Anda di halaman 1dari 5

Cover (format sesuai PPKI)

A. Tujuan (kata kerja operasional)


B. Prosedur percobaan (kalimat aktif)
C. Dasar Teori (relevan dengan praktikum, penulisan rujukan sesuai dengan
PPKI)
Energi berasal dari bahasa yunani energia yang berarti
kegiatan atau aktivitas. Kata itu terdiri dari en (dalam) dan ergon
(kerja). Jadi, energy adalah kemampuan untuk melakukan usaha/kerja.
Dalam satuan SI energy dinyatakan dalam joule (J). satuan energy
lainnya adalah kalori (kal). James Presecott Joule menunjukkan
hubungan antara kalori dan joule, yaitu:
1 kalori = 4,18 joule atau 1 joule = 0,24 kalori. (Tim Abdi Guru,
2006:Hal.123)

Pengertian Energi Listrik


Energi listrik adalah energi yang disebabkan oleh mengalirnya
muatan listrik dalam suatu rangkaian tertutup. Energi listrik dapat
diubah menjadi berbagai bentuk energi yang lain. Sumber-sumber
listrik seperti baterai yang dihasilkan oleh perubahan energi kimia
dihasilkan energi listrik dan ada energi mekanik menjadi energi
listrik, bahkan energi panas (kalor) menjadi energi listrik. Sumbersumber listrik mempunyai kemampuan untuk mempertahankan
beda potensial antara kedua kutubnya. (Foster, 2004)
Energi listrik timbul dari perpindahan muatan-muatan listrik.
Listrik merupakan slah satu bentuk energy yang banyak digunakan.
Misalnya, listrik untuk peralatan rumah tangga (Magic jar, setrika,
kompor listrik), peralatan elektronika, dan lampu penerangan. (Tim
Abdi Guru, 2006:Hal.124)
Energy listrik dapat di rumuskan dengan:
W = P.t
Atau W = V. I . t
Keterangan :
W adalah energi listrik (J)
P adalah daya listrik (W)
t adalah waktu yang diperlukan (s)
Dimana daya adalah laju suatu benda dalam melakukan usaha.
(Tim Abdi Guru, 2006:Hal.127)

Energi Kalor
Energy kalor adalah total energy partikel-partikel penyusun zat.
energy kalor sebanding dengan massa zat, jenis zat, dan
kenaikan suhu.

Sehingga energy kalor dapat ditulis:


Q= m c T

Q= banyaknya energy kalor dalam satuan joule atau kkal


M= massa zat dalam satuan kilogram
C= kalor jenis zat, dalam satuan joule/KgC atau kkal/KgC
T= kenaikan suhu, dalam satuan derajat celcius. (Daroji, 2007)

Hubungan Energi Listrik dan Kalor


Kalor merupakan bentuk energi maka dapat berubah dari satu
bentuk kebentuk yang lain. Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi
maka energi listrik dapat berubah menjadi energi kalor dan juga
sebaliknya energi kalor dapat berubah menjadi energi listrik. Alat yang
digunakan mengubah energi listrik menjadi energi kalor adalah ketel
listrik, pemanas listrik, dll.
Besarnya energi listrik yang diubah atau diserap sama dengan
besar kalor yang dihasilkan. Sehingga secara matematis dapat
dirumuskan.
W=Q
Untuk menghitung energi listrik digunakan persamaan sebagai
berikut :
W = P.t
Keterangan :
W adalah energi listrik (J)
P adalah daya listrik (W)
t adalah waktu yang diperlukan (s)
Bila rumus kalor yang digunakan adalah Q = m.c.(t2 t1) maka
diperoleh persamaan ;
P.t = m.c.T (Wariyono, 2008)
Penggunaan Energi Listrik
Energi listrik dapat diubah-ubah menjadi berbagai bentuk energi yang lain.
Energi listrik menjadi energi kalor, alat yang digunakan yaitu setrika listrik, ceret listrik,
kompor listrik , dll

Energi listrik menjadi energi cahaya, alat yang digunakan yaitu lampu pijar, lampu neon,
dll
Energi listrik menjadi energi gerak, alat yang digunakan yaitu kipas angin, penghisap
debu, dll dan masih banyak lagi penggunaan energi listrik. (Tim MGMP Fisika
SMA / MA, 2007).

D. Data percobaan
E. Analisis data (kualitatif dan kuantitatif)
Tulis perhitungannya.
Pada percobaan menghitung besar energi listrik, energy yang
terhitung adalah konstan/tetap. Energy listrik dipengaruhi oleh daya
dan waktu. Pada percobaan ini yang berubah-ubah adalah besar
tegangan yang diberikan pada rangkaian, sehingga membuat daya
berubah-ubah. Dimana semakin besar tegangan yang diberikan pada
rangkaian akan semakin besar pula dayanya, sesuai rumus P=V.I .
daya tersebut juga memperngaruhi waktu yang dibutuhkan untu
menaiikan suhu air. Dimana daya dan waktu berbanding terbalik.
Sehingga, Semakin besar dayanya semakin cepat waktu yang
dibutuhkan untuk menaiikan suhu. Sehingga Energy listrik dapat
dirumuskan W=P.t .
F. Pembahasan (minimal sesuai tujuan percobaan, sebaiknya komprehensif)
Pada percobaan ini, dilakukan pengukuran untuk mencari energy
listrik yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu sejumlah air dengan
kenaikan yang sama. Dan didapatkan bahwa enegergi listrik yang
diperlukan untuk memanaskan sejumlah air yang sama dengan kenaikan
suhu yang sama relative konstan. hal ini Karena Energy listrik dipengaruhi
oleh daya dan waktu. Pada percobaan ini yang berubah-ubah adalah besar
tegangan yang diberikan pada rangkaian, sehingga membuat daya
berubah-ubah. Dimana semakin besar tegangan yang diberikan pada
rangkaian akan semakin besar pula dayanya, sesuai rumus P=V.I . daya
tersebut juga memperngaruhi waktu yang dibutuhkan untu menaiikan
suhu air. Dimana daya dan waktu berbanding terbalik. Sehingga, Semakin
besar dayanya semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk menaiikan
suhu. Sehingga Energy listrik dapat dirumuskan W=P.t .
Namun pada data pengamatan yang diambil, besar energy listrik
tidak serta merta sama/konstan secara penuh. Namun, besar energy listrik
memiliki perbedaan walaupun sedikit. Hal ini karena energy listrik yang
dialirkan pada rangkaian ada yang berubah menjadi energy panas pada
kawat atau energy bunyi yang terdengar pada pertama penggunaan
rangkaian.
Pada saat SMP sering disinggung bahwa Energi itu kekal, dia tidak
dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Energi hanya bisa

