Anda di halaman 1dari 56

REAKSI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA

KONSEP DASAR
Reaksi Redoks dan Sel Elektrokimia Persamaan yang menyatakan reaksi redoks dapat
disetarakan dengan menggunakan metode setengah-reaksi. Reaksi ini melibatkan transfer elektron
dari reduktor ke oksidator. Dengan menggunakan ruang terpisah, reaksi ini dapat digunakan untuk
menghasilkan elektron dalam suatu susunan yang disebut sel galvani.
Termodinamika Sel Galvani Tegangan yang diukur dalam sel galvani dapat dipecah menjadi
potensial elektroda anoda (di mana oksidasi terjadi) dan katoda (di mana reduksi terjadi). Tegangan
ini dapat terkait dengan perubahan energi bebas Gibbs dan kesetimbangan konstan dari proses
redoks. Persamaan Nernst menghubungkan tegangan sel ini ke tegangan sel pada keadaan standar
dan konsentrasi spesi-spesi yang bereaksi.
Baterai Baterai adalah sel elektrokimia yang dapat menyediakan arus listrik langsung pada
tegangan konstan. Ada berbagai jenis baterai yang digunakan dalam mobil, senter, dan alat pacu
jantung. Sel bahan bakar adalah jenis khusus dari sel elektrokimia yang menghasilkan listrik dari
oksidasi hidrogen atau hidrokarbon.
Korosi Korosi adalah reaksi redoks spontan yang menghasilkan pembentukan karat dari besi,
perak sulfida dari perak, dan patina (karbonat tembaga) dari tembaga. Korosi menyebabkan
kerusakan besar pada bangunan, konstruksi, kapal, dan mobil. Banyak metode telah dirancang
untuk mencegah atau meminimalkan efek korosi.
Elektrolisis Elektrolisis adalah proses di mana energi listrik digunakan untuk menimbulkan
terjadinya reaksi redoks tidak spontan. Hubungan kuantitatif antara arus dan produk yang terbentuk
dijelaskan oleh Faraday. Elektrolisis adalah metode utama untuk memproduksi logam dan
nonlogam aktif dan banyak bahan kimia industri yang penting.
13.1 Reaksi Redoks
Elektrokimia adalah cabang ilmu kimia yang berhubungan dengan interkonversi energi listrik
dan energi kimia. Proses elektrokimia adalah reaksi redoks (oksidasi-reduksi) di mana energi yang
dilepaskan oleh reaksi spontan diubah menjadi listrik atau di mana energi listrik digunakan untuk
menimbulkan reaksi pada reaksi tidak spontan. Meskipun reaksi redoks telah dibahas dalam Bab 4,
ada baiknya kita melihat kembali beberapa konsep dasar yang akan muncul kembali di bab ini.
Dalam reaksi redoks, elektron ditransfer dari satu zat ke zat lain. Reaksi antara logam
magnesium dan asam klorida adalah contoh reaksi redoks:
0

+1

+2

Mg(s) + 2HCl(aq) MgCl2(aq) + H2(g)

Ingat bahwa angka-angka di atas unsur adalah bilangan oksidasi dari unsur-unsur. Hilangnya
elektron oleh suatu unsur selama oksidasi ditandai dengan peningkatan bilangan oksidasi unsur.
Dalam reduksi, terjadi penurunan bilangan oksidasi yang dihasilkan dari penangkapan elektron oleh
suatu unsur. Pada reaksi di atas, logam Mg teroksidasi dan ion H + tereduksi; ion Cl adalah ion
penonton.
Menyetarakan Reaksi Redoks
Persamaan untuk reaksi redoks seperti reaksi sebelumnya relatif mudah untuk disetarakan.
Namun, di laboratorium kita sering menghadapi reaksi redoks lebih kompleks yang melibatkan
oksoanion seperti kromat (Cr2O42), dikromat (Cr2O72), permanganat (MnO4), nitrat (NO3), dan
sulfat (SO42). Pada prinsipnya, kita dapat menyetarakan setiap persamaan redoks dengan
menggunakan prosedur yang ada dalam Bagian 3.7, tetapi ada beberapa teknik khusus untuk
menangani reaksi redoks, teknik yang juga memberi kita informasi tentang proses transfer elektron.
Di sini kita akan membahas salah satu prosedur tersebut, yang disebut metode setengah-reaksi.
Dalam pendekatan ini, keseluruhan reaksi dibagi menjadi dua setengah- reaksi, satu untuk oksidasi
dan satu untuk reduksi. Persamaan untuk dua setengah-reaksi disetarakan secara terpisah dan
kemudian ditambahkan bersama-sama untuk memberikan persamaan setara secara keseluruhan.
Misalnya kita diminta untuk menyetarakan persamaan yang menunjukkan oksidasi ion Fe 2+
menjadi ion Fe3+ oleh ion dikromat (Cr2O72) dalam suasana asam. Hasilnya, ion (Cr 2O72) direduksi
menjadi ion Cr3+. Langkah-langkah di bawah ini akan membantu kita untuk menyetarakan reaksi.
Langkah 1:

Tulis persamaan reaksi belum setara dalam bentuk ion.


Fe2+ + Cr2O72 Fe3+ + Cr3+

Langkah 2:

Pisahkan persamaan ke dalam dua setengah-reaksi.


+2
Oksidasi:

Fe2+ Fe3+
+6

Reduksi:
Langkah 3:

+3
+3

Cr2O72 Cr3+

Setarakan masing-masing setengah-reaksi untuk jumlah atom, jenis atom serta

muatan. Untuk reaksi dalam suasana asam, tambahkan H2O untuk

menyetarakan atom O

dan H+ untuk memyetarakan atom H.


Dalam setengah-reaksi oksidasi, elektron muncul sebagai produk, dalam setengah-reaksi
reduksi, elektron muncul sebagai reaktan.
Setengah-reaksi oksidasi: Atom-atom sudah setara. Untuk menyetarakan muatan, kita
menambahkan elektron pada sisi kanan panah:
Fe2+ Fe3+ + e

Setengah-reaksi reduksi: Karena reaksi berlangsung dalam suasana asam, kita menambahkan tujuh
molekul H2O pada sisi kanan panah untuk menyetarakan atom O.
Cr2O72 2Cr3+ + 7H2O
Untuk menyetarakan atom H, kita menambahkan 14 ion H+ pada sisi kiri:
14H+ + Cr2O72 2Cr3+ + 7H2O
Sekarang ada 12 muatan positif pada sisi kiri dan hanya enam muatan positif pada sisi kanan. Oleh
karena itu, kita tambahkan enam elektron di sebelah kiri
14H+ + Cr2O72 + 6e 2Cr3+ + 7H2O
Langkah 4:

Tambahkan kedua setengah-reaksi dan setarakan persamaan

akhir dengan pengamatan. Elektron pada kedua sisi harus dihilangkan.


Jika setengah-reaksi oksidasi dan reduksi mengandung jumlah elektron
yang berbeda, kita harus mengalikan salah satu atau kedua setengahreaksi untuk menyamakan jumlah elektron.
Di sini kita hanya memiliki satu elektron untuk setengah-reaksi oksidasi dan enam elektron
untuk setengah-reaksi reduksi, jadi kita perlu untuk mengalikan setengah-reaksi oksidasi dengan 6
6 (Fe2+ Fe3+ + e)
14H+ + Cr2O72 + 6e 2Cr3+ + 7H2O
6Fe2+ + 14H+ + Cr2O72 + 6e 6Fe3+ + 2Cr3+ + 7H2O + 6e
Elektron pada kedua sisi dihilangkan, dan kita mendapatkan persamaan reaksi ion bersih yang
setara
6Fe2+ + 14H+ + Cr2O72 6Fe3+ + 2Cr3+ + 7H2O
Langkah 5:

Pastikan bahwa persamaan memiliki jenis atom, jumlah atom serta muatan

yang sama pada kedua sisi persamaan.


Reaksi ini dapat dilakukan dengan melarutkan kalium dikromat dan besi(II) sulfat dalam
larutan asam sulfat encer.
Pengecekan terakhir menunjukkan bahwa persamaan yang dihasilkan setara "secara atom" dan
"secara muatan".
Untuk reaksi dalam suasana basa, kita melakukan 4 langkah seperti reaksi dalam suasana
asam. Selanjutnya, untuk setiap ion H+ kita menambahkan ion OH dengan jumlah yang sama pada
kedua sisi persamaan. Ketika ion H+ dan ion OH muncul pada sisi yang sama dalam persamaan,
kita gabungkan ion tersebut untuk menghasilkan H2O. Contoh 13.1 menggambarkan prosedur ini.

CONTOH 13.1

Tulis persamaan reaksi ion setara untuk menunjukkan oksidasi ion iodida (I ) oleh ion permanganat
(MnO4) dalam larutan basa untuk menghasilkan molekul iodin (I2) dan mangan(IV) oksida (MnO2)
Strategi: Kita mengikuti prosedur sebelumnya untuk menyetarakan persamaan redoks. Perhatikan
bahwa reaksi terjadi dalam suasana basa.
Penyelesaian:
Langkah 1:

Persamaan belum setara


MnO4 + I MnO2 + I2

Langkah 2:

Dua setengah-reaksi
1
Oksidasi:

I I2
+7

Reduksi:
Langkah 3:

+4

MnO4 MnO2

Kita menyetarakan masing-masing setengah-reaksi untuk jumlah atom, jenis atom

serta muatan. Setengah-reaksi oksidasi: Pertama setarakan atom I:


2I I2
Untuk menyetarakan muatan, kita tambahkan dua elektron pada sisi kanan persamaan:
2I I2 + 2e
Setengah-reaksi reduksi: Untuk menyetarakan atom O, kita tambahkan dua molekul H2O di sebelah
kanan:
MnO4 MnO2 + 2H2O
Untuk menyetarakan atom H, kita tambahkan empat ion H+ di sebelah kiri:
MnO4 + 4H+ MnO2 + 2H2O
Ada tiga muatan positif bersih di sebelah kiri, sehingga kita tambahkan tiga elektron pada sisi yang
sama untuk menyetarakan muatan:
MnO4 + 4H+ + 3e MnO2 + 2H2O
Langkah 4:

Sekarang kita menambahkan setengah-reaksi oksidasi dan reduksi untuk

memberikan reaksi keseluruhan. Untuk menyamakan jumlah elektron, kita mengalikan setengahreaksi oksidasi dengan 3 dan setengah-reaksi reduksi dengan 2:
3(2I I2 + 2e)
2(MnO4 + 4H+ + 3e MnO2 + 2H2O)
6I + 2MnO4 + 8H+ + 6e 3I2 + 2MnO2 + 4H2O + 6e
Elektron pada kedua sisi dihilangkan, dan tersisa persamaan ion bersih setara:
6I + 2MnO4 + 8H+ 3I2 + 2MnO2 + 4H2O

Ini adalah persamaan setara dalam suasana asam. Akan tetapi, karena reaksi terjadi dalam
suasana basa, untuk setiap ion H+ perlu ditambah ion OH dengan jumlah yang sama pada kedua sisi
persamaan:
6I + 2MnO4 + 8H+ + 8OH 3I2 + 2MnO2 + 4H2O + 8OH
Akhirnya, ion H+ digabung dengan ion OH untuk membentuk air, didapatkan
6I + 2MnO4 + 4H2O 3I2 + 2MnO2 + 8OH
Langkah 5:

Pengecekan akhir menunjukkan bahwa persamaan telah setara baik atom maupun

muatannya.
Latihan: Setarakan persamaan dalam suasana asam berikut ini dengan metode setengah-reaksi:
Fe2+ + MnO4 Fe3+ + Mn2+
REVIEW KONSEP
Untuk reaksi di bawah ini dalam larutan asam, berapa koefisien NO2 ketika persamaan telah setara?
Sn + NO3 SnO2 + NO2
13.2 Sel Galvani
Pada Bagian 4.4 kita melihat bahwa ketika lempengan logam seng dimasukkan dalam larutan
CuSO4, Zn teroksidasi menjadi ion Zn 2+ sementara ion Cu2+ tereduksi menjadi logam tembaga (lihat
gambar 4.13):
Zn(s) + Cu2+(aq) Zn2+(aq) + Cu(s)
Elektron ditransfer langsung dari agen pereduksi (Zn) ke agen pengoksidasi (Cu2+) dalam
larutan. Namun, jika kita secara fisik memisahkan agen pengoksidasi dari agen pereduksi, transfer
elektron dapat terjadi melalui media alir eksternal (kawat logam). Saat reaksi berlangsung, kawat
mengalirkan elektron secara konstan sehingga menghasilkan listrik (dengan kata lain, kawat ini
menghasilkan kerja listrik seperti untuk menggerakkan motor listrik).
Alat percobaan untuk menghasilkan listrik melalui penggunaan reaksi spontan disebut sel
galvani atau sel volta, diambil dari nama ilmuwan Italia Luigi Galvani dan Alessandro Volta, yang
membuat versi awal dari alat ini. Gambar 13.1 menunjukkan komponen penting dari sebuah sel
galvani. Sebuah batangan seng direndam dalam larutan ZnSO 4, dan batangan tembaga direndam
dalam larutan CuSO4.

Anoda
seng

Katoda
tembaga

Jembatan
garam
Sumbat
kapas
Larutan
ZnSO4

Zn teroksidasi menjadi Zn2+


pada anoda

Larutan
CuSO4

Reaksi bersih

Cu2+ teroksidasi menjadi Cu pada


katoda

Gambar 13.1
Sebuah sel galvani. Jembatan garam (tabung U terbalik) berisi larutan KCl sebagai media alir
listrik diantara dua larutan. Mulut tabung U yang longgar terhubung dengan bola kapas untuk
mencegah larutan KCl mengalir ke dalam wadah sementara memungkinkan anion dan kation untuk
bergerak melintas. Bola lampu menyala sebagai aliran elektron eksternal dari elektroda Zn
(anoda) ke elektroda Cu (katoda).
Sel bekerja berdasarkan prinsip bahwa oksidasi Zn ke Zn 2+ dan reduksi Cu2+ ke Cu dapat
dibuat berlangsung secara bersamaan dalam lokasi terpisah di mana transfer elektron antara
keduanya terjadi melalui sebuah kawat eksternal. Batangan seng dan tembaga disebut elektroda.
Susunan dari elektroda (Zn dan Cu) dan larutan (ZnSO4 dan CuSO4) ini disebut sel Daniell.
Menurut definisi, anoda dalam sel galvani adalah elektroda di mana oksidasi terjadi dan katoda
adalah elektroda di mana reduksi terjadi.
Menurut abjad, anoda mendahului katoda dan oksidasi mendahului reduksi. Oleh karena itu,
anoda adalah tempat terjadinyaoksidasi dan katoda adalah tempat terjadinya reduksi.
Untuk sel Daniell, reaksi-reaksi setengah-sel, yaitu reaksi oksidasi dan reduksi pada masingmasing elektroda, adalah
Elektroda Zn (anoda): Zn(s) Zn2+(aq) + 2e
Elektroda Cu (katoda):

Cu2+(aq) + 2e Cu(s)

Perhatikan bahwa kecuali kedua larutan ini dipisahkan satu sama lain, ion Cu 2+ akan bereaksi
langsung dengan batangan seng:
Cu2+(aq) + Zn(s) Cu(s) + Zn2+(aq)
dan tidak ada kerja listrik berguna yang akan diperoleh.
Untuk melengkapi rangkaian listrik, larutan harus dihubungkan dengan media alir yang yang
dapat dilalui kation dan anion sehingga dapat berpindah dari satu ruang elektroda ke ruang
elektroda lain. Persyaratan ini dipenuhi oleh jembatan garam, yang dalam bentuk yang paling
sederhana, adalah sebuah tabung U terbalik yang mengandung larutan elektrolit inert, seperti KCl
atau NH4NO3, dimana ion tidak akan bereaksi dengan ion lain dalam larutan atau dengan elektroda
(lihat Gambar 13.1). Selama keseluruhan reaksi redoks, elektron mengalir dari anoda eksternal
(elektroda Zn) melalui kawat dan bola lampu ke katoda (elektroda Cu). Dalam larutan, kation (Zn 2+,
Cu2+, dan K+) bergerak menuju katoda, sedangkan anion (SO42 dan Cl) bergerak menuju anoda.
Tidak adanya jembatan garam yang menghubungkan kedua larutan, mengakibatkan penumpukan
muatan positif dalam ruang anoda (karena pembentukan ion Zn 2+) dan muatan negatif di ruang
katoda (terjadi ketika beberapa ion Cu2+ direduksi menjadi Cu) yang dengan cepat akan mencegah
sel bekerja.
Arus listrik dari anoda ke katoda terjadi karena ada perbedaan energi potensial listrik antara
elektroda. Aliran arus listrik ini analog dengan air jatuh pada air terjun, yang terjadi karena ada
perbedaan energi potensial gravitasi, atau aliran gas dari daerah bertekanan tinggi ke daerah
bertekanan rendah. Tegangan elektroda dari sel galvani disebut tegangan (voltase) sel, atau
potensial sel. Secara eksperimental, potensial sel diukur dengan voltmeter (Gambar 13.2). Istilah
lain yang umum untuk potensial sel adalah gaya gerak listrik (electromotive force) atau emf (E).
Meskipun dinamai demikian, emf adalah ukuran dari tegangan, bukan ukuran gaya. Kita akan
melihat bahwa tegangan sel tidak hanya tergantung pada sifat elektroda dan ion, tetapi juga pada
konsentrasi ion dan temperatur di mana sel bekerja.
Notasi konvensional untuk menyatakan sel galvani adalah diagram sel. Notasi sel untuk sel
Daniell ditunjukkan pada Gambar 13.1, jika kita menganggap bahwa konsentrasi ion Zn 2+ dan Cu2+
1 M, diagram selnya adalah
Zn(s) |Zn2+(1 M) ||Cu2+(1 M) |Cu(s)
Garis vertikal tunggal merupakan batas fasa. Misalnya, elektroda seng adalah padat dan ion
Zn2+ (dari ZnSO4) adalah larutan. Dengan demikian, kita menarik garis antara Zn dan Zn 2+ untuk
menunjukkan batas fasa. Garis vertikal ganda menunjukkan jembatan garam. Berdasarkan
konvensi, anoda ditulis terlebih dahulu, di sebelah kiri garis ganda dan komponen lainnya muncul
secara berurutan seiring pergerakan dari anoda ke katoda.

