Anda di halaman 1dari 4

Nama

: Retno Siti Sukathijah


NRP
: H44150062
Kelompok : 1

Asisten Praktikum : Ulfa Puri Ayu P


Ruangan
: RK CCR 2.10
Hari/Tanggal :Kamis, 19 November 2015

LSM DAN NEGARA


Resume:
LSM memang memiliki signifikan politik,karena selama ini hampir semua
LSM cenderung mengadopsi profil yang menekankan karakter non-politik. Pada
khususnya LSM lebih menyukai aksi dibandingkan teori,hal ini menyebabkan
jika mereka berhasil menjadi saluran partisipasi politik maka keberhasilan tersebut
berasal
dari
aksi
politik
kreatif
yang
mereka
lakukan.
Pada pemikiran politik barat, politik berkaitan sepenuhnya dengan negara. Jika
didefinisikan seperti itu mengakibatkan tidak adanya batasan antara konsep
masyarakat dan konsep negara. Namun jika negara didefinisikan hanya
sekedar aparat negara, pembeda tersebut tetap tidak mudah dihilangkan.
Sementara pemerintah dan masyarakat sipil, dalam arti wilayah ekonomi,sosial,
dan komunitas berinteraksi di semua aspek.
Dalam konteks pembangunan Indonesia,pengertian negara dan bangsa
telah mencakup keseluruhan masyarakat sipil. Namun masih tersedia ruang
perbedaan yakni formasi sosial independen dan artikulasi nilai-nilai alternatif.
Dampak aktivitas-aktivitas LSM terhadap perimbangan kekuatan keseluruhan
antara kelompok-kelompok sosial,ekonomi,dan pemerintah Indonesia,sangat
krusial
dalam
menentukan
signifikansi
politik
mereka.
LSM memiliki dampak langsung tehadap negara. Namun mereka menyadari
bahwa tujuan untuk menanamkan posisi dalam struktur negara bertentangan
dengan arti ideologi dan prakteknya,serta dengan tujuan untuk membangun
masyarakat otonom.
Sebuah keputusan taktis diambil pada tahun 1983,yakni meninggalkan
penggunaan kata Non Govermental Organization (NGO) dan diganti dengan
istilah Lembaga Swadaya Masyarakat/Lembaga Pengembangan Swadaya
Masyarakat(LSM/LPSM). NGO dapat diartikan sebagai anti-pemerintah
sedangkan
swadaya
mengandung
arti
penentuan
diri
sendiri.
NGO memperhatikan tentang usaha pengembangan masyarakat, hal tersebut
merupakan bagian dari kritik terhadap ketidakmerataan pembangunan dan
pencarian strategi yang dapat menguntungkan masyarakat miskin. LPSM/LSM
menyelenggarakan program-program pembangunan berskala kecil di berbagai
bidang seperti air minum, irigasi, puskesmas, peternakan, pertanian bersama-sama
dengan program-program yang peningkatkan penghasilan seperti kerajinan
tangan. Pada tahun-tahun terakhir lebih banyak perhatian oleh LSM,terutama
persoalan status wanita,hak kaum tani,buruh tani,serta korban penggusuran dan
perampasan tanah. Berdasarkan pengalaman keterlibatan dalam program-program
pembangunan berskala kecil dalam satu jangka waktu,tetap membawa LSM/
LPSM pada posisi yang mengharuskan mereka menyuarakan tuntutan perubahan
kebijaksanaan pada pemerintah.
Pemerintah menyadari potensi yang dimiliki oleh LSM untuk
memobilisasi sumberdaya manusia secara lebih efektif dan mempermurah biaya
yang dibutuhkan dalam konteks pencapaian tujuan pembangunan nasional.

Meskipun terjalin kerjasama,pemerintah tetap berusaha mencegah bangkitnya


keterlibatan masyarakat yang didasarkan pada kelompok-kelompok yang secara
murni
mengandalkan
kekuatan
sendiri.
Terdapat dugaan bahwa LSM merupakan alat yang dimanfaatkan sebagai bagian
dari strategi baru penetrasi kapitalis kedalam wilayah-wilayah pinggiran yang
belum terjamah oleh seluruh dunia ketiga. LSM harus menyeimbangkan bahaya
ketergantungan terhadap lembaga-lembaga bantuan asing dengan kekhawatiran
akan kooptasi dari pemerintah.
LSM mempunyai sejumlah peran dan mempunyai tiga model yang
tampaknya menjadi karakteristik keseluruhan orientasinya mereka dalam
berhadapan dengan struktur negara. Tiga model tersebut diwujudkan dalam
tiga macam pendekatan umum yang dilakukan berbagai LSM dalam menjalin
hubungan dengan pemerintah. Pertama, pendekatan yang diberi nama
Kerjasama Tingkat Tinggi : Pembangunan Akar Rumput. Pendekatan ini
lebih menekankan pada kerjasama program-program pembangunan
pemerintah. LSM-LSM yang termasuk kategori ini antara lain adalah Bina
Swadaya dan Yayasan Indonesia Sejahtera (YIS). Kedua, pendekatan yang
disebut Politik Tingkat Tinggi : Mobilisasi Akar Rumput yang lebih
menempati peran sebagai pembela masyarakat. LSM-LSM yang termasuk
kategori ini adalah Lembaga Studi Pembangunan (LSP), Yayasan Lembaga
Konsumen Indonesia (YLKI), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia
(YLBHI), LP3ES, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Ketiga
pendekatan yang disebut Penguatan di Tingkat Akar Rumput yang lebih
menekan pada peningkatan kesadaran masyarakat. LSM-LSM yang termasuk
kategori ini adalah Studi Bantuan Hukum (KSBH) dan masyarakat pinggir kali
Gondolayu.Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa masyarakat memerlukan LSM.
Proses munculnya kebutuhan dan semakin berkembangnya organisasi
menimbulkan suatu birokrasi yang memiliki cakupan yang lebih luas dan
birokrasi ini berfungsi sebagai suatu organisasi kompleksyang ideal, efisien,
dan efektif dalam pencapaian tujuannya.

