Anda di halaman 1dari 2

BAGIAN EMPAT

PENDEKATAN EKOLOGI DALAM PENELITIAN WILAYAH


4.1 Pendahuluan: Konsep Ekologi
Pada saat heackel mengemukakan pertama kali mengenai istilah ecologie
tersebut dia menganalogikakan dengan natures economy (worster, 1977).
Pendapatnya lebih memerinci lagi bahwa istilah ecology berasal dari kata latin
oikos yang berarti rumah tangga dan logos yang berarti ilmu atau secara
etimologis berarti ilmu mengenai rumah tangga. Lebih jelasnya dapat diartikan
sebagai ilmu yang mempelajari makhluk hidup dalam rumahnya atau dapat
dimaknai sebagai suatu ilmu yang mempelajari rumah tangga/habitat makhluk
hidup (sumarwoto,1983).
4.2 Konsep Ekosistem
Definisi yang banyak di kenal adalah yang dikemukakan oleh Odum
(1969) sebagai berikut:
Ecosystem can be defined as any unit that includes all of the organisms in a given
area interacting with their physical environment so that a flow of energy leads to
exchange of materials between living and non living parts of the system
4.3 Pendekatan Ekologis Versus Pendekatan Kelingkungan
Secara umum istilah environment dapat diartikan sebagai kondisi eksternal
keseluruhan yang berada di luar (1) organism, (2) komunitas, (3) objek.
4.4 Memaknai Pendekatan Ekologis Dalam Pendekatan Wilayah
Secara garis besar ada empat tema analisis yang dikembangkan dalam
pendekatan ekologos dibidang kajian geografi yaitu :
(1) Tema analisis manusia dengan lingkungan; Dalam tema analisis
keterkaitan antara manusia dan lingkungannya yang menjadi penekanan
adalah perilaku (behavior) manusia. Perilaku manusia itu sendiri terkait
dengan berbagai hal antara lain persepsi, preferensi dan aksi menentukan
sesuatu dan sejenisnya dan terciptanya perilaku sendiri dipengaruhi oleh
berbagai faktor

(2) Tema analisis kegiatan manusia dengan lingkungan; manusia berperan


bukan lagi sebagai dependent variable namun berfungsi sebagai salah satu
independent variables. Oleh karena yang menjadi penekanan analisis
dalam hal ini adalah kegiatan manusia maka focus perhatian terletak pada
kinerja (performance) kegiatan manusia tersebut yang dalam hal ini dapat
dinilai

dari

segi

jumlah

produksinya,

produktivitasnya,

kualitas

produksinya, system pemasarannya, proses produksinya dan aspek lainnya


yang berkaitan dengan kinerja kegiatan yang menjadi objek kajian
(3) Tema analisis kenampakan fisikal alami dengan lingkungan; Tema analisis
keterkaiatan antara kenampakan fisik alami dengan lingkungan dalam hal
ini menempatkan fisik alami dengan lingkungan menjadi focus sentral.
Performa (performance)/ kinerja kenampakan fisik alami yang menjadi
tekanan dalam hal ini dan hal tersebut mengacu pada kualitas gejala
maupun kuantitas gejala.
(4) Tema analisis kenampakan fisikal budayawi dengan lingkungan;
Kenampakan fisik budayawi menjadi fokus sentral, kenampakan fisik
budayawi sendiri diartiakan sebagai suatu bangunan atau bentukan tertentu
(bukan bangunan) yang keberadaannya secara sengaja dihadirkan oleh
manusia

untuk

dimanfaatkan

sabagai

penyelenggaraan kehidupannya. (Yunus,2007).

sarana

atau

prasarana