Anda di halaman 1dari 13

KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI

ALTERNATIF BANDARA BARU

Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat

BAB 2
Gambaran Umum
Berdasarkan hasil Studi Kelayakan Bandara baru Kabupaten Ketapang
terdapat 3 (tiga) lokasi yaitu di Tempurukan, Tanjung Pasar dan Sungai
Pelang dengan melihat pada beberapa kriteria yaitu :
I. Kelayakan Pengembangan Wilayah, meliputi :
- Kesesuaian dengan RTRW Nasional
- Kesesuaian dengan RTRW Propinsi
- Kesesuaian dengan RTRW Kabupaten / Kota
- Kesesuaian dengan Tatranas
- Kesesuaian dengan Tatrawil
- Kesesuaian dengan Tatralok
- Kebijakan terhadap daerah rawan bencana
- Kebijakan terhadap daerah terisolir
- Kebijakan terhadap daerah perbatasan
II.
-

Kelayakan Ekonomi, meliputi :


Net Present Value (NPV)
Economic Internal Rate of Return (EIRR)
Profitability Index (PI) / Benefit Cost Ratio (BCR)
Payback Period (PP)

Kelayakan Finansial
- Net Present Value (NPV)
- Finansial Internal Rate of Return (EIRR)
Laporan Akhir | 2 - 1

KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI


ALTERNATIF BANDARA BARU
III.
IV.

Kelayakan Teknis Pembangunan, meliputi :


Topograf
Kondisi permukaaan tanah, kelandaian permukaan tanah
Aliran air permukaan / sistem drainase
Meteorologi dan geofsika : cuaca, suhu, curah hujan, kelembaban
udara, arah angin
Daya dukung dan struktur tanah
Infrastruktur dan jaringan utilitas

Kelayakan Operasional, meliputi;


Kondisi ruang udara
Usability Factor meliputi kajian arah angin (windrose)
Unit pelayanan lalu lintas udara
Jenis Pesawat yang direncanakan
Pengaruh cuaca
Ceiling
Visibility
Prosedur pendaratan dan lepas landas

Kelayakan Angkutan Udara, meliputi :


Cakupan pelayanan
Potensi penumpang
Potensi kargo
Potensi rute penerbangan
Sistem bandar udara (airport system)
Kajian ketersediaan armada

Kelayakan lingkungan, meliputi :


Lingkungan alam (natural environment)
Peruntukan lahan
Penguasaan lahan
Aliran air permukaan / sistem drainase

Kelayakan Sosial, meliputi :


Relokasi penduduk
Keserasian dan keseimbangan dengan budaya setempat
Dampak bandar udara kepada masyarakat
Kependudukan / lapangan kerja

V.

VI.

VII.

VIII.
-

Profitability Index (PI) / Benefit Cost Ratio (BCR)


Kabupaten
Ketapang, Kalimantan Barat
Payback Period
(PP)

Kajian Pemilihan Lokasi Bandar Udara meliputi :


Kriteria Pemilihan Lokasi bandar Udara
Laporan Akhir | 2 - 2

KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI


ALTERNATIF BANDARA BARU
a. Aspek Teknis
Kabupaten
Kalimantan
Barat
b. Aspek Oerasional
danKetapang,
Keselamatan
operasi Penerbangan
c. Aspek Lingkungan
d. Aspek Ekonomi
- Penilaian Alternatif Lokasi
a. Defnisi Analisa Pembobotan
b. Pembobotan Kriteria Pemilihan Lokasi
c. Penilaian Kriteria Pemilihan Lokasi
d. Hasil Survey Alternatif Lokasi bandar Udara
e. Penilaian Lokasi dengan Metode Hirarki Analitik (PHA)
Dari beberapa kajian tersebut, maka didapatkan rekapitulasi hasil analisa
total bobot sub kriteria pemilihan lokasi dengan Metode Hirarki Analitik
(PHA) dimana alternatif lokasi yang memiliki sub bobot terbesar adalah
Tanjung Pasar sebesar 18,2 % , kedua adalah lokasi Tempurukan sebesar
14,1 % dan ketiga adalah lokasi Sungai Pelang sebesar 15,7 %. Terdapat
dalam Tabel 2.1 berikut :
No

