Anda di halaman 1dari 65

RSUD SEKAYU

JENIS-JENIS PEMERIKSAAN PATOLOGI ANATOMI

No.Dokumen

No.Revisi
B

Halaman
1

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003
Jenis-jenis pemeriksaan yang dimaksud adalah pemeriksaan
yang dikerjakan pada Laboratorium Patologi Anatomi pada
saat ini.
Memberikan pelayanan yang berkualitas dan memenuhi
standar yang ada
1. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
2. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
3. Buku Konpendium IAPI tahun 2002 tentang Standar
Pelayanan Patologi Anatomik
4. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor.........................................
Tentang Pedoman Pelayanan Patologi Anatomi
1. Masyarakat dapat dilayani di laboratorium Patologi
Anatomi dengan membawa bukti bahan pemeriksaan
dan permintaan dari RS, Poli, Puskes dll
2. Jenis pemeriksaan ditentukan oleh dokter/konsumen dan
dapat dilayani bila mana jenis pemeriksaan itu masuk
dalam daftar jenis pemeriksaan yang dapat dilayani di
laboratorium Patologi Anatomi.
3. Jenis-jenis pemeriksaan berpegang kepada standar
minimal yang ada
4. Ada pun jenis-jenis pemeriksaan itu ;
No
Jenis Pemeriksaan
1
Histopatologi
Jaringan Besar
Jaringan Sedang
Jaringan Kecil
Jaringan Khusus
Patong Beku (VC)
2
Cytopatologi
Paps Smear
Urine,cairan,sikatan,bilasan
Sputum1X
Sputum 3X
3
Aspirasi
TTB Aspirasi
FANB Superficial dg tindakan
5
Histokimia
Giemsa
- Fontana
Masson
Pas, pas diastase - Alcian Blue
Trichrom
- PTAH
Reticulin
- Instalasi/Departemen yang terkait
- Loket Rawat Inap dan Rawat Jalan
- Rujukan RS.Lain/Praktek Swasta
- Askes Center / Loket Jamkesmas/Asta
2 Januari 2013

Pengertian

Tujuan
Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

Ditetapkan
Direktur

RSUD SEKAYU

Pelayanan Pemeriksaan Pasien Umum Rawat Inap di


Loket Patologi Anatomi
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

(SPO)

Pengertian

Melaksanakan prosedur administrasi bagi pasien umum


rawat inap sesuai dengan peraturan yang ditetapkan bagi
pasien periksa Patologi Anatomi

Tujuan

Melaksanakan proses administrasi pasien umum rawat inap


di Loket Patologi Anatomi

Kebijakan

1. Kemenkes

Prosedur

1. Pasien/kelurga pasien dari poliklinik, RS luas,


puskesmas, praktek dokter swasta dan pelaksana
kesehatan
lainnya
membawa
surat
pengantar/formulir permintaan pemeriksaan PA
dan bahan yang akan diperiksa.
2. Pasien/keluarga pasien mengambil nomor antrian
3. Petugas loket memanggil pasien/keluarga pasien
sesuai nomor antrian
4. Pasien/keluarga
pasien
menyerahkan
surat
pengantar/formulir dan bahan pemeriksaan.
5. Petugas memasukkan data ke SIM RSUD dan
menyerahkan
slip
pembayaran
kepada
pasien/kelurga pasien yang akan diserahkan
pasien/keluarga pasien kepada petugas di ruang
rawat inap.
6. Pasien/keluarga pasien akan membayar biaya
pemeriksaan ke loket rawat inap setelah proses
rawat inap selesai.
7. Petugas mencatat dan memberi nomor bahan
pemeriksaan sesuai dengan jenis pemeriksaan dan
status pasien ke dalam buku register khusus
8. Proses 1-7 memerlukan waktu 5-10 menit.

Unit Terkait

RI
No.370/Meskes/SK/III/2007
tentang
Standar Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
2. Kemenkes
RI
No.411/Menkes/2010
tentang
Laboratorium
3. Buku Konpendium IAPI tahun 2002 tentang Standar
Pelayanan Patologi Anatomik
4. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor...................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi

Seluruh Instalasi Rawat Inap


Loket Rawat Inap

RSUD SEKAYU

Pelayanan Pemeriksaan Pasien Umum Rawat Jalan di


Loket Patologi Anatomi
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

(SPO)

Pengertian

Melaksanakan prosedur administrasi bagi pasien umum


rawat jalan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan bagi
pasien periksa Patologi Anatomi

Tujuan

Melaksanakan proses administrasi pasien umum rawat jalan


di Loket Patologi Anatomi

Kebijakan

Prosedur

1. Kemenkes

RI
No.370/Meskes/SK/III/2007
tentang
Standar Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
2. Kemenkes
RI
No.411/Menkes/2010
tentang
Laboratorium
3. Buku Konpendium IAPI tahun 2002 tentang Standar
Pelayanan Patologi Anatomik
4. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor..................................
Tentang Pedoman Pelayanan Patologi Anatomi

1. Pasien/keluarga pasien dari poliklinik, RS luas,


puskesmas, praktek dokter swasta dan pelaksana
kesehatan
lainnya
membawa
surat
pengantar/formulir permintaan pemeriksaan PA
dan bahan yang akan diperiksa.
2. Pasien/keluarga pasien mengambil nomor antrian
3. Petugas loket memanggil pasien/kelurga pasiesn
sesuai nomor antrian
4. Pasien/keluarga
pasien
menyerahkan
surat
pengantar/ formulir dan bahan pemeriksaan.
5. Petugas memasukkan data ke SIM RSUD dan
menyerahkan
slip
pembayaran
kepada
pasien/kelurga pasien
6. Pasien/keluarga
pasien
membayar
biaya
pemeriksaan ke kasir poliklinik umum (15-30
menit)
7. Pasien/keluarga
pasien
menyerahkan
bukti
pembayaran
8. Petugas mencatat dan memberi nomor bahan
pemeriksaan sesuai dengan jenis pemeriksaan
dan status pasien ke dalam buku register khusus
9. Proses 1-8 memerlukan waktu 20-40 menit.

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

Seluruh Departemen/Instalasi
Rujukan dari RS lain/ praktek swasta.
Pasien umum
Kasir Poliklinik Umum

Prosedur Pelayanan Pemeriksaan Patologi Anatomi di


Loket PA
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Standard
Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

Pengertian

Pelayanan pemeriksaan patologi anatomi meliputi


pelayanan pemeriksaan sediaan/ bahan dari seluruh hasil
operasi, biopsy, kuretase, cairan paps smear, hasil
nekropsi maupun jaringan yang keluar spontan dari dalam
tubuh.

Tujuan

1. Memberikan pelayanan pemeriksaan patologi anatomi


yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan.
2. Menegakkan diagnosis/proses patologik penyakit secara
mikroskopik dari jaringan tubuh manusia yang didapat
dari hasil operasi, eksisi/insisi, kuretase atau nekropsi.
1. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
2. Kemenkes
RI
No.411/Menkes/2010
tentang
Laboratorium
3. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
4. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor
Tentang Pedoman Pelayanan Patologi Anatomi

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

1. Pasien/keluarga pasien dari poliklinik, RS luar,


puskesmas, praktek dokter swasta dan pelaksana
kesehatan
lainnya
membawa
surat
pengantar/formulir permintaan pemeriksaan PA dan
bahan yang akan diperiksa.
2. Pasien//keluarga pasien mengambil nomor antrian
3. Petugas loket memanggil pasien/kelurga pasien
sesuai nomor antrian
4. Petugas loket membaca formulir, menentukan jenis
pemeriksaannya,
menanyakan
status
pasien
(ASKES/ASTA/JAMSOSKES)
dan
memberikan
penjelasan administratif yang harus dipenuhi pasien.
5. Pasien menyelesaikan syarat administrasi sesuai
statusnya
6. Petugas melakukan pengentrian data ke SIM RSUD
7. Setelah administrasi lengkap, dilakukan registrasi
dengan mencatat dan memberikan nomor sesuai
dengan jenis pemeriksaan dan status pasien ke
dalam buku registrasi khusus.
8. Petugas membuat slip pembayaran (untuk pasien
rawat inap diserahkan ke pasien/keluarga pasien
untuk diserahkan kembali kepada petugas diruang
rawat inap)
9. Proses 1 sampai 6 dilaksanakan dalam 1 hari kerja.
Seluruh Departemen/ Instalasi, RS lain, praktek swasta.

Syarat Administrasi ASKES/ASKESKIN Rawat Jalan


Instalasi/Departemen Patologi Anatomi
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

(SPO)

Pengertian

Syarat administrasi ASKES/JAMKESMAS/ASTA adalah


persyaratan administrasi sesuai dengan peraturan yang
ditetapkan bagi pasien ASKES/JAMKESMAS/ASTA sebagai
jaminan pemeriksaan di Departemen Patologi Anatomi.

Tujuan

Melaksanakan proses administrasi kelengkapan jaminan


ASKES/JAMKESMAS/ASTA rawat jalan.