Jembatan

Gambar 13.2
Susunan dari sel galvani dijelaskan pada Gambar 13.1. Perhatikan tabung U (jembatan garam)
yang menghubungkan dua beker. Ketika konsentrasi ZnSO 4 dan CuSO4 adalah 1 molar (1 M) pada
25C, tegangan sel ini 1,10 V. Tidak ada arus yang mengalir antara elektroda selama pengukuran
tegangan.
REVIEW KONSEP
Tulis diagram sel untuk reaksi redoks berikut.
3Fe2+(aq) + 2Al(s) 3Fe(s) + 2Al3+(aq)
13.3 Potensial Reduksi Standar

Gas H2
pada 1
atm

elektroda
Pt

Gambar 13.3
Sebuah elektroda hidrogen bekerja pada keadaan standar. Gas hidrogen pada 1 atm dihembuskan
melalui larutan HCl 1 M. Elektroda platina merupakan bagian dari elektroda hidrogen.
Ketika konsentrasi ion Cu2+ dan Zn2+ keduanya adalah 1,0 M, ternyata tegangan atau emf dari
sel Daniell adalah 1,10 V pada 25C (lihat Gambar 13.2). Tegangan ini tentunya berhubungan erat
dengan reaksi redoks, tetapi bagaimana? Sama seperti reaksi sel secara keseluruhan dapat dianggap
sebagai jumlah dari dua reaksi setengah-sel, emf yang diukur dari sel pun dapat dianggap sebagai
jumlah dari potensial listrik pada elektroda Zn dan Cu. Jika kita mengetahui salah satu potensial

elektroda, kita bisa mendapatkan potensial elektroda lain dengan pengurangan (dari 1,10 V). Kita
tidak mungkin hanya mengukur potensial elektroda dari satu elektroda saja, tetapi jika kita
menetapkan nilai potensial elektroda tertentu pada nilai nol, kita dapat menggunakannya untuk
menentukan potensial relatif dari elektroda lainnya. Elektroda hidrogen, yang ditunjukkan pada
Gambar 13.3, berfungsi sebagai acuan untuk tujuan ini. Gas hidrogen dihembuskan ke dalam
larutan asam klorida pada 25C. Elektroda platina memiliki dua fungsi. Pertama, menyediakan
permukaan tempat terjadinya penguraian molekul hidrogen:
H2 2H+ + 2e
Kedua, sebagai penghantar listrik ke rangkaian eksternal.
Pilihan acuan untuk mengukur potensial elektroda ini analog dengan memilih permukaan
laut sebagai acuan untuk ketinggian, menyebutnya nol meter, dan kemudian menyatakan
ketinggian daratan sebagai sekian meter di atas atau di bawah permukaan laut.
Berdasarkan keadaan standar (bila tekanan H 2 adalah 1 atm dan konsentrasi larutan HCl
adalah 1 M), potensial reduksi H+ pada 25C adalah tepat nol:
2H+(1 M) + 2e H2 (1 atm)

E = 0 V

Superskrip "" menunjukkan keadaan standar, dan E adalah potensial reduksi standar, atau
tegangan yang dikaitkan dengan reaksi reduksi pada elektroda ketika semua zat terlarut adalah 1
M dan semua gas pada 1 atm. Dengan demikian, potensial reduksi standar elektroda hidrogen
didefinisikan sama dengan nol. Elektroda hidrogen disebut elektroda hidrogen standar (SHE =
standard hyrogen electrode).

Gas H2 pada 1 atm


jembata
n garam

jembata
n garam
elektroda Pt

elektroda
seng

elektroda
Hidrogen

elektroda
Hidrogen

elektroda
tembaga

Gambar 13.4
(a) Sebuah sel terdiri dari elektroda seng dan elektroda hidrogen. (b) Sebuah sel terdiri dari
elektroda tembaga dan elektroda hidrogen. Kedua sel beroperasi pada keadaan standar. Perhatikan
bahwa dalam (a) SHE bertindak sebagai katoda, tetapi dalam (b) SHE adalah anoda.
Kita dapat menggunakan SHE untuk mengukur potensial elektroda jenis lain. Sebagai
contoh, Gambar 13.4 (a) menunjukkan sebuah sel galvani dengan elektroda seng dan SHE. Dalam

kasus ini elektroda seng adalah anoda dan SHE adalah katoda. Kita menyimpulkan fakta ini dari
penurunan massa elektroda seng selama sel bekerja, yang konsisten dengan lepasnya seng ke
larutan akibat reaksi oksidasi:
Zn(s) Zn2+(aq) + 2e
Diagram selnya adalah
Zn(s) |Zn2+(1 M) ||H+(1 M) |H2(1 atm)|Pt(s)
Seperti disebutkan sebelumnya, elektroda Pt menyediakan permukaan terpat terjadinya reduksi.
Ketika semua reaktan berada dalam keadaan standarnya (yaitu, H 2 pada 1 atm, ion H + dan Zn2+
pada 1 M), emf dari sel adalah 0,76 V pada 25C. Kita bisa menulis reaksi setengah-selnya sebagai
berikut:
Anoda (oksidasi)

Katoda (reduksi)

Keseluruhan

Zn(s) Zn2+(1 M) + 2e
2H+(1 M) + 2e H2(1 atm)
Zn(s) + 2H+(1 M) Zn2+(1 M) + H2(1 atm)

Berdasarkan konvensi, emf standar sel, Esel, yang terdiri dari kontribusi dari anoda dan kontribusi
dari katoda, diberikan oleh
E sel = E katoda E anoda

(13.1)

di mana kedua Ekatoda dan Eanoda adalah potensial reduksi standar elektroda. Untuk sel Zn-SHE, kita
menulis
Esel = EH+/H2 EZn2+/Zn
0,76 V = 0 EZn2+/Zn
dimana subskrip H+/H2 berarti 2H+ + 2e H2 dan subskrip Zn2+/Zn berarti
Zn2+ + 2e Zn. Jadi, potensial reduksi standar seng, EZn2+/Zn adalah 0,76 V .
Potensial elektroda standar tembaga dapat diperoleh dengan cara yang sama,
dengan menggunakan sel dengan elektroda tembaga dan SHE [Gambar 13.4 (b)]. Dalam kasus ini,
elektroda tembaga sebagai katoda karena massanya bertambah selama sel bekerja, yang konsisten
dengan reaksi reduksi:
Cu2+(aq) + 2e Cu(s)
Diagram selnya adalah
Pt(s) |H2(1 atm) |H+(1 M) || Cu2+(1 M) |Cu(s)
dan reaksi setengah-selnya adalah
H2(1 atm) 2H+(1 M) + 2e

Anoda (oksidasi)

Katoda (reduksi)

Keseluruhan

: H2(1 atm) + Cu2+(1 M) 2H+(1 M) + Cu(s)

Cu2+(1 M) + 2e Cu(s)

Pada keadaan standar dan pada 25C, emf selnya adalah 0,34, sehingga
Esel = Ekatoda Eanoda

0,34 V = ECu2+/Cu EH+/H2


= ECu2+/Cu 0
Dalam kasus ini, potensial reduksi standar tembaga, ECu2+/Cu, adalah 0,34 V, dimana subskrip
ECu2+/Cu berarti Cu2+ + 2e Cu.
Untuk sel Daniell yang ditunjukkan pada Gambar 13.1, kita dapat menulis
Anoda (oksidasi)

Katoda (reduksi)

Keseluruhan

Zn(s) Zn2+(1 M) + 2e
Cu2+(1 M) + 2e Cu(s)
Zn(s) + Cu2+(1 M) Zn2+(1 M) + Cu(s)

Emf selnya adalah


Esel = Ekatoda Eanoda
= ECu2+/Cu EZn2+/Zn
= 0,34 V (0,76 V)
= 1,10 V
Seperti dalam kasus G, kita dapat menggunakan tanda E untuk memprediksi kespontanan
reaksi redoks. E positif berarti reaksi redoks akan spontan ke kanan. Sebaliknya, E negatif berarti
reaksi akan spontan ke arah sebaliknya. Kita akan menguji hubungan diantara E

, G, dan K

sel

pada pembahasan selanjutnya dalam bab ini.


Tabel 13.1 daftar potensial reduksi standar untuk beberapa reaksi setengah-sel.
Menurut definisi, SHE memiliki nilai E 0,00 V. Di bawah SHE, potensial reduksi standar negatif
akan meningkat, dan di atas SHE potensial reduksi standar positif meningkat. Hal-hal tentang tabel
berikut penting untuk diketahui dalam perhitungan:
1. Nilai-nilai E berlaku untuk reaksi setengah-sel adalah nilai untuk reaksi pada arah maju (kiri
ke kanan).
2. Semakin positif nilai E, semakin besar kecenderungan zat tersebut untuk direduksi. Sebagai
contoh, reaksi setengah-sel
F2(1 atm) + 2e 2F(1 M)

E = 2,87 V

memiliki nilai E positif tertinggi di antara semua reaksi setengah-sel. Dengan demikian, F 2
adalah agen pengoksidasi paling kuat karena memiliki kecenderungan paling besar untuk
direduksi. Reaksi ekstrem yang lain adalah
Li+(1 M) + e Li(s)

E = 3,05 V

yang memiliki nilai E paling negatif. Dengan demikian, Li+ adalah agen pengoksidasi paling
lemah karena merupakan spesi yang paling sulit untuk direduksi. Sebaliknya, kita mengatakan
bahwa F2 adalah agen pereduksi paling lemah dan logam Li adalah agen pereduksi paling kuat.
Berdasarkan keadaan standar, agen pengoksidasi (spesi di sisi kiri setengah-reaksi pada Tabel

13.1) mengalami peningkatan kekuatan dari bawah ke atas dan agen pereduksi (spesi di sisi
kanan setengah-reaksi) mengalami peningkatan kekuatan dari atas ke bawah.
3. Reaksi setengah-sel adalah reaksi reversibel. Bergantung pada kondisi, setiap elektroda dapat
bertindak baik sebagai anoda atau sebagai katoda. Sebelumnya, kita melihat bahwa SHE adalah
katoda (H+ direduksi menjadi H2) ketika digabungkan dengan seng dalam sel dan menjadi
anoda (H2 dioksidasi menjadi H+) bila digunakan dalam sel dengan tembaga.

Tabel 13.1 Potensial Reduksi Standar Pada 25C


Setengah-Reaksi
E(V)
K
e
k
u
a
t
a
n

K
e
k
u
a
t
a
n

s
e
b
a
g
a
i

s
e
b
a
g
a
i

a
g
e
n

a
g
e
n

p
e
n
g
o
k
s
i
d
a
s
i

p
e
r
e
d
u
k
s
i

m
e
n
i
n
g
k
a
t

m
e
n
i
n
g
k
a
t

* Untuk semua setengah-reaksi, konsentrasinya adalah 1 M untuk spesi yang terlarut dan
tekanannya adalah 1 atm untuk gas. Ini adalah nilai keadaan standar.
4. Berdasarkan keadaan standar, setiap spesi di sebelah kiri reaksi setengah-sel yang diberikan
akan bereaksi secara spontan dengan spesi yang muncul di sebelah kanan reaksi setengah-sel

yang terletak di bawahnya dalam Tabel 13.1. Prinsip ini kadang-kadang disebut aturan
diagonal. Dalam kasus sel Daniell,
Cu2+(1 M) + 2e Cu(s)
E = 0,34 V
2+

Zn (1 M) + 2e Zn(s)
E = 0,76 V
Garis merah diagonal menunjukkan bahwa Cu 2+ adalah oksidator dan Zn adalah
reduktor.
Kita melihat bahwa zat di sebelah kiri reaksi setengah-sel pertama adalah Cu 2+ dan zat di
sebelah kanan dalam reaksi setengah-sel kedua adalah Zn. Oleh karena itu, seperti yang kita
lihat sebelumnya, Zn secara spontan mereduksi Cu2+ untuk membentuk Zn2+ dan Cu.
5. Mengubah koefisien stoikiometri dari reaksi setengah-sel tidak mempengaruhi nilai E karena
potensial elektroda adalah sifat intensif. Ini berarti bahwa nilai E tidak terpengaruh oleh
ukuran elektroda atau jumlah larutan yang ada. Misalnya,
I2(s) + 2e 2I(1 M)
E = 0,53 V
tetapi E tidak berubah jika kita kalikan setengah-reaksi dengan 2:
2I2(s) + 4e 4I(1 M)
E = 0,53 V
6. Seperti H, G, dan S, tanda E berubah tetapi besarnya tetap sama ketika kita membalik
suatu reaksi.
Seperti yang ditunjukkan Contoh 13.2 dan 13.3, Tabel 13.1 memungkinkan kita untuk
memprediksi hasil reaksi redoks pada keadaan standar, apakah reaksi tersebut berlangsung dalam
sel galvani, dimana agen pereduksi dan agen pengoksidasi secara fisik terpisah satu sama lain, atau
dalam satu beker, di mana reaktan bercampur semua.
CONTOH 13.2
Prediksi apa yang akan terjadi jika molekul bromin (Br 2) ditambahkan ke dalam larutan yang
mengandung NaCl dan NaI pada 25C. Asumsikan semua spesi pada keadaan standarnya.
Strategi: Untuk memprediksi apakah reaksi redoks akan berlangsung, kita perlu membandingkan
potensial reduksi standar Cl2, Br2, dan I2 dan menerapkan aturan diagonal.
Penyelesaian: Dari Tabel 13.1, kita menulis potensial reduksi standar sebagai berikut:
Cl2(1 atm) + 2e 2Cl(1 M)
E = 1,36 V

Br2(l) + 2e 2Br (1 M)
E = 1,07 V
I2(s) + 2e 2I(1 M)
E = 0,53 V
Menerapkan aturan diagonal kita melihat bahwa Br2 akan mengoksidasi I tetapi tidak akan
mengoksidasi Cl. Oleh karena itu, hanya satu reaksi redoks yang akan terjadi pada keadaan standar
yaitu
Oksidasi

2I(1 M) I2(s) + 2e

Reduksi

Br2(l) + 2e 2Br(1 M)

Keseluruhan :

2I(1 M) + Br2(l) I2(s)) + 2Br(1 M)

Periksa: Kita dapat mengkonfirmasi kesimpulan kita dengan menghitung Esel. Perhatikan bahwa
ion Na+ inert dan tidak masuk ke dalam reaksi redoks.
Latihan: Dapatkah Sn mereduksi Zn2+ pada keadaan standar?

CONTOH 13.3
Sebuah sel galvani terdiri dari elektroda Mg dalam larutan Mg(NO3)2 1,0 M dan elektroda Ag
dalam larutan AgNO3 1,0 M. Hitung emf standar sel ini pada 25C.
Strategi: Pada awalnya mungkin tidak jelas bagaimana menetapkan elektroda dalam sel galvani.
Dari Tabel 13.1 kita menulis potensial reduksi standar Ag dan Mg dan menerapkan aturan diagonal
untuk menentukan mana yang merupakan anoda dan katoda.
Penyelesaian: Potensial reduksi standar
Ag+(1 M) + e Ag(s)

E = 0,80 V

Mg2+(1 M) + 2e Mg(s)

E = 2,37 V

Perhatikan bahwa dalam rangka untuk menyetarakan persamaan secara keseluruhan kita kalikan
reduksi Ag+ dengan 2. Kita dapat melakukannya karena sebagai sifat intensif, E tidak dipengaruhi
oleh prosedur ini. Kita menemukan emf dari sel dengan menggunakan Persamaan (13.1) dan Tabel
13.1
Anoda (oksidasi)

Katoda (reduksi)

Keseluruhan

Mg(s) Mg2+(1,0 M) + 2e
2Ag+(1,0 M) + 2e 2Ag(s)
Mg(s) + 2Ag+(1,0 M) Mg2+(1,0 M) + 2Ag(s)

Esel = Ekatoda Eanoda


= EAg+/Ag EMg2+/Mg
= 0,80 V (2,37 V)
= 3,17 V
Periksa: Nilai positif dari E menunjukkan bahwa reaksi spontan.
Latihan: Berapa emf standar dari sel galvani yang terbuat dari elektroda Cd dalam larutan
Cd(NO3)2 1,0 M dan elektroda Cr dalam larutan Cr(NO3)3 1,0 M pada 25C?

