Anda di halaman 1dari 5

MODUL 2 RANGKAIAN PENGUAT OPERASIONAL

Galih Fajar Ramadhan (18315002)


Asisten: Tommy Wijaya
Tanggal Percobaan: 23/09/2016
EL2101-Praktikum Rangkaian Elektrik

Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB
Abstrak
Praktkum Modul ini mngenai penyusunan berbagai jenis
rangkaian penguat operasional, memahami penggunaan
penguat operasional, serta penggunaan rangkaian-rangkaian
standar penguat operasional pada komputasi analog sederhana.

2.3

Arus listrik atau dalam versi bahasa


inggris sering disebut "electric current" dapat
didefinisikan sebagai jumlah muatan listrik
yang mengalir tiap satuan waktu. Biasanya
arus memiliki satuan A (Ampere) atau dalam
rumus terkadang ditulis I. Arus listrik
merupakan gerakan kelompok partikel
bermuatan listrik dalam arah tertentu.

Kata kunci: Instrumen, tegangan, arus, multimeter.


1.

PENDAHULUAN

Praktikum modul ini secara garis besar akan


menyususn berbagai jenis rangkaian penguat
operasional (Op-Amp). Selain disusun, akan
diukur pula hubungan antara tegangan masuk dan
tegangan keluar dari rangkaian. Dan yang terakhir,
akan dibuat contoh penyusunan rangkaianrangkaian
standar
Op-Amp
untuk
mengaplikasikan fungsi tertentu.

2.
2.1

2.2

Arah arus listrik yang mengalir dalam


suatu konduktor adalah dari potensial tinggi
ke potensial rendah (berlawanan arah dengan
gerak elektron). Satu ampere sama dengan 1
couloumb dari elektron melewati satu titik
pada satu detik. Pada kasus ini, besarnya
energi listrik yang bergerak melewati
konduktor (penghantar).

STUDI PUSTAKA

Muatan listrik bisa mengalir melalui


kabel atau penghantar listrik lainnya. Pada
zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan
sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita
sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan
dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke
arah yang sebaliknya.

MULTIMETER
Multimeter adalah alat ukur yang dipakai
untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik,
dan tahanan (resistansi). Itu adalah pengertian
multimeter secara umum, sedangkan pada
perkembangannya multimeter masih bisa
digunakan untuk beberapa fungsi seperti
mengukur temperatur, induktansi, frekuensi,
dan sebagainya.
OSILOSKOP

Osiloskop adalah alat ukur Elektronik


yang dapat memetakan atau memproyeksikan
sinyal listrik dan frekuensi menjadi gambar
grafik agar dapat dibaca dan mudah dipelajari.
Dengan menggunakan Osiloskop, kita dapat
mengamati
dan
menganalisa
bentuk
gelombang dari sinyal listrik atau frekuensi
dalam suatu rangkaian Elektronika. Pada
umumnya osiloskop dapat menampilkan
grafik Dua Dimensi (2D) dengan waktu pada
sumbu X dan tegangan pada sumbu Y.

ARUS

2.4

TEGANGAN
Tegangan listrik (Voltage) adalah
perbedaan potensi listrik antara dua titik
dalam rangkaian listrik. Tegangan dinyatakan
dalam satuan V (Volt). Besaran ini mengukur
energi potensial sebuah medan listrik untuk
menyebabkan aliran listrik dalam sebuah
konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan
potensi listrik satu tegangan listrik dapat
dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah,
tinggi atau ekstra tinggi.
Tenaga (the force) yang mendorong
elektron agar bisa mengalir dalam sebuah
rangkaian dinamakan tegangan. Tegangan
adalah nilai dari beda potensial energi antara
dua titik. Pada sebuah rangkaian, besar energi
potensial yang ada untuk menggerakkan
elektron pada titik satu dengan titik yang
lainnya merupakan jumlah tegangan.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

2.5

HAMBATAN
Hambatan
listrik
adalah
perbandingan antara tegangan listrik dari
suatu komponen elektronik (misalnya resistor)
dengan arus listrik yang melewatinya.
Hambatan dinyatakan dalam satuan ohm.
Elektron bebas cenderung bergerak melewati
konduktor
dengan
beberapa
derajat
pergesekan, atau bergerak berlawanan.

operasional amplifier (Op-Amp). Pada


dasarnya operasional amplifier (Op-Amp)
merupakan suatu penguat diferensial yang
memiliki 2 input dan 1 output.

