Anda di halaman 1dari 64

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM BIOLOGI PERIKANAN

ANALISIS ASPEK BIOLOGI (PERTUMBUHAN, REPRODUKSI, DAN


KEBIASAAN MAKAN) IKAN MAS (Cyprinus carpio)
Disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas laporan akhir praktikum
mata kuliah Biologi Perikanan semester genap

Disusun oleh:
Demas Faizal
Nuraya Asfariah W P
Adhardiansyah

230110130
230110130
230110130
Kelas:

Perikanan B/ Kelompok 14

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR

2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmatNya lah kami dapat Laporan Akhir Praktikum Analisis Aspek Biologi
1

(Pertumbuhan, Reproduksi, Dan Kebiasaan Makan) ikan mas sebagai salah satu
tugas praktikum Biologi Perikanan.
Kami sangat berharap laporan ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Aspek Biologi ikan sebagai makhluk
hidup. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat
kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga laporan ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun
orang yang membacanya.
Akhir kata kami sampaikan terima kasih kepada teman-teman, tim
pengajar dan semua pihak lain yang telah berperan seta dalam penyusunan laporan
ini dari awal sampai akhir.

Jatinangor, 6 Maret 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTARi

DAFTAR ISI..ii
DAFTAR TABEL iv
DAFTAR GRAFIKv
DAFTAR GAMBAR.vi
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Tujuan1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...3
2.1 Biologi Ikan Mas3
2.1.1 Klasifikasi Ikan Mas ..3
2.1.2 Morfologi Ikan ...3
2.1.3 Perbedaan Ikan Mas Jantan Dan Ikan Mas Betina..5
2.1.4 Reproduksi Ikan Mas..5
2.1.5 Habitat dan Persebaran Ikan Mas7
2.2 Hubungan Panjang Berat8
2.3 Tingkat Kematangan Gonad..9
2.4 Indeks Kematangan gonad...10
2.5 Fekunditas11
2.6 Hepato Somatic Indeks13
2.7 Food and Feeding Habbits...14
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM.16
3.1 Waktu dan Tempat...16
3.2 Alat dan Bahan.16
3.2.1 Alat16
3.2.2 Bahan.16
3.3 Prosedur Praktikum..16
BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN20
4.1 Hasil.20
4.2 Pembahasan..33
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN...37
5.1 Kesimpulan..37
5.2 Saran....38

DAFTAR PUSTAKA.vii

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Data Pertumbuhan dan Ratio Kelamin Kelompok20
Tabel 2. Data Reproduksi Kelompok.20

Tabel 3. Food and Feeding Habbits21


Tabel 4. Pertumbuhan dan Ratio Kelamin Angkatan..21
Tabel 5. Regresi Pertumbuhan Angkatan 21
Tabel 6. Reproduksi Angkatan..26
Tabel 7. Perbandingan jumlah jantan dan betina pada fase TKG28
Tabel 8. Perbadingan Jantan dan Betina pada TKG (%)29
Tabel 9. Food and Feeding Habbits angkatan...30
Tabel 10. Perbandingan jumlah ikan Herbivor, Omnivor dan Karnivor..32

DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. Rasio Kelamin Jantan dan Betina.23

Grafik 2. Regresi Pertumbuhan.25


Grafik 3. Perbandingan Gonad Jantan dan Betina pada TKG..29
Grafik 4. Perbandingan TKG pada ikan mas jantan(%)29
Grafik 5. Perbandingan TKG Pada Ikan Mas Betina.30
Grafik 6. Ratio Kebiasaan Makan Ikan Mas32
Grafik 7. Ratio Kebiasaan Makan ikan Mas.32

DAFTAR GAMBAR

Gambar. 1 Ikan Mas..3


Gambar 2. Morfologi ikan mas.5
Gambar 3. Organ Reproduksi Ikan Mas.7
Gambar 4 . a) jantan dan b) betina..7

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Perikanan budiaya ataupun perikanan tangkap menjadi sektor yang sangat

berpengaruh terhadap keadaan ekonomi bagi individu ataupun bagi negeri ini.
Berbagai usaha perikanan baik budidaya ataupun perikanan mulai berkembang
untuk memenuhi kebutuhan pasar. Bahkan sektor perikanan juga bisa dijadikan
sebagai tumpuan bertambahnya devisa negara.
Produktivitas yang tinggi sangat diperlukan bagi para nelayan dan petani
ikan. Bagi petani ikan, diperlukannya pengetahuan mengenai biologi ikan itu
sendiri agar mereka bisa mengoptimalkan hasil yang ingin dicapai dengan
mengoptimalkan produktivitas dari ikan yang mereka budidayakan.
Dengan mengetahui sifat, waktu memijah dan biologi dari ikan tersebut
maka hasil yang didapatkan bisa lebih dioptimalkan. Salah satu contohnya adalah
Ikan Mas. Petani ikan harus bisa memprediksikan kapan mereka memijah, dimana
mereka biasa memijah, berapakan fekunditas ikan tersebut, bagaiamana sifat
telurnya dan bagaimana kebiasaan makannya agar bisa menciptakan habitat yang
mendukung petumbuhannya. Telur yang baik akan menghasilkan individu yang
baik pula yang mampu bertahan di lingkungan yang kurang mendukung. Dengan
hal tersebut maka produktivitas dari ikan mas tersebut akan lebih optimal.
Oleh karena itu pada praktikum kali ini, akan dipelajari mengenai
beberapa aspek pertumbuhan yang berhubungan dengan produktivitas seperti
tingkat kematangan gonad, fekunditas, dan kebiasaan makan dari Ikan Mas jantan
ataupun Ikan Mas Betina
Pada praktikum kali ini dilakukan pengukuran terhadap panjang, berat,
tingkat kematangan gonad dengan skala dari kesteven, fekunditas, HSI, IKG dan
kebiasan makan dari Ikan Mas.
1.2
Tujuan
Adapun taksud dan tujuan dilaksanakannya praktikum ini adalah untuk :
1. Praktikan mengetahui bagaimana membedakan ikan jantan dan
betina dengan ciri ciri sekunder ataupun primer
2. Praktikan mengetahui cara menentukan tingkat kematangan gonad
dengan skala dari Kesteven
3. Praktikan mampu menghitung IKG dan HSI serta hubungannya
dengan pertumbuhan
4. Praktikan dapat menghitung fekunditas suatu ikan
5. Praktikan dapat mengetahui kebiasaan makan dari suatu ikan

6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25. BAB II
26. TINJAUAN PUSTAKA

29.

27. 2.1

Biologi Ikan

28. 2.1.1

Klasifikasi Ikan Mas


Ikan mas termasuk famili Cyprinidae yang mempunyai ciri-

ciri umum, badan ikan mas berbentuk memanjang dan sedikit pipih ke samping
(Compresed) dan mulutnya terletak di ujung tengah (terminal), dan dapat di

10

sembulka, di bagian mulut di hiasi dua pasang sungut, yang kadang-kadang satu
pasang di antaranya kurang sempurna dan warna badan sangat beragam
(Susanto,2007). Adapun klasifikasi ilmiah ikan mas adalah sebagai berikut:
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.

Kerajaan
Filum
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Animalia
: Chordata
: Actinopterygii
: Cypriniformes
: Cyprinidae
: Cyprinus
: Cyprinus carpio (Linnaeus, 1758)

37.
38. Gambar. 1 Ikan Mas
39. (Sumber: https://ediaswanto.wordpress.com/2012/01/30/ikan-mas/)
40.
41. 2.1.2 Morfologi Ikan Mas
42.
Secara morfologi, ikan mas memiliki ciri-ciri bentuk tubuh
agak memanjang dan memipih tegak. Mulut terletak di ujung tengah dan dapat
43.

disembulkan. Bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut

berukuran pendek. Hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi sisik dan hanya
sebagian kecil tidak ditutupi sisik. Sisik ikan mas berukuran relatif besar dan
digolongkan ke dalam tipe sisik sikloid dengan warna yang sangat beragam
(Rochdianto 2005). Ikan mas dapat tumbuh cepat pada suhu lingkungan berkisar
antara 20-28C dan akan mengalami penurunan pertumbuhan bila suhu
lingkungan lebih rendah. Pertumbuhan akan menurun dengan cepat di bawah suhu
13C dan akan berhenti makan apabila suhu berada di bawah 5 C (Huet 1970
dalam Ariaty 1991). Ikan mas merupakan ikan air tawar yang memiliki sifat
tenang, suka menempati perairan yang tidak terlalu bergolak dan senang

11

bersembunyi di kedalaman. Ikan mas termasuk omnivora, biasanya memakan


plankton. Larva ikan mas memakan invertebrata air seperti rotifer, copepoda dan
kutu air. Kebiasaan makan ikan mas berubah-ubah dari hewan pemakan plankton
menjadi pemakan dasar. Ikan mas yang sedang tumbuh memakan organisme
bentik dan sedimen organik. Ikan mas jantan akan matang gonad pada umur dua
tahun dan ikan mas betina pada umur tiga tahun. Ikan mas akan memijah pada
suhu lingkungan berkisar antara 18-20 C ( Ikenoue 1982 dalam Ariaty 1991).
44.

Di Indonesia, ikan mas pertama kali berasal dari daratan Eropa dan

Tiongkok yang kemudian berkembang menjadi ikan budidaya yang sangat


penting. Indonesia mengimpor ikan mas ras Taiwan, ras Jerman dan ras fancy
carp masing-masing dari Taiwan, Jerman dan Jepang pada tahun 1974. Indonesia
mengimpor ikan mas ras Yamato dan ras Koi dari Jepang pada sekitar tahun 1977.
Ras-ras ikan yang diimpor tersebut dalam perkembangannya ternyata sulit dijaga
kemurniannya karena berbaur dengan ras-ras ikan yang sudah ada di Indonesia
sebelumnya sehingga terjadi persilangan dan membentuk ras-ras baru (Suseno
2000 dalam Rochdianto 2005).
45.

Tubuh ikan mas digolongkan menjadi tiga bagian yaitu kepala,

badan, dan ekor. Pada kepala terdapat alat-alat seperti sepasang mata, sepasang
cekung hidung yang tidak berhubungan dengan rongga mulut, celah-celah insang,
sepasang tutup insang, alat pendengar dan keseimbangan yang tampak dari luar
(Cahyono, 2000). Jaringan tulang atau tulang rawan yang disebut jari-jari. Siripsirip ikan ada yang berpasangan dan ada yang tunggal, sirip yang tunggal
merupakan anggota gerak yang bebas. Disamping alat-alat yang terdapat dalam,
rongga peritoneum dan pericardium, gelembung renang, ginjal, dan alat
reproduksi pada sistem pernapasan ikan umumnya berupa insang (Bactiar,2002)

12

46.
47. Gambar 2. Morfologi ikan mas
48. (Sumber:
http://muslimahgeneration13.blogspot.com/2012/10/artikel-classispisces.html)
49.
50. 2.1.3

Perbedaan Antara Ikan Mas Jantan dan Ikan Mas

Betina
51.

Jika dilihat dari segi ukuran ikan mas betina memiliki tubuh
yang agak membulat besar dibagian bawah atau bagian perutnya
dan lembek, gerakannya lambat pada malam hari biasanya, dan
apabila diurut pada bagian perutnya akan mengeluarkan cairan
berwarna kuning (telur). Sedangkan jantan memiliki tubuh lebih
langsing dibandingkan dengan betina, gerakannya lincah, dan juga
apabila diurut pada bagian perut mengeluarkan cairan putih yaitu
sperma.

52.
53. 2.1.4
54.

