Anda di halaman 1dari 16

ANALISIS KESESUAIAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA

KOPERASI KARYAWAN USAHA BARU DI KECAMATAN TAPUNG HULU


SESUAI DENGAN SAK ETAP
Ahmad Sarifuddin
Nim.
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penyajian laporan
keuangan pada Koperasi Karyawan Usaha Baru di Kecamatan Tapung Hulu dengan
Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP).
Objek dari penelitian ini adalah koperasi karyawan usaha baru di kecamatan
tapung hulu. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif yaitu data primer dan
sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara
wawancara dan observasi. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode
deskriptif yaitu melakukan perbandingan antara data yang telah dikumpulkan dengan
teori-teori yang berkaitan dan disajikan dalam bentuk hasil penelitian.
Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa koperasi karyawan usaha baru di
kecamatan tapung hulu belum menyajikan laporan keuangan sesuai dengan standar
akuntansi keuangan yang berlaku umum yaitu Standar Akuntasi Keuangan Entitas
Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP).
Kata kunci : Analisis, Koperasi, Laporan Keuangan dan SAK ETAP

LATAR BELAKANG PENELITIAN


Koperasi sebagai wadah kegiatan rakyat diarahkan agar makin memiliki
kemampuan untuk menjadi badan usaha yang efisien dan menjadi gerakan ekonomi
rakyat yang tangguh, mandiri yang berakar dalam masyarakat serta memajukan
ekonomi anggotanya. Koperasi merupakan salah satu akar perekonomian Indonesia.
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 maupun GBHN telah menunjukkan
adanya pelaku utama tata perekonomian di Indonesia, yaitu Badan Usaha Milik
Negara (BUMN), swasta, dan koperasi. Dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945
tersebut dinyatakan bahwa koperasi adalah perusahaan yang sesuai dengan
perekonomian yang kita susun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan.
Koperasi mempunyai ciri yang berbeda dengan badan usaha lain, diantaranya adalah
pengelolaan dan kelangsungan usaha dikendalikan oleh anggota karena tujuan utama
koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota, harga pada koperasi ditetapkan
berdasarkan balas jasa bagi modal pemilik diberikan dalam jumlah yang terbatas dan
yang paling utama adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda yaitu anggota
sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Karakteristik utama koperasi yang membedakannya dengan badan usaha
lainnya adalah bahwa anggota koperasi memiliki identitas ganda (the dual identity of
the member), yaitu anggota sebagai pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi
(userown oriented firm). Badan usaha koperasi merupakan badan usaha yang
didirikan, dimiliki, dimodali, dibiayai, diatur, dan diawasi serta dimanfaatkan sendiri
oleh anggotanya. Modal koperasi berupa simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan
sukarela, cadangan dan hibah.
Koperasi Karyawan Usaha Baru merupakan koperasi karyawan yang ruang
lingkup kegiatan usahanya terdiri dari unit usaha waserda dan Unit Simpan Pinjam.
Kegiatan koperasi ini dilakukan terbatas hanya kepada karyawan PT.SUBUR ARUM
MAKMUR baik yang sudah berstatus anggota maupu non anggota dan tidak untuk
masyarakat sekitar. Pencatatan transaksi yang dilakukan koperasi tidak melakukan
pemisahan antara transaksi yang dilakukan dengan anggota dan non anggota.
Transaksi yang dilakukan oleh non anggota berupa penjualan barang di waserda.
Pemisahan transaksi antara anggota dan non anggota bertujuan agar jumlah maupun
nilai transaksi dari anggota dapat menunjukkan manfaat yang diberikan koperasi
kepada para anggota.
Dalam setiap transaksi yang terjadi dengan anggota koperasi dari jasa
penjualan dari anggota, pada akhir periode sebagiannya akan dibagi kepada anggota
sebanding dengan jasa yang diberikan oleh anggota koperasi . sedangkan sisanya
dibagikan untuk dana cadangan koperasi, dana pengurus, dana karyawan, dana sosial,

