Anda di halaman 1dari 2

Pelayanan Hipertensi Portal (ICD IX No. I85.

9)
Pengertian :
Hipertensi Portal (HP) adalah peningkatan patologis tekanan vena porta,
yang terjadi karena meningkatnya resistensi dan atau alirannya akibat suatu proses
yang terjadi baik diprehepatik, intrahepatik dan posthepatik. Tekanan vena porta ini
dapat diukur secara tidak langsung dengan mengukur hepatic vein pressure gradient
(HVPG) yaitu perbedaan antara tekanan vena hepatica dengan wedge hepatic
venous pressure, normal : 1-5 mmHg, bila nilainya diatas 10 mmHg akan terbentuk
varises esophagus atau bila diayas 12 mmHg akan terjadi perdarahan karena
pecahnya varises esophagus dan asites. Sirosis hepatis merupakan penyebab
hipertensi portal terbanyak yang mengakibatkab perdarahan esophagus. Hampir 90
% dari pasien sirosis hepatis akan berkembang menjadi varises esophagus dan 30
% nya akan mengalami perdarahan. Perdarahn varises esophagus merupakan
komplikasi hipertensi portal yang paling mengancam nyawa dengan angka mortalitas
mencapai 30-50 % saat perdarahan pertama. Jika pasien dapat bertahan hidup
setelah perdarahan pertama maka pasien mempunyai resiko terjadi perdarahan
ulang mencapai 60% kasus pada tahun pertama dengan angka mortalitas sekitar 2030 % setiap episode perdarahan ulang.
Anamnesis :
Gejala dari hipertensi portal umumnya sesuai dengan penyebab yang
menimbulkannya, mengingat yang terbanyak menyebabkan ini adalah sirosis hepatis
maka gejala awal yang ditimbulkannya sama dengan gejala sirosis hepatis dan
tanda-tanda stigmata hipertensi portal antara lain ascites, hipersplenisme, caput
meduase dan palmar eritema tetapi akan lebih jelas bila sudah timbul komplikasi
perdarahan akibat pecahnya varises esophagus berupa hematememesis dan
melena. Umumnya pasien ditangani dulu oleh bagian penyakit dalam
gastroenterologi endoskopi sebelum dikonsulkan ke divisi bedah vaskuler.
Kriteria Diagnostik :
Diagnosis ditegakkan adanya/riwayat hematemesis dan melena akibat
pecahnya varises esophagus yang dibuktikan dengan pemeriksaan endoskopi pada
pasien dengan kelainan-kelainan yang menyebabkan hipertensi portal, pemeriksaan
USG abdomen, laboratorium (DPL, Kimia Darah, Hemostasis) dan pemeriksaan
penunjang angiografi/CT venografi bila ada rencana tindakan pintasan bedah.
Pemeriksaan Penunjang :
Melalui pemeriksaan endoskopi dapat melihat gambaran varises esophagus selain
berfungsi untuk diagnosis juga berfungsi untuk terapi
Pengukuran tekanan vena porta
Pemeriksaan USG abdomen merupakan pemeriksaan awal menilai pembuluh
darah utama, morfologi hati dan lesi intrahepatik. Gambaran pembuluh darah
ditujukan pada vena porta utama, vena lienalis, vena hepatik, vena renalis
dan vena cava inferior, yang bertujuan untuk menilai patensi vena porta dan
arah aliran. Dapat mendeteksi sebagian besar penyebab hipertensi porta
ekstrahepatik
Pemeriksaan angiografi bila dipertimbangkan untuk melakukan pintasan
bedah dengan menggunakan beberapa tehnik untuk menggambarkan sistim
vena porta melalui jalur vena (venografi) atau arteri (arteriografi diambil
gambaran fase venanya)
Pemeriksaan Splenoportografi merupakan pencitraan terbaik untuk
menggambarkan vena lienalis, vena porta dan cabang-cabangnya, tehnik ini
dapat menentukan patensi dan ukuran vena porta, vena lienalis dan cabangcabangnya serta menetukan adanya trombosis

Pemeriksaan CT vengrafi
Pemeriksaan DPL, Kimia Darah, Hemostase

Terapi :
Penatalaksanaan umum bertujuan untuk sesegera mungkin memperbaiki
keadaan umum pasien dan menstabilkan hemodinamiknya (resusitasi). Diberikan
cairan kristaloid, jika perlu koloid dan transfusi darah dan plasma.