Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA I

MATERI :
ACIDI ALKALI-POTENSIOMETRI

OLEH :

KELOMPOK : 4 SELASA PAGI


ANGGOTA

: MUHAMMAD FARID THAHIR

NIM : 21030114120097

VIRANTIKA WIJI PANGESTU

NIM : 21030114120058

AURORA FITRIANA

NIM : 21030114130192

PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA I


TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DPONEGOROI
SEMARANG
2014

LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA I

MATERI :
ACIDI ALKALI-POTENSIOMETRI

OLEH :

KELOMPOK : 4 SELASA PAGI


ANGGOTA

: MUHAMMAD FARID THAHIR

NIM : 21030114120097

VIRANTIKA WIJI PANGESTU

NIM : 21030114120058

AURORA FITRIANA

NIM : 21030114130192

PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA I


TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DPONEGOROI
SEMARANG
2014

HALAMAN PENGESAHAN

1. Materi : Acidi Alkali-Potensiometri


2. Anggota
1. Nama Lengkap : Muhammad Farid Thahir
NIM : 21030114120097
Jurusan : Teknik Kimia
2. Nama Lengkap : Virantika Wiji Pangestuti
NIM : 21030114120058
Jurusan : Teknik Kimia
3. Nama Lengkap : Aurora Fitriana
NIM : 21030114130192
Jurusan : Teknik Kimia

Telash disetujui dan disahkan oleh asisten laboratorium pada:


Hari

: Kamis

Tanggal

: 18 Desember 2014

Semarang, 14 Desember 2014


Asisten Laboratorium PDTK I

Dani Puji Utomo

ii

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT berkat rahmat dan
hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan resmi Praktikum Dasar
Teknik Kimia 1 dengan lancar dan sesuai dengan harapan kami.
Ucapan terima kasih juga kami ucapkan kepada koordinator asisten
laboratorium PDTK 1 Bapak Rustam dan Ibu Dini , asisten Dani Puji Utomo sebagai
asisten laporan praktikum acidi alkali-potensiometri kami, dan semua asisten yang
telah membimbing sehingga tugas laporan resmi ini dapat terselesaikan. Kepada
teman-teman yang telah membantu baik dalam segi waktu maupun motivasi apapun
kami mengucapkan terima kasih.
Laporan resmi praktikum dasar tekinik kimia 1 ini berisi materi tentang acidi
alkalimetri. acidi alkalimetri merupakan salah satu bentuk titrasi berdasarkan reaksi
antara zat titran dan zatbyang akan dititrasi. Tujuan dari percobaan adalah
menganalisa kadar atau konsentrasi Na2CO3, NaHCO3, asam sitrat pada sari jeruk,
dan asam laktat pada susu fermentasi dan menganalisa kadar aciditas, alkalinity dari
Na2CO3, NaHCO3, asam sitrat pada sari jeruk, dan asam laktat pada susu fermentasi.
Laporan resmi ini merupakan laporan resmi terbaik yang saat ini bisa kami
ajukan, namun kami menyadari pasti ada kekurangan yang perlu kami perbaiki.
Maka dari itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan.

Semarang, 14 Desember 2014

Penyusun

iii

DAFTAR ISI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

11.
12.

13.

14.

15.
16.

17.

HALAMAN JUDUL.........................................................................
HALAMAN PENGESAHAN...........................................................
PRAKATA.........................................................................................
DAFTAR ISI......................................................................................
DAFTAR TABEL..............................................................................
DAFTAR GAMBAR.........................................................................
INTISARI ..........................................................................................
SUMMARY.......................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..................................................................
I.1 Latar Belakang..............................................................................
I.2 Tujuan Percobaan..........................................................................
I.3 Manfaat Percobaan........................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................
BAB III METODE PERCOBAAN....................................................
III.1 Bahan dan Alat yang Digunakan................................................
III.2 Gambar Alat................................................................................
III.3 Keterangan Alat..........................................................................
III.4 Cara Kerja...................................................................................
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN...................
IV.1 Hasil Percobaan..........................................................................
IV.2 Pembahasan.................................................................................
BAB V PENUTUP.............................................................................
V.1 Kesimpulan...................................................................................
V.2 Saran.............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................
LAMPIRAN........................................................................................
A. Lembar Perhitungan Reagen..........................................................
B. Lembar Perhitungan........................................................................
C. Laporan Sementara..........................................................................
D. Referensi.........................................................................................
LEMBAR ASISTENSI

i
ii
iii
iv
v
vi
vii
viii
1
1
1
1
2
12
12
12
12
13
15
15
16
18
18
18
19
A-1
B-1
C-1
D - 1.

iv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Identifikasi Campuran Bikarbonat........................................... 4


Tabel 4.1 Standarisasi HCl dengan HCl.................................................. 17
Tabel 4.2 Standarisasi NaOH dengan HCl.............................................. 17
Tabel 4.3 Kadar Sampel Na2CO3 dan NaHCO3....................................... 17
Tabel 4.4 Kadar Asam Sitrat pada Sari Jeruk.......................................... 17
Tabel 4.5 Kadar Asam Laktat pada Susu Fermentasi.............................. 17
Tabel 5.5 Kadar Na2CO3 dan NaHCO3 dalam sampel 1...................... c-4
Tabel 5.6 Kadar Na2CO3 dan NaHCO3 dalam sampel 2...................... c-4
Tabel 5.7 Kadar Asam Sitrat pada Sari Jeruk......................................... c-5
Tabel 5.8 Kadar Asam Laktat pada Susu Fermentasi............................. c-5

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Skema Struktur indicator BTB............................................. 6
Gambar 2.2 skema raksi pembentukan Phenolphthalein.......................... 6
Gambar 2.3 struktur methyl orange (yellow) pada keadaan basa............. 7
Gambar 2.4 Struktur methyl orange (red ) pada keadaan asam................ 7
Gambar 3.1 Gambar Alat Rangkaian Titrasi............................................. 14