dana pembangunan daerah kerja dan dana pendidikan koperasi. Sementara itu
transaksi penjualan dengan non anggota / anggota, akan dibagikan untuk pos
cadangan koperasi, dana pengurus, dana karyawan, dana pendidikan, pegawai
koperasi, dana sosial dan dana pembangunan daerah kerja.
Seluruh aktiva tetap disajikan koperasi berdasarkan harga perolehan, setelah
dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Semua aktiva tetap disusutkan selama
taksiran umur manfaat dari aktiva tetap tersebut tetapi inventaris yang diperoleh pada
tahun 2014 tidak disusutkan oleh koperasi.
Pada passiva koperasi masih mencantumkan perkiraan SHU tahun berjalan.
Sisa hasil usaha (SHU) adalah gabungan dari hasil partisipasi neto dan laba atau rugi
kotor dengan non anggota, ditambah atau dikurangi dengan pendapatan dan beban
lain serta pajak penghasilan badan koperasi. Sisa hasil usaha tahun berjalan dibagi
sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada koperasi.
Koperasi menyajikan laporan SHU tidak berdasarkan partisipasi bruto
melainkan dengan cara mengurangkan pendapatan dengan biaya. Pada laporan SHU
tidak terdapat perkiraan beban penyusutan.
Seiring dengan pesatnya perkembangan usaha-usaha di Indonesia, pada
tanggal 23 Oktober 2010 telah terbit dan disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan tentang Exposure Draft Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi
Keuangan yaitu pencabutan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 27
tentang akuntansi perkoperasian. Pencabutan PSAK No. 27 dilandasi alasan sebagai
dampak dari konvergensi IFRS yang mengakibatkan SAK berbasis industri harus
dicabut karena sudah diatur dalam SAK lain. Sebagai pengganti PSAK No. 27, kini
telah terbit Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK
ETAP) yang digunakan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik. Entitas tanpa
akuntabilitas publik adalah entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan
dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial
statement) bagi pengguna eksternal seperti pemilik yang tidak terlibat langsung dalam
pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.
SAK ETAP diterapkan untuk penyusunan laporan keuangan yang dimulai
pada atau setelah 1 Januari 2011. Penerapan dini diperkenankan. Jika SAK ETAP
diterapkan dini, maka entitas harus menerapkan SAK ETAP untuk penyusunan
laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2010. Tujuan laporan
keuangan adalah menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja keuangan, dan
laporan arus kas suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam
pengambilan keputusan ekonomi oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat
meminta laporan keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu.
Dalam memenuhi tujuannya, laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah

dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas


sumber daya yang dipercayakan kepadanya (SAK ETAP paragraf 2.1).
Berdasarkan hasil audit oleh salah satu jasa auditor dipekanbaru, ditemukan
bahwa koperasi karyawan usaha baru pada tahun 2007 mengalami kerugian. Namun
pada laporan keuangan kerugian tersebut justru dicatat sebagai laba atau dalam
koperasi di sebut SHU (Sisa Hasil Usaha). Kesalahan pencatatan tersebut diketahui
setelah pergantian pengurus dari pengurus yang lama (2005-2007) ke pengurus yang
baru (2008-2010). Akhirnya hasil Audit menyatakan bahwa telah terjadi kerugian
koperasi sebesar Rp. 98.769.000,- .
Selanjutnya berdasarkan Hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) , memutuskan
bahwa kerugian tersebut akan ditanggung bersama dan dibebankan tiap tahun &
jumlahnya berdasarkan hasil SHU. Pada tahun 2014 pengurus menyatakan telah
menyelesaikan kerugian dan juga telah mampu menyisakan cadangan sebesar Rp.
1,363,000. Namun Laporan Keuangan Pengurus itu tidak sepenuhnya diterima
anggota. Sebagian besar anggota menginginkan Koperasi kembali diaudit untuk
memastikan kebenaran laporan yang disampaikan oleh pengurus.
METODE PENELITIAN
Objek dari penelitian ini adalah penerapan akuntansi perkoperasian pada
koperasi karyawan usaha baru di kecamatan tapung hulu. Jenis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan sumber data yang digunakan adalah
data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan cara wawancara dan observasi. Metode analisis dalam penelitian ini
adalah metode deskriptif yaitu melakukan perbandingan antara data yang telah
dikumpulkan dengan teori-teori yang berkaitan dan disajikan dalam bentuk hasil
penelitian.
HASIL PENELITIAN
Untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan fungsinya, koperasi karyawan
usaha baru dalam melaksanakan tugasnya harus berpedoman pada pemenuhan
kebutuhan para anggota, serta mentaati peraturan dan ukuran yang berlaku bagi
koperasi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suatu asas yang sehat, adapun bidang
usaha yang dilaksanakan koperasi karyawan usaha baru meliputi:

1. Unit Waserda (Warung Serba Ada)


a) Usaha unit waserda bertujuan untuk memenuhi kebutuhan karyawan dan
anggotanya, serta memberikan kontribusi besar terhadap kondisi keuangan
koperasi, dalam pengadaan barang untuk dijual koperasi bekerja sama dengan
pemasok barang. Adapun barang kebutuhan yang dijual meliputi: pakaian,
selimut, tas, minyak goreng, minuman, sabun cuci dan segala kebutuhan
rumah tangga. Unit waserda melayani karyawan serta anggota yang ikut serta
dan masyarakat.
b) Perhitungan angsuran jangka waktu 5 sampai 10 kali angsuran dalam setiap
unit barang yang di angsur.
2. Unit Simpan Pinjam
a) Kegiatan unit simpan pinjam ini melayani semua anggota yang ikut serta yang
membutuhkan pinjaman dengan ketentuan:
o Mengajukan permohonan kepada ketua koperasi di teruskan kepada
kepala selaku pembina dengan di sertai struk gaji dengan juru bayar.
o Besarnya pinjaman maximum Rp 5.000.000- (lima juta rupiah) dengan
bunga 1,4% (satu koma empat persen) dengan pokok pinjaman serta di
angsur 10x.
b) Melayani pinjaman kepada anggota yang mengalami musibah dengan
ketentuan angsuran sama dengan berlaku pada unit simpan pinjam.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, penulis memperoleh data-data
akurat yang diperoleh langsung dari pihak pengurus koperasi, antara lain : neraca,
laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas, daftar anggota dan
data-data pendukung lainnya. Pada laporan keuangan perubahan ekuitas koperasi
karyawan usaha baru menggunakan nama laporan perubahan posisi kekayaan bersih,
hal ini dimaksudkan agar lebih dimengerti oleh penyaji laporan keuangan itu sendiri.
Laporan keuangan yang disajikan koperasi karyawan usaha baru secara khusus
belum memenuhi syarat-syarat yang diatur dalam SAK ETAP yaitu belum adanya
Catatan Atas Laporan Keuangan.
PEMBAHASAN
Buletin Teknis 6 yang ditetapkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
(DSAK) yang dikeluarkan pada tanggal 11 Agustus 2011 menyatakan bahwa entitas
yang memenuhi syarat untuk menerapkan SAK ETAP adalah entitas yang tidak
memiliki akuntabilitas publik signifikan dan menerbitkan laporan keuangan untuk
tujuan umum bagi pengguna eksternal. Hal ini kembali diatur dan dijelaskan pada
Bab 1 SAK ETAP tentang ruang lingkup. Berdasarkan ketetapan ini, dapat
disimpulkan bahwa ada dua syarat penting bagi suatu entitas agar dapat menjadikan
SAK ETAP sebagai standar akuntansi yang diterapkan dalam laporan keuangan yang

