Anda di halaman 1dari 11

Terdiri dari beberapa bagian (intinya berisi hal-hal berikut, tidak menutup

kemungkinan untuk menyelipkan bagian lain yang dianggap penting) :


1.
Judul dan nama penulis beserta keterangan untuk penulis (institusi dan
email jika ada, atau nomer registrasi mahasiswa dan email untuk tugas kuliah)
2.

Abstract yang merupakan rangkuman dari paper kita

3.
Introduction (pendahuluan), biasanya berisi hal-hal berikut (tulis garis
besarnya saja) :

deskripsi yang jelas tentang permasalahan (disebut juga dengan tujuan


(purpose))

Tunjukkan mengapa permasalahan ini penting, menarik, dan menantang


(motivasi)

Review yang singkat dan jelas mengenai penelitian sebelumnya yang


menjadi dasar penelitian kita (scope).

Tunjukkan gap/masalah yang ada pada penelitian sebelumnya dan


menjadi pertanyaan yang ingin kita selesaikan dalam penelitian kita (gap
indication).

Tulis dengan jelas solusi yang diusulkan (proposed approach) dan


bagaimana ia bisa mengatasi gap yang kita sebutkan sebelumnya (solution).

Tuliskan secara global penemuan yang dihasilkan (result).

Tuliskan struktur penulisan bagian-bagian berikutnya (outline)

4.
Related Work (penelitian-penelitian sebelumnya yang mendasari penelitian
kita). Related work inilah yang nantinya akan kita tuliskan ke dalam daftar
referensi.
5.
Methodology (untuk bidang komputer atau penelitian yang ada
hubungannya dengan komputer dapat menggunakan istilah system
architecture). Jelaskan methodology yang digunakan, biasanya dijelaskan
dengan bagan atau gambar untuk mempermudah pembaca memahami isi paper
kita. Jelaskan pula deskripsi masing-masing bagian dalam gambar kita tersebut.
6.
Experiment & result. Tuliskan eksperiment yang kita lakukan (data yang
digunakan, jumlah data, sumber, dll) dan tuliskan hasil yang didapatkan beserta
analisa dari hasil yang kita peroleh.
7.
Discussion. Tuliskan hal-hal yang ingin anda sampaikan dan isue yang
menarik dari penelitian yang kita lakukan. Termasuk kesimpulan dan saran untuk
penelitian kita lebih lanjut. Saran biasanya identik dengan future work.
8.
Referensi, berisi semua referensi yang kita gunakan termasuk daftar paper
di related work, buku atau resource yang mendukung yang kita gunakan untuk
menyelesaikan penelitian kita.

Terdiri dari beberapa bagian (intinya berisi hal-hal berikut, tidak menutup kemungkinan
untuk menyelipkan bagian lain yang dianggap penting) :
1. Judul dan nama penulis beserta keterangan untuk penulis (institusi dan email jika ada, atau
nomer registrasi mahasiswa dan email untuk tugas kuliah)
2. Abstract yang merupakan rangkuman dari paper kita
3. Introduction (pendahuluan), biasanya berisi hal-hal berikut (tulis garis besarnya saja) :
deskripsi yang jelas tentang permasalahan (disebut juga dengan tujuan (purpose))
Tunjukkan mengapa permasalahan ini penting, menarik, dan menantang (motivasi)
Review yang singkat dan jelas mengenai penelitian sebelumnya yang menjadi dasar
penelitian kita (scope).
Tunjukkan gap/masalah yang ada pada penelitian sebelumnya dan menjadi pertanyaan yang
ingin kita selesaikan dalam penelitian kita (gap indication).
Tulis dengan jelas solusi yang diusulkan (proposed approach) dan bagaimana ia bisa
mengatasi gap yang kita sebutkan sebelumnya (solution).
Tuliskan secara global penemuan yang dihasilkan (result).
Tuliskan struktur penulisan bagian-bagian berikutnya (outline)
4. Related Work (penelitian-penelitian sebelumnya yang mendasari penelitian kita). Related
work inilah yang nantinya akan kita tuliskan ke dalam daftar referensi.
5. Methodology (untuk bidang komputer atau penelitian yang ada hubungannya dengan
komputer dapat menggunakan istilah system architecture). Jelaskan methodology yang
digunakan, biasanya dijelaskan dengan bagan atau gambar untuk mempermudah pembaca
memahami isi paper kita. Jelaskan pula deskripsi masing-masing bagian dalam gambar kita
tersebut.
6. Experiment & result. Tuliskan eksperiment yang kita lakukan (data yang digunakan, jumlah
data, sumber, dll) dan tuliskan hasil yang didapatkan beserta analisa dari hasil yang kita
peroleh.
7. Discussion. Tuliskan hal-hal yang ingin anda sampaikan dan isue yang menarik dari
penelitian yang kita lakukan. Termasuk kesimpulan dan saran untuk penelitian kita lebih
lanjut. Saran biasanya identik dengan future work.
8. Referensi, berisi semua referensi yang kita gunakan termasuk daftar paper di related work,
buku atau resource yang mendukung yang kita gunakan untuk menyelesaikan penelitian kita.

