Anda di halaman 1dari 8

ETIKA BERKOMUNIKASI DALAM KELUARGA PADA REMAJA

PENGANTAR
Akhir-akhir ini banyak disoroti berbagai masalah menyangkut etika
remaja yang mulai luntur. Banyak ditemui, remaja saat ini lebih bebas dan
merasa memiliki keleluasan dalam berekspresi dibanding remaja beberapa
puluh tahun yang lalu. Hal ini terlihat dari banyaknya remaja yang kurang
memiliki pemahaman tentang etika atau anggah ungguh terutama kepada
orang tua. Sebut saja, berbagai kenakalan remaja, kebiasaan anak berteriak
kepada orang tua, kebiasaan tidak mau mendengarkan nasihat orang tua,
tak jarang kita temui. Bukan berarti orang tua atau orang dewasa lainnya
ingin diunggulkan akan tetapi Penerapan etika pada remaja sangat penting
karena akan berpengaruh pada perkembangan individunya sebagai manusia
untuk menghargai dan dihargai oleh orang lain.
Pembahasan etika ini sangatlah luas. Pembahasan etika bisa meliputi
pembahasan etika dalam keluarga, sekolah maupun dimasyarakat pada
umumnya, bisa menyangut etika makan, etika pergaulan dan etika bekerja.
Namun pembahasan etika kali ini difokuskan pada perilaku etika dalam
keluarga pada remaja. Karena keluarga merupakan tempat pertama individu
melakukan interaksi dengan orang lain. Sehingga perlu diberikan
pembahasan mengenai pentingnya etika berkomunikasi dalam keluarga
pada masa remaja.
MASA REMAJA
Dalam perkembangannya remaja merupakan masa-masa krusial dan
penting dalam pembentukan karakter diri pada manusia. Pada masa remaja
muncul perubahan-perubahan yang mencolok , transisi dari masa anak-anak
menuju masa dewasa yang diawali pada usia 13 -18 tahun. Perubahan yang
terjadi tidak hanya perkembangan fisik namun meliputi perkembangan
sosioemosi.perubahan sosio emosi yang berkembang pada masa remaja
salah satunya adalah perkembangan moral. Pada masa remaja
perkembangan moral berkembang lebih luas. Remaja mulai mengetahui
baik dan buruk dan mampu mengutarakan pendapatnya sendiri sehingga
seringkali pendapat yang diyakini remaja kadang kala tidak sejalan dengan
orang dewasa yang menimbulkan konfik atau kesalahpahaman antara
remaja dan orang tua. Hal ini menyebabkan remaja sulit dipahami. Sering
kali terjadi perilaku menyimpang yang menyebabkan orang dewasa atau
orang tua pada umumnya merasa kurang nyaman.
Perilaku yang menyimpang pada remaja umumnya terjadi karena ia
ingin diakui oleh orang lain yang memiliki sama seperti orang dewasa
lainnya.perilaku menyimpang yang dimaksud adalah perilaku yang
melanggar norma aturan / etika yang ada pada lingkungan masyarakat.
Tetapi disisi lain remaja belum memiliki kematangan yang mantap dalam
bertindak.Hal ini dapat dilihat dari tanggungjawab dan konsistensi dalam
mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan kepada remaja. Termasuk salah
satunya dalam hal beretika.
ETIKA
Dalam budaya timur, etika sangat dijunjung tinggi dalam
masyarakatnya. Etika tidak hanya mengenai ucapan (verbal) tetapi juga
dalam bentuk perilaku baik atau buruk. Etika mulai terbentuk sejak usia dini
dan berkembang sesuai dengan tahap perkembangan manusia.
Etika
(Wikipedia.org) adalah cabang dari filsafat yang melibatkan sistemisasi,
penetapan dan menyertakan konsep perilaku baik dan buruk. sedangkan

menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (kbbi.web.id) etika adalah ilmu


tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban
moral (akhlak). Artinya, etika tidak hanya berhubungan dengan diri
individu sendiri tetapi juga orang lain. Karena menyangkut hak dan
kewajiban.

