Anda di halaman 1dari 9

Teori terjadinya negara :

1. Thomas Hobbes
Hobbes merupakan orang pertama dalam teori perjanjian masyarakat. Juga Hobbes mengikuti
jalan pikiran teori-teori kontrak sosial pada umumnya tentang kehidupan manusia yang
terpisah dalam dua zaman itu, yakni keadaan sebelum ada negara dan keadaan bernegara.
Bagi Hobbes keadaan alamiah sama sekali bukan bukan keadaan yang aman. Tetapi
sebaliknya keadaan alamiah merupakan keadaan yang kacau, tanpa hukum yang dibuat oleh
manusia dan tanpa pemerintah. Dalam keadan demikian hukum dibuat oleh mereka yang
fisiknya kuat. Manusia seakan-akan merupakan binatang yang senantiasa berada dalam
keadaan bermusuhan, terancam oleh sesamannya. Keadaan ini dilukiskan dalam peribahasa
latin homo homini lupus.Manusia saling bermusuhan dan saling berperang satu sama lain, dan
perang tersebut bukan dalam bentuk perang yang terorganisir, tetapi perang dalam arti
keadaan bermusuhan yang terus menerus antara individu dengan individu lainnya.
Keadaan tersebut tidak dapat dibiarkan berlangsung terus, manusia dengan akalnya mengerti
dan menyadari bahwa demi kelanjutan hidup mereka sendiri, keadaan alamiah tersebut harus
diakhiri. Hal ini dilakukan dengan mengadakan perjanjian bersama individu-individu yang
tadinya hidup dalam keadaan alamiah berjanji akan menyerahkan hak-hak kodrat yang
dimilikinya kepada seseorang atau sebuah badan. Dan selanjutnya dengan adanya perjanjian
tersebut maka terbentuklah negara yang dianggap dapat mengakhiri anarkhi yang menimpa
individu dalam keadaan alamiah itu.
Bagi Hobbes, perjanjian tersebut hanya satu macam perjanjian, yakni pactum subjetionis atau
perjanjian yang terjadi antar individu, bukan antara individu dengan negara. Maka menurut
Hobbes, yang terkait sepenuhnya terhadap perjanjian tersebut adalah individu-individu
tersebut. Negara sendiri bebas karena tidak terikat oleh perjanjian, ia berada diatas individu.
Negara bebas melakukan apapun yang dikehendakinya terlepas sesuai atau tidak dengan
dengan kehendak individu. Di dunia ini tidak ada kekuasaan yang dapat menandingi dan
menyaingi kekuasaan negara.
Hobbes adalah orang yang berpendirian, bahwa hanya negara kerajaan yang mutlaklah dapat
menjalankan pemerintahan yang baik. Beberapa sifat kodrat manusia dianggap oleh hobbes
sebagai faktor-fakto yang menentukan nasib manusia. Manusia adalah mahluk yang hanya
mengutamakan diri sendiri, egoistis dan tindakannya tidak dituntut akal, tetapi oleh
keinginan, hasrat, dan nafsu. Manusia membentuk negara dan masyarakat sipil karena ia
sadar bahwa hanya hidup bernegaralah yang dapat menjamin kelanjutan hidup mereka secara
damai dan tentram. Jadi manusia bernegara demi kelanjutan hidupnya sendiri.
2. Aristoteles
Teori alamiah tentang asal mula Negara. Pertama-tama dikemukakan oleh Aristoteles, bagi
Aristoteles Negara adalah ciptaan alam. Kodrat manusia memebenarkan adanya Negara,
karena manusia pertama-tama adalah makhluk politik dan baru kemudian makhluk sosial.
Karena itu, maka manusia ditakdirkan untuk hidup bernegara. Yang dimaksud Aristoteles
dengan makhluk politik adalah bahwa manusia, baru merupakan manusia yang sempurna,
manusia yang ber-ethis baik apabila manusia hidup dalam suatu ikatan kenegaraan. Misalnya,
didalam Negara manusia diatur oleh aturan/hukum yang ada sehingga manusia harus
mentaatinya dengan demikian manusia memiliki etika yang baik. Serta contoh lain, tujuan
suatu Negara adalah juga untuk mensejahterakan rakyatnya dan apabila rakyat/manusia
tersebut sejahtera bisa dikatakan juga manusia itu sempurna.