Ikan Patin memang banyak digemari oleh masyarakat kita karena selain memiliki rasa yang lezat
ikan patin ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga banyak permintaan oleh para
konsumen.
Mengingat

banyaknya

permintaan

masyarakat

lokal

maupun

luar

negeri

maka

usaha

pengembangan ikan patin perlu dilakukan secara terus menerus dan dengan kesempatan
untuk Budidaya ikan patin ini sudah pasti akan menjadi peluang bagi kita sebagai pengusaha
yang bergerak dibidang perikanan.

Baiklah untuk anda yang ingin sukses dalam usaha budidaya ikan patin marilah kita ikuti terus
Petunjuk lengkapnya mulai dari Pembibitannya pemeliharaannya sampai panen dan siap untuk
dipasarkan. Okelah kita jelaskan saja langsung disini.
A. Pembibitan Ikan Patin
Pembibitan Ikan Patin merupakan upaya untuk mendapatkan bibit dengan kualitas yang baik dan
jumlah yang mencukupi permintaan. Cara Tradisional bibit ikan Patin diperoleh dengan menangkap
dari habitat aslinya yaitu sungai, rawa, danau dan tempat-tempat lain. Untuk tujuan komersial
bibit harus diupayakan semaksimal mungkin dengan pembibitan di kolam. Persiapan dan langkahlangkahnya sebagai berikut :
1. Memilih calon induk siap pijah.

Induk patin yang hendak dipijahkan sebaiknya dipelihara dulu secara khusus terlebih dahulu
dengan pemeliharaan yang intensif. Selama pemeliharaan, induk ikan diberi makanan khusus yang
mengandung protein tinggi. Selain itu, diberikan juga rucah dua kali seminggu sebanyak 10%
bobot ikan induk. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kematangan gonad.
Ciri-ciri induk patin yang sudah matang gonad dan siap dipijahkan adalah
sebagai berikut :
a. Induk betina
1.

Umur tiga tahun.

2.

Ukuran 1,52 kg.

3.

Perut membesar ke arah anus.

4.

Perut terasa empuk dan halus bila di raba.

5.

Kloaka membengkak dan berwarna merah tua.

6.

Kulit pada bagian perut lembek dan tipis.

7.

kalau di sekitar kloaka ditekan akan keluar beberapa butir telur yang bentuknya bundar dan

besarnya seragam.
b. Induk jantan
1.

Umur dua tahun.

2.

Ukuran 1,52 kg.

3.

Kulit perut lembek dan tipis.

4.

Bila diurut akankeluar cairan sperma berwarna putih.

5.

Kelamin membengkak dan berwarna merah tua.

