Anda di halaman 1dari 11

STRUKTUR DAN ORGANISASI TUBUH

HEWAN

KELOMPOK V :
1.
2.
3.
4.

INDAH LARASATI (4311416073)


ARUM MAWAR WATI (4311416076)
ISTI MAYLINDA (4311416058)
TIRANI DWI PRATIWI (4311416043)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Setiap organisme tersusun atas bejuta-juta sel. Kumpulan dari sel tersebut
akan membentuk jaringan dan kumpulan dari suatu jaringan yang mempunyai struktur
dan fungsi yang sama membentuk organ lalu kumpulan dari beberapa organ yang
melakukan fungsi tertentu dalam tubuh membentuk system organ. Sistem organ
merupakan bentuk kerja sama antarorgan untuk melakukan fungsi-fungsi yang lebih
kompleks ( satu kesatuan fungsional dalam makhluk hidup ). Dalam makalah ini akan
dibahas mengenai struktur dan organisasi hewan.
Struktur adalah susunan atau bangun atau konstruksi. Organisasi adalah
susunan atau aturan dari berbagai macam bagian sehingga merupakan kesatuan yang
teratur sedangkan system adalah kesatuan yang memiliki unsure-unsur atau kompenen
atau bagian secara structural ataupun organisatoris yang saling berinteraksi.
Macam jaringan, organ dan system organ pada setiap organisme tidak selalu
sama, tergantung pada tingkatan organisme itu. Pada organism tingkat rendah, seperti
Protozoa, tubuhnya hanya terdiri dari satu sel. Jadi, Protozoa tidak memiliki jaringan
organ, dan system organ. Semakin tinggi tingkatan organisme itu, semakin kompleks pula
struktur penyusun tubuhnya.
Meskipun penyusun tubuh organisme berbeda-beda, umumnya berasal dari
bentuk yang hamper sama. Tubuh organisme tingkat tinggi misalnya, mula-mula berasal
dari satu Sel zigot membelah secara mitosis berkali-kali menghasilkan banyak sel. Sel-sel
itu mengalami diferensiasi dan spesalisasi membentuk jaringan, organ, dan sistem organ.
Diferensiasi adalah proses perubahan bentuk sel. Spesialisasi adalah proses perubahan
fungsi sel. Melalui diferensiasi dan spesialisasi akan tersusun tubuh organisme.

1.2

RUMUSAN MASALAH
1. Apasajakah macam-macam jaringan dan system organ yang terdapat pada tubuh
hewan ?
2. Apa saja fungsi masing-masing jaringan dan system organ pada tubuh hewan ?
3.

1.3
1.
2.

TUJUAN
Untuk mengetahui macam-macam jaringan, organ, dan sistem organ pada hewan
Untuk mengetahui fungsi dari jaringan organ, dan sistem organ pada hewan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Hewan Invertebrata dan Vertebrata


Berdasarkan tulang belakangnya hewan dibagi menjadi menjadi dua kelompok,
yaitu :
1. Hewan invertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang, berdasarkan
selnya invertebrata di bagi menjadi uniseluler dan multi seluler.
a. Hewan uniseluler: protozoa.
b. Hewan multiseluler:
Porifera
Coelenterata
Platyhelminthes
Nematheminthes
Anelida
Molusca
Arthropoda
Echinodremata
Berdasarkan jaringan embrional hewan invertebrata dibagi menjadi dua yaitu :
diploblastik (dua lapisan) dan triploblastik (tiga lapisan).
2. Hewan vertebrata adalah hewan yang memiliki tulang belakang. Yang tergolong
vertebrata adalah pisces, amfibi, reptilia, aves, dan mamalia.

2.2

Macam macam Jaringan pada Hewan

1.

Lapisan lembaga pada hewan multiseluler terdapat pembagian tugas dalam


bentuk lapisan lembaga yang dibagi menjadi tiga, yaitu :
a. Lapisan lembaga ectoderm (lapisan luar), bagian terluar dari tiga lapisan
massa sel yang muncul di awal perkembangan embrio. Lapisan ini
menurunkan antara lain kulit dan system saraf.
b. Lapisan lembaga mesoderm (lapisan endoderm), sel-sel yang berada pada
lapisan tengah saat fase embrionik dalam perkembangan makhluk hidup.
Lapisan ini antara lain membentuk otot, rangka, organ ekskretori, jantung
dengan pembuluh darahnya, serta organ-organ genetalia.
c. Lapisan lembaga endoderm (lapisan tengah), lapisan tubuh bagian dalam
yang berkembang menjadi saluran pencernaan dan hati.
Ada empat kelompok jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan,
termasuk manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti artropoda: jaringan
epitelium, jaringan pengikat, jaringan penyokong, dan jaringan saraf.
Jaringan Epitelium

Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ
membatasi rongga tubuh seperti permukaan kulit. Ciri-ciri jaringan epitel :
- Sel-selnya tersusun sangat rapat
- Sedikit substansi interseluler
- Lapisan sel selalu menghadap ke permukaan
- Selalu berbatasan dengan rongga tubuh
- Regenerasi tinggi
Fungsi jaringan epitelium yakni:
- Absorpsi, misalnya pada usus yang menyerap sari-sari makanan
- Sekresi, contohnya testis yang mensekresikan sperma
- Ekskresi, kulit yang mengeluarkan keringat
- Transportasi, mengatur tekanan osmosis dalam tubuh
- Proteksi, kulit melindungi jaringan tubuh di bawahnya
- Penerima rangsang, kulit yang menanggapi rangsang dari luar
- Pernapasan, kulit katak berfungsi sebagai alat pernapasan
- Alat gerak, selaput kaki pada kulit katak membantu dalam pergerakan
- Mengatur suhu tubuh, kulit mengatur suhu tubuh dengan
mengeluarkan keringat jika tubuh kepanasan
Berdasarkan fungsinya epitelium dibedakan menjadi 3, yaitu
1. epitelium proteksi.
2. epitelium kelenjar.
3. epitelium sensori.
Jaringan epitel diklasifikasikan berdasarkan jumlah lapisan sel yang
menyusunnya menjadi dua yaitu :
a. Epitel selapis ( simplek ), hanya terdiri dari satu lapis sel, epitel selapis
dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1) Jaringan epitel pipih selapis
Epitel selapis pipih terdiri dari satu lapis saja dan sel
berbentuk pipih. Dilihat dari permukaan, sel-sel ini terlihat
seperti lantai ubin namun dengan batas yang tidak teratur.
Epitelium ini umumnya berfungsi sebagai jalan pertukaran zat
dari luar ke dalam tubuh dan sebaliknya. Contoh: epitel
pada pembuluh darah kapiler dan dinding alveolus.

2) Jaringan epitel kubus selapis


Epitel selapis kubus terdiri dari satu lapis sel dan sel berbentuk
seperti kubus. Dari permukaan sel-sel itu terlihat seperti sarang
lebah atau berbentuk poligonal.Jaringan epitel kubus selapis
berfungsi dalam sekresi dan sebagai pelindung. Contoh: epitel
pada permukaan ovarium, kelenjar dan kelenjar tiroid.

3) Jaringan epitel silindris selapis


Epitel selapis silindris terdiri dari satu lapis sel dan selnya
berbentuk silindirs (torak). Jaringan epitel ini berfungsi sebagai
pelindung atau proteksi, penghasil mucus (sekresi), tempat difusi
dan arbsorbsi zat. Contoh: epitel pada lambung, jonjot usus,
kantung empedu, saluran pernapasanbagian atas.

4) Jaringan epitel silindris selapis bersilia


Epitel memiliki bulu-bulu getar/silia. terletak di dinding rongga
hidung. berfungsi sebagai penghasil mucus (lendir) untuk
menangkap benda asing yang masuk, dengan getaran silia
menghalau benda asing yang masuk melekat pada mucus. Epitel
batang bersilia juga terletak pada trakea

b. Epitel berlapis ( komplek ), terdiri atas beberapa lapisan sel


1) Jaringan pipih berlapis

Jaringan ini berfungsi untuk perlindungan atau proteksi. Jaringan


ini terdapat pada kulit telapak kaki, rongga mulut, rongga
hidung, anus

2) Jaringan berlapis kubus


Jaringan ini terletak pada kelenjar keringat, kelenjar minyak, kelenjar
tiroid, ovarium, zakar.
Fungsi jaringan ini yaitu untuk sekresi dan ekskresi

3) Jaringan berlapis silindris


Jaringan ini terletak pada saluran kelenjar ludah, saluran kelenjar
susu, uretra, laring, faring, langit-langit mulut.
Fungsi jaringan ini yaitu untuk sekresi dan pergerakan.

4) Jaringan epitel transisional


Epital transisional merupakan jaringan epithelium yang tidak dapat
dikelompokkan berdasarkan bentuknya karena bentuknya berubah
seiring dengan berjalannya fungsinya.
Jaringan ini terletak pada saluran kencing, kandung kemih, ureter,
ginjal.

2.

Jaringan Pengikat
Macam-macam jaringan ikat berdasarkan fungsi dan strukturnya dibedakan