Reproduksi Ikan Mas

Ikan Mas merupakan kelompok hewan teleostei, ikan betina dan

ikan jantan tidak memiliki alat kelamin luar. Ikan betina tidak mengeluarkan telur
yang bercangkang, namun mengeluarkan ovum yang tidak akan berkembang lebih
lanjut apabila tidak dibuahi oleh sperma. Ovum tersebut dikeluarkan dari ovarium
melalui oviduk dan dikeluarkan melalui kloaka. Saat akan bertelur, ikan betina
mencari tempat yang rimbun olehtumbuhan air atau diantara bebatuan di dalam
air.

13

55.

Bersamaan dengan itu, ikan jantan juga mengeluarkan sperma dar

testis yang disalurkan melalui saluran urogenital (saluran kemih sekaligus saluran
sperma) dan keluar melalui kloaka, sehingga terjadifertilisasi di dalam air
(fertilisasi eksternal). Peristiwa ini terus berlangsung sampai ratusan ovum yang
dibuahi melekat pada tumbuhan air atau pada celah-celah batu.
56. Telur-telur yang telah dibuahi tampak seperti bulatan-bulatan kecil
berwarna putih. Telur-telur ini akan menetas dalam waktu 24 40
jam.
57.

Anak ikan yang baru menetas akan mendapat makanan pertamanya

dari sisa kuning telurnya, yang tampak seperti gumpalan di dalam perutnya yang
masih jernih. Dari sedemikian banyaknya anak ikan, hanya beberapa saja yang
dapat bertahan hidup.

Sistem Genitalia Jantan

58. 1. Testis berjumlah sepasang, digantungkan pada dinding tengah rongga


abdomen oleh mesorsium. Bentuknya oval dengan permukaan yang kasar.
Kebanyakan testisnya panjang dan seringkali berlobus.
59. 2. Saluran reproduksi, pada Elasmoranchi beberapa tubulus mesonefrus
bagian anterior akan menjadi duktus aferen dan menghubungkan testis
dengan mesonefrus, yang disebut dutus deferen. Baian posterior duktus
aferen berdilatasi membentuk vesikula seminalis, lalu dari sini akan
terbentuk kantung sperma. Dutus deferen akan bermuara di kloaka. Pada
Teleostei saluran dari sistem ekskresi dan sistem reproduksi menuju kloaka
secara terpisah.

Sistem Genitalia Betina

60. 1. Ovarium pada Elasmoranchi padat, tapi kurang kompak, terletak pada
anterior rongga abdomen. Pada saat dewasa yang berkembang hanya
ovarium kanan. Pada Teleostei tipe ovariumnya sirkular dan berjumlah
sepasang.
61.

2. Saluran

reproduksi

Elasmoranchi

berjumlah

sepasang,

bagian

anteriornya berfusi yang memiliki satu ostium yang dikelilingi oleh


fimbre-fimbre. Oviduk sempit pada bagian anterior dan posteriornya.

14

Pelebaran selanjutnya pada uterus yang bermuara di kloaka. Pada Teleostei


punya oviduk pendek dan berhubungan langsung dengan ovarium. Pada
bagian posterior bersatu dan bermuara pada satu lubang. Teleostei tidak
memiliki kloaka. (Buku SH II, diktat Asistensi Anatomi Hewan, Zoologi)

62.
63. Gambar 3. Organ Reproduksi Ikan Mas
64. (Sumber: http://lestari-tasawuf.blogspot.com/2012/04/sistemreproduksi-dan-embriologi-ikan.html)
65.

66.
67. Gambar 4 . a) jantan dan b) betina
68. (Sumber: https://biologiklaten.wordpress.com/bab-21-sistreproduksi-xi/)
69.
70. 2.1.5
71.

Habtitat dan Distribusi Ikan Mas

Ikan mas berasal dari daratan Asia dan telah lama dibudidayakan

sebagai ikan konsumsi oleh bangsa Cina sejak 400 tahun SM. Penyebarannya

15

merata di daratan Asia juga Eropa sebagian Amerika Utara dan Australia.
Pembudidayaan ikan mas di Indonesia banyak ditemui di Jawa dan Sumatra
dalam bentuk empang, balong maupun keramba terapung yang di letakan di danau
atau waduk besar. Budidaya modern di Jawa Barat menggunakan sistem air deras
untuk mempercepat pertumbuhannnya.
72.

Habitat aslinya yang di alam meliputi sungai berarus tenang

sampai sedang dan di area dangkal danau. Perairan yang disukai tentunya yang
banyak menyediakan pakan alaminya. Ceruk atau area kecil yang terdalam pada
suatu dasar perairan adalah tempat yang sangat ideal untuknya. Bagian-bagian
sungai yang terlindungi rindangmya pepohonan dan tepi sungai dimana terdapat
runtuhan pohon yang tumbang dapat menjadi tempat favoritnya. Di Indonesia
sendiri untuk mencari tempat memancing ikan mas bukanlah hal yang sulit.
Karena selain telah dibudidayakan banyak empang yang sengaja dibuat demi
memanjakan para penggemar mancing ikan mas.
73.
74. 2.2
75.

Hubungan Panjang Berat


Pertumbuhan adalah perubahan ukuran bagian-bagian

tubuh dan fungsi fisiologis tubuh. Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh faktor
internal maupun eksternal. Faktor internal itu meliputi keturunan, pertumbuhan
kelamin. Pertumbuhan ikan memiliki hubungan yang erat antara pertumbuhan
panjang dan berat. Hubungan panjang dengan berat hampir mengikuti hukum
kubik yaitu bahwa berat ikan sebagai pangkat tiga dari panjangnya. Tetapi
hubungan yang terdapat pada ikan sebenarnya tidak demikian karena bentuk dan
panjang ikan berbeda-beda
76.

Berdasarkan teori hubungan panjang berat dapat dinyatakan

dengan rumus :
77.

W= aLb,

a. W= berat,
b. a,b = konstanta,
c. L = panjang ikan
78.

Hile (1963) menyatakan bahwa rumus umumnya adalah:

16

79. W= Log a + b Log L


80.

Rumus tersebut menunjukan hubungan yang linier. Yang harus

ditentukan dari persamaan tersebut ialah harga a dan b sedangkan harga W dan L
telah diketahui.
81.

Menurut Carlander (1969) harga exponen ini telah diketahui dari

398 populasi ikan berkisar 1,2 4,0 namun kebanyakan dari harga b tadi berkisar
dari 2,4 3,5. Bilamana harga b sama dengan 3 menunjukkan bahwa
pertumbuhan ikan berubah bentuknya. Pertambahan panjang ikan seimbang
dengan pertambahan beratnya .Pertumbuhan demikian seperti telah dikemukakan
ialah pertumbuhan isometric. Sedangkan apabila b lebih besar atau lebih kecil dari
3 dinamakan pertumbuhan allometrik. Jika harga n kurang dari 3 menunjukkan
bahwa keadaan ikan yang kurus dimana pertambahan panjangnya lebih cepat
pertambahan beratnya. Jika harga n lebih besar dari 3 menunjukkan ikan itu
montok, pertambahan berat lebih cepat dari pertambahan panjangnya.
82.
83. 2.3
84.

Tingkat Kematangan Gonad

Tingkat kematangan gonad atau tingkat pertumbuhan gonad adalah

tahap tertentu perkembangan gonad sebelum dan sesudah ikan berpijah. Tingkat
Kematangan Gonad (TKG) juga didefinisikan sebagai perubahan gonad ikan
berupa peningkatan gonad dan diameter telur. Umumnya pertambahan berat
gonad pada ikan betina sebesar 10-25% dari berat tubuh, sedangkan untuk ikan
jantan berkisar antara 5-10%.Perkembangan gonad pada ikan betina umumnya
disebut dengan istilah perkembangan ovarium mempunyai tingkat perkembangan
sejak masa pertumbuhan hingga masa reproduksi yang dapat dikategorikan
kedalam beberapa tahapan. Jumlah tahapan tersebut bervariasi bergantung kepada
spesies maupun peneliti yang mengamati perkembangan ovarium tersebut.
85.

Berikut contoh tingkatan tingkat kematangan gonad enurut

Kesteven ( Bagenal dan Braum,1968)


a. Dara

17

86.Organ seksusal sangat kecil, berdekatan dengan tulang punggug


bawah. Testis dan ovarium transparan, tidak berwarna sampai keabuabuan. Hanya dapat dilihat dengan mikroskop atau alat perbesaran.
b. Dara Berkembang
87.Testis dan ovarium transparan, abu-abu dan merah. Telur satu
persatu dapat dilihat dengan kaca pembesar.
c. Perkembangan I
88.Testis dan ovarium bentuknya bulat telur, kemerah-merahan
dengan pembuluh kapiler. Setengah ruang bagian bawah terisi, telur
dapat dilihat dengan mata seperti serbuk putih
d. Perkembangan II
89.Testis putih kemerah-merahan. Pada jantan bila perutnya ditekan
belum keluar sperma. Ovarium berwarna orange kemerah merahan.
Telur sudah dapat dibedakan dengan jelas. Bentuknya bulat telur dan
mengisi 2/3 ruang telur bagian bawah.
e. Bunting
90.Tertis berwarna putih, telur bentuknya bulat dan beberapa telur
masak.
f. Mijah
91.Telur dan sperma akan keluar jika ditekan. Kebanyakan telurnya
berwarna transparan.
g. Mijah/ Salin
92.Gonad masih terisi telur dan sperma
h. Salin
93.Testis dan ovarium kosong dan berwarna merah.
i. Pulih salin
94.Testis dan ovarium berwana transparan, abu-abu dan merah.
95. 2.4
96.

Indeks Kematangan Gonad


Untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada gonad,

tingkat perkembangan gonad secara kuantitatif dapat dinyatakan dengan suatu


Indeks Kematangan Gonad (IKG) yaitu suatu nilai dalam persen sebagai hasil
perbandingan berat gonad dengan berat tubuh ikan dikalikan 100 persen
(Effendie, 1979 dalam Hadiaty, 2000).
97. IKG = ( Wg / W )x 100%
98. Wg = berat gonad
99. W = berat tubuh ikan

18

100.

Indeks Kematangan Gonad akan semakin meningkat nilainya dan

akan mencapai batas maksimum pada saat terjadi pemijahan. Pada ikan betina
nilai IKG lebih besar dibandingkan dengan ikan jantan. Adakalanya IKG
dihubungkan dengan Tingka Kematangan Gonad (TKG) yang pengamatannya
berdasarkan ciri-ciri morfologi kematangan gonad, sehingga akan tampak
hubungan antara perkembangan di dalam dengan di luar gonad. Nilai IKG akan
sangat bervariasi setiap saat tergantung pada macam dan pola pemijahannya.
101. Perkembangan nilai IKG terjadi dikarenakanadanya perkembangan
garis tengah telur sebagai hasil dari pengendapan kuningtelur, hidrasi dan
pembentukkan butir butir minyak (Effendi 1997). Fasepembentukan kuning
telur dimulai sejak terjadinya penumpukkan bahan bahankuning telur di dalam
oosit (sel telur) dan berakhir setelah oosit mencapai ukurantertentu atau nucleolus
tertarik ke tengah nucleus. Setelah fase pembentukankuning telur berakhir, oosit
tidak mengalami perubahan bentuk selama beberapasaat sambil menunggu
kondisi lingkungan yang baik (tahap tersebut dinamakantahap istirahat atau
dorman). Sebagian oosit tersebut atau bahkan kadang kadangseluruhnya, jika
kondisi lingkungan tidak mendukung akan mengalami degradasi.Oosit yang
demikian

dinamakan

oosit

atresia

(Ernawati

1999).