REVIEW KONSEP
Manakah dari logam berikut akan bereaksi (dengan kata lain, akan teroksidasi oleh) HNO 3, tapi
tidak dengan HCl: Cu, Zn, Ag?
13.4 Termodinamika Reaksi Redoks
Langkah selanjutnya adalah untuk melihat bagaimana Esel berkaitan dengan jumlah termodinamika
seperti G dan K. Dalam sel galvani, energi kimia diubah menjadi energi listrik untuk melakukan

kerja listrik. Energi listrik dalam hal ini adalah hasilkali dari emf sel dan muatan listrik total (dalam
coulomb) yang melewati sel:
energi listrik = volt coulomb
= joule
1J=1V1C
Muatan total ditentukan oleh jumlah elektron yang melewati sel, jadi
muatan total = jumlah e muatan dari satu e
Secara umum, akan lebih mudah untuk menyatakan muatan total dalam jumlah molar. Muatan satu
mol elektron disebut konstanta Faraday (F), yang diambil dari nama kimiawan dan fisikawan
Inggris Michael Faraday, di mana
1F
= 6,022 1023 e/mol e 1,602 1019 C/e
= 9,647 C/mol e
Dalam perhitungan kebanyakan, kita bulatkan konstanta Faraday menjadi 96.500 C/mol e.
Oleh karena itu, muatan total sekarang dapat dinyatakan sebagai nF, di mana n adalah jumlah mol
elektron yang dipertukarkan antara agen pereduksi dan agen pengoksidasi dalam persamaan redoks
keseluruhan.
Emf yang diukur (Esel) adalah tegangan sel maksimum yang dapat dicapai. Hal ini diberikan
oleh kerja listrik yang dilakukan (wele) dibagi dengan muatan total, yaitu,
Esel
=
wele
= wele
muatan total
nF
atau
wele
= nFEsel
Tanda negatif menunjukkan bahwa kerja listrik dilakukan oleh sistem (sel galvani) pada
lingkungan. Energi bebas didefinisikan sebagai energi yang tersedia untuk melakukan kerja. Secara
khusus, perubahan energi bebas (G) merupakan jumlah maksimum kerja yang berguna yang dapat
diperoleh dalam reaksi:
G
= wmax = wele
Oleh karena itu, kita dapat menulis
G
= nFEsel
(13.2)
Konvensi tanda untuk kerja listrik adalah sama dengan yang bekerja untuk P-V, dibahas
dalam Bagian 6.3
Baik n dan F adalah jumlah positif dan G adalah negatif untuk proses spontan, sehingga Esel harus
positif. Untuk reaksi di mana reaktan dan produk berada dalam keadaan standarnya, Persamaan
(13.2) menjadi
G = nFEsel
(13.3)
Sekarang kita bisa menghubungkan Esel ke konstanta kesetimbangan (K) dari suatu reaksi redoks.
Perubahan energi bebas standar G untuk reaksi berhubungan dengan konstanta kesetimbangannya
sebagai berikut:
G = RT ln K
(*)
Jika kita menggabungkan persamaan diatas dengan Persamaan (13.3) kita memperoleh
nFEsel
= RT ln K
Tabel 13.2 Hubungan Antara G, K, dan Esel

G
Negatif
0
Positif

K
>1
=1
<1

Esel
Positif
0
Negatif

Reaksi Pada Keadaan Standar


Spontan
Pada kesetimbangan
Tidak spontan. Reaksi spontan pada
arah yang berlawanan

Pemecahan untuk Esel


Esel

RT
nF

ln K

(13.4)

Ketika T = 298 K, Persamaan (13.4) dapat disederhanakan dengan menggantikan R dan F:


0,0257V
Esel =
ln K
(13.5)
n
Atau, Persamaan (13.5) dapat ditulis dengan menggunakan logaritma K basis-10:
0,0592V
Esel =
log K
(13.6)
n
Jadi, jika salah satu dari ketiga jumlah G, K, atau Esel diketahui, dua lainnya dapat dihitung
dengan menggunakan Persamaan (*), Persamaan (13.3), atau Persamaan (13.4) (Gambar 13.5). Kita
meringkas hubungan antara G, K, dan Esel dan mencirikan spontanitas reaksi redoks pada Tabel
13.2. Untuk mempermudah, kita kadang-kadang menghilangkan subskrip "sel" pada E dan E.
Dalam perhitungan yang melibatkan F, kita kadang-kadang menghilangkan simbol e.

Gambar 13.5
Hubungan antara E sel, K, dan G.
CONTOH 13.4
Hitung konstanta kesetimbangan untuk reaksi berikut pada 25C:
Sn(s) + 2Cu2+(aq)
Sn2+(aq) + 2Cu+(aq)
Strategi: Hubungan antara konstanta kesetimbangan K dan emf standar diberikan oleh Persamaan
(13.5): Esel = (0,0257 V / n) ln K. Dengan demikian, jika kita dapat menentukan emf standar, kita
dapat menghitung konstanta kesetimbangan. Kita dapat menentukan Esel sel galvani hipotetis yang
terdiri dari dua pasangan (Sn2+/Sn dan Cu2+/Cu+) dari potensial reduksi standar pada Tabel 13.1.
Penyelesaian: Reaksi setengah-sel
Anoda (oksidasi)

Katoda (reduksi)

Sn(s) Sn2+(aq) + 2e
2Cu2+(aq) + 2e 2Cu+(aq)

Esel = Ekatoda Eanoda


= ECu2+/Cu+ ESn2+/Sn
= 0,15 V (0,14 V)
= 0,29 V
Persamaan (13.5) dapat ditulis:
nE
ln K = 0,0257V
Dalam reaksi keseluruhan kita menemukan n = 2. Oleh karena itu,
( 2 ) (0,29V )
ln K = 0,0257 V
= 22,6
K
= e22,6 = 7 109
Latihan: Hitung konstanta kesetimbangan untuk reaksi berikut pada 25C:
Fe2+(aq) + 2Ag(s)

Fe(s) + 2Ag+(aq)

CONTOH 13.5
Hitung perubahan energi bebas standar untuk reaksi berikut pada 25C:
Au(s) + 3Ca2+(1,0 M) 2Au3+(1,0 M) + 3Ca(s)
Strategi: Hubungan antara perubahan energi bebas standar dan emf sel standar diberikan oleh
Persamaan (13.3): G =nFEsel. Jadi, jika kita dapat menentukan Esel, kita dapat menghitung
G. Kita dapat menentukan Esel sel galvani hipotetis yang terdiri dari dua pasangan (Au 3+/Au dan
Ca2+/Ca) dari potensial reduksi standar pada Tabel 13.1.
Penyelesaian: Reaksi setengah-sel
Anoda (oksidasi)

Katoda (reduksi)

Au(s) 2Au3+(1,0 M)+ 6e


3Ca2+(1,0 M) + 6e 3Ca(s)
Esel = Ekatoda Eanoda
= ECa2+/Ca EAu3+/Au
= 2,87 V 1,50 V

= 4,37 V
Sekarang kita gunakan Persamaan (13.3):
G = nFEsel
Reaksi keseluruhan menunjukkan bahwa n = 6, sehingga
G = (6) (96.500 J/V . mol) (4,37 V)
= 2,53 106 J/mol
= 2,53 103 kJ/mol
Periksa: Nilai positif yang besar dari G memberitahu kita bahwa reaksi tidak spontan pada
keadaan standar. Hasil ini konsisten dengan fakta bahwa E untuk sel galvani adalah negatif.
Latihan: Hitung G untuk reaksi berikut pada 25C:
2Al3+(aq) + 3Mg(s)

2Al(s) + 3Mg2+(aq)

REVIEW KONSEP
Apa tanda E untuk reaksi redoks di mana K kurang dari satu?
13.5 Pengaruh Konsentrasi Pada Emf Sel
Sejauh ini kita telah berfokus pada reaksi redoks di mana reaktan dan produk berada dalam
keadaan standarnya, tetapi keadaan standar sering sulit, dan kadang-kadang tidak mungkin untuk
dipertahankan. Namun, ada hubungan matematis antara emf dari sel galvani dan konsentrasi reaktan
dan produk dalam reaksi redoks pada keadaan tidak standar. Persamaan ini akan diturunkan pada
subbab ini.
Persamaan Nernst
Perhatikan reaksi redoks dengan jenis
aA + bB cC + dD
Sementara
G
= G + RT ln Q
Karena G = nFE dan G= nFE persamaan ini dapat dinyatakan sebagai
nFE = nFE + RT ln Q
Membagi persamaan dengan nF, kita mendapatkan
RT
E = E nF ln Q

(13.7)

dimana Q adalah kuosien reaksi. Persamaan (13.7) dikenal sebagai persamaan Nernst (diambil dari
nama kimiawan Jerman Walther Nernst). Pada 298 K, Persamaan (13.7) dapat ditulis kembali
sebagai
E = E

0,0257V
ln Q
n

(13.8)

atau, mengungkapkan Persamaan (13.8) menggunakan logaritma basis-10 dari Q:


0,0592V
E = E
log Q
(13.9)
n
Perhatikan bahwa persamaan Nernst digunakan untuk menghitung tegangan sel pada
keadaan tidak standar.
Selama pkerja sel galvani, aliran elektron dari anoda ke katoda, sehingga terjadi pembentukan
produk dan penurunan konsentrasi reaktan. Dengan demikian, terjadi peningkatan Q, yang berarti
bahwa terjadi penurunan E. Akhirnya, sel mencapai kesetimbangan. Pada kesetimbangan, tidak ada
transfer bersih elektron, sehingga E = 0 dan Q = K, di mana K adalah konstanta kesetimbangan.
Persamaan Nernst memungkinkan kita untuk menghitung E sebagai fungsi dari reaktan dan
konsentrasi produk dalam reaksi redoks. Misalnya, untuk sel Daniell pada Gambar 13.1
Zn(s) + Cu2+(aq) Zn2+(aq) + Cu(s)
Persamaan Nernst untuk sel ini pada 25C dapat ditulis sebagai
0,0257V
[Zn2+
E = 1,10 V
ln
2
] 2+
[Cu
]
Ingat bahwa konsentrasi padatan murni (dan cairan murni)
tidak muncul dalam rumus
untuk Q.

Jika perbandingan [Zn2+]/[Cu2+] kurang dari 1, ln ([Zn2+]/[Cu2+]) adalah angka negatif, sehingga
suku kedua di sisi kanan dari persamaan ini positif. Dalam keadaan ini E lebih besar daripada emf
standar E. Jika perbandingan lebih besar dari 1, E lebih kecil dari E.
CONTOH 13.6
Perkirakan apakah reaksi berikut akan spontan seperti yang terjadi pada 298 K:
Co(s) + Fe2+(aq) Co2+(aq) + Fe(s)
diberikan [Co2+] = 0,25 M dan [Fe2+] = 0,94 M.
Strategi: Karena reaksi tidak berjalan pada keadaan standar (konsentrasi tidak 1 M), kita perlu
persamaan Nernst [Persamaan (13.8)] untuk menghitung emf (E) dari sebuah sel galvani hipotetis
dan menentukan kespontanan reaksi. Emf standar (E) dapat dihitung dengan menggunakan
potensial reduksi standar pada Tabel 13.1. Ingat bahwa padatan tidak muncul dalam kuosien reaksi
(Q) dalam persamaan Nernst. Perhatikan bahwa 2 mol elektron ditransfer per mol reaksi, yaitu, n =
2.
Penyelesaian: Reaksi setengah-sel:
Anoda (oksidasi)

Katoda (reduksi)

Co(s) Co2+(aq)+ 2e
Fe2+(aq) + 2e Fe(s)
Esel = Ekatoda Eanoda
= EFe2+/Fe ECo2+/Co
= 0,44 V (0,28 V)

= 0,16 V
Dari Persamaan (13.8) kita menulis
0,0257V
E = E
ln Q
n
0,0257V [Co2+
= E
ln ]
2
[Fe2+
0,0257V ]
= 0,16 V
ln
2

0,25
0,94

= 0,16 V + 0,017 V
= 0,14 V
Karena E negatif, reaksi dalam arah yang tertulis tidak spontan.
Latihan: Apakah reaksi berikut terjadi secara spontan pada 25C, diberikan [Fe 2+] = 0,60 M dan
[Cd2+] = 0,010 M.
Cd(s) + Fe2+(aq) Cd2+(aq) + Fe(s)
Sekarang misalkan kita ingin menentukan berapa perbandingan [Co2+] terhadap [Fe2+] pada
reaksi dalam Contoh 13.6 agar menjadi spontan. Kita dapat menggunakan Persamaan (13.8) sebagai
berikut:

E = E

0,0257V
ln Q
n

Pertama kita tetapkan E sama dengan nol, yang sesuai dengan situasi kesetimbangan.
0,0257V
[Co2+]
0
= 0,16 V
ln
2
[Fe2+]
ln [Co2+] = 1,25
[Fe2+]
1,25
=K
[Co2+] = e
[Fe2+]
atau
K
= 4 106
Jadi, agar reaksi menjadi spontan, perbandingan [Co2+]/[Fe2+] harus lebih kecil dari

4 10 6

sehingga E akan menjadi positif.


Contoh 13.7 menunjukkan, jika gas yang terlibat dalam reaksi sel, konsentrasinya harus
dinyatakan dalam atm.
CONTOH 13.7
Perhatikan sel galvani yang ditunjukkan pada Gambar 13.4 (a). Dalam sebuah percobaan, emf (E)
dari sel tersebut 0,54 V pada 25C. Misalkan [Zn 2+] = 2,5 M dan PH2 = 1,0 atm. Hitung konsentrasi
molar H+
Strategi: Persamaan yang berhubungan emf standar dan emf tidak tandar emf adalah persamaan
Nernst. Reaksi sel keseluruhan adalah
Zn(s) + 2H+( ? M) Zn2+(2,5 M) + H2(1,0 atm)
Diberikan emf sel (E), kita menerapkan persamaan Nernst untuk mencari [H+]. Perhatikan bahwa 2
mol elektron ditransfer per mol reaksi, yaitu, n = 2.
Penyelesaian: Seperti yang kita lihat sebelumnya, emf standar (E) untuk sel adalah 0,76 V. Dari
Persamaan (13.8) kita menulis
E

= E
= E

0,0257V
ln Q
n
[Zn2+] PH2
0,0257V
ln[H+]2
n

0,54 V

= 0,76 V

0,22 V

17,1

= ln

0,0257V
2
2,5
[H+]2
2,5

17,1

[H+]2

0,0257V (2,5)(1,0)
ln
2
[H+]2
2,5
ln
[H+]2

2,5
+

[H ]

3107

= 3 104 M

Konsentrasi dalam Q dibagi oleh nilai keadaan standarnya 1 M dan tekanan dibagi oleh 1
atm.
Latihan: Berapa emf sel galvani yang terdiri dari setengah-sel Cd 2+/Cd dan setengah- sel Pt/H+/H2
jika [Cd2+] = 0,20 M, [H+] = 0,16 M, dan PH2 = 0,80 atm?
REVIEW KONSEP
Perhatikan diagram sel berikut:
Mg(s) |MgSO4(0,40 M) ||NiSO4(0,60 M) |Ni(s)
Hitung tegangan sel pada 25C. Bagaimana perubahan tegangan sel ketika (a) [Mg2+] berkurang
dengan faktor 4 dan (b) [Ni2+] berkurang dengan faktor 3?
Contoh 13.7 menunjukkan bahwa sel galvani yang melibatkan reaksi sel ion H+
dapat digunakan untuk mengukur [H+] atau pH. pH meter didasarkan pada prinsip ini. Namun,
elektroda hidrogen (lihat Gambar 13.3) biasanya tidak digunakan dalam pekerjaan laboratorium
karena aneh untuk digunakan. Sebaliknya, elektoda ini

digantikan oleh elektroda kaca, yang

ditunjukkan pada Gambar 13.6. Elektroda terdiri dari membran kaca yang sangat tipis yang
permeabel terhadap ion H+. Sebuah kawat perak dilapisi dengan perak klorida yang direndam dalam
larutan asam klorida encer. Ketika elektroda ditempatkan dalam larutan yang memiliki pH berbeda
dari larutan dalam, perbedaan potensial yang berkembang antara kedua sisi membran dapat
dimonitor menggunakan elektroda acuan. Emf sel terdiri dari elektroda kaca dan elektroda acuan
yang diukur dengan voltmeter yang dikalibrasi dalam satuan pH.

Elektroda Ag
AgCl
Membran kaca
berdinding tipis
larutan HCl

Gambar 13.6

Sebuah elektroda kaca yang digunakan bersama dengan elektroda acuan dalam pH meter.
Sel Konsentrasi
Karena potensial elektroda tergantung pada konsentrasi ion, adalah mungkin untuk membuat sebuah
sel galvani dari dua setengah-sel yang terdiri dari bahan yang sama namun berbeda dalam
konsentrasi ion. Seperti suatu sel yang disebut sel konsentrasi.
Pikirkan situasi di mana elektroda seng dimasukkan ke dalam dua larutan seng sulfat pada
konsentrasi 0,10 M dan 1,0 M. Kedua larutan ini dihubungkan oleh sebuah jembatan garam, dan
elektroda digabung dengan sepotong kawat dalam pengaturan seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 13.1. Menurut prinsip Le Chatelier, kecenderungan untuk reduksi
Zn2+(aq) + 2e Zn(s)
meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ion Zn2+. Oleh karena itu, reduksi harus terjadi dalam
ruang yang lebih terkonsentrasi dan oksidasi harus dilakukan pada sisi yang lebih encer. Diagram
selnya adalah
Zn(s) |Zn2+(0,10 M) || Zn2+(1,0 M) | Zn(s)
dan setengah-reaksinya
Oksidasi

Reduksi

Zn(s) Zn2+(0,10 M) + 2e
Zn2+(1,0 M) + 2e Zn(s)
Zn2+(1,0 M) Zn2+(0,10 M)

Keseluruhan :
Emf selnya adalah
E

= E

0,0257V
[Zn2+]encer
ln
n
[Zn2+]pekat

dimana subskrip "encer" dan "pekat" masing-masing mengacu pada konsentrasi 0,10 M dan 1,0 M.
E untuk sel ini adalah nol (yang terlibat adalah elektroda dan jenis ion yang sama), sehingga
0,0257V
0,10
E
=0
ln 1,0
2
= 0,0296 V
Emf sel konsentrasi biasanya kecil dan terus menurun selama kerja sel sebagaimana konsentrasi
dalam dua ruang saling mendekat satu sama lain. Ketika konsentrasi ion-ion dalam dua ruang sama,
E menjadi nol, dan tidak terjadi perubahan lebih lanjut.
Suatu sel biologis dapat dibandingkan dengan sel konsentrasi yang bertujuan untuk
menghitung potensial membran. Potensial membran adalah potensial listrik yang ada di seluruh
membran dari berbagai jenis sel, termasuk sel otot dan sel saraf. Potensial ini bertanggung jawab
untuk penyebaran impuls saraf dan detak jantung. Sebuah potensial membran ditentukan setiap kali
ada konsentrasi yang tidak sama dari jenis ion yang sama dalam interior dan eksterior dari sel.
Misalnya, konsentrasi ion K+ dalam interior dan eksterior dari sel saraf masing-masing 400 mM dan

15 mM. Memproses keadaan ini sebagai sel konsentrasi dan menerapkan persamaan Nernst hanya
untuk satu jenis ion, kita dapat menulis
E

= E

0,0257V
ln
1

= (0,0257 V) ln

15
400

= 0,084 V atau 84 mV
3

1 mM = 1 10 M
di mana "ex" dan "in" menunjukkan eksterior dan interior. Perhatikan bahwa kita telah menetapkan
E = 0 karena jenis ion yang terlibat sama. Dengan demikian, potensial listrik dari 84 mV ada dalam
membran karena konsentrasi ion K+ tidak merata.

