Anda di halaman 1dari 9

CRITICAL APPRAISAL

EVIDENCE BASED MEDICINE


Comparison of Quantiferon Test with Tuberculin Skin Test for the Detection of
Tuberculosis Infection in Children

KELOMPOK A-1

BLOK KEDOKTERAN KELUARGA

Disusun oleh :
Fitriana Dyah Lestari
1102012093
Kelompok A1

Dosen Pembimbing :
Dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DK

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI


2015/2016
SKENARIO
Seorang anak laki-laki, usia 8 tahun dibawa ibunya ke RSUD A dengan keluhan utama batuk
disertai demam sejak 1 bulan yang lalu. Ibunya sudah pernah memberikan obat yang ada

Fitriana Dyah Lestari 1102012093

dipasaran untuk batuk, namun batuknya tidak menghilang. Suhu demam pada pasien tidak
terlalu tinggi kadang disertai dengan keringat pada malam hari. Riwayat asma pada keluarga
disangkal. Perkembangan berat badan anak tidak bertambah selama satu bulan ini. Anak
menjadi lesu dan cepat lelah. Dari anamnesis tambahan anak mengalami diare ringan sejak 3
hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik tanda vital baik, keadaan umum baik. Tidak terdapat
wheezing dan krepitasi. Ditemukan pembesaran kelenjar linfe pada region colli dan aksila,
tidak nyeri tekan dan mobile. Dokter menduga anak terinfeksi tubercolosis paru. Kemudia
menyarankan pasien untuk melakukan tes quantiferon untuk memastikan diagnosis dan
rencana terapi. Ibu pasien bertanya adakah pemeriksaan lain untuk memastikannya ? dokter
memberikan pilihan untuk tes tuberculin atau tes mantoux dan tes quantiferon.
FOREGROUND QUESTION
Manakah yang lebih akurat diantara tes quantiferon dan tes tuberculin untuk mendiagnosis
kasus tuberculosis paru pada anak ?
PICO
Patient
Intervention
Comparison
Outcome

: anak laki-laki, 8 tahun suspect tuberculosis paru


: test quantiferon
: tes tuberculin
: test quantiferon lebih akurat dibandingkan dengan tes tuberculin untuk kasus
tuberculosis paru pada anak

KEYWORD :
Pulmonary tuberculosis diagnosis AND tuberculin test AND quantiferon test AND accuracy
PENCARIAN JURNAL ILMIAH
Alamat Website
: http://web.b.ebscohost.com/
Kata Kunci
: pulmonary tuberculosis diagnosis AND tuberculin test
AND quantiferon test AND accuracy
Limitasi
: FULL TEXT, 2010-2015, age: all child: 0-18 years,
Subject: Major Heading : tuberculosis
Hasil Pencarian
: 22 artikel
Artikel yang dipilih
: Comparison of quantiferon test with tuberculin skin test
for the detection of tuberculosis infection in children.
Artikel yang muncul :
1. Comparasion of quantiferon test with tuberculin skin test for the detection of
tuberculosis infection in children
2. Screening for Mycobacterium tuberculosis infection among healthcare worker in New
Zealand: prospective comparison between the tuberculin skin test and the
Quantiferon-tuberculosis gold in-tube assay
3. Systematic review and meta-analysis on the utility of interferon-gamma release assay
for diagnosis of mycobacterium tuberculosis infection in children : a 2013 update
4. Quantiferon gold-in-tube assay for tuberculosis screening in HIV infected children:
influence of quatitative values
5. Interferon-gamma release assays for the diagnosis of extrapulmonary tuberculosis: a
systematic review and meta-analysis
6. Interferon-y release assays for the diagnosis of mycobacterium tuberculosis infection
in children: a systematic review and meta-analysis

