Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PORTOFOLIO

KASUS:
STEVEN JOHNSON SYNDROME

Oleh:
dr. Wulan Pradani Nurisa
Pendamping:
dr. Wiwiek Widiastuti, MM
RSUD Dr. HARDJONO PONOROGO
KABUPATEN PONOROGO
2015-2016PORTOFOLIO
NamaPeserta : dr. Wulan Pradani Nurisa
NamaWahana : RSUD Dr. Hardjono Ponorogo

Topik :Steven Johnson Syndrome


TanggalKasus :17-07-2016
Presenter : dr. Wulan Pradani Nurisa
TanggalPresentasi : 30 Juli 2016
Pendamping : dr. Wiwiek Widiastuti, MM
TempatPresentasi : RSUD Dr. Hardjono Ponorogo
ObyektifPresentasi :
o Keilmuan
o Keterampila o Penyegaran
o TinjauanPustaka
n
o Diagnostik
o Manajemen
o Masalah
o Istimewa
o Neonatu o Bay o Anak
o Remaj o Dewasa o Lansi o Bumil
s
i
a
a
Deskripsi :An. S, 11 tahun, dibawa oleh ibunya ke IGD RSUD dr. Hardjono
dengan keluhan kulit wajah melepuh disertai kemerahan sejak dua hari
sebelum masuk rumah sakit. Riwayat terkena api atau benda panas
lainnya disangkal. Satu hari kemudian, lepuhan semakin banyak, sebagian
pecah dan sebagian membesar, serta meluas hingga ke leher dan dada
bagian atas, serta muncul sedikit di badan, kedua lengan, dan tungkai.
Selain itu, muncul banyak sariawan dan bibir menjadi bengkak, sehingga
pasien sulit makan karena terasa sakit. Kedua mata pasien juga tampak
merah. Sesak disangkal.
Tujuan : Penegakan diagnosis dan penanganan steven johnson syndrome
Bahanbahasan o TinjauanPustaka o Riset
o Kasus
o Audit
Cara membahas o Diskusi o Presentasi&Diskusi o E-mail
o Pos
Data Pasien :
An. S, 11 tahun
Namaklinik :
Alamat :
No. RM :
IGD
RSUD
Dr. Bungkal, Ponorogo
03444xx
HardjonoPonorogo
Data utamauntukbahandiskusi :
1. Diagnosis / GambaranKlinis :
Autoanamnesis+alloanamnesis(17/7/2016):
An. S, 11 tahun, dibawa oleh ibunya ke IGD RSUD dr. Hardjono dengan
keluhan kulit wajah melepuh disertai kemerahan sejak dua hari sebelum
masuk rumah sakit. Riwayat terkena api atau benda panas lainnya
disangkal. Satu hari kemudian, lepuhan semakin banyak, sebagian pecah
dan sebagian membesar, serta meluas hingga ke leher dan dada bagian
atas, serta muncul sedikit di badan, kedua lengan, dan tungkai. Selain itu,
muncul banyak sariawan dan bibir menjadi bengkak, sehingga pasien sulit
makan karena terasa sakit. Kedua mata pasien juga tampak merah. Sesak
disangkal.
Lima hari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengalami sakit
tenggorokan, disertai demam dan sakit kepala. Empat hari sebelum masuk
rumah sakit, ibu pasien membeli parasetamol, demam dan sakit kepala
pun berkurang. Esok harinya, demam muncul lagi, dan pasien minum
parasetamol lagi. Demam turun sebentar, kemudian naik lagi, dan muncul
batuk-batuk disertai rasa pegal-pegal di seluruh badan. Esok harinya, kulit