Oosit

atresia

akandiabsorbsikan kembali oleh sel sel ovarium ke dalam tubuh (de Vlaming
1983dalam Ernawati 1999).
102.
103.
104.

2.5

Fekunditas

Fekunditas

ikan

adalah

jumlah

telur

pada

tingkat

kematangan terakhir yang terdapat dalam ovarium sebelum berlangsung


pemijahan. Nikolsky (1963), menamakan fekunditas yang menunjukkan jumlah
telur yang dikandung individu ikan sebagai fekunditas mutlak, sedangkan
jumlah telur persatuan berat atau panjang ikan disebut sebagai fekunditas relatif.
Fekunditas menunjukkan kemampuan induk ikan untuk menghasilkan anak ikan
dalam suatu poemijaha. Tingkat keberhasilan suatu pemijahan ikan dapat dinilai
dari prosentase anak ikan yang dapat hidup terus terhadap fekunditas
(Sumantadinata, 1981).

19

105.

Menurut Feed Burner (2008), semua telur-telur yang akan

dikeluarka pada waktu pemijahan disebut dengan fekunditas. Dalam menentukan


fekunditas itu ialah komposisi telur yang heterogen, tingkat kematangan gonad
yang tidak seragam dari populasi ikan termasuk waktu pemijahan yang berbeda
dan lain-lainnya. Bagenal (1978), membedakan antara fekunditas yaitu jumlah
telur matang yang dikeluarkan oleh induk. Dan menurut Hariati (1990), fekunditas
ialah jumlah telur masak sebelum dikeluarkan pada waktu ikan memijah.
106. Fekunditas mempunyai hubungan atau keterpautan dengan umur,
panjang, atau bobot tubuh dan spesies ikan. Pertumbuhan bobot dan panjang ikan
cenderung meningkatkan fekunditas secara linear (Bagenal, 1978 dalam Andy
Omar, 2004). Nikolsky (1963) menyatakan bahwa pada umumnya fekunditas
meningkat dengan meningkatnya ukuran ikan betina. Semakin banyak makanan
maka pertumbuhan ikan semakin cepat dan fekunditasnya semakin besar.
Selanjutnya,
107.

Andy Omar (2004) menyatakan bahwa fekunditas pada setiap

individu betina tergantung pada umur, ukuran, spesies, dan kondisi lingkungan,
seperti ketersediaan pakan (suplai makanan). Djuhanda (1981) menambahkan
bahwa besar kecilnya fekunditas dipengaruhi oleh makanan, ukuran ikan dan
kondisi lingkungan, serta dapat juga dipengaruhi oleh diameter telur. Berikut
beberapa metode perhitungan fekunditas:
a. Mengitung langsung satu persatu telur ikan
b. Metode volumetrik yaitu dengan pengenceran telur
108. X : x = V : v
109.

Keterangan :

110.

X : Jumlah telur yang akan dicari

111.

x : Jumlah telur dari sebagian gonad

112.

V : Volume seluruh gonad

113.

v : Volume sebagian gonad contoh

c. Metode gravimetric
114. Perhitungan fekunditas telur dengan metode gravimetrik dilakukan
dengan cara mengukur berat seluruh telur yang dipijahkan dengan teknik
pemindahan air. Selajutnya telur diambil sebagian kecil diukurberatnya dan
jumlah telur dihitung. Dengan bantuan rumus berikut ini :

20

115.

F=G/g.n

116.

Keterangan:

117.

F = fekunditas jumlah total telur dalam gonad

118.

G = bobot gonad setiap ekor ikan

119.

g = bobot sebagian gonad (gonad contoh)

120.

n = jumlah telur dari (gonad contoh)

d. Metode gabungan (hitung gravimetrik dan volumetrik).


G xV x X
121. F=
Q
122.

Keterangan :

123.

F : Fekunditas

124.

G : Berat gonad total

125.

V : Volume pengenceran

126.

X : Jumlah telur yang ada dalam 1 cc

127.

Q : Berat telur contoh

128.
129.
130.

2.6

Hepato Somatic Indeks

Hepatosomatic Indeks (HSI) merupakan suatu metoda yang

dilakukanuntuk mengetahui perubahan yang terjadi dalam hati secara kuantitatif.


Hatimerupakan tempat terjadinya proses vitelogenesis.
131. Proses vitelogenesis secara alami dipengaruhi oleh adanya isyarat
isyarat lingkungan seperti fotoperiod, suhu, aktivitas makanan dan faktor sosial
yangsemuanya akan merangsang hipotalamus untuk mensekresikan hormon
hormon Gonadotropin Releasing Hormon (GnRH). GnRH yang disekresikan
tersebut kemudian akan merangsang hipofisa untuk mensekresikan hormon
gonadotropin (GtH). GtH yang diproduksi oleh kelenjar pituitary (hipofisa)
tersebut dibawa oleh darah ke dalam sel teka yang berada pada gonad untuk
menstimulasi terbentuknya testosteron. Testosteron yang terbentuk kemudian akan
masuk ke dalam sel granulosa untuk diubah oleh enzim aromatase menjadi

21

hormon estradiol 17 yang selanjutnya akan dialirkan oleh darah kedalam hati
untuk mensintesis vitelogenin. Vitelogenin yang dihasilkan kemudian dialirkan
kembali oleh darah kedalam gonad untuk diserap oleh oosit sehingga penyerapan
vitelogenin ini disertai dengan perkembangan diameter telur (Sumantri 2006).
132. Aktifvtas vitelogenin ini menyebabkan nilai HSI dan GSI ikan
meningkat (Cerda et al. 1996 dalam Affandi dan Tang 2000). Sintesis vitelogenin
di hati sangat dipengaruhi oleh estradiol-17 yang merupakan stimulator dalam
biosintesais vitelogenin karena sintesis vitelogenin dalam tubuh ikan berlangsung
di hati. Rumus yang bisa digunakan dalam perhitungan HSI adalah:
Berat Hati
x 10 0
133. HSI atau IHS : Berat Total-Berat Hati
134.
135.

2.7

Food and Feeding Habbits

Kebiasaan makanan adalah jenis, kuantitas, dan kualitas

makanan yang dimakan oleh ikan. Sedangkan cara makan adalah segala sesuatu
yang berhubungan dengan waktu, tempat, dan cara makanan yang diperoleh oleh
ikan. Kebiasaan makanan ikan secara alami tergantung pada lingkungan tempat
ikan hidup, dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain habitat, kesukaan
terhadap jenis makanan tertentu, musim, ukuran, umur ikan, periode harian
mencari makan, dan spesies kompetitor (Febyanti & Syahailatua 2008).
136.

Ketersediaan makanan merupakan salah satu faktor yang

menentukan jumlah populasi, pertumbuhan, reproduksi, dan dinamika populasi


serta kondisi ikan yang ada di perairan (Nurmawati 2007 in Satia et al. 2009).
Dalam satu spesies, ikan mungkin makanannya berbeda-beda dari waktu ke
waktu. Hal ini disebabkan oleh adanya suatu perubahan lingkungan. Beberapa
faktor yang mempengaruhi kebiasaan makanan ikan diantaranya penyebaran suatu
organisme makanan dan ketersediaan makanan di lingkungan perairan tersebut
(Effendie 2002). Penyebaran jenis makanan yang paling banyak di suatu perairan
akan menyebabkan pengambilan dari jenis makanan tersebut bertambah (Effendie
1979 in Widyorini 2010). Kebiasaan makanan ikan-ikan dapat berbeda sesuai
perubahan waktu meskipun penangkapannya dilakukan pada tempat yang sama
(Lagler 1972 in Simanjuntak & Rahardjo 2001).

22

137.
a. Herbivor
138.

Secara garis besarnya ikan itu dapat diklasifikasikan sebagai ikan


Ikan ini tidak memiliki gigi dan mempunyai tapis insang yang

lembut dapat menyaring phytoplankton dari air. Ikan ini tak mempunyai lambung
yang benar (yaitu bagian usus yang mempunyai jaringan otot kuat, mengekskresi
asam, mudah mengembang, terdapat di bagian muka alat pencerna makananya).
Ususnya panjang berliku-liku dindingnya tipis.
b. Karnivor
139. Ikan ini memiliki gigi untuk menyergap, menahan, dan merobek
mangsa dan jari-jari tapis insangnya menyesuaikan untuk penahan, memegang,
memarut, dan menggilas mangsa. Punya lambung benar, palsu dan usus pendek,
tebal dan elastis.
c. Omnivora
140. Ikan ikan omnivore adalah ikan yang selain memakan tumbuhan
juga memakan daging.
141.
142.
143.
144.
145.
146.
147.
148.
149.
150.
151.
152.
153.
154.
155.

3.1

BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat

23

156.

Praktikum Analisis Aspek Biologi (Pertumbuhan,

Reproduksi, dan Kebiasaan Makan) pada ikan mas dilaksanakan


pada tanggal 3 Maret 2015, pukul 09.50 WIB yang bertempat di
Lab Aquakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, universitas
Padjadjaran.
157.
158.

3.2

Alat dan Bahan

159.

3.2.1

Alat

1. Timbangan untuk mengukur berat ikan, gonad, hati dan isi usus ikan
2. Pinset untuk membantu proses pembedahan dan pengambilan organ
3.
4.
5.
6.
7.
8.

dari perut
Pisau untuk melakukan pembedahan
Gunting untuk melakukan pembedahan
Cawan petri untuk menyimpan gonad, hati dan isi usus
Mikroskop untuk melihat telur ataupun melihat isi usus
Gelas ukur unutk mengukur volume gonad
Mistar / penggaris untuk mengukur panjang ikan
160.

3.2.2

Bahan

1. Ikan Mas sebagi objek praktikum


161.

3.3

Prosedur Praktikum

162.

3.3.1

Hubungan Panjang Berat

a.
b.
c.
d.
e.

Diambil ikan, kemudian ikan ditusuk pada bagian depan kepala


Ditimbang berat ikan dengan timbangan analitik
Diukur panjang total, baku dan fork lenght pada ikan dengan mistar
Dicatat pada tabel
Dilakukan perhitungan dengan rumus
163.

165.

b=

164.
log W (Nx log a)
log L

24

166.

3.3.2

Tingkat Kematangan Gonad

a. Diambil ikan, dimatikan ikan dengan menggunakan penusuk pada


bagian depan kepala ikan
b. Dibedah ikan dengan menggunakan gunting dimulai dari bagian
urogenital melingkar menuju bagian rongga perut depan hingga isi
perut dapat terlihat
c. Diambil gonad yang ada yang didalam perut, hingga terpisah dari
organ lain
d. Diamati gonad tersebut disesuaikan dengan klasifikasi menurut
Kesteven
e. Dicatat pada tabel pengamatan
167.
168.
a.

3.3.3

Indeks Kematangan Gonad

Ambil ikan, matikan ikan dengan menggunakan penusuk pada

bagian depan kepala ikan


b. Timbang bobot ikan dengan menggunakan timbangan
c. Bedah ikan dengan menggunakan gunting dimulai dari bagian
urogenital melingkar menuju bagian rongga perut depan hingga isi
perut dapat terlihat
d. Ambil gonad yang ada yang didalam perut, hingga terpisah dari
organ lain
e. Timbang gonad dengan menggunakan timbangan
f. Catat dalam tabel pengamatan (terlampir)
g. Hitung IKG dengan rumus
169.
a.

