Anda di halaman 1dari 9

I.

1.1
1.

PENDAHULUAN

Kondisi Umum Desa Kutayasa


Keadaan Geografis
Secara administratif, wilayah Desa Kutayasa terletak di Kecamatan
Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara yang terdiri dari 5 RW dan 22 RT.
Batas-batas wilayah Desa Kutayasa sebagai berikut:
Sebelah Utara

: Desa Pekauman, Desa Madukara, dan Desa Talunamba

Sebelah Selatan : Sungai Serayu

2.
1.

Sebelah Barat

: Desa Pekauman dan Desa Pagelak

Sebelah Timur

: Desa Sempol, Kec. Sukoharjo, Kab. Wonosobo

Keadaan Demografi
Jumlah penduduk
Berdasarkan data terakhir pada bulan Januari 2014 jumlah penduduk
Desa Kutayasa terdiri dari 951 laki-laki dan 951 perempuan. Komposisi
penduduk menurut usia dapat dilihat pada tabel 1.

tabel 1. Klasifikasi Penduduk Menurut Umur

UMUR

2.

JUMLAH PENDUDUK

0-4 tahun

128 orang

5-9 tahun

140 orang

10-14 tahun

124 orang

15-24 tahun

306 orang

25-54 tahun

914 orang

55 tahun ke atas

330 orang

Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan di Desa Kutayasa tergolong sedang. Sebagian
besar penduduk Desa Kutayasa

adalah tamatan SD yaitu sekitar 911

orang, tamatan SLTP 392 orang, tamatan SLTA 383 orang, yang telah
mengenyam pendidikan di akademi atau perguruan tinggi 135 orang
Komposisi penduduk desa Kutayasa berdasar tingkat pendidikan dapat
dilihat pada tabel 2.

tabel 2. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

TINGKAT PENDIDIKAN

JUMLAH

Tamat Perguruan Tinggi

135 orang

Tamat SLTA

383 orang

Tamat SLTP

392 orang

Tamat SD

911 orang

JUMLAH

3.

1821 orang

Keadaan Perekonomian
Mata pencaharian sebagian besar keluarga di desa Kutayasa adalah
petani. Jumlah Kepala Keluarga yang bekerja sebagai petani 178 orang, buruh
tani 234 orang, PNS 52 orang, pensiunan 41 orang, buruh industri 100 orang.
Mata pencaharian yang lain dapat dilihat pada tabel 3.

tabel 3. Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian

JENIS PEKERJAAN
Petani

178 orang

Buruh tani

234 orang

Pedagang/pengusaha

160 orang

Buruh Industri

100 orang

Buruh bangunan

33 orang

Pengangkutan

46 orang

PNS / TNI / POLRI

52 orang

Pensiunan/istri pensiunan

41 orang

Lain-lain
JUMLAH

1.2

JUMLAH

506 orang
1350 orang

Latar Belakang Kegiatan KKN


Pembangunan adalah hal mutlak yang harus dilaksanakan oleh seluruh bangsa

di dunia, termasuk di Indonesia. Pelaksanaan pembangunan di Indonesia tidak


hanya dilakukan oleh pemerintah saja melainkan juga oleh seluruh lapisan
masyarakat. Pembangunan di Indonesia ditujukan kepada semua bidang.
Pembangunan menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat dan tidak

lepas dari peran serta berbagai pihak, yaitu instansi pemerintah, swasta,
masyarakat maupun perguruan tinggi sebagai salah satu lembaga ilmiah.
Pembangunan kesehatan di Indonesia masih belum mampu dipenuhi oleh
pemerintah secara optimal. Diperlukan komitmen para pemimpin dan seluruh
komponen masyarakat. Dengan adanya kebijakan pemerintah mengenai otonomi
daerah, maka pemberdayaan masyarakat desa harus lebih ditingkatkan baik
sumber daya alam yang ada maupun sumbar daya manusia sebagai subjek dan
objek pembangunan. Desa sehat mandiri merupakan strategi pemberdayaan
masyarakat agar terbentuk budaya hidup sehat dan mandiri.
Upaya mewujudkan desa sehat mandiri serta pemberdayaan masyarakat
memerlukan kerja sama berbagai pihak, salah satunya adalah perguruan tinggi
sebagai lembaga ilmiah. Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sebagai
salah satu lembaga pendidikan memiliki kewajiban untuk berperan serta secara
aktif. Salah satu bentuk peran serta aktif tersebut adalah dengan diadakannya
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posdaya oleh mahasiswa UNSOED di Kabupaten
Banjarnegara. Di periode 2014 ini KKN UNSOED bertemakan GEMARI
SALAK. Desa Kutayasa yang berada di Kecamatan Madukara Kabupaten
Banjarnegara dipilih sebagai lokasi pelaksanaan KKN POSDAYA karena dinilai
pemberdayaan masyarakat di kawasan tersebut belum optimal. Desa Kutayasa
terdiri dari 3 RW dan 11 RT, yang terbagi menjadi 3 dusun. Jumlah penduduk di
Desa Kutayasa berdasarkan hasil pendataan terakhir bulan Januari 2014 sebanyak
1.902 jiwa dengan mayoritas pendidikannya kebanyakan tamat SD. Selain itu
dengan lengkapnya sarana dan prasarana yang dapat meningkatkan pemberdayaan
masyarakat menjadi salah satu alasan untuk diadakannya KKN POSDAYA di desa
tersebut.