Kebijakan

1. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar


Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
2. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
3. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor. ......................................
Tentang Pedoman Pelayanan Patologi Anatomi
4. Peraturan Menkes RI No. 903/Menkes/Per/V/2011 tentang
Pelayanan Jamkesmas

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

1. Pasien/ keluarga pasien membawa menyerahkan


bahan/jaringan/ sediaan yang akan diperiksa beserta
formulir permintaan pemeriksaan yang telah dicap
RS/Bagian/Instalasi disertai lembar terpadu/lembar resep
kepada petugas loket.
2. Lembar terpadu/resep dikeluarkan oleh Tim Pengendali
ASKES/JAMKESMAS/ASTA dengan melampirkan lembar
rujukan.
3. Syarat ASKES/JAMKESMAS/ASTA sebagai bahan klaim
yang harus dipersiapkan pasien adalah:
a. Fotokopi formulir permintaan 1 lembar + asli.
b. Fotokopi formulir permintaan 2 lembar + asli untuk
pemeriksaan Paps test.
c. Fotokopi lembar terpadu/resep 1 lembar.
d. Bila ada fotokopi kartu ASKES/ JAMKESMAS/ ASTA
/Fotokopi KTP 1 lembar
4. Petugas
loket
membuat
slip
tindakan
yang
ditandatangani oleh kedua belah pihak.
5. Formulir
asli,
lembar
terpadu,
kartu
ASKES/
JAMKESMAS/ASTA dan slip tindakan asli dijadikan satu
untuk klaim ke PT. ASKES melalui Tim pengendali ASKES/
JAMKESMAS/ ASTA oleh petugas loket.
-

Instalasi Patologi Anatomi


Poliklinik
Tim Pengendali ASKES/JAMKESMAS/ASTA

Prosedur Penyerahan Lembar Jawaban


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)

Pengertian

Tujuan

2 januari 2013

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003

Formulir jawaban adalah formulir baku yang dikeluarkan


Laboratorium PA secara resmi berupa lembaran berisi
jawaban dari bahan jaringan yang dikirimkan.

1. Pemberian jawaban oleh dokter spesialis PA dapat


diterima oleh dokter pengirim dengan jelas dan
benar.
2. Melakukan proses penyerahan lembar jawaban
secara benar dan bertanggung-jawab.

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

1. Surat Keputusan Direktur RSUD Sekayu Nomor.


.
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
2. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
1. Petugas administrasi mengetik jawaban/ diagnosis
dokter pada formulir jawaban yang telah ada rangkap
tiga (3).
2. Dokter spesialis PA mengoreksi hasil ketikan dan
menandatangani formulir jawaban asli kemudian di cap
oleh petugas loket.
3. Petugas loket menyerahkan jawaban asli dalam amplop
tertutup.
4. Salinan jawaban disimpan sebagai arsip.
5. Penyampaian jawaban kepada klinisi dapat melalui
pasien/keluarga pasien/petugas khusus dengan terlebih
dahulu menunjukkan kartu pengambilan hasil untuk
diberikan kepada dokter pengirim.
6. Petugas loket mengambil kartu pengambilan hasil,
mencatat tanggal pengambilan dan nama pengambil
disertai tanda-tangan pengambil jawaban pada buku
registrasi khusus.
7. Jika dikirim lewat pos, petugas harus mencatat tanggal
pengiriman dan alamat yang dituju pada buku register
khusus.
8. Proses 1 sampai 7 dilaksanakan dalam 1 hari kerja.
-

Instalasi Patologi Anatomi


Instalasi/Departemen lain yang terkait
RS lain yang mengirim rujukan
Praktek swasta

Prosedur Pengambilan Sampel Jaringan


(Potong Gross)
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/2

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)

Pengertian

2 Januari 2013

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003

Sampel jaringan adalah 1 bagian atau lebih jaringan tubuh


hasil operasi atau biopsy yang dicurigai terdapat kelainan
yang diambil untuk periksa secara histopatologi.

Tujuan
Kebijakan

1. Memberikan pelayanan pemeriksaan patologi anatomi.


2. Melakukan pengambilan sampel jaringan yang benar dan
representatif.
1. Surat Keputusan Direktur RSUD Sekayu Nomor.
..
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
2. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium

RSUD SEKAYU

Prosedur Pengambilan Sampel Jaringan


(Potong Gross)
Jl. Kolonel Wahid Udin
Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

No.Dokumen

No.Revisi
B

Halaman
2/2

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

1. Petugas potong mengenakan baju laboratorium,


sarung tangan karet dan masker.
2. Petugas potong gross menerima jaringan dari
petugas loket, mencocokkan nomor jaringan dan
formulir pemeriksaan jaringan.
3. Jaringan yang diterima langsung dilakukan potong
gross.
4. Petugas potong gross menyusun formulir dalam satu
map secara berurutan berdasarkan nomor registrasi
dan meletakkan jaringan yang akan dipotong di meja
potong secara berurutan sesuai nomor.
5. Jaringan di cek apakan sudah memenuhi ketentuan
pengiriman jaringan atau belum.
6. Petugas menambahkan cairan formalin pada jaringan
yang kekurangan cairan perendam, mengganti cairan
perendam yang dicurigai tidak sesuai dengan
ketentuan, melamelasi jaringan yang berukuran
besar.
7. Petugas menyediakan alat-alat potong gross di meja
potong dan mengecek kecukupan air.
8. Asisten dokter yang bertugas mengenakan baju
laboratorium, sarung tangan karet dan masker.
9. Jaringan
dilakukan
pemeriksaan
makroskopik
meliputi pengukuran, penimbangan, pemeriksaan
konsistensi dan warna jaringan oleh asisten yang
bertugas sesuai jadwal dan dilakukan pencatatan
oleh petugas potong
10. pencatatan deskripsi jaringan harus sesuai dengan
pemeriksaan makroskopik yang dilakukan asisten,
dicatat di bagian belakang formulir dengan
menggunakan pensil, membubuhkan tanggal dan
nama asisten.
11. Setelah dilakukan pemeriksaan makroskopik jaringan
diambil
sampel
jaringan
untuk
dilakukan
pemprosesan selanjutnya.
12. petugas mencatat jumlah sampel jaringan yang
diambil di bagian bawah deskripsi dalam bentuk cup.
13. Sampel jaringan dimasukkan dalam keranjang
khusus untuk jaringan yang berukuran besar atau
kaset jaringan untuk jaringan kecil-kecil/ proses
manual.
14. Jaringan yang sangat kecil dibungkus kertas
saring/keriting terlebih dahulu sebelum dimasukkan
ke dalam kaset
15. Sampel jaringan diberi label sesuai nomor register.
16. Sampel jaringan yang akan diproses dengan mesin
diletakkan dalam tempat khusus lalu dimasukkan ke
dalam autotechnicon/ histokinet.
17. Sisa jaringan dimasukkan kembali ke dalam wadah,
ditutup rapat dan disimpan oleh petugas kamar
potong ke dalam ruang penyimpanan jaringan.
18. Petugas membersihkan alat-alat potong dan meja
potong.
19. Asisten mencatat hasil deskripsi ke dalam buku
potong gros petugas
1. Sub unit kamar potong Instalasi PA
2. Departemen dan Instalasi lain yang terkait
3. RS lain

Prosedur Pengoperasian Tissue Prosessor


(Auto-technicon)

No.Dokumen

No.Revisi
B

Halaman
1

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

(SPO)

Pengertian

Tissue prosessor adalah alat yang digunakan untuk proses


jaringan secara automatik melalui tahapan-tahapan fiksasi,
dehidrasi, penjernihan dan impregnasi.

Tujuan

Memproses jaringan sehingga jaringan dapat dibuat blok


paraffin.

Kebijakan

1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar


Pelayanan medis.
2. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor.......................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Departemen Patologi Anatomi.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Isi tiap-tiap gelas dengan larutan yang telah ditentukan.
2. Atur start/ stop pada piringan waktu.
3. Suplpy mains (on/off motor kerja)
4. In/out (naik/turun katup)
5. Delay in operation dengan tombol putar waktu, yaitu untuk
mengatur lamanya waktu sebelum alat bekerja kembali
(sistem kerja mati bila delay aktif).
6. waktu kerja pada piringan yang biasa digunakan yaitu:
Untuk memproses jaringan yang lebih besar.
1. Formalin 10%
1 jam (menunggu
processing)
2. Alkohol I 70%
jam
3. Alkohol II 95%
jam
5. Alkohol III 100%
jam
6. Alkohol IV 100%
1 jam
7. Alkohol V 100%
1 jam
8. Alkohol VI 100%
1 jam
9. Xylol I
1,5 jam
10 Xylol II
1,5 jam
11. Xylol III
1,5 jam
12 Parafin I
2,5 jam
13.Lilin 2
2,5 jam
14. Lilin 4
4 jam
Petugas/Tehnisi prosesing

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

Prosedur Pengoperasian Tissue Prosessor (Tissue-Tek)/Continuous


Rapid Tissue Processor Xpress X50

No.Dokumen

No.Revisi
B

Halaman
1

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

(SPO)

Pengertian

Tujuan
Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

Tissue
Prosessor
(Tissue-Tek)/Continuous
Rapid
Tissue
Processor Xpress X50 adalah alat yang digunakan untuk
prosesing jaringan secara automatik dengan menggunakan
mesin.
Memproses jaringan sehingga jaringan dapat dibuat blok
paraffin.
1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
2. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor.......................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Departemen Patologi Anatomi.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Nyalakan Power switch dengan mengangkat tuas
keatas, panel ini terdapat dipunggung mesin kiri bawah
dekat dengan kabel power.
2. Nyalakan fungtional switch yang terdapat dibagian
samping kanan alat
3. Nyalakan komputer dengan menekan tombol power
4. Perhatikan tanda Time to ready, tanda ini menunjukkan
waktu yang dibutuhkan alat untuk warming-up (3 jam
yang menit)
5. Apabila proses warming up sudah selesai, tekan tombol
log on: kemudian masukkan password 100.000
(seratus ribu) kemudian tekan ENTER untuk masuk
sebagai administrator.
6. Setelah Log On tentukan tipe proses yang akan
digunakan : Standard : untuk sampel setebal 1,5-2 mm,
Extended : untuk sampel setebal 2,5 3 mm.
7. Sampel yang sudah disiapkan dalam basket dimasukkan
kedalam UNLOADING station
8. Masukkan jumlah cassete yang ada dalam basket yang
baru saja dimasukkan kedalam unloading station
9. Apabila proses sudah selesai alarm akan berbunyi
10. Matikan alarm dengan menekan gambar basket
disebelah kanan menu dan bukapintunya dan ambil
basket menggunakan Tray.

