Anda di halaman 1dari 13

Bab II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Relasi

B. fungsi
Fungsi, dalam istilah matematika adalah pemetaan setiap elemen sebuah himpunan
kepada elemen himpunan yang lain. Istilah ini berbeda pengertiannya dengan kata yang
sama yang dipakai sehari-hari, seperti alatnya berfungsi dengan baik. Konsep fungsi
adalah salah satu konsep dasar dari matematika dan setiap ilmu kuantitatif. Istilah
"fungsi", "pemetaan", "peta", "transformasi", dan "operator" biasanya dipakai secara
sinonim.

Notasi
Untuk mendefinisikan fungsi dapat digunakan notasi berikut.

Dengan demikian kita telah mendefinisikan fungsi f yang memetakan setiap


elemen himpunan A kepada B. Notasi ini hanya mengatakan bahwa ada sebuah
fungsi f yang memetakan dua himpunan, A kepada B. Tetapi bagaimana tepatnya
pemetaan tersebut tidaklah terungkapkan dengan baik. Maka kita dapat
menggunakan notasi lain.

atau

Fungsi sebagai Relasi


Sebuah fungsi f dapat dimengerti sebagai relasi antara dua himpunan, dengan unsur
pertama hanya dipakai sekali dalam relasi tersebut.

Domain dan Kodomain

Jenis-jenis fungsi
Fungsi satu-satu
Fungsi f: A B disebut fungsi satu-satu atau fungsi injektif jika dan hanya jika untuk
sebarang a1 dan a2
dengan a1 tidak sama dengan a2 berlaku f(a1) tidak sama dengan
f(a2)
Relasi, dalam matematika, adalah hubungan antara dua elemen himpunan. Hubungan ini
bersifat abstrak, dan tidak perlu memiliki arti apapun baik secara konkrit maupun secara
matematis.

Definisi
Jika terdapat himpunan A dan himpunan B (A bisa sama dengan B), maka relasi R dari A
ke B adalah subhimpunan dari AB.

Relasi dan fungsi proposisi


Sebuah relasi dapat dikaitkan dengan sebuah fungsi proposisi atau kalimat terbuka yang
himpunan penyelesaiannya tidak lain adalah relasi tersebut.
Sebagai contoh, pandang himpunan B = { apel, jeruk, mangga, pisang } dengan
himpunan W = { hijau, kuning, orange}. Suatu relasi R dari A ke B didefinisikan sebagai
R = {(apel, hijau), (jeruk, orange), (mangga, hijau), (pisang, kuning)}. Terdapat fungsi
proposisi w(x, y) = "x berwarna y", yang himpunan penyelesaiannya adalah {(apel, hijau),
(jeruk, orange), (mangga, hijau), (pisang, kuning)}, yang tidak lain adalah relasi R.

Relasi AA
Sebuah relasi AA, yaitu relasi dari himpunan A kepada A sendiri, dapat memiliki sifatsifat berikut:

Refleksif
Irefleksif
Simetrik
Anti-simetrik
Transitif

Kita menyebut relasi R dari A kepada A sebagai relasi R dalam A.

Relasi Refleksif

Sebuah relasi R dalam A disebut memiliki sifat refleksif, jika setiap elemen A
berhubungan dengan dengan dirinya sendiri.

atau

Contoh relasi yang memiliki sifat seperti ini adalah relasi x selalu bersama y., dengan x
dan y adalah anggota himpunan seluruh manusia. Jelas sekali bahwa setiap orang pasti
selalu bersama dengan dirinya sendiri.

Relasi Irefleksif
Relasi R dalam A disebut memiliki sifat irefleksif, jika setiap elemen A tidak
berhubungan dengan dirinya sendiri.

atau

Contoh relasi irefleksif adalah relasi x mampu mencukur rambut y dengan rapi
sempurna., dengan x dan y adalah setiap pemotong rambut. Diandaikan bahwa setiap
orang hanya dapat mencukur rambut orang lain dengan rapi sempurna, maka relasi ini
adalah irefleksif, karena tidak ada seorang tukang cukur a yang mampu mencukur
rambutnya sendiri.
Contoh lain dalam himpunan bilangan bulat adalah, relasi < dan > adalah irefleksif.

