Anda di halaman 1dari 9

Persyaratan Mutu Produk Pala

SNI SNI 01-0006-1987 (pala)


No
Jenis Uji
Satuan
1
Kadar air (b/b)
%
2
Biji berkapang(b/b)
%
3
Serangga utuh mati
ekor
4
Kotoran mamalia
Mg/lbs
5
Kotoran binatang lain
Mg/lbs
6
Benda asing (b/b)
% Maks.

Persyaratan
Maks. 10
Maks. 8
Maks. 4
Maks. 0
Maks. 0,0
0,00

Persyaratan Mutu Produk Kayu Manis Bubuk pada SNI 01-3714-1995 (kayu
manis bubuk)
No
1
1.1
1.2
1.3
2
3
4
5
6

Satuan

Persyaratan

% b/b
% b/b
% b/b
% b/b

Normal
Normal
Normal
Maks. 12,0
Maks. 3,0
Maks. 0,1
Min 0,7

% b/b

Maks. 96,0

7
7.1
7.2
8
9
9.1
9.2

Kriteria Uji
Keadaan
Bau
Rasa
Warna
Air
Abu
Abu tak larut dalam asam
Minyak atsiri
Kehalusan
Lolos ayakan No.40 (425 u)
Cemaran logam
Timbal (Pb)
Tembaga (Cu)
mg/kg
Cemaran arsen (As)
Cemaran mikroba
Angka lempeng total
Eschericia coli

mg/kg

Maks. 10,0
Maks. 30,0
Maks. 0,1

koloni/g
APM/g

Maks. 10_
Maks. 10

9.3
10

Kapang
Aflatoxin

koloni/g
mg/kg

Maks. 10_
Maks. 20

mg/kg

Persyaratan Mutu Produk Lada Putih pada SNI 01-0004-1995 (lada putih)

Cemaran binatang

Warna

%
%
%

Maks. 1,0
Maks. 1

Maks. 2,0
Maks. 1

Maks. 1,0

Maks. 2,0

7
8

Kadar Benda Asing,


(b/b)
Kadar Biji Enteng, (b/b)
Kadar Cemaran
Kapang, (b/b)
Kadar Lada berwarna
kehitam-hitaman
Kadar Air, (b/b)
Kadar Piperin, (b/b)

PERSYARATAN
MUTU 1
MUTU 2
Bebas dari
Bebas dari
serangga
serangga hidup
hidup maupun
maupun mati
mati serta
serta
bagian-bagian
bagianbagian
yang
yang berasal
berasal dari
dari
binatang
binatang
putih kekuningputih kekuningkuningan
kuningan,
putih keabuabuan atau
putih kecoklatcoklatan
Maks. 1,0
Maks. 2,0

%
%

Kadar Minyak Atsiri (v/b)

Maks. 13,0
Dicantumkan
sesuai hasil
analisa
Dicantumkan
sesuai hasil
analisa

Maks. 14,0
Dicantumkan
sesuai hasil
analisa
Dicantumkan
sesuai hasil
analisa

NO

4
5
6

JENIS UJI

SATUAN

Standar Mutu Sni Bawang Merah


Karakteristik

Satuan

Kesamaan sifat varietas


Ketuaan
Kekerasan

Mutu I

Mutu II

seragam

seragam

tua

cukup tua

keras

cukup keras

Diameter min.

cm

1,7

1,3

Kerusakan, (bobot/bobot), maks

Busuk, (bobot/bobot), maks

Kotoran, (bobot/bobot), maks

tidak ada

tidak ada

Syarat Mutu bawang putih


Syarat

Karakteristik
1
Kesamaan sifat varietas
Tingkat ketuaan
Kekompakan siung

Mutu I
2
seragam
tua
kompak

Kebernasan siung

bernas

Kekeringan

kering
simpan
sempurna
menutup umbi

Kulit luar pembungkus umbi

Kerusakan,
%(bobot-bobot)
maks.
Busuk, % (bobot/bobot) maks.
Diameter minimum,cm.
Kotoran