ETIKA BERKOMUNIKASI DALAM KELUARGA


Dalam keluarga membangun komunikasi yang baik akan memberikan
banyak pengaruh positif pada anak. Individu akan merasa aman, diterima
dan dihargai sebagai individu. Sebaliknya jika komunikasi buruk dalam
keluarga cenderung akan memunculkan dampak negative tidak hanya pada
diri individu tetapi juga orang lain. Sebut saja, keluarga yang tidak mampu
membangun komunikasi antar anggota keluarga cenderung mengalami
miskomunikasi, sering terjadi konflik, dan bahkan lebih parah keluarga akan
berantakan.
Orang tua sebagai role model berperan besar dalam membangun
komunikasi dalam keluarga. Pengaruh komunikasi pada remaja diantaranya
membuat remaja memiliki rasa percaya diri dan kematangan dalam
bertindak dan menghadapi permasalahan. Komunikasi yang baik dalam
keluarga membuat remaja mampu menghargai dan menghormati orang lain
dan dirinya sendiri. komunikasi yang baik antara orang tua dan remaja akan
memunculkan keterbukaan antar keduanya, yang bisa menjauhkan anakanak dari pengaruh-pengaruh buruk linkungan.
Enjang Heri (enjangheri.blogspot.com,2014) menuturkan Etika
komunikasi dalam keluarga dapat dikatakan baik apabila:

Meminta maaf pada orang tua bila melakukan kesalahan.


Bertutur kata dengan lembut dan sopan pada orang tua.
Tidak membantah perintah orang tua.
Tidak menyebutkan nama pada saat memanggil ayah, ibu dan kakak.
Saling menghormati dan menghargai.
Tidak berbohong pada orang tua.
Mendengarkan nasehat orang tua.
Tidak berbicara pada saat makan bersama.
Tidak mengeluarkan suara (menyiplak) saat mengunyah makanan.

MENUMBUHKAN ETIKA BERKOMUNIKASI KEPADA REMAJA


orang tua sebagai media pendidikan pertama bagi remaja perlu memberikan
pendampingan selama tumbuh kembangnya dalam perkembangan
terutama dimasa remaja. Karena dalam masa remaja kemampuan kognitif
dan mengambil keputusan telah berkembang
luas, namun pengaruh
lingkungann
kadang kala menyebabkan remaja kebingungan dalam
membuat keputusan tentang baik dan benar.
Menumbuhkan etika perlu dilakukan sejak dini. Etika berkembang seiring
tahap perkembangan individu. Salah satu upaya tersebut dapat dilakukan
dengan cara memberikan contoh atau pembelajaran kepada remaja tentang
etika. Dalam psikologi memberi contoh diistilahkan dengan nama modelling.
Bandura (alwisol, 2005:357) menyatakan
bahwa proses belajar pada
individu tidak hanya dipengaruhi oleh kemamapuan kognitif individu sendiri
tetapi juga lingkungan sekitarnya dan perilaku individu yang saling timbal
balik . dengan Modelling remaja dapat mengobservasi, mengimitasi dan
berlaku persis seperti role model.
Orangtua perlu memberikan gambaran yang jelas tentang pola perilaku atau
tindakan apa yang akan diberikan kepada remaja tentang apa yang hendak
disampaikan. Apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan
dalam situasi yang kondusif. Ini akan memudahkan remaja membaca dan

mengimitasi perilaku orangtuanya.