Relasi Simetrik
Relasi R dalam A disebut memiliki sifat simetrik, jika setiap pasangan anggota A
berhubungan satu sama lain. Dengan kata lain, jika a terhubung dengan b, maka b juga
terhubung dengan a. Jadi terdapat hubungan timbal balik.

atau

Sebuah relasi x + y genap adalah relasi simetrik, karena untuk sembarang x dan y yang
kita pilih, jika memenuhi relasi tersebut, maka dengan menukarkan nilai y dan x, relasi

tersebut tetap dipenuhi. Misalnya untuk pasangan (5, 3) relasi tersebut dipenuhi, dan
untuk (3, 5) juga.

Relasi Anti-simetrik
Jika setiap a dan b yang terhubung hanya terhubung salah satunya saja (dengan asumsi a
dan b berlainan), maka relasi macam ini disebut relasi anti-simetrik.

atau

Dalam kebanyakan literatur biasanya ditulis sebagai kontraposisinya seperti di bawah ini.
Keuntungan bentuk ini adalah tidak mengandung negasi, dan hanya mengandung satu
implikasi.

atau

Relasi bersifat anti-simetrik, karena


mengakibatkan
juga jika ada p dan q yang terhadap mereka berlaku
dan

. Demikian
berarti p = q.

Relasi Transitif
Sebuah (a,b) \in R \wedge (bin R \rightarrow (a,c) \in R</math> atau
Gagal memparse (fungsi yang tidak diketahui\berhubungan): \forall<
bersifat isebut transitif jika memiliki sifat, ''a'' berhubungan dengan ''b''
berhubungan n ''c'', maka ''a'' juga ,c) \berhubungan dengan ''c'' secara
langsung. :<math>\forall_{a, b, c \in A}\q_{a,relasi d b, dengac \in A}\quad a
R''b'', dan b \wedge b R c \rightarrow a R c
Sebagai contoh, relasi uad transitif. Misalnya untuk 5, 6, dan 7, berlaku 5 < 6, 6 < 7, dan
5 < 7.

Relasi khusus
Sebuah relasi disebut sebagai relasi ekivalen jika relasi tersebut bersifat:

Refleksif
Simetrik, dan
Transitif

Relasi ekuivalen memiliki hubungan erat dengan partisi, yang merupakan alasan
mengapa partisi dari sebuah himpunan disebut kelas ekivalen atau kelas kesetaraan.

Orde Parsial
Orde parsial adalah relasi yang bersifat:

Refleksif
Anti-simetrik, dan Transitif
Hubungan/relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu pemasangan
anggota-anggota A dengan anggota-anggota B.

A. SEBUAH RELASI R TERDIRI DARI:


1. Himpunan A
2. Himpunan B
3. Sebuah kalimat terbuka P(x,y) yang menyatakan hubungan antara himpunan
A dengan himpunan B.
Dimana x bersesuaian dengan a A dengan y bersesuaian dengan b B.
Bila P(a,b) betul maka a berelasi dengan b. Ditulis a R b
Bila tidak demikian maka a R b
B. SEBUAH RELASI DAPAT DINYATAKAN DENGAN:
1. Himpunan Pasangan Berurutan (a,b)
2. Kalimat terbuka P(x,y)
3. Diagram cartesius ( diagram A x B )
4. Diagram panah
bila R adalah sebuah relasi, maka himpunan dari relasi ini adalah:
R = {(a,b) a A; b B; P(a,b) adalah betul}
Ket: Jika A=B, maka P(x,y) mendefinisikan sebuah relasi di dalam A.
contoh :
R = (A,B, P(x,y))
A = {2,3,4}
B = {3,4,5,6}
P(x,y) menyatakan x pembagi y
Himpunan penyelesaian relasi ini adalah
a. Himpunan pasangan berurutan
R = {(2,4), (2,6), (3,3), (3,6), (4,4)}

b. Diagram cartesius
c. Diagram panah
RELASI INVERS
Setiap Relasi dari A ke B, mempunyai relasi R-1 dari B ke A yang didefinisikan
sebagai
R-1 = {(b,a) (a,b) R}
contoh:
A = {1,2,3}; B = {a,b}
R = {(1,a), (1,b), (3,a)} relasi dari A ke B
R-1 = {(a,1), (b,1), (a,3)} relasi invers dari B ke A
DOMAIN DAN RANGE
Domain (daerah asal) dari suatu relasi R adalah himpunan elemen pertama dari
pasangan berurutan elemen R.
Domain = { a a A, (a,b) R }
Range (daerah hasil) dari suatu relasi R adalah himpunan elemen kedua dari
pasangan berurutan elemen R.
Range = {b b B, (a,b) R}
contoh:
A = {1,2,3,4} ; B = {a,b,c}
R = {(2,a) ; (4,a) ; (4,c)}
Domain = {2,4}
Range = {a,c}

Pada setiap tanggal 17 Agustus, Yayasan pendidikan Santo Fransiskus Asisi selalu mengadakan
upacara bendera untuk semua siswa dari kelas 4 SD hingga kelas XII SMA. Tentunya anda
dapat membuat relasi antara siswa pria dan wanita, relasi siswa dengan unit sekolah, relasi
siswa dengan kelas dan lain sebagainya.
Apakah mungkin anda membuat relasi lebih dari satu antara siswa dengan kelasnya?
Bagaimana kesimpulan anda tentang sifat relasi khusus yang yang temukan?

A. RELASI

1. Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah pasangan anggotaanggota himpunan A dengan anggota-anggota himpunan B.
2. Suatu relasi dari himpunan A ke himpunan B dapat dinyatakan dengan

diagram panah.
himpunan pasangan berurutan, dan
grafik Cartesius

B. FUNGSI
Suatu fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu relasi yang
khusus, yaitu relasi yang setiap anggota A dipasangkan dengan tepat satu
anggota B. Untuk fungsi dari A ke B diperlukan syarat, yaitu:
1. mempunyai dua himpunan A dan B;
2. suatu relasi yang menghubungkan setiap anggota A dengan tepat satu

1.
2.
3.
4.

anggota B.
Himpunan A disebut daerah asal atau daerah definisi atau domain
fungsi itu. Himpunan B disebut daerah kawan atau kodomain dan
himpunan semua anggota B yang dipasangkan dengan anggota A
dinamakan daerah hasil atau daerah nilai ( range ) fungsi itu.
Jika a anggota daerah asal, maka anggota daerah hasil yang bersesuaian
dengan a disebut bayangan dari a ( peta dari a ) oleh fungsi f, dan
dinyatakan dengan f(a). Himpunan semua bayangan membentuk daerah
hasil fungsi tersebut. f(a) juga disebut nilai fungsi untuk a.
Fungsi f yang ditentukan oleh rumus f(x)=ax+c dengan a, c ` R dan a g 0
dinamakan fungsi linear.
f(x) = ax + c adalah rumus fungsi linear.
y = ax + c adalah persamaan fungsi linear.
Untuk persamaan fungsi y = ax + c, x disebut variabel bebas dan y
disebut variabel tak bebas.
Menggambar grafik fungsi
Membuat daftar untuk menentukan daerah hasil.
Menentukan himpunan pasangan berurutan.
Membuat sumbu vertikal dan horizontal.
Meletakkan noktah-noktah dari himpunan pasangan berurutan yang telah
dibuat.

Jika n(A) = p dan n(B) = q, maka banyaknya fungsi yang mungkin dari A
ke B adalah q p .
Himpunan A dan B dikatakan berkorespondensi satu-satu jika anggotaanggota himpunan A dan B dipasangkan sedemikian rupa sehingga setiap
anggota himpunan A berpasangan dengan satu anggota himpunan B
daqn setiap anggota himpunan B berpasangan dengan satu anggota
himpunan A.

Prev: Persamaan Garis Lurus

Galileo Galilei (1564-1642) merupakan salah satu astronom terkenal dari Italia yang
dikenal luas dengan penemuannya tentang hubungan yang sangat teratur antara tinggi
suatu benda yang dijatuhkan dengan waktu tempuhnya menuju tanah.
Konsep fungsi terdapat hampir dalam setiap cabang matematika, sehingga merupakan
suatu yang sangat penting artinya dan banyak sekali kegunaannya. Akan tetapi pengertian
dalam matematika agak berbeda dengan pengertian dalam kehidupan sehari-hari.Dalam
pengertian sehari-hari, fungsi adalah guna atau manfaat. Kata fungsi dalam matematika
sebagaimana diperkenalkan oleh Leibniz (1646-1716) terlihat di atas digunakan untuk
menyatakan suatu hubungan atau kaitan yang khas antara dua himpunan.
Mengingat konsep fungsi menyangkut hubungan atau kaitan dari dua himpunan, maka
disini kita awali dulu pembicaraan kita mengenai fungsi dengan hubungan atau relasi
antara dua himpunan.
A.Pengertian Relasi
Suatu relasi (biner) F dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu perkawanan elemenelemen di A dengan elemen-elemen di B.
B. Pengertian Fungsi
Relasi fungsional atau sering disingkat fungsi sering juga disebut dengan istilah pemetaan
(mapping) didefinisikan sebagai berikut :
Definisi: Suatu fungsi f dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu relasi yang
memasangkan setiap elemen dari A secara tunggal, dengan elemen pada B.
C.Sifat Fungsi
Dengan memperhatikan bagaimana elemen-elemen pada masing-masing himpunan A dan
B yang direlasikan dalam suatu fungsi, maka kita mengenal tiga sifat fungsi yakni
sebagai berikut :
1. Injektif (Satu-satu)
Misalkan fungsi f menyatakan A ke B maka fungsi f disebut suatu fungsi satu-satu
(injektif), apabila setiap dua elemen yang berlainan di A akan dipetakan pada dua elemen
yang berbeda di B. Selanjutnya secara singkat dapat dikatakan bahwa f:AB adalah
fungsi injektif apabila a a berakibat f(a) f(a) atau ekuivalen, jika f(a) = f(a)
maka akibatnya a = a.

2. Surjektif (Onto)
Misalkan f adalah suatu fungsi yang memetakan A ke B maka daerah hasil f(A) dari
fungsi f adalah himpunan bagian dari B. Apabila f(A) = B, yang berarti setiap elemen di
B pasti merupakan peta dari sekurang-kurangnya satu elemen di A maka kita katakan f
adalah suatu fungsi surjektif atau f memetakan A Onto B.
3.Bijektif (Korespondensi Satu-satu)
Suatu pemetaan f: AB sedemikian rupa sehingga f merupakan fungsi yang injektif dan
surjektif sekaligus, maka dikatakan f adalah fungsi yang bijektif atau A dan B berada
dalam korespondensi satu-satu
D.Jenis jenis Fungsi
Jika suatu fungsi f mempunyai daerah asal dan daerah kawan yang sama, misalnya D,
maka sering dikatakan fungsi f pada D. Jika daerah asal dari fungsi tidak dinyatakan
maka yang dimaksud adalah himpunan semua bilangan real (R). Untuk fungsi-fungsi
pada R kita kenal beberapa fungsi antara lain sebagai berikut.
a. Fungsi Konstan
b. Fungsi Identitas
c. Fungsi Linear
d. Fungsi Kuadrat
e. Fungsi Rasional