Petugas/teknisi prosesing

RSUD SEKAYU

Prosedur Pemotongan Blok dengan Mikrotom

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

2 Januari 2013

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003

Pemotongan blok dengan ketebalan tertentu menggunakan


mikrotom
Membuat slaid jaringan sehingga jaringan dapat dipulas.
1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
2. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor.......................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4.
Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

1. Blok disusun secara berurutan sesuai nomor pada


coolplate di mesin mikrotom.
2. Periksa ketajaman, sudut, sekrup dan buka alat
pelindung pisau.
3. Lengan mikrotom dimundurkan dengan cengkeraman
mikrotom tegak lurus (jangan sekali-kali tangan
menyentuh permukaan pisau mikrotom).
4. Bila telah selesai kunci roda putar.
5. Letakkan blok parafin pada penjepit blok, dalam posisi
rata
6. Buka kunci roda putar
7. Diatur jarak pisau dengan blok parafin sampai
menempel pisau
8. Potongan pertama dipotong lebih tebal supaya
mempercepat mendatkan orientasi jaringan yang
diinginkan.
9. Blok parafin didinginkan kembali di coolplate kurang
lebih 5 menit
10.Untuk pengambilan sampel sediaan jaringan gunakan
ketebalan 2-5 mm
11.Lembaran-lembaran jaringan diambil secara hati-hati
menggunakan kuas kecil dan segera dilebarkan diatas
waterbath bersuhu 40 -50 C
12.Ambil slaid (kaca benda) dan beri nomor sesuai nomor
blok parafin.
13.Lembaran jaringan yang mengapung di atas waterbath
dipilih dan segera diambil dengan menggunakan slaid,
sehingga lembaran jaringan menempel di atas slaid.
14.slaid disusun dalam keadaan tegak pada rak-rak.
15.Rak berisi slaid yang telah penuh dimasukkan ke dalam
oven pada suhu 60 C selama 30 menit.
16.Rak slaid kemudian diserahkan kepada petugas di
kamar pulas untuk diwarnai.
17.Bila seluruh proses selesai petugas membersihkan
kembali mikrotom, roda putar dikunci dan pasang
kembali alat pelindung pisau.
18.Seluruh proses dari 1-14 dilaksanakan dalam 1 hari
kerja.
Subunit Ruang Prosesing Instalasi PA

Prosedur Pengoperasian Histoblock


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

(SPO)

Pengertian

Histoblok adalah alat yang digunakan untuk mendinginkan


sediaan blok parafin sebelum dipotong.

Tujuan

Mengeraskan blok parafin sehingga mudah dipotong.

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar


Pelayanan medis.
2. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor......................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Departemen Patologi Anatomi.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON.
2. Tentukan suhu dengan memutar tombol ( biasanya pada
suhu -5 atau -7 C.
3. Letakkan blok parafin dengan posisi terbalik ( bagian blok
yang akan dipotong diletakkan di bawah).
4. Setelah selesai matikan dan bersihkan dengan lap dan
kuas.
Subunit prosesing jaringan.

Prosedur Pembuatan Blok Parafin


No.Dokumen

No.Revisi
B

Halaman
1

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003
Blok parafin adalah penanaman jaringan ke dalam cetakan
khusus berisi lilin parafin/ histoplast dalam bentuk blok
sehingga jaringan mudah untuk dipotong dengan mikrotom.
Memudahkan pemotongan jaringan dengan mikrotom.
2 Januari 2013

Pengertian

Tujuan

Ditetapkan
Direktur

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait
RSUD SEKAYU

1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar


Pelayanan medis.
2. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor.......................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Kemenkes
RI
No.411/Menkes/2010
tentang
Laboratorium
1. Petugas memakai baju laboratorium dan sarung tangan
karet.
2. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON ( biasanya
alat telah dihidupkan sehari sebelum dipakai dengan
pemanasan lilin diaktifkan).
3. Petugas mengecek bak lilin untuk diisi dengan
histoplast, dicek temperatur alat.
4. Temperatur cold plate diprogram pada suhuu -5C.
5. Parafin tank diprogram pada suhu max 59C.
6. Tissue tank diprogram pada suhu 60-64 C
7. Hot plate diprogram pad suhu 60-64C
8. Sediaan dari tissue prossesor diletakkan pada tissue
tank.
9. Aktifkan pinset elektro
10.Nyalakan lampu.
11.Foot switch dapat digunakan dapat juga tidak
12.Jaringan dan label diletakkan di atas lempengan/ wadah
dari tissue tank.
13.Cetakan terlebih dahulu diletakkan diatas cold plate,
diberi label pada bagian dalamnya sesuai nomor
jaringan.
14.Pembuatan blok dilakukan diatas hot plate di bawah
corong lilin, lalu lilin cair dituangkan ke dalam cetakan
hingga penuh.
15.Jaringan diambil dengan pinset, dengan bagian yang
akan dipotong menghadap ke bawah, ditanam ke dalam
cetakan berisi lilin, ditekan sehingga benar-benar
tertanam rata.
16.Jika menggunakan kaset, cetakan kaset diisi lilin cair
jaringan di tanam dan ditutup kembali dengan kaset.
17.Jumlah blok dicatat pada formulir bagian belakang.
18.Blok parafin diletakkan pada cold plate
19.Setelah lilin beku cetakan dilepaskan.
20.Blok parafin disusun berurutan sesuai nomor pada cold
plate di meja pemotongan.
21.Setelah proses selesai bagian dari alat dapat dimatikan
kecuali bagian parafin tank yang masih menyala.
22.Mesin embedding dibersihkan.
23.Proses dari 1-14 dilaksanakan selama 1 hari kerja.
Subunit posesing jaringan PA

Prosedur Proses Jaringan Secara Manual


Jl. Kolonel Wahid Udin
Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

No.Dokumen

No.Revisi
B

Halaman
1

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

(SPO)

Pengertian

Tujuan
Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait
RSUD SEKAYU

Prosesing jaringan adalah tahapan-tahapan pengolahan


jaringan yang bertujuan untuk menghilangkan kadar air
dalam jaringan dan mengganti dengan parafin dilakukan
secara manual untuk memudahkan proses selanjutnya.
Memproses jaringan sehingga jaringan siap dibuat blok
parafin.
1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
2. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor. ......................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Petugas mengenakan baju laboratorium, sarung tangan
karet dan masker.
2. Petugas kamar pemrosesan menyiapkan wadah/jar
khusus sebanyak 5 buah diberi label, disusun berjajar di
atas meja prosesing dengan susunan sbb :
- Jar I : berisi alkohol 70%
- Jar II : berisi alkohol 96 %
- Jar III : berisi alkohol 100%
- Jar IV : berisi alkohol 100%
- Jar V : berisi alkohol 100%
- Jar VI : berisi etanol 100%
- Jar VII : berisi xylol pertama
- Jar VIII : berisi xylol kedua.
3. Kaset jaringan dipindahkan dari wadah perendam berisi
formalin ke dalam jar I, penghitung detik distel selama 40
menit.
4. Setelah alarm berbunyi kaset dipindahkan ke jar II selama
40 menit, penghitung detik distel.
5. Setelah itu dimasukkan ke dalam jar III selama 40 menit.
6. Dimasukkan ke dalam jar IV selama 10 menit
7. Dimasukkan dalam jar V selama 40 menit
8. Dimasukkan kedalam jaringan VI selama 40 menit
9. Dimasukkan ke dalam jaringan VII selama 30 menit
10.Dimasukkan ke dalam jaringan VIII selama 30 menit
11.Dimasukkan ke dalam cairan parafin pada suhu 60
derajat selama satu setengan jam.
12.Jaringan dikeluarkan dan diletakkan di meja pembuatan
blok untuk dilakukan blok parafin.
Sub unit kamar prosesing Instalasi Patologi Anatomi

Prosedur Proses Jaringan Dengan Tissue Prosessor


No.Dokumen

Jl. Kolonel Wahid


Udin
Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

No.Revisi

Halaman

Tanggal Terbit
(SPO)
Pengertian

Tujuan
Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

Ditetapkan
Direktur

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003
Proses jaringan adalah tahapan-tahapan pengolahan jaringan
yang bertujuan untuk menghilangkan kadar air dalam
jaringan dan mengganti dengan parafin dilakukan dengan
mesin prosesing jaringan untuk memudahkan proses
selanjutnya.
2 Januari 2013

Memproses jaringan sehingga jaringan siap dibuat blok


parafin.
1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
2. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor.......................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Jaringan yang diletakkan dalam keranjang jaringan
diserahkan petugas potong kepada petugas di ruang
prosesing beserta formulirnya.
2. Isi tiap tabung dengan larutan yang telah ditentukan.
3. Atur start/stop pada piringan waktu, dengan keterangan
sebagai berikut:
a. supply mains (on/off arus listrik)
b. Start (on/off motor kerja)
c. In/out (naik/turun katup)
d. Delay in operation dengan tombol putar lamanya
waktu sebelum alat bekerja kembali (sistem kerja mati
bila delay aktif).
4. Petugas prosesing memasukkan keranjang ke dalam
tabung I berisi cairan formalin pada mesin prosesing
otomatis menutup tabung.
5. Sebelumnya petugas telah memprogram mesin sesuai
waktu yang ditentukan (langkah I atau langkah II).
6. Setelah proses selesai keranjang berisi jaringan
dikeluarkan dan diletakkan pada meja blok parafin untuk
segera dilakukan pembuatan blok parafin.
7. Proses dari 1-4 dilaksanakan selama 1 hari.
Sub unit kamar prosesing jaringan Departemen PA

Prosedur Pemeriksaan Histopatologi (rutin)

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855
Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