3.3.4

Hepatico Somatic Indeks

Diambil ikan, matikan ikan dengan menggunakan penusuk pada

bagian depan kepala ikan


b. Dibedah ikan dengan menggunakan gunting dimulai dari bagian
urogenital melingkar menuju bagian rongga perut depan hingga isi
perut dapat terlihat
c. Diambil hati ikan yang ada yang didalam perut, hingga terpisah dari
organ lain
d. Dilakukan penimbangan, dan dicatat hasilnya
170.

3.3.5

Fekunditas

a. Diambil ikan, matikan ikan dengan menggunakan penusuk pada


bagian depan kepala ikan

25

b. Dibedah ikan dengan menggunakan gunting dimulai dari bagian


urogenital melingkar menuju bagian rongga perut depan hingga isi
perut dapat terlihat
c. Diambilgonad betina yang ada yang didalam perut, hingga terpisah
dari organ lain
d. Diambilair sebanyak 100 ml dengan menggunakan gelas ukur
e. Dimasukan seluruh gonad, liat perubahan volumenya
f. Diambilsampel telur pada 3 bagian, yaitu bagian anterior, tengah,
dan ujung dekat urogenital
g. Dimasukan masing-masing sampel kedalam air sebanyak 100 ml dan
lihat perubahan volumenya
h. Dihitungjumlah dari ketiga sampel telur tadi, setelah itu masukkan
kedalam rumus diatas
i. Dicatatpada tabel pengamatan
171.

3.3.6

Kebiasaan Makan

a. Diambil ikan, matikan ikan dengan menggunakan penusuk pada


bagian depan kepala ikan
b. Dibedah ikan dengan menggunakan gunting dimulai dari bagian
urogenital melingkar menuju bagian rongga perut depan hingga isi
perut dapat terlihat
c. Diambil bagian usus ikan yang ada dalam perut hingga terpisah dari
organ lain
d. Dikeluarkan isi usus tersebut
e. Ditimbang dengan timbangan analitik
f. Dimabil sampel dan diamati dengan mikroskop
172.
173.
174.
175.
176.
177.
178.
179.

26

180.
181.
182.
183.
184.
185.
186.
187.
188.
189.
190.
191.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

192.

Kelompok

: 14

193.

Hari/tanggal

: Selasa, 3 Maret 2015

194.

Spesies Ikan : Ikan Mas (Cyprinus carpio)

195.

Asal ikan

196.

4.1

Hasil

197.

4.1.1

Hasil Pengamatan Pertumbuhan dan Ratio

: Waduk Cirata

Kelamin
198.

Tabel 1. Data Pertumbuhan dan Ratio Kelamin


Kelompok

199.
K

201.
204.

200.

215.
1

Pertumbuhan
205.
B

209.
T

Panjang
(mm)
210.
211.
S
F

216.
2

217.
1

219.
1

218.
-

202.
Kelamin
206.
207.
J
B

220.

27

221.
222.

4.1.2

Hasil Pengamatan Reproduksi

223.
224. 227.
225. 228.
226.
TKG 229.

230.
231.
IKG
232.

Tabel 2. Data Reproduksi Kelompok

233.
234.
Bh
235.
(gr)

236.
237.
HSI
238.
(%)

239.

241.
Di

240.
F

242.
243.
252.
Ten

244.

Letak
Inti
254.
256.
M
Me
255.
(b

253.
(but

258. 259.
Dara

260.
3,22

269.
270.
a. IKG

b. HIS

261.
0,41

262.
0,32

263.
-

Perhitungan
BG
x 100
BT BG

271.

4
x 100
= 1284

272.

4
x 100
= 124

273.

=3,225%

BH
x 100
BT BH

274.
275.

0,41
x 100
1280,41
=

0,41
x 100
127,59

264.
-

265.

266.
-

267.

28

276.
277.

=0,32%
4.1.3

Hasil Pengamatan Food and Feeding Habbits

278.

Tabel 3. Food and Feeding Habbits


279.

Jenis pakan

281.
F

282.

283.
Be

284.
Bag

289.
S

290.

291.
-

292.

296.
E

297.

298.
-

299.

280.
K

285.
B

286.
D

287.
ikan

288.

293.
-

294.

295.
H

300.
-

301.

302.
H

303.
304.
4.1.4 Hasil Pengamatan Pertumbuhan dan Ratio
Kelamin Angkatan
305.

Tabel 4. Pertumbuhan dan Ratio Kelamin Angkatan

310.
306.

308.

307.
K

309.
N

329.

330.

311.
Kel
a
m
i
n

Pertumbu
han

315.

P
anjang
(mm)

322.
TL

323.

324.

331.

332.

333.

316.
Berat

334.

317.
Janta

318.
Betin

335.

336.

312.
Ras

337.

29

120

109

338.
2

339.

340.
130

341.

342.

343.
131

344.

347.
3

348.

349.
120

350.

351.

352.

353.

358.
140

359.

360.

361.
165

362.

367.
135

368.

369.

370.
137

371.

376.
125

377.

378.

379.
127

380.

356.
4

357.

365.
5

366.

374.
6

375.

383.
7

384.

385.
125

386.

387.

388.
116

389.

392.
8

393.

394.
175

395.

396.

397.
135

398.

401.
9

402.

403.
125

404.

405.

406.
106

407.

410.
1

411.

412.
172

413.

414.

415.
119

416.

419.
1

420.

421.
146

422.

423.

424.
120

425.

428.
1

429.

430.
185

431.

432.

433.
143

437.
1

438.

439.
155

440.

441.

442.
160

443.

446.
1

447.

448.
180

449.

450.

451.
129

452.

455.
1

456.

457.
60

458.
160

459.

460.
157

461.

464.
1

465.

466.
53

467.

468.

469.
158

473.
1

474.

475.
49

476.

477.

478.
125

434.

470.
479.

345.
354.
363.

372.
381.
390.
399.
408.
417.
426.
435.

444.
453.
462.
471.

480.

346.
355.
364.
373.
382.
391.
400.
409.
418.
427.
436.
445.
454.
463.
472.
481.

30

482.
1

483.

484.
120

485.

486.

487.

488.

491.
1

492.

493.
45

494.

495.

496.
127

497.

500.
2

501.

502.
50

503.

504.

505.
145

506.

509.
2

510.

511.
50

512.

513.

514.
142

515.

518.
2

519.

520.

521.

522.

523.
134

524.

527.
2

528.

529.
169

530.

531.

532.
124

533.

536.
2

537.

538.
138

539.

540.

541.
111

542.

545.
2

546.

547.
138

548.

549.

550.
143

551.

554.
2

555.

556.

558.

559.
162

560.

563.
2

564.

565.

566.

567.

568.
118

569.

572.
2

573.

574.
190

575.

576.

577.
153

578.

581.
2

582.

583.
180

584.

585.

586.
165

587.

590.
3

591.

592.

593.

594.
187

595.
125

596.

599.
3

600.

601.

602.

603.

604.
151

608.
3

609.

610.

611.

612.

613.
145

614.

617.
3

618.

619.

620.

621.

622.
128

623.

627.

628.

629.

630.

631.
150

632.

626.
3

557.

605.

489.
498.
507.
516.
525.
534.
543.
552.
561.
570.
579.
588.
597.

606.
615.
624.
633.

490.
499.
508.
517.
526.
535.
544.
553.
562.
571.
580.
589.
598.
607.
616.
625.
634.

31

635.
3

636.

637.

638.

639.

640.
128

644.
3

645.

646.

647.

648.

649.
128

650.

653.
3

654.

655.

656.

657.

658.
104

659.

662.
3

663.

664.

665.

666.

667.
134

668.

671.
3

672.

673.
100

674.

675.

676.
114

677.

680.
4

681.

682.
46

683.

684.

685.
121

686.

689.
4

690.

691.

692.

693.

694.
115

695.

698.
4

699.

700.

701.

702.

703.
155

704.

707.
4

708.

709.
50

710.

711.

712.
96.45

713.

716.
4

717.

718.
65

719.

720.

721.
147.9

722.

725.
4

726.

727.

728.
175

729.

730.
139.1

731.

734.
4

735.

736.
131

737.

738.

739.
141

740.

743.
4

744.

745.
190

746.

747.

748.
193

749.

752.
4

753.

754.
219

755.

756.

757.
145

758.

761.
4

762.

763.
205

764.

765.

766.
188

767.

770.
5

771.

772.
185

773.

774.

775.
133

776.

781.

782.

783.

784.

785.

779.

780.

641.

642.

651.
660.
669.
678.

643.
652.
661.
670.
679.

687.

688.

696.

697.

705.
714.
723.
732.
741.
750.
759.
768.
777.
786.

706.
715.
724.
733.
742.
751.
760.
769.
778.
787.

32

165

788.
5

789.

797.
5

126

790.

791.

792.

793.
168

794.

798.

799.
175

800.

801.

802.
159

803.

806.
5

807.

808.
176

809.

810.

811.
122

812.

815.
5

816.

817.
70

819.

820.

821.

824.
5

825.

826.
165

827.

828.

829.

830.

833.
5

834.

835.
170

836.

837.

838.
130

839.

842.
5

843.

844.
145

845.

846.

847.

848.

851.
5

852.

853.
153

854.

855.

856.

857.

860.
6

861.

862.

864.

865.
139.9

866.

869.
6

870.

871.

873.

874.
135.2

875.

878.
6

879.

880.
175

882.

883.
144.2

884.

887.
6

888.

889.

891.

892.
156.3

893.

896.
6

897.

898.

901.
170

902.

905.
6

906.

907.

914.
6

915.

916.

923.
J

924.

925.

818.

863.
872.
881.

890.
899.

908.

900.
909.

910.
140.1

917.

918.

919.
160.8

926.

927.

928.

911.
920.
929.

795.
804.
813.

822.
831.
840.
849.
858.
867.

876.
885.
894.

796.
805.
814.
823.
832.
841.
850.
859.
868.
877.
886.
895.

903.

904.

912.

913.

921.
930.

922.
931.

33

932.
933.

Perhitungan

934.

Rasio Kelamin :

935.

Rasio Kelamin

jumla h Betina/ jantan


total Ikan

x 100 %
12
x 100
Rasio Kelamin Betina = 66

936.
937.

= 18,18 %

938.

Rasio Kelamnin Jantan = 100% Rasio Kelamin Betina

939.

= 100% - 18,18 %

940.

= 81,82 %
941.

Grafik 1. Rasio Kelamin Jantan dan Betina


942.

Ratio Kelamin Jantan dan Betina


18%

jantan
Betina
82%

943.
944.

4.1.5
945.

