Anda di halaman 1dari 7

Manajemen Sumber Daya Strategis

Oleh :
Amanda putri
Tamir Pringga Yuda

1501071005
1501071006

Mata Kuliah :
Manajemen Sumber Daya Manusia

UNIVERSITAS LAMPUNG
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
D3 PEMASARAN
2015
BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Apakah Yang Dimaksud Dengan Manajemen Startegis
Manajemen strategis merupkan proses dan pendekatan untuk mengatasi
tantangan-tantangan kompetetif yang dihadapi satu organisasi. Hal tersebut dapat
dianggap sebagai pengelolaanpola atau rencana yang menyatupadukan
sasaran,kebijakan,dan tindakan utama organisasi secara berurutan sehingga menjadi
suatu kesatuan secara keseluruhan.
Pertama,oragnisasi-organisasi bisnis terlibat dalam strategi-strategi generik yang
sering kali sesuai dengan beberapa jenis strategi. Salah satu contohnya
adalahbiaya,diferensiais,atau reaksi. Organisasi-organisasi yang berbeda pada
industri yang sama sering kali memiliki strategi-strategi generik yang berbeda-beda.

Namun,stragtegi generik hanya sebagaian kecil dari aspek manajemen strategis.


Aspek kedua dari manajemen strategis adalah proses untuk mengembangkan
berbagai strategi. Dengan demikian, organisasi-organisasi bisnis tidak hanya terlibat
pada strategi-strategi generik, tetapi juga mebmbuat berbagai pilihan tentang hal-hal
seperti cara menakut-nakuti pesaingn,menjaga agar para pesaing lebih lemah,bereksi
terhadap dan memengaruhi undang-undang yang tertunda, menghadapi berbagai
pemangku kepentingan dan kelompok-kelompok kepentingan tertebtu,menurunkan
biaya prodiksi,meningkatkan pendapat,menerapkan teknologi,serta jumlah dan jenis
manusia yang di pekerjakan.

2.1.2 Unsur-unsur Dari Proses Manajemen Startegis


Proses manajemen strategis mempunyai dua face yang berbeda,tetapi saling
bergantung. Pertama:perumusan strategis , selama perumusan strategis(strategy
formulation),kelompok-kelompok perencanaan strategis menetukan arah strategis
dengan mendefinisikan misi dan sasaran-sasaran perusahaan,berbagai peluang dan
ancaman eksternal,serta berbagai kekuatan dan kelemahan internal.
Kedua:pelaksanaan strategi(strategy implementation),organisasi mengikuti strategi
yang dipilihnya. Dalam hal ini terdiri atas struktur organisasi,mengalokasikan
berbagia sumber daya,memastikan bahwa perusahaan memiliki para karyawan yang
terampil untuk ditempatkan,serta mengembangkan sistem-sistem penghargaan yang
menyelaraskan perilaku dengan sasaran-sasaran strategi orgnisasi

2.1.3 keterkaitan-keterkaitan antara MSDM


Hubungan Administratif, pada hubungan administratif(tingkat integrasi yang
terendah), perhatian fungsi MSDM difokuskan pada berbagai aktivitas
sehari-hari.
Hubungan satu arah, pada hubungan satu arah, fungsi perencanaan bisnis
stategi perusahaan adalah mengembangkan rencana startegis kemudian
menginformasikan rencana fungsi MSDM.
Hubungan dua arah, hubungan dua arah memungkinkan adanya
pertimbangan masalah-masalah SDM dalam proses perumusan strategi.
Integrasi tersebut terjadi pada tiga langkah yang berurutan. Pertama tim
perencanaan strategis menginformasikan fungsi MSDM dari berbagia
strategi yang dipertimbangkan oleh perusahaan. Kemudian, para eksekutif
MSDM menganalisis dampak-dampak SDM dari berbagai startegi dan

menyajikan hasil analisis tersebut kepada tim perencanaan strategis. Pada


akhirnya, setelah keputusan strategis dibuat, rencana startegis diteruskan
kepada eksekutif MSDM yang mengembangkan program untuk diterapkan.
Hubungan integrtatif, hubungan intergratif bersifat dinamis dan banyak segi
berdasarkan interaksi yang terus-menerus daripada interkasi yang berurutan.
Pada banyak kasus,eksekutif MSDM merupakan anggota tim manajemen
senior yang utuh.

2.1.4 Analisis Eksternal,dan analisis Eksternal


Analisis eksternal(external analysis) terdiri atas aktivitas untuk menelaah
lngkungan operasi organisasi agar dapat mengidentifikasi berbagai peluang
dan ancaman starategis.
Analisi internal(internal analysis) proses penelaahan berbagai kekuatan dan
kelemahan organisasi.

