Anda di halaman 1dari 9

1

SISTEM KLASIFIKASI MASSA BATUAN


Sistem klasifikasi massa batuan dikembangkan untuk mengatasi
permasalahan yang timbul di lapangan secara cepat dan tidak ditujukan untuk
mengganti studi analitik, observasi lapangan, pengukuran, dan engineering
judgement.
Tujuan dari sistem klasifikasi massa batuan adalah untuk:

Mengidentifikasi parameter-parameter yang mempengaruhi kelakuan/sifat


massa batuan.

Membagi massa batuan ke dalam kelompok-kelompok yang mempunyai


kesamaan sifat dan kualitas.

Menyediakan pengertian dasar mengenai sifat karakteristik setiap kelas massa


batuan.

Menghubungkan berdasarkan pengalaman kondisi massa batuan di suatu


tempat dengan kondisi massa batuan di tempat lain.

Memperoleh data kuantitatif dan acuan untuk desain teknik.

Menyediakan dasar acuan untuk komuniukasi antara geologist dan engineer.

Keuntungan dari digunakannya klasifikasi massa batuan:

Meningkatkan kualitas penyelidikan lapangan berdasarkan data masukan


sebagai parameter klasifikasi.

Menyediakan informasi kuantitatif untuk tujuan desain.

Memungkinkan kebijakan teknik yang lebih baik dan komunikasi yang lebih
efektif pada suatu proyek.

Dikarenakan kompleknya suatu massa batuan, beberapa penelitian


berusaha untuk mencari hubungan antara desain galian batu dengan parameter
massa batuan. Banyak dari metode-metode tersebut telah dimodifikasi oleh yang
lainnya dan sekarang banyak digunakan untuk penelitian awal atau bahkan untuk
desain akhir.
Beberapa sistem klasifikasi massa batuan yang dikenal saat ini adalah
Metode klasifikasi beban batuan (rock load), Klasifikasi stand-up time, Rock
Quality Designation (RQD), Rock Structure Rating (RSR), Rock Mass Rating
(RMR), dan Q-system.
Di bawah ini akan dijelaskan salah satu cara klasifikasi massa batuan yaitu
Rock Quality Designation (RQD).
ROCK QUALITY DESIGNATION (RQD)
Pada tahun 1967 D.U. Deere memperkenalkan Rock Quality Designation
(RQD) sebagai sebuah petunjuk untik memperkirakan kualitas dari massa batuan
secara kuantitatif. RQD didefinisikan sebagai persentasi dari perolehan inti bor
(core) yang secara tidak langsung didasarkan pada jumlah bidang lemah dan
jumlah bagian yang lunak dari massa batuan yang diamati dari ini bor (core).
Hanya bagian yang utuh dengan panjang lebih besar dari 100 mm (4 inchi) yang
dijumlahkan kemudian dibagi panjang total pengeboran (core run) (Deere, 1967).
Diameter ini bor (core) harus berukuran minimal NW (54.7 mm atau 2.15 inchi)
dan harus berasal dari pemboran menggunakan double-tube core barrel.

RQD=

Length of core pieces>10 cm length 100


Total length of core run

Metode ini telah dikenal luas sebagai parameter standar pada pekerjaan
drill core logging. Keuntungan utama dari sistem RQD adalah pengerjaan yang
sederhana, hasil yang diinginkan dengan cepat diperoleh, dan juga tidak memakan
banyak biaya (murah). RQD dilihat sebagai sebuah petunjuk kualitas batuan
dimana permasalahan terkekarkan diperhitungkan sebagai bagian dari massa

batuan (Deere & Deere, 1988). Dengan kata lain, RQD adalah ukuran sederhana
dari persentasi perolehan batuan yang baik dari sebuah interval kedalaman lubang
bor.
RQD penting untuk digunakan dalam pembobotan massa batuan (Rock
Mass Rating, RMR) dan pembobotan massa lereng (Slope Mass Rating, SMR).
Perhitungan RQD biasa didapat dari perhitungan langsung dari singkapan batuan
yang mengalami retakan-retakan (baik lapisan batuan maupun kekar atau sesar)
Hubungan antara nilai RQD dan kualitas dari suatu massa batuan
diperkenalkan oleh Deere (1967) seperti tabel berikut ini.
Tabel: hubungan RQD dan kualitas massa batuan (Deere, 1967)

a. Metode Langsung
Dalam menghitung nilai RQD, metode langsung digunakan apabila core logs
tersedia. Tata cara untuk menghitung RQD menurut Deere diilustrasikan pada
gambar di bawah. Selama pengukuran panjang core pieces, pengukuran harus
dilakukan sepanjang garis tengahnya. Inti bor (core) yang pecah/retak akibat
aktivitas pengeboran harus digabungkan kembali dan dihitung sebagai satu
bagian yang utuh. Ketika ada keraguan apakah pecahan/retakan diakibatkan
oleh ektivitas pengeboran atau secara alami, pecahan itu bisa dimasukkan ke
dalam bagian yang terjadi secara alami. Semua pecahan/retakan yang bukan
terjadi secara alami tidak diperhitungkan pada perhitungan panjang inti bor
(core) untuk RQD (Deere, 1967).