(SPO)
2 Januari 2013

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

Pemeriksaan PA biasa dari jaringan berupa seluruh hasil


operasi, biopsi, kuret, nekropsi dan jaringan yang keluar
spontan dari tubuh menggunakan blok paraffin dan pulasan HE
(hematoksilin dan eosin).
Memberikan pelayanan pemeriksaan jaringan yang diperlukan
untuk menegakkan diagnosis penyakit secara mikroskopik.
1. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
2. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
3. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
4. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
1. Jaringan dan formulir permintaan pemeriksaan diterima di
loket oleh petugas loket untuk diperiksa kelengkapan
syarat-syarat administrasinya. Jika telah lengkap jaringan
dikirim oleh petugas loket ke kamar potong dan diserahkan
kepada petugas di kamar potong.
2. Jaringan diperiksa oleh petugas kamar potong apakah
sudah memenuhi syarat-syarat pengiriman jaringan.
Petugas harus menempatkan jaringan dalam wadah
tertutup dan difiksasi dengan cairan formalin 10% sampai
jaringan tenggelam (10-20x besar jaringan).
3. Jaringan dibuat potongan sampel yang representatif,
dimasukkan ke dalam keranjang jaringan/kaset.
4. Jaringan diserahkan kepada petugas di ruang pemprosesan
untuk diproses menggunakan mesin pemroses jaringan
sesuai standar yang berlaku.
5. Jaringan dibuat blok parafin oleh petugas di ruang
pemrosesan.
6. Blok parafin dipotong dengan mikrotom dengan ketebalan
3-5 mikron dan dibuat slaid (preparat jaringan).
7. Slaid dibawa oleh petugas pemprosesan ke ruang pulas
diserahkan kepada petugas di ruang pemulasan.
8. Slaid dicat dengan HE, diberi nomor dan dikelompokkan
sesuai dengan divisi masing-masing.
9. Sediaan diserahkan petugas kamar pulas ke ruang
diagnosis, dibaca oleh dokter SpPA, dianalisa dan dibuat
diagnosis histopatologik ditulis pada formulir permintaan.
10. Potong ulang blok atau gros jaringan dapat dilakukan atas
permintaan dokter pemeriksa jika sampel kurang
representatif atau meragukan.
11. Jawaban/ diagnosis diambil petugas pengarsipan dan
diketik rangkap dua diserahkan kepada petugas loket.
12. Hasil diterima/ diambil dalam waktu tujuh hari kerja.
13. Bila terjadi ketidaklancaran dalam proses jaringan maupun
diagnosis, kebijakan penambahan waktu dapat dilakukan.
Seluruh departemen antara lain:
- IRD
- IRNA
- IRJ
- Rujukan dari RS lain

RSUD SEKAYU

Prosedur Diagnosis Histopatologi

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)
Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

Ditetapkan
Direktur

dr. H. Azmi Dariusmansyah


2 Januari 2013
NIP. 19720928 200502 1 003
Diagnosis histopatologik meliputi analisa makroskopik dan
mikroskopik, deskripsi dan menentukan penyakit sesuai
dengan jaringan yang diperiksa oleh dokter spesialis PA.
Memberikan pelayanan spesialistik untuk menentukan
diagnosis suatu penyakit secara cepat dan tepat.
1. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor..
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
2. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
3. Buku Konpendium IAPI tahun2005 tentang Standar
Pelayanan Patologi Anatomi
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Slaid jaringan yang siap diperiksa dan formulir diterima
dokter sesuai divisi masing-masing.
2. Slaid dianalisis, dideskripsi dan ditentukan diagnosisnya.
3. Jika diagnosis belum dapat ditegakkan karena sampel
kurang jelas atau tidak
representatif, atau perlu
pemeriksaan penunjang dokter spesialis PA dapat
meminta potong ulang blok/gross dan atau pemeriksaan
histokimia serta immunohistokimia.
4. Deskripsi dan diagnosis ditulis pada lembar formulir dan
ditandatangani oleh dokter yang memeriksa.
5. Bila diperlukan Dokter spesialis PA dapat memberikan
saran kepada dokter pengirim jaringan/klinikus
6. Formulir dan hasil diambil petugas arsip/loket untuk
diketik
Subunit Diagnostik Departemen Patologi Anatomi

RSUD SEKAYU

Langkah-langkah Proses Pemeriksaan Histokimia


Ziehl Nielsen Untuk Jaringan/Blok Parafin

No.Dokumen
Jl. Kolonel Wahid Udin
Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit

(SPO)
Pengertian
Tujuan

Kebijakan

Prosedur

No.Revisi

Halaman

Ditetapkan
Direktur

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003
Tahapan dalam proses pemeriksaan histokimia Ziehl Nielsen
2 Januari 2013

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas pada


kasus dicurigai TBC.
1. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
2. Buku Konpendium IAPI tahun2005 tentang Standar
Pelayanan Patologi Anatomi
3. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Buat sediaan baru dengan potong ulang blok paraffin
2. Panaskan sediaan baru tersebut dengan menggunakan
hot plate selama 10 menit
3. Deparapinisasi dengan :
Xylol I ....................5 menit
Xylol II.....................5 menit
4. Rehidrasi dengan :
Alkohol Absolut.........5 menit
Alkohol 96 %.............5 menit
Alkohol 80 %.............5 menit
5. Rendam dalam Air mengalir selama 3 menit
6. Rendam dalam Carbol Fuchsin selama 30 menit
7. Rendam dalam Air mengalir selama 3 menit
8. Rendam dalam Alkohol Asam 1 % sebanyak 1 celup
(warna merah muda)

Unit Terkait

9. Rendam dalam Air mengalir selama 8 menit


10.Rendam dalam Methyline blue sampai warnanya biru
muda 1-2 menit
11.Rendam dalam Air mengalir selama 3 menit
12.Dehidrasi dengan ;
Xylol I....................3 menit
Xylol II...................3 menit
Xylol III .................3 menit
13.Tetesi entelan dan tutup dengan Dek Glass
14.Sediaan siap dibaca
- Laboratorium imunohistokimia.
- IRJ, IRNA
- RS/ Klinik swasta lainnya

RSUD SEKAYU

Prosedur Pemeriksaan Histokimia Ziehl Neelsen

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003
Suatu tindak lanjut dari proses jaringan/slaid FNAC dengan
pengecatan khusus
Mendapatkan
gambaran
yang
lebih
jelas
untuk
jaringan/slaid FNAC yang dicurigai sebagai kasus TBC.
Morbus Hansen
1. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
2. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
3. Buku Konpendium IAPI tahun2005 tentang Standar
Pelayanan Patologi Anatomi
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Sediaan jaringan/slaid FNAC yang telah diproses dan
telah
mendapat
diagnosis,
dengan
gambaran
TBC/dicurigai TBC
2. Bila terdapat suatu yang mencurigakan tuberkulosis dan
tidak dapat ditentukan diagnosa secara pasti/jelas,
maka dokter ahli patologi dapat melanjutkan dengan
pemeriksaan khusus histokimia Ziehl Nielsen.
3. Pulasan Ziehl Neelsen dilakukan apabila perlu, tanpa
saran/ persetujuan klinis, ditulis di formulir permintaan
kepada tehnisi oleh patologi yang memeriksa
4. Diagnosis hasil pulasan di ketik pada lembar jawaban
- Laboratorium imunohistokimia.
- IRJ, IRNA
- RS/ Klinik swasta lainnya

RSUD SEKAYU

Prosedur Pemeriksaan Paps test/ Paps Smear


(Slaid kering)

No.Dokumen
Jl. Kolonel Wahid Udin
Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

No.Revisi
B

Halaman
1

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

(SPO)

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Pemeriksaan Paps smear adalah salah satu pemeriksaan sitologi


cairan tubuh yang diambil dari lendir serviks dengan cara
usapan/ sikatan menggunakan alat tertentu.
1. Memberikan pelayanan pemeriksaan sitologi Paps smear
dalam bentuk slaid kering.
2. Menemukan keganasan di serviks sedini mungkin, menilai
adanya radang, status hormonal,menilai hasil terapi dan
menilai kekambuhan.
1. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor.
.
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Instalasi
Patologi Anatomi.
2. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium

Prosedur

Unit Terkait

1. Sediaan
berupa
slaid
beserta
formulir
permintaan
pemeriksaan diterima di loket, diperiksa kelengkapan dan
persyaratan administrasinya, diberi nomor dan dicatat di buku
khusus oleh petugas loket.
2. Sediaan dan formulir diserahkan petugas loket kepada
petugas di ruang pemulasan untuk dilakukan proses
pengecatan dengan Papaniculaou.
3. Sediaan dikirim ke ruang diagnosis oleh petugas kamar pulas
untuk diperiksa, dianalisa , ditetapkan diagnosisnya oleh
dokter spesialis PA.
4. Jawaban diagnosis dokter diketik rangkap dua (2) oleh
petugas arsip, ditandatangani dokter yang bersangkutan.
5. Jawaban asli diserahkan dalam amplop tertutup kepada
pasien/ dokter pengirim, salinan disimpan sebagai arsip.
6. Proses dari 1 sampai 5 dilakukan selama 2 hari kerja.
Tahapan pengecatan Papanicolaou (Papsmear, Cairan,
Sputum) :
1. Alkohol 70% : 7 celup
2. Alkohol 50% : 7 celup
3. Aquades : 7 celup
4. Haris : 4-7 menit
5. Dicuci dengan air mengalir : 5 menit
6. Litium : 2 celup
7. Dicuci dengan air : 2 celup
8. Alkohol 50% : 7 celup
9. Alkohol 70% : 7 celup
10. Alkohol 96% : 7 celup
11. OG 6 : 4 menit
12. Alkohol 96% : 7 celup
13. Alkohol 96% : 7 celup
14. Alkohol 965 : 7 celup
15. EA 50 : 6 menit
16. Alkohol 96% : 7 celup
17. Alkohol 96% : 7 celup
18. Alkohol 96% : 7 celup
19. Ditiriskan sampai sediaan kering : 5 10 menit
20. Xylol : 7 celup
21. Xylol : 7 celup
- Departemen Obstetri dan Ginekologi,IRJ
- Rujukan dari RS lan, Praktek swasta.

