Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MONITORING

PENGGUNAAN ASAM FOLAT, KALSIUM KARBONAT, DAN NATRIUM


BIKARBONAT PADA PASIEN CRONIC KIDNEY DISEASE (CKD)
PERIODE 1 OKTOBER 30 NOVEMBER 2016

DISUSUN OLEH :
AWANG SURYA WIGUNA, S.FARM

(STIFAR/1061521016)

NURCAHYA RAHMADANI, S.FARM

(UAD/1508062195)

ROSSY FAIZAH NUR U., S.FARM

(UMP/1608020106)

AVIVAH REISHWATI, S.FARM

(UII/16811066)

RIA ANGGRAINA PUTRI S., S.FARM

(USB/1620313360)

DIAN FITRI CHOIRUNNISA, S.FARM (UMP/1608020113)


RAHMAT HIDAYAT, S.FARM

(USB/1620313353)

PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER


RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
2016

1.1 DEFINISI CKD


Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penurunan faal ginjal yang menahun yang
umumnya tidak riversibel dan cukup lanjut. Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap
akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana
kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan
dan elektrolit,menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah )
(Brunner & Suddarth, 2002)
1.2 KLASIFIKASI CKD
Pada gagal ginjal kronik terjadi perburukan fungsi ginjal secara progresif yang
ditandai dengan penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) yang progresif. Klasifikasi
penyakit ginjal kronik didasarkan atas dua hal, yaitu atas dasar derajat (stage) penyakit
dan dasar diagnosis etiologi. Klasifikasi atas dasar derajat penyakitdibuat berdasarkan
LFG yang dihitung dengan rumus Kockroft-Gault, yaitu sebagai berikut ;
( 140umur ) x berat badan

2
LFG (ml/menit/1,73m )
72 x ClCr
*) pada wanita dikalikan 0,85
Tabel Klasifikasi Penyakit Gagal Ginjal Kronik Berdasarkan nilai LFG (Diphiro et al,
2005) :
Stadium
I
II
III
IV
V

Penjelasan

Nilai LFG

Kerusakan ginjal dengan LFG normal


Kerusakan ginjal dengan LFG menurun ringan
Kerusakan ginjal dengan LFG menurun sedang
Kerusakan ginjal dengan LFG menurun berat
Gagal ginjal

(ml/menit/1,73m2)
90
60 89
30 59
15 29
< 15 / dialysis

1.3 PENGGUNAAN ASAM FOLAT, KALSIUM KARBONAT, DAN NATRIUM


BIKARBONAT PADA CKD
1.3.1 ASAM FOLAT
Anemia pada CKD paling sering terjadi karena defisiensi eritropoietin (EPO)
tetapi masih ada faktor lain yang dapat mempermudah terjadinya anemia. Anemia
menurut WHO adalah penurunan Hb <12 g/dL atau Ht <37% pada wanita dan Hb <13
g/dL atau Ht <40% pada laki laki. Pada penderita gagal ginjal kronik, penderita
dikatakan anemia apabila Hb <10 g/dL. Penyebab langsung terjadinya anemia antara
lain defisiensi asupan gizi dari makanan (zat besi, asam folat, protein, vitamin C,
riboflavin, vitamin A, seng, dan vitamin B12), konsumsi zat zat penghambat
penyerapan besi, penyakit infeksi, malabsorbsi, dan perdarahan. Pembentukan sel
darah merah akan terganggu apabila zat gizi yang diperlukan tidak mencukupi. Asam
folat diperlukan dalam pembentukan sel darah merah. Obat ini penting dalam

pematangan akhir sel darah merah serta untuk sintesis DNA karena asam folat
diperlukan dalam pembentukan timidin trifosfat yang merupakan salah satu zat
pembangun DNA essensial. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia
megaloblastik (Whyte DA, 2008)
1.3.2

KALSIUM KARBONAT
Penurunan GFR sampai di bawah 50% nilai normal akan disertai penurunan
reabsorpsi bikarbonat yang menyebabkan asidosis sistemik, akibatnya terjadi
degradasi protein dan efluks kalsium dari tulang. Terapi ditujukan untuk
mempertahankan konsentrasi bikarbonat serum sebesar 20-22 mEq/L (20-22 mmol/L)
dengan cara pemberian suplemen sodium bikarbonat atau pengikat fosfat.
Mempertahankan kadar fosfor serum normal dapat mencegah osteodistrofi ginjal dan
progesifitas ke arah GGK. Pemberian Calsium Carbonat (CaCO3) sebagai pengikat
fosfor secara oral. Pasien GGK memerlukan 1000-1500 mg kalsium per hari untuk
mempertahankan keseimbangan kalsium. Jika pemberian CaCO3 tidak menormalkan
kadar kalsium serum atau terapi dengan 1,25dihidroksi vitamin D3 dapat dimulai
dengan 0,25g yang dapat ditingkatkan dengan interval 2-4 minggu untuk
menormalkan kalsium serum (Price, 2006 : 969).

1.3.3

NATRIUM BIKARBONAT

DAFTAR PUSTAKA

Brunner& Sudarth, 2002, Edisi VIII, Vol. 2. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.

Alih bahasa Agung Waluyo. Jakarta: EGC


Dipiro, J. T, Robert, Gary. 2005. Pharmacotheraphy A Pathophysiologic Approach

Sixth edition. Mc Graw Hill Companies.


Whyte DA, Fine RN. Chronic Kidney Disease in Children. Pediatr. Rev. 2008;29:335341.

Price, Sylvia A.,Lorraire, Wilson. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses


Penyakit. Edisi 6. Jakarta : EGC