[K+]ex
[K+]in

13.6 Baterai
Sebuah baterai adalah sel galvani, atau serangkaian sel galvani gabungan, yang dapat digunakan
sebagai sumber arus listrik searah pada tegangan konstan. Meskipun kerja baterai pada prinsipnya
sama dengan yang ada pada sel galvani yang dijelaskan dalam Bagian 13.2, baterai memiliki
keuntungan yaitu benar-benar lengkap dan tidak memerlukan komponen tambahan seperti jembatan
garam. Di sini kita akan membahas beberapa jenis baterai yang digunakan secara luas.
Baterai Sel Kering

Kertas
pembatas
Pasta lembab
ZnCl2 dan NH4Cl
Lapisan MnO2
Katoda grafit
Anoda
seng

Gambar 13.7
Bagian dalam sel kering yang digunakan dalam senter dan radio transistor. Sebenarnya, sel tidak
benar-benar kering, karena mengandung pasta elektrolit lembab.
Sel kering yang paling umum, yaitu sel tanpa komponen cairan, adalah sel Leclanch digunakan
dalam senter dan radio transistor. Anoda dari sel terdiri dari kaleng atau wadah seng yang
bersentuhan dengan mangan dioksida (MnO2) dan elektrolit. Elektrolit terdiri dari amonium klorida
dan seng klorida dalam air, yang ditambah pati untuk mengentalkan larutan agar konsistensinya
seperti pasta sehingga kemungkinan kebocorannya kecil (Gambar 13.7). Sebuah batang karbon
berfungsi sebagai katoda, yang tenggelam dalam elektrolit di tengah sel. Reaksi selnya adalah
Anoda

Katoda

Zn(s) Zn2+(aq) + 2e
2NH4+(aq) + 2MnO2(s) + 2e Mn2O3(s) + 2NH3(aq) + H2O(l)

Keseluruhan :

Zn(s) + 2NH4+(aq) + 2MnO2(s) Zn2+(aq) + 2NH3(aq) + H2O(l) +


Mn2O3(s)

Sebenarnya, persamaan ini merupakan penyederhanaan atas suatu proses yang kompleks. Tegangan
yang dihasilkan oleh sel kering adalah sekitar 1,5 V.
Baterai Merkuri
Baterai merkuri digunakan secara luas dalam bidang kedokteran dan industri elektronik dan lebih
mahal daripada sel kering pada umumnya. Ditempatkan dalam silinder stainless steel, baterai
merkuri terdiri dari anoda seng (digabung dengan merkuri) yang dihubungkan dengan elektrolit
sangat basa yang mengandung seng oksida dan merkuri(II) oksida (Gambar 13.8). Reaksi selnya
adalah
Anoda

Katoda

Keseluruhan :

Zn(Hg) + 2OH(aq) ZnO(s) + H2O(l) + 2e


HgO(s) + H2O(l) + 2e Hg(l) + 2OH(aq)
Zn(Hg) + HgO(s) ZnO(s) + Hg(l)

Karena tidak ada perubahan komposisi elektrolit selama kerjareaksi sel secara keseluruhan hanya
melibatkan zat padat baterai merkuri memberikan tegangan lebih konstan (1,35 V) daripada sel
Leclanch. Baterai ini juga memiliki kapasitas yang jauh lebih tinggi dan lebih awet. Kualitas ini
membuat baterai merkuri ideal untuk digunakan dalam alat pacu jantung, alat bantu dengar, jam
tangan listrik, dan pengukur cahaya.
Katoda (baja)
Anoda (kaleng
Penyeka
seng)
t

Larutan elektrolit mengandung KOH


dan pasta Zn(OH)2 dan HgO

Gambar 13.8
Bagian dalam baterai merkuri.

Baterai Timbal (Aki)


Baterai timbal (aki) yang umum digunakan dalam mobil terdiri dari enam sel identik yang tersusun
secara seri. Setiap sel memiliki anoda dan katoda timbal terbuat dari timbal dioksida (PbO 2) yang
dikemas pada pelat logam (Gambar 13.9). Kedua katoda dan anoda direndam dalam larutan asam
sulfat, yang bertindak sebagai elektrolit. Reaksi selnya adalah
Anoda

Katoda

Keseluruhan :

Pb(s) + SO42(aq) PbSO4(s) + 2e


PbO2(s) + 4H+(s) + SO42(aq) +2e PbSO4(s) + 2H2O(l)
Pb(s) + PbO2(s) + 4H+(s) + 2SO42(aq) 2PbSO4(s) + 2H2O(l)

Tutup
Anoda

Katoda

Elektrolit H2SO4

Pelat negatif (kisi


timbal yang diisi
timbal berongga)
Pelat positif (kisi
timbal yang diisi
PbO2)

Gambar 13.9
Bagian dalam aki. Pada kerja normal, konsentrasi larutan asam sulfat adalah sekitar 38 persen
massa.
Pada kerja normal, setiap sel menghasilkan 2 V; total 12 V dari keenam sel yang digunakan sebagai
catu dayauntuk menyalakan rangkaian pengapian mobil dan sistem listrik lainnya. Aki dapat
menghasilkan listrik dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat, seperti waktu yang dibutuhkan
untuk menyalakan mesin.
Tidak seperti sel Leclanch dan baterai merkuri, aki dapat diisi ulang. Isi ulang baterai
berarti membalikkan reaksi elektrokimia normal dengan menerapkan tegangan eksternal pada
katoda dan anoda. (Proses semacam ini disebut elektrolisis, lihat Bagian 13.8) Reaksi pengisian aki
PbSO4(s) + 2e Pb(s) + SO42(aq)
PbSO4(s) + 2H2O(l) PbO2(s) + 4H+(s) + SO42(aq) +2e
Keseluruhan :

2PbSO4(s) + 2H2O(l) Pb(s) + PbO2(s) + 4H+(s) + 2SO42(aq)

Reaksi keseluruhan adalah kebalikan dari reaksi sel normal.


Dua aspek kerja dari aki yang perlu diperhatikan. Pertama, karena reaksi elektrokimia
menggunakan asam sulfat, seberapa kurang aki dapat diperiksa dengan mengukur kerapatan
elektrolit menggunakan hidrometer, seperti yang biasa dilakukan di bengkel. Kerapatan cairan
dalam baterai "sehat," dan terisi penuh harus sama dengan atau lebih besar dari 1,2 g/mL. Kedua,
orang yang tinggal di iklim dingin kadang-kadang mengalami kesulitan menyelakan mobil mereka
karena akinya "sudah mati." Perhitungan termodinamika menunjukkan bahwa emf dari banyak sel
galvani menurun dengan menurunnya temperatur. Namun demikian, untuk aki, koefisien
temperaturnya adalah sekitar 1,5 104 V/C, yaitu, ada penurunan tegangan dari 1,5 10 4 V untuk
setiap derajat penurunan temperatur. Jadi, meskipun terjadi penurunan temperatur sebesar 40 C,
penurunan jumlah tegangan hanya 6 103 V, yaitu sekitar
6 103 V
12 V

100% = 0,05%
dari tegangan kerja, perubahan yang tidak signifikan. Sebenarnya penyebab dari kerusakan aki
adalah peningkatan viskositas elektrolit akibat penurunan temperatur. Untuk baterai yang berfungsi
dengan baik, elektrolit harus benar-benar dapat menghantarkan listrik. Namun, ion bergerak jauh
lebih lambat dalam medium kental, sehingga hambatan dari cairan bertambah, sehingga
menyebabkan penurunan dalam output daya dari aki. Jika "aki mati" dipanaskan sampai mendekati
temperatur kamar pada hari yang dingin, kemampuannya untuk memberikan kekuatan normal akan
kembali normal.
Baterai Litium-Ion
Gambar 13.10 menunjukkan diagram skematik dari baterai lithium-ion. Anoda terbuat dari bahan
karbon, biasanya grafit, yang memiliki ruang kecil dalam struktur yang dapat menahan atom Li dan
ion Li+. Katoda terbuat dari oksida logam transisi seperti CoO2, yang juga dapat menahan ion Li+.

Anoda

Li dalam
grafit

Katoda

Elektrolit tidak
berair

Gambar 13.10
Sebuah baterai lithium-ion. Atom litium tertanam dalam grafit, yang berfungsi sebagai anoda dan
katodanya adalah CoO2. Selama kerja, ion Li+ bermigrasi melalui elektrolit tidak berair dari anoda
ke katoda sedangkan elektron mengalir secara eksternal dari anoda ke katoda untuk melengkapi
rangkaian.
Karena reaktivitas tinggi dari logam, elektrolit tidak berair (pelarut organik ditambah garam yang
dilarutkan) harus digunakan. Selama baterai diisi, reaksi setengah-selnya
Anoda (oksidasi)

Katoda (reduksi)

Keseluruhan

Li(s) Li+ + e
Li+ + CoO2 + e LiCoO2(s)
Li(s) + CoO2 LiCoO2(s)

Esel = 3,4 V

Keuntungan dari baterai litium adalah memiliki potensial reduksi standar paling negatif
(lihat Tabel 13.1) dan karenanya memiliki kekuatan reduksi terbesar. Selain itu, litium adalah logam
ringan sehingga hanya 6,941 g Li (massa molarnya) yang diperlukan untuk menghasilkan 1 mol

elektron. Sebuah baterai litium-ion dapat diisi ulang ratusan kali tanpa kerusakan. Karakteristik ini
membuatnya cocok untuk digunakan dalam telepon seluler, kamera digital, dan komputer laptop.

Sel Bahan Bakar


Bahan bakar fosil adalah sumber energi utama, tetapi konversi dari bahan bakar fosil menjadi energi
listrik adalah proses yang sangat tidak efisien. Perhatikan pembakaran metana:
CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(l) + energi
Untuk menghasilkan listrik, kalor yang dihasilkan oleh reaksi pertama kali digunakan untuk
mengubah air menjadi uap, yang kemudian menggerakkan turbin yang mendorong generator.
Cukup banyak energi yang dilepaskan dalam bentuk kalor yang hilang ke lingkungan pada setiap
tahap, bahkan pada pembangkit listrik yang paling efisien mengkonversi hanya sekitar 40 persen
dari energi kimia menjadi listrik. Karena reaksi pembakaran adalah reaksi redoks, akan lebih baik
untuk membuatnya secara langsung dengan cara elektrokimia, sehingga akan sangat meningkatkan
efisiensi produksi listrik. Tujuan ini dapat dicapai dengan perangkat yang dikenal sebagai sel bahan
bakar, sel galvani yang membutuhkan pasokan reaktan yang terus-menerus agar tetap berfungsi.

Sebuah mobil didukung oleh sel bahan bakar hidrogen diproduksi oleh General Motors.
Dalam bentuk yang paling sederhana, sel bahan bakar hidrogen-oksigen terdiri dari larutan
elektrolit, seperti larutan kalium hidroksida, dan dua elektroda inert. Gas hidrogen dan oksigen
dihembuskan melalui ruang anoda dan katoda (Gambar 13.11), di mana reaksi berikut terjadi:
Anoda

Katoda

2H2(g) + 4OH(aq) 4H2O(l) + 4e


O2(g) + 2H2O(l) + 4e 4OH(aq)

Total
:
2H2(g) + O2(g) 2H2O(l)
Emf standar sel dapat dihitung sebagai berikut, dengan data dari Tabel 13.1:
Esel = Ekatoda Eanoda
= 0,40 V (0,83 V)
= 1,23 V

Anoda

Katoda

Elektroda karbon
berpori
mengandung Ni

Elektroda karbon
berpori
mengandung Ni

Larutan KOH panas


Oksidasi

Reduksi

Gambar 13.11
Sebuah sel bahan bakar hidrogen-oksigen. Ni dan NiO yang tertanam dalam elektroda karbon
berpori adalah elektrokatalis.
Dengan demikian, reaksi selnya adalah reaksi spontan pada keadaan standar. Perhatikan bahwa
reaksi ini sama seperti reaksi pembakaran hidrogen, tetapi oksidasi dan reduksi dilakukan secara
terpisah pada anoda dan katoda. Seperti platina pada elektroda hidrogen standar, elektroda-elektroda
di sini memiliki fungsi ganda. Elektroda-elektroda tersebut berfungsi sebagai penghantar listrik, dan
keduanya menyediakan permukaan yang diperlukan untuk mengawali penguraian spesi dalam
bentuk molekul menjadi bentuk atom, sebelum transfer elektron. Elektroda-elektroda ini disebut
elektrokatalis. Logam seperti platina, nikel, dan rodium adalah elektrokatalis yang baik.
Selain sistem H2-O2, sejumlah sel bahan bakar lainnya telah dikembangkan. Di antaranya
adalah sel bahan bakar propana-oksigen. Reaksi setengah-selnya
C3H8(g) + 6H2O(l) 3CO2(g) + 20H+(aq) + 20e

Anoda

Katoda

: 5O2(g) + 20H+(aq) + 20e 6H2O(l)

Keseluruhan :
C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(l)
Reaksi keseluruhan identik dengan pembakaran propana dalam oksigen.
Tidak seperti baterai, sel bahan bakar tidak menyimpan energi kimia. Reaktan harus terus
diisi ulang, dan produk harus terus dikeluarkan dari sel bahan bakar. Dalam hal ini, sebuah sel
bahan bakar lebih menyerupai mesin dari pada baterai.
Sel bahan bakar yang dirancang dengan baik mungkin dapat mencapai efisiensi samapi 70
persen, sekitar dua kali lebih efisien dari mesin pembakaran internal. Selain itu, generator sel bahan
bakar bebas dari kebisingan, getaran, transfer kalor, polusi termal, dan masalah lain yang biasanya
terkait dengan pembangkit listrik konvensional. Namun demikian, sel bahan bakar belum digunakan
secara luas. Masalah utama terletak pada kurangnya elektrokatalis murah yang mampu berfungsi

secara efisien untuk jangka waktu yang lama tanpa kontaminasi. Aplikasi yang paling sukses dari
sel bahan bakar sampai saat ini telah ada pada kendaraan ruang angkasa (Gambar 13.12).

Gambar 13.12
Sebuah sel bahan bakar hidrogen-oksigen yang digunakan dalam program ruang angkasa. Air
murni yang dihasilkan oleh sel dikonsumsi oleh para astronot.
13.7 Korosi
Korosi adalah istilah yang biasanya diterapkan pada kerusakan logam oleh proses elektrokimia.
Kita melihat banyak contoh korosi di sekitar kita. Karat pada besi, kusam pada perak, dan patina
hijau terbentuk pada tembaga dan kuningan adalah beberapa contoh korosi. Korosi menyebabkan
kerusakan besar pada bangunan, jembatan, kapal, dan mobil. Biaya untuk menangani korosi logam
pada ekonomi AS diperkirakan lebih dari 300 miliar dolar per tahun! Bagian ini membahas
beberapa proses dasar yang terjadi pada korosi dan metode yang digunakan untuk melindungi
logam dari korosi.
Contoh yang paling umum dari korosi adalah pembentukan karat pada besi.
Gas oksigen dan air harus ada untuk karat besi. Meskipun reaksi yang terlibat cukup kompleks dan
tidak sepenuhnya dapat dipahami, langkah-langkah utama yang diyakini adalah sebagai berikut.
Daerah permukaan logam berfungsi sebagai anoda, dimana oksidasi terjadi:
Fe(s) Fe2+(aq) + 2e
Elektron yang diberikan oleh besi mereduksi oksigen di atmosfer dengan air pada katoda, yang
merupakan wilayah permukaan logam yang sama:
O2(g) + 4H+(aq) + 4e 2H2O(l)
Reaksi redoks keseluruhan adalah
2Fe(s) + O2(g) + 4H+(aq) 2Fe2+(aq) +2H2O(l)
Dengan data dari Tabel 13.1, kita menemukan emf standar untuk proses ini:
Esel = Ekatoda Eanoda
= 1,23 V (0,44 V)
= 1,67 V
Emf standar positif berarti bahwa proses terjadi secara spontan.
Perhatikan bahwa reaksi ini terjadi dalam suasana asam, ion H + yang sebagian dipasok oleh reaksi
karbon dioksida di atmosfer dengan air untuk membentuk H2CO3.

