Anda di halaman 1dari 3

Sri Ramayanti

1106001454

1. Alat pengeboran patah ketika dipakai di dalam tanah

a. Jenis perpatahan : Fatigue brittle


b. Jenis beban : torsion dan bending pada saat pengeboran.
c. Analisa : jenis perpatahannya fatigue karena karena pada gambar terlihat ratchet mark
yang berasal dari permukaan benda. Jenis beban adalah torsion karena alat dipakai pada
saat pengeboran, dimana untuk mengebor alat akan berputar. Ada jenis beban bending
karena pada saat pengeboran ada tekanan dari tanah yang menekan bagian permukaan
dari alat pengeboran. Alat pengeboran bisa patah dikarenakan kemungkinan alat
bertumbukan dengan kontur tanah yang terlalu keras atau batu. Batu atau tanah yang
sangat keras juga akan bersifat abrasive, sehingga ketika benda sudah patah, batuan dan
tanah akan tetap menggerus permukaan alat pengeboran.

Bisa juga dilihat pada gambar sebelah kiri, bentuk mikrostruktur terlihat seperti ada goresan, hal
ini disebabkan oleh ketika alat sudah patah, namun masih tetap digerus oleh batuan atau tanah
yang sangat keras yang bersifat abrasif. Juga dapat dilihat adanya streasi dan beach mark yang
menandakan bahwa jenis perpatahan ini adalah fatigue. Karena perpatahannya lebih terang dan
lebih rata, maka kemungkinana perpatahannya adalah britle.
Pada gambar sebelah kanan, dapat dilihat adanya perambatan crack yang merupakan indikasi
dari fatigue. Perambatan retak berasal dari permukaan alat pengeboran. Jadi dapat disimpulkan
bahwa jenis perpatahan ini adalah fatigue brittle dan jenis bebannyan adalah torsion bending.
2. Penahan air, sebagai penutup agar air tidak keluar ketika pengeboran sumur

Sri Ramayanti
1106001454

a. Jenis perpatahan : britle


b. Jenis beban : torsion dan presure tension
c. Analisa : kemungkinan benda diputar terlebih dahulu untuk mengencangkan dengan alat
lain. Lalu digunakan sebagai alat penahan air. Dari perpatahan terlihat bahwa ada bentuk
seperti v yang searah. Hal ini menandakan bahwa benda ini diputar terlebih dahulu dan
jenis perpatahannya brittle. Benda terlihat seperti terbentuk necking, namun jika material
brittle diberi tekanan torsion bentuk perpatahannya akan miring, sehingga material ini
adalah perpatahan brittle. Karena adanya tekanan dari air maka alat akan patah.
3. Penyalur antar tangki, material SS 316

a. Jenis perpatahan : Britlle, vibration fatigue


b. Jenis Beban
: vibrasi, beban dinamis
c. Analisa : Kemungkinan vibration fatigue karena diantara dua tangki tidak diberikan tiang
penyangga( support) yang memungkinkan terjadinya getaran pada pipa penyalur yang
terus-menerus ketika LNG dilewatkan. Dikarenakan adanya beban divibrasi atau dinamis,
akan terjadi fatigue, yang terlihat dari adanya ratchet mark di sekeliling benda yang
arahnya berasal dari permukaan. Temperatur untuk LNG adalah sekitar -160 oC, sementara
material yang dipakai adalah SS 316, dimana material ini merupakan austenitic stainless
steel yang aplikasinya dalam temperatur rendah dan memiliki DBTT yang cukup rendah
sehingga sering diaplikasikan sampai suhu -279 oC. Jadi perpatahannya adalah disebabkan
oleh vibrasi pada pipa penyalur yang menyebabkan perpatahan brittle.

4. Ash Mobil

a. Jenis perpatahan : britlle terlihat dari microstruktur ada cleavage


b. Jenis Beban : Impact atau overload

Sri Ramayanti
1106001454

c. Analisa : kemungkinan rem tiba-tiba sehingga bebannya merupakan beban impact. Dari
gambar mikrostrukturnya terlihat adanya perpatahan cleavage. Adanya cleavage
merupakan ciri-ciri dari perpatahan brittle.

5. Patah intergranular, apa perbedaan?

(Kiri) britlle karena lebih terang, terlihat cleavage dan bentuk perpatahannya lebih datar.
(Kanan)

ductile karena terlihat lebih gelap dan adanya dimple

6. Perbedaan perpatahan?

Bentuk perpatahan terlihat cup and cone.


Bentuk perpatahan sama terlihat cup and cone..
(Kiri) perpatahan akibat adanya pembebanan tensile. Seperti perpatahan
kemungkinan ductile
(Kanan)

perpatanan fatik, akibat adanya beban bending yang terus

uji

tarik,

menerus (dinamis)