RSUD SEKAYU

Prosedur Permintaan Pemeriksaan Imunohistokimia

No.Dokumen
Jl. Kolonel Wahid Udin
Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

No.Revisi

Halaman

1/3

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

(SPO)

Pengertian

Tujuan

Pemeriksaan imunohistokimia adalah pemeriksaan khusus


lanjutan yang diperlukan untuk menentukan diagnosis dan
terapi suatu penyakit.
1. Memberikan pelayanan pemeriksaan patologi anatomi
yang akurat.
2. Mendapatkan diagnosis suatu penyakit/ keganasan
dengan lebih akurat.
3. Menentukan terapi yang sesuai

Kebijakan

1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar


Pelayanan medis.
2. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor...............................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
3. Kemenkes
RI
No.370/Meskes/SK/III/2007
tentang
Standar Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Buku Konpendium IAPI tahun 2005 tentang Standar
Pelayanan Patologi Anatomi
5. Kemenkes
RI
No.411/Menkes/2010
tentang
Laboratorium

RSUD SEKAYU

Prosedur Permintaan Pemeriksaan Imunohistokimia

No.Dokumen
Jl. Kolonel Wahid Udin
Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

No.Revisi

Halaman

2/3

Prosedur

RSUD SEKAYU

1. Permintaan pemeriksaan immunohistokimia dapat


dilakukan setelah mendapatkan hasil pemeriksaan
histopatologi
2. Pemeriksaan immunohistokimia disarankan oleh dokter
spesialis PA kepada klinik dicantumkan dalam lembar
jawaban ataupun disampaikan langsung melalui
telepon
3. Formulir permintaan dan syarat syarat administrasi
diserahkan oleh pasien / keluarga pasien kepada
petugas loket
4. Petugas loket memeriksa kelengkapan administrasi
dan jaringan yang dikirim, membuat nomor dan
mencatat pada buku register khusus
5. Petugas loket menyerahkan bahan yang akan diperiksa
dan formulir permintaan kepada petugas di bagian
immunohistokimia
6. Petugas laboratorium immunohistokimia menerima
formulir permintaan, memeriksa nomor formulir dan
nomor sediaan blok paraffin yang akan diproses.
7. Sediaan immunohistokimia di serahkan kepada dokter
spesialis
PA
oleh
petugas
laboratorium
immunohistokimia untuk dipilih dan selanjutnya
diproses sesuai permintaan.
8. Proses pulasan Immunohistokimia dengan cara manual
:
1. Blok jaringan dipotong dengan mikrotom dengan
ketebalan 3-5 mikron
2. Preparat dipanaskan pada hotplate dengan suhu 56
-600 selama 10 menit.
3. Disimpan dioven 1 malam
4. Besoknya di hotplate 10 menit
5. Deparanifisasi : rendam preparat dalam xylol I dan
II masing masing selam 5 menit.
6. Rehidrasi. Rendam preparat dalam alkohol 100% I
dan II masing masing selama 5 menit, kemudian
dalam alkohol 96% selama 5 menit
7. Celup dalam air mengalir selama 10 celup
8. Bloking peroksidase endogen : rendam dalam H 2O2
0,5% dalam metanol selama 30 menit
9. Cuci dengan air mengalir selama 5 menit
10.Pretreatmen dengan antigen retrivieal solution
dalam microwave dengan target retrivieal solution
(TRS)
pemanasan
tinggi
sampai
mendidih,
kemudian pemanasan rendah selama 6 menit
11.Dinginkan sampai sama dengan suhu ruangan ( 15
menit )
12.Cuci dengan PBS (Phosphat Buffer Saline) Ph7, 2-7,
4 sebanyak 1 kali selama5 menit
13.Lingkari bagian yang akan diperiksa dengan pap
pen dan tetesi dengan sniper selama 15 menit
buang sniper
14.Tetesi dengan antibodi primer lalu inkubsi selama 1
jam
15.Cuci dengan PBS pH 7, 2-7, 4 sebanyak 3 kali,
masing masing selama 5 menit

Prosedur Permintaan Pemeriksaan Imunohistokimia

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

3/3

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

16.Tetesi Trakkie Link dengan waktu 15 menit


17.Cuci dengan PBH Ph 7, 2-7, 4 sebanyak 3 kali,
masing masing selama 5 menit
18.Tetesi hoseradish peroxidase (HRP) conjugated
sreptavidin dengan waktu 15 menit
19.Cuci dengan PBS (Phosphat Buffer Saline) Ph7, 2-7,
4 sebanyak 3 kali, masing masing selama 5 menit
20.Tetesi
dengan
DAB
(diaminobenzidine
tetrahidrochlorida, Sigma- Aldrich) selama 2 - 5
menit, sambil dilihat di mikroskop sampai berubah
warna menjadi coklat
21.Cuci dengan air mengalir
22.Lakukan
counterstaining
dengan
Mayers
Hematoksilin selama 1 2 menit
23.Cuci dengan air mengalir
24.Celupkan di lithium carbonat jenuh/ LiCO3 5%
sebanyak 3-5 kali
25.Cuci dengan air mengalir
26.Dehidrasi dengan alkohol bertingkat (alkohol 96%
selama 5 menit. Alkohol 100% I dan II selama 5
menit)
27.Kliring dengan xylol I dan II masing masing 5
menit
28.Mounting dengan coverglass
29.Beri label sesuai nomor registrasi pasien.
9. Diagnosis dilakukan oleh dokter spesialis PA
10.Jawaban diagnosis diketik rangkap dua oleh petugas
TU
11.Proses 1-10 dilaksanakan dalam waktu 7 hari kerja
Catatan : antibodi primer yang tersedia di laboratorium
Patologi Anatomi RSUD SEKAYU:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Unit Terkait

ER (Estrogen reseptor)
PR (Progesterone reseptor)
Her-2 New / C-er-B2
P53
LCA/CD 45
AE 1/3
CD 117
Vimentin
CD 3
CD 20

11. Desmin
12. S100
13. CD 3, CD, 15, CD
30
14. HMW
15 CK 14
16. Synaptophysin
17. Cromogranin
18. CEA
19. Calretinin
20 BCL 2

- Laboratorium imunohistokimia.
- IRJ, IRNA
- RS/ Klinik swasta lainnya

21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.

CK 7
CK 20
E-Cadherin
EGFR
C+VEGF
CK 8
Ki 67

RSUD SEKAYU

Jl. Kolonel Wahid


Udin
Lingkungan I
Kayuara Sekayu
Telp. (0714) 321855

Prosedur Pemeriksaan Cairan tubuh


(Sitopatologi)

No.Dokumen

Tanggal Terbit

No.Revisi
B

Halaman
1

Ditetapkan
Direktur

(SPO)
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003
Pemeriksaan sitopatologi adalah pemeriksaan terhadap
bahan yang diambil dengan cara hapusan, bilasan, sikatan,
aspirasi atau dari bahan cairan tubuh seperti urine, asites,
cairan pleura dan lain sebagainya
1. Memberikan pelayanan pemeriksaan cairan.
2. Dengan pemeriksaan ini keadaan sel yang terlepas dari
jaringan tubuh dapat dinilai, terutama penilaian terhadap
proses keganasan, radang dan pengaruh berbagai faktor
pada sel.
1. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Departemen
Patologi Anatomi.
2. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar Pelayanan
medis.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi
Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Buku Konpendium IAPI tahun 2002 tentang Standar Pelayanan
Patologi Anatomik
5. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
2 Januari 2013

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Persiapan alat :
1. Bahan dan formulir dicek ulang oleh petugas di ruang
proses
2. Cairan dinilai warna, konsentrasi, volumenya ditulis
dibagian belakang formulir permintaan
3. Cairan yang diterima diambil secukupnya dimasukkan
kedalam cytofunnel lalu disentrifuge selama 5 menit
1600 rpm dengan menggunakan cytospin dibuat 4
slaid.
4. 2 slaid difiksasi dengan alkohol 96% selama 15-45
menit untuk pewarnaan papaniculou dan 2 slaid lagi
dikeringkan untuk pewarnaan MDT
5. Cairan yang diterima diambil secukupnya pada bagian
endapan
dimasukkan
kedalam
cytofunnel
lalu
dicentrifuge dengan cytospin selama 5 menit 1600
rpm, dibuat 4 slaid.
6. Petugas kamar pulas menyerahkan slaid beserta
formulir permintaanya ke ruang diagnosis untuk
diperiksa dokter spesialis PA.
7. Dokter spesialis PA memeriksa sediaan, menganalisa
dan menetapkan diagnosis
8. Diagnosis diketik pada formulir jawaban rangkap empat
(4)
oleh
petugas
dan
ditandatangani
dokter
bersangkutan

9. Proses dari 1-7 dilakukan dalam waktu 5 hari kerja


Unit Terkait

Seluruh Departemen
Rujukan dari RS lain/ praktek swasta.

RSUD SEKAYU

Pemeriksaan FNAB
No.Dokumen
Jl. Kolonel Wahid Udin
Lingkungan I Kayuara Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tujuan
Kebijakan

Halaman

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

(SPO)

Pengertian

No.Revisi

Sitologi aspirasi adalah pemeriksaan terhadap sel yang


didapat dengan cara aspirasi jaringan tubuh menggunakan
jarum halus.
1. Memberikan pelayanan FNAB.
2. Mendeteksi adanya keganasan, peradangan dan pengaruh
berbagai faktor pada sel.
1. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Departemen Patologi Anatomi.
2. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

1. Penderita menyerahkan surat pengantar dari unit terkait


atau rujukan dari RS lain kepada petugas loket dan
memenuhi persyaratan administrasi.
2. Petugas loket mencatat pada buku khusus, menghubungi
dokter.
3. Pasien dibawa ke ruang FNAB, diberikan informed concent.
4. Pasien
/ keluarga
pasien
menandatangani
surat
persetujuan tindakan FNAB.
5. Dokter dan asisten memakai baju laboratorium, masker
dan sarung tangan karet.
6. Asisten menyiapkan peralatan yang akan digunakan
dokter.
7. Pasien pada posisi berbaring atau duduk sesuai dengan
permintaan dokter, dilakukan tindakan aseptik dan
antiseptik pada bagian tumor/lesi yang akan diaspirasi
dengan menggunakan jarum berukuran 27G atau lebih
besar tanpa atau dengan bantuan piston oleh dokter
spesialis PA.
8. Aspirat dibuat apusan pada kaca benda dan dikeringkan.
9. Slaid diserahkan kepada petugas di kamar pulas untuk
diwarnai dengan MDT dan diberi nomor sesuai formulir.
10.Slaid diserahkan petugas kamar pulas ke ruang diagnosis
untuk diperiksa, dianalisa dan didiagnosis oleh dokter
spesialis PA.Diagnosis sitologi ditegakkan dengan analisis
sitomorfologi atau penafsiran prosedur lainnya.
11.Jawaban diagnosis dokter diketik rangkap dua(2) oleh
petugas arsip.
12.Jawaban asli diserahkan kepada pasien/keluarga pasien
dalam amplop tertutup, salinan disimpan sebagai arsip.
13.Bila diperlukan dilakukan pengulangan
14.Proses 1-12 dilakukan selama 1-3 hari kerja
Tahapan pengecatan sediaan apus FNAb

Metanol = 20 celup
Eosin = 10 celup
Methylen blue = 10 celup
Cuci dengan air = 10 celup
Seluruh Departemen
Rujukan dari RS lainnya/praktek swasta.