vi

INTISARI
Asidi-alkalimetri adalah analisa mengenai konsentrasi asam atau basa
dengan titrasi untuk mengetahui kadar suatu zat asam dengan zat basa sebagai
titran atau sebaliknya. Tujuannya adalah untuk mengetahui konsentrasi dan kadar
aciditas serta alakalinity dari Na2CO3, NaHCO3, asam sitrat pada sari jeruk dan
asam laktat pada susu fermentasi. Sedangkan manfaatnya untuk dapat melaksanakan
analisa kuantitatif secara volumetri.
Dalam suatu larutan seringkali Na2CO3 dan NaHCO3 terdapat bersamasama sehingga untuk mengujinya diperlukan indicator PP dan MO, sedangkan hasil
titrasinya dapat dibuat kurva antara pH (pOH) versus millimeter titran. Fungsi
aside-alkalimetri dalam bidang industry adalah proses pulp dan dapat untuk
menguji kandungan asam sitrat dan juga asam laktat.
Proses yang pertama kali dilakukan adalah proses standarisasi HCl dan
NaOH untuk digunakan sebagai titran dalam uji sampel serta asam. Pada proses
standarisasi hanya digunakan indicator MO, sedangkan pada uji sampel digunakan
indicator PP sampai warna berubahpink atau merah orange dan ditambahkan
indicator MO sampai warna merah hamper hilang. Sedangkan pada uji asam 10 ml
sampel ditambah 3 tetes indicator PP sampai warna merah hamper hilang, setelah
melakukan percobaan catat hasil percobaan dan menghitung kadar.
Kadar Na2CO3 dan NaHCO3 yang ditemukan berbeda dengan kadar asli
karena pada reaksi Na2CO3 dengan ion hydrogen menghasilkan air sehingga
Na2CO3 lebih encer, dan pada penentuan TE (titik ekivalen) atau TAT (titik akhir
titrasi) yang kurang tepat pada kurva titrasi yang kurang tajam, serta ada galat
karbonat karena NaOH yang memiliki sifat higroskopis yang mudah menyerap uap
air dan bereaksi dengan CO2 di udara menghasilkan kadar Na2CO3 dan NaHCO3
tidak sesuai dengan kadar aslinya. Kadar asam sitrat pada sari jeruk adalah 0.823%
dan kadar asam laktat pada susu fermentasi adalah 0.573 %.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah cermati dalam melihat perubahan
warna pada titrasi, titrasi dilakukan tetes demi tetes agar perubahan warna jelas
diamati, pengocokkan larutan saat pengenceran harus dilakukan dengan benar, cuci
alat hingga bersih agar tidak menggangu proses titrasi dan pengukuran volume
sampel harus cermat.

SUMMARY
Acidi-alkalimetri is analytical about acid and alkali concentration with
titration to know the content about the acid sample with alkali as titran and the other
way. The objective is to know the concentration and content aciditas and alkalinity
from Na2CO3, NaHCO3, asam sitrat in orange pulpy and asam laktat in fermentation
milk. whereas the benefit is to commit analytical kuantitatif with volumetri
In a certain sampel often Na2CO3, NaHCO3, there together so to examine it,
need indicator PP and MO, where the titration result can be made curve pH (pOH)
versus milimeter titran. The function asidi-alkalimetri in industry is pulp process and
can for examine the content asam sitrat and asam laktat.
The first process that commit is standaritation HCl and NaOH to use as
titran in examine sampel and acid. In standaritation process it just need indicator
MO, whereas in examine sample is need incator PP until the color turn into pink or
red orange and add indicator MO until the color turn red almost vanished. Whereas
in examine the acid 10 ml, the sample add 3 drop indicator PP until the color red
almost vanished, after commit the examine note the result examine and calculate the
content.
The content Na2CO3, NaHCO3, that know different with the real content
because in reaction Na2CO3 with ion hydrogen produce water so Na2CO3more fluid,
and in determining TE (titik ekivalen) or TAT (titik akhir titrasi) who less accurate in
titration curve and less sharp, and theres galat carbonat because the characteristic
NaOH is higroskopis that easy to absorb steam and make a reaction with CO2 in air
produce the Na2CO3 and NaHCO3 content that not appropriate with the real content.
The asam sitat content in orange pulpy is 0,823% and the content of asam laktat in
fermentation milk is 0,573%.
The things that need be watch is look and see the change the color in
titration, titration is do in drop to drop so the change of the color is clear to see, the
shaking sample in dilution must be do it in right step. Wash the tool untile it clean so
it will not distrub the titration process and the sample volume measurement must be
accurate

BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Asam basa merupakan parameter lingkungan yang sangat vital dalam
kehidupan sehari-hari kita.Air, tanah, limbah, maupun zat makanan seperti buah dan
sayur mengetahui zat asam maupun basa. Zat-zat tersebut dapat dinyatakan dalam
derajat keasaman (pH) atau derajat kebasaannya (pOH) .analisa mengenai kandungan
atau yang lazim disebut konsentrasi asam maupun basa dalam kimia analisa dapat
dilakukan kadarnya dengan menggunakan zat basa sebagai titrannya maupun
sebaliknya menggunakan zat asam sebagai titran. Hal ini dapat dipelajari dalam
materi asid-alkalimetri.
I.2. Tujuan Percobaan
1. Menganalisa kadar atau konsentrasi Na2CO3, NaHCO3, asam sitrat pada sari
jeruk dan asam laktat pada susu fermentasi.
2. Menganalisa kadar aciditas, alkalinity, dari Na2CO3, NaHCO3, asam sitrat
dan asam laktat.
I.3. Manfaat Percobaan
1. Percobaan analisa kuantitatif secara volumetri berdasarkan reaksi netralisasi
ini bermanfaat untuk mengetahui kadar atau konsentrasi Na2CO3, NaHCO3,
asam sitrat pada sari jeruk dan asam laktat pada susu fermentasi.
2. Percobaan analisa kuantitatif secara volumetri berdasarkan reaksi netralisasi
ini bermanfaat untuk mengetahui kadar aciditas, alkalinity, dari Na2CO3,
NaHCO3, asam sitrat dan asam laktat.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1. Pengertian
Titrasi adalah penentuan kasar suatu zat volumetric menggunakan larutan
yang telah diketahui kadarnya.
Reaksi yang terjadi antara asam dan basa
H+ + OH- H2O
Asidi alkalimetri merupakan salah satu bentuk titrasi berdasarkan reaksi
netralisasi antara zat titran dan zat yang dititrasi.
Asidimetri penentuan kadar basa dalam suatu larutan dengan menggunakan larutan
asam yang telah diketahui konsentrasinya sebagai titran.
Natrium hidroksida lazim tercemar dengan natrium karbonat.Hal ini
disebabkan NaOH dapat menyerap CO2 yang terdapat dalam udara dan bereaksi
sebagai berikut.
CO2 + 2OH- CO32- + H2O
Seringkali natrium karbonat dan natrium bikarbonat terdapat bersamasama.Dimungkinkan untuk menganalis campuran senyawa ini dengan titrasi dengan
asam standar.
Titrasi Karbonat
Ion karbonat dititrasi dengan asam kuat sebagai titran, reaksi yang terjadi
CO32+ H3O+HCO3- + H2O .. 1
HCO3- + H3O+ H2CO3 + H2O . 2
Ka1 = 4,6.10-7 pKa =6,34
Ka2 = 4,4.10-11 pKa = 10,36
PP digunakan sebagai indicator untuk reaksi pertama ( TAT pertama ) dan
MO digunakan sebagai indicator pada reaksi yang kedua ( TAT kedua ).
Hubungan volume dengan titrasi karbonat
Dalam suatu larutan zat NaOH, Na2CO3 maupun NaHCO3 keberadaannya
dapat sebagai zat utnggal. Namun seringkali terda[at bersama-sama misalnya, NaOH
bercampur denga Na2CO3 atau NaHCO3 dan Na2CO3 terdapat bersama-sama. Hal
ini dapat teridentifikasi setelat senyawa tersebut dititrasi dengan HCl.
Tabel

2.1

Identifikasi

Campuran

Bikarbonat

Hubungan untuk

Zat

identifikasi kualitatif

milimol zat yang ada

NaOh

y=0

Mxx

Na2CO3

x=y

Mxx

NaHCO3

x=0

Mxy

NaOH + Na2CO3

x>y

Mx (x-y)