Ion Fe2+ yang terbentuk di anoda lebih lanjut teroksidasi oleh oksigen:
4Fe2+(aq) + O2(g) + (4 + 2x)H2O(l) 2Fe2O3 . xH2O(s) + 8H+(aq)
Bentuk hidrat besi(III) oksida dikenal sebagai karat. Jumlah air yang terkait dengan oksida besi
bervariasi, sehingga diwakili dengan rumus sebagai Fe2O3 . xH2O.
Gambar 13.13 menunjukkan mekanisme pembentukan karat. Rangkaian listrik
disempurnakan oleh migrasi elektron dan ion, inilah mengapa berkarat terjadi begitu cepat dalam air
garam. Dalam cuaca dingin, garam (NaCl atau CaCl2) yang tersebar di jalan raya untuk melelehkan
es dan salju adalah penyebab utama pembentukan karat pada mobil.
Korosi logam tidak terbatas pada besi. Perhatikan aluminium, logam yang digunakan untuk
membuat banyak hal yang berguna, termasuk pesawat terbang, dan kaleng minuman. Aluminium
memiliki kecenderungan lebih besar untuk teroksidasi daripada besi, dalam Tabel 13.1 kita melihat
bahwa Al memiliki potensial reduksi standar lebih negatif daripada Fe. Berdasarkan fakta ini saja,
kita mungkin berharap untuk melihat pesawat perlahan-lahan terkorosi dalam hujan badai, dan
kaleng soda berubah menjadi tumpukan aluminium berkarat. Proses ini tidak akan terjadi karena
lapisan aluminium oksida (Al2O3) taklarut yang terbentuk pada permukaannya ketika logam terkena
udara berfungsi untuk melindungi aluminium di bawahnya dari korosi lebih lanjut. Namun, karat
yang terbentuk pada permukaan besi terlalu berpori untuk melindungi logam di bawahnya.
Udara
Air

Karat

Besi

Anoda

Katoda

Gambar 13.13
Proses elektrokimia yang terlibat dalam pembentukan karat. Ion H+ yang disediakan oleh H2CO3,
yang terbentuk ketika CO2 larut dalam air.
Mata uang logam seperti tembaga dan perak juga mengalami korosi, tapi jauh lebih lambat.
Cu(s) Cu2+(aq) + 2e
Ag(s) Ag+(aq) + 2e
Dalam paparan atmosfer normal, tembaga membentuk lapisan karbonat tembaga (CuCO 3), zat hijau
yang juga disebut patina, yang melindungi logam di bawahnya dari korosi lebih lanjut. Demikian
juga, peralatan makan perak yang bersentuhan langsung dengan bahan makanan membentuk lapisan
perak sulfida (Ag2S).
Sejumlah metode telah dirancang untuk melindungi logam dari korosi. Sebagian besar dari
metode ini bertujuan untuk mencegah pembentukan karat. Metode yang paling jelas adalah melapisi

permukaan logam dengan cat. Namun, jika cat tergores, berlubang, atau penyok dan
memperlihatkan sedikit saja permukaan logamnya, karat akan terbentuk di bawah lapisan cat.
Permukaan logam besi dapat dibuat tidak aktif dengan proses yang disebut pasivasi. Sebuah lapisan
tipis oksida terbentuk ketika logam direaksikan dengan agen pengoksidasi kuat seperti asam nitrat
pekat. Suatu larutan natrium kromat sering ditambahkan ke dalam sistem pendingin dan radiator
untuk mencegah pembentukan karat.
Kecenderungan besi untuk mengoksidasi sangat berkurang bila dicampur dengan logam
tertentu. Misalnya, dalam stainless steel, paduan besi dan kromium, lapisan oksida kromium yang
dibentuk untuk melindungi besi dari korosi.
Wadah besi dapat ditutupi dengan lapisan logam lain seperti timah atau
seng. Kaleng "timah" dapat dibuat dengan meletakkan lapisan tipis timah atas besi. Pembentukan
karat dapat dicegah asalkan lapisan timah tetap utuh. Namun, setelah permukaan timah telah
tergores, perkaratan terjadi dengan cepat. Jika kita melihat potensial reduksi standar, sesuai dengan
aturan diagonal, kita menemukan bahwa besi bertindak sebagai anoda dan timah sebagai katoda
dalam proses korosi:
Sn2+(aq) + 2e Sn(s)
E = 0,14 V
2+

Fe (aq) + 2e Fe(s)
E = 0,44 V
Proses perlindungan berbeda apabila besi dilapisi seng, atau galvanisasi. Seng lebih mudah
teroksidasi dari besi (lihat Tabel 13.1):
Zn2+(aq) + 2e Zn(s)

E = 0,76 V

Gambar 13.14
Sebuah paku besi yang dilindungi secara katodik oleh sepotong strip seng tidak berkarat dalam air,
sedangkan paku besi tanpa perlindungan mudah berkarat.
Jadi meskipun besi terpapar akibat goresan, seng yang tetap akan diserang. Dalam kasus ini, logam
seng berfungsi sebagai anoda dan besi adalah katoda.
Perlindungan katodik (cathodic protection) adalah suatu proses di mana logam yang harus
dilindungi dari korosi dibuat katoda dalam sel galvani. Gambar 13.14 menunjukkan bagaimana
sebuah paku besi dapat dilindungi dari karat dengan menghubungkan paku dengan sepotong seng.
Tanpa perlindungan tersebut, paku besi cepat berkarat dalam air. Karat dari pipa besi di bawah
tanah dan tangki besi penyimpanan dapat dicegah atau dikurangi dengan menghubungkannya ke
logam seperti seng dan magnesium, yang lebih mudah teroksidasi daripada besi (Gambar 13.15).

Tangki
penyimpanan
besi

Reduks
i

Oksida
si

Gambar 13.15
Perlindungan katodik tangki penyimpanan besi (katoda) oleh magnesium, logam yang lebih
elektropositif (anoda). Karena hanya magnesium yang habis dalam proses elektrokimia, magnesium
kadang-kadang disebut anoda korban (sacrificial anode).
13.8 Elektrolisis
Berbeda dengan reaksi redoks spontan, yang menghasilkan perubahan energi kimia menjadi energi
listrik, elektrolisis adalah proses di mana energi listrik digunakan untuk menyebabkan terjadinya
reaksi kimia tidak spontan. Sel elektrolitik merupakan suatu peralatan untuk melakukan
elektrolisis. Prinsip yang sama mendasari elektrolisis dan proses yang terjadi dalam sel galvani. Di
sini kita akan membahas tiga contoh elektrolisis berdasarkan prinsip-prinsip tersebut. Kemudian
kita akan melihat aspek-aspek kuantitatif elektrolisis.
Elektrolisis Lelehan Natrium Klorida
Dalam keadaan meleleh, natrium klorida, suatu senyawa ionik, dapat dielektrolisis untuk
membentuk logam natrium dan klorin. Gambar 13.16 (a) adalah diagram sel Downs, yang
digunakan untuk elektrolisis NaCl dalam skala besar. Dalam lelehan NaCl, kation dan anionnya
masing-masing adalah ion Na+ dan Cl. Gambar 13.16 (b) adalah diagram sederhana yang
menunjukkan reaksi yang terjadi pada elektroda. Sel elektrolitik mengandung sepasang elektroda
yang terhubung dengan baterai. Baterai berfungsi sebagai "pompa elektron," yang menggerakkan
elektron ke katoda (tempat terjadinya reduksi) dan menarik elektron dari anoda (tempat terjadinya
oksidasi). Reaksi pada elektroda adalah
Anoda (oksidasi)

Katoda (reduksi)

2Cl(l) Cl2(g) + 2e
2Na+(l) + 2e 2Na(l)

Keseluruhan
:
2Na+(l) + 2Cl(l) 2Na(l) + Cl2(g)
Proses ini merupakan sumber utama logam natrium murni dan gas klor.

gas Cl2

Baterai

NaCl

Anoda
Na cair

Na cair

Katod
a

Lelehan
NaCl

Katoda
besi

Anoda
karbon

Katoda
besi

Oksidasi

Reduksi

Gambar 13.16
(a) Rangkaian praktis yang disebut sel Downs untuk elektrolisis lelehan NaCl (t.l = 801C). Logam
natrium terbentuk pada katoda dalam keadaan cair. Karena cairan logam natrium lebih ringan
dari lelehan NaCl, natrium mengapung ke permukaan, seperti yang ditunjukkan, dan kemudian
dikumpulkan. Gas klorin terbentuk

di anoda dan dikumpulkan di bagian atas. (b) Diagram

sederhana yang menunjukkan reaksi elektroda selama elektrolisis lelehan NaCl. Baterai diperlukan
untuk mendorong reaksi tidak spontan.
Perkiraan teoritis menunjukkan bahwa nilai E untuk keseluruhan proses adalah sekitar 4
V, yang berarti bahwa ini adalah proses tidak spontan. Jadi, minimum 4 V harus dipasok oleh baterai
untuk menjalankan reaksi. Dalam prakteknya, tegangan yang lebih tinggi diperlukan akibat ketidakefisienan dalam proses elektrolitik dan akibat tegangan lebih (overvoltage), yang akan dibahas
berikut ini.
Elektrolisis Air
Air dalam beker pada kondisi atmosfer (1 atm dan 25C) tidak akan terurai secara spontan
membentuk hidrogen dan gas oksigen karena perubahan energi bebas standar untuk reaksi ini
positif dan besar.
2H2O(l) 2H2(g) + O2(g)
G = 474,4 kJ
Namun, reaksi ini dapat dibuat terjadi di dalam sel seperti yang ditunjukkan pada Gambar 13.17.
Sel elektrolitik ini terdiri dari sepasang elektroda yang terbuat dari logam nonreaktif, seperti platina,
yang direndam dalam air. Ketika elektroda ini terhubung dengan baterai, tidak ada yang terjadi
karena tidak adanya ion yang cukup pada air murni untuk menghantarkan arus listrik. (Ingat bahwa
pada 25C, air murni hanya memiliki 1107 M ion H+ dan 1107 M ion OH.) Di sisi lain, reaksi
mudah terjadi dalam larutan H2SO4 0,1 M karena ada cukup banyak ion untuk menghantarkan
listrik. Dengan segera, gelembung gas muncul pada kedua elektroda.

Gambar 13.17
Alat untuk elektrolisis air skala kecil. Volume gas hidrogen yang dihasilkan (kolom kiri) dua kali
lebih banyak dari gas oksigen (kolom kanan).
Gambar 13.18 menunjukkan reaksi elektrode. Proses yang terjadi di anoda adalah
2H2O(l) O2(g) + 4H+(aq) + 4e
sementara di katoda terjadi reaksi
H+(aq) + e H2(g)
Reaksi keseluruhannya
Anoda (oksidasi)
:
2H2O(l) O2(g) + 4H+(aq) + 4e
+
Katoda (reduksi)
:
4[H (aq) + e H2(g)]
Keseluruhan

2H2O(l) 2H2(g) + O2(g)

Perhatikan bahwa tidak ada H2SO4 yang dikonsumsi dalam reaksi ini.
Baterai

Anoda

Katoda

Larutan H2SO4
encer

Oksidasi

Reduksi

Gambar 13.18
Sebuah diagram yang menunjukkan reaksi elektroda selama elektrolisis air.
Elektrolisis Larutan Natrium Klorida
Ini merupakan contoh yang dianggap paling rumit diantara ketiga contoh elektrolisis yang dibahas
di sini karena larutan natrium klorida mengandung beberapa spesi yang dapat dioksidasi dan
direduksi. Reaksi oksidasi yang mungkin terjadi pada anoda adalah
(1) 2Cl(aq) Cl2(g) + 2e

(2) 2H2O(l) O2(g) + 4H+(aq) + 4e


Mengacu pada Tabel 13.1, kita dapatkan
Cl2(g) + 2e 2Cl(aq)
E = 1,36 V
+

O2(g) + 4H (aq) + 4e 2H2O(l)


E = 1,23 V
Karena Cl2 lebih mudah direduksi dibandingkan O 2, maka akan lebih sulit untuk
mengoksidasi Cl2 dibandingkan H2O pada anoda.
Potensial reduksi standar (1) dan (2) tidak berbeda jauh, tetapi nilai-nilai tersebut menunjukkan
bahwa H2O cenderung teroksidasi di anoda. Namun, dari percobaan, ternyata gas yang dibebaskan
pada anoda adalah Cl2, bukan O2! Dalam mempelajari proses elektrolisis, kadang-kadang kita
menemukan bahwa tegangan yang diperlukan untuk suatu reaksi jauh lebih tinggi dari potensial
elektroda yang ditunjukkan. Overvoltase adalah perbedaan antara potensial elektroda dan
tegangan sebenarnya yang diperlukan untuk menyebabkan elektrolisis.Overvoltase untuk
pembentukan O2 cukup tinggi. Oleh karena itu, dalam kondisi kerja normal, gas Cl 2 terbentuk pada
anoda, dan bukan O2.
Reduksi yang mungkin terjadi pada katoda adalah
(3) 2H+(aq) + 2e H2(g)
E = 0,00 V
(4) 2H2O(l) + 2e H2(g)+ 2OH(aq)
E = 0,83 V
+

(5)
Na (aq) + e Na(s)
E = 2,72 V
Reaksi (5) dikesampingkan karena memiliki potensial reduksi standar yang sangat negatif. Reaksi
(3) lebih mungkin terjadi dibandingkan (4) pada keadaan standar. Akan tetapi, pada pH 7 (seperti
untuk larutan NaCl), keduanya sama-sama mungkin terjadi. Kita biasanya menggunakan (4) untuk
menggambarkan reaksi katoda karena konsentrasi ion H + terlalu rendah (sekitar 1107 M) untuk
membuat (3) sebagai pilihan terbaik.
Dengan demikian, reaksi setengah-sel dalam elektrolisis larutan natrium klorida Anoda
(oksidasi)
:
Katoda (reduksi)

Keseluruhan

2Cl(aq) Cl2(g) + 2e
2H2O(l) + 2e H2(g)+ 2OH(aq)
2H2O(l) + 2Cl(aq) H2(g) + Cl2(g) + 2OH(aq)

Sebagaimana ditunjukkan oleh reaksi keseluruhan, konsentrasi ion Cl menurun selama


elektrolisis sedangkan konsentrasi ion OH meningkat. Oleh karena itu, selain H2 dan Cl2, kita dapat
memperoleh hasil samping yang berguna, NaOH, yang dapat diperoleh dengan menguapkan larutan
pada akhir elektrolisis.
Perlu diingat hal berikut ini dari analisis elektrolisis: kation cenderung
tereduksi pada katoda dan anion kemungkinan akan teroksidasi pada anoda, dan di dalam larutan,
air dapat teroksidasi dan/atau tereduksi. Hasilnya tergantung pada sifat spesi lain yang ada.
CONTOH 13.8
Larutan Na2SO4 dielektrolisis menggunakan alat yang ditunjukkan pada Gambar 13.17. Jika produk
yang terbentuk pada anoda dan katoda masing-masing adalah gas oksigen dan gas hidrogen,
jelaskan reaksi-reaksi pada elektroda yang terjadi pada elektrolisis ini.

Strategi: Sebelum kita melihat reaksi elektroda, kita harus mempertimbangkan fakta berikut: (1)
Karena Na2SO4 tidak terhidrolisis, pH larutan mendekati 7. (2) Ion Na+ tidak tereduksi pada katoda
dan ion SO42 tidak teroksidasi pada anoda. Kesimpulan ini diambil dari elektrolisis air dengan
kehadiran asam sulfat dan dalam larutan natrium klorida, seperti yang dibahas sebelumnya. Oleh
karena itu, baik reaksi oksidasi dan reaksi reduksi hanya melibatkan molekul air.
Ion SO42 adalah basa konjugasi dari asam lemah HSO 4 (Ka = 1.3 102). Namun, sangat
sedikit SO42 yang terhidrolisis. Selain itu, ion SO42 tidak teroksidasi pada anoda.
Penyelesaian: Reaksi elektrodenya adalah:
Anoda
:
2H2O(l) O2(g) + 4H+(aq) + 4e

Katoda : 2H2O(l) + 2e H2(g)+ 2OH(aq)


Reaksi keseluruhan, diperoleh dengan mengalikan koefisien reaksi katoda dengan dua dan
menambahkan hasilnya ke reaksi anoda, adalah
6H2O(l) 2H2(g)+ O2(g) + 4H+(aq) + 4OH(aq)
Jika ion H+ dan OH dicampuran, maka
4H+(aq) + 4OH(aq) 2H2O(l)
reaksi keseluruhan menjadi
2H2O(l) 2H2(g)+ O2(g)
Latihan: Larutan Mg (NO3)2 dielektrolisis. Apa produk gas pada anoda dan katoda?
Elektrolisis banyak diterapkan dalam industri, terutama dalam ekstraksi dan pemurnian logam. Kita
akan membahas beberapa penerapan ini dalam Bagian 13.9.

