Anda di halaman 1dari 7

EVOLUSI PROKARIOT DAN MUNCULNYA KEANEKARAGAMAN

MAKHLUK HIDUP
TUGAS TERSTRUKTUR
diajukan sebagai syarat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Evolusi
Dosen pengampu:
Prof. Dr. Fransisca Sudargo, M.Pd.
Dra. Ammi Syulasmi, M.S.

oleh:
Kelas Biologi B 2013
Kelompok
Eka Astuti

(1306081)

Elawati

(13)

Elitha Sundari Pulungan

(1307092)

Mela Badriyani

(1306806)

Maulisna Nur O. Hans

(1304975)

Rani Hidayatika

(1304972)

Rizka Trian Palupi

(1306100)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2016

1. Cobalah jelaskan mengapa kemunculan prokariot di lautan yang kaya akan


bahan organik merupakan awal dari kehidupan bagi makhluk hidup bersel satu,
eukariot sel hewan dan eukariot sel tumbuhan?
Jawab:
Pada tahun 1953, Stanley Miller dan Harold Urey, menguji hipotesis
Oparin-Haldane melalui percobaan dengan kondisi bumi primitif. Pada saat itu
atmosfer bumi terdiri dari gas-gas H2O, H2, CH4, dan NH3. Gasgas tersebut
dimasukkan kedalam tabung kemudian dipanaskan bersama dengan air.
Dengan bantuan bunga api listrik, dan radiasi UV, gas-gas tersebut bereaksi dan
membentuk molekul organik sederhana seperti HCN, dan HCHO. Selain itu
jugamembenuk senyawa organik seperti asam amino, gula, asam lemak dan
nukleotida.
Interaksi molekul-molekul organik semakin kompleks dan akhirnya
membentuk molekul DNA dan RNA. Molekul ini kemudian membentuk
koaservat, yang dikenal sebagai protobion. Protobion kemudian berkembang
menjadi organisme prokariot awal.
Prokariot merupakan makhluk hidup uniselular yang tidak memiliki
membran inti sel. Prokariot dapat hidup di semua tempat. Di air panas, air
dingin, air asin, air asam, air basa, di dalam tanah, dan pada sel lainnya.
Keadaan ini memungkinkan prokariot hidup pada masa bumi masih bergejolak
dengan zat organik yang banyak dan melimpah di lautan.
2. Mengapa kehadiran sebagian prokariot di bumi ini sangat diperlukan bagi
kehidupan di bumi?
Jawab:
Karena prokariot dapat hidup di berbagai tempat dan sangat mudah
berkembang biak dan sangat berperan dalam merombak bahan-bahan dari
organisme yang sudah mati dan mengembalikan unsur kimia ke lingkungan
sehingga dapat di serap kembali oleh akar tumbuhan.
3. Cobalah jelaskan bahwa kemunculan sel biologi diawali oleh kelimpahan
senyawa organik dan suhu atmosfer bumi yang sangat tinggi!
Jawaban:

Petir, hujan meteroit, serta suhu atmosfer bumi yang sangat tinggi pada
dahulu kala memungkinkan terjadinya penggabungan molekul sederhana
menjadi molekul yang lebih kompleks. Radiasi sinar UV dapat menembus
atmosfer bumi yang belum memiliki lapisan ozon sehingga memungkinkan
terbentuknya molekul kompleks yang dapat membelah diri dan melakukan
metabolisme yang kemudian dikenal dengan protobiont yangmerupakan cikal
bakal sel.
4. Benarkah bahwa percobaan Stanley Miller dan Harold Urey sesungguhnya
menunjang teori abiogenesis? Jelaskan pendapat anda!
Jawaban:
Ya benar, dari percobaan yang dilakukan Stanley Miller dan Harold
Urey hasilnya menunjang teori abiogenesis yaitu makhluk hidup berasal dari
benda mati karena pada percobaannya yang hanya terdiri dari gas-gas,
hasilnya menghasilkan protobiont yang merupakan kumpulan molekul organic
yang memiliki sejumlah ciri biologis, yaitu DNA dan RNA.
5. Bagaimanakah tahapan perkembangan kemunculan sel protobion dari reaksi
senyawa-senyawa kimia yang sangat melimpah dan kondisi suhu yang sangat
tinggi di atmosfer purbakala?
Jawaban:
Protobion adalah kumpulan molekul yang memiliki sejumlah ciri
biologis antara lain memiliki DNA dan RNA atau informasi genetik. Secara
umum, reaksi senyawa anorganik sederhana menjadi senyawa kompleks yang
dihipotesiskan yang terjadi dalam atmosfer bumi:
a Tahap Atom menjadi Zat Anorganik
CnHnOnN
H2O, CH4, NH3, HCN
b Tahap zat anorganik menjadi zat organik sederhana
1) CH4 + H2O
gula sederhana, asam lemak,
gliserin
2) CH4 + H2O + NH3
Asam Amino
3) CH4 + H2O + NH3 + HCN
Basa Nitrogen
c Tahap zat organik sederhana menjadi zat organik kompleks
1) Gula+Gula
Karbohidrat/polisakarida
2) Asam lemak + gliserin
lemak
3) Basa nitrogen + gula+ posfat
adenosin posfat, nukleotida
4) Nukleotida-Nukleotida
DNA, RNA
d Tahap zat organik kompleks
Protoplasma sel primitif

