengan ratio antara laba bersih dengan rata-rata modal yang ditanam.
Kebaikan : terletak pada kesederhanannya yang mudah dimengerti karena menggunakan data
akuntansi yang tersedia.
Kelemahan :
1.

Tidak memperhatikan time of money value

2.

Untuk proyek yang ada rata-rata laba bersihnya

Rumus :
ARR

Jumlah EAT * 100%

Investasi
jika ARR > 100%, investasi diterima
jika ARR < 100%, investasi ditol

BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, Penganggaran Modal (capital budgeting) sangatlah
penting dalam menentukan alur kas,investasi dan penanaman saham. Dimana bila
perhitungan atau keputusan untuk pengambilan penganggaran modal tepat, maka
keuntungan bagi perusahaan akan meningkat sesuai dengan perhitungan. Dan sangatlah

penting bagi manajer keuangan untuk sangat hati-hati dalam mengambil keputusan
dengan keadaan keuangan suatu perusahaan.

Jurnal - STUDI KELAYAKAN USAHA PENGANGGARAN MODAL


PADA PEMBUKAAN CABANG BARU DEALER CHANEL MULTI
WIJOYO MOTOR

Susi Dwi Rahayu


NPM: 22209564
4EB13
Mata Kuliah: Akuntansi Internasional

STUDI KELAYAKAN USAHA PENGANGGARAN MODAL PADA


PEMBUKAAN CABANG BARU DEALER CHANEL MULTI WIJOYO
MOTOR
ABSTRAK
Studi kelayakan usaha merupakan suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau
bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak layak usaha tersebut dijalankan.
Data dan variabel yang digunakan dalam penelitian ini berupa besarnya investasi awal, estimasi pendapatan,
estimasi biaya operasional dan taksiran rugi laba. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Payback
Periode (PP), Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI) dan Internal Rate of Return (IRR), yang di dalam
perhitungannya dihasilkan PP sebesar 1 tahun 9 bulan, dimana periode pengembalian investasi ini lebih pendek dari
periode yang diisyaratkan yakni selama 3 (tiga) tahun. NPV atau nilai bersih sekarang yang dihasilkan sebesar Rp
137.419.634,8 lebih besar dari nol atau bernilai positif dinilai sangat material mengingat nilai investasi yang
digunakan hanya sebesar Rp 197.875.000,-. PI atau tingkat pengembalian investasi yang dihasilkan sebanyak 1,7
kali yakni melebihiRate of Return Investmen (ROI) sebesar 1. IRR atau tingkat pengembalian hasil intern yang
dihasilkan sebesar 37,752%, lebih besar dari bunga modal yang digunakan yakni sebesar 6%. Hasil penilain
investasi dari keempat metode tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa usaha yang diteliti ini layak untuk
dijalankan.
Kata kunci : Studi Kelayakan Usaha, PP, NPV, PI, IRR_______________________________

PENDAHULUAN
Banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum berinvestasi, salah satunya adalah
apakah investasi tersebut akan mempengaruhi perusahaan kearah yang positif atau sebaliknya.
Selain itu, perlu dipertimbangkan juga berapa modal yang diinvestasikan dan apakah investasi
itu mendatangkan laba atau tidak. Untuk mengetahui apakah investasi yang akan ditanamkan itu
dapat direalisasikan atau tidak, maka diperlukan suatu analisa atau studi mengenai kelayakan
usaha tersebut. Studi kelayakan bisnis atau studi kelayakan usaha dapat diartikan layak atau
tidaknya suatu bisnis atau usaha untuk dilaksanakan. Layak (tidak layak) suatu bisnis adalah
perkiraan bahwa bisnis atau usaha tersebut akan menghasilkan laba (tidak menghasilkan laba)
sesuai dengan harapan.
Manfaat dari studi kelayakan usaha adalah untuk menghindari kerugian yang besar bila
suatu usaha dilakukan oleh investor. Dengan menggunakan studi kelayakan usaha, maka dapat
diketahui berapa lama investasi yang ditanamkan akan kembali dan berapa keuntungan yang
didapatkan. Selain itu studi kelayakan usaha tidak hanya diterapkan untuk usaha yang relatif
besar, pada usaha kecil menengahpun dapat diterapkan.