NaHCO3 + Na2CO3

x<y

Mx (y-x)

Keterangan:
M

: molaritas

: volume yang dibutuhkan untuk mencapai

TAT1 menggunakan

indikatorPP
Y

: volume yang dibutuhkan untuk mencapai TAT2 menggunakan indicator

MO
Diagram titrasi Na2CO3 dan NaHCO3
Na2CO3 .. PP ditambahkan x ml
x ml

HCl
NaHCO3 .. PP berubah warna, MO ditambahkan

x ml

HCl
NaCl NaHCO3
HCl

(y x) ml

NaCl ... MO berubah warna


Keterangan

: dititrasi
: Jumlah volume titran

Alkalimetri : penentuan kadar asam dalam suatu larutan dengan menggunakan


larutan basa yang telah diketahui konsentrasinya sebagai titran.
II.2 Indikator
Indicator merupakan suatu zat yang digunakan untuk menentukan kapan titik
akhir titrasi (TAT) tercapai dengan indikasi perubahan warna.
Dalam analisa asam basa dikenal istilah TAT dan titik ekuivalen (TE), yang
dimaksud TAT adalah keadaan ketika indicator berubah warna dan pada saat itu pula

titrasi dihentikan, sedangkan TE adalah keadaan dimana jumlah mol ekuivalen zat
dititrasi sama denga jumlah mol ekuivalen zat titran.
Pada saat TAT tercapai maka diharapkan jumlah mol equivalen zat dititrasi
sama dengan jumlah mol equivalen zat titran (TAT =TE).
Indicator yang akan digunakan dalam titrasi acidi alkalimetri adalah:
a. BTB ( Bromothymol Blue )
Menurut Chandrashekar dkk (2009) , Bromothymol Biru (Blue) juga dikenal
sebagai dibromothymolsulfonephthalein yang merupakan indicator kimia
asam lemah dan basa. Indicator BTB ini dikenal sebagai penyelidik yang
sangat sensitive terhadap perubahan dalam struktur dan sifat fisik dari
protein, fosfolipid dan biomembran indicator BTB mempunyai trayek pH 6,0
7,6 denga perubah warna kuning (pH rendah) ke biru (pH tinggi)

Gambar 2.1 Skema Struktur indicator BTB


b. PP ( Phenolphthalein )
Menurut Hamad (2010) Phenolphthalein atau 3,3-bis(4-hydroxyphenyl)
phtalide terkenal sebagai anggota indicator. Phenolphthalein tidak berbau,
putih atau sedikit serbuk kuning-putih. Dia dapat disintesis dengan reaksi
kondensansi dari phenol dan phtalic anhydride, seperti yang ditunjukkan pada
gambar 2.2 asam dipotrik tidak berwarna ini mempunyai trayek pH 8-9,6.

Fenol

Phtalic anhydride

Phenolphthalein

Gambar 2.2 skema raksi pembentukan Phenolphthalein

c. MO ( Methyl Orange )
Menurut Clark (2007), jingga metal adalah salah satu indicator yang banyak
digunakan dalam titrasi. Pada larutan berifat basa, jingga metal berwana
kuning strukturnya adalah :

Gambar 2.3 struktur methyl orange (yellow) pada keadaan basa


Ion hydrogen tertarik pada salah satu ion hydrogen pada ikatan rangkap
nitrogen-nitrogen untuk memberikan struktur yang dapat dituliskan seperti
berikut :

Gambar 2.4 Struktur methyl orange (red ) pada keadaan asam


Methyl orange ini mempunyai trayek pH dalam rentang 3,1-4,4

II.3. kurva Titrasi


Titrasi asam basa dapat dinyatakan dalam bentuk kurva titrasi antara
pH

(pOH)

versus

milliliter

titran.Kurva

semacam

ini

membantu

memperhitungkan kelayakan suatu titrasi dalam memilih indicator yang tepat.


Akan diperiksa dua kasus, titrasi asam kuat denga basa kuat dan titrasi asam
lemah dengan basa kuat
a. Titrasi asam kuat dan basa kuat
Asam kuat dan basa kuat terhidrolisa drngan lengkap dalam larutanar.
Jadi pH sama di berbagai titik selama titrasi. Dapat dihitung langsung
dari kuantutas stoikiometri asam dan basa yang telah dibiarkan bereaksi

pasa titik kesetaraan, pH ditetapkan oleh jauhnya air terhidrolisasi pada


25oC, pH air murni adalah 7,00
b. Titrasi asam lemah dan basa kuat
Pada kurva titrasi ini, kurba untuk suatu asam lemah mulai meningkat
dengan cepat, ketika mula-mula ditambahkan basa.Laju pertambahan
mengecil dengan bertambahnya konsentrasi B-.larutan ini disebut
terbuffer dalm daerah dimana peningkatan pH tersebut lambat.
Perhatikan bahwa bila asam itu dinetralkan [HB-] = [B+]
pH = pKa log [HB-] ~ pKa
[B+]
Setelah titik separuh jalan, pH naik lagi dengan lambat sampai terjadi
perubahan besar pada titik kesetaran
II. 4. Aplikasi di dalam Industri
Dalam proses pembuatan pulp bahwa proses yang amat penting adalah proses
bleaching, dimana tujuan dari bleaching adalah menghilangkan warna dari residu
lignin dari pulp untuk mengingkatkan brightness, mempertahankan kestabilan
brightness, kebersihan, dan sifat-sifat lain yang tidak diinginkan dengan syarat
mempertahankan kekuatan selulosa dan daerah karbohidrat dalalm pulp dari serat
tidak diputihkan.
Pada proses bleaching dalam pembuatan pulp, proses bleaching di ekstraksi
stage menggunakan NaOH untuk memisahkan lignin dengan selulosa. Dalam proses
tersebut sangat diperhatikan berapa banyak NaOH yang digunakan agar proses
bleaching mendapat hasil yang baik. Menurut Sinaga (2009), jika NaOH yang
digunakan sedikit maka masih besar selulosa yang belum terpisah dengan lignin dan
jika NaOH banyak digunakan maka terjadi kerugian, untuk menanggulangi
terjadinya hal tersebut maka sangat diperhatikan konsentrasi NaOH yang digunakan
supaya dapat ditentukan jumlah NaOH yang di[erlukan untuk memisahkan lignin
denagn selulosa dan hemiselulosa. Untk menanggulangi hal tersebut digunakanlah
titrasi acidimetric untuk mengetahui konsentrasi NaOH yang dibutuhkan.
II.5 Fisis dan Chemist Reagen
1. Hydrogen Asetat (HAc) atau asam asetat (CH3COOH)

Fisis
BM

60,05

g/mol

Densitas dan fase : 1,049 gcm-3, cairan : 1,266 gcm-3


TL = 16,5 oC
TD = 118,1 oC
Penampilan : cairan tak berwarna atau Kristal
Keasaman pKa = 4,76 pada 25oC

Chemist
Asam asetat bersifat korosif terhadap banyak logam seperti besi,
magnesium, dan seng, membentuk gas hydrogen dan garam-garam asetat
(disebut logam asetat).Aluminium merupakan logam yang tahan terhadap
korosi karena dapat membentuk lapisan aluminium oksida yang
melindungi permukaannya.Karena itu biasanya asam asetat diangkut
dengan tangki aluminium.