Fungsi
August 21st, 2008 by aurino | No Comments | Filed in Function
Hubungan antara dua himpunan angka sering kita temui dalam dunia nyata. Sebagai

contoh, volume bola dengan jari-jari r diberikan oleh relasi


. Contoh yang
lain, tempat kedudukan titik-titik (x, y) dengan jarak 1 satuan dari titik pangkal O
adalah x2 +y2=1. Misalkan X menyatakan lebih besar atau sama dengan 1 dan lebih
kecil atau sama dengan 1, sedangkan Y himpunan lebih besar atau sama dengan 1
dan lebih kecil atau sama dengan 1. Maka elemen-elemen X berhubungan dengan
satu
atau
lebih
elemen
pada
Y.
Hubungan x2 +y2=1 disebut relasi dari X ke Y. Secara umum, apabila A dan B masingmasing himpunan yang tidak kosong maka relasi dari A ke B didefinisikan sebagai
himpunan tak kosong

Jika R adalah relasi dari A ke B dan

berelasi R dengan

maka ditulis:

Apabila diperhatikan secara seksama, ternyata dua contoh di atas mempunyai perbedaan
yang mendasar. Pada contoh yang pertama setiap
Sementara pada contoh yang ke dua, setiap
ini dua) nilai

berelasi dengan beberapa (dalam hal

yang berbeda. Relasi seperti pada contoh pertama disebut fungsi.

Jadi, relasi R dari A ke B disebut fungsi jika untuk setiap


sehingga

menentukan tepat satu

terdapat tepat satu

Kita lihat contoh ini, misalkan X={1,2} dam Y={3,6}. Himpunan {(1,3), (2,3)}
merupakan fungsi dari X ke Y, karena setiap anggota X berelasi dengan tepat satu anggota
Y. Demikian pula, himpunan {(1,6),(2,3)} merupakan fungsi dari X ke Y. Sementara
himpunan {(1,3), (1,6),(2,3)} bukan merupakan fungsi dari X ke Y, karena ada anggota X,
yaitu 1, yang menentukan lebih dari satu nilai di Y.
Fungsi dinyatakan dengan huruf-huruf: f, g, h, F, H, dan sebagainya. Apabila f
merupakan fungsi dari himpunan A ke himpunan B, maka dituliskan:
f

Maka, himpunan A dinamakan domain atau daerah definisi atau daerah asal, sedangkan
himpunan B dinamakan kodomain atau daerah kawan fungsi f. Domain fungsi f ditulis
dengan notasi Df, dan apabila tidak disebutkan maka disepakati bahwa domain fungsi f
adalah himpunan terbesar di dalam R sehingga f terdefinisikan atau ada. Jadi:

Himpunan semua anggota B yang mempunyai kawan di A dinamakan range atau daerah
hasil

fungsi

f,

ditulis

atau

Im(f)

Jika
pada
fungsi
f
:
A

B
,
sembarang
elemen
x

A
mempunyai
kawan
y

B, maka dikatakan y merupakan bayangan x oleh f atau y merupakan nilai fungsi f di


x dan ditulis y = f(x).

x dan y masing-masing dinamakan variable bebas dan variabel tak bebas. Sedangkan y =
f(x)
disebut
rumus
fungsi
f.
Contoh 1 Tentukan domainnya.

a.

b.

c.

Penyelesaian:
1. Suatu hasil bagi akan memiliki arti apabila penyebut tidak nol. Oleh karena itu,

1. Karena akar suatu bilangan ada hanya apabila bilangan tersebut tak negatif, maka:

1. Suatu jumlahan memiliki arti apabila masing-masing sukunya terdefinsikan.


Sehingga:

Contoh 2. Jika
a.

b.

, maka tentukan:
c.

d.

Penyelesaian:

a.

b.

c.

d.