Anda di halaman 1dari 9

BAB III

LANDASAN TEORI
3.1 Kafe
3.1.1 Definisi Kafe
Kafe merupakan suatu tipe restoran yang biasanya menyediakan
tempat duduk didalam dan diluar ruangan . Kafe tidak menyajikan makanan
berat namun lebih berfokus pada menu makanan ringan seperti kue , roti , dan
sup. Untuk minuman biasanya disajikan the, kopi, jus , serta susu coklat.
Minuman berakohol tidak disediakan di kafe . Kafe pertama kali muncul di
barat . Istilah kafe paling umum dijumpai di Negara Prancis yang kemudian
diadopsi oleh kota-kota di Inggris pada akhir abad ke-19 . Istilah kafe (caf)
berasal dari katan coffee yang berarti kopi. Kafe merupakan tempat yang
cocok untuk bersantai, melepas kepenatan , serta bertemu dengan kerabat.
3.1.1 Studi Ergonomi

Gambar 3.1

Gambar 3.2

Sumber : Buku Dimensi Manusia & Ruang Interior


14

3.2 Coworking Space


3.2.1 Definisi Coworking space
Coworking atau istilahnya kantor perorangan dulunya masih dikenal
dengan istilah SOHO (small office Home Office) bagi kalangan pekerja lepas,
tapi seiringnya waktu para pekerja lepas ini bosan jika bekerja di rumah, tidak
ada teman dan kurang berinteraksi. Kini, coworking menjadi trend positif bagi
pekerja lepas. Selain bisa bekerja tanpa ikatan, disini bisa memperluas
jaringan dan menambah ilmu.
Coworking berkembang sejak 2005 dan kini menjadi bisnis
menggiurkan di negara-negara maju. Hal ini dikarenakan sebagian orang
bekerja dengan mobile phone dan laptop mereka bisa bekerja dimana kantor
tidaklah penting lagi. Para coworking bekerja dengan kebebasan mereka
sendiri dengan menciptakan komunitas, lingkungan kerja serta tempat
pertemuan sendiri.
Nah berikut beberapa alasan yang mungkin bisa menginspirasi anda untuk
bekerja dengan coworking :
1. Lingkungan kerja yang positif
Atmosfer kerja yang positif dan kawan kerja yang ramah dan
menyenangkan juga menjadi pertimbangan. Ada juga alasan, bahwa mereka
sedang memperbesar peluang untuk menambah jejaring sosial dan
memperoleh tawaran bekerja sama dalam satu proyek baru.
2. Interaksi sosial
Jejaring sosial juga akan semakin luas karena mereka tak berinteraksi
dengan kawan kerja yang itu-itu saja. Interaksi sosial yang lebih variatif juga
memperbesar peluang kerja baru. Hal ini bisa memperbesar peluang untuk
menambah jejaring sosial dan memperoleh tawaran bekerja sama dalam satu
proyek baru.

15

3. Menjadi semakin ahli


Lebih memiliki nilai-nilai yang sama di antara mereka dan lebih sering
berbagi pengetahuan dengan sesama pekerja. Dalam kantor coworking yang
besar dengan pekerja lebih banyak hubungan antar-pekerjanya mungkin tak
terlalu dekat. Tapi keterbatasan ini tak membuat sebuah ruang coworking
lantas kehilangan manfaat bagi pekerja yang tergabung di dalamnya.
4. Fleksibilitas waktu
Anda bisa mengatur pertemuan dengan klien ditempat anda bekerja
dengan waktu yang anda tentukan sendiri.
5. Kantor sekaligus caf
Suasana kantor coworking bisa dijadikan tempat rapat maupun tempat
bertemu dengan klien. Hal ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda.
Rapat pun jadi lebih menyenangkan.
3.2.2 Studi Ergonomi