Fitriana Dyah Lestari 1102012093

7. Tuberculosis in childhood: a systematic review of national and international


guidelines
8. How to optimize current (available) diagnostic test
9. Evaluation of a new tuberculosis-related interferon gamma release assay for
tuberculosis infection diagnosis in huzhou, eastern china.
10. Interferon-gamma release assay for diagnosing mycobacterium tuberculosis infection
in patient with systemic lupus erythematosus
11. Tuberculosis testing among populations with high HIV risk in Tijuana, baja
California, mexico
12. The sensitivity of an interferon-y release assay in microbiologically confirmed
pediatric tuberculosis
13. Tuberculosis in children
14. Serial testing with the interferon-y release assay in Portuguese healthcare workers
15. Update diagnosis and treatment of childhood tuberculosis
16. Updated guideline for using interferon gamma release assay to detect mycobacterium
tuberculosis infection united states, 2010
17. Potential role for IL-2 ELISpot in differentiating recent and remote infection in
tuberculosis contact tracing
18. Potential of host markers produced in infection phase-dependent antigen-stimulated
cells for the diagnosis of tuberculosis in a highly endemic area
19. Pulmonary immune-compartement-specific interferon gamma responses in HIVinfected individuals with active tuberculosis (TUBERCULOSIS) in area of high
TUBERCULOSIS prevalence.
20. A new potential biomarker for childhood tuberculosis
21. Assessing the effect of foreign travel and protection by bcg vaccination of the spread
of tuberculosis in a low incidence country, united kingdom, October 2008 to desember
2009
22. Novel biomarkers distinguishing active tuberculosis from latent infection identified
by gene expression profil of peripheral blood mononuclear cells

CRITICAL APPRAISAL
3

Fitriana Dyah Lestari 1102012093

Comparison of quantiferon test with tuberculin skin test for the detection
of tuberculosis infection in children.
VALIDITY
1. Ada atau tidaknya perbandingan yang dilakukan secara independen dan blind terhadap
suatu rujukan standar ( gold standard ) ?
INDEPENDEN ?
YA. Walaupun pasien di kelompokan menjadi beberapa grup, test quantiferon dan tes
tuberculin tetap dilakukan pada masing-masing grup.

BLIND ?
Uncleared. Karena tidak dicantumkan pada jurnal ini.
2. Kesesuaian antara sample pasien penelitian dengan spectrum penderita pada setting
praktek klinik saat uji diagnostic tersebut diaplikasikan ?
YA. Karena pasien dalam skenario dengan jurnal memiliki umur yang masuk dalam
spektrum, juga dengan gejala klinis.

Fitriana Dyah Lestari 1102012093

3. Ada tidaknya rujukan standar dilakukan tanpa melihat hasil uji diagnostik ?

ADA. Pada tabel 1. Rujukan standar ada namun tidak dapat diteliti lebih lanjut karena
perbandingan dalam jurnal ini tentang tes quantiferon dengan tes tuberculin.
IMPORTANCE
4. Menentukan sensitivity, specificity, likelihood ratio ?
Data diambil dari table 1. Untuk perhitungan sendiri.

Fitriana Dyah Lestari 1102012093

UJI DIAGNOSTIK : QUANTIFERON TEST

+
total
a) Sensitivity :

Present
(+)
37
8
45

Absent
(-)
6
46
52

total
43
54
97

a
37
37
=
= =0,8 100 =80
a+c 37 +8 45

Alat diagnosis ini mampu memberikan diagnosis benar sakit sebesar 80 orang
dari 100 orang yang sakit.
b) Specificity :

b
6
6
=
= =0,12 100 =12
b+d 6+46 52

Alat diagnosis ini mampu memberikan diagnosis sehat sebesar 12 orang dari
100 orang yang sehat.
c) Positive Predictive Value (PPV) :

a
37
37
=
= =0,86 100 =86
a+b 37+6 43

Alat diagnosis menunjukkan kemungkinan orang dengan hasil positif benarbenar infeksi tuberkulosis adalah 86 %.

