Anda di halaman 1dari 4

Model-Model Pembelajaran PAUD (1)

Pada postingan kali ini, secara berseri saya akan membahas model-model
pembelajaran yang telah biasa dilaksanakan di PAUD . Sebab masih banyak guru
PAUD yang belum dapat membedakan antara model pembelajaran dengan
metode pembelajaran .Model pembelajaran adalah suatu desain atau rancangan
yang menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang
memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran, sehingga terjadi perubahan
atau perkembangan pada diri anak. Adapun komponen model pembelajaran
meliputi; konsep, tujuan pembelajaran, materi/tema, langkah-langkah/prosedur,
metode, alat/sumber belajar, dan teknik evaluasi.

Sementara metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang


digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk
kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat
beberapa
metode
pembelajaran
yang
dapat
digunakan
untuk
mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2)
demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan;
dan sebagainya.
Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan
praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung. Teknik adalah cara kongkret yang
dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti-ganti teknik
meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan
melalui berbagai teknik pembelajaran. Bungkus dari penerapan pendekatan,
metode, dan teknik pembelajaran tersebut dinamakan model pembelajaran.
Penyusunan model pembelajaran di PAUD baik , PAUD Formal maupun
Nonformal didasarkan pada silabus yang dikembangkan menjadi perencanaan
semester, rencana kegiatan mingguan (RKM), dan rencana kegiatan harian (RKH).
Dengan demikian, model pembelajaran merupakan gambaran konkret yang
dilakukan pendidik dan peserta didik sesuai dengan kegiatan harian.
Ada beberapa model pembelajaran yang biasa diterapkan di PAUD, diantaranya
adalah:
1. Model pembelajaran klasikal.
2. Model pembelajaran kegiatan kelompok dengan kegiatan pengaman.

3. Model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan.


4. Model pembelajaran area (minat).
5. Model pembelajaran berdasarkan sentra.
Model-model pembalajaran tersebut pada umumnya menggunakan langkahlangkah pembelajaran yang sama dalam sehari, yaitu: kegiatan awal/pendahuluan,
kegiatan inti, istirahat/makan, kegiatan akhir atau penutup.
Kegiatan awal/pendahuluan adalah kegiatan awal dalam pembelajaran yang
ditujukan untuk memfokuskan perhatian, membangkitkan motivasi sehingga
peserta didik siap untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
Kegiatan inti merupakan proses kegiatan utama untuk mencapai kompetnsi dasar
yang harus dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
dan partisipatif. Kegiatan inti dilakukan melalui proses eksplorasi, eksperimen,
elaborasi, dan konfirmasi.
Kegiatan penutup adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri kegiatan
pembelajaran. Bentuk kegiatannya berupa menyimpulkan, umpan balik, dan tindak
lanjut.
Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangannya masingmasing serta memerlukan kondisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu guru dapat
memilih model pembelajaran yang akan diterapkan dengan mempertimbangkan
kemampuan yang dimiliki, sarana dan prasarana yang tersedia, serta faktor-faktor
pendukung lainnya.
Uraian singkat mengenai model model pembelajaran di atas sebagai berikut:
1. MODEL PEMBELAJARAN KLASIKAL
Model pembelajaran klasikal adalah pola pembelajaran dimana dalam waktu yang
sama, kegiatan dilakukan oleh seluruh anak sama dalam satu kelas. Model
pembelajaran ini merupakan model pembelajaran yang paling awal digunakan di
TK, dengan sarana pembelajaran yang pada umumnya sangat terbatas, serta
kurang memperhatikan minat individu anak. Seiring dengan perkembangan teori
dan pengembangan model pembelajaran, model ini sudah banyak ditinggalkan.
2. MODEL PEMBELAJARAN KELOMPOK DENGAN PENGAMAN
Model pembelajaran kelompok dengan pengaman adalah pola pembelajaran
dimana anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok (biasanya menjadi tiga
kelompok), masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda. Dalam
satu pertemuan, anak didorong harus mampu menyelesaikan 2 3 kegiatan dalam
kelompok secara bergantian. Apabila dalam pergantian kelompok terdapat anakanak yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat daripada temannya, maka
anak tersebut dapat meneruskan kegiatan lain selama dalam kelompok lain masih
ada tempat. Jika sudah tidak ada tempat, anak-anak tersebut dapat bermain pada
tempat tertentu yang sudah disediakan oleh guru, dan tempat itulah yang disebut
dengan kegiatan pengaman. Pada kegiatan pengaman sebaiknya disediakan alatalat yang lebih bervariasi dan sering diganti sesuai dengan tema atau subtema yang
dibahas.
Adapun strategi yang dapat dilakukan guru dalam menerapkan model pembelajaran
kelompok dengan pengaman ini adalah sebagai berikut :

a. Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas yang meliputi penataan ruangan maupun pengorganisasian
peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan dan program yang direncanakan akan
membantu pencapaian pembelajaran yang optimal. Untuk itu hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah :

Penataan perabot di ruangan harus disesuaikan dengan kegiatan yang akan


dilaksanakan.

Pengelompokkan meja dan kursi anak disesuaikan dengan kebutuhan


sehingga ruang gerak peserta didik leluasa. Susunan meja kursi dapat
berubah-ubah. Pada waktu mengikuti kegiatan, anak tidak selalu duduk di
kursi, tetapi dapat juga duduk di tikar/karpet.

