Anda di halaman 1dari 6

Satuan Acara Penyuluhan Diabetes Melitus

yang Lengkap

Apakah itu Diabetes??????


SATUAN ACARA PENYULUHAN
TENTANG DIABETES MELITUS
A.

Latar Belakang

Dalam rangka melakukan praktek komunitas keluarga, maka penulis melakukan


satuan acara penyuluhan yang berkaitan dengan diabetes melitus. Yang mana isi dari
penyuluhan tersebut adalah mengenai pengertian dari diabetes melitus, penyebab diabetes
melitus, tanda dan gejala diabetes melitus, akibat atau komplikasi dari diabetes melitus, cara
pengobatan diabetes melitus, dan yang lainnya.
Penyuluhan DM ini dilaksanakan pada keluarga Tn. F, yang mana Tn F sebagai klien
yang menderita diabetes melitus. Sehingga diperoleh diagnosa keperawatan keluarga resiko
cedera berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam memelihara atau merawat
lingkungan rumah dan inefektif pemeliharaan kesehatan berhubungan ketidakmampuan
keluarga dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan.
Untuk menunjang usaha tersebut, kami merencanakan akan memberikan pendidikan
kesehatan tentang diabetes melitus keluarga, sehingga keluarga dapat hidup dengan sehat,
produktif dan mandiri.

1.
2.
3.
4.
5.

B.

Pokok bahasan

: Diabetes melitus

C.

Sub pokok bahasan

Pengertian DM
Penyebab DM
Tanda dan gejala DM
Akibat DM
Cara perawatan DM
D.

Sasaran

: Tn. F beserta keluarga

E.
Tempat
Dobok
F.

: dirumah keluarga, jorong Kubu Rajo, perumahan

Waktu

: Jumat, 10 Juni 2011, jam 12.00-12.45 WIB

:Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentangDM pada keluarga, diharapkan keluarga


dapat memahami diabetes melitus.
:Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentangdiabetes melitus diharapkan keluarga dapat :
1. Pengertian DM
2. Penyebab DM
3. Tanda dan gejala DM
4. Akibat atau komplikasi DM
5. Cara perawatan DM
H.
Media dan alat
: - Lembar balik
-

Leaflet
I.

Metode

: - Ceramah

Tanya jawab
J.
Pengorganisasian
Moderator
dan Penyaji : Juwita Rahmawati (Mahasiswa AkPer Purna Bhakti Husada Tingkat
III)
L.

Tahap

Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan penyuluhan

Pembukaan Memberi salam pembukaan


5 Menit
Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan penyuluhan
Menjelaskan kontrak waktu

Kegiatan audiens
Membalas salam penyaji
Mendengarkan dan memperhatikan
Mendengarkan dan memperhatikan
Mendengarkan dan memperhatikan

Alat yg
dipakai
-

Pelaksanaan Mahasiswa
15 Menit
menggalipengetahuan audiens

Menyebutkan pengertian DM

tentang pengertian DM
Menjelaskan pengertian DM

Mendengarkan dan memperhatikan

Melibatkan peran serta keluarga

Mendengarkan dan memperhatikan

Menjelaskan penyebab DM
Menjelaskan tanda dan gejalaDM

Mendengarkan dan memperhatikan

Menjelaskan pencegahan DM

Mendengarkan dan memperhatikan

Menjelaskan cara mengatasi DM


Menjelaskan akibat dari DM

Mendengarkan dan memperhatikan

Menjelaskan cara perawatanDM

Mendengarkan dan memperhatikan

10. Memberikan waktu audien untuk


bertanya

Mendengarkan dan memperhatikan


Mendengarkan dan memperhatikan

Penutup
5 menit

10. Audience bertanya


Memberikan beberapa pertanyaan
Menjawab pertanyaan
untuk mengevaluasi sejauh mana
pemahaman pasien tentang DM
Menyimpulkan secara bersama-sama
Mengakhiri penyuluhan
Menyimpulkan
Memberi salam penutup
Mendengarkan dan memperhatikan
Membalas salam penutup
M.