berubah bentuk, dari bentuk satu ke bentuk yang lain. Jadi intinya energi
itu kekal. Kekal bukan berarti suatu energy hanya bisa tetap menjadi
energy yang sama. Namun energy dapat berubah bentuk. Misalnya,
berubah dari energi listrik menjadi energi panas (contoh: setrika dan
heater). Berubah dari energi kimia menjadi energi listrik (contoh: baterai).
Berubah dari energi gerak menjadi energi listrik (contoh: PLTA). Dan lainlain. Pada percobaan ini dilakukan perubahan energy listrik menjadi
energy panas untuk menaikka suhu sejumlah air.
Karena energy itu kekal, maka dapat ditulis bahwa energy listrik sama
dengan energy kalor. Sehingga dapat ditulis W=Q
P.t = m.c.t
Untuk membuktikannya, akan dihitung besar energy kalor pada slah
satu data yang telah diperoleh.
.perhitungan..
Pada data diatas diperoleh bahwa energy listrik tidak sama dengan energy
kalor. Ada kesenggangan nilai antara energy listrik dan energy kalor
tersebut, hal ini disebabkan pada rangkaian tersebut terdapat kalor yang
hilang, dan ada pula kalor yang terserap oleh gelas. Kalor yang hilang dan
kalor yang diserap oleh gelas tersebut akan mengurangi besar energy
kalor sehingga membuatnya tidak sama dengan besar energy listrik yang
ada.
Pemanfaatan energy listrik pada kehidupan sehari-hari tidak diragukan
lagi, energy listrik sangat erat dalam kehidupan manusia. Energy listrik
banyak digunakan untuk alat elektronik, dan rumah tangga. Salah satunya
adalah pemanas listrik (heater). Prinsip kerja heater hampir sama dengan
rangkaian percobaan yang telah dilakukan. prinsip kerja heater adalah
mengandalkan aliran listrik sebagai energi utama untuk memanaskan
suhu air pada tangki penyimpanan. Aliran listrik tersebut mengalir pada
bagian bawah heater yang sudah terdapat bahan konduktor tertentu.
Bahan konduktor inilah lambat laun akan memanas. Kalor yang diperoleh
bahan konduktor akan diteruskan menuju tangki penyimpanan air yang
berada diatasnya, sehingga akan memanaskan air.

G. Kesimpulan (menjawab tujuan percobaan)


Jumlah energy yang diperlukan untuk memanaskan sejumlah air yang
sama dengan kenaikan suhu yang sama relative konstan.
H. Daftar pustaka(Minimal 5 rujukan: buku, jurnal. Tidak boleh blogspot;
wordpress)

Daroji dan Haryati. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam 1. Solo: Tiga serangkai.
Foster, Bob. 2004. Fisika SMA Jilid 1B untuk Kelas X. Jakarta : Erlangga.
Tim Abdi Guru. 2006. IPA Terpadu Untuk SMP kelas VIII. Jakarta:Erlangga.

Tim MGMP Fisika SMA / MA.2007. Fisika untuk SMA / MA XB. Jakarta : Multi
Grafi KA.
Wariyono, Sukis, muharomah yani. 2008. Panduan Belajar IPA Terpadu untuk
Kelas IX SMP / MTS. Surakarta: CV. Putra Nugraha.

I. Jawaban pertanyaan
1. enegergi listrik yang diperlukan untuk memanaskan sejumlah air yang
sama dengan kenaikan suhu yang sama relative konstan dan terjadi
perubahan energy listrik menjadi energy panas.
2.

Kalor merupakan bentuk energi maka dapat berubah dari satu bentuk kebentuk yang lain. Berdasarkan
Hukum Kekekalan Energi maka energi listrik dapat berubah menjadi energi kalor dan juga sebaliknya energi

energy listrik berubah menjadi energy kalor.


Karena kenergi bersifat kekal, maka energy listrik sama dengan energy kalor.
Sehingga dapat ditulis W=Q
kalor dapat berubah menjadi energi listrik.

P.t = m.c.t
3. salah satu contoh aplikasi percobaan ini adalah heater. prinsip kerja heater
hampir sama dengan rangkaian percobaan yang telah dilakukan. prinsip
kerja heater adalah mengandalkan aliran listrik sebagai energi utama untuk
memanaskan suhu air pada tangki penyimpanan. Aliran listrik tersebut
mengalir pada bagian bawah heater yang sudah terdapat bahan konduktor
tertentu. Bahan konduktor inilah lambat laun akan memanas. Kalor yang
diperoleh bahan konduktor akan diteruskan menuju tangki penyimpanan air
yang berada diatasnya, sehingga akan memanaskan air.
4. hitung
5. hitung
C. Laporan praktikum sementara yang telah di ACC dosen pembimbing
(sebagai lampiran)