Alternatif Lokasi

Total Bobot Subkriteria

Tempurukan

14,1

II

Tanjung Pasar

18,2

III

Sungai Pelang

15,7

Sumber : Hasil Analisa FS Bandara Baru Ketapang, 2016

Sehingga untuk selanjutnya dilakukan Kajian Kondisi Fisik Lahan Lokasi


Alternatif Bandara Baru terhadap dua lokasi yaitu Tanjung Pasar dan
Tempurukan, lokasi Tempurukan dipilih berdasarkan usulan masyarakat
yang menyesuaikan dengan kajian Studi Kelayakan Bandara Ketapang
Tahun 2009 dimana untuk daerah Tempurukan dilakukan kajian tanah
berupa boring terhadap dua titik koordinat sedangkan untuk lokasi yang
terpilih yaitu Tanjung Pasar dilakukan 3 kajian baik Boring, Sondir, dan
Dynamic Cone Penetrometer (DCP) dengan koordinat sebagai
berikut :

Tempurukan ( Hand Boring) mencakup 2 titik yaitu :


1. Koordinat dari usulan masyarakat
( 110 323.28 E 13945.90 S )
2. Koordinat dari hasil Studi Kelayakan 2014 / Review ( 110
550.19 E - 14112.01 S )
Kedua lokasi ini diambil dikarenakan pada koordinat pertama. letak
titik usulan masyarakat terlalu jauh dan dekat dengan infrastruktur
jalan utama sehingga dipilih lokasi dari hasil Studi Kelayakan 2014
yang disesuaikan dengan kajian KKOP ( Kawasan Keselamatan
Operasi Penerbangan)
Laporan Akhir | 2 - 3

KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI


ALTERNATIF BANDARA BARU

Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat


Tanjung Pasar
Sondir , mencakup 6 titik yaitu :
1. Koordinat dari hasil Studi Kelayakan 2014
S1 (110 343.70 E - 14946.60 S )
2. Koordinat dari hasil Studi Kelayakan 2014
S2 (110 228.98 E - 14946.60 S)
3. Koordinat dari hasil Studi Kelayakan 2014
S3 (110 337.72 E - 14957.66 S)
4. Koordinat dari hasil Studi Kelayakan 2014
S4 (110 234.27 E - 14957.66 S)
5. Koordinat dari hasil Studi Kelayakan 2014
S5 (110 337.72 E - 15008.73 S)
6. Koordinat dari hasil Studi Kelayakan 2014
S6 (110 234.27 E - 15008.73 S)
Hand Boring, mencakup 1 titik yaitu :
1. Koordinat dari hasil Studi Kelayakan 2014
D1 (110 300.97 E - 14946.60 S)

DCP, mencakup 6 titik yaitu :


1. Koordinat dari hasil Studi Kelayakan 2014
S1 (110 336.31 E - 14946.60 S )
2. Koordinat dari hasil Studi Kelayakan 2014
S1 (110 306.34 E - 14946.60 S )
3.
Koordinat dari hasil Studi Kelayakan 2014
S3 (110 235.28 E - 14946.60 S )
4.
Koordinat dari hasil Studi Kelayakan 2014
S4 (110 331.96 E - 14957.66 S)
5. Koordinat dari hasil Studi Kelayakan 2014
S5 (110 306.00 E - 14957.66 S)
6. Koordinat dari hasil Studi Kelayakan 2014
S6 (110 239.60 E - 14957.66 S)
Terkait dengan gambaran umum terhadap kondisi fsik lahan lokasi baik
Tempurukan dan Tanjung Pasar maka berikut dikaji beberapa hal termasuk
kondisi Fisik, Kondisi Tanah dan Klimatologi dalam hal ini berupa arah
angin untuk pembangunan bandara baru
2.1 Letak Geografis
Kabupaten Ketapang merupakan kabupaten terluas di Kalimantan Barat,
meskipun kabupaten tersebut telah mengalami pemekaran dengan
terbentuknya Kabupaten Kayong Utara. Luas wilayah kabupaten tersebut
setelah pemekaran berkurang dari sekitar 35.809 km2 (24,4% dari luas
Laporan Akhir | 2 - 4

KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI


ALTERNATIF BANDARA BARU
wilayah Kalimantan Barat) menjadi 31.588,1 km 2 (21,5%). Secara
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
administratif, Lokasi Tempurukan dan Tanjung Pasar berada di9
Kecamatan Pawan yang terdiri dari 8 ( delapan Desa).
Secara geografs wilayah Kecamatan Muara Pawan merupakan kecamatan
terkecil ke tujuh diantara kecamatan yang ada di Kabupaten Ketapang,
yaitu dengan luas 610,60 km2 atau sekitar 1.93 persen dari total luas
Kabupaten Ketapang. Secara geografs Kecamatan Muara Pawan terletak
pada posisi koordinat 10 16 48 Lintang Selatan 10 49 36 Lintang
Selatan, dan antara 1090 53 36 BT 1100 56 24 Bujur Timur
( termasuk wilayah Kecamatan Matan Hilir dan Delta Pawan). Adapun
batas wilayah administrasi Kabupaten Ketapang adalah sebagai berikut:
- Sebelah Utara
Utara
- Sebelah Selatan
Pawan

: Berbatasan dengan Kecamatan Matan Hilir


:

Berbatasan

dengan

Kecamatan

Delta

- Sebelah Timur
: Berbatasan dengan Kecamatan Nanga
Tayap
- Sebelah Barat
: Berbatasan dengan Selat Karimata
Kecamatan Muara Pawan terdiri dari 8 desa yang berstatus defnitive.
Diantara kedelapan desa tersebut terdapat desa Tempurukan dan Desa
Tanjung Pasar dengan luas 110,08 km2 dan 43,82 km2
Tabel 2.2
Luas Wilayah Kecamatan Muara Pawan
Luas Wilayah
(Km2)

Persentase
(%)

Sungai Awan Kanan

31,08

5,09

Sungai Awan Kiri

97,28

15,93

110,08

18,03

97,90

16,03

161,28

26,41

Mayang

41,36

6,77

Tanjung Pasar

43,82

7,18

Sukamaju

27,80

4,55

Desa/Kelurahan

Tempurukan
Tanjung Pura

Ulak Medang

Jumlah
610,60
100,00
Sumber : Kecamatan Muara Pawan Dalam Angka 2015
Keterangan : 1Luas wilayah masih termasuk Desa Mayak dan Tanjung Pasar

2.2 Kondisi Fisik Wilayah


Sebagian besar wilayah Tempurukan dan Tanjung Pasar berupa lahan
datar yaitu lahan berkemiringan 0-2%. Luas lahan datar tersebut
Laporan Akhir | 2 - 5

KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI


ALTERNATIF BANDARA BARU
mencapai 120.825 Ha atau 86.00 % dari luas wilayah Kabupaten
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
Ketapang. Adapun luas lahan yang kemiringannya antara 2-14% dan 1540% masing-masing sebesar 6.250 Ha dan 9.575 Ha.
Tabel 2.3
Luas Wilayah Kecamatan Menurut Kelas Lereng (Ha)
Persent
Luas
No.
Kelas Lereng
ase
(Ha)
(%)
120.82
86.00
01
<2%
5
6.250
4.45
02
2-14%
9.575
6.81
03
15-40%
3.850
2.74
04
>40%
140
100.00
Jumlah
500
Sumber : Kecamatan Muara Pawan Dalam Angka, 2015

2.3 Iklim
Rata rata intensitas curah hujan di Kecamatan Muara Pawan termasuk
Desa Tempurukan dan Tanjung Pasar tahun 2015 adalah sekitar 278,54
mm dengan rata rata hari hujan sekitar 13 hari. Curah hujan terendah
sepanjang tahun 2015 terjadi di bulan September yaitu sekitar 110,00
mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 6 hari. Curah hujan tertinggi
mencapai 621,00 mm terjadi pada bulan Februari dengan jumlah hari
hujan cukup tinggi yaitu 17 hari hujan.
Tabel 2.4
Rata-rata Curah dan Hari Hujan Di Stasiun Meteorologi
Ketapang Tahun 2015
Curah
Hari
Bulan
Hujan
Hujan
(mm)
(hari)
Januari
200,60
9
Pebruari
621,00
17
Maret
161,20
7
April
303,10
16
Mei
395,30
19
Juni
163,90
7
Juli
368,70
14
Agustus
121,30
6
September
110,00
6
Oktober
143,30
12
November
274,30
21
Laporan Akhir | 2 - 6

KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI


ALTERNATIF BANDARA BARU
Desember

479,80
278,54

17
13

Kabupaten
Ketapang, Kalimantan Barat
Rata-rata
Sumber
: Kabupaten Ketapang Dalam Angka Tahun 2015
2011