Prosedur Pemeriksaan Potong Beku


(Vriescoupe = VC)
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari
2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

(SPO)

Pengertian

Tujuan

Pemeriksaan VC adalah pemeriksaan jaringan tubuh yang


dilakukan pada saat operasi masih berjalan dengan
menggunakan system potong beku, sehingga diagnosis dapat
ditegakkan dengan segera dan hasil pemeriksaan itu dipakai
untuk menentukan tindakan operasi selanjutnya.
Membuat diagnosis yang cepat dan tepat pada saat penderita
masih di kamar operasi sebagai panduan dalam menentukan
tindakan operasi lebih lanjut.

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

1.

Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
2. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
3. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
4. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
1. Petugas unit mengajukan permohonan VC minimal sehari
sebelumnya untuk dijadwalkan petugas loket dan disetujui
dokter PA.
2. Petugas unit/ pasien/keluarga pasien menyelesaikan
terlebih dahulu syarat-syarat administrasi
tindakan
pemeriksaan potong beku.
3. Bila terjadi pembatalan atau penundaan jadwal harus
segera dikonfirmasikan ke Departemen PA.
4. Jika terjadi pembatalan maka pembayaran tidak dapat
dikembalikan.
5. Jaringan tanpa fiksasi dalam keadaan segar dan formulir
yang telah diisi lengkap segera diterima petugas loket .
6. Petugas loket memeriksa kelengkapan formulir dan syarat
administrasi lalu mencatat pada buku khusus, memberi
identitas dan nomor jaringan lalu menyerahkan kepada
petugas di kamar pemrosesan jaringan.
7. Petugas PA menerima sediaan dari jam 8.30 13.00 bbwi
atau sesuai waktu yang disepakati bersama.
8. Jika lewat dari satu (1) jam yang ditentukan tanpa
pemberitahuan maka dianggap batal.
9. Sediaan diperiksa, dicatat gambaran makroskopiknya
ditulis pada bagian belakang formulir permintaan.
10. Sediaan difoto untuk dokumentasi oleh residen yang
bertugas di mikrofoto.
11. Dokter PA mengambil sampel yang representatif dibantu
assisten dan teknisi.
12. Sisa jaringan difiksasi dengan formalin 10% buffer atau
formalin 10% untuk dilakukan pemrosesan histopatologi
rutin.
13. Tehnisi memproses sampel jaringan dalam alat potong
beku (cryocut).
14. Sampel jaringan dibuat slaid
15. Slaid difiksasi dan dipulas dengan pengecatan HE.
16. Slaid diserahkan kepada dokter PA di ruang diagnosis
untuk dianalisa dan ditentukan diangnosisnya.
17. Jawaban diagnosis diinformasikan secara langsung atau
melalui telepon ke dokter pengirim di kamar operasi.
18. Lembar jawaban diketik rangkap dua dan ditandatangani
oleh dokter PA.
19. Lembar jawaban asli diserahkan kepada keluarga pasien.
Salinan lembar jawaban disimpan sebagai arsip.
20. Sediaan harus diselesaikan dalam waktu 25-45 menit.
21. Sediaan parafin blok susulan diselesaikan dalam waktu 5
hari kerja.
Unit Kamar Operasi

Prosedur Pengiriman Jaringan

No.Dokumen
Jl. Kolonel Wahid Udin
Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

No.Revisi

Halaman

Tanggal Terbit
(SPO)

Ditetapkan
Direktur

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003
Jaringan yang dikirim adalah seluruh jaringan hasil operasi,
biopsy, kuretase dan nekropsi atau jaringan yang keluar
spontan dari tubuh.
Pengiriman jaringan yang sesuai dengan standar sehingga
jaringan dapat diproses, diperiksa dan didiagnosis secara tepat.
2 Januari 2013

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

1. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor.

Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional


Departemen Patologi Anatomi.
2. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
3. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Jaringan yang akan
diperiksa setelah dikeluarkan dari
tubuh pasien secepatnya difiksasi dengan formalin 10%
buffer atau formalin 10%.
2. Klinisi mengisi formulir pengiriman jaringan secara lengkap
atau menulis keterangan jaringan secara lengkap dalam
bentuk surat.
3. Formulir atau surat hendaknya mencantumkan keterangan
tentang : nama penderita, jenis kelamin, umur, suku
bangsa, lokasi pengambilan bahan, cara pengambilan
bahan,diagnosis klinik dan keterangan klinik yang berkaitan
dengan diagnosis klinik.
4. Jaringan dan surat/formulir langsung dikirim ke laboratorium
PA oleh petugas khusus atau pasien/keluarga pasien.
5. Jika jaringan yang dikirim atau syarat-syarat administrasi
tidak/belum lengkap, jaringan dikembalikan untuk segera
melengkapi persyaratan.
Seluruh departemen dan rujukan dari Rumah Sakit lain.

Pemeriksaan Sputum 3x

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/3

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)

Ditetapkan
Direktur

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003
Pemeriksaan sputum 3x adalah pemeriksaan sitopatologi dari
cairan dahak dilakukan 3 hari berturut-turut.
2 Januari 2013

Pengertian
Tujuan

Kebijakan

1. Memberikan pelayanan pemeriksaan cairan dahak.


2. Mendeteksi adanya keganasan, peradangan dan pengaruh
1.

2.
3.
4.

berbagai faktor pada dahak.


Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor. ......................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium

RSUD SEKAYU

Pemeriksaan Sputum 3x

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/3

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Prosedur

1. Bahan sputum diambil secara serial tiga (3) hari berturutturut pada waktu pagi hari sebelum makan dengan cara
inspirasi dalam, kemudian dibatukkan dengan ekspirasi
mendadak.
2. Bahan sputum diserahkan kepada petugas loket dalam
tempat tertutup rapat beserta formulir permintaan / surat
pengantar.
3. Petugas loket memeriksa kelengkapan administrasi dan
mencatat pada buku khusus, memberi nomor pada
bahan dan formulir lalu diserahkan pada petugas di
ruang proses sitologi.
4. Petugas laboratorium memakai baju lab, masker dan
sarung tangan karet.
5. Masing-masing bahan sputum dibuat apusan sebanyak
dua (2) slaid dari bahan sputum tersebut.
6. Apusan segera difiksasi dengan alkohol 96% minimal 30
menit.
7. Slaid dipulas dengan pulasan Papaniculaou atau pulasan
HE dan diberi nomor sesuai formulir.
8. Petugas kamar pulas menyerahkan sediaan kepada
dokter spesialis PA di kamar diagnosis untuk diperiksa,
dianalisa dan didiagnosis.
9. Jawaban diagnosis dokter diketik rangkap dua (2) oleh
petugas arsip dan ditandatangani oleh dokter pemeriksa.
10.Jawaban asli diserahkan kepada pasien/ dokter pengirim
dalam amplop tertutup, salinan dsimpan sebagai arsip.
11.Proses 1 sampai 9 dilakukan selama 3 hari kerja dihitung
dari penyerahan bahan terakhir.
Tahapan pengecatan HE Sitologi Sputum setelah slide
difiksasi dilakukan :

1. Dicuci dengan air mengalir selama 5 menit


2. Lili Meyer : 2-7 menit
3. Dicuci dengan air mengalir : 5 menit
4. Alkohol 80% : 1-2 celup
5. Eosin : 2-3 celup
6. Dicuci dengan air : 3 celup
7. Alkohol 70% : 3 celup
8. Alkohol 80% : 2 celup
9. Alkohol 96% : 2 celup
10. Ethanol : 2 celup
11. Ditiriskan sampai sediaan kering : 5-10 menit
12. Xylol : 5 menit
13. Xylol : 5 menit

RSUD SEKAYU

Pemeriksaan Sputum 3x

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

3/3

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tahapan pengecatan Papaniculou sediaan sitologi sputum :

1. Alkohol 70% : 7 celup


2. Alkohol 50% : 7 celup
3. Aquades : 7 celup
4. Haris : 4-7 menit
5. Cuci dengan air mengalir : 5 menit
6. Lithium : 2 celup
7. Cuci dengan air mengalir : 2 celup
8. Alkohol 50% : 7 celup
9. Alkohol 70% : 7 celup
10. Alkohol 97% : 7 celup
11. OG 6 : 4 menit
12. Alkohol 96% : 7 celup
13. Alkohol 96% : 7 celup
14. Alkohol 96% : 7 celup
15. EA 50% 6 menit
16. Alkohol 96% : 7 celup
17. Alkohol 96% : 7 celup
18. Alkohol 96% : 7 celup
19. Tiriskan sampai sediaan kering
20. Xylol I : 7 celup
21. Xylol II : 7 celup
22. Tutup dengan glass penutup
Unit Terkait

Seluruh departemen

RSUD SEKAYU

Arsip Blok Parafin


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

(SPO)
2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

Pengertian

Tata cara penyimpanan blok paraffin

Tujuan

1.