2. HCl

Fisis
BM = 36,47 gr/mol
Massa Jenis = 1,268 gr/ml
TD = -85,5 oC
TL = - 111 oC
Tidak berwarna
Kelarutan dalam 100 bagian air (air panas = 82,3 bagian, dalam air dingin
= 56,1 bagian.

Chemist
-

Bereaksi dengan Hg2+ membentuk endapan putih Hg2Cl2 yang tidak


larut dalam air panas dan asam encer tapi larut dalam amoniak encer,
nlarutan KCN serta thiosulfat
2 HCl + Hg2+ 2H+ + Hg2Cl2
Hg2Cl2 + 2NH3 -> Hg (NH4)Cl + Hg + NH4Cl

Bereaksi dengan Pb2+ membentuk endapan putih PbCl2


2HCl + Pb2+ PbCl2 + 2H

Mudah menguap apabila dipanaskan

Konsentrasi tidak mudah berubah karena udara / cahaya

Merupakan asam kuat derajat ionisasinya tinggi

3. NaOH

Fisis
BM : 40 gr/mol

Kelarutan dalam 100 gr air 0oC = 82,3

BJ : 2,13 gt/cc

Kelarutan dalam 100 gr bagian air 100oC = 56,3

TD : 90o
TL : 318,4 oC

Chemist
-

Reagen Pb(NO3) membentuk endapan Pb(OH)2 yang larut daam


reagen excess

Pb(NO3) + NaOH Pb(OH)2 + NaNO3


Pb(OH)2 + 2NaOH Na2PbO2 + H2O

Dengan Hg2(NO3)2 membentuk endapan hitam Hg2O yang larut


dalam reagen excess

Merukan basa yang cukup kuat

Mudah larut dalam air dan hidroskopis

Mudah menyerap CO2 sehingga membentuk karbohidrat

4. Na2B4O7.10H2O (boraks)

Fisis
BM : 381,43 gr/mol
BJ : 1,73 gr/cc
TD : 200 oC
TL : 75 oC
Kelarutan dalam 100 bagian air dingin (0,5 oC) = 1,3

Chemist
-

Jika ditambahkan H2SO4 menjadi asam boraks


Na2B4O7 + H2SO4 + 5H2O 4H3BO2 +Na2NO3

Jika ditambahkan AgNO3 menjadi endapan putih perak mutu boraks


Na2B4O7 + AgNO3 + 3H2O AgBO2 + H3BO3 +Na2NO3

Jika ditambahkan BaCl2 menjadi endapan putih Ba mutu boraks

5. H2SO4

Fisis
BM : 98,08 gr/mol

10

: 340 oC

BJ : 1,83 gr/cc TD
TL : 10,49 oC

Chemist
-

Merupakan asam kuat

Jika ditambahkan basa membentuk garam dan air

Dengan Pb2+ membentuk PbSO4


Pb2+ + SO42- PbSO4

Dengan Ba2+ akan membentuk BaSO4


Ba2+ + SO42- BaSO4

6. Phenolphtalein ( C20H14O4)

Fisis
BM : 318,31 gr/mol

Kelarutan dalam 100 bagian air = 8,27

BJ : 1,299 gr/cc
TD : 261 oC
pH : 8,0 9,6

Chemist
-

Merupakan asam diprotik dan tidak berwarna

Mula-mula berdisosiasi menjadi bentuk tidak berwarna kemudian


kehilangan H+ menjadi ion dengan sistem terkonjugasi maka
dihasilkan warna merah.

II.6. satauan Konsentrasi


1. molaritas ( M)
molaritas suatu larutan menyatakan jumlah mol suatu zat per liter larutannya
M = mol zat terlarut
Liter larutan
2. Molalitas ( m )
Molalitas (m) menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg
pelarut.Molalitas tidak bergantung pada temperature dan digunakan dalam
bidang kimia fisika, teristimewa dalam sifat koligatis.
Molalitas (m) = mol zat pelarut
Kg pelarut

11

3. Normalitas ( N )
Normalitas menyatakan jumlah ekicalen zat terlarut dalam tiap liter
larutan.Ekivalen zat dalam larutan bergantung pada jenis reaksi yang dialami
zat itu, karena satuan ini dipakai dalam penyetara zat dalam reaksi.
Normalitas (N) = ekivalen zat terlarut
Liter larutan
Normalitas (N) = molaritas x valensi
4. Fraksi Mol (X)
Bilangan yang menyatakan rasio jumlah mol zat terlarut dan pelarut dalam
sebuah larutan. Secara umum jika terdapat larutan AB dimana A mol zat
terlarut dan B mol zat pelarut, maka A (Xa) adalah : XA = ___mol A____
mol A + mol B
Fraksi mol zat B (Xb) adalah : XB = ___mol B___
mol A + mol B
Untuk jumlah kedua fraksi = Xa + Xb = 1
II. 7 .pembuatan Reagen

HCl 37 % (e = 1,19 gr/ml)


N = M x Valensi

M = 10 x e x %

V1 x M1 = V2 x M2

BM

NaOH (BM NaOH = 40 gr/mol)


N = M x Valensi

M = _gr_ x 1000
BM

ml

II. 8. Asam Laktat dan Asam Sitrat


1. Asam laktat
- Rumus kimia C3H6O3
- BM = 90,08
Asam laktat terdiri dari campuran asam laktat dan kondensasinya seperti
laktoil asam laktat, yang jika diencerkan dengan air, perlahan-lahan menjadi
asam laktat. Mengandung tidak kurang dari 87,5 % C3H6O3
Asam laktat adalah salah satu asam organic yang penting dalam industry,
terutama di industry makanan, mempunyai nama IUPAC : asam 2hidroksipropana ( CH3-CHOH-COOH). Dikenal juga sebagai asam susu

12

adalah senyawa kimia penting dalam bebera[a proses biiokimia. Asam laktat
adalah asam buah yag merupakan salah satu dari Alpha-hidroxy Acid (AHA)
yaitu komponejn yhang mengandung rantai hidroksi di posisi alfa. Asam laktat
sangat direkomendasikan untuk kulit kering dengan tanda-tanda penuaan salah
satunya penurunan produksi kolagen). Asam laktat akan meregenerasi dan
melembabkan kulit. Asam ini sangat mudah diserap dan tidak berbahaya bagi
kulit.
Asam laktat merupakan kelompok AHA yang sering terkandung pada
produk pelembab.Asam laktat dihipotesa menjadi bagian dari pelembab natural
kulit yang berperan pada hidrasi kulit.Pada suatu penelitian dapat juga
menigkatkan ketebalan dan kelebutan kulit, tekstur, dan kelembaban.Efeknya
hanya terbatas pada epidermis tidak sampai dermis.
( anonym b, 2006)
2. Asam Sitrat
Asam sitrat adalah asam organic yang secara alami terdapat pada buahbuahan seperti jeruk, nanas, dan pear.Asam sitrat pertama kali di ekstraksi dan
dikristalisasi dari buah jeruk, sehingga ekstraksi dari buah-buahan ini dikenal
sebagai asam sitrat alami.
Asam sitrat (C6H8O7) banyak dugunakan dalam industry terutama
industry makanan, minuman, dan obat-obatan. Kurang lebih 60% dari total
produksi asam sitrat digunakan dalam industry pemacu rasa, pengawet,
pencegah rusaknya rasa dan aroma, sebagai antosianin, pengatur pH dan
sebagai pemberi kesan rasa dingin.
( jurnal.ipb.ac.id)