Analisis:
1. Adakah kesamaan atau perbedaan tujuan dan cara-cara mencapainya antara
birokrasi pemerintahan dengan lembaga swadaya masyarakat? Jelaskan jawaban
anda!
No
.
1.

Aspek Kajian

Pemerintahan

LSM

Persamaan

Bertujuan
untuk
mensejahterakan rakyat
dalam aspek kehidupan
terutama
sosial
dan
politik.

Bertujuan
untuk
mensejahterakan
rakyat
dalam aspek kehidupan
terutama
sosial
dan
politik.

Mengadakan pembinaan Mengadakan

pembinaan

2.

Perbedaan
a. Tujuan

b. Cara Pencapaian

kepada masyarakat dan


membangun paradigma
yang
berstruktur
partisipatif
dan
mengembangkan
kemampuan masyarakat
demokratis.

kepada masyarakat dan


membangun
paradigma
yang
berstruktur
partisipatif
dan
mengembangkan
kemampuan masyarakat
demokratis.

Pembangunan
infrastruktur
untuk meningkatkan
kesejahteraan
masyarakat. Kebijakan
yang ditetapkan oleh
pemerintah
bersifat
umum mengkaji seluruh
aspek kehidupan.
Birokratisasi.
Dengan
kebijakan pembangunan
nasional, penetapan
peraturan-peraturan yang
mengatur
tentang
kesejahteraan masyarakat
yang ditetapkan oleh
pemerintah dan bersifat
umum karena mengkaji
seluruh aspek kehidupan.

Membangun
dan
memperjuangkan sumber
daya manusia. Mengkaji
sesuatu lebih spesifik dan
mendalam karena hanya
bergerak
dalam
satu
bidang
yaitu
pengembangan
sumber
daya manusia.
Lebih menyukai aksi
daripada teori. Seperti
partisipasi
dalam
pencapaian
demokrasi,
dan perancangan programprogram pengembangan
masyarakat, serta
peningkatan pengelolaan
sendiri(mandiri)
bagi
kelompok
masyarakat
yang terbelakang.

2. Tunjukkan bukti berdasarkan bacaan yang ada bahwa organisasi pemerintahan


menerapkan sikap birokratisme!
Birokrasi adalah suatu bentuk organisasi yang kompleks,ideal,efisien,dan efektif
dalam pencapaian tujuannya.
Birokratisme adalah gejala/akibat yang terjadi dalam perkembangan birokrasi
dimana para anggota birokrasi bertindak berbeda dengan maksud sebenarnya.
Dalam bacaan LSM dan Negara bukti-bukti birokratisme dalam pemerintah
adalah:
a. Pemerintah hanya memanfaatkan LSM sebagai strategi baru penetrasi kapitalis
ke dalam wilayah pinggiran yang belum terjamah di seluruh dunia ketiga. Proses
ini akan meningkatkan tekanan untuk mengkooptasi LSM besar ke dalam struktur
negara koporasi dalam aliansi dengan agen-agen kapital internasional. Pemerintah

menarik ulur LSM dan menghambat kelangsungan proses program-program LSM,


namun pemerintah malah memanfaatkan LSM.
b. Pemerintah mencegah bangkitnya keterlibatan LSM ditunjukkan dengan
peraturan dan UU Keormasan tahun 1985, mengenakan kontrol yang lebih besar
terhadap LSM.
c. Pemerintah terlalu membatasi ruang gerak LSM sehingga sulit dalam
melaksanakan program-program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.

3. Dapatkah jejaring antar LPSM/LSM yang digambarkan dalam bacaan


digolongkan sebagai salah satu bentuk alternatif dari birokrasi?
Iya dapat. Pemerintah dalam hal ini mempunyai peran sebagai penjembatan
aspirasi masyarakat. Agar aspirasi tersalurkan diperlukan LSM. LSM merupakan
bentuk jejaring kolaborasi yang bertugas menjalin komunikasi dengan masyarakat
dan bertujuan mementingkan aspirasi masyarakat dalam melakukan pendekatan
pada pemerintah dan menyuarakan tuntutan perubahan kebijakan
pemerintah. Sehingga hal-hal yang diinginkan oleh masyarakat dapat tercapai.