TINJAUAN PUSTAKA
Kasmir dan Jakfar (2010 : 6) menyebutkan, Studi Kelayakan Bisnis (SKB) adalah Suatu
kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan
dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan.
Menurut Umar (2003 : 25), proses analisa setiap aspek saling berketerkaitan antara satu
aspek dan aspek lainnya sehingga hasil analisis aspek-aspek tersebut menjadi terintergasi.
Sebagai misal, ketika seorang peneliti tengah menganalisis aspek keuangan, hendaknya ia
memanfaatkan hasil analisis aspek-aspek lain, walaupun tetap dimungkinkan mencari data yang
dibutuhkan sesuai dengan kebutuhannya lasngsung dari lapangan. Aspek Pasar:Kutub pertama
dari model lingkungan bisnis adalah aspek pasar. Pengkajian aspek-aspek penting dilakukan

karena tidak ada proyek bisnis yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang atau jasa yang
dihasilkan proyek tersebut. Pada dasarnya, analisis aspek pasar bertujuan antara lain untuk
mengetahui berapa besar luas pasar, pertumbuhan permintaan, dan market-share dari produk
bersangkutan. Aspek Pemasaran: Pemasaran adalah kegiatan perusahaan yang bertujuan
menjual barang atau jasa yang diproduksi perusahaan ke pasar. Oleh karena itu, aspek ini
bertanggung jawab dalam menentukan ciri-ciri pasar yang akan dipilih. Aspek Teknis dan
Teknologi: Studi aspek teknis dan teknologi akan mengungkapkan kebutuhan apa yang
diperlukan dan bagaimana secara teknis proses produksi akan dilaksanakan. Aspek Sumber
Daya Manusia: Aspek sumber daya manusia merupakan aspek penting yang perlu dianalisis.
Aspek SDM dibagi ke dalam dua bagian. Pertama: peran SDM dalam pembangunan proyek
bisnis. Kedua: peran mereka dalam operasional rutin bisnis setelah selesai dibangun. Aspek
Manajemen:Studi aspek manajemen dilaksanakan dua macam. Pertama: manajemen saat
pembangunan proyek bisnis. Kedua: manajemen saat bisnis dioperasionalkan secara rutin. Aspek
Keuangan: Dari sisi keuangan, proyek bisnis dikatakan sehat apabila dapat memberikan
keuntungan yang layak dan mampu memnuhi kewajiban finansialnya. Aspek Persaingan dan
Lingkungan Eksternal Lainnya: Aspek persaingan dan lingkungan eksternal lainnya,
merupakan kondisi-kondisi di luar perusahaan yang bersifat dinamis dan tidak dapat
dikendalikan.
Metode Penilaian Investasi
1. Metode Payback Period (PP)
Payback Period merupakan suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran
suatu investasi dengan menggunakan aliran kas masuk neto (proceeds) yang diperoleh. Martono
dan Harjito (2010 : 141)
Rumus menghitung Payback Period (PP) menurut Kamir dan Jakfar (2010 : 98):
Jika proceed yang dihasilkan tiap tahun sama :
Investasi

PP =
Kas bersih / Tahun
Dimana kas bersih (proceed) = EAT + Depresiasi
Jika proceed yang dihasilkan tiap tahun beda :
Investasi
=
xxx
Proceed tahun ke-1 =
(xxx)
Sisa Investasi
xxx
Proceed tahun ke- 2 =
(xxx)
Sisa Investasi
xxx

x 1 tahun

Dan seterusnya sampai investasi tidak dapat dikurangi dengan proceed tahun selanjutnya, lalu :