REVIEW KONSEP
Lengkapi sel elektrolitik berikut dengan label elektroda dan menunjukkan setengah-sel reaksi.
Jelaskan mengapa tanda-tanda anoda dan katoda yang berlawanan dengan yang di sel galvani.
Baterai

Leleha
n
MgCl2

Aspek Kuantitatif dari Elektrolisis


Aspek kuantitatif elektrolisis dikembangkan terutama oleh Faraday. Dia mengamati bahwa massa
produk yang terbentuk (atau reaktan dikonsumsi) pada suatu elektroda berbanding lurus dengan
banyaknya listrik yang ditransfer pada elektroda dan massa molar zat tersebut. Misalnya, dalam

elektrolisis lelehan NaCl, reaksi pada katoda memberitahu kita bahwa satu atom Na diproduksi
ketika salah satu ion Na+ menerima satu elektron dari elektroda. Untuk mereduksi 1 mol ion Na +,
kita harus menyediakan bilangan Avogadro (6,02 1023) elektron ke katoda. Di sisi lain,
stoikiometri dari reaksi pada anoda menunjukkan bahwa oksidasi dua ion Cl menghasilkan satu
molekul klorin. Jadi, pembentukan 1 mol Cl2 menghasilkan transfer 2 mol elektron dari ion Cl ke
anoda. Demikian pula, dibutuhkan 2 mol elektron untuk mereduksi 1 mol ion Mg 2+ dan 3 mol
elektron untuk mereduksi 1 mol ion Al3+:
Mg2+ + 2e Mg
Al3+ + 3e Al
Dalam suatu percobaan elektrolisis, biasanya kita mengukur arus (dalam ampere, A) yang
melewati sel elektrolitik dalam jangka waktu tertentu. hubungan
antara muatan (dalam coulomb, C) dan arus adalah
1 C = 1 A 1 s
dengan kata lain, satu coulomb adalah jumlah kuantitas muatan listrik yang melewati setiap titik
pada rangkaian dalam 1 detik ketika arusnya adalah 1 ampere.
Gambar 13.19 menunjukkan langkah-langkah dalam menghitung jumlah zat yang dihasilkan
dalam elektrolisis. Kita akan melihat cara ini dengan meninjau lelehan CaCl 2 dalam sel elektrolitik.
Misalkan arus 0,452 A dilewatkan melalui sel selama 1,50 jam. Berapa banyak produk yang akan
terbentuk pada anoda dan katoda? Dalam memecahkan masalah elektrolisis jenis ini, langkah
pertama adalah menentukan spesi yang akan teroksidasi pada anoda dan spesi yang akan tereduksi
pada katoda. Ini adalah pilihan yang sangat mudah karena kita hanya memiliki ion Ca 2+ dan Cl
dalam lelehan CaCl2. Dengan demikian, kita menulis setengah-reaksi dan reaksi keseluruhan
sebagai
Anoda (oksidasi)
Katoda (reduksi)

:
:

2Cl(l) Cl2(g) + 2e
Ca (l) + 2e Ca(l)

Keseluruhan

Ca2+(l) + 2Cl(aq) Ca(l)+ Cl2(g)

2+

Arus (ampere) dan


waktu (detik)
Hasil dari
arus dan
waktu

Muatan dalam
coulomb
Dibagi
konstanta
Faraday

Jumlah mol
elektron
Gunakan perbandingan
mol dalam reaksi
setengah-sel

Mol zat yang


tereduksi atau
teroksidasi
Gunakan massa
molar atau
persamaan gas ideal

Gram atau liter


produk

Gambar 13.19
Langkah-langkah dalam menghitung jumlah zat yang tereduksi atau teroksidasi dalam elektrolisis.
Jumlah logam kalsium dan gas klorin yang terbentuk tergantung pada jumlah
elektron yang melewati sel elektrolitik, yang ternyata bergantung pada arus waktu, atau muatan:
3600 detik
1C
? C = 0,452 A 1,5 jam
1 A . detik = 2,44 103 C
1 jam
Karena 1 mol e = 96.500 C dan diperlukan 2 mol e untuk mereduksi 1 mol ion Ca2+, maka massa
logam Ca yang terbentuk pada katoda adalah:
2 mol e

1 mol e
96.500C
3
? g Ca = 2,44 10 C
1mol Ca

40,08 g Ca
1 mol Ca

= 0,57 g Ca

Reaksi pada anoda menunjukkan bahwa 1 mol gas klorin dihasilkan per 2 mol e
listrik. Jadi, massa gas klorin yang terbentuk adalah
2 mol e

1 mol e
70,90 g Cl 2
96.500C
3
? g Cl2 = 2,44 10 C
1mol Cl 2 1 mol Cl 2 = 0,896 g Cl2

CONTOH 13.9
Arus sebesar 1,72 A dilewatkan dalam sel elektrolitik yang berisi larutan asam sulfat encer selama
6,42 jam. Tuliskan reaksi setengah-sel dan hitung volume gas yang dihasilkan pada STP.
Strategi: Sebelumnya pada bab ini kita melihat bahwa reaksi setengah-sel untuk proses ini adalah

Anoda (oksidasi)
Katoda (reduksi)

:
:

2H2O(l) O2(g) + 4H+(aq) + 4e


4[H+(aq) + e H2(g)]

Keseluruhan

2H2O(l) 2H2(g) + O2(g)

Berdasarkan Gambar 13.19, kita melakukan langkah-langkah konversi berikut untuk menghitung
jumlah O2 dalam mol:
arus waktu coulomb mol e mol O2
Kemudian, dengan menggunakan persamaan gas ideal kita dapat menghitung volume O 2 dalam liter
pada STP. Langkah yang sama dapat digunakan untuk menghitung volume H2.
Penyelesaian: Pertama kita menghitung jumlah coulomb listrik yang melewati
sel:
3600 detik
1C
? C = 1,72 A 6,42 jam
1 A . detik = 3,98 104 C
1 jam
Selanjutnya, kita mengkonversi jumlah coulomb terhadap jumlah mol elektron

1 mol e
96.500C
4
3,98 10 C
= 0,412 mol e

Dari reaksi setengah-reaksi oksidasi kita lihat bahwa 1 mol O 2 4 mol e. Jadi, jumlah mol O2 yang
dihasilkan adalah
1 mol e

0,412 mol e 1 mol O 2 = 0,103 mol O2

Volume dari 0,103 mol O2 pada STP adalah


nRT
V
=
P
=

( 0,103mol ) ( 0,0821 L . atm/ K . mol ) (273 K )


1 atm

= 2,31 L

Prosedur untuk gas hidrogen serupa. Untuk mempermudah, gabungkan dua langkah pertama
untuk menghitung jumlah mol H2 yang dihasilkan:
2 mol e

1 mol e
96.500C
4
3,98 10 C
1 mol H 2 = 0,206 mol H2

Volume dari 0,206 mol H2 pada STP adalah


nRT
V
=
P
=

( 0,206 mol ) ( 0,0821 L . atm/ K .mol ) (273 K)


1 atm

= 4,62 L
Periksa: Perhatikan bahwa volume H2 adalah dua kali lipat dari O2 (lihat Gambar 13.17),
sebagaimana yang kita harapkan berdasarkan hukum Avogadro (pada temperatur dan tekanan yang
sama, volume berbanding lurus dengan jumlah mol gas).

Latihan: Sebuah arus konstan dilewatkan melalui sel elektrolitik yang mengandung lelehan MgCl2
selama 18 jam. Jika 4,8 105 g Cl2 diperoleh, berapa arusnya dalam ampere?
REVIEW KONSEP
Dalam elektrolisis lelehan CaCl2, arus 1,24 A dilewatkan melalui sel selama 2,0 jam. Berapa massa
Ca yang diproduksi di katoda?
13.9 Elektrometalurgi
Metode elektrolisis berguna untuk memperoleh logam murni dari bijihnya atau untuk pemurnian
logam. Secara kolektif, proses ini disebut elektrometalurgi. Dalam Bagian 13.8 kita akan melihat
bagaimana logam aktif, natrium, dapat diperoleh dengan cara

elektrolisis untuk mereduksi

kationnnya dalam lelehan garam NaCl. Di sini kita akan membahas dua contoh lainnya.
Produksi Logam Aluminium
Aluminium biasanya dibuat dari bijih bauksit (Al 2O3 . 2H2O). Bijih pertama diproses untuk
menghilangkan berbagai kotoran dan kemudian dipanaskan untuk mendapatkan Al 2O3 anhidrat.
Oksida ini dilarutkan dalam lelehan kriolit (Na3AlF6) dalam sel elektrolitik Hall (Gambar 13.20).
Sel ini berisi serangkaian anoda karbon; katoda yang juga terbuat dari karbon dan menjadi pelapis
dalam sel. Larutannya dielektrolisis untuk menghasilkan aluminium dan gas oksigen:
Anoda

Katoda

Keseluruhan :

3[ 2O2 O2(g) + 4e]


4[Al3+ + 3e Al(l)
2Al2O3 4Al(l) + 3O2(g)

Gas oksigen bereaksi dengan anoda karbon pada 1000C (titik leleh kriolit) untuk membentuk
karbon monoksida, yang keluar sebagai gas. Logam aluminium cair (t.l. 660C) tenggelam dasar
wadah, dan kemudian dialirkan keluar.
Anoda karbon

Katoda
karbon

Al2O3 dalam
lelehan kriolit

Lelehan
aluminium

Gambar 13.20
Produksi aluminium dengan elektrolisis berdasarkan proses Hall.
Pemurnian Logam Tembaga
Logam tembaga yang diperoleh dari bijih biasanya mengandung sejumlah pengotor seperti seng,
besi, perak, dan emas. Logam yang lebih elektropositif diambil dengan proses elektrolisis di mana

tembaga tak murni bertindak sebagai anoda dan tembaga murni sebagai katoda dalam larutan asam
sulfat yang mengandung ion Cu2+ (Gambar 13.21). Setengah-reaksinya
Anoda

Katoda

Logam reaktif

Cu(s) Cu2+ + 2e
Cu2+ + 2e Cu(s)

dalam anoda tembaga, seperti besi dan seng, juga teroksidasi di anoda dan

memasuki larutan sebagai ion Fe2+ dan Zn2+. Logam-logam ini tidak tereduksi pada katoda. Logam
yang kurang elektropositif, seperti emas dan perak, tidak teroksidasi pada anoda. Pada akhirnya,
pada saat anoda tembaga larut, logam-logam ini jatuh ke dasar sel. Dengan demikian, hasil bersih
dari proses elektrolisis adalah transfer tembaga dari anoda ke katoda. Pembuatan tembaga dengan
cara ini memiliki kemurnian lebih dari 99,5 persen. Perlu diperhatikan bahwa logam pengotor
(terutama emas dan perak) dari anoda tembaga adalah produk sampingan yang berharga, hasil
penjualannya seringkali dapat menutup biaya listrik yang digunakan untuk menjalankan
elektrolisis.
Baterai
Anoda
tembaga
tidak
murni

Anoda
tembaga
murni

Gambar 13.21
Pemurnian tembaga dengan cara elektrolisis.

KESIMPULAN
1. Reaksi redoks melibatkan transfer elektron. Persamaan yang mewakili proses redoks dapat
disetarakan dengan menggunakan metode setengah-reaksi.
2. Semua reaksi elektrokimia melibatkan transfer elektron sehingga merupakan reaksi redoks.
3. Dalam sel galvani, listrik dihasilkan oleh reaksi kimia spontan. Oksidasi dan reduksi
berlangsung secara terpisah, masing-masing di anoda dan katoda, dan elektron mengalir
melalui rangkaian eksternal.
4. Kedua bagian dari sebuah sel galvani adalah setengah-sel, dan reaksi pada elektroda adalah
reaksi setengah-sel . Sebuah jembatan garam memungkinkan ion mengalir diantara setengahsel.

5. Gaya gerak listrik (ggl/emf) dari sebuah sel adalah perbedaan tegangan diantara dua elektroda.
Dalam rangkaian eksternal, elektron mengalir dari anoda ke katoda dalam sel galvani. Dalam
larutan, anion bergerak menuju anoda dan kation bergerak menuju katoda.
6. Jumlah listrik yang dibawa oleh 1 mol elektron disebut faraday, yang sama dengan 96.500 C.
7. Potensial reduksi standar menunjukkan kemungkinan relatif terjadinya reaksi setengah-sel
reduksi dan dapat digunakan untuk memprediksi produk, arah, dan spontanitas dari reaksi
redoks diantara berbagai zat.
8. Penurunan energi bebas dari sistem dalam reaksi redoks spontan adalah sama dengan kerja
listrik dilakukan oleh sistem pada lingkungan, atau G = nFE.
9. Konstanta kesetimbangan untuk reaksi redoks dapat ditemukan dari emf standar suatu sel.
10. Persamaan Nernst memberikan hubungan diantara emf sel dan konsentrasi reaktan dan produk
di bawah keadaan tidak standar.
11. Baterai, yang terdiri dari satu atau lebih sel galvani, digunakan secara luas sebagai sumber daya
mandiri. Beberapa baterai yang dikenal adalah baterai sel kering, seperti sel Leclanch; baterai
merkuri, baterai lithium-ion, dan aki yang digunakan dalam mobil. Sel bahan bakar
menghasilkan energi listrik dari pasokan reaktan secara terus-menerus.
12. Korosi logam, seperti besi berkarat, adalah fenomena elektrokimia.
13. Arus listrik dari sumber eksternal digunakan untuk menggerakkan reaksi kimia tidak spontan
dalam sel elektrolitik. Jumlah produk yang terbentuk atau reaktan yang dikonsumsi tergantung
pada jumlah listrik yang ditransfer pada elektroda.
14. Elektrolisis memainkan peran penting dalam memperoleh logam murni dari bijihnya dan dalam
pemurnian logam.
Soal-Soal
Menyetarakan Persamaan Redoks
13.1 Setarakan persamaan redoks ini dengan metode setengah-reaksi:
(a) H2O2 + Fe2+ Fe3+ + H2O (dalam larutan asam)
(b) Cu + HNO3 Cu2+ + NO + H2O (dalam larutan asam)
(c) CN + MnO4 CNO + MnO2 (dalam larutan basa)
(d) Br2 BrO3 + Br (dalam larutan basa)
(e) S2O32 + I2 I + S4O62 (dalam larutan asam)
13.2 Setarakan persamaan redoks di bawah ini dengan metode setengah-reaksi:
(a) Mn2+ + H2O2 MnO2 + H2O (dalam larutan basa)
(b) Bi(OH)3 + SnO22 SnO32 + Bi (dalam larutan basa)
(c) Cr2O72 + C2O42 Cr3+ + CO2 (dalam larutan asam)
(d) ClO3 + Cl Cl2 + ClO2 (dalam larutan asam)
Sel Galvani
13.3 Definisikan istilah berikut: anoda, katoda, tegangan sel, elektromotive force (emf),
potensial reduksi standar
13.4 Jelaskan ciri mendasar dari sel galvani. Mengapa kedua komponen sel tersebut
dipisahkan satu sama lain?
13.5 Apa fungsi jembatan garam? Jenis elektrolit apa yang digunakan dalam jembatan garam?

13.6 Apakah diagram sel? Tulislah diagram sel untuk sel galvani yang terdiri dari elektroda Al
yang dimasukkan dalam larutan Al(NO3)3 1 M dan elektroda Ag yang dimasukkan dalam
larutan AgNO3 1 M.
13.7 Apa perbedaan antara setengah-reaksi yang dibahas dalam proses redoks di Bab 4 dan
reaksi setengah-sel yang dibahas di Subbab 13.2?
13.8 Setelah mengoperasikan sel Daniell (lihat Gambar 13.1) selama beberapa menit, seorang
mahasiswa memperhatikan bahwa emf sel mulai turun. Mengapa?
13.9 Gunakan informasi pada Tabel 2.1, dan hitunglah konstanta Faraday.
13.10 Jelaskan kespontanan reaksi elektrokimia dari segi emf standarnya (Esel)
13.11
Hitung emf standar suatu sel yang menggunakan reaksi setengah-sel Mg/Mg 2+ dan
Cu/Cu2+ pada 25C. Tulislah persamaan reaksi sel yang terjadi pada keadaan standar.
13.12
Hitung emf standar suatu sel yang menggunakan reaksi setengah-sel Ag/Ag+ dan
Al/Al3+. Tulislah reaksi sel yang terjadi pada keadaan standar.
13.13 Prediksi apakah Fe3+ dapat mengoksidasi I menjadi I2 pada keadaan standar.
13.14 Manakah dari reagen ini yang dapat mengoksidasi H2O menjadi O2(g) pada kondisi
standar? H+(aq), Cl(aq), Cl2(g), Cu2+(aq), Pb2+(aq), MnO4(aq) (dalam asam).
13.15 Perhatikan setengah-reaksi berikut:
MnO4(aq) + 8H+(aq) + 5e Mn2+(aq) + 4H2O(l)
NO3(aq) + 4H+(aq) + 3e NO(g) + 2H2O(l)
Prediksi apakah ion NO3 akan mengoksidasi Mn2+ menjadi MnO4 pada keadaan standar.
13.16 Prediksi apakah reaksi berikut akan terjadi spontan dalam larutan pada 25C.
Asumsikan bahwa konsentrasi awal semua spesi yang terlarut adalah 1,0 M.
(a) Ca(s) + Cd2+(aq) Ca2+(aq) + Cd(s)
(b) 2Br(aq) + Sn2+(aq) Br2(l) + Sn(s)
(c) 2Ag(s) + Ni2+(aq) 2Ag+(aq) + Ni(s)
(d) Cu+(aq) + Fe3+(aq) Cu2+(aq) + Fe2+(aq)
13.17 Spesi mana dari pasangan berikut yang lebih baik sebagai agen pengoksidasi pada
keadaan standar? (a) Br2 atau Au3+, (b) H2 atau Ag+, (c) Cd2+ atau Cr3+, (d) O2 dalam
suasana asam atau O2 dalam suasana basa.
13.18 Spesi manakah dari pasangan berikut yang lebih baik sebagai agen pereduksi pada
kondisi standar? (a) Na atau Li, (b) H2 atau I2, (c) Fe2+ atau Ag, (d) Br atau Co2+.
Kespontanan Reaksi Redoks
13.19 Tulislah persamaan yang menghubungkan G dan K dengan emf standar suatu sel.
Definisikan semua suku.
13.20 Nilai E dari suatu reaksi sel adalah positif dan nilai untuk E reaksi sel yang lain
adalah negatif. Manakah reaksi sel yang akan berjalan ke arah pembentukan produk pada
kesetimbangan?
13.21 Berapa konstanta kesetimbangan untuk reaksi berikut pada 25C.
13.22

Mg(s) + Zn2+(aq)
Mg2+(aq) + Zn(s)
Konstanta kesetimbangan untuk reaksi
Sr(s) + Mg2+(aq)

Sr2+(aq) + Mg(s)

adalah 2,69 1012 pada 25C. Hitunglah E sel yang terbuat dari setengah-sel Sr/Sr 2+ dan
Mg/Mg2+.
13.23 Gunakan potensial reduksi standar untuk menemukan konstanta kesetimbangan
untuk reaksi-reaksi berikut pada 25C.
(a) Br2(l) + 2I(aq)
(b) 2Ce4+(aq) + 2Cl(aq)

2Br(aq) + I2(s)
Cl2(g) + 2Ce3+(aq)

(c) 5Fe2+(aq) + MnO4(aq) + 8H+(aq)


Mn2+(aq) + 4H2O(l) + 5Fe3+(aq)
13.24 Hitunglah G dan Kc untuk reaksi di bawah ini pada 25C:
(a) Mg(s) + Pb2+(aq)
(b) Br2(l) + 2I(aq)

Mg2+(aq) + Pb(s)
2Br(aq) + I2(s)

(c) O2(g) + 4H+(aq) + 4Fe2+(aq)

2H2O(l) + 4Fe3+(aq)

(d) 2Al(s) + 3I2(s)


2Al3+(aq) + 6I(aq)
13.25 Pada kondisi standar, manakah reaksi spontan yang akan terjadi dalam larutan di
antara ion Ce4+, Ce3+, Fe3+, Fe2+? Hitunglah G dan Kc untuk reaksi tersebut.
13.26 Jika diketahui E = 0,52 V untuk reduksi Cu+(aq) + e Cu(s), hitunglah E, G
dan K untuk reaksi berikut pada 25C:
2Cu+(aq) Cu2+(aq) + Cu(s)
Pengaruh Konsentrasi pada Emf Sel
13.27 Tuliskan persamaan Nernst dan definisikan semua suku.
13.28 Tuliskan persamaan Nernst untuk proses berikut pada temperatur T tertentu:
(a) Mg(s) + Sn2+(aq) Mg2+(aq) + Sn(s)
(b) 2Cr(s) + 3Pb2+(aq) 2Cr3+(aq) + 3Pb(s)
13.29 Berapa potensial sel yang terbuat dari setengah-reaksi Zn/Zn 2+ dan Cu/Cu2+ pada
25C jika [Zn2+] = 0,25 M dan [Cu2+] = 0,15 M?
13.30 Hitunglah E, E, dan G untuk reaksi sel berikut:
(a)Mg(s) + Sn2+(aq) Mg2+(aq) + Sn(s)
[Mg2+] = 0,045 M, [Sn2+] = 0,035 M
(b)3Zn(s) + 2Cr3+(aq) 3Zn2+(aq) + 2Cr(s)
[Cr3+] = 0,010 M, [Zn2+] = 0,0085 M
13.31 Hitunglah potensial sel standar yang terdiri dari setengah-sel Zn/Zn 2+ dan SHE.
Berapakah emf sel jika [Zn2+] = 0,45 M, PH2= 2,0 atm, dan [H+] = 1,8 M?
13.32 Berapakah emf sel yang terdiri dari setengah-sel Pb/Pb 2+ dan Pt/H+/H2 jika [Pb2+] =
0,10 M, [H+] = 0,050 M, dan PH2= 1,0 atm?
13.33 Dengan mengacu pada susunan pada Gambar 13.1, hitunglah perbandingan [Cu 2+]/
[Zn2+] agar reaksi berikut spontan pada 25C:
Cu(s) + Zn2+(aq) Cu2+(aq) + Zn(s)
13.34 Hitunglah emf sel konsentrasi berikut:
Mg(s)| Mg2+(0,24 M)|| Mg2+(0,53 M)| Mg(s)
Baterai dan Sel Bahan Bakar

13.35

Jelaskan perbedaan antara sel galvani primeryaitu yang tidak dapat diisi ulangdan

yang dapat menyimpan (contohnya, aki), yang dapat diisi ulang.