Kriteria Evaluasi

a. Evaluasi struktur
1. Peserta diharapkan duduk menghadap ke arah penyaji
2. Peserta turut serta dalam kegiatan
b.
1.
2.
3.

Evaluasi Proses
Peserta tidak ada yang meninggalkan tempat selama kegiatan berlangsung
Peserta dapat berperan aktif selama kegiatan berlangsung
Peserta dapat menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan penyaji

Leaflet

c. Evaluasi Hasil
1. Keluarga mampu menyebutkan pengertian DM
2. Keluarga mampu mengetahui penyebab, tanda dan gejala
3. Keluarga mampu memahami mengenai DM
N.

Materi
DIABETES MELITUS

1.

PENGERTIAN.
Adalah suatu penyakit kronik yang komplek disertai berbagai kelainan metabolik akibat
gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf
dan pembuluh darah disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan
membran elektron. (Arief, 2005)

2.

ETIOLOGI.
Insulin Dependent Diabetes Melitus ( IDDM ) atau Diabetes Melitus Tergantung Insulin
( DMTI ) disebabkan oleh destruksi sel B pulau langerhans akibat proses
autoimun. Sedangkan Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus ( NIDDM ) atau Diabetes
Melitus Tidak Tergantung Insulin ( DMTTI ) disebabkan kegagalan relatif sel B dan
resistensi insulin.
Resistensi insulin adalah turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan
glukosa oleh jaringan perifer dan untuk menghambat produksi glukosa oleh hati. Sel B tidak
mampu mengimbangi resistensi insulin ini sepenuhnya, artinya terjadi defesiensi relatif
insulin. Ketidakmampuan ini terlihat dari berkurangnya sekresi insulin pada rangsangan
glukosa, maupun pada rangsangan glukosa bersama bahan perangsang sekresi insulin lain.
Berarti sel B pankreas mengalami desensitisasi terhadap glukosa.
(Arief, 2005)
3. TANDA DAN GEJALA.
Gejala sering baru timbul beberapa bulan atau beberapa tahun sesudah mengindap penyakit
ini.
Gejala yang sering muncul adalah :
Sering buang air kecil terutama pada malam hari
Gatal gatal terutama pada alat kelamin bagian luar.
Kesemutan dan kram.
Cepat merasa lapar dan kehausan.
Gairah sex menurun.
Cepat merasa lelah dan mengantuk.
BB menurun, nafsu makan bertambah.
Penglihatan kabur.
Mudah timbul abses dan kesembuhan yang lama.
Ibu melahirkan bayi lebih dari 4 kg.

Ibu sering mengalami keguguran atau melahirkan bayi mati.


(Arief, 2005)

4. Resiko tinggi DM

Riwayat keluarga DM

Kegemukan

Kurang gerak (berolah raga)

Hipertensi

Riwayat kehamilan dengan kelahiran berat badan bayi lahir > 4000 gr
(Arief, 2005)
5. KOMPLIKASI.
Kardiovaskuler : hipertensi, infak miokard
Mata : retinopati, katarak.
Syaraf : neuropati.
Paru paru : TBC.
Kulit : gangren, ulkus.
Hati : sirosis hepatis.
(Arief, 2005)
6. PENATALAKSANAAN.
Dalam jangka pendek penatalaksanaan DM bertujuan untuk menghilangkan keluhan atau
gejala DM. Sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah untuk mencegah
komplikasi. Tujuan tersebut dilaksanakan dengan cara menormalkan kadar glukosa, lipid
dan insulin. Untuk mempermudah tercapainya tujuan tersebut kegiatan dilaksanakan dalam
bentuk pengelolaan pasien secara holistik dan mengajarkan kegiatan mandiri.
Kerangka utama penatalaksanaan DM yaitu perencanaan :
makanan ( diet )
Latihan jasmani.
Obat obatan
Pemantauan
Pendidikan Kesehatan
(Arief, 2005)
DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI. (2002). Modul Pedoman Kader PHC. Magelang: Bapelkes Salaman
Magelang
Mansjoer, Arief. 2005. Kapita Selekta Kedokteran. EGC: Jakarta
(www.asuhan_keperawatan.com)