Fitriana Dyah Lestari 1102012093

d) Negative Predictive Value (NPV) :

d
46
46
=
= =0,85 100 =85
c+ d 8+ 46 54

Alat diagnosis menunjukkan kemungkinan orang dengan hasil negatif benar


sehat adalah 85 %
e) Likelihood Ratio ( + ) =

sensitivity
80
80
=
= =0,90
( 1specificity ) ( 112 ) 88

LR ( + ) tidak bermakna karena alat diagnosis untuk orang sakit kurang dari 1.
f) Likelihood Ratio ( - ) =

( 1sensitivity ) (180 ) 20
=
= =1,6
specificity
12
12

LR ( - ) sedikit bermakna karena alat diagnosis untuk orang sehat lebih dari 1
tapi dibawah angka 10.
g) Prevalence :

( a+ c )
( 37+8 )
45
=
= =0,46
( a+b+ c+ d ) ( 37+6+ 8+46 ) 97

UJI DIAGNOSTIK : TUBERCULIN SKIN TEST

+
total
a) Sensitivity :

Present
(+)
32
13
45

Absent
(-)
9
43
52

Total
41
56
97

a
32
32
=
= =0,7 100 =70
a+c 32+13 45

Alat diagnosis ini mampu memberikan diagnosis benar sakit sebesar 70 orang
dari 100 orang yang sakit.
b) Specificity :

b
9
9
=
= =0,17 100 =17
b+d 9+43 52

alat diagnosis ini mampu memberikan diagnosis benar sehat sebesar 17 orang
dari 100 orang yang sehat.
c) Positive Predictive Value (PPV) :

a
32
32
=
= =0,78 100 =78
a+b 32+9 41

Alat diagnosis menunjukkan kemungkinan orang dengan hasil positif benarbenar infeksi tuberkulosis adalah 78 %.
d) Negative Predictive Value (NPV) :

d
43
43
=
= =0,76 100 =76
c+ d 13+ 43 56

Fitriana Dyah Lestari 1102012093

Alat diagnosis ini menunjukkan kemungkinan orang dengan hasil negatif benar
sehat adalah 76 %.
e) Likelihood Ratio ( + ) =

sensitivity
70
70
=
= =0,84
( 1specificity ) ( 117 ) 83

LR ( + ) tidak bermakna karena alat diagnosis untuk orang sakit kurang dari 1.
f) Likelihood Ratio ( - ) =

( 1sensitivity ) (170 ) 30
=
= =1,7
specificity
17
17

LR ( - ) sedikit bermakna karena alat diagnosis untuk orang sehat lebih dari 1
tapi dibawah angka 10.
g) Prevalence :

( a+ c )
( 32+ 9 )
41
=
= =0,42
( a+b+ c+ d ) ( 32+9+13+ 43 ) 97

Pada jurnal terdapat nilai sensitivity, specificity, positive predictive value, negative
predictive value, dan accuracy. Namun perhitungannya dibedakan per group sample
pasien.
Data
diambil
dari
tabel
3,
dan
penjelasan
di
result.

APPLICABILITY
5. kemungkinan penerapan pada pasien ? ( available, affordable, accurate, precise ) ?
- Apakah tersedia ?
YA. Namun hanya di Rumah Sakit yang besar.
- Apakah terjangkau ?
Tidak. Karena harga test quantiferon lebih mahal dibandingan tes tuberculin
- Apakah akurat ?
YA. Lebih akurat jika dibandingkan dengan hasil tes tuberculin.

Fitriana Dyah Lestari 1102012093

Apakah tepat ?
YA. Karena dinilai dengan tingkat keakuratan yang tinggi pada kriteria umur yang
sama pada pasien ini.

6. ada atau tidaknya perubahan tata laksana dari hasil penelitian ?


TIDAK. Karena tatalaksana menggunakan guideline who untuk tuberculosis paru anak
sama, kecuali dengan gejala multi drug resisten (MDR) tuberculosis.
7. manfaat dan kerugian uji diagnostic terhadap pasien ?
MANFAAT :
- tes quantiferon lebih sensitive terhadap tuberculosis, bisa mendeteksi aktif TB
ataupun yang laten TB.
- Bisa menyingkirkan diagnosis banding dari tuberculosis paru pada anak.

KERUGIAN :
- Harga tes quantiferon yang lebih mahal dibandingkan tes tuberculin atau tes
diagnosis lainnya untuk tuberculosis