Teori yang diungkapakan oleh Aristoteles ini bisa digolongkan pandangan postpisitivism, karena teori tersebut berdasarkan pandanga atas fenomena-fenomena yang terjadi
pada kehidupan manusia pada umumnya, yang memunculkan berbagai masalah yang
kemudian diolah dan difikirkan sehingga memunculkan sebuah teori tersebut.
3. Spekulatif
Teori yang bersifat spekulatif, meliputi antara lain : teori teokratis, teori perjanjian
masyarakat, dan teori kekuatan/ kekuasaan.
1. Teori Teokrasi (ketuhanan) menurut teori ketuhanan, segala sesuatu di dunia ini adanya
atas kehendak ALLOHU Subhanahu Wataala, sehingga negara pada hakekatnya ada atas
kehendak ALLOH. Penganut teori ini adalah Fiedrich Julius Stah, yang menyatakan bahwa
negara tumbuh secara berangsur-angsur melalui proses bertahap mulai dari keluarga menjadi
bangsa dan negara.
2. Teori perjanjian masyarakat. Dalam teori ini tampi tiga tokoh yang paling terkenal, yaitu
Thomas Hobbes, John Locke dan J.J. Rousseau. Menurut teori ini negara itu timbul karena
perjanjian yang dibuat antara orang-orang yang tadinya hidup bebas merdeka, terlepas satu
sama lain tanpa ikatan kenegaraan. Perjanjian ini diadakan agar kepentingan bersama dapat
terpelihara dan terjamin, supaya orang yang satu tidak merupakan binatang buas bagi orang
lain (homo homini lupus, menurut Hobbes). Perjanjian itu disebut perjanjian masyarakat
(contract social menurut ajaran Rousseau). Dapat pula terjadi suatu perjanjian antara daerah
jajahan, misalnya : Kemerdekaan Filipina pada tahun 1946 dan India pada tahun 1947.
3. Teori kekuasaan/ kekuatan. Menurut teori kekuasaan/kekuatan, terbentuknya negara
didasarkan atas kekuasaan/kekuatan, misalnya melalui pendudukan dan penaklukan.
Ditinjau dari teori kekuatan, munculnya negara yang pertama kali, atau bermula dari adanya
beberapa kelompok dalam suatu suku yang masing-masing dipimpin oleh kepala suku
(datuk). Kemudian berbagai kelompok tersebut hidup dalam suatu persaingan untuk
memperebutkan lahan/wilayah, sumber tempat mereka mendapatkan makanan. Akibat lebih
jauh mereka kemudian berusaha untuk bisa mengalahkan kelompok saingannya. Adagium
thomas Hobbes yang menyatakan Bellum Omnium Contra Omnes semua berperang
melawan semua, kiranya tepat sekali untuk memotret kondisi mereka dalam persaingan untuk
memperebutkan sesuatu. Kelompok yang terkalahkan kemudian harus tunduk serta wilayah
yang dimilikinya diduduki dan dikuasai oleh sang penakluk, dan demikian seterusnya.
2. Tujuan negara secara umum
Tujuan negara itu menentukan segala keadaan dalam negara. Sebagai sebuah organisasi,
negara memiliki tujuan untuk mengarahkan segala kegiatannya. Dengan demikian,
tujuan merupakan hal yang sangat penting.
Secara umum, negara memiliki dua hal yang harus dikerjakan, yaitu:
a. mengatur penghidupan negara dengan sebaik-baiknya; dan
b. mengatur dan menyelenggarakan pemerintahan.
Dengan melaksanakan dua hal tersebut, negara dapat mencapai tujuannya dengan baik.
Tujuan negara akan dipengaruhi oleh tata nilai sosial sesuai budaya, kondisi geografis,

