Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kerja Profesi merupakan salah satu tahap awal perkenalan terhadap dunia kerja. Kerja
Profesi merupakan sarana untuk dapat mengembangkan dan menerapkan ilmu yang telah di
dapat dari kegiatan akademis. Selain itu manfaat Kerja Profesi adalah mendapat wawasan di
dalam dunia kerja serta mendapat pengalaman bekerja dengan yang sudah professional dalam
bidang desain interior.
Jurusan Desain Interior telah mendidik dan membina mahasiswa untuk memahami
dan menguasai berbagai permasalahan dalam bidang interior maupun arsitektur agar dapat
menghasilkan para profesional yang dapat bekerja sama dengan disiplin ilmu dan beberapa
profesi yang berbeda yang terlibat dalam sebuah pekerjaan. Selain mengembangkan ilmu,
mahasiswa juga diharapkan dapat memecahkan masalah desain dan dapat mengambil
keputusan sesuai dengan permintaan pengguna, juga dapat ikut serta dalam pelaksanaan
proyek mendesain.
Kemudian sebagai wujud nyata tersebut maka dilaksanakanlah Kerja Profesi
(RI 141314) yang merupakan salah satu mata kulah wajib pada tahap sarjana bagi seluruh
mahasiswa Desain Interior, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, ITS, Surabaya.
Mahasiswa diwajibkan melaksanakan minimal 2 bulan magang pada perusahaan
perusahaan atau instansi yang terkait pada bidang desain (konsultasi) yang mengerjakan
proyek- proyek desain sesuai bidangnya yaitu Desain Interior.
Selama melaksanakan Kerja Profesi, mahasiswa dituntut agar dapat menyelesaikan
permasalahan dalam bidang Desain Interior secara langsung melalui teori-teori yang telah
dipelajari dalam kegiatan akademis bersama pembimbing secara profesional yang bertujuan
agar dapat bersaing dalam dunia kerja saat ini.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1.2.1 Apakah mata kuliah kerja profesi dapat memberikan pandangan yang sebenarnya
1.2.2

akan dunia kerja terhadap mahasiswa tersebut?


Apakah mata kuliah kerja profesi dapat menambah pengetahuan, keterampilan,

1.2.3

dan pemahaman mahasiswa untuk menjalani masa perkuliahan selanjutnya?


Apakah mahasiswa memperoleh pengalaman dan dapat mengamati secara
langsung mengenai kondisi lapangan dalam suatu pekerjaan?

1.3 TUJUAN
1.3.1 Memberikan gambaran dunia kerja yang sebenarnya kepada mahasiswa sebagai
1.3.2

bekal menghadapi masa depan.


Untuk menambah pengetahuan,keterampilan, dan pemahaman mahasiswa

1.3.3

tersebut.
Memperoleh pengalaman, pengamatan dan pengenalan visual secara langsung
mengenai kondisi yang ada di lapangan.

1.4 MANFAAT
1.4.1 Mahasiswa dapat beradaptasi dengan dunia pekerjaan setelah lulus studi S1
1.4.2

Desain Interior.
Menjadikan mahasiswa sebagai tenaga ahli yang profesional dalam bidang

1.4.3

Desain interior.
Mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan selama Kerja Profesi

1.4.4

dalam perkuliahan dan dunia pekerjaan selanjutnya.


Mahasiswa dapat mengerjakan tugas-tugas kuliah lebih baik dari semester

1.4.5

sebelumnya, setelah mendapat dari pengalaman selama kerja profesi.


Menjadikan pribadi yang mandiri dan tangguh ketika menjalani proses mencari
pekerjaan hingga menjalaninya.