Melalui Kuliah Kerja Nyata Pos Pemberdayaan Keluarga (KKN POSDAYA)


diharapkan mahasiswa dapat memberikan alternatif solusi terhadap permasalahan
yang ada dengan pengembangan posyandu dan pemberdayaan masyarakat. Dalam
hal ini tidak hanya masalah kesehatan namun juga meliputi masalah pendidikan
dan perekonomian dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai program pendidikan,
KKN POSDAYA bertujuan untuk dikembangkan sebagai wahana bagi masyarakat
dan semua keluarga di daerahnya guna menyampaikan, memperoleh, memperkuat
dan membina komunikasi, informasi, edukasi, motivasi dan sekaligus advokasi
kepada para anggota untuk membangun keluarga sejahtera serta menyegarkan
kembali modal sosial budaya yang ada dalam masyarakatnya.
Maksud pembentukan Posdaya untuk membangun wadah bagi keluarga di
suatu daerah, terutama yang sosial ekonomi lemah agar dapat bergabung dalam
suatu

proses

Berdasarkan

pemberdayaan
permasalahan

bersama

di

atas,

demi

mewujudkan

dilaksanakannya

pembangunan.

program

Gerakan

Masyarakat Mandiri, Sehat, Aman, Lestari dan Kreatif oleh Tim Kuliah Kerja
Nyata Pos Pemberdayaan Keluarga (KKN POSDAYA) Desa Kutayasa Kecamatan
Madukara dijadikan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan
kesejahteraan masyarakat.
A. Dasar Kegiatan
Pelaksanaan KKN Unsoed didasarkan pada:
1. Surat

Keputusan

Rektor

Unsoed

No

Kept.

060/XII/1974

yang

disempurnakan dengan Surat Keputusan Rektor Unsoed No Kept.


109/J23/Kep/KN/1997

2. Surat Keputusan Rektor Unsoed No Kept. 71/J23/PP/2002 tanggal 14 Maret


tentang mata kuliah pengembangan kepribadian Unsoed. KKN (UNO 113)
merupakan salah satu mata kuliah pengembangan kepribadian (MPKP) dan
diwajibkan bagi mahasiswa Unsoed dengan bobot 3 SKS.
3. Buku Pedoman Unsoed 2004-2005, Bab III tentang system pendidikan point
F, disebutkan tugas akhir program sarjana meliputi Praktek Kerja Lapangan
(PKL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), Seminar, Skripsi dan Ujian Pendadaran.
4. Tri Darma Perguruan Tinggi
Maksud Pelaksanaan KKN :
a. Meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan
kebutuhan memasyarakatkan ilmu pengetahuan dan teknologi guna
melaksanakan pembangunan.
b. Meningkatkan relevansi materi kurikulum dengan realitas pembangunan
dalam masyarakat.
c. Media belajar memecahkan masalah yang muncul dalam masyarakat
melalui alternative yang paling sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.
B. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan
a. Tujuan Umum
1) Memberdayakan keluarga melalui peningkatan kegiatan dan peran
serta lembaga yang sudah ada (seperti: Posdaya, Lembaga
Keagamaan, dll) untuk mencapai keluarga sejahtera secara mandiri.
2) Memelihara dan menumbuh kembangkan sikap sosial dan budaya
yang ada dalam masyarakat untuk memberdayakan keluarga.

3) Sebagai wadah organisasi sosial yang dapat memberi dan


menerima pembaharuan dan pembelajaran.
4) Terlaksananya program dan kegiatan dinamis untuk mencapai
tujuan Masyarakat yang Mandiri, Sehat, Berdaya Saing, dan
Berakhlak Mulia.
b. Tujuan Khusus
1) Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berharga,
melalui ketertiban dalam masyarakat yang secara langsung
menemukan, merumuskan, memecahkan dan menanggulangi
permasalahan pembangunan secara pragmatis dan interdisipliner.
2) Mahasiswa dapat memberikan pemikiran berdasarkan ilmu,
teknologi

dan

mempercepat

seni

dalam

gerak

serta

upaya

untuk

menumbuhkan,

mempersiapkan

kader-kader

pembangunan.
3) Perguruan Tinggi dapat menghasilkan sarjana pengisi tekno
struktural dalam masyarakat yang lebih menghayati kondisi, gerak
dan permasalahan yang kompleks yang dihadapi oleh masyarakat
dalam melaksanakan pembangunan. Dengan demikian lulusan
Perguruan Tinggi secara relatif menjadi lebih siap pakai dan terlatih
dalam menanggulangi permasalahan pembangunan secara lebih
pragmatis dan interdisipliner.
4) Meningkatkan

hubungan

antara

Perguruan

Tinggi

dengan

Pemerintah Daerah, Instansi Teknis dan Masyarakat, sehingga


Perguruan Tinggi dapat lebih berperan dan dapat menyesuaikan

kegiatan pendidikan serta kegiatan penelitian dengan tuntutan nyata


dari masyarakat yang sedang mengalami perkembangan serta
pembangunan didalam desanya.
2. Manfaat
a. Kehidupan kegotong-royongan sebagai modal sosial masyarakat
pedesaan semakin tumbuh dan berkembang;
b. Terorganisirnya
keluarga-keluarga

potensi

infrastruktur

menjadi

lebih

sosial
berdaya

pedesaan
dan

yakni
dapat

mengembangkan kualitas mereka serta mampu mengakses stimulasi


program-program pemerintah yang digelontorkan ke tingkat desa
atau grass root seperti Program PNPM Mandiri;
c. Keberadaan Posdaya dapat dijadikan salah satu alat yang dapat

diikutseratakan untuk dapat mensukseskan program pengentasan


kemiskinan sekaligus pencapaian target Millenium Development
Goals / MDGs.