Jika perlu, orangtua dan remaja
membuat satu kesepakatan bersama tentang aturan dirumah, dan ada
pemberian punishment dan reward kepada remaja untuk mendukung etika
komunikasi yang baik. Sebagai contoh, remaja diberikan reward berupa
ucapan terimakasih, senyuman atau isyarat salut sebagai bentuk apresiasi
kepada remaja yang telah beretika baik.
PENUTUP
Pembahasan tentang Etika sangat luas dan saling berhubungan dengan
perilaku-perilaku lain. Karena etika tidak hanya menyangkut sopan santun
tetapi masalah sikap, perilaku pola asuh, belajar dan moral yang juga
berhubungan dengan orang lain. Orang tua sebagai pendidik pertama dalam
pendidikan keluarga perlu mengajarkan etika berkomunikasi yang baik dan
benar supaya anak-anak utamanya remaja mampu membangun relasi yang
dalam masyarakat. Penerimaan dalam masyarakat akan membangun
individu ( remaja) menjadi pribadi yang matang dan bertanggungjawab.

DAFTAR RUJUKAN:
1. http://oktasariya.blogspot.co.id/2015/10/makalah-hubungan-etikadan-tata-krama.html
2. http://nassamothree.blogspot.co.id/2012/05/menurunnya-etika-danmoral-di-kalangan.html
3. http://enjangheri.blogspot.co.id/2014/04/etika-dalam-keluarga.html
4. kbbi.web.id
5. Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan; Suatu
pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta : Erlangga
6. Al-Mighwar, Muhammad. 2006. Psikologi remaja: petunjuk bagi guru
dan orang tua. Bandung : Pustaka Setia
7. Alwisol. Psikologi kepribadian.2005. Malang : UMM Press.

ETIKA BERKOMUNIKASI DALAM KELUARGA PADA REMAJA


Febriana Kurnia Putri, S.Pd
SMA NEGERI 3 PONOROGO

Akhir-akhir ini banyak disoroti berbagai masalah menyangkut etika


remaja yang mulai luntur. Banyak ditemui, remaja saat ini lebih bebas dan
merasa memiliki keleluasan dalam berekspresi dibanding remaja beberapa
puluh tahun yang lalu. Hal ini terlihat dari banyaknya remaja yang kurang
memiliki pemahaman tentang etika atau anggah ungguh terutama kepada
orang tua. Sebut saja, berbagai kenakalan remaja, kebiasaan anak berteriak
kepada orang tua, kebiasaan tidak mau mendengarkan nasihat orang tua,
tak jarang kita temui. Bukan berarti orang tua atau orang dewasa lainnya
ingin diunggulkan akan tetapi Penerapan etika pada remaja sangat penting
karena akan berpengaruh pada perkembangan individunya sebagai manusia
untuk menghargai dan dihargai oleh orang lain.
Pembahasan etika ini sangatlah luas. Pembahasan etika bisa meliputi
pembahasan etika dalam keluarga, sekolah maupun dimasyarakat pada
umumnya, bisa menyangut etika makan, etika pergaulan dan etika bekerja.
Namun pembahasan etika kali ini difokuskan pada perilaku etika dalam
keluarga pada remaja. Karena keluarga merupakan tempat pertama individu
melakukan interaksi dengan orang lain. Sehingga perlu diberikan
pembahasan mengenai pentingnya etika berkomunikasi dalam keluarga
pada masa remaja.
Dalam perkembangannya remaja merupakan masa-masa krusial dan
penting dalam pembentukan karakter diri pada manusia. Pada masa remaja
muncul perubahan-perubahan yang mencolok , transisi dari masa anak-anak
menuju masa dewasa yang diawali pada usia 13 -18 tahun. Perubahan yang
terjadi tidak hanya perkembangan fisik namun meliputi perkembangan
sosioemosi.perubahan sosio emosi yang berkembang pada masa remaja
salah satunya adalah perkembangan moral. Pada masa remaja
perkembangan moral berkembang lebih luas. Remaja mulai mengetahui
baik dan buruk dan mampu mengutarakan pendapatnya sendiri sehingga
seringkali pendapat yang diyakini remaja kadang kala tidak sejalan dengan
orang dewasa yang menimbulkan konfik atau kesalahpahaman antara
remaja dan orang tua. Hal ini menyebabkan remaja sulit dipahami. Sering
kali terjadi perilaku menyimpang yang menyebabkan orang dewasa atau
orang tua pada umumnya merasa kurang nyaman.
Perilaku yang menyimpang pada remaja umumnya terjadi karena ia
ingin diakui oleh orang lain yang memiliki sama seperti orang dewasa
lainnya.perilaku menyimpang yang dimaksud adalah perilaku yang
melanggar norma aturan / etika yang ada pada lingkungan masyarakat.
Tetapi disisi lain remaja belum memiliki kematangan yang mantap dalam
bertindak.Hal ini dapat dilihat dari tanggungjawab dan konsistensi dalam
mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan kepada remaja. Termasuk salah
satunya dalam hal beretika.
Dalam budaya timur, etika sangat dijunjung tinggi dalam
masyarakatnya. Etika tidak hanya mengenai ucapan (verbal) tetapi juga
dalam bentuk perilaku baik atau buruk. Etika mulai terbentuk sejak usia dini
dan berkembang sesuai dengan tahap perkembangan manusia.
Etika
(Wikipedia.org) adalah cabang dari filsafat yang melibatkan sistemisasi,
penetapan dan menyertakan konsep perilaku baik dan buruk. sedangkan
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (kbbi.web.id) etika adalah ilmu
tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban

moral (akhlak). Artinya, etika tidak hanya berhubungan dengan diri


individu sendiri tetapi juga orang lain. Karena menyangkut hak dan
kewajiban.
Dalam keluarga membangun komunikasi yang baik akan memberikan
banyak pengaruh positif pada anak. Individu akan merasa aman, diterima
dan dihargai sebagai individu. Sebaliknya jika komunikasi buruk dalam
keluarga cenderung akan memunculkan dampak negative tidak hanya pada
diri individu tetapi juga orang lain. Sebut saja, keluarga yang tidak mampu
membangun komunikasi antar anggota keluarga cenderung mengalami
miskomunikasi, sering terjadi konflik, dan bahkan lebih parah keluarga akan
berantakan.
Orang tua sebagai role model berperan besar dalam membangun
komunikasi dalam keluarga. Pengaruh komunikasi pada remaja diantaranya
membuat remaja memiliki rasa percaya diri dan kematangan dalam
bertindak dan menghadapi permasalahan. Komunikasi yang baik dalam
keluarga membuat remaja mampu menghargai dan menghormati orang lain
dan dirinya sendiri. komunikasi yang baik antara orang tua dan remaja akan
memunculkan keterbukaan antar keduanya, yang bisa menjauhkan anakanak dari pengaruh-pengaruh buruk linkungan.
Enjang Heri (enjangheri.blogspot.com,2014) menuturkan Etika
komunikasi dalam keluarga dapat dikatakan baik apabila:

Meminta maaf pada orang tua bila melakukan kesalahan.


Bertutur kata dengan lembut dan sopan pada orang tua.
Tidak membantah perintah orang tua.
Tidak menyebutkan nama pada saat memanggil ayah, ibu dan kakak.
Saling menghormati dan menghargai.
Tidak berbohong pada orang tua.
Mendengarkan nasehat orang tua.
Tidak berbicara pada saat makan bersama.
Tidak mengeluarkan suara (menyiplak) saat mengunyah makanan.

orang tua sebagai media pendidikan pertama bagi remaja perlu


memberikan
pendampingan
selama
tumbuh
kembangnya
dalam
perkembangan
terutama dimasa remaja. Karena dalam masa remaja
kemampuan kognitif dan mengambil keputusan telah berkembang luas,
namun pengaruh lingkungann
kadang kala menyebabkan remaja
kebingungan dalam membuat keputusan tentang baik dan benar.
Perlu bagi orang tua untuk menumbuhkan etika perlu dilakukan sejak
dini. Etika berkembang seiring tahap perkembangan individu. Salah satu
upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara memberikan contoh atau
pembelajaran kepada remaja tentang etika. Memberi contoh diistilahkan
dengan nama modelling. Bandura (alwisol, 2005:357) menyatakan bahwa
proses belajar pada individu tidak hanya dipengaruhi oleh kemamapuan
kognitif individu sendiri tetapi juga lingkungan sekitarnya dan perilaku
individu yang saling timbal balik . dengan Modelling remaja dapat
mengobservasi, mengimitasi dan berlaku persis seperti role model.
Orangtua perlu memberikan gambaran yang jelas
tentang pola
perilaku atau tindakan apa yang akan diberikan kepada remaja tentang apa
yang hendak disampaikan. Apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak
boleh dilakukan dalam situasi yang kondusif. Ini akan memudahkan remaja