akan disajikan, yaitu mengenai akuntabilitas publik dan tujuan penerbitan laporan
keuangan.
Selain itu, pada presentasi yang dilakukan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
pada tanggal 23 Desember 2011 di Jakarta tentang Implementasi SAK ETAP,
dijelaskan bahwa ada beberapa entitas yang diperbolehkan menggunakan SAK ETAP
dalam penyajian laporan keuangannya, yaitu sebagai berikut:
1. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
2. Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum,
PDAM
3. Koperasi dan UKM.
Lebih lanjut, SAK ETAP paragraf 3.12 dan 3.9 menyatakan bahwa laporan
keuangan entitas meliputi Neraca, Laporan Laba Rugi, laporan Perubahan Ekuitas,
Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan yang harus diungkapkan
secara komparatif dengan periode sebelumnya.
Dalam kaitannya dengan penerapan SAK ETAP secara penuh, SAK ETAP dalam
paragraf 3.3 menyebutkan bahwa laporan keuangan menyajikan posisi keuangan,
kinerja keuangan, dan arus kas suatu entitas secara wajar dan harus membuat suatu
pernyataan eksplisit dan secara penuh atas kepatuhan tersebut dalam catatan atas
laporan keuangan.
Penyajian Laporan Keuangan koperasi karyawan Usaha Baru di kecamatan Tapung
Hulu.
1. Neraca
Dalam SAK ETAP laporan neraca menyajikan aset, kewajiban dan ekuitas
pada tanggal tertentu (SAK ETAP paragrap 4.1). Dimana pos-pos minimal
mencakup kas dan setara kas, piutang Usaha dan piutang lain-lain, persediaan,
properti investasi, aset tetap dan aset tidak bewujud, utang usaha dan utang
lainya, aset dan kewajiban pajak, kewajiban diestimasi, dan ekuitas. Namun
urutan format pos tidak ditentukan SAK ETAP.
Sedangkan neraca pada laporan keuangan koperasi karyawan usaha baru
kecamatan tapung hulu mencakup pos-pos berikut :
(a) Kas dan setara kas;
(b) Piutang usaha dan piutang lainnya;
(c) Persediaan;
(d) Aset tetap;
(e) Utang usaha dan utang lainnya;
(f) Ekuitas.
Berikut penyajian Neraca Koperasi Usaha Baru dan keterangannya

Tabel 5.1.Neraca Koperasi Karyawan Usaha Baru

Sumber : Koperasi Karyawan Usaha Baru kecamatan tapung hulu

Pada kolom sub akun kekayaan bersih yaitu akun cadangan tertera pada
laporan keuangan periode 31 Desember 2013 (defisit) sebesar (Rp.
7.014.988,55), menerangkan sisa kerugiaan yang masih harus dibayarkan oleh
koperasi dari nilai awal kerugian sebesar Rp. 98.769.556,88. Kemudian pada
laporan keuangan periode 31 Desember 2014 tertera (surplus) sebesar Rp.
1.363.531,72 yang menunjukkan bahwa koperasi sudah menutupi kerugian atas
kesalahan pencatatan pada periode 2007 yang berimbas pada jumlah SHU tahuntahun berikutnya (2008,2009,2010,2011,2012,2013 dan 2014). Laporan
keuangan periode 31 Desember 2014 mengindikasikan bahwa koperasi sudah
sehat dan tidak memiliki tanggungan kerugian SHU.
a. Aset
SAK ETAP dalam paragraf 4.5 menyebutkan bahwa entitas harus menyajikan
aset lancar dan aset tidak lancar, kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka
panjang, sebagai suatu klasifikasi yang terpisah dalam Neraca, kecuali jika
penyajian berdasarkan likuiditas memberikan informasi yang andal dan lebih
relevan. Jika pengecualian tersebut diterapkan, maka semua aset dan kewajiban