Kebijakan

1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar


Pelayanan medis.
2. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor..
Tentang Waktu Penyimpanan Arsip Patologi Anatomi.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor......................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
5. Kemenkes
RI
No.411/Menkes/2010
tentang
Laboratorium
1. Sisa blok parafin yang telah dipotong disusun
berdasarkan nomor urut dan dimasukkan kedalam box
plastik
2. Blok yang sudah disusun tersebut diletakkan pada rakrak blok paraffin.
3. Kotak diberi batas berdasarkan tahun.
4. Diletakkan pada tempat teduh pada suhu di bawah 30-40
derajat celcius.
5. Blok disimpan sebagai arsip selama 5 tahun.
6. Blok yang lebih dari 5 tahun segera dibuang.
Sub unit di ruang lingkup Patologi Anatomi dan Penelitian

Prosedur

Unit Terkait

Blok paraffin sebagai arsip tidak rusak, tidak


hilang (aman).
2.
Mudah dicari dan tersusun rapi.
3.
Disimpan sebagai arsip sehingga dalam waktu 5
tahun dapat dipergunakan.

RSUD SEKAYU

Arsip Basah (Jaringan)

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

(SPO)

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003

Pengertian
Tujuan

Kebijakan

2 Januari 2013
Penyimpanan sisa jaringan yang telah diambil sampelnya
untuk diperiksa sebagai arsip.
1. Pemgambilan sampel ulang bila diperlukan masih dapat
dilakukan untuk kepentingan rediagnosis
2. Sebagai perpustakaan jaringan (museum).
1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
2. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor..
Tentang Waktu Penyimpanan Arsip Patologi Anatomi.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor..........................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur
Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
5. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium

Prosedur

Unit Terkait

1. Sisa bahan/jaringan setelah pengambilan sampel


diletakkan dalam wadah bertutup/ plastik khusus yang
telah berisi cairan formalin 10% atau formalin buffer
10%.
2. Jaringan harus terendam seluruhnya dalam cairan
formalin 10% atau formalin buffer 10%.
3. Tempat/ wadah ditutup rapat ,diperiksa kembali nomor
sediaannya.
4. Disimpan di rak-rak yang telah disediakan dalam ruangan
penyimpanan khusus (gudang jaringan) berdasarkan
nomor sediaan.
5. Gudang jaringan adalah ruangan khusus yang dipisahkan
dan tertutup dengan sirkulasi udara dan pencahayaan
baik.
6. Arsip jaringan selalu diperiksa keadaan jaringannya
terutama bahan fiksasinya (berkurang atau tidak).
7. Sediaan yang disimpan sewaktu-waktu dapat dikeluarkan
lagi guna kepentingan diagnosis.
8. Sediaan jaringan disimpan selama 1 (satu) bulan.
9. Setelah 1(satu) bulan sediaan dapat dikumpulkan dalam
satu tempat/ plastik khusus untuk dibuang oleh petugas
pembuangan limbah sesuai ketentuan yang berlaku.
10.Sediaan khusus dapat disimpan untuk kepentingan
perpustakaan jaringan.
Sub unit di ruang lingkup Patologi Anatomi dan Penelitian

RSUD SEKAYU

Arsip Preparat/Slaid

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)
2 Januari 2013

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003

Pengertian

Tata cara pengarsipan sediaan preparat

Tujuan

Memberikan pelayanan konsul dan penelitian yang cepat.

Kebijakan

1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar


Pelayanan medis.
2. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
No..
Tentang Waktu Penyimpanan Arsip Patologi Anatomi.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor. .....................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
5. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

1. Petugas mengumpulkan semua sediaan preparat yang


telah diperiksa oleh dokter PA.
2. Sediaan diurutkan berdasarkan nomor sediaan.
3. Letakkan sediaan preparat dalam rak-rak preparat.
4. Susun berdasarkan nomor urut sediaan.
5. Setelah rak penuh rak ditandai sesuai nomor urut
sediaan yang ada.
6. Letakkan rak-rak pada tempat yang telah disiapkan.
7. Arsip disimpan dalam rak-rak selama lebih kurang 5
tahun.
- Instalasi PA, Sub unit di ruang lingkup Patologi Anatomi
dan Penelitian
- Departemen dan Instalasi lain yang terkait
- RS lain/praktek swasta

Arsip Lembar Jawaban

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

(SPO)

Pengertian

Lembar jawaban adalah formulir resmi yang dikeluarkan


Departemen Patologi Anatomi berisi jawaban/ diagnosis dari
dokter spesialis PA.

Tujuan

Mempermudah
dalam
memberikan
pelayanan
dan
pemanfaatan arsip baik dalam kepentingan interna maupun
eksterna.
1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
2. Surat Keputusan Direktur RSUD Sekayu Nomor.
.
Tentang Waktu Penyimpanan Arsip Patologi Anatomi.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehata
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Salinan lembar jawaban disimpan sebagai arsip.
2. Arsip dikelompokkan berdasarkan jenis pemeriksaan PA
yang dilakukan, disusun berurutan berdasarkan nomor
register PA.
3. Arsip yang sudah dikelompokkan dan disusun
diimasukkan ke dalam file dokumen khusus.
4. File dokumen diberi identitas berupa kode jenis
pemeriksaan, nomor dan tahun.
5. File dokumen disimpan dalam rak-rak yang telah
ditentukan secara berurutan sesuai jenis pemeriksaan,
nomor dan tahun.
6. Arsip tidak dapat dipinjam atau dibawa keluar
departemen PA.
7. Arsip disimpan selama 5 tahun.
8. Arsip yang sudah melewati waktu penyimpanan dapat
dimusnahkan.
- Subunit TU Departemen PA
- Sub unit di ruang lingkup
Patologi Anatomi dan
Penelitian
- Departemen dan Instalasi lain yang terkait
- RS lain/praktek swasta

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

Prosedur Penyimpanan Bahan Eksplosif


No.Dokumen

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

No.Revisi

Halaman

Tanggal Terbit

(SPO)
Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

2 Januari 2013

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003

Bahan eksplosif adalah bahan-bahan kimia yang diperlukan


di
Laboratorium Patologi Anatomi yang mudah meledak atau
terbakar.
Menyimpan bahan-bahan eksplosif di tempat aman sehingga
tidak membahayakan.
1.

Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar


Pelayanan medis.
2.
Surat
Kesehatan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor. ......................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
3.
Kemenkes
RI
No.370/Meskes/SK/III/2007
tentang
Standar Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4.
Kemenkes
RI
No.411/Menkes/2010
tentang
Laboratorium
1. Pisahkan bahan-bahan eksplosif dengan bahan-bahan
lainnya.
2. Bahan/ zat kimia yang akan disimpan dicek merk,
tanggal di terima, tanggal kadaluarsa sesuai daftar.
3. Botol bahan kimia diberi label/kode khusus sesuai isinya.
4. Label berisi keterangan nama zat, sifat, tanggal
diterima.
5. Botol harus dalam keadaan tertutup rapat.
6. Bahan dimasukkan ke dalam lemari kaca/ kayu tempat
penyimpanan reagen.
7. Lemari tempat penyimpanan diletakkan di tempat
teduh, jauh dari sumber api/matahari.
Petugas/teknisi ruangan

RSUD SEKAYU

Prosedur Penyimpanan Formalin Cair

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

(SPO)

Pengertian

Formalin cair adalah zat kimia formaldehyda berbentuk cair


yang digunakan sebagai bahan fiksasi jaringan.

Tujuan

Formalin tersimpan baik dalam kemasan dirigen plastik

Kebijakan

1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar


Pelayanan medis.
2. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor.................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang
Standar Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Kemenkes
RI
No.411/Menkes/2010
tentang
Laboratorium
1. Formalin diambil petugas laboratorium dari gudang
farmasi sesuai dengan surat permintaan (ampra).
2. Formalin yang diterima adalah formalin 37% dalam
bentuk cairan di dalam dirigen plastik tertutup
rapat/disegel ukuran 1 liter dan 10 liter berlabel.
3. Formalin yang diterima dihitung jumlahnya, diperiksa
label dan tanggal kadaluarsa.
4. Formalin diletakkan dalam tempat khusus dirigen
plastik di ruang potong jaringan.
Sub unit kamar potong.

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

Prosedur Penyimpanan Reagen

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Ditetapkan
Direktur

Tanggal Terbit
(SPO)

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

Pengertian

Reagen adalah zat kimia yang digunakan untuk proses jaringan


di Laboratorium PA

Tujuan

Reagen tersimpan baik dan aman

Kebijakan

1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar


Pelayanan medis.
2. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor. .......................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium

Prosedur

1. Reagen diterima oleh petugas laboratorium dicek kemasan


dalam keadaan tertutup/tersegel, berlabel, ada tanggal
kadaluarsa dan dalam keadaan baik secara fisik.
2. Reagen dipisahkan sesuai sifatnya, asam, basa, eksplosif,
iritatif, karsinogen, dll.
3. Reagen yang bersifat asam/ basa kuat diberi label
diletakkan di lemari asam/ lemari khusus dengan ventilasi
keluar ruangan.
4. Reagen yang bersifat eksplosif diberi label, diletakkan di
lemari khusus yang teduh dijauhkan dari sumber api/panas
matahari.
5. Reagen yang iritatif, karsinogen dan reagen yang mudah
menguap diberi label, diletakkan di lemari khusus masingmasing yang tertutup.
Petugas Penyimpanan bahan

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

PENERIMAAN PEGAWAI BARU


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

(SPO)
2 Januari 2013

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003
Cara penerimaan pegawai baru di laboratorium Patologi
Anatomi.
Sebagai acuan dalam penetapan job kerja di laboratorium
Patologi Anatomi.
1. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
2. Buku Konpendium IAPI tahun 2002 tentang Standar
Pelayanan Patologi Anatomik
3. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor. ......................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Pegawai baru harus melapor kepada Kepala Instalasi yang
disertai dengan surat rekomondasi dari RSUD dan data
diri.
2. Kepala
Instalasi
mengadakan
wawancara
singkat
berkenaan dengan kerja yang akan dikerjakan serta
kesediaan untuk bekerja di Lab.Patologi Anatomi.
3. Kepala Instalasi memperkenalkan pegawai baru kepada
seluruh staf dan karyawan sambil melakukan kunjungan ke
seluruh ruangan kerja.
4. Pegawai baru harus mengikuti jadwal orientasi pegawai
baru Laboratorium Patologi Anatomi.
5. Selesai melakukan jadwal orientasi pegawai baru melapor
ke Kepala Instalasi
6. Kepala Instalasi sebelum memberikan penempatan/job
kerja mengadakan pertemuan dengan karyawan.
7. Kepala Instalasi menetapkan penempatan/job kerja kepada
pegawai baru sebagai surat penugasan.
8. Pegawai baru dapat melaksanakan tugas sesuai dengan
surat tugas yang ia peroleh.
9. Penilaian kinerja dilakukan per 3 bulan selama 1 tahun.
Laboratorium Patologi Anatomi.