2. Persiapan hormon perangsang/kelenjar hipofise dari ikan donor,Biasanya ikan mas.


Hormon perangsang dibuat dengan menggunakan kelenjar hipofise ikan mas, kelenjar hipofise
dapat ditemukan pada bagian otak ikan mas, berwarna putih dan cukup kecil. Ambil dengan hatihati dengan pinset. Setelah diambil dimasukkan ke dalam tabung kecil dan ditumbuk sampai
benar-benar halus dan lebut, selanjutnya dicampur dengan air murni (aquades) yang dapat dibeli
di apotik.
3. Kawin suntik (induce breeding).
Setelah kelenjar hipofise dicampur dengan air murni sudah siap, ambil dengan jarum suntik dan
disuntikkan pada punggung Ikan patin. Ikan patin siap dipijahkan. Metode kawin suntik diterapkan
untuk merangsang induk patin betina mengeluarkan telur untuk selanjutnya dibuahi oleh Patin
Jantan.
4. Penetasan telur.
Telur yang sudah dibuahi akan menetas dalam waktu sekitar 4 hari, selama menunggu telur
menetas perlu dipantau kondisi air. Ganti air sebagian dengan air bersih dari sumur.
5. Perawatan larva.
Benih ikan patin yang berumur 1 hari dipindahkan ke dalam akuarium atau bak berukuran 80 cm x
45 cm x 45 cm, bisa dalam ukuran yang lain. Setiap akuarium atau bak diisi dengan air sumur bor
yang telah diaerasi. Kepadatan penebaran ikan adalah 500 ekor per akuarium. Aerator
ditempatkan pada setiap akuarium agar keperluan oksigen untuk benih dapat tercukupi. Untuk
menjaga kestabilan suhu ruangan dan suhu air digunakan heater atau dapat menggunakan
kompor untuk menghemat dana. Benih umur sehari belum perlu diberi makan tambahan dari luar
karena masih mempunyai cadangan makanan berupa yolk sac atau kuning telur. Pada hari ketiga,
benih ikan diberi makanan tambahan berupa emulsi kuning telur ayam yang direbus. Selanjutnya
berangsur-angsur diganti dengan makanan hidup berupa Moina cyprinacea atau yang biasa dikenal
dengan kutu air dan jentik nyamuk.
6. Pendederan.
Benih Ikan patin dibesarkan pada kolam tebar atau bak dari semen, lebih bagus pada kolam
lumpur karena mengandung banyak plankton dan fitoplankton sebagai pakan alami.
7. Pemanenan.
Benih ikan patin bisa dipanen sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.

B. PEMELIHARAAN PEMBESARAN
Pemeliharaan Pembesaran ditujukan untuk pemenuhan Ikan Patin konsumsi. Ikan Patin dikonsumsi
dalam berbagai ukuran, antara lain 200 gram sampai 1 kg. Masa panen menyesuaikan dengan
permintaan pasar. Ada sebagian yang lebih senang ukuran kecil sekitar 200 gram ada yang lebih
dari itu. Pada Usia 6 bulan ikan patin sudah mencapai bobot 600-700 gram.
Ikan Patin akan tumbuh lebih baik di kolam lumpur dengan aliran air yang mengalir cukup baik,
meski demikian bisa juga dipeihara pada kolam semen yang tidak mengalir, tetapi perlu
diperhatikan kualitas air agar tetap dalam konsisi yang baik. Langkah-langkah pemeliharaan Ikan
Patin Sebagai Berikut:
1. Pemupukan
Pada kolam lumpur idealnya perlu dilakukan pemupukan sebelum ikan patin ditebarkan.
Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan makanan alami dan produktivitas kolam, yaitu
dengan cara merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyak-banyaknya.Pupuk yang biasa
digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50700 gram/m2.
2. Pemberian Pakan
Faktor yang cukup menentukan dalam budi daya ikan patin adalah faktor pemberia makanan.
Faktor makanan yang berpengaruh terhadap keberhasilan budi daya ikan patin adalah dari aspek
kandungan gizinya, jumlah dan frekuensi pemberin makanan. Pemberian makan dilakukan 2 kali
sehari (pagi dan sore). Jumlah makanan yang diberikan per hari sebanyak 3-5% dari jumlah berat
badan ikan peliharaan. Jumlah makanan selalu berubah setiap bulan, sesuai dengan kenaikan
berat badan ikan. Hal ini dapat diketahui dengan cara menimbangnya 5-10 ekor ikan contoh yang
diambil dari ikan yang dipelihara (sampel). Pakan yang diberikan adalah Pelet dan bisa
ditambahkan makanan alami lainnya seperti kerang, keong emas,bekicot, ikan sisa, sisa dapur dan
lain-lain. Makanan alami yang diperoleh dari lingkungan selain mengandung protein tinggi juga
menghemat biaya pemeliharaan.
3. Penanganan Hama Dan Penyakit
Salah satu kendala dan masalah Budi daya ikan patin adalah hama dan penyakit.

