Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENDIDIKAN KESEHATAN GOUT (HIPERURISEMIA)

A. IDENTIFIKASI MASALAH
Asam

urat

(hiperurisemia,

adalah

senyawa

hyperuricemia)

atau

turunan

purina.

kekurangan

Kelebihan

(hipourisemia,

hyporuricemia) kadar asam urat dalam plasma darah ini sering menjadi
indikasi adanya penyakit atau gangguan pada tubuh manusia.
Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin
secara berlebihan. Purin diolah tubuh menjadi asam urat, tapi jika kadar
asam urat berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkan sehingga kristal
asam urat menumpuk dipersendian. Akibatnya sendi terasa nyeri,
bengkak dan meradang. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam
setiap bahan makanan yang berasal dari tibuh makhluk hidup. Dengan
kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena
makhluk tersebut

dimakan, maka zat tersebut pindah ketubuh yang

memakannya. Berbagai tumbuhan dan buahan juga terdapat zat purin.


Selain itu purin juga dapat berasal dari perusakan sel-sel tubuh secara
normal ataupun karena adanya penyakit.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ny. R, Ny. R mengeluhkan
persendian kaki dan tangannya sakit, nyeri di pundak dan leher.
Diiketahui juga bahwa Ny. R memiliki penyakit asam urat, dibuktikan
dengan hasil pemeriksaan kadar asam urat saat pengkajian sebesar
10mg/dL. Ny. R mengatakan sudah tau bahwa penyebab nyeri di
persendiannya adalah karena kadar asam urat yang tinggi, namun Ny. R
tetap saja mengkonsumsi makanan yang tinggi purin. Terdapat (masalah
keperawatan yang kita ambil) dalam mencegah masalah gout. Untuk
menindak lanjutinya perlu diberikan solusi, salah satunya berupa
pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan Ny. R pada
masalah gout.

I.

B. TUJUAN
Tujuan Umum

Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan, Ny. R dapat


memahami

tentang

gout,

sehingga

dapat

mengaplikasikan

pencegahan masalah gout atau hiperurisemia.


Tujuan Khusus
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang gout diharapkan

II.

Ny. R dapat :
1. Menjelaskan pengertian gout
2. Menjelaskan tanda dan gejala yang berhubungan dengan gout
3. Menjelaskan penyebab gout
4. Penatalaksanaan diit pada gout
C. SASARAN
Sasaran penyuluhan adalah Ny. R
D. TEMPAT
Penyuluhan dilaksanakan di rumah Ny. R
E. MATERI
1. Definisi gout
2. Penyebab gout
3. Tanda dan gejala gout
4. Penatalaksanaan diit gout
F. MEDIA
Leaflet
G. METODE
Ceramah , Tanya Jawab
H. KEGIATAN
No

1.

Waktu

Kegiatan Penyuluh
1. Memberi
salam

Kegiatan Peserta
dan 1. Menjawab salam

memperkenalkan diri
2. Mendengarkan
2. Menjelaskan tujuan penyuluhan
3. Memberi respon
Pembukaan 3. Menyampaikan kontrak waktu
4. Memperhatikan
5 Menit
4. Memberikan sedikit gambaran
mengenai informasi yang akan
disampaikan pada hari ini

1. Menjelaskan

isi

materi 1. Mendengarkan

penyuluhan

dan

a. Definisi gout

memperhatikan

b. Penyebab gout
c. Tanda gan gejala gout
Inti
10 Menit

2.

d. Penatalaksanaan diit pada


gout
2. Memberi kesempatan pada Ny.
R untuk bertanya jika ada yang
kurang jelas

2. Bertanya jika ada


yang kurang jelas
1. Menjawab

1. Mengevaluasi pengetahuan Ny.


Evaluasi
5 menit

3.

R tentang materi yang

pertanyaan

disampaikan dengan memberi


pertanyaan
1. Menyimpulkan kegiatan

Penutup
5 menit

4.

1. Menjelaskan

bersama

kembali

secara bersama
2. Menjawab salam

2. Memberi salam
I.

materi

EVALUASI
a. Jenis
Tes lisan
b. Instrument
Soal : Terlampir

Lampiran Materi

GOUT (HIPERURISEMIA)
1. Pengertian
Artritis Gout atau apa yang disebut Asam Urat merupakan penyakit
metabolik yang mempunyai sekelompok gangguan atau sindrom klinis
metabolik yang ditandai dengan meningkatnya konsentrasi asam urat
(Hiperurisemia). Masalah akan timbul jika terbentuk kristal-kristal urat
pada sendi- sendi dan jaringan sekitarnya. Dimana kristal tersebut
berbentuk

seperti

jarum

yang

akan

mengakibatkan

reaksi

peradangan, jika berlanjut akan menimbulkan nyeri hebat dan


kerusakan pada sendi dan jaringan lunak.
2. Faktor Resiko/Penyebab
Penyebab utamanya ialah peningkatan kadar asam urat yang
berlebihan serta penurunan ekresi asam urat melalui ginjal karena
suatu proses penyakit lain atau penggunaan obat-obatan tertentu.
Hal yang penting diketahui bahwa asam urat sendiri tidak akan
menimbulkan apa-apa tetapi rasa sakit yang dirasakan terjadi akibat
terbentuknya kristal yang mengendap.
3. Tanda dan gejala
Penyakit ini mempunyai 4 tahap dari perjalanan klinis penyakitnya
yaitu :

Tahap I
Ditandai dengan peningkatan asam urat serum yang tanpa disertai
gejala- gejala kelainan.