BAB II
PROFIL PERUSAHAAN (GIFT INTERIOR)

2.1 PROFIL PERUSAHAAN

GIFT INTERIOR
Logo perusahaan :

Gambar 2.1 Logo Perusahaan GIFT INTERIOR

Motto: Present is a Gift

2.2 ALAMAT PERUSAHAAN DAN WORKSHOP


* Wisata Bukit Mas 2 blok L1/10, Surabaya
* Raya Made 36 Lakarsantri, Surabaya

2.3 SEJARAH PERUSAHAAN


Gift Interior merupakan sebuah perusahaan perseorangan yang
didirikan Jeffry Mardianto selaku pemilik Gift Interior pada 2013. Meski
perusahaan ini tergolong baru, namun untuk kepusaan terhadap klien
merupakan hal yang dikedepankan oleh pemilik serta para pekerja yang
bekerja disitu. Gift Interior bertujuan untuk memberikan layanan kemudahan bagi

pelanggan atau klien dalam mengejar ide-ide mereka serta merancang tata letak yang
mewakili mimpi dan keinginan klien. Desain Produk custom adalah salah satu
layanan yang Gift Interior tawarkan kepada klien, yang membangun atau produk
manufaktur sesuai dengan kebutuhan atau keinginan klien.

Gift Interior menjunjung tinggi akurasi, kreativitas, dan ketepatan ruang atau
tata letak. Hal ini selalu menjadi subyek layanan Gift Interior, maka produk yang
dibuat tidak hanya indah dengan pengerjaan presisi, tetapi juga memiliki kualitas
penting dari nilai estetika.

2.4 BIDANG USAHA


- Desain interior unit Apartmen:
membuat konsep yang baru untuk sebuah unit apartmen, termasuk mengatur area
ruang dalam apartmen tersebut.
- Redesain interior unit Apartmen:
merancang konsep desain baru untuk merubah desain yang sudah ada sebelumnya.

2.5 SUSUNAN ORGANISASI

Gambar 2.2 Struktur Organisasi GIFT INTERIOR

Uraian Jobdes Struktur Organisasi:


1. Jeffry: Pemilik Perusahaan, membuat rancangan desain
2. Erly: Marketing Pemasaran, mencari klien, mempromosikan produk, dll

3. Jimmy: Asisten pertama Bp. Jeffry, membantu dalam bidang pemasaran, ahli listrik
4. Manaf: Asisten kedua Bp. Jeffry, membantu dalam bidang pengawasan kerja
5. Rais: Subdiv tukang satu, bekerja dalam bidang pewarnaan unit
6. Slamet: Subdiv tukang dua, bekerja dalam bidang pengerjaan furnitur awal
7. Hengki: Subdiv tukang tiga, bekerja dalam bidang finishing pengerjaan furnitur
8. Paimo: Subdiv tukang empat, bekerja dalam bidang pengerjaan air, kamar mandi,
keramik, tukang batu

2.6 CARA MENDAPATKAN PROYEK


Gift Interior memiliki beberapa cara untuk mendapatkan sumber proyek, diantaranya
sebagai berikut :
1. Hubungan baik antara klien dengan perusahaan
2. Penyebaran jasa melalui internet
3. Penyebaran kartu nama

2.7 CARA PENANGANAN PROYEK


Ada beberapa tahapan pada saat melayani klien dari awal hingga akhir produksi,
pengerjaan unit apartmen, yang pertama tentu saja adanya order dari klien itu
sendiri. Setelah adanya order, pihak GIFT INTERIOR memberi eksisting awal
berupa ukuran ruang apartmen, juga memberikan konsep desain seperti yang klien
inginkan. Setelah konsep diterima, dimulailah dengan menggambar cepat/ sketsa
untuk diberikan kepada klien, setelah klien menyetujui, barulah dilanjutkan
pengerjaan 3D oleh drafter (bagian interior).
Pengerjaan dilanjutkan dengan pemilihan material, konsep warna, dan
pembayaran uang muka (DP). Klien wajib mebayar uang muka sebesar 50% dari
harga desain agar proses produksi bisa dimulai.
Langkah awal proses produksi adalah pembelian seluruh bahan produksi yang
selanjutnya diserahkan pada bagian workshop untuk dikerjakan.
2.6 PORTOFOLIO PERUSAHAAN

