Anda di halaman 1dari 11

RMK MANAJEMEN STRATEGIK

ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL PERUSAHAAN

Oleh :
KELOMPOK 4
Putu Agus Agung Wirajunayasa

1206305095

I Wayan Adi Wiguna

1206305099

Ida Bagus Putu Puja Baskara

1206305133

I Gede Aditya Mahendra

1206305157

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2014

BAB I
PEMBAHASAN
IDENTIFIKASI LINGKUNGAN INTERNAL
Analisis lingkungan internal organisasi adalah sebuah proses untuk menemukan
faktor faktor internal perusahaan yang diperlukan dalam menghadapi lingkungan
Internalnya dan mengevaluasi apakah aspek tersebut berada dalam posisi yang kuat atau
lemah. Tujuan analisis lingkungan internal adalah untuk menilai faktor-faktor yang berada
didalam lingkungan organisasi yang mempengaruhi kemajuan organisasi dalam mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Hasil dari analisis lingkungan internal akan menghasilkan
kekuatan dan kelemahan perusahaan.
PROSES ANALISIS DAN DIAGNOSIS LINGKUNGAN INTERNAL
Analisis lingkungan internal merupakan suatu proses yang terdiri dari beberapa
langkah seperti berikut :
1. Identifikasi variabel internal.
2. Evaluasi dan penilaian Variabel internal.
3. Menyusun ringkasan hasil analisis.
Sebelum melakukan kajian terhadap kondisi perusahaan tentunya diketahui terlebih
dahulu bagian bagian penting di dalam perusahaan yang akan turut di dalam membangun
kekuatan dan kelemahan perusahaan. Langkah idenfikasi variabel merupakan alat untuk
menemukan bagian-bagian internal yang diperlukan tersebut. Langkah ini sangat penting,
karena jangan sampai ada variabel internal yang penting terlewatkan untuk dianalisis
sehingga manajer kehilangan informasi mengenai posisi kekuatan ataupun kelemahannya.
Setelah menemukan variabel yang perlu dianalisis, maka barulah kajian terhadap
variabel tersebut dapat dilakukan. Kajian ini akhirnya akan menghasilkan informasi tenatang
kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Semua hasil tentunya disusun dalam
sebuah ringkasan sehingga mudah untuk dibaca dan dipahami secara singkat. Ringkasan ini
akan menggambarkan Strategic Anvantages Profile dari perusahaan.
Faktor yang dianalisis meliputi :
1

1. Sumber Daya (Resources)


a. Tangible merupakan sumber daya yang terlihat atau berwujud dalam data
keuangan dan mudah sekali diidentifikasi dan dievaluasi.
Contohnya :
Sumber daya Finansial : Kapasitas kredit perusahaan, Kemampuan menghasilkan

dana internal, dan sebagainya.


Sumber daya Fisik : Kecanggihan mesin pabrik. Lokasi pabrik atau lokasi usaha,

dan sebagainya.
Sumber daya Manusia : Pengalaman, loyalitas, pelatihan, komitmen, dan

sebagainya.
Sumber daya Organisasional : Sistem perencanaan, koordinasi, pengendalian, dan

sebagainya.
b. Intangible Merupakan sumber daya yang tidak terlihat pada neraca keuangan
perusahaan misalnya teknologi, inovasi dan reputasi (performance).
Contohnya:
Sumber daya Teknologi : Persediaan teknologi seperti paten, merek dagang, hak

cipta, dan sebagainya,


Sumber daya untuk Inovasi: Kegiatan riset, kreativitas, dan sebagainya, Reputasi
(performance): Merek, persepsi kualitas, hubungan baik dengan pemasok, dan

sebagainya.
c. Human Resources Perusahaan, menilai sumber daya manusia atau karyawannya
berdasarkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku yang untuk selanjutnya
dikembangkan juga penilaian terhadap kemampuan para karyawan untuk bekerja
sama secara lebih efektif.
2. Kapabilitas (Capability)
a. Pendekatan Fungsional penentu kapabilitas perusahaan secara relative terhadap
fungsi-fungsi utama perusahaan antara lain: pemasaran, penjualan dan distribusi,
keuangan dan akuntansi, sumber daya manusia, produksi serta organisasi secara
umum.
b. Pendekatan Rantai Nilai (Value Chain) kapabilitas yang didasarkan pada
serangkaian kegiatan yang berurutan yang merupakan sekumpulan aktivitas nilai
(value activities) yang dilakukan untuk mendesain, memproduksi, memasarkan,
mengirim dan mendukung produk dan jasa.
3. Kompetensi Inti (Core Competence)
Ada dua pengertian mengenai kompetensi, yakni kompetensi individual dan kompetensi
organisasi.
2

Kompetensi individu meliputi pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills) dan

kemampuan (abilities) yang dimiliki seseorang dalam suatu organisasi.