Sisa Investasi
x 1 tahun
Proceed tahun selajutnya
Ketentuannya adalah :
Jika payback period > umur ekonomis, investasi ditolak
Jika payback period < umur ekonomis, investasi diterima
Menurut Sjahrial (2007 : 62), ada beberapa kelemahan yang terdapat pada metode Payback
Period adalah :
1. Tidak memperhatikan konsep nilai waktu dari uang, karena rupiah yang diterima tahun
pertama dinilai sama dengan rupiah pada tahun selanjutnya.
2. Tidak memperhatikan aliran kas bersih setelah periode pengembalian.
Menurut Kasmir dan Jakfar (2010 : 99), untuk menilai apakah usaha layak diterima atau tidak
dari segi PP, maka hasil perhitungan tersebut harus sebagai berikut :
PP sekarang lebih kecil dari umur ekonomisnya,
Dengan membandingkan rata-rata industri unit usaha sejenis,
Sesuai dengan target perusahaan.
2. Metode Net Present Value (NPV)
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaanpenerimaan kas bersih (operasional maupun terminal cash flow) di masa yang akan datang.
Rumus menghitung Net Present Value (NPV) menurut Kamir dan Jakfar (2010 : 100), adalah
sebagai berikut :
NPV = Kas

1 + Kas bersih 2 +.+ Kas bersih N - Investasi


(1+r)
( 1 + r )2
( 1 + r )n
Ketentuannya adalah :

bersih

Jika NPV (+), investasi diterima


Jika NPV (-), investasi ditolak
3. Metode Profitability Index (PI)
Profitability Index (PI) atau benefit and cost ratio (B/C Ratio) merupakan rasio aktivitas dari
jumlah nilai sekarang penerimaan bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama
umur investasi. Kasmir dan Jakfar (2010 : 105)
Rumus menghitung Profitability Index (PI) menurut Kamir dan Jakfar (2010 : 105), adalah
sebagai berikut :

PV. Kas Bersih


PI =
PV. Investasi

x 100%

Ketentuannya adalah :
Jika PI > 1, investasi diterima
Jika PI < 1, investasi ditolak
4. Metode Internal Rate of Return (IRR)
Metode Internal Rate of Return (IRR) merupakan metode penilaian investasi untuk mencari
tingkat bunga (discount rate) yang menyamakan nilai sekarang dari aliran kas neto (Present
Value of Proceeds) dan investasi (Initial Outlays). Pada saat IRR tercapai, maka besarnya NPV
sama dengan nol.
Rumus menghitung Net Present Value (NPV) menurut Kamir dan Jakfar (2010 : 102), adalah
sebagai berikut :

NPV1
IRR = i1 +
NPV1 NPV2

x ( i2 - i1 )

Keterangan :
i1
i2
NPV1
NPV2

= Tingkat bunga ke-1 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1)


= Tingkat bunga ke-2 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2)
=
Net present value 1
=
Net present value 2

Ketentuannya adalah :
Jika IRR > Tingkat bunga, investasi diterima
Jika IRR < Tingkat bunga, investasi ditolak

METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan secara langsung terhadap objeknya, dengan mendatangi tempat usaha
tersebut unuk mengetahui lokasi tempat usaha, kegiatan yang berjalan, dan mendapatkan datadata primer yang akurat.Wawancara dilakukan langsung dengan pemilik usaha untuk
mendapatkan dan melengkapi data sekunder, serta informasi yang akurat tentang ruang lingkup
kegiatan usaha Dealer Chanel Multi WIJOYO MOTOR. Data sekunder didapat langsung dari
pemilik usaha, yaitu berupa data aspek non keuangan dan aspek keuangan. Data sekunder juga
didapat dari media internet untuk melengkapi data yang dibutuhkan dalam penulisan, yaitu
berupa data tingkat inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan tingkat suku bunga dari Bank
Indonesia (BI).
Alat analisis yang digunakan:
Dalam memperhitungkan estimasi pendapatan, taksiran rugi laba, perhitungan proceeds, dan
perhitungan penilaian investasi penulis menganalisis masalah dengan mendeskripsikannya
menggunakan tabel.
Dalam penulisan ilmiah ini dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode Payback
Period (PP), Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), dan Internal Rate of
Return (IRR), dengan estimasi laba 3 (tiga) tahun ke depan periode awal tahun 2013 sampai
akhir tahun 2015.