mulai melepuh.
Sebelumnya pasien tidak pernah mengkonsumsi parasetamol. Jika sakit,
pasien biasanya diberikan ramuan herbal dan jamu-jamuan, dan tidak
pernah mengalami keluhan seperti ini. Riwayat alergi makanan dan obatobatan tertentu disangkal.
2. RiwayatPenyakitDahulu :
- Pasien tidak pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya.
- Riwayat alergi disangkal.
3. RiwayatPenyakitKeluarga :
- Tidak ada anggota keluarga yang pernah mengalami keluhan yang sama.
- Riwayat alergi di keluarga disangkal.
4. RiwayatPemakaian Obat:
- Parasetamol
5. Lain-lain
PemeriksaanFisik (17/7/2016):
Status generalis:
Kesadaran: komposmentis
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Vital sign: TD: 110/70mmHg; N: 80 x/min; RR: 20 x/min; T: 36,8oC
Kepala : tidak ada deformitas
Mata : konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, injeksi konjungtiva +/+
Mulut : bibir edema, terdapat krusta kehitaman.
Leher : KGB tidak teraba
Thorax : bentuk normal, gerak simetris
Pulmo : vesikuler +/+, rh - / - , whz - / Cor : S1 S2 tunggal,murmur (-), gallop (-)
Abdomen: soepel, BU (+), hepar lien tidak teraba, tympani (+)
Ekstremitas: Akral hangat, palmar tidak pucat,CRT <2 detik, tidak ada sianosis,
tidak ada edema
Status lokalis:
Di seluruh tubuh, terdapat makula eritematosa, multipel, berukuran diskoid sampai
plakat, sebagian berkonfluensi di wajah dan leher, sebagian tersebar diskret di
badan, punggung, kedua lengan dan kedua kaki, disertai vesikel dan bula multipel
tersebar diskret, serta terdapat krusta kehitaman dan krusta kehijauan. Luas
permukaan kulit yang terkena < 10%.
Pada mukosa mulut, terdapat ulserasi multipel, berukuran (2x3) mm sampai (5x10)

mm, dasar kemerahan.

Pemeriksaan Laboratorium (17/07/16):


Pemeriksaan

Hasil

Satuan

Nilai Rujukan

Hemoglobin

12,2

g/dl

11,5 15,5

Hematokrit

37

35-45

Leukosit

11,3

Ribu / ul

4,5-13,5

Trombosit

255

Ribu / ul

150-440

Eritrosit

4,87

Juta / ul

4,19-5,96

DaftarPustaka :

1. Hamzah M. Erupsi Obat Alergik. In: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 5th edition.
Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.
2007. p:154-158.
2. Djuanda A. Sindrom Stevens-Johnson. In: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 5th
edition. Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Jakarta. 2007. p:163-165.
3. Adithan C. Stevens-Johnson Syndrome. In: Drug Alert. Volume 2. Issue 1.
Departement of Pharmacology. JIPMER. India. 2006. Access on: June 3, 2007.
Available at: www.jipmer.edu
4 Mansjoer A, Suprohaita, Wardhani WI, Setiowulan W. Erupsi Alergi Obat. In: Kapita
Selekta Kedokteran. Volume 2. 3rd edition. Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia. Media Aesculapius. Jakarta. 2002. p:133-139
Hasil Pembelajaran :
1. Penegakan diagnosis Steven Johnson Syndrome
2. Penatalaksanaan Steven Johnson Syndrome

