Anda di halaman 1dari 6

Penulisan Karya Ilmiah

ANALISIS KRITIS
Diampu Oleh: Dr. Ibrohim

Nama : M. Andi Ali Ridho


NIM : 160341801398
Off. : D-2016

A. Bibliografi
Devetak, Iztok., Sasa A., Glazar, and Janez Vogrinc. 2010. The Role of Qualitative Research in
Science Education. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 2010.
Volume: 6 (1): page 77-84.
B. Masalah, Prosedur, Analisis, Kesimpulan, Tingkat Keilmiahan
Masalah
Sebuah paper kualitatif menawarkan perspektif dimana seorang peneliti terlibat secara
langsung, membiarkan dirinya terlibat dengan fenomena yang sedang dikaji, dan membaurkan
diri dengan lingkungan. Tujuan dari studi kualitatif adalah untuk mengumpulkan data dalam
bentuk content-based deskripsi mengenai manusia, events, situasi, dengan menggunakan tekhnik
yang berbeda-beda dan seringkali tidak struktural, untuk menemukan pandangan stakeholders.
Selanjutnya, secara oral menganalisis data yang terkumpul, dan akhirnya menginterpretasi hasil
temuan dalam bentuk konsep dan konteks teori lapangan.
Tujuan utama dari paper ini adalah mengidentifikasi jurnal-jurnal dalam bidang teknologi
pendidikan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini. Lebih dari separuh jurnal detemui
fenomena penggunaan pendekatan kualitatif dan mixed method.

Prosedur
Para peneliti menganalisis paper yang dikirim ke tiga situs besar internasional,

International Journal of Science Education (IJSE), Journal of Research in Science Teaching


(JRST), dan Scince Education (SE). Ketiga situs tersebut termasuk juga kedalam Social Science
Citation Index dan mereka memberikan dampak pengaruh sehingga di-release oleh Institute for
Scientific Information, Thomson Reuters (USA).
Riset yang dilaksanakan adalah non-experimental, cross-sectional, dan studi deskritif.
Pertama-tama peneliti membaca seluruh paper, mereka kemudian menganalisis teks dan
mengkode data dengan menggunakan coding sheet. Tahapan pertama adalah analisis,
mengkategorikan pendekatan yang digunakan dalam riset. Kode yang diturunkan dimasukkan
kedalam excel. Hasil yang didapatkan kemudian dikategorikan berdasarkan pendekatan
metodologi yang digunakan oleh penyusun (interview, observasi, analisis dokumen).

Ketepatan dalam menentukan pendekatan metodologi adalah sebesar 96%, kode yang
didapat dari code-sheet dihitung, hasil frekuensinya kemudian dipersentasekan, kemudian
hasilnya dianalisis kembali.

Analisis
Penulis menemukan 12.524 jurnal dalam tiga tahun terakhir ini. Lebih dari 4100 materi

jurnal dipublikasikan tiap tahunnya, lebih dari 3200 jurnal diterbitkan di JRST dan SE, dan lebih
dari 5600 diterbitkan oleh IJSE. JRST menerbitkan 146 paper, SE 127 paper, dan IJSE 188
paper pada tiga tahun terakhir ini.
Berdasarkan data IJSE menerbitkan 42 paper lebih banyak dari pada JRSE dan 61
laporan penelitian lebih banyak dari SE. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa terdapat
64,8% paper yang didedikasikan kepada sains secara umum, 10,3% untuk biologi, 12,4% untuk
kimia, 10,3% untuk fisika, dan 2,8% untuk lain-lain (biokimia, geografi, dan lain-lain).
Analisis menunjukkan bahwa 73,2% dari semua paper yang diterbitkan SE yang mengcover masalah pendidikan sains, sebesar 11,8% didedikasikan untuk biologi, 7,9% untuk kimia,
6,3% untuk fisika, dan 0,8% untuk lain-lain.
Hasil menunjukkan bahwa 105 paper (55,9%) dari semua paper yang diterbitkan oleh
IJSE mendiskusikan masalah umum yang terdapat di pendidikan sains, 35 paper (18,6%)
meneliti pendidikan biologi, 24 paper kimia (12,8%), dan 23 paper untuk fisika (12,2%),
menunjukkan gambaran paper yang diterbitkan dalam kurun tiga tahun terakhir ini.

