Anda di halaman 1dari 3

Konsistensi uterus dan lokia.

Tonus uterus dan jumlah aliran lokia dikaji secara


simultan dengan masase regular fundus uterus. Uterus yang beerkontraksi dengan
baik tidak akan menunjukkan peeningkatan peendarahan ktika masase dilakukan.
Sebaliknya, jika uterus memiliki kecenderungan untuk reelaksasi dan menjadi lunak,
aliran lokia akan sedang atau banyak. Hal ini didkaji paling mudah dengan secara
langsung mengamati peningkatan lokia atau bekuan sementara memassase fundus.
Lokia luar biasa banyak yang persisten ketika fundus berkontraksi dengan baik akan
membutuhkan pengkajian lebih lanjut.
Topangan pada uterus bawah selama massase mencegah peregangan ligament
cardinal. Untuk melakukan massase uterus dengan benar, remas uterus bawah
pada abdomen tepat di atas simfisis dan tahan di tempat dengan satu tangan
semntara tangan lain melakukan massase. Massase uterus yang efektif mencakup
lebih dari lekuk anterior fundus. Seluruh fundus anterior, lateral, dan posterior,
harus dicapai. Prosedur ini dilakukan secara cepat dengan sentuha tegas dan
lembut. Sewaktu anda memulai, ingatkan ibu bahwa prosedur ini mungkin
menyakitkan dan jelaskan mengapa ini diperlukan. Massase saksama seperti itu
dapat dihindari jika uterus tidak pernah dibiarkan menjadi lembek. Menyusui adalah
metode efektif untuk meningkatkan tonus uterus, tetapi hanya sedikit bayi yang
tetap meenyusui ASI selama waktu yang lama dalam satu jam pertama kehidupan.
Mempertahankan massase ringan yang sering juga efektif. Jika perawat atau asisten
pelahiran tidak bisa tetap di sisi tempat tidur sepanjang waktu ini, ibu dapat
diajarkan cara mempertahankan massase yang kostan, lembut, ringan, dan
periodik. Ibu harus diajari teknik ini saat bagaimanapun keadaannya, karena
melakukan massase uterus secara periodik akan terus melakukan kontraksi uterus.
Melibatkan ibu berarti mendorongnya berpartisipasi dalam mengatur perawatan
dirinya sendiri daan lebih mengetahui tentang tubuhnya. Teknik ini dapat
mengurangi perdarahan, dan akhirnya mencegah berlanjutnya kebutuhan massase
sasama. Akhirnya, jika wanita telah menunjukkan risiko perdarahan pascapartum,
agens oksitosik dapat dilanjutkan pada jam-jam ini.
Ibu nuga sebaiknya diajari secara memassase dengan lembut uterusnya dan
mengecek lokia dan mendorong ibu untuk melakukannya secara ruin pada hari
pertama atau selanjutnya setelah melahirkan. Ibu menyusui dapat diingatkan
bahwa menyusui akan menimbulkan nyeri setelah melahirkan selama beberapa
hari, yang secara langsung berhubungan dengan kontraksi uterus yang distimulasi
oleh pelepasan pitosin sewaktu bayi mengisap.
perineum evaluasi berkelanjutan untuk oedema, memar, dan pembentukan
hematoma yang mungkin dilakukan pada setiap pengecekan aliran lokia. Hal ini
termasuk pengamatan area perineum untuk mendeteksi hemoroid. Selain itu
penggunaan kantong es, zat yang mengciutkan seperti witch hazel atau tucks
pads, atau spray atau krim anestesi/ analgesik daapat digunakan untuk
mengurangi ketidaknyamanan lokal.

Gemetar umum bagi wanita mengalami tremor selama kala IV persalinan, gemetar
seperti itu diaanggap normal jika tidak ada demam >38,0C atau tandaa-tanda
imfeksi lain. Respons ini dapat diakibatkan hilangnya ketegangan dan sejumlah
energi selama melahirkan. Respon fisiologis terhadap penurunan volume intra
abdomen dan pergeseran hematologic juga memaikan peran.
Sistem gastrointestinal mual dan muntah, jika ada selama persalinan, harus
diatasi. Haus umummnya dialami dan banyak ibu melaporkan lapar segera stelah
melahirkan.
Sistem renal kandung kemih yang hipotonik disertai retensi urine bermakna dan
pembesaran umum terjadi. Tekanan dan kompresi pada kandung kemih dan uretra.
Jika wanita melahirkan atau mengalami penjahitan vagina pada posisi
litotomi, kedua kaki diturunkan dari pijakan kaki pada saat yang sama untuk
mengurangi regangan punggung, kemungkinan kompresi saraf, dan
ketidaknyamanan fisik, yang dapat terjadi jika satu tungkai turun dan kaki yang lain
lebih tinggi pada pijakan kaki. Teknik yang lebih disukai ialah mendekatkan kedua
kakinya, dan menyangga kedua kakinya sembari ia menurunkan kedua kaki secara
stimultan ke posisi istirahat.
Setelah menyelesaikan semua tugas yang berhubungan dengan
kesejahteraan ibu, bidan memindahkan setiap benda tajam dari area steril dan
merapikan area kerjanya, meminimalkan risiko cedera atau pajanan darah dan
cairan tubuh pada orang lain.

Pemantauan Kesejahteraan fisiologi


Selama satu jam pertama setelah pelahiran, tanda-tanda vital ibu, uterus, lokia, perineum, dan
kandung kemih dipantau dan dievaluasi secara teratur sampai semua stabil dalam kisaran normal.
Tanda Vital, pemantauan tekanan darah ibu, nadi, dan pernafasan, dimulai segera setelah
kelahiran plasenta dan dilanjutkan setiap 15 menit sampai tanda-tanda vital stabil pada level
sebelum persalinan, atau sampai ditetapkan bahwa ada masalah yang membutuhkan pemantauan
yang lebih sensitive.
Sebagai tambahan, suhu diukur paling tidak sekali selama periode ini. Ibu-ibu bari sering
haus, dan semua ibu yang sehat sebaiknya ditekankan untuk minum banyak, terutama minuman
tanpa kafein, seperti air atau jus. Segera setelah makanan tersedia, ia bisa makan jika lapar.
Tetapi, apa yang wanita makan terbatas pada makanan apa yang tersedia atau yang dapat
disiapkan di tempat melahirkan.

Gemetar atau tremor pada ibu yang tidak dihubungkan dengan infeksi dapat dikurangi
dengan selimut hangat, tindakan menenangkan, dan pengunaan teknik relaksasi progresif dan
teknik napas terkendali yang ibu pelajari guna meredakan nyeri persalinan.