2.9

IC
LM741
merupakan
operasional
amplifier yang dikemas dalam bentuk dual inline package (DIP). Kemasan IC jenis DIP
memiliki tanda bulatan atau strip pada salah
satu sudutnya untuk menandai arah pin atau
kaki nomor 1 dari IC tersebut. Penomoran IC
dalam kemasan DIP adalah berlawanan arah
jarum jam dimulai dari pin yang terletak
paling dekat dengan tanda bulat atau strip
pada kemasan DIP tersebut.

Gerak berlawanan ini yang biasanya


disebut dengan hambatan. Besarnya arus
didalam rangkaian adalah jumlah dari energi
yang ada untuk mendorong elektron, dan juga
jumlah dari hambatan dalam sebuah
rangkaian untuk menghambat lajunya arus.

2.6

HUKUM OHM

3.

Hukum Ohm adalah suatu pernyataan


bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui
sebuah penghantar selalu berbanding lurus
dengan beda potensial yang diterapkan
kepadanya.

2.7

Hukum Kirchhoff 1 merupakan Hukum


Kirchhoff yang berkaitan dengan dengan arah
arus dalam menghadapi titik percabangan.
Hukum Kirchhoff 1 ini sering disebut juga
dengan Hukum Arus Kirchhoff atau
Kirchhoffs Current Law (KCL).

2.8

PENGUAT OPERASIONAL
Operasional amplifier (Op-Amp) adalah
suatu penguat berpenguatan tinggi yang
terintegrasi dalam sebuah chip IC yang
memiliki dua input inverting dan noninverting dengan sebuah terminal output,
dimana rangkaian umpan balik dapat
ditambahkan
untuk
mengendalikan
karakteristik tanggapan keseluruhan pada

1.

Power Supply DC (2)

2.

Multimeter (2)

3.

Osiloskop (1)

4.

Generator sinyal (1)

5.

Kit Breadboard (1)

6.

IC LM741 (7)

7.

Kapasitor 1 nF (1)

8.

Resistor 1 k (6)

9.

Resistor 1,1 k (2)

10. Resistor 2,2 k (7)

Bunyi Hukum Kirchhoff: Arus Total yang


masuk melalui suatu titik percabangan dalam
suatu rangkaian listrik sama dengan arus total
yang keluar dari titik percabangan tersebut.

Bunyi Hukum Kirchhoff 2: Total beda


potensial pada suatu rangkaian tertutup
adalah nol

METODOLOGI

ALAT DAN BAHAN :

HUKUM KIRCHOFF

Hukum Kirchhoff 2 merupakan Hukum


Kirchhoff yang digunakan untuk menganalisis
tegangan
(beda
potensial)
komponenkomponen elektronika pada suatu rangkaian
tertutup. Hukum Kirchhoff 2 ini juga dikenal
dengan sebutan Hukum Tegangan Kirchhoff
atau Kirchhoffs Voltage Law (KVL).

IC LM741

11. Resistor 3,3 k (4)


12. Kabel

3.1

RANGKAIAN PENGUAT NONINVERTING


1.

Susun rangkaian penguat non-inverting


seperti pada modul di breadboard.

2.

Ukur dan catat nilai aktual resistor 1 k.

3.

Catat nilai Vin dan Vout untuk node A-D.

3.2

RANGKAIAN PENGUAT INVERTING


1.

Susun rangkaian penguat inverting seperti


pada modul di breadboard.

2.

Ukur dan catat nilai aktual resistor yang


digunakan..

3.

Catat nilai Vin dan Vout untuk node A dan


node B.

4.

Selanjutnya, pasang generator sinyal


sebagai Vin dengan frekuensi 500Hz. Atur

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

keluaran generator sinyal hingga Vout = 4


Vpp.

3.3

RANGKAIAN PENGUAT PENJUMLAH


1.

Susun rangkaian penguat penjumlah


seperti pada modul di breadboard, yang
merupakan modifikasi dari rangkaian
penguat
non-inverting
dengan
menambahkan input generator sinyal Vin2

2.

Ukur dan catat nilai aktual resistor yang


digunakan.

3.

Buka sambungan dari titik ke rangkaian.


Pasang generator sinyal sebagai Vin
dengan frekuensi 500Hz. Atur keluaran
generator sinyal hingga Vout = 4 Vpp.

4.

Sambungkan Vp ke node A, kemudian


amati dengan siloskop dan catat nilai Vin
dan Vout

5.

Lakukan langkah 4 untuk node B.

3.4

4.