Analisis terhadap metodologi pada jurnal JRST mulai tahun 2006-2008 bisa disimpulkan
bahwa sebanyak 65 paper (44,83%) menggunakan pendekatan kualitatif. Kemudian 36 paper
(24,83%) menggunakan mixed method, sebanyak 43 paper (29,66) menggunakan pendekatan
kuantitatif. Hanya 2 paper yang menggunakan kajian teori (1,38%). Sedangkan analisis yang
dilakukan terhadap paper yang di terbitkan di SE, ternyata lebih banyak paper (68 paper atau
53,54%) menggunakan pendekatan kualitatif. Dari data yang didapatkan di SE, sudah barang
tentu jumlah paper yang menggunakan pendekatan kuantitatif dan mixed method memiliki
jumlah yang lebih sedikit. Data menunjukkan bahwa sebanyak 20,47% paper menggunakan
mixed method, dan 13,39 persen menggunakan pendekatan kuantitatif. Bisa disimpulkan bahwa
sebanyak 16 paper (12,6%) menggunakan pendekatan teori atau review.
Dapat ditarik garis besar, pada tabel 2, bahwa JRST menerbitkan sejumlah paper dengan
berbagai pendekatan yang berbeda-beda pada tahun lalu. Pada tahun 2006, penelitian kualitatif
mendominasi jenis penelitian, jumlahnya melebihi penelitian kuantitatif dan mixed method. Pada
tahun 2007, penelitian kualitatif dan kuantitatif memiliki jumlah yang hampir sama. Pada JRST,
penggunaan pendekatan mixed ternyata paling sedikit dilakukan oleh para peneliti.

Kesimpulan
Dapat disimpulkan, pada tabel 2 bahwa pada tahun 2006 dan 2007, SE menerbitkan

sejumlah paper yang hampir sama jumlahnya baik penelitian kualitatif dan mixed sebanyak
JRSE. Terdapat jumlah penelitian kuantitatif yang lebih sedikit di SE dibandingkan dengan di

JRSE, tetapi terdapat 18% lebih banyak paper teoretikal di SE dibanding dengan JRST.
Perbedaan yang paling jelas dari JRST dan SE adalah jumlah paper teoretikal dan paper
reviewnya yang diterbitkan pada tahun 2006 dan 2007. SE memiliki jumlah terbitan paper
teoretikal dan memiliki 28,18% lebih banyak paper yang menggunakan metode kualitatif
dibandingkan JRST.
Analisis lebih jauh menunjukkan bahwa metode pengumpulan data yang dilakukan oleh
para peneliti di JRST menggunakan interview sebanyak 70 paper atau 69,31%. Kemudian
selanjutnya adalah observasi, ditemukan sebanyak 53 paper atau sebesar 52,48%. Metode lain
yang dilakukan adalah analisis dokumen, ditemukan pada 31 paper (30,69%). Cara peneliti untuk
merekam data adalah menggunakan video dan audio, atau catatan lapangan.
Terlepas dari semua data yang didapat, dapat disimpulkan bahwa terdapat dua paradigma
penelitian yaitu, penelitian kuantitatif dan kualitatif. Menurut Kuhn, penelitian kualitatif
merupakan asumsi hubungan resiprokal tentang fenomena sosial, memberikan suatu pandangan
filosofis atau nilai-nilai tertentu yang dapat dikaji lebih lanjut. Pada penelitian kualitatif koleksi
data lebih berupa verbal atau penggambaran dibandingkan dengan angka-angka. Terdapat pula
suatu tendensi untuk melakukan penelitian senatural mungkin tanpa mempengaruhi variabelvariabel yang terdapat di ranah penelitian.
Dapat dirangkum pula bahwa bagian terbesar dari paper telah didedikasikan untuk dunia
sains, selain itu terdapat pula penelitian pendidikan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.
Pada ketiga jenis jurnal, ditemukan bahwa 45,1% menggunakan pendekatan kualitatif, 26,5%
menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan pendekatan mixed method sebesar 21,5%,
dan 6,9% menggunakan pendekatan teoretikal.

Tingkat Keilmiahan
Penelitian yang dilakukan oleh Devetak et al, memiliki tingkat keilmiahan tinggi. Mereka

melakukan analisis terhadap ribuan paper kemudian melakukan scanning pada tiap-tiap paper.
Kemudian mereka memberikan gambaran sebaran jenis pendekatan di ketiga penerbit jurnal
tersebut. Hasil yang didapat dalam bentuk persentase. Mereka juga melakukan analisis terhadap
metode yang dilakukan oleh para peneliti untuk menjawab rumusan masalah.