harus disajikan berdasarkan likuiditasnya. Berdasarkan pada definisi tersebut,


maka terdapat informasi yang tersirat bahwa terdapat fleksibilitas yang diatur di
dalam SAK ETAP mengenai bentuk penyajian aset dan kewajiban.
Lebih lanjut, SAK ETAP juga mengatur dasar pengukuran yang digunakan
dalam menilai pos-pos, termasuk aset yaitu pada paragraf 2.1 yang menyebutkan
bahwa dasar pengukuran yang umum adalah biaya historis dan nilai wajar. Dalam
praktiknya pada Koperasi Karyawan Usaha Baru yang mengacu pada penjelasan
sebelumnya, adanya penggunaan dasar pengukuran biaya historis untuk unsurunsur laporan keuangan yang dilakukan Koperasi, sehingga aset didefinisikan
sebagai jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari
pembayaran yang diberikan untuk memperoleh aset pada saat perolehan.
Berdasarkan SAK ETAP paragraf 7.2, setara kas adalah investasi jangka
pendek dan sangat likuid yang dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka
pendek, bukan untuk tujuan investasi atau lainnya. Oleh karena itu, investasi
umumnya diklasifikasikan sebagai setara kas hanya jika akan segera jatuh tempo
dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan.
Dalam penerapannya pada Koperasi Karyawan Usaha Baru, setara kas
didefinisikan sesuai dengan definisi yang dijelaskan dalam SAK ETAP yang
mencakup kas, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan, dan investasi jangka
pendek likuid lainnya dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang.
Investasi umumnya diklasifikasikan sebagai setara kas hanya jika akan segera
jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan.
b. Aset tetap
Berdasarkan SAK ETAP paragraf 15.2, aset tetap adalah aset berwujud yang
dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang jasa, untuk
disewakan ke pihak lain, atau untuk tujuan administratif, dan diharapkan akan
digunakan lebih dari satu periode. Jika dilihat pada penerapannya, bahwa aset
tetap digunakan dalam penyediaan barang dan jasa yang diperuntukkan bagi
tujuan administratif dan operasional entitas. Sedangkan dari sisi pengakuan, telah
mengikuti kriteria yang disyaratkan oleh SAK ETAP. SAK ETAP mensyaratkan
lebih lanjut dalam paragraf 15.5 bahwa tanah dan bangunan adalah aset yang
dapat dipisahkan dan harus dicatat secara terpisah, meskipun tanah dan bangunan
tersebut diperoleh secara bersamaan.
Pada saat pengakuan awal, dasar pengukuran aset tetap yang digunakan
adalah sebesar biaya perolehan. Hal ini seperti yang tercantum dalam SAK ETAP
paragraf 15.6. Lebih lanjut SAK ETAP paragraf 17.5 menyebutkan bahwa biaya
perolehan tersebut meliputi harga beli, biaya-biaya yang dapat didistribusikan
langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar siap
digunakan, dan estimasi awal biaya pembongkaran aset, biaya pemindahan aset
dan biaya restorasi lokasi. Biaya perolehan aset tetap setara harga tunainya pada
saat pengakuan dan mencakup semua pengeluaran yang terkait secara langsung
dengan perolehan aset tetap. Sehingga dalam menentukan biaya perolehan, telah
sesuai dengan SAK ETAP.

