Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena dengan Ridho-Nya
penulis mampu menyelesaikan tugas makalah tentang pemberian obat tetes mata & telinga.
Penyusunan laporan penelitian ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah SISTEM PRESEPSI
SENSORI.
Dalam penyusunan makalah ini tidak sedikit kesulitan dan hambatan yang penulis alami,
namun berkat dukungan dan dorongan serta semangat dari orang-orang terdekat, sehingga penulis
mampu menyelesaikannya dengan tepat waktu.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan karena terbatasnya
pengetahuan penulis. Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan
menambah pengetahuan bagi penulis dan juga pembaca sekalian.
Amin Yaa Rabbal Alamin.

Mataram, 14 Desember 2015

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................................................................................ii
DAFTAR ISI..............................................................................................................................iii
BAB I PEMBAHASAN..............................................................................................................4
A. Tetes Mata.......................................................................................................................4
B. Tetes Telinga....................................................................................................................5
BAB II PENUTUP......................................................................................................................6
A. Kesimpulan......................................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................7

BAB I
2

PEMBAHASAN
PEMERIKSAAN FISIK
(TETES MATA & TELINGA)

A. Tetes Mata
Obat mata :
1. Pemberian obat mata
Pemberian obat melalui mata adalah memberi obat kedalam mata berupa cairan dan salep.
Tujuan
a. Untuk mengobati gangguan pada mata
b. Untuk mendilatasi pupil pada pemeriksaan struktur internal mata
c. Untuk melemahkan otot lensa mata pada pengukuran refraksi mata
d. Untuk mencegah kekeringan pada mata
2. Persiapan alat
a. Botol obat dengan penetes steril atau salep dalam tube (tergantung jenis sediaan obat)
b. Bola kapas kering steril (stuppers)
c. Bola kapas basah (normal salin) steril
d. Baskom cuci dengan air hangat
e. Penutup mata (bila perlu)
f. Sarung tangan
3. Prosedur kerja
a. Cek instruksi dokter untuk memastikan nama obat, daya kerja dan tempat pemberian.
b. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan
c. Identifikasi klien secara tepat
d. Jelaskan prosedur pengobatan dengan tepat
e. Atur klien dengan posisi terlentang atau duduk dengan hiperektensi leher
f. Pakai sarung tangan
g. Dengan kapas basah steril, bersihkan kelopak mata dari dalam keluar
h. Minta klien untuk melihat ke langit langit
i. Teteskan obat tetes mata :
1. Dengan tangan dominan anda di dahi klien, pegang penetes mata yang terisi obat kurang
lebih 1-2 cm (0,5 0,75 inci) diatas sacus konjungtiva.
2. Sementara jari tangan non dominan menarik kelopak mata kebawah.
3

3. Teteskan sejumlah obat yang diresepkan kedalam sacus konjungtiva. Sacus konjungtiva
normal menahan 1-2 tetes.
4. Meneteskan obat tetes ke dalam sacus memberikan penyebaran obat yang merata di
seluruh mata.
5. Bila klien berkedip atau menutup mata atau bila tetesan jatuh ke pinggir luar kelopak
mata, ulangi prosedur.
6. Setelah meneteskan obat tetes, minta klien untuk menutup mata dengan perlahan.
7. Berikan tekanan yang lembut pada duktus nasolakrimal klien selama 30-60 detik

B. Tetes Telinga
1. Pemberian obat tetes telinga
Memberikan obat pada telinga melalui kanal eksternal, dalam bentuk cair.
Tujuan :
a. Untuk memberikan efek terapi lokal (mengurangi peradangan, membunuh organisme
penyebab infeksi pada kanal telinga eksternal)
b. Menghilangkan nyeri
c. Untuk melunakkan serumen agar mudah untuk diambil
2. Persiapan alat
a. Botol obat dengan penetes steril
b. Cotton budNormal salin
c. Sarung tangan
3. Prosedur kerja
a. Cek kembali pengobatan, waktu, jumlah dan dosis serta pada telinga bagian mana obat harus
diberikan.
b. Siapkan klien
1. Identifikasi klien dengan tepat dan tanyakan namanya
2. Sediakan asisten bila diperlukan, untuk mencegah cidera pada bayi dan anak kecil
3. Atur posisi klien miring kesamping (side lying) dengan telinga yang akan diobati pada
bagian atas.
4. Bersihkan daun telinga dan lubang telinga
a. Gunakan sarung tangan bila dicurigai ada infeksi
b. Dengan menggunakan cotton bud yang dibasahi cairan, bersihkan daun telinga dan
meatus auditory

c. Hangatkan obat dengan tangan anda atau rendam obat ke dalam air hangat dalam
waktu yang singkat
d. Tarik daun telinga keatas dan kebelakang (untuk dewasa dan anak-anak diatas 3
tahun), tarik daun telinga kebawah dan kebelakang (bayi)
e. Masukkan sejumlah tetes obat yang tepat sepanjang sisi kanal telinga
f. Berikan penekanan yang lembut beberapa kali pada tragus telinga
g. Minta klien untuk tetap berada pada posisi miring selama 5 menit.
h. Kaji respon klien
i. Kaji pada karakter dan jumlah pengeluaran, adanya ketidaknyamanan dan lain
sebagainya. Lakukan segera setelah obat dimasukkan dan ulangi pada saat efek obat
telah bekerja.
j. Rapikan alat dan buang peralatan yang sudah tidak dipakai
k.Dokumentasikan semua tindakan

BAB II
PENUTUP
A. Kesimpulan
Obat tetes telinga adalah sediaan yang ditujukan untuk pengobatan telinga, dengan meneteskan
kedalam telinga, ditujukan untuk membersihkan telinga, mengobati radang atau rasa sakit. Sebelum
memberikan obat kepada pasien, ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan untuk menjamin
keamanan dalam pemberian obat, yang meliputi 5 (lima) benar yaitu benar obat, benar dosis, benar
waktu, benar pasien, dan benar cara pemberian.
Obat mata yang biasa digunakan oleh klien ialah tetes mata dan salep, meliputi preparat yang
biasa dibeli bebas , misalnya air mata buatan dan vasokonstrikstor (misalnya visine, dsb). Namun
banyak klien menerima resep obat-obatan oftalmic untuk kondisi mata seperti glaucoma dan untuk
terapi setelah suatu prosedur, misalnya ekstraksi katarak.

DAFTAR PUSTAKA
6

Perry, Anne Griffin,. Veronica Ronnie Petterson,. Patricia A. Potter. (2005). Buku Saku
Keterampilan & Prosedur Dasar. Jakarta: EGC
Howard, C. Ansel. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi IV. Jakarta : UI Press.
Aisyah. 2014. Tetes Telinga. www.Rgm_Aisyah's.blogspot.com.