946.
No

947.
S

Hasil Regresi Pertumbuhan Angkatan


Tabel 5. Regresi Pertumbuhan Angkatan

948.
b

949.
l

950.
log

951.
log l2

952.
l

34

954.
14

955.
10

953.
1

960.
2

967.
3

974.
4

981.
5

988.
6

956.
2

957.
2.0

961.
15

962.
1

963.
2

964.
2.1

968.
14

969.
9

970.
2

971.
1.9

975.
18

976.
1

977.
2

978.
2.2

982.
16

983.
1

984.
2

985.
2.1

989.
15

990.
1

991.
2

992.
2.1

958.
4.671
5
1
1
6
4
1
965.
4.785
2
4
6
9
0
4
972.
4.671
5
1
1
6
4
1
979.
5.086
2
5
4
0
7
2
986.
4.858
1
4
4
8
9
8
993.
4.735
3
7
3
1
6
8

959.
4

966.
4

973.
4

980.
5

987.
4

994.
4

35

995.
7

1002.
8

1009.
9

1016.
10

1023.
11

1030.
12
1037.
13

996.
15

997.
1

998.
2

999.
2.0

1003.
16

1004.
1

1005.
2

1006.
2.1

1010.
16

1011.
1

1012.
2

1013.
2.0

1017.
15

1018.
1

1019.
2

1020.
2.0

1024.
13

1025.
1

1026.
2

1027.
2.0

1031.
17

1032.
1

1033.
1

1034.
2.1

1038.
16

1039.
1

1040.
2

1041.
2.2

1000.
4.834
0
9
2
9
8
6
1007.
4.858
1
4
4
8
9
8
1014.
4.858
1
4
4
8
9
8
1021.
4.797
5
5
2
9
4
8
1028.
4.538
3
2
1
9
6
5
1035.
1.545
1
4
3
5
9
1042.
4.917
2

1001.
4

1008.
4

1015.
4

1022.
4

1029.
4

1036.
2
1043.
4

36

1044.
14

1051.
15

1058.
16

1065.
17

1072.
18
1079.
19

1045.
15

1046.
1

1047.
2

1048.
2.1

1052.
16

1053.
1

1054.
2

1055.
2.1

1059.
16

1060.
1

1061.
2

1062.
2.1

1066.
16

1067.
1

1068.
2

1069.
2.0

1073.
14

1074.
9

1075.
2

1076.
1.9

1080.
15

1081.
1

1082.
2

1083.
2.1

3
5
0
4
3
1049.
4.797
5
5
2
9
4
8
1056.
4.858
1
4
4
8
9
8
1063.
4.905
5
3
3
2
7
1
1070.
4.881
9
5
6
5
9
9
1077.
4.605
8
6
5
5
4
6
1084.
4.797
5
5
2

1050.
4

1057.
4

1064.
4

1071.
4

1078.
4
1085.
4

37

1086.
20

1093.
21
1100.
Jum

1087.
17

1088.
1

1089.
2

1090.
2.1

1094.
17

1095.
1

1096.
2

1097.
2.1

9
4
8
1091.
5.031
2
1
9
6
8
8
1098.
4.974
9
0
2
3
9
1

1092.
4

1099.
4

1102.

1101.

1103.
4

1104.
44

1110.
2

1111.
2.1

1117.
2

1118.
2.0

1109.
13

1107.
22
1114.
23

1108.
16

1115.
14

1116.
1

1105.
203
9
.
6
5
8
8
3
4
1112.
4.917
2
3
5
0
4
3
1119.
4.684
4

1106.
2

1113.
4
1120.
4

38

1121.
24

1128.
25
1135.
26

1142.
27

1149.
28

1156.
29
1163.
30

1122.
15

1123.
1

1124.
2

1125.
2.0

1129.
16

1130.
1

1131.
2

1132.
2.1

1136.
0

1137.
1

1138.
0

1139.
2.2

1143.
15

1144.
1

1145.
2

1146.
2.0

1150.
17

1151.
1

1152.
2

1153.
2.1

1157.
17

1158.
1

1159.
2

1160.
2.2

1164.
12

1165.
1

1166.
2

1167.
2.0

2
3
2
8
4
1126.
4.809
7
9
5
5
0
4
1133.
4.917
2
3
5
0
4
3
1140.
0
1147.
4.735
3
7
3
1
6
8
1154.
5.031
2
1
9
6
8
8
1161.
4.974
9
0
2
3
9
1
1168.
4.440

1127.
4

1134.
4
1141.
0

1148.
4

1155.
4

1162.
4
1169.
4

39

1170.
31

1177.
32

1184.
33

1191.
34

1198.
35
1205.
36

1171.
16

1172.
1

1173.
2

1174.
2.1

1178.
15

1179.
1

1180.
2

1181.
2.1

1185.
15

1186.
1

1187.
2

1188.
2.1

1192.
17

1193.
1

1194.
2

1195.
2.1

1199.
17

1200.
1

1201.
2

1202.
2.1

1206.
18

1207.
1

1208.
2

1209.
2.1

3
3
3
8
5
6
1175.
4.858
1
4
4
8
9
8
1182.
4.797
5
5
2
9
4
8
1189.
4.735
3
7
3
1
6
8
1196.
5.031
2
1
9
6
8
8
1203.
4.974
9
0
2
3
9
1
1210.
5.140
0
6

1176.
4

1183.
4

1190.
4

1197.
4

1204.
4
1211.
4

40

1212.
37

1219.
38

1226.
39

1233.
40

1240.
41
1247.
42

1213.
14

1214.
1

1215.
2

1216.
2.0

1220.
18

1221.
1

1222.
2

1223.
2.1

1227.
14

1228.
1

1229.
2

1230.
2.0

1234.
15

1235.
1

1236.
2

1237.
2.0

1241.
16

1242.
1

1243.
2

1244.
2.0

1248.
19

1249.
1

1250.
2

1251.
2.1

7
6
4
6
1217.
4.605
8
6
5
5
4
6
1224.
5.086
2
5
4
0
7
2
1231.
4.671
5
1
1
6
4
1
1238.
4.797
5
5
2
9
4
8
1245.
4.917
2
3
5
0
4
3
1252.
5.192
7
1
7
9

1218.
4

1225.
4

1232.
4

1239.
4

1246.
4
1253.
4

41

1254.
43

1261.
44

1268.
45
1275.
Jum

1282.
46

1255.
15

1256.
9

1257.
2

1258.
1.9

1262.
16

1263.
1

1264.
2

1265.
2.1

1269.
17

1270.
1

1271.
2

1272.
2.1

1276.
2

1277.
3

1278.
4

1279.
51

1283.
12

1284.
14

1285.
2

1286.
2.1

7
4
1259.
4.735
3
7
3
1
6
8
1266.
4.858
1
4
4
8
9
8
1273.
5.031
2
1
9
6
8
8

1280.
91.2
5
9
4
2
5
6
1

1287.
4.322
9
9
4

1260.
4

1267.
4

1274.
4

1281.
8

1288.
4

42

1289.
47

1296.
48

1303.
49

1310.
50

1317.
51
1324.
52

1290.
16

1291.
19

1292.
2

1293.
2.2

1297.
19

1298.
14

1299.
2

1300.
2.1

1304.
16

1305.
18

1306.
2

1307.
2.2

1311.
14

1312.
13

1313.
2

1314.
2.1

1318.
15

1319.
12

1320.
2

1321.
2.1

1325.
15

1326.
16

1327.
2

1328.
2.2

6
5
4
1294.
4.917
2
3
5
0
4
3
1301.
5.274
6
7
0
9
9
6
1308.
4.917
2
3
5
0
4
3
1315.
4.605
8
6
5
5
4
6
1322.
4.735
3
7
3
1
6
8
1329.
4.797
5
5
2
9
4

1295.
5

1302.
4

1309.
5

1316.
4

1323.
4
1330.
4

43

1331.
53c
1332.
15

1333.
15

1334.
2

1335.
2.2

1339.
16

1340.
12

1341.
2

1342.
2.0

1338.
54c

1345.
55c

1352.
56c

1359.
57c

1366.
58c
1373.
59c

1346.
0

1353.
15

1360.
16

1367.
13
1374.
13

1347.
11

1354.
98

1361.
13

1368.
80
1375.
98

1348.
-

1349.
2.0

1355.
2

1356.
1.9

1362.
2

1363.
2.1

1369.
2

1370.
1.9

1376.
2

1377.
1.9

8
1336.
4.834
0
9
2
9
8
6
1343.
4.893
7
7
3
9
9
7
1350.
1357.
4.735
3
7
3
1
6
8
1364.
4.858
1
4
4
8
9
8
1371.
4.538
3
2
1
9
6
5
1378.
4.592
5
1
2
4

1337.
4

1344.
4
1351.
-

1358.
4

1365.
4

1372.
4
1379.
4

44

3
4
1380.
60c

1381.
0

1387.
61c

1388.
0

1394.
62c
1401.
63c

1408.
64c
1415.
65c

1422.
66c
1429.
Jum

1395.
14

1402.
0

1409.
18

1416.
0

1382.
14
1389.
13

1396.
14
1403.
15

1410.
17
1417.
14

1383.
1390.
-

1397.
2
1404.
0

1411.
2
1418.
0

1384.
2.1
1391.
2.1

1398.
2.1
1405.
2.1

1412.
2.2
1419.
2.1

1423.
16

1424.
16

1425.
2

1426.
2.2

1430.
2

1431.
2

1432.
3

1433.
3.

1385.
-

1386.
-

1392.
1399.
4.645
4
7
3
4
3
4

1393.
-

1406.
1413.
5.107
9
2
2
6
7
9

1407.
-

1420.
1427.
4.858
1
4
4
8
9
8
1434.
11.5
2
5
8
6
6
9
3

1421.
-

1400.
4

1414.
5

1428.
4
1435.
1

45

1436.
1437.

1438.
K

Nilai b, untuk megetahui pola pertumbuhan


1439.
Nil
a
i
1440.

1444.
B

b
1442.
0.9
8
1
1
1445.
1.0
0
0
6
0
1

1447.
C

1448.
0.1
0
8
2
7

1441.
A

Pola
Pertumbuhan

1443.

b < 3 = pertumbuhan
berat < panjang

1446.

b < 3 = pertumbuhan
berat < panjang

1449.
b<3=
pertumbuhan berat <
panjang

1450.
1451.

Grafik 2. Regresi Pertumbuhan

46

KELAS A
50
40

f(x) = 0.98x + 0
R = 1

30
WEIGHT 20

Linear ()

10
0
0 20 40 60
LENGTH

1452.

KELAS B
60
40
WEIGHT 20

f(x) = 1x + 0.01
R = 1
Linear ()

0
50
0 100
LENGHT

1453.

KELAS C
4
3
WEIGHT

f(x) = 0.01x + 2.04


Linear ()
R = 0.09

1
0
0

20 40

LENGHT

1454.
1455.

4.1.6

Hasil Pengamatan Reproduksi Angkatan

47

1456.

Tabel 6. Reproduksi Angkatan


1467.
Diamet

1458.
J
1457.
Kelom

1459.
1460.
TKG*

1482.

1461.
1462.
PG (mm) IKG (%)

1527.

1528.

1529.

1541.

1542.

1543.

1544.

1530.

1531.

1532.

1546.

1547.
13.74
1562.

1545.
1557.

1558.

1559.

1561.
1560.

1571.

1572.

1573.

1574.

1587.

1576.

1577.

1588.

1589.

1602.

1603.

1591.

1604.

1592.

1617.

1618.

1619.

1631.

1632.

1633.

1634.

1606.

1607.

1647.

1621.

1622.

1636.

1637.

1648.

1649.

1662.

1663.

1651.

1664.

1677.

1678.

1666.

1679.

1692.

1693.

1681.

1694.

1696.
1695.

1706.

1707.

1708.

1709.
1710.

1721.

1722.

1723.

1724.

1711.
1726.

1725.
1736.

1737.

1738.

1739.

1741.
1740.

1751.

1752.

1753.

1754.

1756.
1755.

1766.

1767.

1768.

1769.

1771.
1770.

1781.

1782.

1783.

1784.

1786.
1785.

1796.

1797.

1798.

1799.

1801.
1800.

1811.

1812.

1813.

1814.

1816.
1815.

1826.

1827.

1828.

1829.

1831.
1830.

1841.

1842.

1843.

1844.

1856.

1857.

1858.

1859.

1871.

1872.

1873.

1874.

1845.

1846.
1861.
1876.

1875.

1522.

1523.

1535.

1536.

1537.

1549.

1550.

1551.

1552.

1554.

1555.

1564.

1565.

1566.

1567.

1569.

1570.

1579.

1580.

1581.

1582.

1584.

1585.

1594.

1595.

1596.

1597.

1599.

1600.

1609.

1610.

1612.

1614.

1615.

1624.

1625.

1626.

1627.

1629.

1630.

1639.

1640.

1641.

1642.

1644.

1645.

1654.

1655.

1656.

1657.

1659.

1660.

1669.

1670.

1671.

1672.

1674.

1675.

1684.

1685.

1686.

1687.

1689.

1690.

1699.

1700.

1701.

1702.

1704.

1705.

1714.

1715.

1716.

1717.

1719.

1720.

1729.

1730.

1731.

1732.

1734.

1735.

1744.

1747.

1749.

1750.

1759.

1745.
1746.
0.0048
1760.
1761.

1762.

1764.

1765.

1774.

1775.

1776.

1777.

1779.

1780.

1789.

1790.

1791.

1792.

1794.

1795.

1804.

1805.

1806.

1807.

1809.

1810.

1819.

1820.

1821.

1822.

1824.

1825.

1834.

1835.

1836.

1837.

1839.

1840.

1849.

1850.

1852.

1854.

1855.

1864.

1865.

1851.
0,00127
1866.

1867.

1869.

1870.

1879.

1880.

1881.

1882.

1884.

1885.

1495.
Melebur

1540.

1652.
1667.
1668.

1680.
1691.

1508.

1653.

1665.
1676.

1507.

1638.

1650.
1661.

1534.

1494.
Menuju
1509.
Kutub
1524.
(butir)
1539.

1608.

1635.
1646.

1493.

1593.

1605.
1616.

1492.

1578.

1590.
1601.

1466.
1465.
Fekundita
HSI (%)

1563.

1575.
1586.

1533.

1468.
Letak Inti

1479.
Telur

1483.

1526.

1556.

1463.

1464.
Panjang

1682.
15.46 1683.
1697.
1698.
1712.
1713.
1727.
1728.
1742.
1743.
1757.
1758.
1772.
13.28 1773.
1787.
11.24 1788.
1802.
1803.
1817.
1818.
1832.
1833.
1847.
1848.
0.135
1862.
1863.
1877.
1878.

48

1886.

1887.

1888.

1889.

1891.

1892.

1894.

1895.

1896.

1897.

1899.

1900.

1909.

1910.

1911.

1912.

1914.

1915.

1924.

1925.

1926.

1927.

1929.

1930.

1939.

1940.

1941.

1942.

1944.

1945.

1954.

1955.

1956.

1957.

1959.

1960.

1969.

1970.

1971.

1972.

1974.

1975.

1984.

1985.

1986.

1989.

1990.

2004.

2005.

1893.
1901.

1902.

1903.

1904.

1906.
1905.

1916.

1917.

1918.

1919.

1921.

1907.
0.154
1922.

1920.
1931.

1932.

1933.

1934.

1923.
1936.

1937.
1938.

1946.

1947.

1948.

1949.

1951.

1952.

1950.
1961.

1962.

1963.

1964.

1953.
1966.

1967.
1968.

1976.

1977.

1978.

1979.

1981.

1982.

1999.

2000.

2001.

1987.
2832
2002.

2014.

2015.

2016.

2017.

2019.

2020.

2029.

2030.

2031.

2032.

2034.

2035.

2044.

2045.

2046.

2047.

2049.

2050.

2059.

2060.

2061.

2062.

2064.

2065.

2074.

2075.

2076.

2077.

2079.

2080.

2089.

2090.

2091.

2092.

2094.

2095.

2102.
14.22 2103.
2117.
2118.
2132.
2133.
2147.
2148.
2162.
2163.
2177.
14.46 2178.
2192.
2193.
2207.
2208.

2104.

2105.

2106.

2107.

2109.

2119.

2120.

2121.

2124.

2110.
2125.

2134.

2135.

2136.

2139.

2140.

2149.

2150.

2151.

2122.
14 ml
2137.
4 ml
2152.

2154.

2155.

2164.

2165.

2166.

2167.

2169.

2170.

2179.

2180.

2181.

2182.

2184.

2185.

2194.

2195.

2196.

2197.

2199.

2200.

2209.

2210.

2212.

2214.

2215.

2224.

2225.

2226.

2227.

2229.

2230.

2239.

2240.

2241.

2242.

2244.

2245.

2254.

2255.

2256.

2257.

2259.

2260.

2269.

2270.

2271.

2272.

2274.

2275.

2284.

2285.

2286.

2287.

2289.

2290.

2299.

2300.

2301.

2302.

2304.

2305.

2314.

2315.

2316.

2317.

2319.

2320.

2327.
2328.
0.353
2342.
2343.

2329.

2332.

2334.

2335.

2344.

2330.
2331.
0.0114
2345.
2346.

2347.

2349.

2350.

2357.
2358.
11.745
2372.
2373.

2359.

2360.

2361.

2362.

2364.

2365.

2374.

2375.

2376.

2377.

2379.

2380.

2387.

2389.

2390.

2391.

2392.

2394.

2395.

1980.
1991.

1992.

1993.

1994.

1983.
1996.

1997.

1995.
2006.
2021.

2007.
2022.

2008.
2023.

1998.

2009.

2012.

2024.

1988.

2011.
2026.

2013.
2027.

2041.

2042.

2025.
2036.

2037.

2038.

2039.

2043.
2051.

2052.

2053.

2054.

2056.

2057.

2055.
2066.

2067.

2068.

2069.

2058.
2071.

2072.

2070.
2081.

2082.

2083.

2084.

2073.
2086.

2087.

2085.
2096.

2097.

2098.

2099.

2088.
2101.

2100.
2111.
2126.

2127.

2113.
2128.

2114. 2115.
2129.
2130.
2144.
2145.
2159.
2160.
2174.
2175.
2189.
2190.
2204.
2205.

2116.
2131.

2141.

2142.

2143.

2156.

2157.

2158.

2171.

2172.

2173.

2186.

2187.

2188.

2201.

2202.

2203.

2216.

2217.

2218.

2219.

2221.

2222.

2231.

2232.

2233.

2234.

2236.

2237.
18.85
2252.

2220.

2146.
2161.
2176.
2191.
2206.

2235.
2246.

2247.

2248.

2249.

2251.
2250.

2261.

2262.

2263.

2264.

2276.

2277.

2278.

2279.

2291.

2292.

2293.

2294.

2306.

2307.

2308.

2309.

2321.

2322.

2323.

2324.

2336.

2337.

2338.

2339.

2351.

2352.

2353.

2354.

2366.

2367.

2368.

2369.

2381.

2382.

2383.

2384.

2280.
2295.
2310.
2325.
2340.
2355.
2370.
2385.

2223.

2253.
2266.

2267.

2281.

2282.

2296.

2297.

2311.
2326.
2341.
2356.
2371.
2386.

2312.

2268.
2283.
2298.
2313.

2388.

49

2396.

2397.

2398.

2399.

2401.

2402.

2400.
2411.

2412.

2413.

2414.

2426.

2427.

2428.

2429.

2441.

2442.

2443.

2444.

2456.

2457.

2458.

2459.

2471.

2472.

2473.

2474.

2486.

2487.

2488.

2489.

2501.

2502.

2503.

2504.

2415.
2430.
2445.
2460.
2475.
2490.
2505.

2404.

2405.

2406.

2407.

2409.

2410.

2419.

2420.

2421.

2422.

2424.

2425.

2434.

2435.

2436.

2437.

2439.

2440.

2449.

2450.

2451.

2452.

2454.

2455.

2464.

2465.

2466.

2467.

2469.

2470.

2403.
2416.

2417.

2431.

2432.

2446.

2447.

2461.

2462.

2476.

2477.
2478.
15.92
2492.
2493.

2479.

2480.

2481.

2482.

2484.

2485.

2494.

2495.

2496.

2497.

2499.

2500.

2507.

2509.

2510.

2512.

2514.

2515.

2491.
2506.

2418.
2433.
2448.
2463.

2508.

2516.
2517.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Keterangan:

Dara
Dara Berkembang
Perkembangan I
Perkembangan II
Bunting
Mijah
Mijah Salin
Salin
Pulih Salin
2518.

Tabel 7. Perbandingan jumlah jantan dan betina pada


fase TKG
2519.
2520.
P
2521.
2522.
NO
ERKE
J
B
MBAN
GAN
2523.
2524.
D
2525.
2526.
ara
3
4
( TKG
I)
2527.
2528.
D
2530.
2531.
ara
8
1
Berke
mbang
2529.
(
TKG
II)
2532.
2533.
P
2534.
2535.
erkemb
3
3
angan

50

2536.

2540.

II
2537.
B
unting

2538.
2

2539.
3

2541.
ijah

2542.
2

2543.
1

2544.

2545.

Grafik 3. Perbandingan Gonad Jantan dan Betina pada


TKG
2546.
20
15
10
5

JANTAN

BETINA

2547.
2548.

Tabel 8. Perbadingan Jantan dan Betina pada TKG (%)


2549.
NO

2553.

2557.

2550.
PERKE
MBA
NGA
N
2554.
Dara
( TK
GI)
2558.
Dara
Berk
emba
ng

2551.
J

2552.
B

2555.
4

2556.
6

2560.
1

2561.
1

51

2559.
(TKG II)
2562.

2566.
2570.

2563.
Perkemb
anga
n II
2567.
Bunting

2564.
4

2565.
4

2568.
3

2569.
4

2571.
Mijah

2572.
3

2573.
1

2574.
2575.

Grafik 4. Perbandingan TKG pada ikan mas jantan(%)


2576.

JANTAN
4.55 12.12
30.3
4.55

Dara ( TKG I )

Dara
Berkembang

Perkembangan II

Bunting

Mijah

30.3

2577.

Grafik 5. Perbandingan TKG Pada Ikan Mas Betina

52

2578.

BETINA
Dara ( TKG I )
1.52
4.55
4.55

Dara Berkembang
6.06

Perkembangan II
Bunting

1.52

Mijah

2579.
2580.
4.1.7
angkatan
2581.

Hasil Pengamatan Food and Feeding Habbits


Tabel 9. Food and Feeding Habbits angkatan
2584.
k
2583.

2585.
p

Jenis Pakan

2582.
K

2586.
2588. 2590.
fito
zoo
2589. 2591.

2592.
be
2593.

2594.
b

2596.
b

2595.
h

2597.
t

2601.
2599.

2598.
2600.
d

2603.
1

2604. 2605.

2606.

2607.
-

2608.
-

2609.2610.
-

2612.
2

2613. 2614.

2615.

2616.
-

2617.
-

2618.2619.
-

2621.
3

2622. 2623.

2624.

2625.
-

2626.
-

2627.2628.
-

2630.
4

2631. 2632.

2633.

2634.
-

2635.
-

2636.2637.
-

2602.

2611.
O
2620.
O
2629.
O
2638.
O

53

2639.
5
2648.
6

2640. 2641.

2642.

2643.
2652.
-

2644.
2653.
-

2645.2646.
2654.2655.
-

2649. 2650.

2651.

2657.
7

2658. 2659.

2666.
8
2675.
9
2684.
1

2647.
2656.
2665.
K

2660.

2661.
-

2662.
-

2663.2664.
-

2667. 2668.

2669.

2676. 2677.

2678.

2670.
2679.
-

2671.
2680.
-

2672.2673.
2681.2682.
-

2674.
2683.
-

2685. 2686.

2687.

2688.
-

2689.
-

2690.2691.
-

2692.
-

2693.
1

2694. 2695.