sejarah, dan politik. Berikut ini pendapat beberapa tokoh yang mengemukakan pendapatnya
tentang tujuan negara.
a. Plato (Solly Lubis : 2007)
Menurut Plato, tujuan negara adalah untuk memajukan kesusilaan manusia, baik sebagai
makhluk individu maupun sosial.
b. Roger H. Soltau (Roger H. Soltau : 2007)
Menurut Roger H. Soltau, tujuan negara adalah memungkinkan rakyatnya berkembang serta
mengungkapkan daya cipta yang sebebas-bebasnya.
c. Harold J. Laski (Harold J. Laski : 1947)
Menurut Harold J. Laski, tujuan negara adalah menciptakan keadaan yang di dalamnya,
rakyat dapat mencapai keinginankeinginannya secara maksimal.
d. Aristoteles (Solly Lubis : 2007)
Aristoteles mengemukakan bahwa tujuan dari negara adalah kesempurnaan warganya yang
berdasarkan atas keadilan. Keadilan memerintah harus menjelma di dalam negara, dan
hukum berfungsi memberi kepada setiap manusia apa sebenarnya yang berhak ia terima.
e. Socrates (Solly Lubis : 2007)
Menurut Socrates negara bukanlah semata-mata merupakan suatu keharusan yang brsifat
objektif, yang asal mulanya berpangkal pada pekerti manusia. Tugas negara adalah untuk
menciptakan hukum, yang harus dilakukan oleh para pemimpin, atau para penguasa yang
dipilah secara saksama oleh rakyat. Negara bukanlah suatu organisasi yang dibuat
untu manusia demi kepentingan drinya pribadi, melainkan negara itu suatu susunan yang
objektif bersandarkan kepada sifat hakikat manusia karena itu bertugas untuk melaksanakan
dan menerapkan hukum-hukum yang objektif, termuat keadilan bagi umum, dan tidak
hanya melayani kebutuhan para penguasa negara yang saling berganti ganti orangnya.
f. John Locke (Deddy Ismatullah : 2007)
Tujuan negara menurut John Locke adalah untuk memelihara dan menjamin terlaksananya
hak-hak azasi
manusia.yang tertuang dalam perjanjian masyarakat.
g. Niccollo Machiavelli (Deddy Ismatullah : 2007)
Tujuan negara menurut Niccollo Machiavelli adalah untuk mengusahakan terselenggaranya
ketertiban, keamanan dan ketentraman. Jadi dengan demikian kalau dahulu tujuan negara itu
selalu bersifat kultural, sedangkan menurut Niccollo Machiavelli tujuan negara adalah
semata-mata adalah kekuasaan.
h. Thomas Aquinas (Deddy Ismatullah : 2007)
Menurut Thomas Aquinas, untuk mengetahui tujuan negara maka terlebih dahulu mengetahui
tujuan manusia, yaitu kemuliaan yang abadi. Oleh karena itu negara mempunyai tujuan yang
luas, yaitu memberikan dan menyelenggarakan kebahagiaan manusia untuk memberikan
kemungkinan, agar dapat mencapai hidup tersusila dan kemuliaan yang abadi, yang harus di
sesuaikan dengan syarat-syarat keagamaan.
i. Benedictus Spinoza
Tujuan negara menurut Spinoza adalah menyelenggarakan perdamaiaan, ketenteraman dan
menghilangkan ketakutan. Untuk mencapai tujuan ini, warga negara harus menaati segala
peraturan dan undang-undang negara, ia tidak boleh membantah, meskipun peraturan atau
undang-undang negara itu sifatnya tidak adil dan merugikan.
Tujuan negara juga dapat dilihat pada beberapa teori berikut ini.
a. Teori Kekuasaan Negara
Tujuan negara berdasarkan teori ini adalah negara berusaha mengumpulkan kekuatan yang
besar, menyiapkan militer yang kuat, disiplin, dan loyal untuk menghadapi bahaya. Teori

