Anda di halaman 1dari 2

Pelayanan Akses Hemodialisa / AV Shunt (ICD X No. I77.

0)
Pengertian :
Akses hemodialisa atau pembuatan Arteri Vena Shunt merupakan tindakan
bedah yang dilakukan untuk mempermudah akses hemodialisa dengan tujuan
meningkatkan aliran vena sehingga dapat dilakukan kanulasi aliran darah ke mesin
hemodialisa dengan kecepatan berkisar 200 cc/menit.
Pada dasarnya akses ini harus dipersiapkan sebelum pasien menjalani hemodialisa
sehingga hasil dari A-V Shunt ini baik disamping mempermudah pemilihan arteri dan
vena yang sesuai.
Anamnesis :
Anamnesis pada pasien gagal ginjal yang akan dilakukan tindakan ini meliputi
:

Penggunaan lengan yang dominan, dimana operasi diutamakan pada lengan


yang kurang dominan

Jadwal hemodialisa, karena operai dilakukan sekurang-kurangnya 24 jam


setelahnya, dengan harapan efek heparin telah hilang

Keluhan sesak pada posisi terbaring, sehubungan dengan posisi operasinya

Adanya riwayat Diabetes yang akan mempersulit tindakan


Pemeriksan Fisik :
Pemeriksaan Fisik yang
penting adalah kondisi jantung dan paru
sehubungan dengan pasien terlentang saat operasi, jika pasien sesak dalam posisi
terlentang, maka harus dilakukan perbaikan jantung atau parunya.
Pada pemeriksaan lokal dilihat patensi dari vena, ukuran diameter vena, adanya
trauma/hematoma, untuk arteri diraba kekuatan denyutan, bandingkan kiri-kanan.
Idealnya untuk vena diameternya lebih dari 2 mm dengan panjang yang cukup dan
arteri dengan pulsasi yang kuat serta tidak teraba sklerotik
Kriteria Diagnostik :
Adanya gagal ginjal yang memerlukan akses hemodialisa dan ditentukan oleh
Departemen Penyakit Dalam Divisi Ginjal Hipertensi
Pemeriksaan Penunjang :
Jika patensi arteri ataupun vena diragukan secara klinis dapat dilakukan
pemeriksaan Duplex Sonografi untuk menilainya
Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan selain darah rutin adalah waktu
perdarahan dan pembekuan darah.
Terapi :
Tindakan pembuatan A-V Shunt dilakukan di kamar operasi dengan anestesi
lokal dengan teknik End vena ke Side arteri sesuai dengan teknik yang ada pada
lembar kerja pembuatan A-V Shunt di Divisi Bedah Vaskuler Departemen Bedah.
Untuk tindakan dipergelangan tangan, residen bedah dapat melakukannya, dan
untuk diatasnya/proximalnya hanya oleh Trainee Bedah Vaskuler atau Konsultan.
Pasca tindakan pasien diberi obat Analgetik Mefenamis Acid 3 x 500 mg selama lima
hari, jika diperlukan dapat diberikan antibiotika oral selama lima hari, jika diperlukan
dapat diberikan antibiotika oral selama lima hari.

Edukasi :
Dengan persiapan pembuluh darah yang baik angka keberhasilan tindakan
ini akan lebih baik, lengan yang akan dioperasi jangan ditusuk/dipasang infus, dan
jika diperlukan dilatih untuk melebarkan vena dengan bantuan tensimeter dengan
tekanan 30 mm Hg
Pasca tindakan pasien harus rajin berlatih buka tutup kepalan tangan agar aliran
vena cepat meningkat. Pematangan dari operasi ini dicapai dalam
perdarahan/hematom, trombosis ataupun infeksi yang memerlukan penanganan
segera.