Tahap II
Adalah Artritis Gout yang berlanjut menjadi akut. Pada tahap ini terjadi
pembengkakan dan nyeri biasanya pada sendi pergelangan kaki dan
tangan. Selanjutnya diikuti penbentukan tofi (timbunan Natrium - urat).
Biasanya terjadi demam dan leukositosis.

Tahap III
Adalah tahap intertitis. Pada tahap ini tidak terdapat gejala-gejala
klinis yang dapat berlangsung beberapa bulan sampai dengan
beberapa tahun.

Tahap IV
Adalah Gout kronik. Terjadi peradangan kronik akibat kristal- kristal
asam urat. Sehingga mengakibatkan nyeri, sakit, dan kaku juga
pembesaran dan penonjolan sendi yang bengkak. Komplikasi jika

tidak tertangani akan terjadi kerusakan pada ginjal sehingga ekskresi


asam urat akan bertambah buruk.
4. Penatalaksanaan diit
Faktor-

faktor

yang

berperan

atau

mempengaruhi

dalam

perjalanan klinis dari Artritis Gout ini adalah salah satunya diit atau
konsumsi makanan (tinggi purin) yang dapat menyebabkan
peningkatan kadar asam urat.
Tujuan penatalaksanaan diit pada penyakit Artritis Gout :
1. Menurunkan pembentukan asam urat.
2. Menurunkan berat badan dalam batas normal
3. Mencegah kekambuhan kembali
4. Mengendalikan kadar asam urat serum
Syarat-syarat makanan yang bisa dikonsumsi :
1.
2.
3.
4.
5.

Rendah purin
Cukup kalori, protein, vitamin dan mineral
Karbohidrat tinggi untuk memudahkan ekskresi asam urat
Lemak sedang untuk mengurangi pembentukan asam urat
Konsumsi cairan ditingkatkan untuk meningkatkan ekskresi
asam urat

Makanan yang tidak diperbolehkan :


Jeroan (jantung, limpa, otak, hati), ikan sarden, kerang, daging
bebek, angsa, burung atau ayam kalkun dan kaldu daging.
Makanan berikut diperbolehkan tetapi dibatasi konsumsinya
(mengandung purin 50-150 mg/100 gr bahan makanan):
1. Daging ayam, ikan tongkol, tenggiri, bandeng sebanyak 50 gr /
hari
2. Semua macam kacang-kacangan kering 25 gr / hari dan hasil
olahannya seperti tempe, tahu, oncom 50 gr / hari
3. Kacang kapri, kacang buncis, kembang kol, bayam, jamur
maksimum 50 gr / hari
4. Nangka muda, emping, sawi dan kubis
5. Minyak dalam jumlah terbatas

Bahan makanan yang boleh diberikan (mengandung purin 0-15


mg / 100 gr bahan makanan) :
1. Beras, kentang, singkong, roti, mie, bihun, tepung-tepungan
biskuit.
2. Susu skim, telur
3. Semua sayuran kecuali yang dibatasi
4. Semua buah-buahan
5. Teh, kopi, minuman yang mengandung soda
6. Semua macam bumbu
Contoh Menu Sehari

Pagi
-

Nasi

Telur dadar

Cah kangkung

Jam 10.00 : bubur kacang ijo

Siang
-

Nasi

Pepes ikan

Tahu isi kukus

Urapan

Pepaya

Jam 16.00 : selada buah

Malam
-

Nasi

Daging bumbu bali

Tempe bacem

Sayur asem

Pisang

Referensi :
Asfawan. M, Dkk. 1988. Gizi dan Kesehatan Manula (Manusia Lanjut Usia).
Jakarta : PT Mediyatama Sarana Prakarsa

Lueckenofte, 1998. Pedoman Praktis Pengkajian Gerontologi Edisi 2. Jakarta :


EGC
Nugroho, W. 2000. Keperawatan Gerontik Edisi 2. Jakarta : EGC
Watson, R. 2003. Perawatan pada Lansia. Jakarta : EGC

Lampiran Soal
1.
2.
3.
4.

Jelaskan pengertian gout!


Sebutkan penyebab gout!
Sebutkan tanda dan gejala gout!
Jelaskan penatalaksanaan diit pada gout!