Gambar 3.3

Gambar 3.4

Sumber : Buku Dimensi Manusia & Ruang Interior

16

Gambar 3.5

Gambar 3.6

Sumber : Buku Dimensi Manusia & Ruang Interior

3.3 Retail
3.3.1 Definisi Retail
Retailing adalah serangkaian kegiatan usaha yang memberikan nilai
tambah pada produk dan jasa yang dijual kepada pelanggan untuk penggunaan
pribadi atau keluarga (Levy, 2009). Terkadang orang-orang berpikir bahwa
retailing hanya penjualan produk di toko, namun retailing juga mencakup
penjualan jasa seperti praktek dokter, tukang cukur rambut, dan tempat
penyewaan DVD. Retail juga dapat berarti kegiatan usaha yang menjual
produk dan jasa secara langsung kepada konsumen tanpa melalui perantara.
Perusahaan membutuhkan jasa retailer karena retailer dapat menciptakan
nilai tambah dari barang dan jasa yang dibuat oleh perusahaan tersebut.
Mereka juga memfasilitasi distribusi barang dan jasa dari pabrik ke
konsumen. Penciptaan nilai tambah dari retailer disebabkan karena retailer
dapat:

17

a. Menyediakan berbagai macam jenis barang dan jasa


Karena retailer mengambil barang dari berbagai jenis perusahaan,
maka konsumen dapat mencari bermacam-macam jenis barang di toko retail.
Keanekaragaman jenis barang dan jasa dapat meningkatkan keinginan
konsumen berbelanja di toko tersebut.
b. Menjual dalam jumlah yang sedikit
Untuk mengurangi biaya transportasi, perusahaan mengirim barang ke
retailer dalam jumlah yang besar. Selanjutnya retailer yang akan
membaginya dalam jumlah yang lebih sedikit yang kemudian baru akan dijual
ke konsumen. Konsumen dapat membeli dalam jumlah yang lebih sedikit dan
perusahaan juga dapat menefisiensikan biaya akan distribusi ke konsumen
dengan tidak harus mendistribusikan barang dengan jumlah kuantitas yang
sedikit.
c. Menyimpan inventory
Retailer dapat menyimpan barang dengan kuantitas yang cukup agar
konsumen dapat membelinya ketika dibutuhkan. Konsumen dengan
keterbatasan ruang penyimpanan akan kesulitan apabila membeli barang
dalam jumlah banyak seperti daging atau makanan beku. Oleh karena itu,
konsumen tetap dapat menyimpan dalam jumlah sedikit karena mengetahui
bahwa retailer memiliki stok barangnya.
d. Menyediakan jasa penjualan
Retailer menyediakan jasa penjualan seperti penggunaan kartu kredit,
hal ini memungkinkan konsumen untuk membeli barang pada saat ini dan
membayarnya di akhir bulan. Retailer juga memperlihatkan produk yang
membuat konsumen dapat melihat bahkan mencobanya sebelum membeli.

Toko adalah tempat dimana konsumen melakukan pembelian yang


terencana maupun yang tidak terencana (Tirmizi et al, 2009). Toko ini
menjual puluhan bahkan ratusan jenis barang setiap hari, dan konsumen
membeli barang tersebut dengan sebagian dari pendapatan mereka. Konsumen

18

bergantung kepada pendapatan dan waktu yang mereka keluarkan dalam


melakukan pembelian. Hal ini membuat konsumen akan melakukan
pembelian terencana, apabila konsumen melakukan pembelian secara tidak
terencana maka dapat dikategorikan sebagai pembelian impusif.

3.3.2 Studi Ergonomi

Gambar 3.7

Gambar 3.8

Sumber : Buku Dimensi Manusia & Ruang Interior

19

Gambar 3.9

Gambar 3.10

Sumber : Buku Dimensi Manusia & Ruang Interior

Gambar 3.11

Gambar 3.12

Sumber : Buku Dimensi Manusia & Ruang Interior

20

Gambar 3.13

Gambar 3.14

Sumber : Buku Dimensi Manusia & Ruang Interior

3.4 Guest House


3.4.1 Definisi Guest House
Guest house adalah sejenis akomodasi yang dapat dimiliki oleh
suatu perusahaan atau instansi yang diperuntukkan bagi para tamu yang
menginap dan mendapatkan pelayanan makan dan minum. Dalam
pengertian aslinya, guest house merupakan akomodasi yang mempunyai
fasilitas sederhana. Termasuk dalam jenis ini, di Indonesia dikenal dengan
nama Pondok Wisata.

21

3.4.2 Studi Ergonomi

Gambar 3.15

Gambar 3.16

Sumber : Buku Dimensi Manusia & Ruang Interior

22