c. Kewajiban
Berdasarkan SAK ETAP paragraf 4.5 disebutkan bahwa entitas harus
menyajikan aset lancar dan aset tidak lancar, kewajiban jangka pendek dan
kewajiban jangka panjang, sebagai suatu klasifikasi yang terpisah dalam Neraca,
kecuali jika penyajian berdasarkan likuiditas memberikan informasi yang andal
dan relevan. Jika pengecualian tersebut diterapkan, maka semua aset dan
kewajiban harus disajikan berdasarkan likuiditasnya. Mengacu pada definisi
tersebut, maka terdapat informasi yang tersirat bahwa terdapat fleksibilitas yang
diatur di dalam SAK ETAP mengenai bentuk penyajian aset dan kewajiban.
Sebagai koperasi simpan pinjam menyajikan kewajiban di dalam Neraca
berdasarkan likuiditas pos kewajiban, yaitu kewajiban lancar dan kewajiban. Hal
ini dirasa lebih informatif bagi pengguna laporan keuangan, mengingat tabungan
berjangka dan simpanan berjangka merupakan kegiatan utama Koperasi.
d. Ekuitas
Ekuitas bagi koperasi dalam SAK ETAP paragraf 19.3 adalah simpanan
pokok, simpanan lain, pinjaman-pinjaman, penyisihan hasil usaha termasuk
cadang. Koperasi menyebutkan di dalam Neraca bahwa pos-pos yang termasuk
ekuitas adalah simpanan pokok, simpanan wajib Waserda, simpanan wajib SP
(simpan pinjam), cadangan dan sisa hasil usaha tahun berjalan.
Berdasarkan penjelasan diatas bahwa secara umum neraca per 31 Desember
2014 telah dicatat sesuai dengan SAK ETAP namun, untuk pencatatan piutang
tak tertagih belum ada sehingga pengguna informasi laporan keuangan tidak
mengetahui pemotongan SHU berdasarkan potongan penggantian kerugiaan
SHU yang disepakati selesai pada tahun 2014.
2. Laporan Laba Rugi

o
o
o
o

Laporan laba rugi memasukkan semua pos penghasilan dan beban yang diakui
dalam suatu periode kecuali SAK ETAP mensyaratkan lain (SAK ETAP paragraf
5.2). Laporan laba rugi mencakup pos-pos sebagai berikut:
pendapatan;
beban keuangan;
bagian laba atau rugi dari investasi yang menggunakan metode ekuitas;
laba atau rugi neto.

Sum
ber : Koperasi Karyawan Usaha Baru kecamatan tapung hulu

Laporan rugi laba koperasi karyawan usaha baru meliputi pendapatan (yg berasal
dari penjualan barang waserda) dan fee (fee dari leasing atau jasa titipan barang),
serta akun-akun beban penjualan dan beban administrasi.Secara umum laporan laba
rugi telah memenuhi dan sesuai dengan SAK ETAP. Beberapa belum sesuai antara
lain kepala laporan yang tidak menunjukkan nama perusahaan dan periode
pembuatan, pada laporan laba rugi tidak dicantumkan laba rugi sebelum/sesudah
pajak.
a. Pendapatan
Sesuai dengan paragraf 2.36 SAK ETAP dijelaskan bahwa pengakuan
penghasilan merupakan akibat langsung dari pengakuan aset dan kewajiban yang
merupakan komponen Neraca. Penghasilan diakui dalam laporan laba rugi jika
kenaikan manfaat ekonomi di masa depan yan berkaitan dengan peningkatan aset
atau penuruna kewajiban telah terjadi dan dapat diukur secara andal.
Dalam penyajian Koperasi karyawan usaha baru membagi pendapatan
menjadi lebih rinci berdasarkan jenis jasa yang diberikan. Perincian ini
diperbolehkan oleh SAK ETAP sesuai dengan pernyataan paragraf 5.4 karena
penyajian rincian ini memberikan informasi yang relevan untuk lebih memahami
kinerja koperasi dalam periode tersebut. Dengan adanya rincian tersebut
pengguna laporan keuangan dapat melihat sumber pendapatan terbesar koperasi,
jasa-jasa potensial dan penting bagi koperasi, dan informasi lain terkait kinerja
koperasi tersebut.
b. Beban
Menurut SAK ETAP paragraf 5.6, beban haruslah diklasifikasikan lebih lanjut
berdasarkan sifat atau fungsi beban. Akan tetapi, dalam paragraf 5.8 disebutkan
bahwa entitas yang mengklasifikasikan beban berdasarkan fungsi
mengungkapkan informasi tambahan berdasarkan sifat beban, termasuk
penyusutan dan beban amortisasi dan beban imbalan kerja. Hal ini telah
diterapkan dengan baik oleh Koperasi. Koperasi karyawan usaha baru
mengklasifikasikan beban menurut fungsinya dan kemudian memberikan
informasi lebih lanjut mengenai sifat beban melalui subklasifikasi pada masingmasing beban menurut fungsi tersebut.
3. Laporan Perubahan Ekuitas
Tabel 5.3.Laporan Perubahan Ekuitas Koperasi Karyawan Usaha Baru