13

BAB III
METODE PERCOBAAN
III. 1. Alat dan Bahan
III. 1. 1 Bahan
1. Na2CO3 0,1 N
2. NaOH
3. Asam asetat / asam cuka
4. HCl
5. Phenolphatelein
6. MO
III. 1. 2. Alat
1. Buret,Statif,Klem

7. Beaker Glass

2. Erlenmeyer

8. Pipet Tetes

3. Corong

9. Labu Takar

4. Pipet Volume

10. Labu Ukur

5. Pipet Ukur

11. Cawan Porselin

6. Pengaduk

12. Ballpipet (Filter)

III.1.2.1. Gambar Alat

Gambar 3.1 Gambar rangkaian alat titrasi


III. 1. 2. 2. Fungsi Alat
1. Buret,Statif,Klem : Untuk proses titrasi
2. Erlenmeyer

: Untuk mereaksikan larutan dalam proses titrasi

14

III. 2 Cara Kerja


a. Standarisasi HCl dengan Na2CO3 0,1 N
1. Mengambil 10 ml Na2CO3 0,1 N masukkan ke dalam erlenmeyer
2. Menambahkan beberapa tetes indikator MO
3. Menitrasi dengan HCl 0,1 N sampai warna berubah menjadi merah
orange
4. Mencatat kebutuhan titran
N HCl = (V x N) boraks
V HCl
b. Standarisasi NaOH dengan HCl yang telah distandarisasi
1. Mengambil 10 ml NaOH, masukkan ke dalam erlenmeyer
2. Menambahkan beberapa tetes indikator MO
3. Titrasi dengan HCl sampai warna berubah menjadi merah orange
4. Catat Volume HCl
N HCl = (V x N) HCl
V NaOH
c. Mencari kadar Na2CO3 dan atau NaHCO3
1. Ambil sampel 10 ml larutkan sampe, masukkan ke dalam erlenmeyer
2. Tambahkan beberapa tetes indikator PP
3. Titrasi dengan HCl sampai warna merah hampir hilang
4. Catat kebutuhan HCl pada TAT 1 = x ml
5. Tambahkan beberapa tetes indikator MO
6. Titrasi dengan HCl sampai warna menjadi merah orange
7. Catat kebutuhan HCl untuk Na2CO3 = y ml
Kadar Na2CO3 = 2x . N HCl . BM NaHCO3 . 1000 ppm
Valensi (1)

10

Kadar NaHCO3 = (y x) . N HCl . BM NaHCO3 . 1000 ppm


Valensi (1)

10

d. Mencari kadar asam sitrat pada sari jeruk


1. Ambil 10 ml sari jeruk encerkan sampai 100 ml aquadest
2. Ambil 10 ml larutan sari jeruk tersebut masukkan ke dalam erlenmeyer

15

3. Tambahkan indikatir PP beberapa tetes (+3 tetes)


4. Titrasi dengan NaOH sampai warna merah hampir hilang
5. Catat kebutuhan NaOH
6. Menghitung normalitas asam sitrat
N asam = (V x N) NaOH x F pengenceran
V Sampel
e. Mencari kadar asam laktat pada susu fermentasi
1. Ambil 50 ml larutan susu fermentasi, encerkan sampai 1ml aquadest
2. Ambil 10 ml larutan susu, masukkan ke dalam erlenmeyer
3. Tambahkan indikator PP beberapa tetes (3 tetes)
4. Titrasi dengan NaOH sampai warna merah muda
5. Catat kebutuhan NaOH
6. Menghitung Normalitas asam susu fermentasi
N asam = (V x N) NaOH x F pengenceran
V sampel

16

BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
IV. 1 . Hasil percobaan
4.1

Tabel 4.1 Standarisasi HCl dengan HCl

Sampel

Kadar (N)

Volume (ml)

HCl

0,204

4,9

4.2

Tabel 4.2 Standarisasi NaOH dengan HCl

Sampel

Kadar (N)

Volume (ml)

NaOH

0,118

5,8

4.3

Tabel 4.3 Kadar Sampel Na2CO3 dan NaHCO3


Percobaan

x (ml)

Y (ml)

Kadar Na2CO3

Kadar NaHCO3

7,5

20043 ppm

984,3 ppm

10,8

21379,2 ppm

5512,08 ppm

7,3

10,7

19508,52 ppm

6693,24 ppm

8,9

13,5

23784,36 ppm

9055,56 ppm

11,5

21379,2 ppm

6890,1 ppm

7,6

11,4

20310,24 ppm

7480,68 ppm

Sampel 1

Sampel 2

4.4

Tabel 4.4 Kadar Asam Sitrat pada Sari Jeruk

Percobaan

V NaOH (ml)

Kadar Asam Sitrat (N)

0,4 ml

0,047328

0,4 ml

0,047328

0,3 ml

0,035496

4.5

Tabel 4.5 Kadar Asam Laktat pada Susu Fermentasi

Percobaan

V NaOH (ml)

Kadar Asam Laktat (N)

3,6

0,0851904

3,1

0,0733584

3,2

0,070992

17

IV.2. Pembahasan
IV.2.1. Kadar sampel Na2CO3 dan NaHCO3 tidak sesuai denga kadar asli
IV.2.1.1. kadar sampel Na2CO3 pada sampel 1 yang ditemukan lebih besar dari kadar
asli.
Dari data percobaan, kadar sampel Na2CO3 yang ditemukan pada sampel 1
adalah 16434,2 ppm, sedangkan kadar aslinya adalah 15000ppm. Pada sampel 1, titik
akhir titrasi (TAT) terjadi pada penambahan volume ratarata HCl 7,6 ml, padahal
seharusnya TAT terjadi pada penambahan volume rata-rata volume 6,9 ml.
Dengan demikian, volume hcl yang terjadi pada saat TAT lebih besar dari aslinya.
Jika volume penambahan juga besar , maka kadar Na2CO3 yang ditemukan juga lebih
besar. Hal ini dapat terjadi karena Na2CO3 berasar dari naoh yang bereaksi dengan
CO2 di udara.Karena naoh bersifat higroskopis yang mudah menyerap molekul air
dan CO2 sehingga mudah membentuk galat karbonat. Dengan brtambahnya ion
karbonat pada reaksi :
CO2 + 2OH CO32- + H2O
(underwood, 1998 )
Maka jumlah kadar Na2CO3 juga bertambah dan mengakibatkan kadar sampel
na2co3 yang ditemukan pada sampel 1 lebih besar dari kadar asli.
IV.2.1.2. kadar Na2CO3 pada sampel 2 lebih kecil dari kadar asli
Dari data perobaan, kadar sampel Na2CO3 yang ditemukan pada sampel 2
adalah 17659,5 ppm sedangkan kadar aslinya adalah 18500 ppm. Pada sampel 2, titik
akhir titrasi (TAT) terjadi pada penambahan volume HCl 8,1 ml, padahal seharusnya
TAT terjadi pada penambahan volume hcl 8,5 ml.
Na2CO3 merupakan garam yang bersifat basa karena berasal dari basa kuat
naoh yang bereaksi dengan CO32- sehingga pH lebih besar dari 7. Na2CO3 akan
bereaksi dengan ion hydrogen dengan 2 tahap:
CO32- + H3O+HCO3- + H2O
HCO3- + H2O H2CO3 + H2O
Pada reaksi diatas diketahui bahwa menghasilkan air, air yang dihasilkan
menyebabkan Na2CO3 menjadi lebih encer. Jika na2co3 lebih encer, maka kadar
larutan

Na2CO3

tersebut

menjadi

lebih

sedikit

atau

berkurang.