Rangkumanhasilpembelajaranportofolio :
SUBYEKTIF :
Autoanamnesis+alloanamnesa(17/7/2016):
An. S, 11 tahun, dibawa oleh ibunya ke IGD RSUD dr. Hardjono dengan
keluhan kulit wajah melepuh disertai kemerahan sejak dua hari sebelum
masuk rumah sakit. Riwayat terkena api atau benda panas lainnya disangkal.
Satu hari kemudian, lepuhan semakin banyak, sebagian pecah dan sebagian
membesar, serta meluas hingga ke leher dan dada bagian atas, serta
muncul sedikit di badan, kedua lengan, dan tungkai. Selain itu, muncul
banyak sariawan dan bibir menjadi bengkak, sehingga pasien sulit makan
karena terasa sakit. Kedua mata pasien juga tampak merah. Sesak
disangkal.
Lima hari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengalami sakit tenggorokan,
disertai demam dan sakit kepala. Empat hari sebelum masuk rumah sakit,
ibu pasien membeli parasetamol, demam dan sakit kepala pun berkurang.
Esok harinya, demam muncul lagi, dan pasien minum parasetamol lagi.
Demam turun sebentar, kemudian naik lagi, dan muncul batuk-batuk disertai
rasa pegal-pegal di seluruh badan. Esok harinya, kulit mulai melepuh.
Sebelumnya pasien tidak pernah mengkonsumsi parasetamol. Jika sakit,
pasien biasanya diberikan ramuan herbal dan jamu-jamuan, dan tidak
pernah mengalami keluhan seperti ini. Riwayat alergi makanan dan obatobatan tertentu disangkal.
Dari hasil anamnesis di atas, diduga pasien mengalamisteven johnson syndrome.
OBYEKTIF :
PemeriksaanFisik (17/7/2016):
Status generalis:
Kesadaran: komposmentis
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Vital sign: TD: 110/70mmHg; N: 80 x/min; RR: 20 x/min; T: 36,8oC
Kepala : tidak ada deformitas
Mata : konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, injeksi konjungtiva +/+
Mulut : bibir edema, terdapat krusta kehitaman.
Leher : KGB tidak teraba
Thorax : Bentuk normal, gerak simetris
Pulmo : vesikuler +/+, rh - / - , whz - / Cor : S1 S2 tunggal,murmur (-), gallop (-)
Abdomen: soepel, BU (+), hepar lien tidak teraba, tympani (+)
Ekstremitas: Akral hangat, palmar tidak pucat,CRT <2 detik, tidak ada sianosis,
tidak ada edema

Status lokalis:
Di seluruh tubuh, terdapat makula eritematosa, multipel, berukuran diskoid sampai
plakat, sebagian berkonfluensi di wajah dan leher, sebagian tersebar diskret di badan,
punggung, kedua lengan dan kedua kaki, disertai vesikel dan bula multipel tersebar
diskret, serta terdapat krusta kehitaman dan krusta kehijauan. Luas permukaan kulit
yang terkena < 10%.
Pada mukosa mulut, terdapat ulserasi multipel, berukuran (2x3) mm sampai (5x10) mm,
dasar kemerahan.

Pemeriksaan Laboratorium (17/07/16):


Pemeriksaan

Hasil

Satuan

Nilai Rujukan

Hemoglobin

12,2

g/dl

11,5 15,5

Hematokrit

37

35-45

Leukosit

11,3

Ribu / ul

4,5-13,5

Trombosit

255

Ribu / ul

150-440

Eritrosit

4,87

Juta / ul

4,19-5,96

ASSESSMENT :
Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik pada Ny. M, didapatkan diagnosissteven
johnson syndrome, dengan infeksi sekunder.
PLANNING :
Diagnosis :
Steven johnson syndrome, dengan infeksi sekunder
Terapi :
a. Terapi sistemik
Deksametason 6 x 5 mg i.v., tappering off/3 hari
Ceftriaxon 2 x 1 gram i.v.
b. Terapi topikal
Kenalog in orabase untuk lesi di mukosa mulut
Konsultasi :
Dokter spesialis kulit dan kelamin
Monitoring :Infeksi lokal, sepsis, gangguan elektrolit
Follow Up (1)
18 juli 2016
Diagnosis / GambaranKlinis :
Alloanamnesis& autoanamnesis(18/7/2016):
An. S, 11 tahun, dibawa oleh ibunya ke IGD RSUD dr. Hardjono dengan
keluhan kulit wajah melepuh disertai kemerahan sejak dua hari sebelum
masuk rumah sakit. Riwayat terkena api atau benda panas lainnya disangkal.
Satu hari kemudian, lepuhan semakin banyak, sebagian pecah dan sebagian
membesar, serta meluas hingga ke leher dan dada bagian atas, serta