Dinding dapat digunakan untuk menempelkan sarana yang dipergunakan


sebagai sumber belajar dan hasil kegiatan anak, tetapi jangan terlalu
banyak sehingga dapat mengganggu perhatian anak.

Peletakan dan penyimpanan alat bermain diatur sedemikian rupa sesuai


dengan fungsinya sehingga dapat melatih anak untuk pembiasaan yang ingin
dicapai seperti kemandirian, tanggung jawab, membuat keputusan,
kebiasaan mengatur kembali peralatan dan sebagainya.

Alat bermain untuk kegiatan pengaman diatur dalam ruangan, sehingga dapat
berfungsi apabila diperlukan oleh peserta didik.
b. Langkah-langkah Kegiatan
Kegiatan belajar mengajar dengan model pembelajaran kelompok dengan kegiatan
pengaman menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Kegiatan Pendahuluan/Awal
Kegiatan pendahuluan/awal dilaksanakan secara klasikal artinya kegiatan yang
dilakukan oleh seluruh anak dalam satu kelas, dalam satu satuan waktu dengan
kegiatan yang sama dan sifatnya pemanasan, misalnya berdiskusi dan tanya jawab
tentang teman dan sub teman atau pengalaman yang dialami anak. Jika pada
waktu diskusi terjadi kejenuhan diharapkan guru membuat variasi kegiatan,
misalnya kegiatan fisik/motorik atau permainan yang melatih pendengaran anak.
2) Kegiatan Inti
Sifat dari kegiatan ini adalah kegiatan yang mengaktifkan perhatian, kemampuan
dan sosial emosi anak. Kegiatannya terdiri dari bermacam-macam kegiatan
bermain yang dipilih dan disukai anak agar dapat bereksplorasi, bereksperimen,
meningkatkan pengertian-pengertian, konsentrasi, memunculkan inisiatif,
kemandirian dan kreativitasnya serta dapat membantu dan mengembangkan
kebiasaan bekerja yang baik.
Pada kegiatan ini anak terbagi beberapa kegiatan kelompok, artinya dalam satu
satuan waktu tertentu terdapat beberapa kelompok anak melakukan kegiatan yang
berbeda-beda. Pengorganisasian anak saat kegiatan pada umumnya dengan
kegiatan kelompok, namun ada kalanya diperlukan menggunakan kegiatan klasikal
maupun individual.

Sebelum anak dibagi menjadi kelompok, guru menjelaskan kegiatan atau hal-hal
yang berkaitan dengan tugas masing-masing kelompok secara klasikal. Pada
kegiatan inti dalam satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Guru bersama
anak dapat memberi nama masing-masing kelompok. Anak diberi kebebasan untuk
memilih kegiatan yang ada pada kelompok yang diminatinya dan tempat yang
disediakan. Semua anak hendaknya secara bergantian mengikuti kegiatan-kegiatan
yang direncanakan oleh guru. Setelah anak dapat mengikuti secara teratur, maka
anak boleh memilih kegiatan sendiri dengan tertib.
Anak-anak yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari pada temannya
dapat meneruskan kegiatan di kelompok lain. Jika tidak tersedia tempat, anak
tersebut dapat melakukan kegiatan di kegiatan pengaman. Fungsi kegiatan
pengaman adalah :
a) Sebagai tempat kegiatan anak yang telah menyelesaikan tugasnya lebih cepat
sehingga tidak mengganggu teman lain.
b) Untuk memotivasi anak agar cepat menyelesaikan tugasnya.
c) Untuk mengembangkan aspek emosional, sosial, kemandirian, kerja sama dan
kreativitas anak.
Sebaiknya alat-alat yang disediakan pada kegiatan pengaman lebih bervariasi dan
sering diganti disesuaikan dengan teman atau sub tema yang dibahas. Pada waktu
kegiatan kelompok berlangsung, guru tidak berada di satu kelompok saja
melainkan juga memberikan bimbingan kepada peserta didik yang mengalami
kesulitan walaupun peserta didik tersebut berada di kelompok lain.
3) Istirahat/Makan
Kegiatan ini kadang-kadang dapat digunakan untuk mengisi indikator/kemampuan
yang hendak dicapai yang berkaitan dengan kegiatan makan, misalnya tata tertib
makan, jenis makanan bergizi, rasa sosial dan kerjasama. Setelah kegiatan makan
selesai, waktu yang tersisa dapat digunakan untuk bermain dengan alat permainan
di luar kelas yang bertujuan mengembangkan fisik/motorik. Apabila dianggap
waktu untuk istirahat kurang, guru dapat menambah sendiri waktu istirahat dengan
tidak mengambil waktu kegiatan lainnya, misalnya bermain sebelum kegiatan awal
atau sesudah kegiatan penutup.
4) Penutup
Kegiatan yang dilaksanakan pada kegiatan penutup menenangkan anak dan
diberikan secara klasikal, misalnya membaca cerita dari buku, pantomin,
menyanyi, atau apresiasi musik dari berbagai daerah.
Kegiatan ini diakhiri dengan tanya jawab mengenai kegiatan yang berlangsung,
sehingga anak memaknai kegiatan yang dilaksanakan.
c. Penilaian
Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung guru hendaknya mencatat segala
hal yang terjadi baik terhadap program kegiatannya maupun terhadap
perkembangan peserta didik. Segala catatan guru digunakan sebagai bahan
masukan bagi keperluan penilaian.
(bersambung)