PEMBAHASAN
Perhitungan Penilaian Investasi
a. Payback Period (PP)
Payback Period dari investasi yang diusulkan dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
Jumlah Investasi
Rp 197.875.000,Proceeds tahun ke-1
( Rp 100.048.746,5 )
Investasi yang belum tertutup
Setelah akhir tahun ke-1
Rp 97.826.253,5
Karena sisa tidak dapat dikurangi proceed tahun ke-2, maka sisa proceed tahun ke-1 dibagi
proceed tahun ke-2 :
PP
=
Rp 97.826.253,5 x 12 bulan
Rp 125.484.276,4
=
9,4
Jadi, investasi diperkirakan dapat kembali dalam kurun waktu 1 tahun 9 bulan.
Keputusan : Karena Payback Period (PI) lebih kecil dari umur ekonomis yang diisyaratkan
maka investasi tersebutditerima.

b. Net Present Value (NPV)


NPV

= 100.048.746,5

+ 125.484.276,4 + 153.890.072,5 197.875.000


( 1 + 0,06 )
( 1 + 0,06 )2
( 1 + 0,06 )3
= 335.294.634,8 197.875.000
NPV = 137.419.634,8
Net Present Value (NPV) juga dapat dihitung dengan menggunakan table:
Tahu
n

E.A.T

Depresiasi

2013
92.513.746,5 7.535.000
2014 117.949.276,4 7.535.000
2015 146.355.072,5 7.535.000
Total PV Kas Bersih

Discoun
t Factor PV Kas Bersih
(DF) 6%
100.048.746,5 0,943
94.345.967,95
125.484.276,4 0,890
111.681.006
153.890.072,5 0,840
129.267.660,9
335.294.634,8
Kas Bersih
(Proceeds)

Total PV kas bersih


Total PV Investasi

= Rp 335.294.634,8
= ( Rp 197.875.000,- )
NPV
= Rp 137.419.634,8
Keputusan : Hasil NPV adalah positif yaitu sebesar Rp 137.419.634,8 maka investasi diterima.
c. Profitability Index (PI)
PI

335.294.634,8

PI

1,7

x 100%
197.875.000

Keputusan : Karena PI > 1 yakni sebesar 1,7 maka investasi tersebut dinilai menguntungkan
sehingga investasi tersebut diterima.
d. Internal Rate of Return (IRR)
Mencari rata-rata kas bersih :
100.048.746,5+125.484.276,4+153.890.072,5 = 126.474.365,1
3
Memperkirakan besarnya PP, yaitu :
PP
=
197.875.000
= 1, 564
126.474.365,1
Dalam tabel A-2 (di Lampiran 3), tahun ke-3 diketahui discount factor yang terdekat dengan
angka 1,564 adalah 1,609 sebesar 39%.
Secara subjektif tiap discount dikurangi 2% menjadi 37% sehingga NPV-nya dapat dilihat
dalam tabel berikut ini :
Perhitungan Net Present Value dengan DF 37%
Tahun

Kas Bersih

DF

PV Kas Bersih

(Proceeds)

37%

2013

100.048.746,5

0,730

73.035.584,95

2014

125.484.276,4

0,533

66.883.119,32

2015

153.890.072,5

0,389

59.863.238,2

Total PV Kas Bersih

199.781.942,5

Nilai NPV positif, yaitu

= 199.781.942,5 - 197.875.000
= 1.906.942,5

Perhitungan Net Present Value dengan DF 38%


Kas Bersih

DF

(Proceeds)