2.4 Sistem Lahan


Sistem lahan mengindikasikan potensi sumber daya alam dan potensi
perkembangan kegiatan budidaya di suatu wilayah kabupaten. Karenanya,
hal ini perlu dikaji potensi pengembangannya untuk masa mendatang dan
implikasinya terhadap perkembangan daerah tersebut. Pada lokasi
Tempurukan sistem lahan untuk kawasan bandara baru berupa gambut
dengan komposisi sistem lahan berupa :

Mempunyai kemiringan rata-rata < 2 %

Kedalaman gambut > 200 cm

Berada pada ketinggian 1 30 m dengan batas ketinggian 0 10 m

Berlokasi pada rawa gambut dalam dengan permukaan yang


cembung atau berkubah
Jenis tanah : Tropohemists dan tropofibrists

Pada lokasi Tanjung Pasar, sistem lahan untuk kawasan bandara baru
berupa Klaru dengan komposisi sistem lahan berupa :
Mempunyai kemiringan rata-rata < 2 %
Kedalaman Gambut 26-50 cm
Berada pada ketinggian 2-100 m dengan batas ketinggian 2-85 m
Jenis tanah : fluvaquents, tropofbrists, troposaprists
Tipe batuan peat
2.5 Guna Lahan
Batasan dalam pengembangan pola ruang kawasan budidaya non
kehutanan di wilayah Kecamatan Muara Pawan khususnya di daerah
Tempurukan didominasi oleh peruntukan bagi kawasan lindung dan
kawasan budidaya kehutanan, yang terdiri dari HP (hutan produksi biasa),
dan HPK (hutan yang dapat dikonversi) dan untuk daerah di kawasan
Tanjung Pasar didominasi oleh Area Penggunaan Lain.
2.6 Kependudukan
Jumlah penduduk di wilayah Kecamatan Muara Pawan pada tahun 2015
sebanyak 13.835 jiwa. Pada tabel terlihat bahwa ada 8 Desa / Kelurahan
yang jumlah penduduknya lebih dari 400 jiwa Adapun Desa / Kelurahan
Laporan Akhir | 2 - 7

KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI


ALTERNATIF BANDARA BARU
dengan jumlah penduduk tertinggi terdapat di Desa / Kelurahan Sungai
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
Awan kanan dan Sungai Awan Kiri.
Tabel 2.5
Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Muara
Pawan di
Kabupaten Ketapang Tahun 2015
Luas
Desa/Kelurahan

Km2

Sungai Awan Kanan

31,08

Sungai Awan Kiri

97,28

5,09
15,9
3
18,0
3
16,0
3
26,4
1
6,77
7,18
4,55
100,
00

Tempurukan

110,08

Tanjung Pura

97,90

Ulak Medang

161,28

Mayak
Tanjung Pasar
Suka Maju

41,36
43,82
27,80

2015

610,60

Jumlah
Pendu
%
duk
3.619
26,16
3.327
1.946

24,05

34

14,07

18

5,75

3,92
6,87
6,92
12,26
100,0
0

3
23
22
61

796
543
950
958
1.696
13.835

Kepadatan
Penduduk
(orang / Km2)
116

23

Sumber : Kecamatan Muara Pawan Dalam Angka Tahun 2015

Perkembangan penduduk dalam suatu wilayah akan dipengaruhi berbagai


faktor, baik faktor sosial, budaya, ekonomi dan lainnya. Secara umum
pertumbuhan penduduk meningkat seiring berkembangnya wilayah
tersebut serta meningkatnya fasilitas-fasilitas pelayanan bagi penduduk.
Dengan berkembangnya suatu wilayah maka mengakibatkan tingginya
masyarakat pendatang dari luar wilayah tersebut. Sedangkan sebaliknya
rendahnya pertumbuhan penduduk di suatu wilayah akibat tidak
berkembangnya wilayah tersebut serta minimnya fasilitas-fasilitas
pelayanan penduduk, yang mengakibatkan terjadinya migrasi masyarakat
menuju wilayah lain.
2.7. Gambaran Umum Lokasi Bandara Baru
2.7.1. Desa Tempurukan
A. Aliran Air Permukaan / Sistem Drainase

Laporan Akhir | 2 - 8

KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI


ALTERNATIF BANDARA BARU
Di lokasi ini terdapat drainase dengan sistem lahan gambut, umumnya

Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat

pada saat kering lahan gambut menyimpan air pada saat kering /
kemarau. Drainase alami yang hanya berupa sungai sungai kecil seperti
Sungai Tempurukan Besar dan sungai

Kalibaru. Lokasi Tempurukan,

belum dibuat sistem drainase tetapi sudah terdapat beberapa anak sungai
kecil yang bisa menjadi drainase alami
B. Kondisi Ruang Udara
Cakupan wilayah pada wilayah :
1. Jawa, Sumatera dengan jarak cakupan > 200 km,
2. Kalimantan Sulawesi dengan jarak cakupan > 120 Km.
3. Antar Kalimantan dengan jarak cakupan > 120 Km.

