Anda di halaman 1dari 4

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS NGEMPLAK SIMONGAN KOTA SEMARANG

NOMOR : 440/60.B
TENTANG
KEBIJAKAN PENANGANAN DAN PEMBUANGAN BAHAN BERBAHAYA
KEPALA PUSKESMAS NGEMPLAK SIMONGAN KOTA SEMARANG,
Menimbang

: a. bahwa Puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan dapat menjadi tempat


penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya pencemaran;

b. bahwa untuk mencegah pencemaran dari limbah yang terkontaminasi perlu


diatur

dalam

penatalaksanaan

penanganan

dan

pembuangan

bahan

berbahaya termasuk sampah infeksius agar aman bagi lingkungan maupun


pekerja;

c. bahwa sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas diperlukan Surat


Keputusan Kepala Puskesmas Ngemplak Simongan Kota Semarang tentang
Mengingat

Kebijakan penanganan dan pembuangan bahan berbahaya;


: 1. Undang-undang RI Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktek kedokteran;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Tentang
Pengelolaan Sampah;
3. Undang-undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
4. Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan;
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas;
6. Keputusan

Menteri

Pendayagunaan

Aparatur

Negara

RI

Nomor

63/KEP/M.PAN/2003, tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan


Publik;
7. Keputusan

Menteri

Pendayagunaan

Aparatur

Negara

RI

Nomor

KEP/25/25/M.PAN/2/2004;
8. Kep Menkes RI Nomor : 828 Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota;
9. Peraturan Menteri Kesehatan 1691/2011 tentang Keselamatan Pasien RS;
10. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular;
MEMUTUSKAN
Menetapkan

: KEPUTUSAN

KEPALA

PUSKESMAS

NGEMPLAK

SIMONGAN

KOTA

SEMARANG TENTANG KEBIJAKAN PENANGANAN DAN PEMBUANGAN


BAHAN BERBAHAYA.
Kesatu

: Kebijakan

Kebijakan

Penanganan

dan

Pembuangan

Bahan

Berbahaya

Puskesmas Ngemplak Simongan sebagaimana tercantum dalam Lampiran


Keputusan ini.

Kedua

: Pembinaan dan pengawasan penanganan sampah dan bahan berbahaya


dilaksanakan oleh tim Pencegahan dan Pengendalian infeksi dan tim K3
Puskesmas.

Ketiga

: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila


dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan/perubahan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di

: SEMARANG

Pada tanggal

: 10 Maret 2016

KEPALA PUSKESMAS
NGEMPLAK SIMONGAN,

Sri Andriani

Lampiran I

: KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS NGEMPLAK SIMONGAN KOTA SEMARANG

NOMOR

: 440/60.B

TENTANG

: KEBIJAKAN PENANGANAN DAN PEMBUANGAN BAHAN BERBAHAYA

KEBIJAKAN PENANGANAN DAN PEMBUANGAN BAHAN BERBAHAYA

A. KEBIJAKAN UMUM :
1. Penanganan limbah bahan berbahaya dimulai dari unit penghasil limbah
2. Penempatan limbah bahan berbahaya sesuai dengan jenisnya

a. Kuning

: sampah infeksius

b. Hitam

: non infeksius

c. Limbah benda tajam dimasukkan dam wadah yang tahan tusukan (Safety Box)
3. Petugas yang menangani limbah harus memakai APD lengkap
4. Limbah yang memerlukan penanganan khusus diberi label dengan jelas
B. KEBIJAKAN KHUSUS :
1. Pemisahan limbah di Puskesmas sebagai berikut :
a.

Limbah medis organik : kassa, sarung tangan dan masker bekas, kateter, slang infus, spuit
terkontaminasi darah

b.

Limbah medis anorganik (daur ulang) :

Berbahan plastik : Botol infus

Berbahan kaca : Vial obat, botol infus

c.

Limbah umum ; bungkus makanan, plastik pembungkus alat medis dan sebagainya.

d.

Limbah benda tajam : jarum suntik, pisau bedah, jarum jahit dan sebagainya.

e.

Limbah Cair : darah, urine, sputum

2. Limbah medis organik dimasukkan ke dalam tempat sampah yang dilapisi kantong plastik warna
kuning .
3. Limbah umum dimasukkan ke dalam tempat sampah yang dilapisi kantong plastik warna hitam.
4. Limbah benda tajam dimasukkan ke dalam wadah yang tahan tusukan (Safety Box).
5. Limbah cair dibuang ke dalam saluran IPAL.
6. Kontainer sampah harus dalam kondisi kering, dicuci setiap hari.
7. Limbah medis organik dimusnahkan bekerjasama dengan pihak ketiga.
8. Melakukan prosedur cuci tangan setelah kegiatan selesai.

Ditetapkan di

: SEMARANG

Pada tanggal

: 10 Maret 2016

KEPALA PUSKESMAS
NGEMPLAK SIMONGAN,

Sri Andriani