Anda di halaman 1dari 7

1

Produk petrokimia hulu: bagian hulu


bertindak sebagai proses pengolahan
produk dasar (premier) dan akan
menghasilkan produk setengah jadi
(produk antara) maupun langsung
dapat diolah enjadi produk jadi pada
bagaian industri hilir. Contoh produk
hulu yang diolah menjadi produk
setengah jadi anatara lain: propilena,
benzena, toluena, etilena, methanol dan
sebagainya. Produk antara: produk
antara merupakan hasil dari proses
pengolahan petrokimia hulu dan
selanjutnya akan diolaha menjadi
produk siap pakai (jadi) maupun
produk yang masih bisa diolah pada
proses selanjutnya, contoh dari
produk antara ialah polietilena,
ammonia, butena, dikloroetilen-vinil
klorida dan sebagainya. Produk
petrokimia hilir: bagian ini bergerak
sebagai pengolah produk antara
menjadi produk jadi sehingga dapat
digunakan oleh masyarakat. Berbagai
macam jenis produk jadi dengan
fungsinya
masing-masing
seperti
pupuk, serat pakaian, alat kosmetik,
bahan pelarut, cat, lilin, karet nilon,
bahan peledak dan berbagai jenis
produk lain.

nitrogen diperoleh dari udara


sedangkan gas hidrogen diperoleh
dari gas sintetis.
o Reaksi pembentukan :
o 2CH4 + O2 + 2H2O + N2
2CO2 + 4NH3
Metanol (CH3OH), dibuat dari gas
sintetis melalui pemanasan pada
suhu dan tekanan tinggi dengan
bantuan katalis. Sebagian methanol
digunakan
dalam
pembuatan
formaldehida, dan sebagian lagi
digunakan untuk membuat serat
dan campuran bahan bakar. Reaksi
pembentukan :
CO + 2H2
CH3OH
Hilir:
a Urea (CO(NH2)2), dibuat dari
amonia dan gas karbon dioksida.
Selain sebagai pupuk, urea juga
digunakan pada industri perekat,
plastik, dan resin.
a Reaksi pembentukan :
b Tahap I
: 2NH3 +
CO2
NH4COONH2
c Tahap II
:
NH4COONH2
CO(NH2)2 + H2O
b Formaldehida (HCHO), dibuat dari
metanol melalui oksidasi dengan
bantuan katalis. Formaldehida yang
dilarutkan dalam air dikenal
dengan nama formalin, yang
berfungsi
sebagai
pengawet
specimen biologi.
a Reksi pembentukan :
b 2CH3OH
+
O2
2CH2O + 2H2O

Hulu:

Hidrogen (H2)
Karbonmonoksida (CO)
Karbondioksida (CO2)
Metane (CH4)

Senyawa tersebut merupakan senyawa


yang terkandung pada gas sintesis, gas
sintesis itu dapat dibuat dari proses
gasifikasi batubara, dari pengolahan
minyak bumi dan natural gas.
Intermediet:
Amonia (NH3), yang dibuat dari
gas nitrogen dan gas hidrogen.
Pada industri petrokimia, gas

Industri petrokimia adalah industri


yang menghasilkan produk-produk
industri kimia organik yang merupakan
bahan baku industri polymer, dengan
bahan baku dasar bersumber dari hasil
pengolahan minyak dan gas bumi (gas
alam), serta produk pencairan batubara.

Basis bahan baku dari industry


petrokimia adalah kandungan senyawa
hidrokarbon yang didapat dari hasil
pengolahan minyak dan gas bumi,
maupun pencairan batu bara, dengan
kandungan utama unsur kimia atom C
dan H beserta turunannya, termasuk
senyawa hidrokarbon dengan ikatan
gugus fungsional senyawa tersebut.
3