Mutu II
3
seragam
tua
kurang
kompak
kurang
bernas
kering
simpan
kurang
sempurna
menutup umbi
8

1
3,0
tidak ada

2
2,5
tidak ada

Cara Pengujian
4
Organoleptik
Organoleptik
Organoleptik
Organoleptik
Organoleptik
Organoleptik

SP-SMP-310-1981
SP-SMP-311-1981
SP-SMP-309-1981
Organoleptik

Keterangan :

Kesamaan sifat varietas

: Kemasan sifat varietas dinyatakan seragam apabila terdapat


keseragaman bentuk umum umbi (bulat, bulat pipih atau
bulat lonjong).

Tingkat ketuaan

: Bawang putih dinyatakan tua apabila telah mencapai


kematangan fisiologis, dimana Bawang putih padat, tidak
lunak dan tidak keriput.

Kekompakan siung

: Bawang putih dinyatakan kompak apabila siung-siung tidak


menyebar, akan tetapi saling menempel rapat satu sama lain
pada seluruh panjang siung. Bawang putih dinyatakan
kurang kompak apabila siung-siung dalam umbi agak
menyebar dan menempel kurang rapat satu sama lain pada
seluruh panjang siung.

Kebernasan siung

: Bawang putih dinyatakan bernas apabila tiap siung berisi


cukup padat dan tidak keriput. Bawang putih dinyatakan
kurang bernas apabila siung berisi kurang padat, meskipun
tidak keriput.

Kekeringan

: Bawang putih dinyatakan kering simpan apabila telah


cukup kering untuk dapat disimpan. Salah satu petunjuk
cukup kering adalah mudah terkelupasnya kulit luar.

Kulit luar pembungkus umbi : Kulit luar pembungkus umbi dinyatakan sempurna
menutup umbi apabila sebagian besar umbi terlihat
terbungkus kulit luar secara sempurna. Kulit luar
pembungkus umbi dinyatakan kurang sempurna menutupi
umbi apabila sebagian besar umbi terlihat terbungkus kulit
luar secara tidak sempurna.
Kerusakan

: Bawang putih dinyatakan rusak apabila mengalami


kerusakan atau cacat oleh sebab fisiologis, mekanis dan
lain-lain yang terlihat pada permukaan umbi.

Busuk

: Bawang putih dinyatakan busuk apabila mengalami


pembusukan akibat kerusakan biologis.

Diameter

: Yang dimaksud diameter adalah dimensi terbesar diukur


tegak lurus pada garis lurus sepanjang batang sampai akar.

Kotoran

: Kotoran dinyatakan tidak ada apabila tidak terdapat kotoran


atau benda asing lainnya yang menempel pada bawang
putih atau berada dalam kemasan, yang mempengaruh
kenampakannya. Bahan penyekat/pembungkus tidak
dianggap sebagai kotoran.

Standar Mutu Kunyit


Klasifikasi dan Standar Mutu Kunyit Standard mutu kunyit (temulawak) untuk pasaran luar
negeri dicantumkan berikut ini:
1) Warna : kuning-jingga sampai coklat kuning-jingga
2) Aroma : khas wangi aromatis
3) Rasa : mirip rempah dan agak pahit
4) Kadar air maksimum : 12 %
5) Kadar abu : 3-7 %
6) Kadar pasir (kotoran) : 1 %
7) Kadar minyak atsiri (minimal) : 5 %
Klasifikasi dan Standar Mutu jahe
Jahe diklasifikasikan menjadi 3 jenis mutu, yaitu: mutu I, II, III.
1) Syarat umum
a. Kesegaran jahe: segar
b. Rimpang bertunas: tidak ada
c. Kenampakan irisan melintang: cerah
c. Bentuk rimpang: utuh
d. Serangga hidup: bebas
2) Syarat Khusus
a. Ukuran berat:
mutu I > 250 gram/rimpang;
mutu II 150-249 gram/rimpang;
mutu III dicantumkan sesuai hasil analisa <10%.
b. Rimpang yang terkelupas kulitnya (rimpang/jumlah rimpang):
mutu I=0 %;
mutu II=0 %;

