Anda di halaman 1dari 9

RESUME JURNAL MENGENAI PROSES PENGECILAN UKURAN (SIZE

REDUCTION)

KARAKTERISTIK FISIK BUBUK KOPI ARABIKA HASIL


PENGGILINGAN MEKANIS DENGAN PENAMBAHAN JAGUNG DAN
BERAS KETAN
(Physical Characteristics Of Arabica Coffee Powder With Addition Of Corn
And Sticky Rice Milled Through Mechanical Process)
Oleh: Hendri Syah, Yusmanizar, dan Oki Maulana.
1.

Hammer Mill
Hammer mill merupakan aplikasi dari gaya pukul (impact force). Prinsip

kerja hammer mill adalah rotor dengan kecepatan tinggi akan memutar palu-palu
pemukul di sepanjang lintasannya. Bahan masuk akan terpukul oleh palu yang
berputar dan bertumbukan dengan dinding, palu atau sesama bahan. Akibatnya
akan terjadi pemecahan bahan. Proses ini berlangsung terus hingga didapatkan
bahan yang dapat lolos dari saringan di bagian bawah alat. Jadi selain gaya pukul
dapat juga terjadi sedikit gaya sobek. Penggiling palu (Hammer Mill) merupakan
penggiling yang serbaguna, dapat digunakan untuk bahan kristal padat, bahan
berserat dan bahan yang agak lengket. Pada skala industri penggiling ini
digunakan untuk lada dan bumbu lain, susu kering, gula dan lain-lain
(Wiratakusumah, 1992).
Berikut adalah gambar dari mesin Hammer Mill beserta keterangannya:

Pada umumnya cara kerja mesin jenis ini adalah sama, bahan baku yang masuk
bukan digiling atau di gerus melainkan di pukul dengan kecepatan tinggi
didalam rumah hammer. Alatnya terdiri dari sejumlah pemukul yang terletak
pada poros dan plate pemecah. Jika feed (bahan) masuk melalui atas, maka
material tersebut akan di pecah oleh palu-palu yang berputar dengan kecepatan
tinggi, dan di tekan terhadap plate pemecah sehingga bahan tersebut hancur
menjadi kecil-kecil sedangkan bagian bawah sudah di sediakan ayakan untuk
menyaring produk yang sudah hancur. Pemukul palu merupakan penggiling yang
serbaguna, dapat digunakan untuk bahan kristal padat, bahan berserat dan bahan
yang agak lengket. Mesin ini mempunyai kapasitas sekitar10 ton/jam (Edahwati,
2009).
Bagian utama dari hammer mill adalah corong pemasukan, pemukul, corong
pengeluaran, motor penggerak, alat transmisi daya, rangka penunjang dan ayakan
(Edahwati, 2009) :

Corong pemasukan

Corong pemasukan terbuat dari plat esher 1.5 mm, bagian atas dari corong
pemasukan berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 350 mm x 350 mm dan
bagian bawahnya menyempit sampai 90 mm x 50 mm dengan kemiringan dinding
corong 40o.

Pemukul

Pemukul terbuat dari stainless steel. Pada bagian ini terdapat lima pasang pemukul
yang juga terbuat dari bahan stainless steel. Ukuran pemukul adalah antara 100
mm x 25 mm x 5 mm dan pada kedua sisi pemukul dibuat tajam, hal ini bertujuan
agar sisi pemukul yang satu dapat menggantikan sisi pemukul yang sudah tumpul
dengan cara membalik posisi. Pemukul dipasang dengan posisi horizontal dengan
jumlah lima pasang yang disatukan oleh empat buah poros yang terbuat dari
stainless steel dengan berdiameter 10 mm dipasang vertikal.

Saringan/Ayakan/Screen

Saringan yang digunakan pada hammer mill terbuat dari plat baja. Pada hammer
mill saringan memegang peranan penting dalam menentukan besar ukuran butir
biji-bijian, saringan dapat diganti-ganti tergantung dari besar ukuran butir hasil
gilingan yang dikehendaki. Tujuan utama screening adalah scalping yaitu untuk
memindahkanoversize atau undersize material dalam unit crusher, atau untuk
mendapatkan ukuran bahan sesuai kebutuhan. Pada Hammer Mill,screen biasa
diganti karena terdapat engsel sehingga mudah dicopot dan dikombinasikan.
Selain untuk mengganti screen, engsel juga dipergunakan untuk membuka bagian
dalam Hammer Mill sehingga memudahkan untuk dibersihkan.