ini tidak mempedulikan keselamatan dan kemakmuran, hanya peduli agar negara sentosa.
Shang Yang (Solly Lubis : 2007) menyatakan bahwa tujuan negara adalah pembentukan
kekuasaan negara yang sebesar-besarnya. Menurut dia, perbedaan tajam antara negara dengan
rakyat akan membentuk kekuasaan negara.
Niccolo Machiavelli (Deddy Ismatullah : 2007), dalam bukunya Il Principe menganjurkan
agar raja tidak menghiraukan kesusilaan ataupun agama. Untuk meraih, mempertahankan dan
meningkatkan kekuasaannya, raja harus licik, tak perlu menepati janji, dan berusaha selalu
ditakuti rakyat. Machiavelli menegaskan bahwa penggunaan kekuasaan yang
sebesarbesarnya itu bertujuan luhur, yakni kebebasan, kehormatan dan kesejahteraan seluruh
bangsa Penganut teori ini diterapkan oleh Jenghis Khan dan Kubhilai Khan.
b. Teori Jaminan Hak dan Kebebasan
Teori ini menyatakan bahwa tujuan negara adalah untuk mempertahankan hukum agar hak
dan kebebasan rakyat terpenuhi. Dalam teori ini, peranan negara sebagai penjaga ketertiban
hukum dan pelindung hak serta kebebasan. Negara tidak boleh campur tangan dalam urusan
pribadi dan ekonomi warga negaranya.
Immanuel Kant (Deddy Ismatullah : 2007) adalah penganut teori perjanjian masyarakat
karena menurutnya setiap orang adalah merdeka dan sederajat sejak lahir. Kant
menyatakan bahwa tujuan negara adalah melindungi dan menjamin ketertiban hukum agar
hak dan kemerdekaan warga negara terbina dan terpelihara. Untuk itu diperlukan undangundang yang merupakan penjelmaan kehendak umum (volonte general), dan karenanya harus
ditaati oleh siapa pun, baik rakyat maupun pemerintah. Agar tujuan negara tersebut dapat
terpelihara, Kant menyetujui asas pemisahan kekuasaan menjadi tiga potestas (kekuasaan)
adalah legislatoria, rectoria, iudiciaria (pembuat, pelaksana, dan pengawas hukum).
Kranenburg (Kranenburg : 1959) termasuk penganut teori negara kesejahteraan. Menurut dia,
tujuan negara bukan sekadar memelihara ketertiban hukum, melainkan juga
aktif mengupayakan kesejahteraan warganya. Ia juga menyatakan bahwa upaya pencapaian
tujuan-tujuan negara itu dilandasi oleh keadilan secara merata, seimbang.
c. Teori Perdamaian Dunia
Menurut teori ini, tujuan negara adalah untuk mencapai perdamaian. Hal itu dikarenakan
keamanan dan ketenteraman manusia dalam negara dapat dicapai karena adanya
perdamaian dunia. Teori ini menganggap bahwa pembentukan negara merdeka hanya
menimbulkan perang.
Dante Alleghiere (Solly Lubis : 2007) dalam bukunya yang berjudul De Monarchia Libri III
menyatakan bahwa tujuan negara adalah untuk mewujudkan perdamaian dunia.
Perdamaian dunia akan terwujud apabila semua negara merdeka meleburkan diri dalam satu
imperium di bawah kepemimpinan seorang penguasa tertinggi. Namun Dante menolak
kekuasaan Paus dalam urusan duniawi. Di bawah seorang mahakuat dan
bijaksana, pembuat undang-undang yang seragam bagi seluruh dunia, keadilan dan
perdamaian akan terwujud di seluruh dunia.
d. Teori Negara Kesejahteraan
Tujuan negara pada teori ini adalah menyejahterakan rakyat. Negara harus bertindak adil
kepada warganya secara seimbang.

Fungsi negara sangat berhubungan erat dengan tujuan negara. Fungsi negara adalah:

1. melaksanakan ketertiban untuk mencegah bentrokan dalam masyarakat;


2.

mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat;

3. mengusahakan pertahanan untuk mencegah bahaya dari luar;


4. menegakkan keadilan yang dilakukan melalui badan peradilan.
Adapun fungsi negara secara umum adalah sebagai berikut.