Sum
ber : Koperasi Karyawan Usaha Baru kecamatan tapung hulu

Dalam SAK ETAP paragraf 6.2 Laporan perubahan ekuitas menyajikan laba atau
rugi entitas untuk suatu periode, pos pendapatan dan beban yang diakui secara
langsung dalam ekuitas untuk periode tersebut, pengaruh perubahan kebijakan
akuntansi dan koreksi kesalahan yang diakui dalam periode tersebut, dan (tergantung
pada format laporan perubahan ekuitas yang dipilih oleh entitas) jumlah investasi
oleh, dan dividen dan distribusi lain ke, pemilik ekuitas selama periode tersebut.
Komponen kekayaan Koperasi Karyawan Usaha Baru berasal dari Simpanan
Pokok Anggota yang dibayarkan 1 kali pada saat masuk menjadi anggota, simpanan
wajib yang dipungut setiap bulannya serta cadangan yang berasal dari pembagian
Sisa Hasil Usaha (SHU). Dalam pembuatan laporan perubahan ekuitas koperasi
karyawan usaha baru menggunakan akun penambahan (pendapatan) dan akun
pengurangan (beban), pencatatan ini telah sesuai dengan yang diatur dalam SAK
ETAP, untuk laporan selanjutnya sebaiknya menggunakan akun pendapatan dan
beban, hal ini dimaksudkan sesuai dengan SAK ETAP dan membiasakan dalam
penggunaan nama akun.

4. Laporan Arus Kas


Informasi tentang kondisi kas yang dihitung berdasarkan saldo awal, sumber
penghasilan, pengeluaran, investasi dan pendanaan. Lalu kemudian dihitunglah saldo
akhir kas pada periode yang ditentukan.
Tabel 5.4.Laporan Arus Kas Koperasi Karyawan Usaha Baru

Sum
ber : Koperasi Karyawan Usaha Baru kecamatan tapung hulu

a. Aktifitas Operasi
Bentuk pelaporan arus kas dari aktivitas operasi menurut SAK ETAP adalah
dengan menggunakan metode tidak langsung. Dalam metode ini laba atau rugi neto
disesuaikan dengan mengoreksi dampak dari transaksi non kas, penangguhan atau
akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan masa

depan, dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi
atau pendanaan. Pada penerapannya pada Koperasi karyawan usaha baru, laba atau
rugi neto disesuaikan dengan mengoreksi pos-pos yang secara umum terkait aktivitas
penghasilan utama pendapatan Koperasi yang bergerak dalam bidang usaha waserda
dan simpan pinjam. Produk utama yang ditawarkan koperasi karyawan usaha baru
berupa SEMBAKO (sembilan bahan pokok) dan pinjaman untuk anggota.
b. Aktifitas Investasi
Arus kas investasi Koperasi karyawan usaha baru adalah arus kas yang berkaitan
dengan pengeluaran atau penerimaan kas sehubungan dengan sumber daya yang
bertujuan menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan sebagaimana yang
dijelaskan dalam SAK ETAP paragraf 7.5.
c. Aktifitas Pendanaan
Sesuai dengan penjelasan SAK ETAP yang menyebutkan bahwa adanya
penyajian terpisah antara penerimaan dan pengeluaran kas bruto. Dari tabel.4 diatas
dapat dilihat bahwa kegiataan pendanaan Koperasi karyawan usaha baru tidak terlalu
kompleks sehingga laporan arus kas dari aktivitas pendanaan sangatlah sederhana.
Terlihat bahwa transaksi kas yang berasal dari aktivitas pendanaan hanya disebabkan
oleh cadangan yang memang biasa terjadi pada koperasi pada umumnya dan SHU
yang merupakan hasil kegiatan operasional koperasi dalam suatu periode.
Laporan arus kas yang disajikan koperasi karyawan usaha baru, berasal dari
laporan cashflow yang dibuat oleh bendahara umum. Namun secara umum bila
disesuaikan dengan arus kas yang disyaratkan oleh SAK ETAP maka sudah sesuai.
5. Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan sebenarnya sangatlah penting untuk disajikan
dalam laporan pertanggungjawaban koperasi, agar laporan keuangan yang disajikan
terpapar dengan jelas. Namun tahun buku 31 Desember 2014, Koperasi Karyawan
Usaha Baru tidak menyajikan catatan atas laporan keuangan dalam laporan
pertanggung jawabannya.
Pada paragraf 8.1-8.3 SAK ETAP menyebutkan bahwa Catatan Atas Laporan
Keuangan berisi informasi sebagai tambahan informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan dan informasi pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam
laporan keuangan. Catatan Atas Laporan Keuangan harus mengungkapkan hal-hal
berikut:
1. Dasar penyusunan keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu yang
digunakan,
2. Informasi yang disyaratkan dalam SAK ETAP tetapi tidak disajikan dalam
laporan keuangan,
3. Informasi yang tidak disajikan dalam laporan keuangan, tetapi relevan untuk
memahami laporan keuangan entitas tersebut.