13.36 Diskusikan keuntungan dan kerugian sel baha bakar dibandingkan pembangkit
tenaga konvensional dalam menghasilkan listrik.
13.37 Sel bahan bakar hidrogen-oksigen dijelaskan di Subbab 13.6. (a) Berapa volume
H2(g), disimpan pada 25C pada tekanan 155 atm, yang diperlukan untuk menjalankan
motor listrik yang menarik arus 8,5 A selama 3,0 jam? (b) Berapa volume (liter) udara
pada 25C dan 1,00 atm harus dilewatkan ke sel per menit untuk menjalankan motor?
Misalkan udara terdiri atas 20 persen O2 berdasarkan pada volume dan bahwa semua O2
digunakan di dalam sel. Komponen udara lainnya tidak mempengaruhi reaksi sel bahan
bakar. Asumsikan perilaku gas ideal.
13.38 Hitunglah emf standar sel bahan bakar propana pada 25C, jika Gf propana 23,5
kJ/mol.
Korosi
13.39

Perkakas baja, termasuk mur dan baut, sering dilapisi dengan lapisan tipis kadmium.

Jelaskan fungsi lapisan kadmium.


13.40 Besi tergalvanisasi adalah baja yang telah dilapisi dengan seng; kaleng timah
terbuat dari lembaran baja yang dilapisi dengan timah. Diskusikan fungsi pelapisan ini
dan elektrokimia reaksi korosi yang terjadi jika suatu elektrolit bersentuhan dengan
lembaran baja tergalvanisasi atau kaleng timah yang permukaannya tergores.
13.41 Perak yang kusam mengandung Ag2S. Kusam ini dapat dihilangkan dengan
menempatkan peralatan makan perak dalam panci aluminium yang mengandung larutan
elektrolit inert, seperti NaCl. Jelaskan prinsip elektrokimia untuk prosedur ini. [Potensial
reduksi standar reaksi setengah-sel Ag2S(s) + 2e 2Ag(s) + S2(aq) adalah 0,71 V.]
13.42 Mengapa kecenderungan besi menjadi berkarat bergantung pada pH larutan?
Elektrolisis
13.43
13.44
13.45

Apa perbedaan antara sel galvani (seperti sel Daniell) dan sel elektrolitik?
Jelaskan elektrolisis larutan KNO3.
Setengah-reaksi pada suatu elektroda adalah
Mg2+(lelehan) + 2e Mg(s)
Hitung gram aluminium yang dapat dihasilkan dengan memasok 1,0 F ke elektroda.
13.46 Perhatikan elektrolisis lelehan barium klorida, BaCl2. (a) Tulislah setengahreaksinya, (b) Berapa gram logam barium yang dihasilkan dengan memasok 0,50 A
selama 30 menit?
13.47 Dengan hanya mempertimbangkan biaya listrik, apakah akan lebih murah
memproduksi satu ton natrium atau satu ton aluminium dengan elektrolisis?
13.48 Jika biaya untuk menghasilkan magnesium dengan elektrolisis lelehan magnesium
klorida adalah $155 per ton logam, berapakah biaya (dalam dolar) listrik yang diperlukan
untuk menghasilkan (a) 10,0 ton aluminium, (b) 30,0 ton natrium, (c) 50,0 ton kalsium?
13.49 Satu dari setengah-reaksi untuk elektrolisis air adalah:

2H2O(l) O2(g) + 4H+(aq) + 4e


Jika 0,076 L O2 dikumpulkan pada 25C dan 755 mmHg, berapa faraday listrik harus
dilewatkan dalam larutan?
13.50 Berapa faraday listrik yang diperlukan untuk menghasilkan (a) 0,84 L O 2 pada tepat
1 atm dan 25C dari larutan H2SO4; (b) 1,50 L Cl2 pada 750 mmHg dan 20C dari lelehan
NaCl; (c) 6,0 g Sn dari lelehan SnCl2?
13.51 Hitunglah banyaknya Cu dan Br 2 yang dihasilkan dalam 1,0 jam pada elektroda inert
dalam larutan CuBr2 dengan arus 4,50 A.
13.52 Dalam elektrolisis larutan AgNO3, 0,67 g Ag diendapkan setelah jangka waktu
tertentu. (a) Tulislah setengah-reaksi untuk reduksi Ag+. (b) Bagaimanakah kebolehjadian
setengah-reaksi oksidasi? (c) Hitunglah jumlah listrik yang digunakan, dalam coulomb.
13.53 Arus tetap dilewatkan pada lelehan CoSO4 sampai 2,35 g kobalt dihasilkan.
Hitunglah jumlah coulomb listrik yang digunakan.
13.54 Arus listrik tetap mengalir selama 3,75 jam melewati dua sel elektrolitik yang
dihubungkan secara seri. Sel pertama mengandung larutan AgNO 3 dan sel kedua
mengandung CuCl2. Selama jangka waktu tertentu, 2,00 g perak mengendap dalam sel
pertama. (a) Berapa gram tembaga mengendap pada sel kedua? (b) Berapa arus yang
mengalir, dalam ampere?
13.55 Berapa laju produksi per jam gas klorin (dalam kg) dari sel elektrolitik yang
menggunakan larutan elektrolit NaCl dan dengan arus 1,500 10 3 A? Efisiensi anoda
untuk oksidasi Cl 93,0 persen.
13.56 Pelapisan kromium diterapkan dengan elektrolisis pada benda yang digantung dalam
larutan dikromat, berdasarkan setengah-reaksi (belum setara) berikut:
Cr2O72(aq) + e + H+(aq) Cr(s) + H2O(l)
Berapa jam diperlukan untuk melapis kromium setebal 1,0 10 2 mm pada bemper mobil
dengan luas permukaan 0,25 m2 dalam sel elektrolitik yang dialiri arus 25,0 A?
(Kepadatan kromium 7,19 g/cm3).
13.57
Arus 0,750 A selama 25,0 menit mengendapkan 0,369 g tembaga dari larutan
CuSO4. Berdasarkan informasi ini, hitunglah massa molar tembaga.
13.58 Sebanyak 0,300 g tembaga diendapkan dari larutan CuSO 4 dengan arus 3,00 A
melewati larutan selama 304 s. Hitunglah nilai konstanta faraday.
13.59 Dalam suatu percobaan elektrolisis, 1,44 g Ag diendapkan dalam satu sel
(mengandung larutan AgNO3), sementara 0,120 g logam X diendapkan dalam sel lain
(mengandung larutan XCl3) yang dihubungkan secara seri dengan sel AgNO 3. Hitunglah
massa molar X.
13.60 Salah satu setengah-reaksi untuk elektrolisis air adalah
2H+(aq) + 2e H2(g)
Jika 0,845 L H2 dikumpulkan pada 25C dan 782 mmHg, berapa faraday listrik yang
harus dilewatkan pada larutan?

13.61

Untuk setiap reaksi redoks di bawah ini, (i) tulislah setengah-reaksinya; (ii) tulislah

persamaan yang setara untuk reaksi keseluruhan, (iii) tentukan ke arah mana reaksi akan
berlangsung spontan pada keadaan standar.
(a) H2(g) + Ni2+(aq) H+(aq) + Ni(s)
(b) MnO4(aq) + Cl(aq) Mn2+(aq) + Cl2(g) (dalam larutan asam)
(c) Cr(s) + Zn2+(aq) Cr3+(aq) + Zn(s)
13.62 Oksidasi 25,0 mL larutan yang mengandung Fe2+ memerlukan 26,0 mL K2Cr2O7
dalam larutan asam. Setarakan persamaan berikut dan hitung konsentrasi molar Fe2+:
Cr2O72 + Fe2+ + H+ Cr3+ + Fe3+
13.63 SO2 yang ada di udara merupakan penyebab utama gejala hujan asam. Konsentrasi
SO2 dapat ditentukan dengan titrasi menggunakan larutan permanganat standar sebagai
berikut:
5SO2 + 2MnO4 + 2H2O 5SO42 + 2Mn2+ + 4H+
Berapa gram SO2 dalam cuplikan udara jika 7,37 mL larutan KMnO 4 0,00800 M
diperlukan untuk titrasi ini.
13.64 Sampel bijih besi yang beratnya 0,2792 g dilarutkan dalam larutan asam encer
berlebih.Mula-mula

semua besi dirubah menjadi ion Fe(II). Larutan ini dioksidasi

menjadi ion Fe(III) menggunakan 23,30 mL KMnO4 0,0194 M. Hitunglah persen besi
dalam bijihnya berdasarkan masaa.
13.65 Konsentrasi larutan hidrogen peroksida dapat ditentukan dengan mudah melalui
titrasi

menggunakan larutan kalium permanganat standar dalam suasana asam

berdasarkan persamaan (belum setara) berikut:


MnO4 + H2O2 O2 + Mn2+
(a) Setarakan persamaan di atas. (b) Jika 36,44 mL larutan KMnO4 0,01652 M diperlukan
untuk mengoksidasi 25,00 mL larutan H2O2 secara sempurna, hitunglah molaritas larutan
H2O2.
13.66 Asam oksalat (H2C2O4) terdapat dalam banyak tumbuhan dan sayur-sayuran. (a)
Setarakan persamaan berikut dalam larutan asam:
MnO4 + C2O42 Mn2+ + CO2
(b) Jika 1,00 g sampel H 2C2O4 tidak murni memerlukan 24,0 mL larutan KMnO 4 0,0100
M untuk mencapai titik ekuivalen, berapa persen massa H2C2O4 dalam sampel?
13.67

Lengkapilah tabel berikut. Nyatakan apakah reaksi sel tersebut spontan, tidak

spontan, atau setimbang.


E
>0

Reaksi Sel

>0
=0
13.68

Kalsium oksalat (CaC2O4) tidak larut dalam air. Sifat ini digunakan untuk

menentukan banyaknya ion Ca2+ dalam darah. Kalsium oksalat yang diisolasi dari darah
dilarutkan dalam asam dan ditritasi dengan larutan KMnO 4 standar seperti yang

dijelaskan dalam soal 13.66. Dalam salah satu uji diketahui bahwa kalsium oksalat yang
diisolasi dari 10,0 mL cuplikan darah memerlukan 24,2 mL KMnO4 9,56 104 M untuk
titrasi. Hitunglah banyaknya miligram kalsium per mililiter darah.
13.69 Dari informasi berikut, hitunglah hasilkali kelarutan AgBr:
Ag+(aq) + e Ag(s)
E = 0,80 V
AgBr(s) + e Ag(s) + Br(aq)
E = 0,80 V
13.70 Perhatikan sel galvani yang terdiri atas SHE dan setengah-sel yang menggunakan
reaksi Ag+(aq) + e Ag(s). (a) Hitunglah emf standar sel tersebut. (b) Apakah reaksi
ini spontan pada keadaan-standar? (c) Hitunglah emf sel bila [H+] dalam elektroda

hidrogrn dirubah menjadi (i) 1,0 102 M dan (ii) 1,0 105 M, semua reagen dalam
keadaan standar. (d) Berdasarkan susunan sel ini, sarankan rancangan untuk pH meter.
13.71 Sebuah sel galvani terdiri atas elektroda perak yang bersentuhan dengan 346 mL
larutan AgNO3 0,100 M dan elektroda magnesium yang bersentuhan dengan 288 mL
larutan Mg(NO3)2 0,100 M. (a) Hitunglah E sel pada 25C. (b) Arus dialirkan ke sel
sampai 1,20 g perak diendapkan pada elektroda perak. Hitung E sel pada tahap kerja ini.
13.72 Jelaskan mengapa gas klorin dapat dibuat dengan elektrolisis larutan NaCl tetapi gas
fluorin tidak dapat dibuat dengan elektrolisis larutan NaF.
13.73 Hitung emf dari sel konsentrasi pada 25C:
Cu(s)| Cu2+(0,080 M) || Cu2+(1,2 M)| Cu(s)
13.74 Reaksi katoda dalam sel Leclanc diberikan oleh
2MnO2(s) + Zn2+(aq) + 2e ZnMn2O4(s)
Jika sel Leclanc menghasilkan arus 0,0050 A, hitunglah berapa jam pasokan arus akan
habis jika mula-mula ada 4,0 g MnO2 di dalam sel. Anggaplah bahwa ion Zn2+ berlebih.
13.75 Anda diminta untuk menjelaskan reaksi elektroda yang ditunjukkan pada Contoh
13.8 dengan percobaan. Selain peralatan dan larutan, Anda juga diberi dua buah kertas
lakmus, yang satu biru dan satu lagi merah. Jelaskan langkah-langkah apa yang akan
Anda lakukan dalam percobaan ini.
13.76 Selama bertahun-tahun tidak jelas apakah ion merkuri(I) ada dalam larutan sebagai
Hg+ atau Hg22+. Untuk membedakan kedua kemingkinan itu, kita dapat membuat sistem
berikut:
Hg(l) | lar A || lar B| Hg(l)
dengan lar. A mengandung 0,263 g merkuri(I) nitrat per liter dan lar. B mengandung 2,63
g merkuri(I) nitrat per liter. Jika emf yang terukur dari sel ini 0,0289 V pada 18C, apa
yang dapat Anda simpulkan tentang sifat ion merkuri(I)?
13.77 Larutan KI yang diberi beberapa tetes fenolftalein dielektrolisis menggunakan alat
seperti yang ditunjukkan berikut ini:

Jelaskan apa yang Anda amati pada anoda dan katoda. (Petunjuk: Molekul iodin hanya
sedikit larut dalam air, tetapi dengan adanya ion I, terbentuklah warna coklat ion I3.
13.78 Sepotong logam magnesium yang beratnya 1,56 g diletakkan dalam 100,0 mL
AgNO3 0,100 M pada 25C. Hitunglah [Mg 2+] dan [Ag+] dalam larutan pada
kesetimbangan. Berapa massa magnesium yang tersisa? Volume tetap tidak berubah.
13.79 Jelaskan percobaan yang memungkinkan Anda menentukan mana katoda dan mana
anoda dalam sel galvani menggunakan elektroda tembaga dan seng.
13.80 Larutan asam dielektrolisis menggunakan elektroda tembaga. Arus tetap 1,18 A
mengakibatkan anoda kehilangan 0,584 g setelah 1,52 10 3 s. (a) Gas apa yang terbentuk
di katoda dan berapa volumenya dalam STP? (b) Jika diketahui bahwa muatan elektron
adalah 1,6022 1019 C, hitunglah bilangan Avogadro. Anggaplah bahwa tembaga
teroksidasi menjadi ion Cu2+.
13.81 Dalam suatu percobaan elektrolisis yang melibatkan ion Al3+, 60,2 g Al diperoleh
kembali ketika arus yang digunakan 0,352 A. Berapa menit lamanya elektrolisis?
13.82 Perhatikan oksidasi amonia:
4NH3(g) + 3O2(g) 2N2(g) + 6H2O(l)
(a) Hitunglah G reaksi, (b) Jika reaksi ini digunakan dalam sel bahan bakar, berapa
potensial sel standarnya?
13.83 Sebuah sel galvani disusun dengan merendam sepotong kawat tembaga dalam 25,0
mL larutan CuSO4 0,20 M dan satu stip seng dalam 25,0 mL ZnSO 4 0,20 M. (a)
Hitunglah emf sel pada 25C dan prediksi apa yang akan terjadi jika sedikit larutan NH 3
pekat ditambahkan ke (i) larutan CuSO4 dan (ii) larutan ZnSO4. Anggaplah bahwa
volume di setiap ruang tetap 25,0 mL. (b) Dalam percobaan terpisah, 25,0 mL NH 3 3,0 M
ditambahkan ke larutan CuSO4. Jika emf sel adalah 0,68 V, hitunglah konstanta
pembentukan (Kf) Cu(NH3)42+.
13.84 dalam sebuah percobaan elektrolisis, seorang mahasiswa melewatkan arus listrik
yang sama dalam dua sel elektrolitik, yang pertama mengandung garam perak dan yang
kedua garam emas. Setelah waktu tertentu, ia menemukan bahwa 2,64 g Ag dan 1,61 g
Au mengendap pada katoda. Berapakah bilangan oksidasi emas dalam garam emas?
13.85 Orang yang hidup di wilayah beriklim dingin yang banyak salju disarankan untuk
tidak menghangatkan garasinya di musim dingin. Apa dasar elektrokimia dari saran ini?
13.86 Diketahui:

2Hg2+(aq) + 2e Hg22+(aq) E = 0,92 V


Hg22+(aq) + 2e 2Hg(l)
E = 0,85 V
hitunglah G dan K untuk proses berikut pada 25C:
Hg22+(aq) Hg2+(aq) + Hg(l)
(Reaksi ini adalah salah satu contoh reaksi disproporsionasi; satu unsur dengan satu
bilangan oksidasi tetapi ada yang teroksidasi dan ada yang tereduksi).
13.87 Fluorin (F2) diperoleh dengan elektrolisis cairan hidrogrn fluorida (HF) yang
mengandung kalium fluorida (KF). (a) Tulislah reaksi setengah-sel dan reaksi
keseluruhan untuk proses ini. (b) Apa fungsi KF? (c) Hitunglah volume F 2 (dalam liter)
yang terkumpul pada 24,0C dan 1,2 atm setelah larutan dielektrolisis selama 15 jam
dengan arus 502 A.
13.88 Sebanyak 300 mL larutan NaCl dielektrolisis selama 6,00 menit. Jika pH larutan
akhir adalah 12,24, hitunglah arus rata-rata yang digunakan.
13.89 Dalam industri, tembaga dimurnikan dengan elektrolisis. Tembaga tidak murni
berfungsi sebagai anoda, dan tembaga murni sebagai katoda. Kedua elektroda direndam
dalam larutan CuSO4. Selama elektrolisis, tembaga di anoda memasuki larutan sebagai
Cu2+ sementara ion Cu2+ direduksi pada katoda. (a) Tulislah reaksi setengah-sel dan reaksi
keseluruhan untuk proses elektrolitik ini. (b) Andaikan anoda terkontaminasi oleh Zn dan
Ag, jelaskan apa yang akan terjadi padapengotor ini selama elektrolisis. (c) Berapa jam
diperlukan untuk memperoleh 1,00 kg Cu dengan arus 18,9 A?
13.90 Larutan garam platina dielektrolisis dengan arus 2,50 A selama 2,00 jam. Hasilnya
berupa 9,09 g logam Pt yang terbentuk pada katoda. Hitunglah muatan ion Pt dalam
larutan ini.
13.91 Perhatikan sel galvani yang terdiri atas elektroda magnesium yang bersentuhan
dengan Mg(NO3)2 1,0 M dan elektroda kadmium yang bersentuhan dengan Cd(NO 3)2 1
M. Hitunglah E sel, dan gambarlah diagram yang menunjukkan katoda, anoda, dan arah
aliran elektron.
13.92 Arus 6,00 A dilewatkan pada sel elektrolitik yang berisi asam sulfat encer selama
3,40 jam. Jika volume gas O 2 yang dihasilkan pada anoda adalah 4,26 L (pada STP),
hitunglah muatan (dalam coulomb) pada satu elektron.
13.93 Emas tidak akan larut dalam asam nitrat pekat atau asam klorida pekat. Namun,
logam ini larut dalam campuran asam (satu bagian HNO3 dan tiga bagian HCl,
berdasarkan volume), yang dinamakan aqua regia. (a) Tulis persamaan yang setara untuk
reaksi ini. (Petunjuk: Di antara produknya adalah HAuCl4 dan NO2). (b) Apa fungsi HCl?
13.94
Jelaskan mengapa sel galvani yang paling berguna memberikan tegangan tidak lebih
dari 1,5 sampai 2,5 V. Bagaimana prospek untuk mengembangkan sel galvani praktis
dengan tegangan 5 V atau lebih?
13.95 Sebuah batang perak dan satu SHE dicelupkan ke dalam larutan jenuh perak oksalat,
Ag2C2O4, pada 25C. Selisih potensial yang terukur di antara batang perak dan SHE

adalah 0,589 V, dengan batang perak bernilai positif. Hitunglah konstanta hasil kali
kelarutan untuk perak oksalat.
13.96 Seng adalah logam amfoter; artinya , seng bereaksi dengan asam maupun basa.
Potensial reduksi standarnya 1,36 V untuk reaksi
Zn(OH)42(aq) + 2e Zn(s) + 4OH(aq)
Hitunglah konstanta pembentukan (Kf) untuk reaksi
13.97

Zn2+(aq) + 4OH(aq)
Zn(OH)42(aq)
Gunakan data pada Tabel 13.1 untuk menentukan apakah hidrogen peroksida akan

mengalami disproporsionasi dalam suasana asam: 2H2O2 2H2O + O2.


13.98 Besarnya (tetapi bukan tanda) potensial reduksi standar dua logam X dan Y adalah
Y2+(aq) + 2e Y
|E|= 0,92 V
2+

X (aq) + 2e X
|E| = 0,85 V
dengan notasi || menyatakan bahwa hanya besarnya (bukan tanda) nilai E yang
ditunjukkan. Jika setengah-sel X dan Y dihubungkan, elektron mengalir dari X ke Y. Jika
X dihubungkan dengan SHE, elektron mengalir dari X ke SHE. (a) Apakah nilai E
setengah-reaksi positif atau negatif? (b) Berapa emf standar sel yang dibuat dari X dan Y?
13.99 Sebuah sel galvani disusun sebagai berikut. Satu setengah-sel terdiri atas kawat
platina direndam dalam larutan yang berisi 1,0 M Sn2+ dan 1,0 M Sn4+; setengah-sel
lainnya mempunyai batang talium yang direndam dalam larutan 1,0 M Tl +. (a) Tulislah
reaksi setengah-sel dan reaksi keseluruhan. (b) Berapa konstanta kesetimbangan pada
25C? (c) Berapa tegangan sel jika konsentrasi Tl+ naik sepuluh kali lipat? (ETl+/Tl =
0,34 V).
13.100 Diketahui potensial reduksi standar untuk Au3+ pada Tabel 13.1 dan
Au+(aq) + e Au(s)
E= 1,069 V
Jawablah pertanyaan berikut: (a) Mengapa emas tidak kusam di udara? Apakah
disproporsionasi ini akan terjadi spontan?
3Au+(aq) Au3+(aq) + 2Au(s)
13.101 Hitunglah E untuk reaksi merkuri dengan (a) 1 M HCl dan (b) 1 M HNO 3. Asam
mana yang akan mengoksidasi Hg menjadi Hg 22+ pada keadaan standar? Dapatkan Anda
mengidentifikasi tabung reaksi mana yang mengandung HNO 3 dan Hg dan mana yang
mengandung HCl dan Hg?

13.102 Ketika 25,0 mL larutan yang mengandung baik ion Fe 2+ maupun ion Fe3+ dititrasi
dengan 23,0 mL KMnO4 0,0200 M (dalam asam sulfat encer), semua ion Fe2+ teroksidasi
menjadi ion Fe3+. Kemudian, larutan diolah dengan logam Zn untuk mengonversi semua

ion Fe3+ menjadi ion Fe2+. Akhirnya, 40,0 mL larutan KMnO 4 yang sama ditambahkan ke
larutan untuk mengoksidasi semua ion Fe 2+ kembali menjadi Fe3+. Hitunglah konsentrasi
molar Fe2+ dan Fe3+ dalam larutan semula.
13.103 Perhatikan sel Daniell pada Gambar 13.1. Jika dilihat secara eksternal, anoda terlihat
negatif dan katoda terlihat positif (elektron mengalir dari anoda ke katoda). Namun,
dalam larutan, anion bergerak ke arah anoda, yang berarti bahwa anoda seharusnya
positif bagi anion. Karena anoda tidak dapat menjadi negatif dan positif dalam waktu
bersamaan, berilah penjelasan pada situasi yang tampak berlawanan ini.
13.104 Aki dinyatakan dengan ampere jam, artinya, banyaknya ampere yang dapat
diantarkan dalam satu jam. (a) Tunjukkan 1 A . jam = 3600 C. (b) anoda timbal dari
sebuah aki mempunyai massa total 406 g. Hitunglah kapasitas teoritis maksimum baterai
ini dalam ampere jam. Jelaskan mengapa dalam praktiknya kita tidak pernah dapat
mengambil energi sebanyak itu dari aki. (Petunjuk: Anggaplah semua timbal akan habis
terpakai dalam reaksi elektrokimia dengan mengacu pada reaksi elektroda aki. (c)
Hitunglah Esel dan G aki.
13.105 Konsentrasi asam sulfat dalam aki sebuah mobil dalam jangka waktu tertentu turun
dari 38,0 persen berdasarkan massa (kerapatan = 1,29 g/mL) menjadi 26,0 persen
berdasarkan massa (1,19 g/mL). Anggaplah volume asam tetap 724 mL. (a) Hitunglah
muatan total dalam coulomb yang dipasok oleh aki. (b) Berapa lama (dalam jam)
diperlukan untuk mengisi ulang aki kembali ke konsentrasi asam sulfat semula dengan
menggunakan arus 22,4 ampere.
13.106 Diketahui sel Daniell yang bekerja pada keadaan tidak standar. Jika reaksi sel
dikalikan 2, bagaimana pengaruhnya pada masing-masing kuantitas ini dalam persamaan
Nernst: (a) E, (b) E, (c) Q, (d) ln Q, dan (e) n?
13.107 Sebuah sendok disepuh perak secara elektrolitik dalam larutan AgNO 3. (a) Buatlah
diagram untuk proses ini. (b) Jika 0,884 g Ag diendapkan pada sendok dengan arus tetap
18,5 mA, berapa lama (dalam menit) elektrolisis berlangsung?
13.108 Berikan komentar apakah F2 menjadi agen pengoksidasi lebih kuat dalam larutan
dengan meningkatnya konsentrasi H+.
13.109 Belakangan ini tumbuh minat terhadap mobil listrik. Tulislah keuntungan dan
kerugian mobil listrik dibandingkan mobil dengan mesin bakar internal.
13.110 Hitung tekanan H2 (dalam atm) yang diperlukan untuk mempertahankan
kesetimbangan dari reaksi berikut pada 25C:
Pb(s) + 2H+(aq)
Pb2+(aq) + H2(g)
Diketahui [Pb2+] = 0,035 M dan larutan dibuat buffer pada pH 1,60.
13.111 Karena semua logam alkali bereaksi dengan air, tidak mungkin mengukur potensial
reduksi standar logam-logam tersebut secara langsung seperti pada seng. Cara tidak
langsung mempertimbangkan reaksi hipotetis berikut

Li+(aq) + H2(g) Li(s) + H+(aq)


Dengan menggunakan persamaan yang benar dalam bab ini dan data termodinamika,
hitung E untuk Li+(aq) + e Li(s) pada 298 K. Bandingkan hasilnya dengan data yang
tercantum pada Tabel 13.1 (Lihat konstanta Faraday)
13.112 Sebuah sel galvani menggunakan setengah-sel Mg/Mg2+ dan Cu/Cu2+ yang bekerja
pada keadaan standar 25C dan masing-masing ruang memiliki volume 218 mL. Sel ini
mengantarkan 0,22 A selama 31,6 jam. (a) Berapa gram Cu yang mengendap? (b) Berapa
[Cu2+] yang tersisa?
13.113 Sel galvani yang ditunjukkan di bawah ini dihubungkan dengan sel elektrolitik.
Tandai elektrodanya (anoda dan katoda) dan tunjukkan pergerakan elektron sepanjang
kawat dan kation dan anion dalam larutan. Untuk menyederhanakan, jembatan garam
tidak ditunjukkan dalam sel galvani.

13.114

Sel
galvani

Sel
elektrolitik

Diberikan potensial reduksi standar di bawah ini, hitunglah ion-produk, Kw, untuk air

pada 25C:
2H+(aq) + 2e H2(g)
E= 0,00 V

2H2O(aq) + 2e H2(g) + 2OH (aq) E= 0,83 V


13.115 Fluorin adalah gas dengan kereaktifan tinggi yang menyerang air untuk membentuk
HF dan produk lain. Ikuti prosedur dalam soal 13.111, untuk menununjukkan bagaimana
Anda dapat menentukan secara tidak langsung reduksi standar fluorin seperti yang
ditunjukkan pada Tabel 13.1
13.116 Sepotong pita magnesium dan kawat tembaga sebagian direndam dalam larutan HCl
0,1 M di dalam beker. Logam dihubungkan pada bagian eksternal dengan sepotong kawat
logam lain. Gelembung tampak keluar dari kedua permukaan Mg dan Cu. (a) Tulislah
persamaan yang menggambarkan reaksi yang terjadi pada logam. (b) Bukti visual apa
yang Anda cari untuk menunjukkan bahwa Cu tidak teroksidasi menjadi Cu 2+? (c) Pada
suatu saat, larutan NaOH ditambahkan ke dalam beker untuk menetralkan asam HCl. Jika
NaOH ditambahkan terus, terbentuk endapan putih. Endapan apakah ini?
13.117 Baterai seng-udara menjanjikan untuk digunakan dalam mobil listrik karena ringan
dan dapat diisi ulang:

Udara (O2)
Katoda
udara

Anoda
seng

Transformasi bersihnya adalah Zn(s) + O2(g) ZnO(s). (a) Tulislah setengahreaksi pada elektroda seng-udara dan hitung emf standar dari baterai ini pada 25C. (b)
Hitung emf pada kondisi kerja yang nyata bila tekanan parsial oksigen 0,21 atm. (c)
Berapa kerapatan energi (diukur sebagai energi dalam kilojoule yang dapat diperoleh
dari 1 kg logam) dari elektroda seng? (d) Jika arus 2,1 10 5 A ditarik dari sitem
baterai seng-udara, berapa volume udara (dalam liter) yang diperlukan untuk memasok
baterai setiap detik? Anggaplah suhu 25C dan tekanan parsial oksigen 0,21 atm.
13.118
Hitung konstanta kesetimbangan untuk reaksi berikut pada 298 K:
Zn(s) + Cu2+(aq)
Zn2+(aq) + Cu(s)
13.119
Sebuah perusahaan konstruksi memasang parit bawah tanah (tabung silinder
panjang) yang terbuat dari besi yang panjangnya 40,0 m dan jari-jarinya 0,900 m.
Untuk mencegah korosi, parit harus digalvanisasi. Langkah pertama pada proses ini
dilakukan dengan cara melewatkan lembaran besi yang ukurannya disesuaikan dengan
sel elektrolitik yang mengandung ion Zn2+, menggunakan grafit sebagai anoda dan
lembaran besi sebagai katoda. Jika tegangannya 3,26 V, berapa biaya listrik untuk
mengendapkan lapisan setebal 0,200 mm jika efisiensi proses ini 95 persen? Tarif
listrik $0,12 per kilowatt jam (kWh), di mana 1 W = 1 J/s dan kerapatan Zn 7,14
g/cm3.
13.120

9,00 102 mL MgI2 0,200 M dielektrolisis. Hasilnya, gas hidrogen

diproduksi di katoda dan iodin diproduksi di anoda. Volume hidrogen yang


dikumpulkan pada 26C dan 779 mmHg adalah 1,22 10 3 mL. (a) Hitung muatan
dalam coulomb yang digunakan dalam proses ini. (b) Berapa lama (dalam menit)
elektrolisis berakhir jika arus yang digunakan 7,55 A? (c) Endapan putih terbentuk
dalam proses ini. Endapan apa ini dan berapa massanya dalam gram? Asumsikan
volume larutan konstan.
13.121
Untuk menghilangkan kusam (Ag2S) pada sendok perak, seorang mahasiswa
melakukan langkah-langkah berikut. Pertama, dia menempatkan sendok dalam panci
besar yang diisi air sehingga sendok benar-benar terendam. Selanjutnya, dia
menambahkan beberapa sendok makan penuh baking soda (natrium bikarbonat), yang
larut dengan cepat. Terakhir, dia meletakkan sedikit aluminium foil pada dasar panci

yang bersentuhan dengan sendok dan kemudian memanaskan larutan sampai 80C.
Setelah beberapa menit, sendok diambil dan dicuci dengan air dingin. Kusam pada
sendok hilang dan sendok kembali berkilau seperti semula. (a) Gambarkan persamaan
elektrokimia berdasarkan prosedur ini. (b) Penambahan NaCl sebagai pengganti
NaHCO3 akan memberikan hasil yang sama karena kedua senyawa ini adalah
elektrolit kuat. Apa kelebihan penggunaan NaHCO 3? (Petunjuk: Perhatikan pH
larutan). (c) Apa tujuan pemanasan larutan? (d) Sebuah produk iklan penghilang
kusam berisi cairan (atau pasta) yang mengandung larutan HCl. Mengolesi sendok
dengan cairan ini juga dapat menghilangkan kusam. Sebutkan dua kerugian
penggunaan prosedur (d) dibandingkan dengan prosedur yang dijelaskan sebelumnya.
13.122
Sel konsentrasi berhenti bekerja ketika konsentrasi sel pada kedua ruang
sama. Pada tahap ini, apakah mungkin untuk menghasilkan emf sel dengan
menyesuaikan parameter lain tetapi tidak mengganti konsentrasinya? Jelaskan.
13.123
Ion nitrat (NO2) dalam tanah dioksidasi menjadi ion nitrat (NO3) oleh
bakteri Nitrobacter agilis dengan adanya oksigen. Setengah reaksi-reduksinya adalah
NO3 + 2H+ + 2e NO2 + H2O
E = 0,42 V
O2 + 4H+ + 2e 2H2O
E = 1,23 V
Hitung hasil sintesis ATP per mol nitrit yang teroksidasi.