Bahan Dasar Petrokimia


Terdapat tiga bahan dasar yang
digunakan dalam industri petrokimia,
yaitu olefin, aromatika, dan gas sintetis
(syn-gas). Untuk memperoleh produk
petrokimia dilakukan dengan tiga
tahapan, yaitu:
a. Mengubah minyak dan gas bumi
menjadi bahan dasar petrokimia.
b. Mengubah bahan dasar menjadi
produk antara.
c. Mengubah produk antara menjadi
produk akhir.
Olefin (alkena-alkena)
Olefin merupakan bahan dasar
petrokimia yang paling utama.
Produksi olefin di seluruh dunia
mencapai milyaran kg per tahun. Di
antara olefin yang paling banyak
diproduksi adalah etilena (etena),
propilena (propena), dan butadiena.
Beberapa produk petrokimia yang
menggunakan bahan dasar etilena
adalah:
1) Polietilena, merupakan plastik yang
paling banyak diproduksi, plastik ini
banyak digunakan sebagai kantong
plastik dan plastic pembungkus
(sampul). Di samping polietilena
sebagai bahan dasar, plastik dari
polietilena ini juga mengandung
beberapa bahan tambahan, yaitu bahan
pengisi, plasticer, dan pewarna.
2) PVC atau polivinilklorida, juga
merupakan plastik yang digunakan
pada pembuatan pipa pralon dan
pelapis lantai.
3) Etanol, merupakan bahan yang
sehari-hari dikenal dengan nama
alkohol. Digunakan sebagai bahan

bakar atau bahan antara untuk


pembuatan produk lain, misalnya
pembuatan asam asetat.
4) Etilena glikol atau glikol, digunakan
sebagai bahan antibeku dalam radiator
mobil di daerah beriklim dingin.
Beberapa produk petrokimia yang
menggunakan bahan dasar propilena
adalah:
1) Polipropilena, digunakan sebagai
karung plastik dan tali plastik. Bahan
ini lebih kuat dari polietilena.
2) Gliserol, digunakan sebagai bahan
kosmetika
(pelembab),
industry
makanan, dan bahan untuk membuat
peledak (nitrogliserin). 3) Isopropil
alkohol, digunakan sebagai bahanbahan produk petrokimia yang lain,
misalnya membuat aseton.
Beberapa produk petrokimia yang
menggunakan bahan dasar butadiena
adalah:
1) Karet sintetis
2) Nilon
Aromatika
Pada industri petrokimia, bahan
aromatika yang terpenting adalah
benzena, toluena, dan xilena. Beberapa
produk petrokimia yang menggunakan
bahan dasar benzena adalah:
1) Stirena, digunakan untuk membuat
karet sintetis.
2) Kumena, digunakan untuk membuat
fenol.
3) Sikloheksana, digunakan untuk
membuat nilon.
Beberapa produk petrokimia yang
menggunakan bahan dasar toluena dan
xilena adalah:
1) Bahan peledak, yaitu trinitrotoluena
(TNT)
2) Asam tereftalat, merupakan bahan
dasar pembuatan serat.
Syn-Gas (Gas Sintetis) Gas sintetis ini
merupakan campuran dari karbon
monoksida (CO) dan hidrogen (H2).
Beberapa produk petrokimia yang
menggunakan bahan dasar gas sintetis
adalah:

1) Amonia (NH3), yang dibuat dari gas


nitrogen dan gas hidrogen. Pada
industri petrokimia, gas nitrogen
diperoleh dari udara sedangkan gas
hidrogen diperoleh dari gas sintetis.
2) Urea (CO(NH2)2), dibuat dari
amonia dan gas karbon dioksida.
Selain sebagai pupuk, urea juga
digunakan pada industri perekat,
plastik, dan resin.
3) Metanol (CH3OH), dibuat dari gas
sintetis melalui pemanasan pada suhu
dan tekanan tinggi dengan bantuan
katalis. Sebagian methanol digunakan
dalam pembuatan formaldehida, dan
sebagian lagi digunakan untuk
membuat serat dan campuran bahan
bakar.
4) Formaldehida (HCHO), dibuat dari
metanol melalui oksidasi dengan
bantuan katalis. Formaldehida yang
dilarutkan dalam air dikenal dengan
nama formalin, yang berfungsi sebagai
pengawet specimen biologi.
4