muncul sedikit di badan, kedua lengan, dan tungkai. Selain itu, muncul
banyak sariawan dan bibir menjadi bengkak, sehingga pasien sulit makan
karena terasa sakit. Kedua mata pasien juga tampak merah. Sesak
disangkal.
Saat ini, belum terlihat adanya perbaikan.
PemeriksaanFisik (18/7/2016):
Status generalis:
Kesadaran: komposmentis
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Vital sign: TD: 110/80mmHg; N: 84x/min; RR: 18 x/min; T: 36,8oC
Kepala : tidak ada deformitas
Mata : konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, injeksi konjungtiva +/+
Mulut : bibir edema berkurang, masih terdapat krusta kehitaman.
Leher : KGB tidak teraba
Thorax : Bentuk normal, gerak simetris
Pulmo : vesikuler +/+, rh - / - , whz - / Cor : S1 S2 tunggal,murmur (-), gallop (-)
Abdomen: soepel, BU (+), hepar lien tidak teraba, tympani (+)
Ekstremitas: Akral hangat, palmar tidak pucat,CRT <2 detik, tidak ada sianosis,
tidak ada edema
Status lokalis:
Di seluruh tubuh, terdapat makula eritematosa, multipel, berukuran diskoid sampai
plakat, sebagian berkonfluensi di wajah dan leher, sebagian tersebar diskret di badan,
punggung, kedua lengan dan kedua kaki, disertai vesikel dan bula multipel tersebar
diskret, serta terdapat krusta kehitaman dan krusta kehijauan. Luas permukaan kulit
yang terkena < 10%.
Pada mukosa mulut, terdapat ulserasi multipel, berukuran (2x3) mm sampai (5x10) mm,
dasar kemerahan.
PLANNING :
Diagnosis :
Steven johnson syndrome, dengan infeksi sekunder.
Terapi :
a. Terapi sistemik
Deksametason6 x 5 mg i.v.
Ceftriaxon 1 x 2 gram i.v.
b. Terapi topikal
Kenalog in orabase untuk lesi di mukosa mulut

Konsultasi :
Dokter spesialis kulit dan kelamin
Monitoring :Infeksi lokal, gangguan elektrolit

Follow Up (2)
19 Juli 2016
Diagnosis / GambaranKlinis :
Alloanamnesis& autoanamnesis(19/7/2016):
Kemerahan sudah berkurang, tidak muncul lepuhan baru. Makan masih sulit.
Merah di kedua mata berkurang.
PemeriksaanFisik (19/7/2016):
Status generalis:
Kesadaran: komposmentis
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Vital sign: TD: 110/80mmHg; N: 84x/min; RR: 18 x/min; T: 36,8oC
Kepala : tidak ada deformitas
Mata : konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, injeksi konjungtiva +/+
Mulut : bibir edema berkurang, masih terdapat krusta kehitaman.
Leher : KGB tidak teraba
Thorax : Bentuk normal, gerak simetris
Pulmo : vesikuler +/+, rh - / - , whz - / Cor : S1 S2 tunggal,murmur (-), gallop (-)
Abdomen: soepel, BU (+), hepar lien tidak teraba, tympani (+)
Ekstremitas: Akral hangat, palmar tidak pucat,CRT <2 detik, tidak ada sianosis,
tidak ada edema
Status lokalis:
Di seluruh tubuh, terdapat makula eritematosa, multipel, berukuran diskoid sampai
plakat, sebagian berkonfluensi di wajah dan leher, sebagian tersebar diskret di badan,
punggung, kedua lengan dan kedua kaki, disertai vesikel dan bula multipel tersebar
diskret, serta terdapat krusta kehitaman dan krusta kehijauan. Luas permukaan kulit
yang terkena < 10%.
Pada mukosa mulut, terdapat ulserasi multipel, berukuran (2x3) mm sampai (5x10) mm,
dasar kemerahan.
PLANNING :
Diagnosis :
Steven johnson syndrome, dengan infeksi sekunder, perbaikan.
Terapi :

