Anda di halaman 1dari 5

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN MASYARAKAT

DAN TANGGAP MASYARAKAT TERHADAP


MUTU PELAYANAN
No.Dokume
n
SOP No.Revisi
Tanggal
terbit
Halaman
1-2

PUSKESMAS
RAWAT INAP
UJUNGJAYA

KEPALA PUSKESMAS

SAPRUDIN AMK SKM


NIP.1965100419860310
15
1. Pengertian

Identifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat adalah


proses menilai dan menetukan kebutuhan yang di ingikan
oleh

masyarakat

dipuskesmas

dalam

guna

upaya

pelayanan

meningkatkan

derajat

kesehatan
kesehatan

2. Tujuan

masyarakat.
Untuk mengetahui

3. Kebijakan

dalam upaya pelayanan kesehatan masyatrakat


Surat Keputusan Kepala Puskesmas Ujungjaya nomor:
/

4. Referensi

1.1.1

/SK/KA

kebutuhan dan harapan masyarakat

PKM/TU/X/2015

tentang

003

jenis-jenis

pelayanan kesehatan
1. Permenkes Nomor 75 Tahun 20014 tentang Puskesmas.
2. Undang-Undang Negara RI no 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan.
3. Peraturan Bupati Kabupaten Sumedang NO 17 Tahun
2015

5. Prosedur/
Langkah-langkah

tentang

standar

pelayanan

minimal

bidang

kesehatan di kabupaten Sumedang.


1. Menyiapkan instrument untuk identivikasi kebutuhan
dan harapan masyarakat berupa lembar survey/ceklist,
kotak saran dan nomor Kontak (HP,Facebook, Email.)
2. Melakukanan identifikasi kebutuhan dan harapan
masyrakat melalui survey, wawancara, dan kotak saran
di Puskesmas
3. Catat hasil identifikai
lembaran

identifikasi

kebutuhan

masyarakat

kebutuhan

dan

di

meminta

masyarakat untuk mengisi identitas diri.


4. Melakukan analisa tentang hasil identifikasi kebutuhana
masyarakat

dengan

kepercayaan

pasien

mengedepankan

nilai-nilai

dan

dan hambatan dalam memenuhi

kebutuhan masyarakat sperti, bahasa dan gangguan


pendengaran
5. Memberitahuakan kepada masyarakat bahwa petugas

akan

melakukan

identifikasi

mengenai

kebutuhan

masyarakat terkait Upaya kesehatan yang di butuhkan


masyarakat
6. Menuangkan hasil identifikasi kebutuhan dan harapan
masyarakat didalam rencana kegiatan puskesmas.
7. Membuat
laporan
hasil
identifikasi
kebutuhan
masyarakat

dan

tanggapan

masyarakat

pelayanan kesehatan.
6. HAL-HAL YANG
PERLU
DIPERHATIKAN

7. UNIT TERKAIT

1. Penanggung jawab UKM dan UKP


2. Pelaksana Program
3. Penanggung jawab Administrasi

8. DOKUMEN
TERKAIT
Buku register pengaduan masyarakat
9. REKAMAN
HISTORI
PERUBAHAN

terhadap

SOP KOMUNIKASI DAN KOORDINASI


No.Dokume
n
SOP No.Revisi
Tanggal
terbit
Halaman
1-3

PUSKESMAS
RAWAT INAP
UJUNGJAYA

KEPALA PUSKESMAS

SAPRUDIN AMK SKM


NIP.1965100419860310
15
1. Pengertian

2. Tujuan
3. Kebijakan

Komunikasi dan koordinasi internal yang terjadi dalam lingkungan


puskesmas dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja SDM dalam
puskesmas.
- Informasi adalah data yang berbentuk lisan maupun tertulis yang
berisi penjelasan atau keterangan.
- Tujuan adalah sesuatu yg ingin dicapai dalam suatu kegiatan,
- Sasaran adalah siapa sajah yang menjadi target dari suatu program
atau kegiatan.
- Kegiatan pelayanan Puskesmas adalah berbagai jenis kegiatan
yang dilakukan petugas kesehatan baik didalam gedung maupun
luar gedung.
Sebagai acuan dalam melaksanakan komunikasi dan koordinasi internal.
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Ujungjaya nomor: 07
2.3.1.2/SK/KA.PKM/TU/XI/

4. Referensi

2015

tentang

Penanggung Jawab Program Puskesmas.


1. Permenkes Nomor 75 Tahun

20014

Penetapan
tentang

Puskesmas.
2. Undang-Undang Negara RI no 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan.
3. Peraturan Bupati Kabupaten Sumedang NO 17 Tahun
2015 tentang standar pelayanan minimal bidang
kesehatan di kabupaten Sumedang.
4. Alat-alat dan

Bahan
5. Prosedur

1. Komunikasi Vertikal
Atasan melakukan

komunikasi

kepada

bawahan

berupa instruksi, disposisi, surat perintah tugas,


pertemuan, SMS, telepon, whatsapp.
2. Komunikasi horizontal atau Lateral
Atasan melakukan komunikasi kepada

bawahan

berupa diskusi dan koordinasi antar petugas /


pelaksana, pertemuan, SMS, telepon, Whatsapp.
6. Langkah-langkah
1. Jika ada hal
yang
akan
ditanyakan
/
masalah
yang
akan
didiskusikan,
pelaksana
program
mengomunikasik
annya
dengan
pemegang
program.
2. Pemegang
program
&
pelaksana
program
berdiskusi untuk
sama-sama
mencarikan
solusinya.
3. Jika
tidak
ditemukan jalan
keluar,
pemegang
program
&
pelaksana
program
menghadap
kepala
puskesmas untuk
mengomunikasik
an hasil diskusi
yang
telah
dilakukan.
4. Kepala
puskesmas
bersama
pemegang
program
&
pelaksana
program
mendiskusikan

masalah
tersebut.
5. Jika
tidak
ditemukan jalan
keluar
dari
musyawarah
bersama, maka
kepala
puskesmas harus
mengambil
keputusan
berdasarkan
keilmuan yang
telah
dipertimbangkan
nya.
7. HAL-HAL YANG
PERLU
DIPERHATIKAN

8. UNIT TERKAIT

9. DOKUMEN
TERKAIT
10.
REKAMAN
HISTORI
PERUBAHAN

1. POKJA Admin
2. POKJA UKM
3. POKJA UKP