Molekul asam nuklear merupakan molekul yang dihasilkan secara


abiotik. Molekul ini kemudian membentuk koaservat. Koaservat
merupakan kumpulan makromolekul yang dikelilingi oleh massa air, yang
dapat menyerap substratnya hingga pencemaran terhindari. Koaservat ini
dikenal dengan protobion.
6. Dalam evolusinya, prokariot bercabang menjadi dua kelompok-kelompok
apakah ?
Jawaban:
Terdapat dua kelompok dalam evolusi prokariot yaitu:
a. Kelompok Bakteria
: dulu dinamakan Eubacteria
b. Kelompok Arkhaea
: dulu dinamakan Archabaeabacteria
Bakteri gram positif
Domain Bakteria (Eubacteria)

Bakteri hijau fotosintetik (anaerob)

Sianobakteria
Bakteri gram negatif
Bakteri ungu

Nenek Moyang

Spirochaeta
Bakteri aeraob air panas (termofil ekstrim)
Bakteri anaerob air asin( halofil ekstrim)
Domain Arkhaea
(Archabaeabacteria)

Bakteri anaerob metanogen (mereduksi CO2 menjadi metana)

Secara struktural bakteri maupun arkhae dikelompokan kedalam prokariot,


prokariot secara umum bersifat uniseluler, tetapi ada beberapa spesies yang
membentuk kumpulan atau koloni. Sel prokariotik memiliki tiga bentuk umum
yaitu bentuk kokus (bola), bentuk basil (batang), bentuk spiral. Ketiga bentuk
ini merupakan tahap penting dalam identifikasi prokariot.

7. Mengapa dikatakan bahwa evolusi cara makan prokariot memegang peranan


penting dalam perubahan lingkungan hidup purbakala?
Jawaban:
Evolusi cara makan prokariot memegang peranan penting dalam
perubahan lingkungan hidup purbakala karena pada awalnya banyak
prokariot yang bersifat parasit, karena lautan purbakala pada masa itu kaya
akan bahan organik sebagai nutrisi bagi prokariot.

Prokariot ini dapat

dikatakan hidup sebagai parasit. Seiring dengan kemampuan berkembang


biak prokariot, maka lautan purba dengan cepat dipenuhi oleh sel-sel
prokariot, dan banyak pula sel-sel yang mati. Bahan organik pada sel-sel mati
ini kemudian diuraikan oleh prokariot saprofit. Hasil penguraian ini adalah
bahan-bahan anorganik yang dikembalikan ke lingkungan. Evolusi cara
makan

ini

diikuti

dengan

evolusi

metabolisme,

sehingga

muncul

keanekaragaman prokariot.
8. Apa akibat revolusi oksigen terhadap kehidupan sel prokariot anaerob?
Jawaban:
Revolusi oksigen menyebabkan kepunahan prokariot anaerob yang tak
dapat beradaptasi dengan lingkungan baru karena atmosfer kaya akan oksigen.
Namun ada prokariot anaerob lain yang dapat bertahan hidup dalam habitat
yang aerob hingga saat ini yaitu anaerob obligat. Di samping itu muncul sel
prokariot yang bersimbiosis dengan prokariot aerob, lalu terjadilah evolusi
antara simbion tersebut yang kemudian berkembang menjadi eukariot.

9. Mitokondria dan kloroplas diduga merupakan prokariot endosimbiotik yang


menimbulkan keanekaragaman sel. Beri penjelasan!
Jawaban:
Sel yang hanya memiliki mitokondria akan berkembang menjadi sel
hewan. Sel yang memiliki kloroplas dan mitokondria akan berkembang
menjadi sel tumbuhan. Baik mitokondria maupun kloroplas berkembang
menjadi organel dari sel eukariot.
10. Berikan penjelasan dalam sistem klasifikasi filogenik: Mengapa sistem lima
kingdom dikatakan sudah kuno sehingga berkembang menjadi sistem delapan
kingdom dan sistem tiga domain?
Jawaban:
Dasar dari sistem delapan kingdom adalah bahwa sistem lima kingdom
dianggap sudah kuno dan kingdom protista bersifat polifiletik (lebih dari dua
nenek moyang). Sistem delapan kingdom juga memperkenalkan pemecahan
kingdom protista menjadi tiga kingdom baru, yaitu Arkhaeozoa, Protista, dan
Chromista. Dalam sistem domain, kelompok protista diuraikan lagi menjadi
beberapa kelompok berdasarkan perbedaan yang muncul. Perbedaan pada

kingdom protista menunjukkan bahwa telah terjadi perkembangan evolusi


protista sehingga terbentuk keanekaragaman protista.