Anda di halaman 1dari 1

Pelayanan Malformasi Vaskuler (AVM) (ICD X No. 174.

4)
Pengertian :
Suatu kelainan bawaan vaskuler dimana terdapat hubungan abdominal yang
menetap antara arteri dan vena sejak pembentukannya. Hubungan ini biasanya
berbentuk fistula. Kelainan ini dapat memberikan gejala segera setelah lahir,
beberapa waktu setelah lahir atau sama sekali tidak menimbulkan keluhan. Faktor
yang dapat mempercepat timbulnya gejala klinik adalah trauma, pubertas,
kehamilan. Darah dalam arteri mengalir ke vena melalui fistula dan hanya sebagian
kecil mengalir ke distal. Volume darah yang mengalir melalui fistula tergantung dari
besarnya fistula dan arteri mana yang terlibat. Fistula ini sering multiple, tapi
biasanya dilengan atas dan bawah.
Anamnesis :
Penderita datang dengan keluhan deformitas pelebaran vena, perubahan
warna dan suhu dari anggota yang terlibat kadang-kadang disertai palpitasi,
takikardi, kelainan jantung yang ringan tergantung lokasi yang terlibat daerah fistula
terdengar bising atau teraba getaran, edema dan hipertrofi, sampai ulserasi pada
ekstremitas yang terlibat. Gambaran klinik berbeda-beda dari nervus cutaneus
sampai deformitas yang luas dan dapat merusak seluruh muka, skapula,
ekstremiats, paru, ginjal, otak, kadang-kadang memberi gambaran seperti ganas.
Darah vena di daerah fistula lebih merah didarah di vena yang sehat karena saturasi
asam lebih tinggi.
Kriteria Diagnostik :
Deformitas, pelebar vena, perubahan warna dan suhu anggota yang terlibat.
Pada daerah fistula terduga bising dan teraba getaran (thrill). Pemeriksaan DSA
Angiografi/MRA/CT Angiografi untuk melihat feeding arteri deformitas.
Pemeriksaan Penunjang :
Invasif angiografi (DSA angiografi untuk melihat feedding arteri/fistula
Non invasif angiografi seperti MRA, CT angiografi kemungkinan bisa melihat ekstensi
dari deformitas.

Terapi :
Reseksi total dari fistula AV (reseksi dan ligasi) bila tidak mungkin embolisasi.
Embolisasi preoperatif dan reseksi/operasi. Embolisasi dengan memakai gel foam
atau butyl cyanoacrylat coil yang didorong dengan kateter sampai ke dekat ujung
arteri yang bocor (fistula/feeding arteri) d engan bantuan angiografi. Dilanjutkan
dengan operasi/reseksi. Embolisasi saja pada aneurisma di otak, perdarahan
disaluran percernaan atau dipanggul kecil.

Edukasi :
Kita harus berhati-hati memilih bahan sklerotik bila akan melakukan
skleroterapi/embolisasi. Ada zat-zat yang jelas akan menimbulkan reaksi
perubahan koagulasi, yang akan menambah resiko perdarahan, trombosis
atau hematom. Dalam melakukan embolisasi harus secara seletif dengan
angiografi mencegah terjadi nekrosis distal dan fistula yang tidak kita
harapkan.