38%

2013

100.048.746,5

0,727

72.735.438,71

2014

125.484.276,4

0,525

65.879.245,11

2015

153.890.072,5

0,381

58.632.117,62

Tahun

PV Kas Bersih

Total PV Kas Bersih


Nilai NPV sudah negatif

197.246.801,4
= 197.246.801,4 - 197.875.000
= - 628.198,6

Perhitungan Net Present Value dengan DF 37% dan 38%


Bunga 37%

Tahu
n

Kas Bersih

2013

100.048.746, 0,73
5
0

2014
2015

(Proceeds)

DF

PV
Kas DF
PV Kas Bersih
37% Bersih
38%

125.484.276, 0,53
4
3
153.890.072, 0,38
5
9

Total PV Kas Bersih

Bunga 38%

0,72
73.035.584,9
7
5
0,52
66.883.119,3
5
2
0,38
59.863.238,2
1

72.735.438,71

199.781.942,
5

197.246.801,41197.875.0
00

65.879.245,11
58.632.117,62

Total PV Investasi

197.875.000

NPV

C1

1.906.942, C2

628.198,6 )

5
Interpolasi
37%
Initial Investment
38%

PVIFA
199.781.942,5

PVIFA
199.781.942,5
197.875.000 (-)

197.246.801,41 (-)
2.535.141,1

1.

906.942,5

IRR

NPV1
IRR = i1 +
NPV1 NPV2
IRR = 37 +
2.535.141,1
= 37 + 0,752%
= 37,752%

x ( i2 - i1 )
1.906.942,5

x 1%

Keputusan :
Karena IRR yang dihasilkan sebesar 37,752% lebih besar daripada tingkat bunga yang
digunakan sebagai biaya modal sebear 6%, maka investasi diterima.

PENUTUP
Pembukaan cabang baru pada Dealer Chanel Multi WIJOYO MOTOR ini layak untuk
dijalankan, karena modal yang ada dipergunakan untuk pembukaan cabang baru dinilai dapat
memberikan keuntungan bagi penanam modal dilihat dari Net Present Value (NPV), Payback
Period (PI), Profitability Indeks (PI), dan Internal Rate Of Return(IRR).
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis dengan menggunakan metode Net Present
Value (NPV),Payback Period (PI), Profitability Indeks (PI), dan Internal Rate Of Return (IRR)
maka penulis menyarankan agar pembukaan cabang baru Dealer Chanel Multi WIJOYO
MOTOR tersebut dilanjutkan dengan memperhatikan aspek-aspek yang telah dibahas di bab 4,
yakni aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen, aspek ekonomi
dan sosial, dan aspek keuangan. Diharapkan pula kepada pemilik untuk lebih meningkatkan
penjualannya dengan cara memperluas jaringan, memperbanyak karyawan freelance dan
mediator.

DAFTAR PUSTAKA
Dadjim Sinaga, Studi Kelayakan Bisnis Dalam Ekonomi Global, Edisi Asli, Penerbit Mitra
Wacana Media, Jakarta, 2008.
Dermawan Sjahrial, Manajemen Keuangan Lanjutan, Edisi Asli, Penerbit Mitra Wacana
Media, Jakarta, 2007.
Husein Umar, Studi Kelayakan Bisnis, Edisi Kedua, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta, 2003.

Kasmir dan Jakfar, Studi Kelayakan Bisnis, Edisi Kedua, Penerbit Kencana Prenada
Media
Group, Jakarta, 2010.
Martin,
J.
William
Petty,
David
F.
Scott
Jr., Prinsip
dan
Penerapan
Manajemen Keuangan, Edisi Kesepuluh, Penerbit Indeks, 2008.
Martono dan D. Agus Harjito, Manajemen Keuangan, Edisi Pertama, Penerbit
EKONISIA,
Yogyakarta, 2010.
Suad
Husnan
dan
Suwarsono
Muhammad, Studi
Kelayakan
Proyek,
Edisi
Keempat,
Penerbit UPP AMP YKPN, Yogyakarta, 2005.
http://www.bi.go.id
http://www.bps.go.id