a. Terapi sistemik
Deksametason6 x 5 mg i.v.
Ceftriaxon 2 x 1 gram i.v.
b. Terapi topikal
Kenalog in orabase untuk lesi di mukosa mulut
Konsultasi :
Dokter spesialis kulit dan kelamin
Monitoring :Infeksi lokal, gangguan elektrolit
Follow Up (3)
20 juli 2016
Diagnosis / GambaranKlinis :
Alloanamnesis& autoanamnesis(20/7/2016):
Kemerahan sudah berkurang, tidak muncul lepuhan baru, dan pasien sudah
bisa makan lebih banyak dari sebelumnya. Merah di kedua mata juga sudah
berkurang.
PemeriksaanFisik (20/7/2016)::
Status generalis:
Kesadaran: komposmentis
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Vital sign: TD: 110/80mmHg; N: 84x/min; RR: 18 x/min; T: 36,8oC
Kepala : tidak ada deformitas
Mata : konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, injeksi konjungtiva +/+ minimal
Mulut : bibir edema berkurang, krusta kehitaman berkurang.
Leher : KGB tidak teraba
Thorax : Bentuk normal, gerak simetris
Pulmo : vesikuler +/+, rh - / - , whz - / Cor : S1 S2 tunggal,murmur (-), gallop (-)
Abdomen: soepel, BU (+), hepar lien tidak teraba, tympani (+)
Ekstremitas: Akral hangat, palmar tidak pucat,CRT <2 detik, tidak ada sianosis,
tidak ada edema
Status lokalis:
Di seluruh tubuh, terdapat makula eritematosa, multipel, berukuran diskoid sampai
plakat, sebagian berkonfluensi di wajah dan leher, sebagian tersebar diskret di badan,
punggung, kedua lengan dan kedua kaki, disertai vesikel dan bula multipel tersebar
diskret, serta terdapat krusta kehitaman dan krusta kehijauan (perbaikan). Luas
permukaan kulit yang terkena < 10%.
Pada mukosa mulut, terdapat ulserasi multipel, berukuran (2x3) mm sampai (5x10) mm,
dasar kemerahan.

PLANNING :
Diagnosis :
Steven johnson syndrome, dengan infeksi sekunder, perbaikan.
Terapi :
b. Terapi sistemik
Deksametasondikurangi menjadi 5 x 5 mg i.v.,
Ceftriaxon 2 x 1 gram i.v. lanjut
b. Terapi topikal
Kenalog in orabase untuk lesi di mukosa mulut
Konsultasi :
Dokter spesialis kulit dan kelamin
Monitoring :Infeksi lokal, gangguan elektrolit
Follow Up (4)
21 juli 2016
Diagnosis / GambaranKlinis :
Alloanamnesis& autoanamnesis(21/7/2016):
Kemerahan berkurang, makan banyak tetapi masih terasa agak sakit. Mata
tidak merah.
PemeriksaanFisik (21/7/2016):
Status generalis:
Kesadaran: komposmentis
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Vital sign: TD: 110/80mmHg; N: 84x/min; RR: 18 x/min; T: 36,8oC
Kepala : tidak ada deformitas
Mata : konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, injeksi konjungtiva +/+ minimal
Mulut : bibir edema berkurang, masih terdapat krusta kehitaman.
Leher : KGB tidak teraba
Thorax : Bentuk normal, gerak simetris
Pulmo : vesikuler +/+, rh - / - , whz - / Cor : S1 S2 tunggal,murmur (-), gallop (-)
Abdomen: soepel, BU (+), hepar lien tidak teraba, tympani (+)
Ekstremitas: Akral hangat, palmar tidak pucat,CRT <2 detik, tidak ada sianosis,
tidak ada edema
Status lokalis:
Di seluruh tubuh, terdapat makula eritematosa, multipel, berukuran diskoid sampai
plakat, sebagian berkonfluensi di wajah dan leher, sebagian tersebar diskret di badan,