Pada

pembesaran ikan patin di jaring terapung dan kolam hama yang mungkin menyerang antara lain
lingsang, kura-kura, biawak, ular air, dan burung. Cegah akses masuk hama tersebut ke kolam
atau dengan memasang lampu penerangan si sekitar kolam. Hama tersebut biasanya enggan
masuk jika ada sinar lampu. Penyakit ikan patin ada yang disebabkan infeksi dan non-infeksi.
Penyakit non-infeksi adalah penyakit yang timbul akibatadanya gangguan faktor yang bukan
patogen. Penyakit non-infeksi ini tidak menular. Sedangkan penyakit akibat infeksi biasanya timbul
karena gangguan organisme patogen.
4. Pemanenan Ikan Patin

Pemanenan adalah saat yang ditunggu pada budi daya ikan patin. Meski terlihat sederhana
pemanenan

juga

perlu

memperhatikan

beberapa

aspek

agar

ikan

tidak

mengalami

kerusakan,kematian, cacat saat dipanen. Sayang jika budi daya ikan patin sudah berhasil dengan
baik, harus gagal hanya karena cara panen yang salah. Penangkapan ikan dengan menggunakan
jala apung akan mengakibatkan ikan mengalami luka-luka. Sebaiknya penangkapan ikan dimulai
dibagian hilir kemudian bergerak kebagian hulu. Jadi bila ikan didorong dengan kere maka ikan
patin akan terpojok pada bagian hulu. Pemanenan seperti ini menguntungkan karena ikan tetap
mendapatkan air yang segar sehingga kematian ikan dapat dihindari. Pemasaran Ikan Patin dalam
bentuk segar dan hidup lebih diminati oleh konsumen, karena itu diusahakann menjual dalam
bentuk ini. Harga Ikan Patin Per kilogram kurang lebih Rp 25.000,- sampai dengan RP.50.000,dan juga tergantung pada kondisi Daerah ada yang mencapai Rp 100.000,Demikian penjelasan singkat soal Tips sukses usaha Ikan patin
Selamat mencoba sampai berhasil
Salam........

Beranda

Himpunan Dasar Hukum

Personil Penyuluh Perikanan

Materi Penyuluhan Perikanan

Dokumentasi Kegiatan

Berita Seputar Perikanan

Hubungi Kami

Mina Padi : Petani Untung dan Alih Fungsi Lahan


Sawah Berkurang.
Oleh : HDS
Salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan petani dan optimalisasi potensi lahan sawah
irigasi adalah dengan merekayasa lahan dengan teknologi perikanan tepat guna. Sama halnya
dengan masalah alih fungsi lahan sawah menjadi kolam ikan dapat dikurangi dengan menerapkan
win win solution; jalan tengah melalui penerapan teknologi mina padi (budidaya ikan bersama padi).
Bagaimana caranya ?
Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengubah strategi agribisnis dari sistem monokultur ke
sistem diversifikasi agribisnis, salah satu dengan menerapkan teknologi budidaya Mina Padi. Mina
padi adalah berbudidaya ikan di sawah bersama dengan budidaya padi sawah. Dengan adanya
pemeliharaan ikan di persawahan tersebut, maka selain dapat meningkatkan pendapatan petani juga
dapat meningkatkan kesuburan tanah dan air. Selain itu, juga dapat mengurangi hama penyakit pada
tanaman padi.
Banyak keuntungan yang didapat menggunakan teknik budidaya minapadi ini, antara lain yaitu:

1. Lahan sawah menjadi subur dengan adanya kotoran ikan yang mengandung berbagai unsur
hara;

2. Mengurangi penggunaan pupuk;


3. Ikan dapat juga membatasi tumbuhnya tanaman lain yang bersifat kompetitor (pesaing)
dengan padi dalam pemanfaatan unsur hara;
4. Mengurangi biaya penyiangan tanaman liar;
5. Dalam kajian ilmiah yang dilakukan oleh Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar Bogor
menunjukan bahwa penerapan budidaya Minapadi dapat meningkatkan pendapatan sebesar
20%.

Menjalankan usaha minapadi ini tidak terlalu rumit, asalkan kita memiliki kiat yang tepat sehingga dua
komoditi ini memberi untung berlipat. Ada beberapa kunci keberhasilan diantaranya, ketetapan
memilih jenis padi yang cocok untuk minapadi, penerapan teknologi budidaya padi dan ikan yang
sesuai sehingga mampu memberi untung. Varietas padi yang cocok untuk sistem minapadi adalah
yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1. Pengakaran dalam, agar padi yang ditanam tidak mudah roboh sehingga menghambat
pergerakan ikan.
2. Cepat beranak (bertunas), untuk menghindari keterlambatan pertumbuhan tunas akibat
genangan air.
3. Batang kuat dan tidak mudah rebah, untuk menghindari pertumbuhan batang yang lemah
akibat serapan air ketanaman yang cukup tinggi.
4. Tahan genangan pada awal pertumbuhan.
5. Daun tegak untuk memperbanyak sinar matahari yang dapat diterima oleh permukaan daun,
sehingga proses fotosintesis lebih baik dan pertumbuhan padi akan meningkat.
6. Varietas padi tahan hama dan penyakit.