Gambar 2.3 Satu set minibar custom

Gambar 2.4 Satu set lemari penyimpanan

Gambar 2.5 Pemanfaatan space yang ada dalam sebuah ruang tidur

BAB III
PELAKSANAAN KP

3.1 DESKRIPSI PELAKSANAAN


o Jadwal pelaksanaan
KP dimulai pada tanggal 13 Juni 2016 hingga tanggal 18 Agustus 2016
o Posisi (sudah ada dalam struktur organisasi perusahaan)
Staff magang (creative designer) dan pengawas proyek
o Pekerjaan yang Dilakukan
3.1.1 Pengawas Proyek Apartmen Educity unit Yale 08-38
Ini merupakan pengerjaan apartmen dengan tipe studio, berukuran kurang
lebih 20m2 dengan mengusung konsep modern desain. Lama pengerjaan
unit ini menghabiskan waktu sekitar tiga minggu. Pada finishing desain,
terdapat perubahan posisi dari kingbed, lemari, dll. Semua pemilihan warna
baik wallpaper maupun furnitur dilakukan langsung oleh klien.

Gambar 3.1 Proyek unit Yale 08-38 EducityApartmen

3.1.2 Pengawas Proyek Apartmen Educity unit Yale 16-07


Ini merupakan pengerjaan apartmen dengan tipe dua kamar tidur, berukuran
kurang lebih 35m2 dengan mengusung konsep modern desain. Lama
pengerjaan unit ini menghabiskan waktu sekitar satu bulan. Semua pemilihan
warna baik wallpaper maupun furnitur dilakukan langsung oleh klien.
Pada kamar tidur utama dan kamar tidur anak terdapat celah sebagai lubang
AC, jadi adanya penempatan satu AC pada dua kamar sekaligus. Pada kamar
tidur utama memiliki banyak nakas sesuai dengan permintaan klien.
Pada bagian tengah terdapat area keluarga dengan furnitur seperti lemari, rak
TV, dan satu set sofa. Pada samping area keluarga terdapat minibar, dan
kitchen set.

Gambar 3.2 Proyek unit Yale 16-07 EducityApartmen

3.1.3 Mendesain Unit Baru Educity Apartmen


Pada pengerjaan unit baru Educity ini, klien memesan unit apartmen tipe
studio/ satu kamar tidur. Untuk konsep unit ini adalah modern desain,
pemilihan warna yang netral menjadi sebuah pertimbangan yang cukup
mendasar.
Ada satu hal yang berbeda dalam pengerjaan furnitur unit apartmen ini, yaitu
adanya wallbed/ tempat tidur yang bisa dilipat. Klien meminta menggunakan
wallbed karena menginginkan unit ini terlihat luas, dan tidak membuang

banyak space dalam ruang ini, sehingga pada saat klien tidak sedang
beristirahat, wallbed bisa dilipat.
Pada desain kali ini, saya sebagai posisi Creative Designer langsung ditunjuk
untuk mengerjakan 3D, sekarang proses pengerjaan sedang berlangsung dan
ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan. Berikut berbagai asistensi pada
Project Manager:

Gambar 3.3 Desain 3D proyek pertama asistensi pertama

Gambar 3.4 Desain 3D proyek pertama asistensi kedua

Gambar 3.5 Desain 3D proyek pertama asistensi ketiga (final)

3.1.4 Mendesain Unit Baru Educity Apartmen


Pada pengerjaan unit baru Educity ini, klien memesan unit apartmen tipe
studio/ satu kamar tidur. Untuk konsep unit ini adalah modern desain, klien
menginginkan adanya beberapa pengulangan warna dalam unit yang ia pesan.
Klien memilih warna cokelat sebagai warna utamanya.
Pada desain kali ini, saya sebagai posisi Creative Designer langsung ditunjuk
untuk mengerjakan 3D. Berikut adalah asistensi kepada Project Manager:

Gambar 3.6 Desain 3D proyek kedua asistensi final

Gambar 3.7 Desain 3D proyek kedua asistensi final

3.2 ANALISIS PELAKSANAAN KP


3.2.1 Proses Desain Berdasarkan Prosedur Perusahaan
Gift Interior memiliki prosedur tersendiri dalam menangani sebuah proyek. Tahapan
proses desain yang dilakukan harus bertahap sesuai dengan prosedur yang sudah
ditentukan agar efisien dan tidak membuang banyak waktu dalam pengerjaan unit
tersebut. Berikut proses desain yang dilakukan:
proyek

konsep

pengerjaan

layout

dealing

3D render

preview dan revisi

BAB IV
PENUTUP

4.1

KESIMPULAN
Dari hasil studi analisis selama kegiatan Kerja Profesi berlangsung, diperoleh
beberapa kesimpulan, yaitu :

1. Sangat dibutuhkan sebuah pengalaman dalam merancang sebuah ruangan.


2. Memberi kesan kenyaman yang disajikan dalam bentuk desain interior yang sesuai
dengan keinginan klien.
3. Pentingnya nilai estetika dalam sebuah interior ruangan.
4. Menganalisa suatu eksisting merupakan hal yang sangat penting agar mengetahui
permasalahan desain yang ada dan dapat diselesaikan.
5. Disiplin waktu ketika bekerja sangat penting diterapkan untuk keseharian dalam dunia
kerja.
6. Manajemen proyek yang harus diperhitungan dengan matang agar pengerjaan proyek
berjalan dengan baik tanpa ada penundaan waktu.
7. Kemampuan komunikasi dengan klien harus dilatih karena hal tersebut merupakan
kemampuan yang wajib dimiliki desainer.
8. Pelaksanaan Kerja Profesi merupakan sebuah sarana untuk mengaplikasikan ilmuilmu yang didapat dibangku kuliah pada dunia kerja (bidang desain interior).
4.2

SARAN

4.2.1

SARAN BAGI MAHASISWA


Adapun saran-saran

berdasarkan posisi mahasiswa

yang

dapat

membantu

perkembangan potensi diri agar lebih berkembang, diantaranya :


Dalam masa Kerja Profesi sebaiknya mahasiswa praktikkan lebih berperan aktif dalam
tindakan dan pengambilan keputusan.
1. Dalam melaksanakan Kerja Profesi, mahasiswa diharapkan untuk berperan lebih aktif
dalam mengambil tindakan dan keputusan dalam menghadapi masalah desain yang
diberikan.
2. Mahasiswa diharapkan mampu menerima kritik dan saran yang diberikan oleh
pembimbing karena hal tersebut bersifat membangun kemampuan mahasiswa agar
menjadi lebih baik kedepannya.
3. Mahasiswa harus cepat tanggap dan disiplin terhadap tanggung jawab yang diberikan
oleh perusahaan.
4. Mahasiswa diharapkan bertanya kepada pembimbing ketika merasa kesulitan atau
bingung. Karena selain untuk memecahkan masalah, akan sangat membantu untuk
menambah pengetahuan praktikkan.

5. Mahasiswa praktikkan diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk


mempermudah komunikasi dalam pengerjaan proyek dan membangun hubungan yang
baik dengan klien maupun atasan.

4.2.2

SARAN BAGI PERGURUAN TINGGI


Pengalaman langsung dalam merancang atau mendesain ruangan merupakan hal yang

sangat penting. Karena mendesain bukan hanya soal teori melainkan penggabungan antara
teori dan pengalaman bekerja dilapangan. Sebagai perguruan tinggi yang mempersiapkan
sumber daya manusia yang berpotensial dan berpengalaman, perguruan tinggi diharapkan
membuka hubungan kerjasama antara pihak perguruan tinggi dan perusahaan agar
mempermudah mahasiswa memperoleh pengalaman langsung.
Kemudian, kurangnya teori mengenai kerja di lapangan sedikit membuat mahasiswa
kesulitan saat memulai Kerja Profesi. Karena proses desain pada saat kuliah dan dilapangan
berbeda sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk beradaptasi. Selain itu
singkatnya durasi kerja praktik membuat praktikkan kurang menerapkan semua ilmu yang
diberikan oleh perusahaan karena proses desain tidak singkat.