C. Karakteristik Penelitian

Penelitian ini memiliki karakteristik untuk melakukan analisis berupa review pada paper
yang telah ada.
D. Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian mixed method, mereka membaca jurnal,
menganilisis jurnal tersebut, dan kemudian melakukan pendekatan secara numeric untuk
menjawab rumusan masalah.
E. Hal yang Menarik
Penulis menemukan 12.524 jurnal dalam tiga tahun terakhir ini.
Lebih dari 4100 materi jurnal dipublikasikan tiap tahunnya, lebih dari 3200 jurnal diterbitkan

di JRST dan SE, dan lebih dari 5600 diterbitkan oleh IJSE.
JRST menerbitkan 146 paper, SE 127 paper, dan IJSE 188 paper pada tiga tahun terakhir ini.
Berdasarkan data IJSE menerbitkan 42 paper lebih banyak dari pada JRSE dan 61 laporan

penelitian lebih banyak dari SE.


Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa terdapat 64,8% paper yang didedikasikan kepada
sains secara umum, 10,3% untuk biologi, 12,4% untuk kimia, 10,3% untuk fisika, dan 2,8%

untuk lain-lain (biokimia, geografi, dan lain-lain).


Analisis menunjukkan bahwa 73,2% dari semua paper yang diterbitkan SE yang meng-cover
masalah pendidikan sains, sebesar 11,8% didedikasikan untuk biologi, 7,9% untuk kimia,

6,3% untuk fisika, dan 0,8% untuk lain-lain.


Hasil menunjukkan bahwa 105 paper (55,9%) dari semua paper yang diterbitkan oleh IJSE
mendiskusikan masalah umum yang terdapat di pendidikan sains, 35 paper (18,6%) meneliti
pendidikan biologi, 24 paper kimia (12,8%), dan 23 paper untuk fisika (12,2%),

menunjukkan gambaran paper yang diterbitkan dalam kurun tiga tahun terakhir ini.
Analisis lebih jauh menunjukkan bahwa metode pengumpulan data yang dilakukan oleh para
peneliti di JRST menggunakan interview sebanyak 70 paper atau 69,31%. Kemudian
selanjutnya adalah observasi, ditemukan sebanyak 53 paper atau sebesar 52,48%. Metode
lain yang dilakukan adalah analisis dokumen, ditemukan pada 31 paper (30,69%). Cara
peneliti untuk merekam data adalah menggunakan video dan audio, atau catatan lapangan.

F. Hal yang dapat dipelajari


Menurut Kuhn, penelitian kualitatif merupakan asumsi hubungan resiprokal tentang
fenomena sosial, memberikan suatu pandangan filosofis atau nilai-nilai tertentu yang dapat dikaji

lebih lanjut. Pada penelitian kualitatif koleksi data lebih berupa verbal atau penggambaran
dibandingkan dengan angka-angka. Terdapat pula suatu tendensi untuk melakukan penelitian
senatural mungkin tanpa mempengaruhi variabel-variabel yang terdapat di ranah penelitian.
Dapat dirangkum pula bahwa bagian terbesar dari paper telah didedikasikan untuk dunia
sains, selain itu terdapat pula penelitian pendidikan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.
Pada ketiga jenis jurnal, ditemukan bahwa 45,1% menggunakan pendekatan kualitatif, 26,5%
menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan pendekatan mixed method sebesar 21,5%,
dan 6,9% menggunakan pendekatan teoretikal.
G. Refleksi
Penelitian kualitatif semakin lama semakin membumi, merambah ke berbagai bidang.
Urgensi penelitian kualitatif dan kuantitatif tidak bisa dibandingkan, karena keduanya memiliki
sebuah paradigma yang sejak awal berbeda pula. Seringkali ditemukan bahwa penelitian
kuantitatif kurang mampu menunjukkan hubungan antar variabel yang tidak signifikan tetapi
berpengaruh terhadap penelitian, dan sebaliknya penelitian kualitatif tidak mampu memberikan
paparan data berupa signifikansi angka-angka hubungan antar variabel. Beberapa peneliti
kuantitatif memberikan testimoni bahwa penelitian kualitatif sangat penting. Apabila tidak ada
penelitian kualitatif, mungkin saja studi mengenai penyakit polio pada saat ini berujung pada
bagaimana pembuatan paru-paru buatan bagi penderita penyakit polio. Begitulah gambaran yang
diberikan oleh peneliti tersebut.