Dengan

berkurangknya kadarNa2CO3 maka volume HCl yang dibutuhkan juga berkurang.

18

Hal ini menyebabkan titran yang dibutuhkan hingga akhir titrasi tidak sesuai dengan
volume yang seharusnya saat titik ekivalen.
Oleh karena itu kadar Na2CO3 pada sampel 2 yang ditemukan lebih kecil dari kadar
asli.
(Underwood, 1998)
IV.2.1.3. kadar sampel NaHCO3 yang ditemukan lebih kecil dari kadar asli
Titik ekivalen (TE) atau titik akhir titrasi (TAT) pada percobaan asidealkalimetri dapat ditentukan dengan menggunakan kurva titrasi.TE atau TAT bisa
ditentukan dengan melihat kurva titrasi tersebut yang tajam yaitu pada volume titran
berapa yang paling curam.
Lereng kurva titrasi yang diperoleh kurang tajam sehingga saat menentukan
TE atau TAT kurang tepat, sehingga kadarNaHCO3 tidak sesuai. Oleh karena itu,
kadarNaHCO3 yang ditemukan saat perhitungan kadar lebih kecil dari kadar asli.
(Underwood, 1998)

19

BAB V
PENUTUP
V.1. Kesimpulan
Dari hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Kadar sampel 1 Na2CO3 yang ditemukan adalah 16434,2 ppm, sedangkan
kadar aslinya 15000 ppm. Kadar sampel 2 Na2CO3 yang ditemukan adalah
17659,5 ppm, sedangkan kadar aslinya 18500 ppm. Kadar sampel 1 NaHCO3
yang ditemukan adalah 4396,5 ppm, sedangkan kadar aslinya adalah 1000
ppm. Kadar sampel 2 NaHCO3 yang ditemukan adalah 7808 ppm sedangkan
kadar aslinya 10500 ppm. Kadar asam sitrat pada sari jeruk yang ditemukan
adalah 0,823 %. Kadar asam laktat pada susu fermentasi yang ditemukan
adalah 0,573%.
2. Kadar sampel 1 Na2CO3 yang ditemukan lebih besar karena Na2CO3 yang
berasal dari NaOH menghasilkan galat karbonat. Kadar sampel 2 Na2CO3
yang ditemukan lebih kecil karena NaOH yang bereaksi dengan CO2mengahsilkan air dan Na2CO3 lebih encer. Kadar NaHCO3 sampel 1 dan
sampel 2 yang ditemukan lebih kecil karena lereng kurva titrasi kurang tajam
sehingga penentuan TE dan TAT kurang tepat.
V.2. Saran
1. Cermati dalam melihat perubahan warna pada titrasi
2. Titrasi dilakukan tetes demi tetes agar perubahan warna jelas diamati
3. Pengocokkan larutan saat pengenceran harus dilakukan dengan benar
4. Cuci alat hingga bersih agar tidak mengganggu proses titrasi
5. Pengukuran volume sampel harus cermat

20

DAFTAR PUSTAKA
Buku Petunjuk Praktikum Teknik Kimia I(2005). Laboratorium Proses. Semarang
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoto.
Chandrashekar dkk. (2009).Elektrochemical Studies of Bromothymol Blue at
Surfactant

Medical

Carbon

Paste

Electrode

By

using

cycle

Voltametry.Department of P.G. Studies and Research in Industrial Chemistry,


Kuvempu University, Juana Shayadri, Shamkara ghatta, Karnataka,India.
Day,R.A. dan Underwood,A.L.(1986). Analisa Kimia Kuantitatif, edisi 5.Jakarta :
Erlangga.
Hamad,M.S.(2010).Syathesis of Phenolphthialein formaldehyde resinand study of
its antibacterial activity,Department of chemistry, collage of science University
of Busrah.
Perry,R.H, and Green. (1984).Perrys Chemical Engineering Hand Book, 6th edition
Mc.Graw Hill Book co.Singapure.
Anonim b.(2004).Asam Sitrat-Institut Pertanian Bogor
Anonim. (2014).Uraian Asam Laktat. Universitas Sumatra utara.
Clarlu,J. (2014). Indikator Asam Basa. Diakses http://www.chem-is-try.org/materikimia/kimia -fisika1/keseimbangan-asam-baa/Indikator-asam-basa/15Juli2014
Sinaga,Heppy Love Rida.(2009).Menentukan konsentrasi NaOH secara acidimetri
pada proses bleaching di PT Toba pulp lestari tbk Porsea-Universitas Sumatra
Utara.
SNI7559:2009(2009).Syarat Mutu Minuman Susu Fermentasi Berperis. Banda
Aceh
Sapriyatno

c,dkk.(2012).ISSN

0216-3128.

Yogyakarta.Pusat

Teknologi

Akselerator dan Proses Bahan-BATAN


Anonim.(2008).Diakses dari http://wikipedia.org//Asam-asetat2.28Juli2008.

21

LEMBAR PERHITUNGAN REAGEN

1. mol NaOH

= N NaOH x V NaOH
= 0,13 x 250 ml
= 32,5 mmol

m NaOH

= 32,5 x BM NaOH
= 32,5 x 40
= 1300 mg = 1,3 gr

2. mol HCl

= NHCl x V NaOH
= 0,22 x 250 ml
= 55 mmol

m HCl

= 55 x BM HCl
= 55 x 36,5
= 2007,5 = 2 gr

M = % x 10 x l = 37 x 10 x 1,19
BM

36,5

M1 x V1 = M2 x V2
V1 x 12 = 250 x 0,22
V1

= 4,6 ml

A- 1

LEMBAR PERHITUNGAN
A. Standarisasi HCl dengan Na2CO3 0,1 N
V HCl = 4,9 ml
N HCl = (V x N) Na2CO3 = 10 x 0,1 = 0,204
V HCl

