Anda di halaman 1dari 6

Penurunan kadar kolesterol yang signifikan pada pemberian jus Aloe vera disebabkan

kandungan vitamin B3, vitamin C, anthraquinon, asam folat, selenium, magnesium, enzim lipase,
lignin, dan anthraquinon yang
ada dalam Aloe vera.4,7 Vitamin B3 (Asam nikotinat) dapat menurunkan produksi VLDL dalam
hati yang akan
berdampak pada menurunnya kadar kolesterol total serum.5 Vitamin C mempunyai efek
membantu reaksi hidroksilasi
dalam pembentukan asam empedu sehingga meningkatkan ekskresi kolesterol dan menurunkan
kadar kolesterol total
dalam darah.6 Peran anthraquinon pada Aloe vera adalah memberi efek laxantia dengan
membentuk jel sehingga
transport makanan diusus lebih cepat, dan penyerapan lipid dapat dihambat.4
Asam folat dapat membantu mengurangi kadar kolesterol yang tinggi dengan mekanisme kerja
yang mirip
dengan obat Statin.20,21 Lignin dapat menghambat absorbsi garam empedu yang diperlukan
dalam proses absorbsi misel
yang mengandung kolesterol pada siklus enterohepatik sehingga apabila absorbsi garam empedu
terhambat maka
1
absorbsi kolesterol dari usus pun terhambat.22
Kandungan mineral selenium dan magnesium pada Aloe vera juga dapat menurunkan kadar
kolesterol. Selenium
berikatan dengan protein plasma membentuk kompleks selenoprotein yang merupakan golongan
antioksidan. Kompleks
ini berfungsi mencegah proses oksidasi LDL.23 Magnesium menurunkan kadar kolesterol dengan
terlibat dalam regulasi
enzim kolesterol ester hidrolase.24 Sedangkan enzim lipase berfungsi dalam metabolisme
kilomikron remnan sehingga
proses pembentukan VLDL di hepar terganggu.25

glikosida (Aloins)
Ekstensif Definisi
Aloin adalah, pahit lemon-kuning-warna senyawa diisolasi dari tanaman lidah
buaya. Hal ini digunakan sebagai pencahar stimulan-, mengobati sembelit dengan
merangsang buang air besar. Senyawa ini hadir dalam lateks aloe kuning yang
memancarkan dari bawah permukaan daun tanaman, dan tidak ditemukan dalam
gel biasa digunakan untuk mengobati kondisi kulit.
Pada bulan Mei 2002, FDA AS mengeluarkan putusan bahwa obat pencahar lidah
tidak lagi umumnya diakui sebagai aman (GRAS) dan efektif, yang berarti bahwa
produk yang mengandung aloin-tidak lagi tersedia over-the-counter di Amerika
Serikat.
Struktur dan persiapan
Aloin diekstraksi dari sumber alami adalah campuran dari dua diastereomer, disebut
aloin A (juga disebut barbaloin) dan aloin B (atau isobarbaloin), yang memiliki sifat
kimia yang mirip. Aloin merupakan glikosida antrakuinon, yang berarti bahwa
kerangka antrakuinon yang telah dimodifikasi dengan penambahan molekul gula.
Antrakuinon adalah keluarga yang umum terjadi secara alami kuning, pigmen
oranye, dan merah yang banyak memiliki sifat katarsis, atribut bersama oleh aloin.
Aloin berkaitan dengan aloe emodin, yang tidak memiliki kelompok gula tetapi sifat
biologis saham aloin ini.
Aloin biasanya disiapkan oleh ekstraksi dari aloe lateks, eksudat kuning pahit yang
merembes keluar dari hanya di bawah kulit daun lidah buaya. Lateks, juga disebut
'jus lidah buaya', kemudian dikeringkan dan bubuk untuk membuat produk akhir,
sering dibuat menjadi tablet atau minuman, meskipun aloin tidak memiliki stabilitas
yang baik dalam larutan air. Produk yang berasal dari gel dari tanaman lidah buaya
tidak mengandung jumlah yang cukup banyak aloin, dan belum terbukti efektif
untuk setiap penyakit atau kondisi ketika diambil secara lisan.
Efek
Setelah dicerna, aloin meningkatkan kontraksi peristaltik di usus, yang
menyebabkan pergerakan usus. Aloin juga mencegah usus besar dari kembali
menyerap air dari saluran pencernaan, yang menyebabkan tinja lebih lunak.
Status hukum
Tanaman yang diturunkan obat yang mengandung aloin dan antrakuinon lainnya
telah digunakan sebagai obat tradisional sejak jaman dahulu, namun efek samping
yang keras membuat aloin umumnya tidak cocok untuk rumah tangga atau
penggunaan sehari-hari. Pada tahun 2002, FDA AS mengamanatkan bahwa
produsen merumuskan atau berhenti manufaktur over-the-counter produk yang
mengandung aloe karena badan tidak menerima data keamanan yang diperlukan.