Kompetensi organisasi merupakan tindakan kolektif dari karakteristik kompetensi
individu dalam tingkatan organisasi.

PENENTUAN KEKUATAN DAN KELEMAHAN PERUSAHAAN


Setiap perusahaan harus mampu menjalankan strategi yang sesuai dengan keahlian atau
kemampuan utamanya (core competency) sehingga memiliki kemampuan bersaing yang
paling kuat dan pada gilirannya akan mampu menempatkan perusahaan dalam posisi
keunggulan pasar (market advantage). Sementara itu, kelemahan merupakan sesuatu
kekurangan yang mungkin dirasakan dibandingkan dengan pesaing atau yang menimbulkan
keterbatasan sehingga tidak dapat meraih apa yang diharapkan.
Lingkungan Internal ( di dalam perusahaan ) Dalam teori SWOT, dibagi menjadi 2 :
1. Strength (kekuatan)
Strength merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau
konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat
dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. Strength dalam hal ini
diartikan sebagai kekuatan atau hal positif yang menonjol dari perusahaan / produk
yang dapat dijadikan sebagai competitive advantage (keunggulan bersaing). Misalnya:

Brand nama yang terkenal

Hak paten

Market share yang relatif besar / dominan

Reputasi yang baik

Skill / kemampuan / spesialisasi perusahaan

Jaringan distribusi yang luas

Dan lain lain.

2. Weakness (Kelemahan)
Kebalikan dari Strength, Weakness merupakan kekurangan atau hal hal yang tidak /
belum dimiliki perusahaan untuk bersaing di pasar. Misal :

Brand nama tidak terkenal

Reputasi yang kurang baik di mata konsumen

Biaya produksi relatif mahal dibanding pesaing


3

Harga yang kurang kompetitif

Weakness juga dapat menjadi sisi lain dari strength yang dimiliki perusahaan. Misal :
Perusahaan memiliki pabrik dengan skala produksi yang besar dengan nilai investasi
yang besar pula. Di satu sisi, ini adalah strength. Namun disisi lain, apabila terjadi
perubahan di pasar atau konsumen, misalnya perubahan spesifikasi produk menjadi
lebih kecil / compact dan berbeda dari produk yang ada, maka strength tadi dapat pula
menjadi weakness karena perusahaan tersebut menjadi kurang tanggap untuk
mengantisipasi perubahan tersebut atau tindakan antisipasinya menjadi mahal.
Dalam lingkup internal kekuatan dan kelemahan perusahaan ditentukan dari:
1.
2.

3.

Sumber daya/ resources (input)


Misal: s.d. alam, s.d. manusia, s.d. keuangan, s.d. sosial-budaya, dsb.
Strategi/kebijakan saat ini (proses) Kinerja (output)
Misal: rencana pengembangan yg lalu dan saat ini, rencana - rencana sektoral, rencana
- rencana kawasan/pewilayahan; proses pembuatan keputusan.
Kinerja ( Output )
Misal: hasil-hasil pembangunan s/d saat ini, perkembangan kota, dsb.
Analisis ini lebih lancar bila memanfaatkan system informasi manajemen (SIM / MIS)

Analisis Faktor Strategis Internal (Internal Strategic Factors Analysis Summary/IFAS)


Analisis faktor strategis internal difokuskan pada kekuatan dan kelemahan pada suatu
perusahaan. Setelah mengetahui faktor-faktor strategi internal, selanjutnya susun tabel faktorfaktor Strategis Internal (Internal Strategic Factors Analysis Summary/IFAS), dengan langkah
sebagai berikut :
1.

