Anda di halaman 1dari 7

TUGAS 1

EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA (MPMT5302)

Oleh :

NUR SHODIK
NIM. 500581584

PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN MATEMATIKA

UNIVERSITAS TERBUKA
2015

Tugas 1
Evaluasi Pembelajaran Matematika(MPMT5302)
1. Apakah aktivitas-aktivitas berikut menunjukkan aktivitas pengujian (testing)
ataukah pengukuran (measurement):
a. Pewawancara melalui telpon menanyakan setiap responden terpilih untuk
menjawab secara berurutan pertanyaan dengan jawaban ya dan tidak
terkait dengan produk komersialnya.
b. Peneliti di bidang psikologi mencatat waktu yang diperlukan oleh tikustikus percobaan untuk mempelajari tombol pada papan tombol suara.
c. Seorang Guru menugaskan
siswanya untuk menjawab
lima
permasalahan/persoalan yang ada pada akhir bab dan mengumpulkan
hasil jawaban siswa.
d. Pewawancara mentabulasikan banyaknya jawaban ya untuk setiap produk
yang diberikan oleh seluruh responden.
2. Apa yang dimaksud dengan pre tes dan post tes?
3. Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan tes formatif dan tes sumatif?
4. Karakteristik siswa apa saja yang dapat dievaluasi dalam ruang lingkup
kegiatan pembelajaran?
5. Jelaskan kaitan antara tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi dalam bidang
pendidikan?
6. Tujuan instruksional dapat berupa tujuan yang bersifat umum dan khusus
Jelaskan secara singkat tujuan instruksional yang bersifat umum dan khusus?
7. Sebutkan dan jelaskan secara singkat tingkatan taksonomi hasil belajar
kognitif dari urutan paling rendah ke yang tinggi menurut Benjamin S Bloom!

Tugas 1
Evaluasi Pembelajaran Matematika(MPMT5302)
1. Apakah aktivitas-aktivitas berikut menunjukkan aktivitas pengujian (testing)
ataukah pengukuran (measurement):
e. Pewawancara melalui telpon menanyakan setiap responden terpilih untuk
menjawab secara berurutan pertanyaan dengan jawaban ya dan tidak
terkait dengan produk komersialnya. (PENGUJIAN)
f. Peneliti di bidang psikologi mencatat waktu yang diperlukan oleh tikustikus percobaan untuk mempelajari tombol pada papan tombol suara.
(PENGUKURAN)
g. Seorang Guru menugaskan siswanya untuk menjawab lima
permasalahan/persoalan yang ada pada akhir bab dan mengumpulkan
hasil jawaban siswa. (PENGUJIAN)
h. Pewawancara mentabulasikan banyaknya jawaban ya untuk setiap produk
yang diberikan oleh seluruh responden. (PENGUKURAN)
2. Apa yang dimaksud dengan pre tes dan post tes?
PRE TEST
Yaitu suatu bentuk pertanyaan, yang dilontarkan guru kepada muridnya
sebelum memulai suatu pelajaran. Pertanyaan yang ditanya adalah materi
yang akan diajar pada hari itu (materi baru). Pertanyaan itu biasanya
dilakukan guru di awal pembukaan pelajaran. Pre test diberikan dengan
maksud untuk mengetahui apakah ada diantara murid yang sudah
mengetahui mengenai materi yang akan diajarkan. Pre test juga bisa di
artikan sebagai kegiatan menguji tingkatan pengetahuan siswa terhadap
materi yang akan disampaikan, kegiatan pre test dilakukan sebelum kegiatan
pengajaran diberikan. Adapun manfaat dari diadakannya pree test adalah
untuk mengetahui kemampuan awal siswa mengenai pelajaran yang
disampaikan. Dengan mengetahui kemampuan awal siswa ini, guru akan
dapat menentukan cara penyampaian pelajaran yang akan di tempuhnya
nanti.
POST TEST
Post test merupakan bentuk pertanyaan yang diberikan setelah
pelajaran/materi telah disampaikan. Singkatnya, post test adalah evalausi
akhir saat materi yang di ajarkan pada hari itu telah diberikan yang mana
seorang guru memberikan post test dengan maksud apakah murid sudah
mengerti dan memahami mengenai materi yang baru saja diberikan pada hari
itu. Manfaat dari diadakannya post test ini adalah untuk memperoleh
gambaran tentang kemampuan yang dicapai setelah berakhirnya
penyampaian pelajaran. Hasil post test ini dibandingkan dengan hasil pree
test yang telah dilakukan sehingga akan diketahui seberapa jauh efek atau
pengaruh dari pengajaran yang telah dilakukan, disamping sekaligus dapat
diketahui bagian bagian mana dari bahan pengajaran yang masih belum
dipahami oleh sebagian besar siswa.

3. Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan tes formatif dan tes sumatif?
TES FORMATIF
Tes formatif (formatif test) adalah tes hasil belajar yang bertujuan untuk
mengetahui sudah sejauh manakah peserta didik telah terbentuk (sesuai
dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan) setelah mereka mengikuti
proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Istilah formatif berasal
dari kata form yang berarti bentuk. Menurut Subhan (2008), Tes formatif
adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok
bahasan atau topik yang dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah
proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana telah direncanakan. Hal
senada juga dikatakan oleh Winkel (dalam Subhan, 2008) yang mengatakan
bahwa yang dimaksud dengan tes formatif adalah penggunaan tes-tes selama
proses pembelajaran yang masih berlangsung agar siswa dan guru
memperoleh informasi (feed back) mengenai kemajuan yang telah dicapai.
Sementara itu, Tesmer mengatakan bahwa tes formatif ini dimaksudkan
untuk mengontrol sampai sejauh mana siswa telah menguasai materi yang
diajarkan pada pokok bahasan tertentu. Tes formatif ini biasa dilaksanakan di
tengah-tengah perjalanan program pengajaran, yaitu dilaksanakan pada
setiap kali satuan pengajaran atau sub pokok bahasan berakhir atau dapat
dilaksanakan. Disekolah-sekolah, tes formatif ini biasa dikenal dengan istilah
ulangan harian.
Materi-materi tes formatif ini pada umumnya ditekankan pada bahan-bahan
pelajaran yang telah diajarkan. Butir-butir soalnya terdiri atas butir-butir soal,
baik yang termasuk kategori mudah maupun yang termasuk dalam kategori
sukar. Ukuran keberhasilan atau kemajuan siswa dalam evaluasi ini adalah
penguasaan kemampuan yang telah dirumuskan dalam tujuan pembelajaran
atau indikator yang telah ditetapkan sebelumnya. Indikator yang akan dicapai
pada setiap pembahasan satu pokok bahasan, dirumuskan dengan mengacu
pada tingkat kematangan siswa, artinya indikator dirumuskan dengan
memperhatikan kemampuan awal peserta didik dan tingkat kesulitan yang
wajar yang diperkirakan masih sangat mungkin dijangkau atau dikuasai
dengan kemampuan yang dimiliki siswa. Dengan kata lain evaluasi formatif ini
dilaksnakan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan
telah tercapai. Dari hasil evaluasi ini akan diperoleh gambaran siapa saja yang
telah berhasil dan siapa yang dianggap belum berhasil untuk selanjutnya
diambil tindakan-tindakan yang tepat.
TEST SUMATIF
Tes sumatif atau evaluasi sumatif dilaksanakan setelah berakhirnya
pemberian sekelompok program atau sebuah program yang lebih besar.
Manfaat Tes Sumatif.
1. Untuk menentukan nilai.
2. Untuk menentukan seseorang anak dapat atau tidaknya mengikuti
kelompok dalam menerima program berikutnya.
3. Untuk mengisi catatan kemajuan belajar siswa yang sudah dia capai.