C. Pelayanan Lokasi
Di wilayah tempurukan jalan darat yang terdekat adalah antara kota
Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara 100 km. akses jalan ini dapat
dicapai dengan kondisi jalan aspal. Untuk jalur tempurukan dan Kota
Ketapang < 20 km.
D. Lingkungan Alam
Lokasi Tempurukan, untuk pengaruh kebisingan pesawat mungkin tidak
akan terlalu berpengaruh melihat pada kondisi diatas masih berupa lahan
hutan produksi

dan hutan produksi konversi, tetapi wilayah ini

mnerupakan kawasan budidaya sehingga sangat tidak mungkin dilakukan


pembangunan bandara.
2.7.2. Desa Tanjung Pasar
A. Aliran Air Permukaan / Sistem Drainase
Wilayah Tanjung Pasar merupakan lokasi yang cukup tinggi dikarenakan
ada drainase alami dari Sungai Sentap yang akan membuat aliran air di
permukaan menjadi cepat kering. Kondisi ini juga di sertai dengan lahan di
sekitar masih berupa hutan sehingga beberapa wilayah tidak akan
Laporan Akhir | 2 - 9

KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI


ALTERNATIF BANDARA BARU
tergenang terutama di lokasi bandara baru. Lokasi di sekitar Tanjung Pasar

Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat

belum dibuat sistem drainase tetapi sudah terdapat beberapa anak sungai
kecil yang bisa menjadi drainase alami. Elevasi dari kontur dataran cukup
rendah di sekitar Sungai Pawan khususnya di desa

Tanjung Pasar

sehingga jika terjadi curah hujan yang cukup tinggi maka daerah tersebut
akan tergenang banjir, akan tetapi untuk kawasan di sekitar perencanaan
bandar udara baru banyak terdapat drainase alami yang berfungsi untuk
membuang

kelebihan air banjir sehingga bisa diantisipasi wilayah

perencanaan tidak akan mengalami genangan yang buruk karna terdapat


banyak drainase alami di sepanjang Sungai Pawan.

B. Kondisi Ruang Udara


Cakupan wilayah pada wilayah :
1. Jawa, Sumatera dengan jarak cakupan > 200 km,
2. Kalimantan Sulawesi dengan jarak cakupan > 120 Km.
3. Antar Kalimantan dengan jarak cakupan > 120 Km.
C. Pelayanan Lokasi
Lokasi di wilayah ini cukup dekat dengan kota Ketapang yaitu di sebelah
timur Kota Ketapang, dengan jarak 11 20 km. Kondisi akses jalan ini
masih

berupa

sebagian

aspal

dan

sebagian

tanah,

tetapi

untuk

pengembangan akan sangat baik dikarenakan sebagian jalur ini sudah


terdapat akses untuk menuju ke lokasi alternatif dan hanya tinggal
pengembangan akses masuk untuk ke lokasi ini di optimalkan.
D. Lingkungan Alam
Lokasi di sekitar Tanjung Pasar

baik pada pengaruh kebisingan

dan

pengaruh emisi gas tidak akan berpengaruh secara signifkan melihat dari
guna lahannya merupakan area penggunaan lain. Untuk kebisingan juga
tidak akan berpengaruh karena di daerah tersebut terdapat hutan yang
Laporan Akhir | 2 - 10

KAJIAN KONDISI FISIK LAHAN LOKASI


ALTERNATIF BANDARA BARU
bisa meredam kebisingan pesawat. Perubahan bentang alam juga tidak

Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat

berpengaruh langsung dikarenakan disekitar daerah tersebut cukup tinggi


karena terdapat anak sungai disekitar lokasi alternatif bandara.

Laporan Akhir | 2 - 11

Laporan Akhir | 2 - 12

Laporan Akhir | 2 - 13