2.1.5 Pilihan strategi


Pilihan strategi(strategic choice), pilihan strategi merupakan strategi
organisasi yang menguraikan cara-cara organisasi untuk berusaha memenuhi
misi dan mencapai sasaran jangka panjang.

2.1.6 Praktik-praktik MSDM


Fungsi MSDM dapat dianggap memiliki enam menu dari praktik-praktik MSDM, di
mana perusahaan-perusahaan dapat memilih salah satu strategi yang paling tepat
untuk diterapkan. Setiap menu tersebut mengacu pada bidang fungsional MSDM
tertentu: analisis/perancangan pekerjaan, rekrutmen/seleksi, pelatihan dan
pengembangan, manajemen kinerja, struktur gaji/insentif,tunjangan, serta hubungan
antara tenaga kerja dengan karyawan.
1. Analisis Pekerjaan(job analysis) merupakan proses untuk mendapatkan
informasi terperinci tetntang pekerjaan. Perancangan pekerjaan(job design)
ditujukan kepada tugas-tugas yang harus dikelompokkan kedalam suatu
pekerjaan tertentu.
2. Perekrutan dan Seleksi Karyawan
Rekrutmen(recritmen) adalah proses yang dapat dilakukan melalui upaya
organisasi untuk mencari para pelamar kerja agar mendaoatkan pekerjaan
yang potensial. Seleksi (selection)mengacu pada proses dimana suatu
perusahaan berupaya untuk mengidentifikasi para pelamar dengan
pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan karateristik-karateristik lain
yang di perlukan sehingga akan membantu perusahaan tersebut untuk
mencapai sasaran-sasarannya.

3. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan


Pelatihan(training) mengacu pada usaha yang direncanakan untuk
memeprmudah proses pembelajaran tentang pengethuan yang berkaitan
dengan pekerjaan, keterampilan, dan perilaku karyawan.
Pengembangan(development)melibatkn usaha yntuk memperoleh
pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dapat meningkatakan
kemampuan para karyawan untuk memenuhi berbagai tantangan pekerjaan
yang ada atau berbagai tantangan pekrjaan yang belum ada.
4. Manajemen Kinerja
Manajemen kinerja digunakan untuk memastikan bahwa aktivitas-aktivitas
para karyawan dan hasil-hasilnya sejalan dengan tujuan organisasi.
Manajemen kinerja melibatakan penetapan aktivitas-aktivitas dan hasilhasilnya yang akan mengakibatkan keberhasilan perushaan dalam
menerapkan strategi.
5. Struktur Pembayaran, Insentif, dan Tunjangan
Sistem pembayaran berperan penting dalam penerapan strategi. Pertama,
tingkat pembayaran yang tinggi dan/atau berbagai tunjangan relatof terhadap
para pesaing dapat memastikam bahwa perusahaan mampu menarik dan
mempertahankan para karyawan yang berkualitas tinggi. Tetapi ini mungkin
berdampak negativ terhadapp seluruh biaya tenaga kerja perushaan. Kedua,
dengan mencoba untuk mebayar sesuai dengan kinerja,perushaan dapat
membangkitkan aktivitas-aktivitas khusus dan tingkat-tingkat kinerja dan para
karyawan.

2.1.7 Strategi-Strategi Yang Terarah


1. Strategipertumbuhsn eksternal(external growth strategy) yang biasanya
melalui merger atau akuisis. Strategi tersebut berusaha memperluas berbagai
sumber daya perusahaan atau memperkuat posisi pasarnya dengan
memperoleh atau menciptakan bisnis-bisnis baru.
2. Strategi-strategi Konsentrasi(concentration strategy) mensyaratkan
perusahaan-perusahaan untuk mempertahankan berbagai keterampilan pada
saat ini yang ada dalam organisasi. Penilaian dalam strategi tersebut cenderung
lebih bersifat perilaku karena lingkungannya lebih pasti dan perilaku-perilaku
tersebut diprlukan untuk mencapai kinerja efektig yang cenderung akan
ditetapkan melalui pengalaman yang luas.
3. Strategi Pertumbuhan Internal(internal groth strategy)fokusnya pada pasar
yang baru dan pengembangan produk,inovasi,serta usaha patungan.

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Raymond A.Noe
The Ohio State University
John R. Hollenbeck
Michigen State University
Barry Gerhart
University of Wisconsin-Madison
Patrick M.Wright
Cornell University