1. Tugas esensial, yaitu tugas untuk mempertahankan negara, seperti memelihara


perdamaian, ketertiban, dan ketenteraman, serta melindungi warganya, dan
mempertahankan kemerdekaan.
2. Tugas fakultatif, yaitu tugas untuk dapat menyejahterakan, baik moral, intelektual,
sosial, maupun ekonomi.
Menurut Charles E. Merriam (Mirriam Budiardjo : 2008), fungsi negara adalah keamanan
ekstern, ketertiban intern, keadilan, kesejahteraan umum, kebebasan; sedangkan R.M.
MacIver berpendapat bahwa fungsi negara adalah ketertiban, perlindungan, pemeliharaan dan
perkembangan. Selain fungsi negara yang dikemukakan di atas, ada beberapa teori fungsi
negara sebagai berikut.
a. Teori Anarkhisme
Anarkhisme menghendaki masyarakat bebas (tanpa terikat organisasi kenegaraan) yang
mengekang kebebasan individu. Teori anarkhisme terbagi menjadi dua sebagai berikut.

Anarkhisme filosofis menganjurkan pengikutnya untuk menempuh jalan damai dalam


usaha mencapai tujuan dan menolak penggunaan kekerasan fisik. Tokohnya,
William Goodwin, Kaspar Schmidt, P.J. Proudhon, dan Leo Tolstoy.

Anarkhisme revolusioner mengajarkan bahwa untuk mencapai tujuan, kekerasan fisik,


dan revolusi berdarah pun boleh digunakan. Contohnya, terjadi di Rusia pada tahun
1860 dengan nama nihilisme, yaitu gerakan yang mengingkari nilai-nilai moral, etika,
ide-ide dan ukuranukuran konvensional. Tokohnya, Michael Bakunin.

b. Teori Individualisme
Individualisme adalah suatu paham yang menempatkan kepentingan individual sebagai pusat
tujuan hidup manusia. Menurut paham ini, negara hanya berfungsi sebagai sarana pemenuhan
kebutuhan setiap individu. Negara hanya bertugas memelihara keamanan dan ketertiban
masyarakat (penjaga malam), tidak usah ikut campur dalam urusan individu,
bahkan sebaliknya harus memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada setiap individu
dalam kehidupannya.
c. Teori Sosialisme

Sosialisme merupakan suatu paham yang menjadikan kolektivitas (kebersamaan) sebagai


pusat tujuan hidup manusia. Penganut paham ini menganggap bahwa dalam segala aspek
kehidupan manusia, kebersamaan harus diutamakan. Demi kepentingan bersama,
kepentingan individu harus dikesampingkan. Oleh karena itu, negara harus selalu ikut campur
dalam segala aspek kehidupan demi tercapainya tujuan negara, yaitu kesejahteraan yang
merata bagi seluruh rakyat.
http://www.lintasjari.com/2013/09/fungsi-dan-tujuan-negara-menurut-para.html

2. Setiap negara yang sudah berdiri dan merdeka dengan syarat dan ketentuan tertentu
pasti mempunyai tujuan tujuan yang sudah dirancang sebelumnya. Begitu juga dengan
negara Indonesia mempunyai beberapa tujuan yang tercantum dalam UUD 1945. Tujuan
negara Indonesia terdapat dalam UUD 1945 alenia 4.
Alinea ke-empat berbunyi : "Kemudian daripada itu untuk membentuk pemerintahan
Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamian abadi,
keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu
Undang - Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara
Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang
Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan
mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ".
Pada alinea 4 mencangkup beberapa komponen, diantaranya:
a.

Tujuan Negara
...untuk membentuk pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamian abadi, keadilan sosial,..

b. Ketentuan Diadakannya UUD Negara


...maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang - Undang
Dasar Negara Republik Indonesia..
Dari potongan kalimat yang merupakan bagian dari alinea 4 menunjukkan ketentuan
diadakannya UUD Negara Indonesia
c.