Selain perihal varietas padi, hal yang perlu diperhatikan juga adalah teknik pembuatan parit
(caren). Pembuatan caren palang dan melintang pada saat pengolahan tanah terakhir, lebar 1 m
dengan kedalaman 30 cm. Parit (caren) ini berfungsi sebagai tempat penampungan air pada saat
berlangsung pemeliharaan ikan. Parit dibuat sebelum pengolahan tanah terakhir (perataan tanah).
Jangan lupa pada setiap pintu pemasukan dan pengeluaran air pada setiap petakan dipasang
saringan kawat dan slat pengatur tinggi permukaan air menggunakan bambu. Adapun fungsi parit
(caren) adalah :

1. Melindungi ikan dari kekeringan pada saat terjadi kebocoran ;


2. Memudahkan panen ikan ;
3. Tempat memberi makan ikan ;
4. Memudahkan ikan bergerak keseluruh petakan.

Adapun Teknologi Teknik Minapadi Rekomendasi Balai Besar Pengembangan Budidaya Air
Tawar (BBPAT) Sukabumi Jabar dan Balai Penelitian Tekologi Pertanian (BPTP) Jambi.

1. Pemilihan Bibit Padi dan Benih Ikan


a. Bibit padi
Varietas : Ciherang sesuai dengan kebutuhan benih (25 kg/ha)
Umur bibit padi 15 - 21 hari
Sistem tanam Jajar Legowo 2:1 atau 4:1.
b. Benih ikan
Kriteria: benih ikan yang unggul yaitu tahan terhadap goncangan lingkungan dan penyakit, yang
memiliki pertumbuhan cepat, disukai konsumen, nilai ekonominya tinggi dan diutamakan yang tidak
berwarna cerah untuk menghindari serangan hama terutama hama burung.
Jenis ikan : Ikan Mas (ukuran 5-8 cm), Ikan Nila (ukuran 5-8 cm) atau Ikan Bawal (ukuran 2 inchi).
2. Penebaran Benih Ikan

1. Waktu : tanaman padi berumur 30 HST (Hari Setelah Tanam) yaitu setelah penyiangan
pertama dan pemupukan dasar) pada sore atau pagi hari dengan tujuan untuk menghindari
obat-obatan atau pupuk.
2. Padat tebar benih ikan dengan ukuran 5-8 cm adalah 1000 - 2000 ekor/Hektar.
3. Pengaturan air
Pengaturan air macak-macak dilakukan pada saat tanam sampai 3-4 HST.
Tinggi air cukup 3-5 cm dari permukaan tanah.
Pengaturan air macak-macak juga dilakukan pada saat aplikasi pupuk dasar dan susulan. Pintu
pemasukan dan pengeluaran air pada saat aplikasi pupuk supaya ditutup agar pupuk tidak hanyut
terbawa air.
Setelah 10-15 HST (sesudah penyiangan dan pemupukan susulan pertama) air dimasukkan
mengikuti pertumbuhan tanaman.
Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang saringan dari kawat atau anyaman bambu
untuk mencegah keluarnya ikan yang dipelihara dan mencegah ikan liar masuk ke dalam petakan.
Pada pintu pengeluaran air perlu dipasang pelimpasan air untuk menahan air sesuai dengan
kebutuhan dan membuang air yang berlebihan pada saat terjadi hujan.
4. Pemupukan
a) Pemupukan Dasar
Pupuk kandang/kotoran ayam : 1-2 t/ha sebagai pupuk dasar diberikan sesudah pengolahan tanah.
Pemupukan N (Urea) dengan bagan warna daun (BWD). Takaran pupuk : berdasarkan rekomendasi
pupuk setempat.
Takaran pupuk P dan K : berdasarkan kadar atau status hara P dan K tanah. Untuk tanah dengan
kandungan P rendah, takaran pupuk : 125 kg SP-36/ha. Untuk tanah dengan status P tinggi takaran
pupuk : 50 kg/ha. Pupuk P diberikan pada saat tanam atau paling lambat pada umur 3 minggu.
Pupuk K hanya diperlukan pada tanah yang mengandung hara K rendah yang diberikan sekaligus
pada saat tanam bersamaan dengan pemberian pupuk Urea dan SP-36 sebagai pupuk dasar atau
paling lambat pada umur 40 hari atau menjelang fase primordia.
b) Pemupukan Susulan. Pupuk susulan berupa 50 kg/ha Urea, diberikan 2 minggu kemudian dengan
cara ditebar .
5. Pemeliharaan ikan (pemberian pakan, pengelolaan air dan pengawasan hama)
Pemberian pakan : setelah 3 hari ikan di petakan sawah,
Jenis pakan : pakan apung dengan kadar protein 28-32%,
Cara pemberian pakan : ad libitum (pemberian pakan dihentikan setelah ikan berkurang nafsu
makannya).
Periode pemberian pakan : 2 kali sehari (pagi dan sore hari)
Setelah ikan berumur 2-3 minggu, pupuk kandang kembali diberikan dengan cara ditebar. Dosis
0,25 kg/m2.
6. Panen