Menyusun faktor kekuatan dan kelemahan pada kolom 1. Masukkan 10 sampai 20


faktor internal, termasuk kekuatan maupun kelemahan organisasi. Daftar terlebih dulu
kekuatannya kemudian kelemahannya.

2.

Memberikan bobot masing-masing faktor pada kolom 2, mulai dari 1,0 (sangat
penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting). Bobot dari semua faktor strategis yang
berupa kekuatan dan kelemahan ini harus berjumlah 1.

3.

Menghitung rating dalam (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan


memberi skala mulai dari 4 (sangat kuat) sampai dengan 1 (sangat lemah) berdasarkan
pengaruh faktor tersebut pada kondisi organisasi. Pemberian rating pada kekuatan harus
mendapat peringkat 3 atau 4 dan kelemahan harus mendapat peringkat 1 atau 2.

4.

Mengalikan bobot faktor pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3. Hasilnya adalah
skor pembobotan untuk masing-masing faktor.

5.

Menghitung jumlah skor pembobotan untuk memperoleh skor bobot total organisasi.
Skor bobot total tertinggi yang mungkin dicapai untuk sebuah organisasi adalah 4,0 dan

skor bobot terendah adalah 1,0. Rata rata skor bobot total adalah 2,5. Skor bobot total di
bawah 2,5 mencirikan perusahaan yang lemah secara internal sedangkan skor yang secara
signifikan berada diatas 2,5 mengindikasikan posisi internal yang kuat.

BAB II
CONTOH KASUS

PT. INDOMILK

Berdasarkan Identifikasi terhadap faktor internal perusahaan berupa kekuatan (Strenght) dan
kelemahan (Weakness) yang berpengaruh terhadap perkembangan PT. Indomilk dalam
industri susu melalui kuesioner yang diisi oleh pihak manajemen PT. Indomilk, yang
dianggap sebagai ahli dan memiliki berbagai tanggung jawab dalam proses pengambilan
keputusan, hasil analisa tersebut digunakan untuk mempetakan posisi PT. Indomilk dalam
suatu diagram matriks.

BAB III
KAITAN TEORI DENGAN KASUS
KEKUATAN (Strength)
1. Produk susu bubuk full cream Indomilk sudah cukup bagus, sehingga mampu
meningkatkan penjualan. Terhitung dari tahun 2000 sampai dengan 2003. Tahun 2000
sebesar 1.680.083, tahun 2001 sebesar 1.895.833, tahun 2002 sebesar 2.406.415
sedangkan tahun 2003 sebesar 2.991.763. Maka data tersebut menunjukan adanya
kecenderungan peningkatan penjualan dari tahun 2000 sampai dengan 2003 yang di
dapat PT. Indomilk.
2. Produk susu bubuk full cream banyak disukai konsumen, sehingga pihak perusahaan
memperhatikan dengan menyediakan produknya dengan baik agar tidak kekurangan
disaat konsumen akan membeli. Hal tersebut di utamakan juga oleh perusahaan agar
tidak mengecewakan konsumen.
3. Susu bubuk full cream Indomilk rasanya cukup manis, yang terbuat dari 100% susu
segar, mengandung 28% kadar lemak setara dengan 3,6% kadar lemak susu segar satu
gelas.
4. Tenaga ahli profesional, produk susu bubuk full cream yang dihasilkan PT. Indomilk
di dukung oleh tenaga ahli yang terlatih dan handal dalam bidang produksi sehingga
produk yang dihasilkan berkualitas. Tenaga ahli merupakan faktor yang mendukung
dalam perusahaan agar perusahaan berkembang dengan baik.
5. Kemasan susu bubuk full cream Indomilk, sudah cukup bagus, dan banyak disukai
konsumen sehingga dapat meningkatkan volume penjualan, karena kemasan
merupakan daya tarik bagi si pelanggan.