2696.

2697.
-

2698.
-

2699.2700.
-

2701.
-

2702.
1

2703. 2704.

2705.

2706.
-

2707.
-

2708.2709.
-

2711.
1

2712. 2713.

2714.

2715.
-

2716.
-

2717.2718.
-

2720.
1

2721. 2722.

2723.

2724.
-

2725.
-

2726.2727.
-

2728.
-

2729.
1

2730. 2731.

2732.

2733.
-

2734.
-

2735.2736.
-

2737.
-

2738.
1

2739. 2740.

2741.

2742.
-

2743.
-

2744.2745.
-

2746.
-

2747.
1

2748. 2749.

2750.

2751.
-

2752.
-

2753.2754.
-

2756.
1

2757. 2758.

2759.

2760.
-

2761.
-

2762.2763.
-

2764.
-

2765.
1

2766. 2767.

2768.

2769.
-

2770.
-

2771.2772.
-

2773.
-

2774.
2

2775. 2776.

2777.

2778.
-

2779.
-

2780.2781.
-

2782.
-

2783.
2

2784. 2785.

2786.

2787.
-

2788.
-

2789.2790.
-

2792.

2793. 2794.

2795.

2796.

2797.

2798.2799.

2710.
O
2719.
O

2755.
O

2791.
K
2800.

54

2801.
2

2802. 2803.

2804.

2805.
-

2806.
-

2807.2808.
-

2810.
2

2811. 2812.

2813.

2814.
-

2815.
-

2816.2817.
-

2819.
2

2820. 2821.

2822.

2823.
-

2824.
-

2825.2826.
-

2828.
2

2829. 2830.

2831.

2832.
-

2833.
-

2834.2835.
-

2837.
2

2838. 2839.

2840.

2841.
-

2842.
-

2843.2844.
-

2846.
2

2847. 2848.

2849.

2850.
-

2851.
-

2852.2853.
-

2855.
2

2856. 2857.

2858.

2859.
-

2860.
-

2861.2862.
-

2864.
3

2865. 2866.

2867.

2868.
-

2869.
-

2870.2871.
-

2873.
3

2874. 2875.

2876.

2877.
-

2878.
-

2879.2880.
-

2882.
3

2883. 2884.

2885.

2886.
-

2887.
-

2888.2889.
-

2891.
3

2892. 2893.

2894.

2895.
-

2896.
-

2897.2898.
-

2900.
3

2901. 2902.

2903.

2904.
-

2905.
-

2906.2907.
-

2909.
3

2910. 2911.

2912.

2913.
-

2914.
-

2915.2916.
-

2918.
3

2919. 2920.

2921.

2922.
-

2923.
-

2924.2925.
-

2927.
3

2928. 2929.

2930.

2931.
-

2932.
-

2933.2934.
-

2937. 2938.

2939.

2940.
-

2941.
-

2942.2943.
-

2936.
3

h
2809.
h
2818.
h
2827.
h
2836.
o
2845.
o
2854.
o
2863.
o
2872.
h
2881.
h
2890.
h
2899.
o
2908.
o
2917.
h
2926.
h
2935.
h
2944.
ti

55

2945.
3

2946. 2947.

2948.

2949.
v

2950.
-

2951.2952.
-

2954.
4

2955. 2956.

2957.

2958.
v

2959.
-

2960.2961.
-

2963.
4

2964. 2965.

2966.

2967.
-

2968.
-

2969.2970.
-

2972.
4

2973. 2974.

2975.

2976.
-

2977.
-

2978.2979.
-

2981.
4

2982. 2983.

2984.

2985.
-

2986.
-

2987.2988.
-

2990.
4

2991. 2992.

2993.

2994.
-

2995.
-

2996.2997.
-

2999.
4

3000. 3001.

3002.

3003.
-

3004.
-

3005.3006.
-

3008.
4

3009. 3010.

3011.

3012.
-

3013.
-

3014.3015.
-

3017.
4

3018. 3019.

3020.

3021.
-

3022.
-

3023.3024.
-

3026.
4

3027. 3028.

3029.

3030.
-

3031.
-

3032.3033.
-

3035.
4

3036. 3037.

3038.

3039.
-

3040.
-

3041.3042.
-

3044.
5

3045. 3046.

3047.

3048.
-

3049.
-

3050.3051.
-

3053.
5

3054. 3055.

3056.

3057.
-

3058.
-

3059.3060.
-

3062.
5

3063. 3064.

3065.

3066.
-

3067.
-

3068.3069.
-

3071.
5

3072. 3073.

3074.

3075.
-

3076.
-

3077.3078.
-

3080.
5

3081. 3082.

3083.

3084.
-

3085.
-

3086.3087.
-

2953.
o
2962.
k
2971.
ti
2980.
ti
2989.
ti
2998.
ti
3007.
ti
3016.
H
3025.
H
3034.
O
3043.
H
3052.
H
3061.
O
3070.
O
3079.
H
3088.
H

56

3089.
5

3090. 3091.

3092.

3093.
-

3094.
-

3095.3096.
-

3098.
5

3099. 3100.

3101.

3102.
-

3103.
-

3104.3105.
-

3107.
5

3108. 3109.

3110.

3111.
-

3112.
-

3113.3114.
-

3116.
5

3117. 3118.

3119.

3120.
-

3121.
-

3122.3123.
-

3125.
5

3126. 3127.

3128.

3129.
-

3130.
-

3131.3132.
-

3134.
6

3135. 3136.

3137.

3138.
-

3139.
-

3140.3141.
-

3143.
6

3144. 3145.

3146.

3147.
-

3148.
-

3149.3150.
-

3152.
6

3153. 3154.

3155.

3156.
-

3157.
-

3158.3159.
-

3161.
6

3162. 3163.

3164.

3165.
-

3166.
-

3167.3168.
-

3170.
6

3171. 3172.

3173.

3174.
-

3175.
-

3176.3177.
-

3179.
6

3180. 3181.

3182.

3183.
-

3184.
-

3185.3186.
-

3188.
6

3189. 3190.

3191.

3192.
-

3193.
-

3194.3195.
-

3197.

3198.
3199.
k

3204.
J

Tabel 10. Perbandingan jumlah ikan Herbivor,


Omnivor dan Karnivor
3200.
HERBI
VO
R
3205.
26

3201.
K

3202.
O

3203.
Ti

3206.
3

3207.
19

3208.
18

3097.
H
3106.
H
3115.
O
3124.
H
3133.
H
3142.
H
3151.
H
3160.
H
3169.
O
3178.
H
3187.
H
3196.
H

57

3209.
P

3210.
39,39%

3211.
4,5

3212.
28

3213.
27

3214.
3215.

Grafik 6. Ratio Kebiasaan Makan Ikan Mas

Jumlah
30
20
10
0

Jumlah

3216.
3217.

Grafik 7. Ratio Kebiasaan Makan ikan Mas

27%
29%

HERBIVOR
39%
5%

KARNIVOR
OMNIVOR
Tidak
teridentifikasi

3218.
3219.

4.2

Pembahasan (Pembahasan Kelompom dan

Angkatan)
3220.

4.2.1

3221.

Pembahasan Pertumbuhan dan Ratio Kelamin


Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran, baik

panjang maupun berat. Pertumbuhan dipengaruhi faktor genetic,


hormon

dan

lingkungan.

Meskipun

secara

umum,

faktor

lingkungan yang memegang peranan sangat penting adalah zat hara


dan suhu lingkungan. Akan tetapi, di daerah tropis zat hara lebih
penting dibandingkan lingkungan. Tidak semua makanan yang

58

dimakan oleh ikan digunakan untuk pertumbuhan. Sebagian besar


energi dari makanan digunakan untuk aktivitas, pertumbuhan dan
reproduksi (Fujaya, 2004). Dari hasil pengamatan pertumbuhan,
didapatkan hasil ikan dengan bobot 128 gram memiliki panjang
total (TL) 210mm dan panjang standar (SL) 210mm. Dari ke 66
ekor ikan mas yang digunakan didapatkan perbandingan kelamin
antara ikan mas jantan dan ikan mas betina dngan komposisi
81,82% ikan jantan atau sebanyak 54 ekor ikan dan ikan mas
betina sebesar 18,18% atau sebanyak 12 ekor ikan mas.
3222. Selain itu didaptakan pula tipe pertumbuhan pada ikan mas yaitu
pertumbuhan tipe alometrik negative (b<3) yaitu sebesar b=0,7 (rata rata dari
ketiga kelas) dan dapat dikatakan bahwa pertambahan berat ikan lebih kecil
dibandingkan pertambahan panjang ikan itu. Terdapat beberapa faktor yang dapat
menyebabkan

hal ini, seperti yang telah dipaparkan diatas, beberapa factor

diantaranya adalah ketersediaan nutrient di habitat ikan itu juga ruang lingkup
habitat itu. Dimana menurut Hayatinnufus (2001) menyatakan bahwa semakin
banyak organism yang hidup dalam suatu ekosistem, dan ruang lingkup yang
sempit maka akan terjadi persaingan atau kompetisi makanan dan juga
menyebabkan ruang gerak mereka menjadi terhalang. Sehingga factor inilah yang
menyebabkan pertumbuhan suatu organism menjadi terhambat.
3223. Selain itu pertambahan bobot ikan tersebut sangat dipengaruhi juga
oleh kematangan gonad. Semakin masak gonad ikan maka semakin bertambah
pula bobot atau berat ikan.hal ini disebabkan semakin masaknya gonad, maka
gonad itu akan semakin berkembang dan membuat berat ikan menjadi bertambah.
3224.
3225.

4.2.2

Pembahasan

Reproduksi

Kelompok

dan

Angkatan
3226.

Untuk mengetahui system reproduksi ikan, maka

dibutuhkan pengetahuan mengenai sitem seksualitas ikan, dimana


kita bisa mengetahui apakah ikan itu betina atau jantan.
Berdasarkan cirri cirri seksualitas sekunder kita dapat mengetahui

59

apakah ikan tersebut jantan atau betina, misalnya dari segi warna,
ukuran tubuh dan ketika perut bagian bawah diurut mengeluarkan
cairan putih atau kuning maka kita dapat mengetahui ikan tersebut
jantan atau betina. Dari segi cirri-ciri seksualitas primer kita harus
melakukan pembedahan untuk mengetahui apakah ikan tersebut
jantan atau betina, dan dapat dilihat dari bentuk dan cirri cirri
gonadnya.
3227.

Setelah dilakukannya pengamatan pada ikan mas,

didapatkan bahwa ikan mas kelompok kami berjenis kelamin


betina dengan tingkat kematangan gonad yaitu dara berkembang.
Hal ini dibuktikan dengan cirri-ciri yang dimiliki pada organ
tersebut yaitu ovarium jernih, berwarna abu-abu kemerahan dan
terdapatnya telur. Dari 66 ekor ikan yang diteliti dan dari hasil
pegamatan yang kami peroleh didapatkan hasil 12 ikan mas betina
dengan tingkat kematangan gonad yang berbeda-beda diantaranya
yaitu, 4 ekor ikan mas betina dengan TKG Dara, 1 ekor ikan mas
betina dengan TKG Dara Berkembang, 3 ekor ikan mas betina
dengan TKG Perkembangan II, 3 ekor ikan mas betina dengan
TKG Bunting, dan 1 ekor ikan mas dengan TKG Mijah. Sedangkan
pada ikan mas jantan yaitu sebanyak 54 ekor dengan komposisi 3
ekor ikan mas jantan dengan TKG Dara, 8 ekor ikn mas jantan
dengan TKG Dara Berkembang, 3 ekor ikan mas dengan TKG
Perkembangan II, 20 ekor ikan mas jantan dengan TKG Bunting,
dan 20 ekor ikan mas jantan dengan TKG Mijah. Dan didapatkan
pula indeks kematangan gonad dan juga hepatico somatic indeks
yaitu sebesar 3,225% dan 0,32%. Hal ini menyatakan bahwa ikan
mas tersebut belum siap dipijahkan, atau belum siap untuk
memijah atau bahkan bukan musim ikan ini untuk memijah.
Semakin tinggi indeks kematangan gonad maka semakin siap pula
ikan itu untuk memijah. Namun sebaliknya jika semakin rendah

60

nilai indeks kematangan gonad hal itu menunjukan bahwa ikan


tersebut masih muda dan masih belum siap untuk dipijahkan.
3228.