Bentuk Negara
...yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan
rakyat..
Dari potongan kalimat yang merupakan bagian dari alinea 4 dapat diketahuii bahwa bentuk
negara Indonesia adalah Republik yang berkedaulatan rakyat.

d. Dasar Filsafat Negara

....dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan
beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia ".
Potongan yang merupakan bagian dari alinea 4 merupakan dasar filsafat Negara.
Dari 4 komponen yang terkandung dalam alenia 4 UUD Negara Indonesia 1945, tujuan
Negara akan dibahas lebih jauh.
Bagian dari alinea 4 yang menunjukkan tujuan Negara,
...untuk membentuk pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamian abadi, keadilan sosial,..
Potongan yang merupakan bagian alinea 4 yang menunjukkan tujuan negara dapat
dijabarkan oleh Hanageoedu (2011) sebagai berikut:
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
2.
Untuk memajukan kesejahteraan umum
3.
Mencerdaskan kehidupan bangsa
4.
Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial
Mengenai tujuan negara yang terdapat dalam UUD 1945 yang terdapat dalam alinea 4,
Kaelan (2010) menjabarkan:
(1) Tujuan Khusus
Terkandung dalam anak kalimat ...untuk membentuk pemerintahan Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa....
Tujuan khusus dalam kalimat tersebut sebagai realisasinya adalah dalam hubungannya
dengan politik dalam negeri Indonesia yaitu:
(a) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Hal ini dalam hubungannya dengan tujuan negara hukum adalah mengandung
pengertian negara hukum formal.
(b) memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.
Hal ini dalam hubungannya dengan pengertian negara hukum material.
(2) Tujuan Umum
Tujuan negara yang bersifat umum ini dalam arti lingkup kehidupan secara bangsa di dunia.
Hal ini terkandung dalam kalimat:
....dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamian
abadi, keadilan sosial....
Tujuan negara dalam anak kalimat ini realisasinya dalam hubungannya dengan politik luar
negeri Indonesia, yaitu diantara bangsa-bangsa didunia ikut melaksanakan suatu ketertiban

dunia yang berdasarkan pada prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi serta keadilan sosial.
Hal inilah yang merupakan dasar politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
(hlm 160,161)
1. melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
Tujuan negara Indonesia didirikan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.
Perlindungan mencangkup keseluruhan, baik warga yang berada di dalam negeri ataupun
yang berada di luar negeri.
Menyoroti perlindungan bangsa Indonesia yang ada di luar negeri, bangsa Indonesia kurang
memperhatikan kehidupan mereka yang berada diluar negeri, yang sebagian besar dari
mereka menjadi TKI. Kekerasan fisik dan pelecehan seksual para TKI tidak dipedulikan
bangsa Indonesia. Para majikan memperlakukan TKI sesuka mereka. Sebagian besar tindakan
para majikan terhadap TKI tidak manusiawi yang melanggar dari Hak Asasi Manusia (HAM)
.
Warga masyarakat di dalam negeri juga tidak kalah pentingnya untuk dilindungi.
Masyarakat Indonesia yang mengganggu keamanan masyarakat lain perlu adanya
penindakan, agar tidak mengganggu masyarakat lain. contoh, tindak kriminal seperti,
pncurian, pencopetan, penodongan, pembunuhan dan aneka tindak kriminal lainnya yang
sering meresahkan masyarakat. Orang yang melakukan tindakan kriminal segera di kenakan
hukum berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia. Kasus akhir-akhir ini yang sedang
heboh, tentang teroris. Keberadaan teroris yang sulit diketahui keberadaannya, membuat
masyarakat selalu was-was, sehingga keamanan masyarakat menjadi terganggu. Kasus-kasus
seperti itu yang meresahkan masyarakat, menjadi tugas negara untuk melindungi masyarakat.
2. Untuk memajukan kesejahteraan umum
kesejahteraan secara umum. Itu artinya kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia
secara umum, tidak hanya untuk orang-orang yang duduk menjabati sebagai wakil rakyat
saja, namun kesejahteraan sampai rakyat paling bawah tanpa terkecuali.
Sampai saat ini tujuan untuk memajukan kesejahteraan umum, belum dapat dicapai oleh
negara Indonesia. Jika dipandang secara materi, Indonesia mempunyai kekayaan alam yang
melimpah yang dapat dimanfaatkan untuk mensejahterakan seluruh warga negara Indonesia
dari yang tinggal di Sabang sampai Merauke.
Faktanya, Indonesia belum mampu mensejahterakan secara umum. Salah satu faktor
penghambatnya adalah Indonesia belum mampu mengelola apa yang dimiliki oleh Indonesia
itu sendiri. Bisa dilihat sumber daya emas yang ada di pulau Papua, dikuasai oleh negara lain
dan Indonesia hanya mendapat sisanya saja. Contoh lain, untuk bahan yang di gunakan untuk
menghasilkan sumber energi listrik, di Indonesia masih menggunakan batu bara. Padahal batu
bara merupakan SDA yang tidak dapat diperbaharui. Jika batu bara dipakai terus menerus
dalam jumlah yang banyak, tidak menutup kemungkinan batu bara akan habis dengan cepat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu adanya pengganti sumber energi yang bisa
menghasilkan listrik. Seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan negara kepulauan yang
mempunyai daerah perairan luas yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.
Kendalanya dalam memanfaatkan itu semua Indonesia belum mampu sendiri, membutuhkan
bantuan dari negara lain dan itu tidak murah. Biaya yang diperlukan sangat mahal.
Jika Indonesia sudah mampu menciptakan kesejarteraan secara menyeluruh, tujuantujuan negara yang lain akan dengan mudah dapat tercapai. Keamanan dalam negeri mudah
dikendalikan karena tindakan-tindakan kriminal tidak ada lagi, seperti di negara-negara yang
sudah maju. Dengan terciptanya kesejahteraan kondisi ekonomi akan meningkat. Hal itu akan

