Anda di halaman 1dari 1

Siklus Refrigerasi Cascade (Multi-Tingkat)

Sistem refrigerasi cascade (multi-tingkat) merupakan penggabungan dua


siklus refrigerasi yang dirangkai secara seri. Sistem ini dibagi menjadi 2 sistem
refrigerasi, yaitu sistem refrigerasi A dan sistem refrigerasi B. Sistem B memiliki
suhu proses yang lebih rendah yang ketika masuk dalam kondensor sistem B
yang berhubungan langsung dengan kondensor sistem A akan memanfaatkan
kalor dari sistem kondensor B untuk menguapkan refrigeran pada evaporator
sistem A. Adapun koefisien kerja merupakan rasio antara efek refrigerasi
terhadap kerja total.

Q
cB + W
cA
W

Hal yang penting dari sistem ini adalah refrigeran di dalam kedua
tingkatan atau lebih dapat dipilih untuk mendapatkan tekanan evaporator dan
kondensor yang dapat diterima dalam dua atau lebih rentang temperatur.
Pemilihan pada sistem refrigeran sistem B adalah yang memiliki hubungan
tekanan-temperatur jenuh sehingga memungkinkan terjadinya refrigerasi pada
temperatur yang relatif rendah tanpa tekanan evaporator yang terlalu tinggi.
Refrigeran untuk siklus A dapat memiliki karakteristik jenuh yang memungkinkan
terjadinya kondensasi pada temperatur yang diperlukan tanpa tekanan
kondensor yang terlalu tinggi.

Refrigerasi Cascade dengan Intercooling


Pada sistem ini memiliki kerja yang sama dengan siklus refigerasi cascade
pada biasanya, yaitu adanya 2 siklus. Namun pada intercooling, hanya
menggunakan 1 refigeran. Hal yang membedakan lagi adalah pada refrigeran
cascade biasa dengan intercooling adalah adanya flash chamber yang berfungsi
memisahkan uap dan cairan yang melalui sistem, untuk fluida berfasa uap akan
dilanjutkan langsung pada heat exchanger kemudian kompresor dan untuk
fluida cair akan dilanjutkan pada evaporator sebagai penyerap kalor dari
lingkungan yang bersuhu tinggi dan kemudian menuju kompresor dan kemudian
bertemu dengan fluida uap yang terbentuk.