mutu III<10 %.
c. Benda asing:
mutu I=0 %;
mutu II=0 %;
mutu III<3 %
d. Rimpang berkapang (rimpang/jumlah rimpang):
mutu I=0%;
mutu II=0%;
mutu III <10%
Untuk mendapatkan jenis jahe yang sesuai dengan standar mutu dilakukan
pengujian,yang meliputi:
1) Penentuan benda-benda asing
Timbanglah sejumlah contoh yang beratnya diantara 100200 gram. Pisahkan bendabenda yang akan ditentukan persentase bobotnya dan dipindahkan pada kaca arloji yang
telah ditera. Kaca arloji beserta benda asing tersebut ditimbang pada neraca analitik.
Perbedaan kedua penimbang tersebut menunjukan jumlah benda asing dalam cuplikan
yang diuji.
2) Penentuan kadar serat
Keringkan kira-kira 5 gram cuplikan untuk pengujian didalam sebuah oven udara listrik
105 + 1 derajat C, sampai berat tetap. Timbanglah dengan teliti kira-kira 2,5 gram bahan
yang telah dikeringkan itu ke dalam sebuah thimble dan ekstraklah dengan petroleum
eter (titik didih 40-60 derajat C) selama kira-kira 1 jam dengan menggunakan sebuah
alat soxhlet. Pindahkan bahan yang telah bebas lemak tersebut kedalam sebuah labu
berkapasitas 1 liter. Ambillah 200 ml asam sulfat encer, tempatkanlah dalam sebuah
gelas piala, didihkanlaah seluruh asam yang mendidih itu kedalam labu yang telah
berisi bahan bebas lemak tersebut di atas. Lengkapilah segera labu itu dengan pendingin
balik yang dialiri air, dan panaskanlah sedemikian rupa sehingga labu mendidih setelah
satu menit. Goyang-goyanglah labu agak sering sambil menghindari tertinggalnya
bahan pada dinding labu yang tak bersentuhan dengan asam. Lanjutkanlah pendidihan
selama tepat 30 menit. Tanggalkanlah labu dan saringlah melalui kain halus (kira-kira
18 serat untuk setiap sentimeter) yang ditempatkan dalam sebuah corong penyaring dan
cucilah dengan air mendidih sampai cucian tidak lagi bersifat asam terhadap lakmus.
Didihkanlah sejumlah larutan natrium hidroksida dengan menggunakan pendingin balik
dan didihkanlah selama tepat 30 menit. Tanggalkanlah labu itu dan saringlah dengan
segera dengan kain penyaring. Cucilah residum dengan baik dengan iar mendidih dan
pindahkanlah kedalam krus gooch yang telah berisi lapisan tipis dan kompak asbes
yang telah dipijarkan.

Cucilah residu dengan baik pertama-tama dengan air panas kemudian dengan kira-kira
15 ml etil alkohol 95%. Keringkanlah Krus Gooch dan isinya pada 105 + 1 derajat C
dalam oven udara sampai berat tetap. Dinginkan dan timbanglah. Pijarkan krus Gooch
tersebut pada 600 + 20 derajat C dalam tanur suhu udara tinggi sampai seluruh bahan
menngandung karbon terbakar. Dinginkanlah krus Gooch yang berisi abu tersebut
dalam sebuah eksikator dan timbanglah.
3) Penentuan kadar minyak
a. Timbanglah dengan teliti, mendekati 1 gram, kira-kira 3540 gram cuplikan yang
telah dipotong kecil-kecil sebelum dimasukan kedalam labu didih.
b. Tambahkanlah air sampai seluruh cuplikan tersebut terendam dan tambahkan pula ke
dalamnya sejumlah batu didih.
c. Sambunglah labu didih dengan alat Dean-Stark sehingga dapat digunakan untuk
pekerjaan destilasi dan panaskanlah labu didih tersebut beserta isinya.
Penyulingan dihentikan bila tidak ada lagi butir-butir minyak yang menetes bersamasama air atau bila volume minyak dalam penampung tidak berubah dalam beberapa
waktu. Biasanya penyulingan ini memerlukan waktu lebih kurang 6 jam. Rendamlah
penampung beserta isinya kedalam air sehingga cairan didalamnya mencapai suhu
udara kamar dan ukurlah volume minyak yang tertampung.