Saat panen yang paling tepat adalah ketika 90% gabah menguning. Panen ikan dilakukan 10
hari sebelum panen padi dengan cara mengeringkan petakan sawah terlebih dahulu kemudian ikan
ditangkap secara perlahan-lahan. Panen ikan dilakukan setelah mencapai umur pemeliharaan ikan
untuk memudahkan panen, keluarkan air dari pelataran sawah secara berangsur-angsur hingga air
tersisa pada parit/caren. Setelah ikan berkumpul di saluran keliling/caren, selanjutnya ikan ditangkap
dan dimasukkan kedalam tampungan. Pemanenan padi pada sistem mina padi sama seperti
permanenan pada penanaman monokultur. Permanenan padi dilakukan setelah gabah masak merata
dengan menggunakan sabit bergerigi untuk mengurangi rontoknya bulir padi sawah
Diolah dari berbagai sumber referensi.

Jamu Penambah Nafsu Makan Ikan


Oleh : HDS
Untuk membuat 3 liter maka komposisi bahannya adalah sebagai berikut :
Lengkuas 100 gram
Temulawak 100 gram
Jahe 100 gram
Kunir/ Kunyit 100 gram
Kencur 100 gram
Gula Putih/ Merah 175 gram
Ragi 1/8 sdt
Air 3 Liter
Adapun cara pembuatannya yaitu :

1. Cuci bersih Jahe, lengkuas, temulawak, Kunir dan Kencurnya, tiriskan.


2. Parut Jahe, lengkuas, temulawak, Kunir dan Kencurnya.
3. Parutan Jahe-Kunir-Kencur masukkan dalam stoples/keler 3 literan,
4. Masukkan gula ke dalam stoples/keler. Kalau menggunakan gula merah maka parut atau
potong kecil-kecil gula merah baru masukkan ke stoples/keler, supaya mudah larut dalam air.
5. Panaskan air 3 liter sampai mendidih. Kalau sudah mendidih tuangkan ke dalam
stoples/keler. Supaya stoples/keler tidak pecah saat dituang air panas, masukkan terlebuh
dulu. 2buah sendok stainless steel kedalamnya.
6. Aduk sampai gula larut. Lalu dinginkan.
7. Setelah larutan dingin, masukkan ragi dan aduk merata. Tutup rapat stoples/keler dan biarkan
dalam suhu ruang selama 12-24 jam.
8. Lalu saring dan pindahkan ke botol plastik bekas aqua dkk, jangan dipenuhi, tetapi isi sampai
bahu botol saja. Tutup rapat botol plastik berisi larutan dan biarkan pada suhu ruang sampai
botol menggelembung maksimum. Biasanya butuh waktu 24 - 72 jam.

Adapun cara menggunakan hasil fermentasi bisa langsung dicampur dengan pakan ikan.
Sedangkan, hasil sampingan produk ini adalah pupuk organik yang dibuat dari ampas hasil saringan.
Berdasarkan pengalaman beberapa para pembudidaya ikan (yang tegabung di Pokdakan Sekar
Aquaculture, jamu ini mempunyai khasiatnya yaitu dapat menambah nafsu makan ikan sehingga ikan
jadi lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Diolah dari berbagai sumber