Berdasarkan pengalaman Deere, semua ukuran inti bore (core) dan teknik
pengeboran dapat digunakan dalam perhitungan RQD selama tidak
menyebabkan inti bor (core) pecah (Deere D. U. and Deere D. W., 1988).
Menurut Deere (1988), panjang total pengeboran (core run) yang
direkomendasikan adalah lebih kecil dari 1.5 m (Edelbro, 2003).
Call

&

Nicholas,

Inc

(CNI),

konsultan

geoteknik

asal

Amerika

mengembangkan koreksi perhitungan RQD untuk panjang total pengeboran


yang lebih dari 1,5 m. CNI mengusulkan nilai RQD diperoleh dari persentase
total panjang inti bor utuh yang lebih dari 2 kali diameter inti (core) terhadap
panjang total pengeboran (core run).

Gambar: metode pengukuran RQD

Gambar: metode pengukuran

RQD menurut Deere

RQD menurut CNI

b. Metode Tidak Langsung

Dalam menghitung nilai RQD, metode tidak langsung digunakan apabila core
logs tidak tersedia. Beberapa metode perhitungan RQD menggunakan metode
tidak langsung adalah sebagai berikut:
Menurut Priest and Hudson (1976)
RQD = 10e-0,1
Dimana, jumlah total kekar per meter

Menurut Palmstrom (1982)


RQD = 115 3,3 Jv
Dimana, Jv = jumlah kekar per meter3

Gambar: grafik hubungan antara RQD dan Jv (Palmstrom, 1982)

l adalah rasio antara jumlah kekar dengan panjang scan-line (kekar/meter).


Makin besar nilai RQD, maka frekuensi retakannya kecil. Frekuensi retakannya
makin banyak, nilai RQD makin kecil.

Jika frekuensi retakan = 20 kekar/meter, maka

RQD = 40,60%
Jika frekuensi retakan = 11 kekar/meter, maka

RQD = 69,90%
Jika frekuensi retakan = 5 kekar/meter, maka

RQD = 90,9%
Jika frekuensi retakan = 2 kekar/meter, maka
RQD = 98,2%
Pertimbangan RQD mengabaikan mechanical fracture yaitu fracture yang

dibuat secara sengaja atau tidak selama kegiatan pengeboran atau pengukuran
(Hoek, dkk. 1995).
Menurut Deere (1967), prosedur pengukuran RQD adalah sebagai berikut:

Gambar: prosedur pengukuran RQD (After Deere, 1989)


Jika tidak ada core yang tersedia, maka nilai RQD dapat diperkirakan
dengan menggunakan persamaan Palmstrom (1982) RQD = 115 3,3 Jv, dimana
Jv adalah jumlah joint per satuan volume massa batuan. Jika S adalah joint
spacing dalam suatu joint set, maka Jv dapat ditentukan dengan persamaan:

Jv =

1
S

Nilai RQD ini dapat pula dipakai untuk memperkirakan penyanggaan


terowongan. Saat ini RQD sebagai parameter standar dalam pemerian inti
pemboran dan merupakan salah satu parameter dalam penentuan klasifikasi massa
batuan RMR.

DATA MASUKAN ROCK QUALITY DESIGNATION (RQD)


Data masukan untuk Rock Quality Designation (RQD) berupa panjang inti
bor (core) sepanjang pengeboran (core run) diukur langsung di lapangan
bersamaan dengan kegiatan core orienting dilakukan. Pengukuran dilakukan
sesaat setelah inti bor (core) dikeluarkan dari core barrel. Dalam penelitian ini,
mata bor yang digunakan berukuran H3Q dengan ini (core) yang diperoleh 61.11
mm. sedangkan teknik pengukuran RQD yang dipergunakan adalah teknik
pengukuran RQD yang diusulkan oleh Call & Nicholas, Inc (CNI).
Data masukan untuk perhitungan RQD adalah inti bor (core) yang
memiliki panjang lebih besar dari dua kali diameter dan panjang total perolehan
(core recovery) inti bor (core) dalam satu interval (run) pengeboran. Contoh data
masukan dan perhitungan RQD dapat dilihat pada tabel di bawah.
PENENTUAN NILAI ROCK QUALITY DESIGNATION (RQD)
Nilai RQD ditentukan untuk setiap interval (run) pengeboran.pengeboran
dilakukan dengan interval (run) 3 m dengan menggunakan mata bor berdiameter
61.11 mm. berikut ini contoh perhitungan RQD yang dilakukan pada inti bor dari
lubang GCZ 79-01. Pada interval (run) pengeboran 18.9 m sampai 21.9 m
diperoleh jumlah panjang inti bor yang lebih besar dari dua kali diameter inti
adalah 2.82 m, dengan total panjang pengeboran 3 m. Dari data ini dilakukan
perhitungan nilai RQD sebagai berikut:

RQD=

Length of core pieces>2 core diameter 100

RQD=

2,82 m
100 =94
3.0 m

Total length of core run

Dari perhitungan di atas diperoleh nilai RQD untuk lubang bor GCZ 79-01
pada interval pengeboran 18.9 m sampai 21.9 m adalah 94%. Contoh data
masukan dan perhitungan RQD untuk lubang bor GCZ 79-01 dapat dilihat pada
tabel di bawah ini.
Tabel: contoh data masukan dan perhitungan RQD pada lubang bor GCZ 79-01

KEGUNAAN ROCK QUALITY DESIGNATION (RQD)


a. Teknik Pertambangan
-

Studi perencanaan: pelaksanaan pembukaan tambang dan lain sebagainya

b. Teknik Sipil
- Terowongan dan lain sebagainya
- Fondasi bendungan