4,9

B. Standarisasi NaOH dengan HCl


V HCl = 5,8 ml
N HCl = (V x N) HCl = 10 x 0,204 = 0,11832
V NaOH

10

C. Sampel 1
1. a. Kadar Na2CO3 = 2X x NHCl xBM Na2CO3x1000 ppm
2

10

= 2 x 7,5 x 0,204 x 106 x 1000 ppm


2

10

= 16.218 ppm
b. Kadar NaHCO = (Y X) x N HCl x BM NaHCO3 x 1000 ppm
10
= (8 7,5) x 0,204 x 84 x 100 ppm
= 856,8 ppm
2. a. Kadar Na2CO3 = 2X x N HCl x BM Na2CO3 x 1000 ppm
2

10

= 2 x 8 x 0,204 x 106 x 1000 ppm


2

10

= 17,299,2 ppm
b. Kadar NaHCO = (Y X) x N HCl x BM NaHCO3 x 1000 ppm
10
= (10,8 8) x 0,204 x 84 x 100 ppm
= 4798,08 ppm
3. a. Kadar Na2CO3 = 2X x N HCl x BM Na2CO3 x 1000 ppm
2

10

B- 1

= 2 x 7,3 x 0,204 x 106 x 1000 ppm


2

10

= 15.785,52 ppm
b. Kadar NaHCO = (Y X) x N HCl x BM NaHCO3 x 1000 ppm
10
= (10,7 7,3) x 0,204 x 84 x 100 ppm
= 5826,24 ppm
D. Sampel 2
1. a. Kadar Na2CO3 = 2X x N HCl x BM Na2CO3 x 1000 ppm
2

10

= 2 x 8,4 x 0,204 x 106 x 1000 ppm


2

10

= 19.245,36 ppm
b. Kadar NaHCO = (Y X) x N HCl x BM NaHCO3 x 1000 ppm
10
= (13,5 8,9) x 0,204 x 84 x 100 ppm
= 7882,56 ppm

2. a. Kadar Na2CO3 = 2X x N HCl x BM Na2CO3 x 1000 ppm


2

10

= 2 x 8 x 0,204 x 106 x 1000 ppm


2

10

= 17.299,2 ppm
b. Kadar NaHCO = (Y X) x N HCl x BM NaHCO3 x 1000 ppm
10
= (11,5 8) x 0,204 x 84 x 100 ppm
= 5997,6 ppm
3. a. Kadar Na2CO3 = 2X x N HCl x BM Na2CO3 x 1000 ppm
2

10

= 2 x 7,6 x 0,204 x 106 x 1000 ppm


2

10

= 16.434,24 ppm

B- 2

b. Kadar NaHCO = (Y X) x N HCl x BM NaHCO3 x 1000 ppm


10
= (11,4 7,6) x 0,204 x 84 x 100 ppm
= 6511,68 ppm
E. 1. N Asam = (V x N) NaOH x F pengenceran
V Sampel
= 0,4 x 0,11832 x 10 = 0,047328 N
10
2. N Asam = (V x N) NaOH x F pengenceran
V Sampel
= 0,4 x 0,11832 x 10 = 0,047328 N
10
3. N Asam = (V x N) NaOH x F pengenceran
V Sampel
= 0,3 x 0,11832 x 10 = 0,035496 N
10
F. 1. N Asam = (V x N) NaOH x F pengenceran
V Sampel
= 3,6 x 0,11832 x 2 = 0,0851904 N
10
2. N Asam = (V x N) NaOH x F pengenceran
V Sampel
= 3,1 x 0,11832 x 2 = 0,0733584 N
10
3. N Asam = (V x N) NaOH x F pengenceran
V Sampel
= 3,2 x 0,11832 x 2 = 0,070992 N
10
G. Kadar Asli
- Sampel 1 : Na2CO3 = 15000 ppm ; NaHCO3 = 10000 ppm
- Sampel 2 : Na2CO3 = 18500 ppm ; NaHCO3 = 10150 ppm
a. Rata-rata Na2CO3 pada sampel 1 :
(16218) + (17299,2) + (15785,5) = 16.434,2 ppm

B- 3

3
Rata-tata NaHCO3 pada sampel 1 :
856,8 + 4798,1 + 5826,24 = 3827,1 ppm
3
% Error Na2CO3 pada sampel 1 :
16434,2 15000 x 100% = 9,5%
15000
% Error NaHCO3 pada sampel 1 :
10000 3827,1 x 100% = 61%
10000
b. Rata-rata Na2CO3 pada sampel 1 :
19245,3 + 17299,2 + 16432,2 = 17659,5 ppm
3
Rata-tata NaHCO3 pada sampel 1 :
7882,5 + 5997,6 + 6511,6 = 6797,3 ppm
3
% Error Na2CO3 pada sampel 1 :
18500 17659,5 x 100% = 4,5%
18500
% Error NaHCO3 pada sampel 1 :
10150 6797,3x 100% = 10,15%
10150
J. Volume HCl yang sebenarnya (x) pada Na2CO3:
-

Sampel 1 Kadar asli = (2x) x N HCl x BM Na2CO3 x 1000 ppm


2

10

15000 = (2x) x 0,204 x 106 x 100 ppm


2
x = 6,9 ml
-

Sampel 2 Kadar asli = (2x) x N HCl x BM Na2CO3 x 1000 ppm


2

10

18500 = (2x) x 0,204 x 106 x 100 ppm


2
x = 8,5 ml

B- 4

K. Volume HCl yang sebenarnya (y) pada NaHCO3 :


-

Sampel 1 kadar asli = (y x) x NHCl x BM NaHCO3 x 100 ppm


10000 = (y 6,9) x 0,204 xx 84 x 100
Y 8,5 = 10000 = 12,7 ml
1713,6

Sampel 1 kadar asli = (y x) x NHCl x BM NaHCO3 x 100 ppm


10000 = (y 8,52) x 0,204 xx 84 x 100
Y 8,5 = 10150 = 14,4 ml
1713,6

H. % Asam Sitrat pada Sari Jeruk


Percobaan 1

= N asam x Volume timbang x BM Asam x 100%


massa sampel
= 0,047 x 0,01 x 192 x 100% = 0,89%
10,03

Percobaan 2

= N asam x Volume timbang x BM Asam x 100%


massa sampel
= 0,047 x 0,01 x 192 x 100% = 0,89%
10,03

Percobaan 3 = N asam x Volume timbang x BM Asam x 100%


massa sampel
= 0,035 x 0,01 x 192 x 100% = 0,67%
10,03
I. % Asam Laktat pada Susu Fermentasi
Percobaan 1

= N asam x Volume timbang x BM Asam x 100%


massa sampel
= 0,085 x 0,05 x 90 x 100% = 0,64%
59,6
Percobaan 2 = N asam x Volume timbang x BM Asam x 100%
massa sampel
= 0,073 x 0,05 x 90 x 100% = 0,53%
59,6
Percobaan 3 = N asam x Volume timbang x BM Asam x 100%
massa sampel
= 0,07 x 0,05 x 90 x 100% = 0,53%
59,6

B- 5

LAPORAN SEMENTARA

LABORATORIUM DASAR
TEKNIK KIMIA I
UNDIP

Materi

IODO-IODIMETRI PERMANGANOMETRI

Kelompok :

4 / SELASA PAGI

Anggota

1. M. FARID THAHIR

NIM : 21030114120097

2. VIRANTIKA W.P

NIM : 21030114120058

3. AURORA FITRIANA

NIM :