Corong pengeluaran

Corong pengeluaran terbuat dari plat esher 1.5 mm yang berbentuk kerucut
terpancung pada posisi terbalik. Diameter corong adalah 550 mm dan diameter
bawahnya adalah 120 mm.

Motor penggerak

Motor penggerak yang digunakan adalah motor listrik dengan daya dan kecepatan
putaran berturut-turut 1 hp dan 148 rpm. Motor tersebut dipasang pada dudukan
yang terbuat dari baja plat 8 mm yang berukuran 250 mm x 147 mm yang
dipasang dengan sebuah engsel. Fungsi engsel adalah jarak antara poros terhadap
motor dengan poros utama dapat diatur untuk memperoleh tegangan sabuk yang
diinginkan.

Beberapa keuntungan dalam menggunakan alat penepung tipe palu antara lain
(Edahwati, 2009) :
1) Bentuk konstruksinya yang sederhana dan mudah dalam penggunaan,
2) Dapat digunakan untuk menghasilkan hasil giling dengan bermacammacam
ukuran,
3) Tidak mudah rusak dengan adanya benda asing dalam ruang penepung,
4) biaya operasi dan pemeliharaan yang lebih murah bila dibandingkan dengan
penepung bergerigi.

Beberapa kerugian dalam menggunakan penggiling palu adalah (Edahwati,


2009) :
1) kurang mampu untuk menghasilkan ukuran yang seragam,
2) kebutuhan tenaga yang lebih tinggi, dan
3) biaya investasi awal yang lebih tinggi dibandingkan penggilingan bergerigi.

Contoh pabrik pengguna mesin Hammer Mill:


1.

PT. Japfa Comfeed Indonesia menggunakan proses grinding dimana alat yang

digunakan juga untuk pengecilan ukuran. Grinding sendiri yaitu Proses


Penghancuran atau penghalusan bahan baku hingga menjadi tepung. Grinding
juga merupakan tahapan dimana bahan akan digiling menggunakan alat yang
disebut hammer mill hingga menjadi halus, yang kemudian disimpan ditempat bin
bahan baku menggunakan bucket elevator.
2.

CV. Lampineng Kopi Banda Aceh menggunakan mesin penggiling mekanis

yaitu hammer mill untuk penggilingan kopi sangrai yang ditambahkan dengan
beras ketan dan jagung.

Penggilingan

mekanis

dengan

menggunakan

penggiling disc mill menghasilkan bubuk kopi yang memiliki fraksi halus

yang lebih banyak jika dibandingkan dengan penggilingan menggunakan


hammer mill (Syah, 2013).
3.

PT. JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk. SIDOARJO merupakan

perusahaan yang bergerak dibidang makanan hasil olahan pertanian. Perusahaan


tersebut menggunakan mesin hammer mill untuk mereduksi biji kedelai sebagai
unit produksi pakan burung dan untuk mereduksi biji jagung sebagai unit produksi
pakan ternak.
4.

PT. BOGASARI FLOUR MILLS JAKARTA merupakan perusahaan yang

bergerak dibidang penghasil tepung terigu. Perusahaan tersebut menggunakan


mesin hammer mill untuk menggiling pada saat proses penepungan.
5.

PT. ALU AKSARA PRATAMA MOJOKERTO merupakan perusahaan yang

bergerak dibidang tepung beras dengan merk terkenal yakni Rose Brand.
Perusahaan tersebut menggunakan mesin hammer mill untuk penghancuran pada
proses penepungan.

2. Disk Mill
Disk mill merupakan jenis alat pengecil bahan yang dapat menghasilkan
produk dalam ukuran sedang maupun halus, seperti kedelai, jagung kentang dan
lainnya. Alat ini digunakan untuk mengupas kulit ari, pembelah dan penghancur
biji kedelai dalm keadaan kering maupun basah.
Disk mill merupakan alat yang memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang
sama seperti dengan stone mill. Keduanya sama-sama memiliki dua piringan yang
dipasangkan pada sebuah shaft. Terdapat dua macam disk mill yaitu (1) disk mill
yang bergerak pada satu roda dan roda lainnya stasioner dan (2) disk mill dimana
kedua rodanya bergerak. Pada keadaan pertama, satu piringan terpasang permanen

(stasioner) pada badan mesin. Sedangkan pada keadaan kedua, piringan berputar
bersamaan dalam arah putaran yang berlawanan satu dengan lainnya. Bahan yang
akan diproses dimasukkan melalui bagian atas alat (corong pemasukan) yang
mempunyai penampung bahan. Selama proses, bahan akan mengalami gesekan
diantara kedua piringan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan halus (AEL,
1976).
Berikut adalah gambar dari mesin Disk Mill beserta keterangannya:

Bagian-bagian dari disc mill adalah sebagai berikut :

Corong pemasukan
Corong ini berfungsi untuk memasukkan biji yang akan dikupas kulit

arinya dan dihancurkan. Bagian ini dilengkapi dengan katup pemasukkan untuk
mengatur jumlah biji yang akan dikupas oleh cakram sehingga pengupasan akan
berjalan lancar.