Syarat Mutu cengkeh

Syarat Mutu

Mutu
II
Rata

III
Tidak rata

Cara pengujian

I
Rata
Coklat
kehitamhitaman
mengkilap
Tidak
apek

Coklat

Coklat

Organoleptik

Tidak
apek

Tidak
apek

Organoleptik

0,5

1,0

1,0

1,0

3,0

5,0

2,0

2,0

5,0

Cengkeh rusak***

Negatif

Negatif

Negatif

Kadar air %

14,0

14,0

14,0

Ukuran
Warna

Bau
Bahan asing* %
(bobot/bobot) maka
Gagang cengkeh %
(bobot/bobot), maks
Cengkeh inferior**
%
(bobot/bobot)maks

Organoleptik

SP-SMP-32-1975
(ISO/R927-1969(E)
SP-SMP-32-1975
(ISO/R927-1969(E)
SP-SMP-32-1975
(ISO/R927-1969(E)
SP-SMP-32-1975
(ISO/R927-1969(E)
SP-SMP-32-1975

(ISO/R927-1969(E)
keterangan besar
contohnya 10 gr

(bobot/bobot) maks
Kadar minyak atsiri
% (vol/bobot)
kering mutlak min.
Keterangan:

20

18

16

SP-SMP-37-1975

Bahan asing = semua bahan yang bukan berasal dari bunga cengkeh

**

cengkeh inferior = cengkeh keriput, patah dan telah dibuahi

***

Cengkeh rusak = cengkeh jamuran dan telah di ekstrasi

Standar Mutu Serai


Syarat mutu serai
Persyaratan mutu di lapangan
Tabel 1 Persyaratan mutu kebun benih di lapangan
1 Kemurnian varietas 98%
2 Umur benih 6 bulan
3 Isolasi jarak 2 M
4 Kesehatan benih bebas OPT
Persyaratan mutu di laboratorium
Tabel 2 Persyaratan mutu benih
1 Benih murni 98%
2 Benih segar 98%
3 Jumlah pelepah daun/benih 5 helai
4 Jumlah akar segar/benih 2 helai
5 Tinggi benih 20 30 cm
Standar Mutu Kemiri
Persen
Kecambah
Rata-Rata
(%)
40-50

Berat 1000
Butir
Ratarata
(Gram)
2800

Kemurnian
Rata-Rata
(%)

99-100

Kadar Air
Rata-Rata
(%)
10-12

Persyaratan Mutu Lengkuas


Sebagai bahan obat, yang digunakan adalah lengkuas dalam bentuk simplisia (disebut
Galangae Rhizome), yaitu bentuk rajangan rimpang lengkuas yang telah dikeringkan
di bawah sinar matahari tak langsung, sehingga kadar minyak atsiri yang
dikandungnya tidak kurang dari 0,5% v/b.
Kadar abu : Tidak lebih dari 3,9%
Bahan organik asing : Tidak lebih dari 2,0%

Standar Mutu Kencur


Tabel 1 Spesifikasi persyaratan umum
No
1
2
3
4
5

Jenis uji
Kesegaran kencur
Rimpang bertunas
Kenampakan irisan melintang
Bentuk rimpang
Serangga hidup, hama dan penyakit

Satuan
-

Persyaratan
Segar
Tidak ada
Cerah
Utuh
Bebas

Tabel 2 Spesifikasi persyaratan khusus


No
1

Jenis uji
Rimpang yang
terluka (R/jml R),
maks
Rimpang busuk
(R/jml R)

3
4

Benda asing, maks


Kadar minyak atsiri
(berat kering)

Satuan
%

Mutu I
0

Mutu II
0

Mutu III
2

>2

1<2

<1