a. Jaringan Ikat Sejati


Merupakan jaringan ikat yang berfungsi sebagai pengikat ataupun penyokong
jaringan atau organ lainnya. Berdasarkan penyusunnya dibedakan menjadi
dua:
1.) Jaringan Ikat Longgar (Areolar)
Sel yang ditemukan pada jaringan ini yaitu fibroblas dan makrofag.
Fibroblas berfungsi mensintesis protein ekstraseluler (matriks), sementara
makrofag merupakan kelompok sel darah putih yang senantiasa
berkeliaran di seluruh jaringan ikat longgar untuk melindungi tubuh dari
infasi patogen. Jaringan ikat longgar ditemukan sebagai pembungkus
organ seperti pleura (pembungkus paru paru).
2.) Jaringan Ikat Padat (Dense)
Jaringan ikat ini tersusun atas serat serat kolagen dan sel sel fibroblas..
Sifat jaringan ikat padat lebih tahan terhadap tekanan dibanding dengan
jaringan ikat longgar.
b. Jaringan Ikat Khusus
Kelompok jaringan ini memimiliki fungsi khusus. Berdasarkan fungsinya
jaringan ikat khusus dibedakan menjadi:
1.) Jaringan adipose
Adiposa merupakan jaringan ikat penyimpan cadangan lemak. Jaringan
ini tersusun atas sel sel adiposit dengan matriksnya berupa lemak.
Lemak berfungsi sebagai isolator panas, cadangan energi, serta struktural.
2.) Jaringan darah
Jaringan ini tersusun atas sel dan matriks ekstraseluler. Ada tiga jenis sel
yang menyusun darah, eritrosit yang berfungsi sebagai pengangkut
oksigen dan karbondioksida. Leukosit yang berfungsi menjaga pertahanan
tubuh dari serangan patogen, serta fragmen sel (keping darah) yang
penting dalam pembekuan darah. Sementara matriks ekstraseluler yang
menyusun darah tersusun atas 90% air, zat organic dan garam anorganik.

c. Jaringan Ikat Penyokong


Kelompok jaringan ikat ini berfungsi menyokong tubuh hewan. Berdasarkan
penyusunnya, jaringan ikat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
a. Tulang rawan (kartilago)
Tersusun atas sel sel tulang rawan (kondrosit) dengan serat berupa
kolagen, atau elastin, atau retikulin. Tulang rawan berfungsi menyokong
tubuh embrio (fetus), serta beberapa bagian tubuh hewan dewasa. Tulang
rawan bersifat lunak dan dapat beregenerasi.
b. Tulang sejati (Osteon)
Tersusun atas sel sel tulang keras (osteosit) dangan matriks ekstraseluler
yang mengandung kalsium sehingga memadat. Bagian tulang keras ini
berfungsi menyokong serta melindungi organ pada hewan. Setelah lahir,
kerangka hewan yang awalnya tulang rawan akan mengalami pengerasan
menjadi osteon. Jadi sebenarnya tulang keras berasal dari tulang rawan
yang mengalami pengerasan oleh kalsium pada matriks ekstraselulernya.
3.

Jaringan Otot
Jaringan otot adalah jaringan yang mampu melakukan kerja mekanik
dengan jalan kontraksi dan relaksasi. Jadi, fungsi jaringan otot adalah untuk
melakukan pergerakan bersama dengan rangka pada berbagai bagian
tubuh..Macam jaringan otot:

4.

Jaringan Saraf
Jaringan syaraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Sel saraf terdiri atas
badan sel yang memiliki banyak cabang.cabang-cabang inilah yang
menghubungkan sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lainnya sehingga
terbentuk jaringan syaraf. Jaringan syaraf berfungsi untuk menghantarkan impuls
bila ada rangsang.
Bagian bagian saraf :
a. Dendrite, merupakan penjuluran pendek yang keluar dari badan sel.
Berfungsi untuk menghantarkan impuls dari luar sel neuron kedalam
sel.
b. Badan sel, terdiri atas sitoplasma dan nucleus. Berfungsi sebagai
penerima impuls dari dendrite dan menghantarkannya menuju axon.
c. Axon/neurit, penjuluran yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk
menerima impuls dari badan sel dan menghantarkannya ke
percabangan axon.
d. Sinapsis, persambungan antara ujung neurit sel saraf lain dengan ujung
dendrite.
e. Selubung neurolema, selaput tipis paling luar dari axon berfungsi
untuk melindungi axon, memberikan nutrisi pada axon, dan regenerasi
selubung myelin.
f. Selubung myelin, selaput tipis yang berhubunganlangsung dengan
axon dan terletak setelah selubung neurilema. Berfungsi untuk
melindungi axon dan memberikan nutrisi pada axon.
g. Sel schwan, sel-sel yang terdapat dalam selubung myelin. Berfungsi
untuk memperbaiki sel axon yang rusak/regenerasi.

h. Nodus ranvier, celah antara axon yang tidak tertutup oleh selubung
neurilema. Beerfungsi untuk mempercepat penyampaian impuls ke
neuron.

2.3

Sistem Organ pada Hewan

Daftar pustaka
http://www.generasibiologi.com/2012/09/struktur-dan-fungsi-jaringan-hewan.html
http://www.biologipedia.com/jaringan-epitel-pada-hewan-vertebrata.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_epitel
http://www.biologipedia.com/jaringan-otot-pada-hewan-vertebrata.html
http://kakakpintar.com/fungsi-jaringan-otot-pengertian-dan-ciri-cirinya/
http://kakakpintar.com/penjelasan-fungsi-jaringan-ikat-dan-jenisnya/
Modul Biologi Kelas XI, by Setyo Haryono+tim MGMP Biologi SMA N 16
Semarang, 2009
Buku diktat biologi umum unnes 2016