punggung, kedua lengan dan kedua kaki, disertai vesikel dan bula multipel tersebar
diskret, serta terdapat krusta kehitaman dan krusta kehijauan (berkurang). Luas
permukaan kulit yang terkena < 10%.
Pada mukosa mulut, terdapat ulserasi multipel, berukuran (2x3) mm sampai (5x10) mm,
dasar kemerahan.
PLANNING :
Diagnosis :
Steven johnson syndrome, dengan infeksi sekunder, perbaikan.
Terapi :
c. Terapi sistemik
Deksametason 4 x 5 mg i.v.
Ceftriaxon 2 x 1 gram i.v.
b. Terapi topikal
Kenalog in orabase untuk lesi di mukosa mulut
Konsultasi :
Dokter spesialis kulit dan kelamin
Monitoring :Infeksi lokal, gangguan elektrolit
Follow Up (5)
22 juli 2016
Diagnosis / GambaranKlinis :
Alloanamnesis& autoanamnesis(22/7/2016):
Kemerahan sudah berkurang, koreng berkurang, makan meningkat. Mata
tidak merah.
PemeriksaanFisik (22/7/2016):
Status generalis:
Kesadaran: komposmentis
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Vital sign: TD: 110/80mmHg; N: 84x/min; RR: 18 x/min; T: 36,8oC
Kepala : tidak ada deformitas
Mata : konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, injeksi konjungtiva -/Mulut : krusta kehitaman berkurang.
Leher : KGB tidak teraba
Thorax : Bentuk normal, gerak simetris
Pulmo : vesikuler +/+, rh - / - , whz - / Cor : S1 S2 tunggal,murmur (-), gallop (-)
Abdomen: soepel, BU (+), hepar lien tidak teraba, tympani (+)
Ekstremitas: Akral hangat, palmar tidak pucat,CRT <2 detik, tidak ada sianosis,
tidak ada edema

Status lokalis:
Di seluruh tubuh, terdapat makula eritematosa, multipel, berukuran diskoid sampai
plakat, sebagian berkonfluensi di wajah dan leher, sebagian tersebar diskret di badan,
punggung, kedua lengan dan kedua kaki, disertai vesikel dan bula multipel tersebar
diskret, serta terdapat krusta kehitaman dan krusta kehijauan minimal. Luas permukaan
kulit yang terkena < 10%.
Pada mukosa mulut, terdapat ulserasi multipel, berukuran (2x3) mm sampai (5x10) mm,
dasar kemerahan.
Pemeriksaan Laboratorium (22/07/16):
Pemeriksaan

Hasil

Satuan

Nilai Rujukan

Hemoglobin

12,3

g/dl

11,5 15,5

Hematokrit

37,5

35-45

Leukosit

9,2

Ribu / ul

4,5-13,5

Trombosit

264

Ribu / ul

150-440

Eritrosit

4,72

Juta / ul

4,19-5,96

PLANNING :
Diagnosis :
Steven johnson syndrome, perbaikan, infeksi teratasi.
Terapi :
d. Terapi sistemik
Deksametason 3 x 5 mg i.v.
Ceftriaxon 2 x 1 gram i.v. stop
b. Terapi topikal
Kenalog in orabase untuk lesi di mukosa mulut
Konsultasi :
Dokter spesialis kulit dan kelamin
Monitoring :Infeksi lokal, gangguan elektrolit
Follow Up (6)
23 juli 2016
Diagnosis / GambaranKlinis :
Alloanamnesis& autoanamnesis(23/7/2016):
Kelainan kulit membaik, tidak ada keluhan.
PemeriksaanFisik (23/7/2016):