HASIL DAN ANALISIS

Percobaan dilakukan dengan circuit simulator

1. Rangkaian Penguat Non-Inverting

RANGKAIAN INTEGRATOR
1.

Susun rangkaian seperti pada modul di


breadboard,

2.

Rangkai Vs dengan sinyal kotak


menggunakan generator sinyal pada
frekuensi 1kHz 0,5Vpp.

3.

Amati gelombang input dan output


dengan osiloskop.

4.

Lankukan langkah 1-3 untuk generator


sinyal 0,1 Vpp

3.5

RANGKAIAN OP-AMP UNTUK


OSCILLATOR
1.

Susun rangkaian seperti pada modul di


breadboard.

2.

Catat frekuensi yang dihasilkan di node C.

3.

Lakukan kembali langkah 1-2 untuk nilainilai komponen sesuai tabel berikut:

No.

R1 dan
(k)

1.

R2

C1 (pF)

R4 (k)

6,8

1000

3,9

2.

12

470

3,9

3.

12

1000

12

12

1000

3,9

Gambar 4.1 Rangkaian penguat inverting


Vp dihubungkan ke titik

Vin (V)

Vout (V)

A
6
11.7
B
2
4
C
-2
-4
D
-5.99
-11.8
Tabel 4.1 Pengukuran tegangan DC rangkaian
penguat non-inverting
Analisis
Hubungan Vout dan Vin adalah Vout =
2.2Vin. Hasil sama dengan hitungan.
2. Rangkaian Penguat Inverting

Gambar 4.2 Rangkaian penguat non-inverting


Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Vp
dihubungkan
Vin (V)
Vout (V)
ke titik
A
-1.62
3.57
-6
B
-390x10
-1.189 x10-6
Tabel 4.2 Pengukuran tegangan DC rangkaian
penguat inverting

Analisis
Hubungan Vout dan Vin adalah Vout =
2.2(Vin + Vin2). Hasil sama dengan hitungan.
Untuk pengukuran DC di titik B tidak akurat,
dikarenakan Vin terlalu kecil, sehingga
tegangan di pin 2 tidak dapat diabaikan .

4. Rangkaian Integrator

Vp
dihubungkan
Vin (V)
Vout (V)
ke titik
A
0.909
4
B
-390 m
-1.189 m
Tabel 4.3 Pengukuran tegangan AC rangkaian
penguat inverting
Analisis
Hubungan Vout dan Vin adalah Vout = 2.2Vin. Hasil sama dengan hitungan. Untuk
pengukuran DC di titik B tidak akurat,
dikarenakan Vin terlalu kecil, sehingga
tegangan di pin 2 tidak dapat diabaikan.

Gambar 4.4 Rangkaian penguat integrator

3. Rangkaian Penguat Penjumlah

Gambar 4.5 Grafik plot gelombang input dan


output dengan circuit simulator
5. Rangkaian Op-Amp untuk Oscillator

Gambar 4.3 Rangkaian penguat penjumlah


Vp
Vin2
Vout
dihubungkan Vin (V)
(Vpp)
(Vpp)
ke titik
1.818
A
-1.62
3.57
1.818
B
-390 m
-1.189 m
Tabel 4.4 Pengukuran tegangan AC rangkaian
penguat penjumlah

Gambar 4.4 Rangkaian oscillator


No.

R1 dan
R2 (k)

C1
(pF)

R4
(k)

1.

6,8

1000

3,9

2.

12

470

3,9

Frekuensi
(Hz)

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

3.

12

1000

12

12

1000

3,9

Tabel 4.4 Pengukuran frekuensi rangkaian


oscillator
5.

KESIMPULAN

Kesimpulan merupakan uraian singkat berupa


rangkaian berikut: percobaan apa yang dilakukan,
data hasil percobaan dan analisisnya.
Daftar Pustaka dituliskan mengikuti aturan [3]
untuk rujukan berupa textbook dan gunakan aturan
[4] untuk rujukan berupa web site.
Satu hal terakhir yang juga penting diperhatikan
yaitu format laporan praktikum harus sesuai
dengan template yang digunakan pada panduan
penulisan laporan ini. Template laporan ini dapat
di-download di http://labdasar.ee.itb.ac.id.

DAFTAR PUSTAKA
[1]

https://arsvida.wordpress.com/2009/02/25/
listrik-arus-tegangan-hambatan-daya/,
12
September 2016, 22:42

[2]

https://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Ohm,
14 September 2016, 9.13

[3]

http://teknikelektronika.com/pengertianbunyi-hukum-kirchhoff-1-2/, 14 September
2016, 9.13

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB