Anda di halaman 1dari 2

NOTULEN SURVEI DOKUMEN AKREDITASI

CHAPTER IV TENTANG PELAYANAN PASIEN

Perihal rapat

: Rapat Akreditasi Pelayanan Pasien (PP)

Hari / Tanggal

: Selasa, 11 Oktober 2016

Perserta Rapat

:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Pembuka

Dr. Dwi Robbiardy.E


Melisa
Yunidha puspita sari
Rischa yulia pratiwi
Hety yuliana
Dhanang ardi saputra
Ngatemi
Agustina
Tyan RJ lina

DR, dr, Djoko trihadi Sp. Pd :


1. Surat usulan pengadaan

CCTV dalam rangka perlindungan terhadap pasien

resiko kekerasan / rentan


2. Form pendelegasian kewenangan edukasi atau inform consent
3. Pemberi asuhan pelayanan pasien (dokter, perawat, bidan, staf pendaftaran, dan
lain-lain) di edukasi untuk menuliskan laporan kegiatannya secara lengkap dan
terbaca di dalam rekam medis.
4. Semua dokter, perawat, bidan, ahli Gizi, dan pemberi asuhan pasien lainnya
membuat cap nama dan Nomor SIP/STR untuk validasi setiap asuhan yang
diberikan dan dituliskan dalam rekam medis (CPPT)
5. Rekrutmen satu orang lagi ahli rekam medis dan penambahan SDM pelaksana
rekam medis, serta pemberlakuan operasional unit rekam medis 24 jam, 7 hari
dalam seminggu.
6. Pedoman edukasi efektif di sosialisasikan keseluruh ruangan
7. Lampirkan MOU kerjasama laboratorium RSPBA dengan laboratorium jejaring
8. Sertifikat petugas laboratorium RSPBA
9. Buat SK pedoman SOP true emergensi dan false emergensi masing-masing SMF
10. Lokasi petugas, jadwal shift, SK, pedoman, SOP, Tim Code Blue

11. Sertifikat pelatihan doter jaga untuk kegawat daruratan dan penjabaran pedoman
dan SOP tatalaksana pasien koma.
12. Cari permenkes No. Berapa tentang kewenangan permintaan rapid tes HIV dapat
dilakukan oleh siapa ?
13. Perlukah pembentukan tim VCT RSPBA
14. Lengkapi panduan penyakit menular ( TBC, Hepatitis, HIV)
15. Lengkapi sertifikat pemberi asuhan pasien hemodialisa ( Dr. Sp. PD, KGH), dr.
Umum ahli HD, dan perawat ahli HD
16. Buat SK, pedoman, SOP, tanda pengenal untuk pengunjung atau penunggu
pasien di RS baik untuk area rawat inap, maupun area emergensi dan critical
(sampaikan pada chapter MKI)
17. Evaluasi 10 pasien untuk skrining, asuhan, penelitian gizi pasien rawat inap
18. Tambahkan kebijakan pasien tidak boleh makan makanan dari luar RS
19. Dibentuk tim manajemen nyeri, penetapan SK, dan tugas pokok fungsi tim
manajemen nyeri serta penyusunan formularium obat-obatan untuk tatalaksana
nyeri
20. SK, panduan, SOP tim kerohanian untuk pasien muslim dan non muslim serta
rekrutmen SDM kerohanian ( muslim dan non muslim)

Bandar Lampung, 11 Oktober 2016

Dr. Dwi Robbiardy.E