Produk-produk petrokimia berikut


ini:
Vinyl Acetat
Berat molekul vinyl acetat adalah
86.09 g/mol. Dalam proses produksi
vinil asetat yang dihasilkan melalui
reaksi antara asetilen dan asam asetat
digunakan katalis zinc asetat dan
karbon. Katalis zinc asetat yang
digunakan berbentuk granul dengan
ukuran 3-5 mm. Dan reaksi
berlangsung secara eksotermik.
Penggantian katalis dilakukan setiap
dua bulan dengan laju produksi
sebesar 400-500 metrik ton per
bulan.
Cara pembuatan vinil asetat ada 3
macam dibedakan oleh jenis bahan
bakunya yaitu:
a Proses Dasar Asetilen
Asetilen direaksikan dengan
asam asetat baik dalam fasa gas
maupun fasa cair. Reaksi yang
terjadi adalah:

CH3COOH
CH3COOCHCH2
5

+
C2H2
H 298 = -118

Reaksi Fasa Cair


Pada fasa cair, konversi terjadi
pada
temperatur
rendah
berkisar 60-800C dan tekanan
rendah berkisar 0,1-0,2 105Pa.
Reaksi Fasa Gas
Reaksi fasa gas terjadi pada
suhu
180-210OC
dan
berlangsung pada tekanan
atmosfir, dan dibantu oleh
garam metalik.
Proses Dasar Etilen
Etilen direaksikan dengan asam
asetat dan udara baik dalam
fasa gas maupun fasa cair.
Reaksi yang terjadi adalah :

C2H4
+
CH3COOH
+ O2
CH3COOCHCH2 + H2O H 298 = -180

Poli styrene

Sytrofoam dibuat dari monomer


stirena melalui polimerisasi suspensi
pada tekanan dan suhu tertentu,
selanjutnya dilakukan pemanasan
untuk melunakkan resin dan menguapkan sisa blowing agent. Bahan
dasar yang digunakan adalah 90-95%
polysterenedan 5-10%gas seperti nbutana atau n-pentana. Polysterene
yang berciri khas ringan, kaku,
tembus cahaya, rapuh dan murah.
PVC
PVC diproduksi dengan cara
polimerisasi monomer vinil klorida
(CH2=CHCl). Karena 57% massanya
adalah klor, PVC adalah polimer
yang menggunakan bahan baku

minyak bumi terendah di antara


polimer lainnya.
Secara garis besar proses produksi
PVC dilakukan melalui tiga tahapan
reaksi. PVC yang dihasilkan dalam
tahapan-tahapan
produksi
ini
merupakan PVC murni. Tahap-tahap
pembuatan PVC, antara lain:
1

Klor-Alkali
Proses yang pertama yaitu Proses
Klor-Alkali, gas klorin (Cl2)
merupakan produk utama yang
dihasilkan pada tahapan ini,
disamping
produk-produk
sampingan
berupa
natrium
hidroksida
(NaOH), gas
hydrogen (H2)
dan
natrium
hipoklorit (NaOCl).
Dalam Proses Klor-Alkali ini
garam natrium klorida (NaCl)
dilarutkan
dalam air
dandimurnikan
serta
dikonsentrasikan. Larutan garam
yang murni dan terkonsentrasi ini
kemudian
dielektrolisa
menghasilkan NaOH, gas klorin
dan gas hydrogen.

Acrilic Acid
Berat molekul sebesar 72.06 gmol1.
Dalam prosesnya tersebut, glycerin
dibentuk dengan cara dikeringkan
menjadi bentuk baru, yang dapat
menjadi katalis pembentuk dari
acrolein, kemudian di oksidasikan
menjadi acrylic acid

Ethylen glycol

2NaCl + 2H2O Cl2 + H2 +


2NaOH
Natrium
hipoklorit dan
asam
klorida merupakan produk turunan
yang
didapat
dengan
mereaksikan natrium
hidroksida dan gas klorin.

NaOH + Cl2 NaOCl +


HCl
EDC/VCM
Proses yang kedua, yaitu Proses
EDC/VCM yang menghasilkan
monomer vinil klorida (vinyl
chloride monomer atau disingkat
dengan VCM) sebagai produk
utama.
Proses
produksi
VCMdilakukan
dengan
dua
langkah secara bersamaan, yaitu
Direct Chlorination
(DC)
dan proses Oxy-Chlorination (OC).

Polimerasasi
Dalam proses yang ketiga, yaitu
proses polimerisasi PVC, vinil
klorida (VCM) dipolimerisasi
menjadi polivinil klorida (PVC)
dalam reactor tank. Reaksi
polimerisasi PVC adalah sebagai
berikut:
Inisiasi
Propagasi
Terminasi

Phtalic anhidrid
Berat molekul sebesar 148.1 g/mol.
Menurut Speight (2002), Phthalic
Anhydride (PA) dibuat dengan
menggunakan proses oksidasi oxylene dan oksigen.

Berat molekul sebesar 62.07 gmol1.


Dengan metode ini, Ethylene Glikol
(EG) dapat dibuat dari hidrasi EO
melalui perantara Ethylene Karbonat.

Methanol
Berat molekul sebesar 32.04 g mol1.
Ada dua cara pembuatan metanol.
Pertama, melalui metode pirolisis
produk biomas berbasis selulosa
tanaman seperti kayu. Kedua,
melalui reaksi metana dengan uap air
pada suhu tinggi (Kuncorojati, 2010).
Secara teori Methanol dapat dibuat
dari proses penyulingan kayu,
gasifikasi batu bara muda dan
sintesis gas alam, tapi yang akan saya
tulis di sini adalah sintesis Methanol
dari gas alam. Reaksi pembuatan
Methanol dengan sintesis gas alam
adalah sebagai berikut:
CH4 + H2O <---------> 3 H2 + CO
CO + 2 H2 <---------> CH3OH
CO2 + 3 H2 <---------> CH3OH +

H2O
Racun H2S pada Natural Gas
ditangkap dengan katalis ZnO, dan
racun RSH ditangkap dengan katalis
CoMo.
Urea
Berat
molekul
sebesar
60.06 gmol1. Proses pembuatan
Urea dibuat dengan bahan baku
gas CO2 dan liquid NH3 yang
disupply dari Pabrik Amonia.
Proses pembuatan Urea tersebut
dibagi menjadi 6 unit, yaitu:
1 Sintesa Unit
Unit ini merupakan bagian
terpenting dari pabrik Urea,
untuk mensintesa Urea dengan
mereaksikan Liquid NH3 dan gas
CO2 di dalam Urea Reaktor dan
ke dalam reaktor ini dimasukkan
juga larutan recycle karbamat
yang
berasal
dari
bagian
Recovery.
2 Purifikasi Unit

Ammonium karbamat yang tidak


terkonversi dan kelebihan amonia
di unit Sintesa diuraikan dan
dipisahkan dengan cara tekanan
dan pemanasan dengan dua step
penurunan tekanan, yaitu pada
17kg/cm2 G dan 22,2 kg/cm2 G.
Hasil peruraian berupa gas CO2
dan NH3 dikirim ke bagian
Recovery, sedangkan larutan
ureanya dikirim ke bagian
kristaliser.
Kristaliser Unit
Larutan urea dari unit Purifikasi
dikristalkan dibagian ini secara
vacuum.
Kemudian
kristal
ureanya dipisahkan di Centrifuge.
4 Prilling Unit
Kristal urea keluaran Centrifuge
dikeringkan sampai menjadi
99,8% berat dengan udara panas,
kemudian dikirimkan ke bagian
atas Prilling Tower untuk
dilelehkan dan didistribusikan
merata ke seluruh distributor, dan
dari distributor dijatuhkan ke
bawah sambil didinginkan oleh
udara
dari
bawah
dan
menghasilkan
produk
urea
butiran (prill). Produk urea
dikirim ke bulk storage dengan
belt conveyor.
5 Recovery Unit
Gas ammonia dan gas CO2 yang
dipisahkan dibagian purifikasi
diambil kembali dengan 2 step
absorbsi dengan menggunakan
mother liquor sebagian absorbent
kemudian di-recycle kembali ke
bagian sintesa.
6 Proses Kondensat Treatment Unit
Uap air yang menguap dan
terpisahkan dibagian kristaliser
didinginkan
dan
dikondensasikan. Sejumlah kecil
urea, NH3, dan CO2 ikut
kondensat kemudian diolah dan
dipisahkan di stripper dan
hydrolizer. Gas CO2 dan gas
NH3-nya dikirim kembali ke

bagian purifikasi untuk direcover. Sedang air kondensatnya


dikirim ke utilitas.

SBR
Pada pembuatan Styren Butadien
Rubber (SBR), menggunakan jalur
olefin dengan bahan baku berupa
Butadien (olefin) dan Stiren yang
menghasilkan produk berupa Styren
Butadien Rubber (SBR). Berikut ini
adalah proses struktur bangunnya:

Formaldehyde
Berat molekul sebesar 30.03 gmol1.

Reaksi
oksidasi
metanol
menghasilkan
formaldehyde
berlangsung dalam fase gas pada
suhu 560oC - 620 oC dan Tekanannya
1,2 atm. Reaksi berlangsung secara
non- Adiabatis dan non-ishotermal
karena reaksinya adalah eksotermis
sehinnga diperlukan pendingin untuk
menjaga temperatur reaktor agar
sesuai dengan kondisi operasi dari
reaktor yaitu 560oC - 620 oC dan
tekanan 1,2 atm. Metanol dan udara
masuk reaktor pada suhu 560 C. pada
reaksi pembentukan formaldehyde
ini digunakan katalis perak (Ag)
untuk mencapai konversi 65,1 %
dengan
yield
pembentukan
formaldehide sebesar 89,1 %.
PTA
Pada pembuatan Purified Terephthalate
Acid (PTA), menggunakan jalur
aromatis dengan bahan baku berupa
Paraxylene dan oksigen yang
menghasilkan produk berupa Purified
Terephthalate Acid (PTA) dan air
sebagai produk samping. Berikut ini
adalah proses struktur bangunnya:

Pemanfaatannya: Sebagai bahan baku


pembuat karet ban.

BM=5

BM=

BM=

Pemanfaatan: Bahan baku PET, Bahan


baku tekstil

BM=(158,1

Maleic Anhydrid
Maleic
Anhydride
(Anhidrida
Maleat) adalah
bahan
kimia
intermediasi, diproduksi dari oksidasi
benzene menggunakan katalis khusus.
Rumus kimia CHO. Dalam keadaan
murninya, ia tidak berwarna atau
berwarna putih padat dengan bau yang
tajam. Terdapat banyak reaksi kimia
yang dapat dilakukan oleh maleat
anhidrida:

Hidrolisis,
menghasilkan asam
maleat, cis-HO2CCH=CHCO2H.
Dengan
alkohol,
menghasilkan
setengah
ester, cisHO2CCH=CHCO2CH3.

Maleat
anhidrida
merupakan dienofil dalam reaksi
Diels-Alder

Maleat anhidrida (MA) adalah


ligan yang baik untuk kompleks logam
bervalensi
rendah,
misalnya
Pt(PPh3)2(MA) dan Fe(CO)4(MA).

3O=

BM=10

BM=104,

Polipropilen
BM=
Polipropilen adalah termoplastik yang
terbuat dari monomer propilena yang

memiliki sifat kaku, tidak berbau, dan


tahan
terhadap
bahan kimia
pelarut, asam,
dan basa.
Banyak
digunakan dalam berbagai aplikasi
seperti:
komponen otomotif,
pengeras suara, peralatan laboratorium,
wadah atau kontainer yang digunakan
berulang
kali,
alat
tulis, tekstil
(misalnya : tali, kain dan karpet), dan
banyak lagi produk sehari hari yang
menggunakan
bahan
plastik
polipropilen (PP). Plastik jenis ini
memiliki sifat licin sehingga banyak
jenis lem yang tidak bisa melekat pada

permukaannya,
dan
menggabungkan bahan ini
dengan proses pengelasan.

untuk
sering

Detergen
Proses pembuatan detergen dari minyak
bumi ini mengikuti jalur aromatik
dalam industri petrokimia. Detergen
merupakan produk hilir dari bahan baku
olefin yang bereaksi secara aromatic
dengan benzena.