Diameter tengah telur menentukan tingkat kematangan

gonad pada ikan juga, semakin besar diameter tengah telur menunjukan TKG
yang semakin tinggi. Tingkat kematangan gonad pada ikan dapat juga dianalisis
dengan menggunakan IKG dimana IKG 100% menandakan bahwa ikan pada fase
mijah ataupun siap mijah. Tingkat kematangn gonad jug dapat dilihat dari letak
kuning telur, bila letak kuning telur tersebut menuju kekutub maka ikan tersebut
sedang pada fase bunting, sebaliknya jika kuning telur melebur maka ikan tersebut
memiliki telur yang dorman.
3229.

Fekunditas ikan betina bergantung pula pada tingkat kematangan

gonad, ikan dengan tingkat kematangan gonad pada fase bunting memiliki
fekunditas relatif lebih besar daripada ikan betina dengan tingkat kematangan
gonad pada fase Perkembangan II, hal tersebut terjadi karena semakin matang
gonad maka jumlah telur yang akan dikeluarkan akan semakin banyak sampai
maksimum biasanya ikan tersebut mengeluarkan telur selain itu pegamatan telur
akan semakin mudah jika tingkat kematangan gonad itu sudah mencapai fase
bunting atau mijah karena folikel folikel yang terdapat pada telur ikan sudah
lepas sehingga telur mudah untuk diamati. Jumlah telur yang akan dikeluarkan
pada tiap kali pemijahan bergantung pada spesies ikan itu sendiri. Namun, pada
pengamatan terhadap fekunditas mungkin banyak sekali terjadi human
errorseperti salah perhitungan mengingat ukuran dari telur ikan itu sendiri yang
sangat kecil.
3230. Perhitungan HSI dilakukan berhubungan dengan fungsi hati dalam
proses vitelogenesis dimana ketika proses vitelogenesis terjadi maka HSI akan
semakin meningkat. Peningkatan tesebut terjadi karena proses vitelogenesis ini
terjadi di hati. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat kematangan gonadnya maka
vittelogenesisnya akan semakin sempurna, hal ini berarti juga bahwa nilai HSInya
akan semakin besar.
3231.
3232.

4.2.3

Food and Feeding Habbits

61

3233.

Selain melakukan pengamatan mengenai pertumbuhan dan

juga reproduksi pada ikan mas, dilakukan juga pengamatan mengenai food and
feeding habbits pada ikan mas. Food dan feeding habbit atau makanan dan
kebiasaan makan ikan, pada praktikum kali ini kita bisa mendapatkan kebiasaan
makan dan makanan yang biasa ikan mas makan dengan beberapa cara. Pertama
kita bisa mengetahui ikan apakah mas ini adalah omnivor atau herbivor dengan
cara melakukan pembedahan dan melihat bentuk dari usus ikan tersebut. Pada
percobaan yang dilakukan oleh kelompok kami, ikan mas yang kami bedah
merupakan herbivor berdasarkan sisa pencernaan yang kami ambil pada bagian
anterior usus ikan mas tersebut. Kemudian untuk lebih meyakinkan maka dapat
dilakukan pengamatan isi saluran pencernaan ikan tersebut dengan mikroskop.
Usus ikan dikeluarkan isinya kemudian diambil sedikit sampelnya dan diamati
dibawah mikroskop. Pada pengamatan dibawah mikroskop jika terdapat bagian
tumbuhan dan fitoplankton maka mungkin ikan tersebut merupakan herbivora
ataupun omnivora yang cenderung herbivora, jika dalam ikan terdapat bagian
tubuh hewan, zooplankton atau detritus maka bisa disimpulkan bahwa ikan mas
tersebut merupakan karnivora atau ikan tersebut omnivora yang cenderung
karnivora. Namun pada saat di lakukannya pengamatan terdapat fitoplankton dari
jenis spirulina dan eudorina. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ikan tersebut
adalah ikan herbivore.
3234. Ikan dapat dikatan herbivor atau omnivor atau karnivor maka dapat
dilihat dari bentuk dan panjang ususnya. Jika ususnya memiliki kaeka dan
ususnya panjang maka ikan ini bersifat herbivor karena fungsi dari kaeka itu
sendiri untuk menampug makanan sementara dan disesuaikan dengan serat yang
harus dicerna oleh ikan lebih lama. Sedangkan jika ikan memiliki usus pendek
dan berkaeka maka ikan tersebut dapat dikategorikan sebagai omnivor yang
cenderung ke herbivor. Namun jika ikan tersebut tidak memiliki kaeka dan
ususnya relatif pendek maka ikan tersebut biasanya karnivor. Jika ikan tersebut
tidak memiliki kaeka namun ususnya relatif panjang maka dapat disimpulkan ikan
ini bersifat omnivora cenderung herbivora. Pada tabel hasil pengamatan dapat
dilihat bahwa tidak ada ikan yang dalam usunya terdapat bagian tubuh hewan,atau

62

detritus karena sesuai dengan literatur bahwa ikan mas adalah plankton feeder
dimana ikan ini hidup diperairan tawar dan memakan plankton yang ada
diperairan tersebut.
3235.
3236.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

3236.1 Kesimpulan
3237. Ikan mas merupakan ikan yang hidup diperairan tawar dengan
morfologi jantan dan betina yang dapat dibedakan berdasarkan sifat priimer dan
sekunder dari seksualitasnya. Perbedaan yang mendasar antara ikan mas betina
dan jantan ialah tubuh betina cenderung lebih besar dan membulat pada bagian
bawah (ventral), dan lebih pasif gerakannya. Sedangkan tubuh jantan lebih
ramping dan pergerakannya aktif. Pada pertumbuhan ikan mas didapatkan hasil
alimetrik negative dimana nilai b yang didapatkan yaitu b<3, yang artinya
pertambahan berat ikan lebih kecil bila dibandingkan dengan pertambahan
panjang. Dari 66 ekor ikan yang telah diidentifikasi didapatkan hasil dengan
komposisi bahwa 81,82% adalah ikan mas jantan atau sebanyak 54 ekor dan
18,18% adalah ikan mas betina dengan jumlah 12 ekor.
3238. Reproduksi ikan mas dapat kita ketahui dengan cara melihat sifat
seksualitas primer dan sekunder, namun untuk memastikannya adalah dengan cara
melakukan pembedahan pada ikan dan mengamati struktur gonad pada ikan
tersebut. Setelah dilakukan pengamatan didapatkan hasil sebanyak 54 ekor ikan
mas jantang dengan TKG yang berbeda beda diantaranya yaitu, 3 ekor ikan mas
jantan dengan TKG Dara, 8 ekor ikn mas jantan dengan TKG Dara Berkembang,
3 ekor ikan mas dengan TKG Perkembangan II, 20 ekor ikan mas jantan dengan
TKG Bunting, dan 20 ekor ikan mas jantan dengan TKG Mijah. Sedangkan 12
ekor ikan mas lainnya adalah betina dengan komposisi yaitu, 4 ekor ikan mas
betina dengan TKG Dara, 1 ekor ikan mas betina dengan TKG Dara Berkembang,
3 ekor ikan mas betina dengan TKG Perkembangan II, 3 ekor ikan mas betina
dengan TKG Bunting, dan 1 ekor ikan mas dengan TKG Mijah. Dari hasil
pengamatan gonad didapatkan nilai IKG dan HIS yang sangat rendah yaitu
3,225% dan 0,32% hal ini menunjukan bahwa ikan belum siap untuk dipijahkan,

63

semakin mendekati nilai 100% nilai IKG tersebut maka ikan sudah siap untuk
dipijahkan.
3239. Selain pengamatan pertumbuhan dan reproduksi dilakukan pula
pengamatan food and feeding habbits, dimana ikan mas merupakan ikan herbivore
atau ikan omnivore cenderung herbivore karena settelah diamati didapatkan
bahwa terdapat fitoplankton dan zooplankton yang terdapat pada sisa
pencernaannya. Hal ini dikarenakan sifat ikan mas yang plankton feeder artinya
dapat memakan plankton yang ada dan sudah tersedia alami di perairan habitat
ikan mas tersebut.
3239.1 Saran
3240. Sebaiknya pada praktikum selanjutnya fasilitas untuk melakukan
pengamatan analisis aspek biologi ikan lebih ditunjang lagi, agar praktikan dapat
meminimalisir kesalahan yang terjadi dan mendapatkan hasil yang maksimal.
3241.
3242.
3243.
3244.
3245.
3246.
3247.
3248.
3249.
3250.
3251.
3252.

DAFTAR PUSTAKA

3253. Sulistiyarto Bambang . Hubungan Panjang Berat, Faktor Kondisi, dan


Komposisi Makanan Ikan Saluang (Rasbora argyrotaenia Blkr) di Dataran
Banjir
Sungai
Rungan,
Kalimantan
Tengah.
2012.
(http://unkripjournal.com/Edisi1b/sulistiyarto.pdf)
3254.

64

3255. Sulistiono dkk. KEMATANGAN GONAD BEBERAPAJENIS IKAN


BUNTAL (Tetraodon Lunuris, T Fluviatilis, T. Reticularrs) DI PERAIRAN
UJUNG
PANGKAH,
JAWA TIMUR.
2001.(
http://iktiologiindonesia.org/jurnal/1-2/04_0001.pdf )
3256. Fahriny Unus dkk. Analisis Fekunditas Dan Diameter Telur Ikan Malalugis
Biru
3257. (Decapterus Macarellus Cuvier, 1833) Di Perairan Kabupaten
Banggai
Kepulauan,
Propinsi
Sulawesi
Tengah.
2010.
(http://journal.unhas.ac.id/index.php/torani/article/download/288/262)
3258.
3259. Dipt.
KKP.
Modul
Penyuluhan
Perikanan.
2011
http://www.djpt.kkp.go.id/index.php/arsip/file/72/ikan-kembung.pdf/.
3260.
3261.

Burhanuddin, 1994. Sumber Daya Ikan Kembung.

Kanisius. Jakarta
3262. Jenie, Nuratifa, 2001. Peningkatan Keamanan dan Mutu Simpan Pindang
Ikan Kembung Dengan Aplikasi Kombinasi Natrium Asetat, Bakteri Asam
Laktat dan Pengemasan Vakum. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan.
No.1. Vol XII. 2001.
3263. Djuhanda, T. 1981. Dunia Ikan. Armico, Bandung.
3264.

Effendi, I. M. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara.


Bogor.

3265. Ernawati, Y. 1999. Efisiensi Implantasi Analog LH-RH dan 17Metiltestosteronserta Pembekuan Semen dalam Upaya Peningkatan
Produksi Benih IkanJambal Siam (Pangasius hypophthalmus). Disertasi
Program PascaSarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor
3266.
3267.