Klasifikasi Serta Kandungan Zat Lidah Buaya :: aloe vera atau kita lebih mengenalnya
dengan sebutan lidah buaya merupakan salah satu spesies dari tanaman lilieceae. Lidah buaya
sudah dikenal sejak jaman mesir kuno sebagai bahan obat (luka bakar, infeksi ) dan kecantikan
(perawatan kulit).

Klasifikasi lidah buaya


Taksonomi atau klasifikasi lidah buaya adalah sebagai berikut :

Kingdom : Platae.

Divisi : Spermatophyta.

Klas : Monocotyledoneae.

Ordo : Liliflorae.

Family : Liliceae.

Genus : Aloe.

Spesies : Aloe vera

Ciri umum dari lidah buaya ( aloe vera )


Lidah buaya ( Indonesia ) atau dikenal di Malaysia dgn nama jadam atau crocodile tongue untuk
sebutan di ingris, memiliki ciri-ciri umum yang mudah dikenali,yaitu :

Struktur tanaman seperti tanaman lainnya yaitu terdiri dari akar, batang, daun, serta
bunga.

Daun tunggal membentuk tombak dgn helaian memanjang berupa pelepah dgn panjang
sekitar 40-60 cm, lebar 8-13 cm, ketebalan daun berkisar antara 2-3 cm.

Daun lidah buaya berdaging tebal, tanpa tulang, warna hijau keabu-abuan.

Pada daun bagian luar terdapat lapisan lilin.

Daun bersifat sukulen ( mengandung air, getah,serta lender).

Bagian atas daun rata sedangkan bagian bawah bulat / cembung.

Pada daun lidah buaya muda, terdapat bercak berwarna hijau pucat hingga putih, Bercak
ini akan hilang ketika daun lidah buaya dewasa / tua.

Bagian tepi daun ditumbuhi duri yg tumpul dan tidak berwarna.

Struktur serta kandungan daun lidah buaya


Bagian tanaman yang sering dimanfaatkan oleh manusia adalah bagian daun. Bagian ini
memiliki sejumlah kandungan kimia yang bermanfaat bagi manusia baik dalam dunia
pengobatan atau kecantikan.
Struktur daun lidah buaya.
Daun lidah buaya dapat dibagi menjagi tiga bagian, yaitu :
1. Kulit daun : merupakan bagian terluar dari struktur daun dengan warna hijau.
2. Eksudat : merupakan getah yg keluar dari daun ketika dilakukan pemotongan. Eksudat
berbentuk cair, warna kuning dengan rasa pahit. Pada bagian ini terkandung sejumlah zat
yaitu 8- dihidroxianthraquinone (Aloe Emoedin) dan glikosida (Aloins)
3. Gel : merupakan bagian daun terdalam yang berlendir. Gel diperoleh dengan menyayat
bagian dalam daun setelah eksudat dikeluarkan. Dalam gel ini terkandung sejumlah
unsur-unsur antara lain : Air, karbohidrat, lemak, dan beberapa vitamin. Komposisi
lengkap silahkan lihat tabel dibawah ini :
Komponen
Jumlah
Kadar air
95 %
Karbohidrat (g)
0.30
Kalori (kal)
1.73-2.30
Lemak (g)
0.05-0.09
Protein (g)
0.01-0.06
Vitamin A ( IU)
2.00-4.60
Vitamin C (mg)
0.50-4.20
Thiamin (mg)
0.003-0.004
Riboflavin (mg) 0.001-0.002
Niasin (mg)
0.038-0.040
Kalsium (mg)
9.920-19.920
Besi (mg)
0.060-0.320
Sumber : Morsy (1991)