4. Karakteristik siswa apa saja yang dapat dievaluasi dalam ruang lingkup

kegiatan pembelajaran?
Karakteristik-karakteristik
tersebut
dalam
pembelajaran adalah :
1. tampilan siswa dalam bidang kognitif,
2. afektif, dan
3. psikomotor.

ruang

lingkup

kegiatan

Tampilan tersebut dapat dievaluasi secara lisan, tertulis, maupun perbuatan.


Dengan demikian mengevaluasi di sini adalah menentukan apakah tampilan
siswa telah sesuai dengan tujuan instruksional dalam pembelajaran, maka
akan diperoleh pengertian yang tidak jauh berbeda dengan pengertian
evaluasi secara umum. yang telah dirumuskan atau belum.Apabila lebih lanjut
kita kaji pengertian evaluasi
5. Jelaskan kaitan antara tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi dalam bidang

pendidikan?
Tes, pengukuran, penilaian dan evaluasi memiliki perbedaan arti dan fungsi
seperti yang berbeda. Namun semuanya tak dapat dipisahkan dalam dunia
pendidikan sebab semuanya memiliki keterkaitan yang erat.
Tes adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur. Tes merupakan alat
utama yang digunakan untuk melalui proses pengukuran penilaian dan
evaluasi. Pengukuran dan penilaian juga merupakan dua proses yang
bekesinambungan. Pengukuran dilaksanakan terlebih dahulu yang
menghasilkan skor dan dari hasil pengukuran kita dapat melaksanakan
penilaian. Antara penilaian dan evaluasi sebenarnya memiliki persamaan yaitu
keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu,
disamping itu juga alat yang digunakan untuk mengumpulkan datanya juga
sama. Evaluasi dan penilaian lebih bersifat kualitatif. Pada hakikatnya
keduanya merupakan suatu proses membuat keputusan tentang nilai suatu
objek. Sedangkan perbedaannya terletak pada ruang lingkup dan
pelaksanaannya. Ruang lingkup penilaian lebih sempit dan biasanya hanya
terbatas pada salah satu komponen atau aspek saja, seperti prestasi belajar.
Pelaksanaan penilaian biasanya dilakukan dalam konteks internal. Ruang
lingkup evaluasi lebih luas, mencangkup semua komponen dalam suatu
sistem dan dapat dilakukan tidak hanya pihak internal tetapi juga pihak
eksternal. Evaluasi dan penilaian lebih bersifat komprehensif yang meliputi
pengukuran, sedangkan tes merupakan salah satu alat ( instrument)
pengukuran. Pengukuran lebih membatasi pada gambaran yang bersifat
kuantitatif (angka-angka) tentang kemajuan belajar peserta didik, sedangkan
evaluasi dan penilaian lebih bersifat kualitatif. Keputusan penilaian tidak
hanya didasarkan pada hasil pengukuran, tetapi dapat pula didasarkan hasil
pengamatan dan wawancara.

6. Tujuan instruksional dapat berupa tujuan yang bersifat umum dan khusus
Jelaskan secara singkat tujuan instruksional yang bersifat umum dan khusus?
Tujuan instruksional umum (TIU) adalah tujuan pengajaran yang
perubahan prilaku siswa yang belajar masih merupakan perubahan internal
yang belum dapat dilihat dan diukur. Kata kerja dalam tujuan umum
pengajaran masih mencerminan perubahan prilaku yang umumnya terjadi
pada manusia, sehingga masih menimbulkan beberapa penafsiran yang
berbeda-beda. Contoh TIU: setelah melakukan pelajaran siswa diharapan
dapat memahami penjumlahan dengan benar. Kata kerja memahami
penjumlahan merupakan kata kerja- yang bersifat umum karena
pemahaman penjumlahan dapat ditafsirkan berbeda.
Tujuan instruksional khusus (TIK) adalah tujuan pengajaran dimana
perubahan prilaku telah dapat dilihat dan diukur. Kata kerja yang
menggambarkan perubahan prilaku telah spesifik sehingga memungkinkan
dilakukan pengukuran tanpa menimbulkan lagi berbagai perberdaan
penafsiran. Misal TIK yang dirumuskan sbb Siswa akan menunjukkan sikap
positif terhadap kebudayaan nasional, dapat lebih dikhususkan dengan
mengatakan siswa akan membuktikan penghargaannya terhadapa seni tari
nasional dengan ikut membawakan suatu tarian dalam perpisahan kelas.
7. Sebutkan dan jelaskan secara singkat tingkatan taksonomi hasil belajar
kognitif dari urutan paling rendah ke yang tinggi menurut Benjamin S Bloom!
Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Menurut
Bloom, segala upaya yang menyangkut aktifitas otak adalah termasuk dalam
ranah kognitif. Dalam ranah kognitif itu terdapat enam jenjang proses
berfikir, mulai dari jenjang terendah sampai jenjang yang tertinggi yang
meliputi 6 tingkatan antara lain :