Catatan atas laporan keuangan disajikan secara sistematis sepanjang hal tersebut
praktis. Setiap pos dalam laporan keuangan merujuk-silang ke informasi terkait dalam
catatan atas laporan keuangan.
Dalam menyusun Catatan Atas Laporan Keuangan Koperasi Usaha Baru dapat
berpedoman antara lain sesuai dengan SAK ETAP, yaitu :
1. Informasi umum, berisikan mengenai pendirian, nama dan tempat kedudukan,
NPWP, SIUP dan TDP, visi dan misi, produk, rincian unit usaha simpan
pinjam dan perdagangan, mekanisme pengelolaan dana, susunan pengurus dan
pengawas, ekuitas, dan rekening koran.
2. Ikhtisar kebijakan akuntansi, yakni dasar penyusunan laporan keuangan,
transaksi dalam mata uang asing, kas dan setara kas, pinjaman yang diberikan
kepada anggota, piutang unit usaha, penyisihan penghapusan pinjaman tidak
tertagih, biaya dibayar dimuka, aset tetap, aset lain-lain, tabungan koperasi,
simpanan berjangka, pengakuan pendapatan dan beban, dan reklasifikasi
akun.
3. Informasi rinci yang mendukung pos-pos laporan keuangan yang telah
disajikan dengan urutan penyajian.
SAK ETAP paragraf 8.4 menyebutkan urutan penyajian catatan atas laporan
keuangan secara normal yang meliputi suatu pernyataan bahwa laporan keuangan
telah disusun sesuai dengan SAK ETAP, ringkasan kebijakan akuntansi signifikan
yang diterapkan, informasi yang mendukung pos-pos laporan keuangan, sesuai
dengan urutan penyajian setiap komponen laporan keuangan dan urutan penyajian
pos-pos tersebut dan pengungkapan lain.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan penelitian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa koperasi
karyawan usaha baru pada periode 2014 belum menyajikan laporan keuangan sesuai
yang diatur dalam SAK ETAP.
Adapun saran bagi Koperasi Karyawan Usaha Baru yang dapat disampaikan
antara lain :

1. Disarankan kepada koperasi karyawan usaha baru agar lebih teliti dan
memaksimalkan SDM pengelola laporan keuangan, sehingga kesalahan
pencatatan pengakuan SHU tidak terulang kembali.
2. Nama-nama akun agar disesuaikan dengan SAK ETAP agar terbiasa dengan
bahasa akun yang ada dalam standar.
3. Agar menyajikan Catatan Atas Laporan Keuangan dimana disesuaikan
dengan yang diatur dalam SAK ETAP, agar pengguna informasi laporan

keuangan lebih jelas dan mengerti secara detail tentang pos-pos yang
bersangkutan.