21030114130192

LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA I


JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014

C- 1

I. TUJUAN PERCOBAAN
1. Menganalisa kadar atau konsentrasi Na2CO3, NaHCO3, asam sitrat pada sari
jeruk dan asam laktat pada susu fermentasi.
2. Menganalisa kadar aciditas, alkalinity, dari Na2CO3, NaHCO3, asam sitrat
dan asam laktat.
II. PERCOBAAN
2.1 Bahan Yang Digunakan
1. Boraks
2. NaOH
3. Asam Asetat / cuka
4. HCl
5. Phenolphtalen
6. MO
2.2 Alat
1. Buret
2. Erlenmeyer
3. Corong
4. Pipet Volume
5. Pipet Ukur
6. Pengaduk
7. Beaker Glass
8. Pipet Tetes
9. Labu Takar 500 ml
10. Gelas Ukur
2.3 Cara Kerja
a. Standarisasi HCl dengan Na2CO3 0,1 N
1. Mengambil 10 ml Na2CO3 0,1 N masukkan ke dalam erlenmeyer
2. Menambahkan beberapa tetes indikator MO
3. Menitrasi dengan HCl 0,1 N sampai warna berubah menjadi merah
orange

C- 2

4. Mencatat kebutuhan titran


N HCl = (V x N) boraks
V HCl
b. Standarisasi NaOH dengan HCl yang telah distandarisasi
1. Mengambil 10 ml NaOH, masukkan ke dalam erlenmeyer
2. Menambahkan beberapa tetes indikator MO
3. Titrasi dengan HCl sampai warna berubah menjadi merah orange
4. Catat Volume HCl
N HCl = (V x N) HCl
V NaOH
c. Mencari kadar Na2CO3 dan atau NaHCO3
1. Ambil sampel 10 ml larutkan sampe, masukkan ke dalam erlenmeyer
2. Tambahkan beberapa tetes indikator PP
3. Titrasi dengan HCl sampai warna merah hampir hilang
4. Catat kebutuhan HCl pada TAT 1 = x ml
5. Tambahkan beberapa tetes indikator MO
6. Titrasi dengan HCl sampai warna menjadi merah orange
7. Catat kebutuhan HCl untuk Na2CO3 = y ml
Kadar Na2CO3 = 2x . N HCl . BM NaHCO3 . 1000 ppm
Valensi (1)

10

Kadar NaHCO3 = (y x) . N HCl . BM NaHCO3 . 1000 ppm


Valensi (1)

10

d. Mencari kadar asam sitrat pada sari jeruk


1. Ambil 10 ml sari jeruk encerkan sampai 100 ml aquadest
2. Ambil 10 ml larutan sari jeruk tersebut masukkan ke dalam
erlenmeyer
3. Tambahkan indikatir PP beberapa tetes (+3 tetes)
4. Titrasi dengan NaOH sampai warna merah hampir hilang
5. Catat kebutuhan NaOH
6. Menghitung normalitas asam sitrat
N asam = (V x N) NaOH x F pengenceran
V Sampel

C- 3

e. Mencari kadar asam asetat pada susu fermentasi


1. Ambil 50 ml larutan susu fermentasi, encerkan sampai 1ml
aquadest
2. Ambil 10 ml larutan susu, masukkan ke dalam erlenmeyer
3. Tambahkan indikator PP beberapa tetes (3 tetes)
4. Titrasi dengan NaOH sampai warna merah muda
5. Catat kebutuhan NaOH
6. Menghitung Normalitas asam susu fermentasi
N asam = (V x N) NaOH x F pengenceran
V sampel
2.4 Hasil Percobaan
a. Standarisasi HCl dengan Na2CO3 0,1 N
V HCl = 4,9 ml
N HCl = (V x N) Na2CO3 = 10 x 0,1 = 0,204
V HCl

4,9

b. Standarisasi NaOH dengan HCl


V HCl = 5,8 ml
N HCl = (V x N) HCl = 10 x 0,204 = 0,11832
V NaOH

10

c. Tabel 5.1 Kadar Na2CO3 dan NaHCO3 dalam sampel 1 :


Percobaan

x (ml)

y (ml)

N Na2CO3

N NaHCO3

7,5

16.218 ppm

856,8 ppm

10,8

17,299,2 ppm

4798,08 ppm

7,3

10,7

15.785,52 ppm

5826,24 ppm

d. Tabel 5.2 Kadar Na2CO3 dan NaHCO3 dalam sampel 2 :


Percobaan

x (ml)

y (ml)

N Na2CO3

N NaHCO3

8,9

13,5

19.245,36 ppm

7882,56 ppm

11,5

17.299,2 ppm

5997,6 ppm

7,6

11,4

16.434,24 ppm

6511,68 ppm

C- 4

e. Tabel 5.3 Kadar Asam Sitrat pada Sari Jeruk :


Percobaan

V NaOH

N Asam Sitrat

0,4 ml

0,047328 N

0,4 ml

0,047328 N

0,3 ml

0,035496 N

1. Tabel 5.4 Kadar Asam Laktat pada Susu Fermentasi :


Percobaan

V NaOH

N Asam Sitrat

3,6 ml

0,0851904 N

3,1 ml

0,0733584 N

3,2 ml

0,070992 N

f. Rata-rata Na2CO3 pada sampel 1 :


(16218) + (17299,2) + (15785,5) = 16.434,2 ppm
3
Rata-tata NaHCO3 pada sampel 1 :
856,8 + 4798,1 + 5826,24 = 3827,1 ppm
3
% Error Na2CO3 pada sampel 1 :
16434,2 15000 x 100% = 9,5%
15000
% Error NaHCO3 pada sampel 1 :
10000 3827,1 x 100% = 61%
10000
g. Rata-rata Na2CO3 pada sampel 1 :
(19 245,3) + (17299,2) + (16432,2) = 17659,5 ppm
3
Rata-tata NaHCO3 pada sampel 1 :
(7 x 882,5) + (5 x 997,6) + (6 x 511,6) = 6797,3 ppm

C- 5

3
% Error Na2CO3 pada sampel 1 :
18500 17659,5 x 100% = 4,5%
18500
% Error NaHCO3 pada sampel 1 :
10150 6797,3x 100% = 10,15%
10150

C- 6

REFERENSI

D- 1

LEMBAR ASISTENSI
DIPERIKSA
NO.
1

KETERANGAN

TANGGAL
P0, 17-12-

Cantumkan lembar asistensi.

2014

Untuk paragraf spacing after


dibuat 0 pt.

Header font Alpharope, 16


capslock

Footer Chopinscript, 18
bertuliskan Laboratorium
Dasar Teknik Kimia 1

Penomoran halaman, dari


lembar pengesahan hingga
summary menggunakan angka
romawi, bab 1-dapus
menggunakan angka arab
(1,2,3, dst).

Penomoran halaman lampiran


A-1, B-1, C-1 dst, dg ketentuan
A= lembar perhitungan reagen,
B=Lembar perhitungan, C=
dan seterusnya.

Font warna merah adalah


koreksi, apabila ada
ketidakjelasan silahkan
tafsirkan sendiri.

TANDA
TANGAN