KELEMAHAN (Weaknesses)
1. Produk Indomilk terlalu sempit pasarannya, perhatian dan penanganan pendistribusian
atau pemasaran produk masih rendah, hal ini ditandai belum menyebarnya produk
Indomilk sampai kepelosok daerah-daerah terpencil.
2. Disiplin karyawan produksi, penanganan yang dilakukan oleh PT. Indomilk
khususnya di bidang produksi, kedisiplinan karyawan ditingkatkan yang bertujuan
agar dalam melakukan tugas atau kewajiban pekerjaannya di tuntut supaya dapat
bertanggung jawab atas pekerjaan yang menjadi bagiannya.
3. Keterbatasan modal kerja, PT. Indomilk memiliki modal yang baik dalam
kelangsungan hidup perusahaan, tetapi dalam menghasilkan produk susu bubuk full
cream memiliki keterbatasan modal kerja di dalam proses produksi sehingga
perusahaan dalam menghasilkan produk harus dapat meminimumkan biaya produksi
tetapi tetap mempertahankan produk agar tetap berkualitas.
4. Ukuran produk, dengan adanya ukuran produk susu bubuk full cream yang dihasilkan
oleh perusahaan PT. Indomilk, pihak konsumen merasa perlu diciptakannya produkproduk yang ukurannya relatif lebih kecil di banding dengan ukuran yang ada pada
saat ini, seperti : ukuran susu bubuk full cream dalam bentuk sachet. Ukuran susu
bubuk full cream yang ada pada saat ini adalah ukuran 400 gr dan 800 gr.
5. Indomilk kurang melakukan terobosan-terobosan terhadap pasar, di dalam
pengembangan produk, perusahaan juga harus bisa melakukan suatu terobosan
terhadap pasar, misalnya dengan mengadakan promosi yang besar-besaran atau
dengan memberikan hadiah-hadiah, sehingga proses ini tidak akan sia-sia bagi
perusahaan dan si konsumen pun akan lebih tertarik untuk membelinya.

Matrik IFAS
Susu Bubuk Full Cream Indomilk
Faktor Strategis
Internal
KEKUATAN :
- Susu bubuk
Indomilk sudah
cukup bagus

Bobot

rating

Bobot x rating

0,099

3,33

0,329

Susu bubuk
Indomilk banyak
disukai konsumen

0,102

3,67

0,374

Susu bubuk
Indomilk rasanya
cukup manis

0,102

3,33

0,339

Tenaga ahli
professional

0,102

0,408

0,102

3,33

0,339

0,098

0,196

Kemasan susu
bubuk Indomilk
sudah cukup
bagus.

KELEMAHAN :
- Produk Indomilk
terlalu sempit
pasarannya
-

Disiplin karyawan
produksi

0,098

1,67

0,163

Keterbatasan
modal kerja

0,102

1,33

0,135

Ukuran produk

0,095

0,095

0,1

1,33

0,133

1,000

24,99

2,511

Indomilk kurang
melakukan
terobosanterobosan
terhadap pasar.
Total

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
Dari tabel matrik IFAS dapat dilihat perusahaan secara internal cukup kuat. Hal ini
menunjukkan skor yang diraih perusahaan sebesar 2,511. Dari matriks tersebut terlihat bahwa
PT. Indomilk yang mamproduksi susu menghasilkan kualitas produk yang baik, ketersediaan
produk susu bubuk full cream dan rasa yang di berikan sesuai dengan selera konsumen.
Faktor tersebut merupakan hal yang paling penting di perhatikan dalam industri, dan ini
8

merupakan kekuatan yang paling besar yang dimiliki oleh perusahaan. Para penyusun strategi
harus mengidentifikasi serta mengevaluasi kekuatan dan kelamahan internal untuk secara
efektif merumuskan dan memilih diantara strategi-strategi alternative.

DAFTAR PUSTAKA
-

David, Fred R. 2010. Strategic Management Manajemen Strategis Konsep Buku 1

Edisi 12. Salemba Empat : Jakarta.


http://izardmilanisti.blogspot.com/2010/04/tugas-manajemen-strategik.html

pada tanggal 6 September 2014]


http://ethikbagethik.blogspot.com/2012/06/analisis-lingkungan-internal.html [diakses

[diakses

pada tanggal 6 September 2014]


9

http://akuntansibisnis.wordpress.com/2010/06/16/analisis-intern/

[diakses

pada

tanggal 6 September 2014]


http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/modulrencanastrategis/materi4_analisissw

ot.pdf [diakses pada tanggal 6 September 2014]


http://www.pasca-unpak.ac.id/ejournal/index.php/MM/article/download/22/17
[diakses pada tanggal 6 September 2014]

10