Status generalis:
Kesadaran: komposmentis
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Vital sign: TD: 110/80mmHg; N: 84x/min; RR: 18 x/min; T: 36,8oC
Kepala : tidak ada deformitas
Mata : konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, injeksi konjungtiva -/Mulut : masih terdapat krusta kehitaman.
Leher : KGB tidak teraba
Thorax : Bentuk normal, gerak simetris
Pulmo : vesikuler +/+, rh - / - , whz - / Cor : S1 S2 tunggal,murmur (-), gallop (-)
Abdomen: soepel, BU (+), hepar lien tidak teraba, tympani (+)
Ekstremitas: Akral hangat, palmar tidak pucat,CRT <2 detik, tidak ada sianosis,
tidak ada edema
Status lokalis:
Di seluruh tubuh, terdapat makula eritematosa, multipel, berukuran diskoid sampai
plakat, sebagian berkonfluensi di wajah dan leher, sebagian tersebar diskret di badan,
punggung, kedua lengan dan kedua kaki, disertai vesikel dan bula multipel tersebar
diskret, serta terdapat krusta kehitaman dan krusta kehijauan (perbaikan). Luas
permukaan kulit yang terkena < 10%.
Pada mukosa mulut, terdapat ulserasi multipel, berukuran (2x3) mm sampai (5x10) mm,
dasar kemerahan.
PLANNING :
Diagnosis :
Steven johnson syndrome, perbaikan.
Terapi :
a. Terapi sistemik
Deksametasondikurangi menjadi 2 x 5 mg i.v.
b. Terapi topikal
Kenalog in orabase untuk lesi di mukosa mulut
Konsultasi :
Dokter spesialis kulit dan kelamin
Monitoring :Infeksi lokal, gangguan elektrolit
Follow Up (7)
24 juli 2016
Diagnosis / GambaranKlinis :
Alloanamnesis& autoanamnesis(24/7/2016):
Tidak ada keluhan.

PemeriksaanFisik (24/7/2016):
Status generalis:
Kesadaran: komposmentis
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Vital sign: TD: 110/80mmHg; N: 84x/min; RR: 18 x/min; T: 36,8oC
Kepala : tidak ada deformitas
Mata : konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, injeksi konjungtiva -/Mulut : masih terdapat krusta kehitaman.
Leher : KGB tidak teraba
Thorax : Bentuk normal, gerak simetris
Pulmo : vesikuler +/+, rh - / - , whz - / Cor : S1 S2 tunggal,murmur (-), gallop (-)
Abdomen: soepel, BU (+), hepar lien tidak teraba, tympani (+)
Ekstremitas: Akral hangat, palmar tidak pucat,CRT <2 detik, tidak ada sianosis,
tidak ada edema
Status lokalis:
Di seluruh tubuh, terdapat makula eritematosa, multipel, berukuran diskoid sampai
plakat, sebagian berkonfluensi di wajah dan leher, sebagian tersebar diskret di badan,
punggung, kedua lengan dan kedua kaki, disertai vesikel dan bula multipel tersebar
diskret, serta terdapat krusta kehitaman dan krusta kehijauan (perbaikan). Luas
permukaan kulit yang terkena < 10%.
Pada mukosa mulut, terdapat ulserasi multipel, berukuran (2x3) mm sampai (5x10) mm,
dasar kemerahan.
PLANNING :
Diagnosis :
Steven johnson syndrome, perbaikan.
Terapi :
a. Terapi sistemik
Prednison 3x10 mg p.o. (obat pulang)
Deksametasondikurangi menjadi 1 x 5 mg i.v.
b. Terapi topikal
Kenalog in orabase untuk lesi di mukosa mulut
Konsultasi :
Dokter spesialis kulit dan kelamin
Monitoring :Infeksi lokal, gangguan elektrolit