membaca dan mengimitasi perilaku orangtuanya. Jika perlu, orangtua dan


remaja membuat satu kesepakatan bersama tentang aturan dirumah, dan
ada pemberian punishment dan reward kepada remaja untuk mendukung
etika komunikasi yang baik. Sebagai contoh, remaja diberikan reward
berupa ucapan terimakasih, senyuman atau isyarat salut sebagai bentuk
apresiasi kepada remaja yang telah beretika baik.
Pembahasan tentang Etika sangat luas dan saling berhubungan
dengan perilaku-perilaku lain. Karena etika tidak hanya menyangkut sopan
santun tetapi masalah sikap, perilaku pola asuh, belajar dan moral yang
juga berhubungan dengan orang lain. Orang tua sebagai pendidik pertama
dalam pendidikan keluarga perlu mengajarkan etika berkomunikasi yang baik
dan benar supaya anak-anak utamanya remaja mampu membangun relasi
yang dalam masyarakat. Penerimaan dalam masyarakat akan membangun
individu ( remaja) menjadi pribadi yang matang dan bertanggungjawab.

DAFTAR RUJUKAN:
1. http://oktasariya.blogspot.co.id/2015/10/makalah-hubungan-etikadan-tata-krama.html
2. http://nassamothree.blogspot.co.id/2012/05/menurunnya-etika-danmoral-di-kalangan.html
3. http://enjangheri.blogspot.co.id/2014/04/etika-dalam-keluarga.html
4. kbbi.web.id
5. Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan; Suatu
pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta : Erlangga
6. Al-Mighwar, Muhammad. 2006. Psikologi remaja: petunjuk bagi guru
dan orang tua. Bandung : Pustaka Setia
7. Alwisol. Psikologi kepribadian.2005. Malang : UMM Press.

Keluarga merupakan tempat pertama kali


seseorang mendapatkan
pengetahuan dan pendidikan. Dalam keluarga orang tua seringkali
memberikan contoh (modeling) tentang etika berdasarkan pola asuh yang
diberikan kepada anaknya. Orang tua yang membiasakan anaknya beretika
baik cenderung menjadikan anak sebagai individu yang beretika.
1. Lingkungan pergaulan remaja
Pada masa remaja peranan teman sebaya memiliki pengaruh yang
besar dalam perkembangan etika.
Remaja akan meniru perilaku
teman-teman sebayanya. Dengan meniru perilaku tersebut remaja
merasa memiliki kesamaan dengan sebayanya. Namun karena usia
yang labil, norma-norma dalam lingkungan pergaulan yang remaja
yakini tidak sesuai dengan etika yang berlaku dimasyarakat sehingga
remaja yang gagal membangun etika yang sesuai dengan norma.
cenderung akan diberikan label anak yang salah pergaulan, cenderung
memberontak, dan tidak mengenal anggah-ungguh.
2. Lingkungan masyarakat
Peranan remaja dalam etika social pada masyarakat, remaja dianggap
memiliki kecenderungan etika baik
jika mampu diterima oleh
lingkungan masyarakat.artinya remaja mampu menerima dan
menyesuaikan diri dengan norma yang ada dimasyarakat. Hal ini tentu
saja didukung tidak hanya oleh kemampuan remaja belajar menyerap
konsep baik dan buruk dilingkungannya. orang tua yang memberikan
contoh (modeling) beretika yang benar sesuai norma, tetapi juga
masyarakat.