Demikian ulasan singkat mengenai klasifikasi serta kandungan zat lidah buaya yang besar
manfaatnya untuk kesehatan dan kecantikkan tubuh. Nantikan artikel selanjutnya yang akan
mengulas tentang apa manfaat lidah buaya untuk manusia baik dalam bidang kesehatan maupun
kecantikkan.

1. Sebagai Detoksifikasi Racun. Dengan cara membuat Jus Lidah Buaya, berbagai vitamin
dan mineral yang terkandung dalam lidah buaya dapat menjadi detoksifikasi (penangkal)
racun dalam tubuh Anda.
2. Mengatasi Gangguan Pencernaan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kegunaan lidah
buaya diantaranya adalah dapat mengatasi refluks asam dan menenangkan esophagus.
Hal ini akan menghindarkan Anda dari resiko iritasi usus maupun tukak lambung,
sehingga pencernaan Anda akan semakin sehat.
3. Mencegah Diabetes. Selain sebagai detoksifikasi racun, jus lidah buaya juga mengandung
zat yang dapat mencegah resiko diabetes. Dengan rutin mengonsumsi jus lidah buaya,
kadar gula darah Anda akan tetap terjaga dan terhindar dari serangan diabetes.
4. Membantu Gerakan Usus dalam Pencernaan. Tanaman lidah buaya mengandungAloe
lateks. Zat tersebut dapat menghasilkan antrakuinon glycosidesaloin A dan B. Zat-zat
tersebut memiliki manfaat sebagai obat pencahar yang kuat dan membantu gerakan usus
dalam mencerna makanan.
5. Merawat Kulit dan Menjaga Berat Badan. Jangan heran apabila jus lidah buaya juga
bermanfaat untuk menghilangkan jerawat dan melembabkan kulit. Bahkan, jus lidah
buaya juga dapat menurunkan berat badan. Berbagai manfaat tanaman lidah buaya ini
telah digunakan oleh nenek moyang kita selama bertahun-tahun.

1. Mendinginkan kulit yang terbakar sinar matahari, terutama bagi mereka yang
kerap bekerja di luar ruangan.
2. Mengatasi masalah kulit yang disebabkan cuaca, seperti kulit kering, kemerahan,
mengelupas, dan iritasi ringan atau ruam.
3. Memudarkan warna kemerahan pada memar di tubuh.
4. Mengatasi rasa tidak nyaman yang disebabkan alat cukur.
5. Mengatasi luka bakar ringan.
6. Meredakan kulit yang melepuh.
7. Dapat digunakan sebagai krim anti penuaan dini atau untuk mengatasi keriput.
8. Mengobati ruam akibat terkena getah tanaman.
9. Mengatasi rasa gatal akibat gigitan serangga.
10. Gunakan setiap hari untuk memudarkan bekas luka dan strecth mark, garisgaris putih atau merah akibat kehamilan.
11. Merawat luka kecil akibat teriris pisau atau tergores.
12. Memudarkan bintik bintik kehitaman pada kulit.
13. Dapat berguna sebagai pengganti kondisioner dan jelly untuk rambut.
14. Bisa digunakan untuk mengurangi jerawat.
15. Digunakan untuk mempercepat penyembuhan sariawan.
16. Dapat digunakan sebagai body lotion alami.
17. Untuk meredakan otot yang keram atau menegang.
18. Digunakan untuk mengurangi keluhan pada masalah gusi.
19. Mengurangi ketombe pada kepala.
20. Mengatasi kutu air.