Penyemprot air

Penyemprot air berfungsi untuk membantu kelancaran turun dan keluarnya biji ke
ruang pengupasan. Air akan mendorong biji agar jatuh ke ruang pengupasan. Pada
praktikum ini tidak dilakukan penyemprotan air.

Ruang pengupasan dan penghancuran


Ruang

pengupasan

berfungsi

sebagai

tempat

mengupas

dan

menghancurkan sekaligus sebagai rangka dudukan bagi landasan gesek. Ruangan


ini diberi penutup dan dibuat agak rapat agar kedelai tidak lolos keluar sebelum
mengalami pengupasan dan penghancuran.

Dinding penutup dan cakram


Dinding penutup dan cakram berfungsi sebagai pengupas dan penghancur biji

karena adanaya gerak putar dari cakram terhadap diniding penutup yang diam.
Biji yang terkupas dan hancur itu merupakan akibat dari efek atrisi dan kompresi
dari cakram.

Poros penggerak
Poros penggerak berfungsi untuk memutar silinder pengupas yang

digerakkan oleh motor listrik dengan menggunakan puli dan belt sebagai penyalur
daya. Pada poros penggerak terdapat pengunci untuk mengatur jarak antar
cakram. Semakin kecil jarak antar cakram maka ukuran hasil pengolahan akan
semakin halus.

Corong pengeluaran
Corong pengeluaran berfungsi untuk mengeluarkan biji yang telah dikupas

dan dihancurkan yang terletak di bagian bawah silinder pengupas. Biji yang akan
pecah dan keluar dari corong ini masih bercampur dengan kulit arinya.

Contoh pabrik pengguna mesin Disk Mill:


1. PT SRIBIGA RATURAYA SEMARANG, merupakn salah satu perusahaan
yang dalam operasinya menggunakan mesin tersebut.

2. PT. ISM BOGASARI FLOUR MILLS JAKARTA. Pada salah satu proses
pengecilan ukurannya menggunakan mesin disk mill (Darussalam, 2008)
3. PT AGROFOOD MAKMUR MANDIRI MOJOKERTO, menggunakan mesin
dick mill untuk menghaluskan bahan baku dalam pembuatan tepung terigunya.

3.

Rotorvane

Rotorvane berfungsi untuk menggulung dan memotong bubuk kasaran yang


berasal dari Rotary Roll Breaker II, III, dan IV menjadi bubuk yang lebih halus.
Cara kerja rotorvane yaitu, Rotorvane digerakkan oleh elektromotor dengan
transmisi sabuk vanbelt yang berfungsi sebagai pemutar as rotor speed reducer.
Pucuk yang dibawa oleh belt conveyor kemudian menuju ke corong pintu
masuk rotorvane, disini pucuk akan digiling menjadi kecil-kecil dan keluar
melalui plat ujung (Brennan dan Grandison, 2012).

Berikut adalah gambar dari mesin Rotorvane beserta keterangannya:

Contoh pabrik pengguna mesin Rotorvane:


1.

Pabrik Teh Hitam PT. Perkebunan Nusantara XII Kertowono Lumajang, alat

pengecilan ukuran yang digunakan pada proses penggilingan pertama pucuk daun
teh adalah Rotorvane (RV) 15.
2.

PT. Pagilaran Kabupaten Batang, Jawa Tengah menggunakan sistem orthodox

rotorvane, dimana hasil teh kering yang dihasilkan mempunyai partikel yang
kecil. Proses pengolahan teh di PT. Pagilaran meliputi penyediaan bahan baku,
pelayuan, penggilingan (sortasi basah), fermentasi (oksidasi enzimatis),
pengeringan, sortasi kering, dan pengemasan (Triono, 2011).
3.

PT. Perkebunan Nusantara XI Lawang Malang, merupakan salah satu

perusahaan yang menggunak mesin jenis ini. Mesin ini di pakai untuk pengolahan
teh pada proses penggulungan dan pemotongan teh.