a. Pengetahuan (Knowledge) C1

Pada level atau tingkatan terendah ini dimaksudkan sebagai kemampuan


mengingat
kembali
materi
yang
telah
dipelajari,
misalnya:
(a) pengetahuan tentang istilah; (b) pengetahuan tentang fakta khusus;
(c) pengetahuan tentang konvensi; (d) pengetahuan tentang
kecendrungan dan urutan; (e) pengetahuan tentangklasifikasi dan
kategori; (f) pengetahuan tentang kriteria; dan (g) pengetahuan tentang
metodologi. Contoh: menyatakan kebijakan.

b. Pemahaman (Comprehension) C2

Pada level atau tingkatan kedua ini, pemahaman diartikan sebagai


kemampuan memahami materi tertentu, dapat dalam bentuk: (a) translasi
(mengubah dari satu bentuk ke bentuk lain); (b) interpretasi (menjelaskan
atau merangkum materi);(c) ekstrapolasi (memperpanjang/memperluas
arti/memaknai data). Contoh : Menuliskan kembali atau merangkum
materi pelajaran

c. Penerapan (Application) C3

Pada level atau tingkatan ketiga ini, aplikasi dimaksudkan sebagai


kemampuan untuk menerapkan informasi dalam situasi nyata
atau kemampuan menggunakan konsep dalam praktek atau situasi yang
baru. Contoh: Menggunakan pedoman/ aturan dalam menghitung gaji
pegawai.

d. Analisa (Analysis) C4

Analisis adalah kategori atau tingkatan ke-4 dalam taksonomi Bloom


tentang ranah (domain) kognitif. Analisis merupakan kemampuan
menguraikan suatu materi menjadi bagian-bagiannya. Kemampuan
menganalisis dapat berupa: (a) analisis elemen (mengidentifikasi bagianbagian materi); (b) analisis hubungan (mengidentifikasi hubungan); (c)
analisis
pengorganisasian
prinsip
(mengidentifikasi
pengorganisasian/organisasi). Contoh:
Menganalisa
penyebab
meningkatnya Harga pokok penjualan dalam laporan keuangan dengan
memisahkan komponen- komponennya.

e. Sintesis (Synthesis) C5

Level kelima adalah sintesis yang dimaknai sebagai kemampuan untuk


memproduksi. Tingkatan kognitif kelima ini dapat berupa: (a)
memproduksi komunikasi yang unik; (b) memproduksi rencana atau
kegiatan yang utuh; dan (c) menghasilkan/memproduksi seperangkat
hubungan
abstrak. Contoh:
Menyusun
kurikulum
dengan
mengintegrasikan pendapat dan materi dari beberapa sumber.

f. Evaluasi (Evaluation) C6

Level ke-6 dari taksonomi Bloom pada ranah kognitif adalah evaluasi.
Kemampuan melakukan evaluasi diartikan sebagai kemampuan menilai
manfaat suatu benda/hal untuk tujuan tertentu berdasarkan kriteria yang
jelas. Paling tidak ada dua bentuk tingkat (level) evaluasi menurut Bloom,
yaitu: (a) penilaian atau evaluasi berdasarkan bukti internal; dan (2)
evaluasi berdasarkan bukti eksternal. Contoh: Membandingkan hasil ujian
siswa dengan kunci jawaban.