membawa dampak positif dalam pembangunan negara dan komponen-komponen yang


lainnya.
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
Tujuan negara yang tercantum dalam UUD 1945 salah satunya untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa. Dengan cerdas Indonesia tidak akan mudah dibohongi oleh negara lain,
sehingga Indonesia bebas dari penjajah.
Pendidikan merupakan komponen utama dalam mencapai tujuan untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa. Pendidikan akan membawa dengan sendiri suatu negara. Jika suatu negara
mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi bisa dipastikan negara tersebut maju dan begitu
pula sebaliknya.
Bagaimana tingakat pendidikan di Indonesia saat ini? Tingkat pendidikan di Indonesia
saat ini masih sangat memprihatinkan. Dibanding dengan negara-negara tetangga di Asia,
Indonesia masih tertinggal dengan mereka. Dulu warga negara asing banyak yang datang ke
Indonesia untuk belajar. Keadaan terbalik sekarang, Indonesia yang belajar ke negara-negara
maju.
Tigkat pendidikan yang rendah di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor
penghambat rendahnya akan tingkat pendidikan. Biaya yang mahal untuk mendapatkan
pendidikan, menjadikan tidak semua anak-anak bangsa Indonesia dapat mengenyam
pendidikan. Kondisi ekonomi yang menghambat mereka untuk berhenti sekolah. Semakin
tinggi tahap pendidikan, semakin tinggi pula biaya pendidikan yang harus dikeluarkan. Di sisi
lain anak-anak orang kaya yang tidak lagi memikirkan masalah biaya, mereka tinggal duduk
manis di bangku sekolah, tidak bersungguh-sungguh dalam belajar.
4. melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial
Tujuan bangsa Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945, komponen yang paling
terakhir adalah melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial. Tujuan ini yang merupakan dasar politik luar negeri yang bebas
aktif.
Bebas, berarti tidak terikat oleh suatu ideologi atau oleh suatu politik negara asing atau oleh
blok negara-negara tertentu, atau negara-negara adikuasa (super power). Aktif artinya dengan
sumbangan realistis giat mengembangkan kebebasan persahabatan dan kerjasama
internasional dengan menghormati kedaulatan negara lain.(Wijaya dalam wagejava, 2012)
Dalam melakukan politik luar negri secara bebas dan aktif, ikut berperan aktif secara
bebas seperti bangsa-bangsa yang lain dalam menertibkan dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi da keadilan sosial.
Indonesia mengikuti berbagai organisasi dan kegiatan-kegiatan dengan bangsa dalam
berperan aktif diantaranya, bergabung dengan PBB di bidang keamanan. Indonesia ikut
terlibat dalam keamanan di dunia. Melakukan perdagangan bebas di dunia, terutama dalam
pemberlakuan AFTA, APEC dan WTO. Indonesia juga melakukan kerja sama dengan negara
tetangga yaitu ASEAN untuk memelihara stabilitas, kesejahtraan dan pembangunan