RSUD SEKAYU

PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK


(INFORMED CONSENT)
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/3

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

(SPO)

Pengertian

Persetujuan Tindakan Medik (Informed Consent) adalah


Persetujuan atau izin tertulis yang diberikan oleh
pasien/keluarga kepada dokter yang akan melakukan
tindakan-tindakan yang mengandung resiko seperti tindakantindakan non-Invasif, namun yang mengandung risiko
tertentu

Tujuan

Sebagai alat bukti apabila terjadi sengketa/tuntutan medik


dan sebagai dasar yuridis untuk pembenaran dilakukannya
tindakan medis.
1. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor. ................................
Tentang Pemberlakuan Buku Pedoman dan Jenis-jenis
Tindakan Medis Operatif yang Perlu Mendapat
Persetujuan Tindakan Medis (Informed Consent) RSUD
Sekayu
2. Kemenkes
RI
No.370/Meskes/SK/III/2007
tentang
Standar Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
3. Buku Konpendium IAPI tahun 2002 tentang Standar
Pelayanan Patologi Anatomik
4. Surat
Keputusan
Direktur
RSUD
Sekayu
Nomor................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional
Instalasi Patologi Anatomi.
5. Kemenkes
RI
No.411/Menkes/2010
tentang
Laboratorium

Kebijakan

Prosedur

1. Formulir Persetujuan Tindakan Medik (Informed Consent)


yang akan ditanda tangani oleh pasien/keluarga harus
dilakukan
setelah
pasien/keluarga,
diberikan
penjelasan/informasi secara lisan oleh dokter mengenai
penyakit pasien dan prosedur tindakan
yang akan
dijalaninya
baik
diagnostik,
maupun
terapi
dan
kemungkinan adanya manfaat dan risiko yang mungkin
terjadi, sehingga pasien/keluarga dapat memahaminya.
2. Informasi/penjelasan harus dilakukan oleh dokter yang
akan melakukan tindakan atau oleh dokter lain atas
sepengetahuan dan persetujuan dokter yang bertanggung
jawab.
3. Formulir persetujuan harus diberikan/disampaikan kepada
pasien/keluarga yang sudah dewasa (diatas 21 tahun atau
sudah menikah) dan dalam keadaan sehat mental.
4. Untuk pasien dibawah umur 21 tahun dan pasien
gangguan jiwa yang menandatangani persetujuan harus
orang tua/wali/kelurarga terdekat atau induk semang.
5. Untuk pasien yang dalam keadaan tidak sadar, atau
pingsan serta tidak didampingi oleh keluarga terdekat, dan
secara medik berada dalam keadaan gawat darurat yang
memerlukan tindakan medik segera tidak diharuskan
menandatangani
Formulir
Tindakan
Medis/Informed
Consent.
6. Formulir penandatanganan harus dilampirkan didalam
status rekam medik pasien.

RSUD SEKAYU

PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK


(INFORMED CONSENT)

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/3

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Unit Terkait

Adalah Departemen-departemen dan Instalasi :


1. Kesehatan Anak
2. Penyakit Dalam
3. Bedah
4. Kebidanan
5. Mata
6. THT
7. Neorologi
8. Rehab Medis
9. Anesthesi & Reanimasi
10.Radiologi
11.Patologi Anatomi
12.Patologi Klinik
13.Kedokteran Forensik
14.Gigi dan Mulut
15.Kulit Kelamin
16.Jiwa
17.Instalasi Rawat Inap
18.Instalasi Rawat Darurat
19.Instalasi Rawat Intensif (ICU)
20.Instalasi Bedah Sentral

RSUD SEKAYU

Orientasi Pegawai Baru Tenaga Pekarya


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

(SPO)
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003
Pengenalan situasi dan kondisi tempat kerja oleh pegawai
baru tenaga Pekarya
2 Januari 2013

Pengertian
Tujuan

Kebijakan

1.

Pegawai baru dapat mengenal situasi dan kondisi


bidang kerjanya
2. Pegawai baru dapat mengetahui jenis pekerjaan yang
ada dilingkungan kerjanya
3. Pegawai baru dapat mengerjakan tugas sesuai
dengan bidangnya.
1. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.

2. Buku Konpendium IAPI tahun 2002 tentang Standar


Pelayanan Patologi Anatomik

3. Surat Keputusan Direksi Perjan RSUD Sekayu No.


OT.01.01.1.503
Tentang
Pemberlakuan
Standar
Operasional Prosedur Departemen Patologi Anatomi.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium

Prosedur

1. Pegawai baru tenaga Pekarya menghadap Kepala


Instalasi,
dan
mendapat
jadwal
orientasi
di
Departemen Patologi Anatomi RSUD Sekayu.
2. Berikut Urutan Daftar Orientasi sbb;
Hari ke 1 ......... Di loket
Hari ke 2 ......... Di ruang potong gross
Hari ke 3 ..........Di ruang blok parafin
Hari ke 4 ......... Di ruang pengecatan
Hari ke 5-6.......... Di ruang FNAB
Hari ke 7-8 ..........Di ruang administrasi
Hari ke 9..............Di ruang arsip basah
Hari ke 10-11.......Di ruang arsip kering
Hari ke 12-13......Di ruang Dapur
Hari ke 14...........Di ruang konferensi
Hari ke 15...........Di ruang diagnostik
Hari ke 16...........Di ruang kepala Instalasi
Hari ke 17...........Di ruang kepala Departemen
Hari ke 18.......Di ruang Sitologi
Hari ke 19 sampai hari ke 30 Pendalaman masingmasing ruang yang ada di Departemen/Instalasi PA
RSMH

Unit Terkait

Petugas ruangan Laboratorium Patologi Anatomi

RSUD SEKAYU

PENANGANAN LIMBAH LABORATORIUM


PATOLOGI ANATOMI
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

TU.05.04/II.1.8/4087/2012

1/2

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)

2 Januari 2012

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003

Pengertian

1. Tata Cara pengumpulan dan penanganan limbah umum dan


limbah
khusus di laboratorium Patologi Anatomi.
2. Limbah umum adalah limbah yang berasal dari sampah
umum
(domestik)
3. Limbah khusus:

Tujuan

Kebijakan

Limbah khusus padat : peralatan habis pakai seperti alat suntik,


sarung tangan, kapas, botol spesimen, kemasan reagen, sisa
spesimen, kaca slide dll
Limbah khusus cair: pelarut organik, bahan kimia, air bekas
pencucian alat, sisa spesimen (darah dan cairan tubuh) dll
Limbah infeksius yaitu jarum dan alat suntik, mata pisau
Semua limbah dalam kantong kuning

Sebagai acuan dalam penanganan limbah di laboratorium Patologi


Anatomi.
1. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Ahli
Teknologi Laboratorium Kesehatan.
2. Buku Konpendium IAPI tahun 2002 tentang Standar Pelayanan
Patologi Anatomik

3. Surat Keputusan Direksi No. .........................................................


Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Departemen
Patologi Anatomi.
4. Peraturan kemenkes Nomor 1204 tahun 2004 tentang limbah
rumah sakit.
5. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium

RSUD SEKAYU

PENANGANAN LIMBAH LABORATORIUM


PATOLOGI ANATOMI
No.Dokumen

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

No.Revisi

Halaman

2/2

Prosedur

a. Petugas yang ditunjuk (clening service & teknisi kamar


potong gross laboratorium PA) menyediakan dan
mengumpulkan semua limbah setiap hari dalam tong-tong
yang sudah tersedia kantong plastik warna
- kantong hitam berukuran sedang untuk limbah-limbah
umum
- kantong kuning berukuran besar untuk limbah jaringan
basah
- kantong kuning ukuran sedang untuk semua limbah
infeksius
- kontainer bahan plastik tebal dan kuat warna kuning
untuk jarum
dan alat suntik
- Dan kotak kotak kardus kecil dengan celah kecil
diatasnya untuk mata pisau

b. Limbah khusus cair langsung dibuang melalui


wastafel (pipa instalasi limbah RS)
c. Petugas
menyerahkan semua limbah kepada
karyawan pengelolaan limbah RSUD SEKAYUyang
bertugas untuk diangkut ke tempat pengolahan
limbah sentral setiap hari
d. Penilaian kinerja dilakukan per 3 bulan selama 1
tahun.
Unit Terkait

RSUD SEKAYU

Laboratorium Patologi Anatomi.


Instalasi Penanganan Limbah RSUD SEKAYU

Prosedur Pemeriksaan Histokimia Ziehl Nielsen untuk


Bahan Sitologi

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2012

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003
Suatu tindak lanjut dari proses sitologi / Aspirasi dengan
pengecatan khusus

Mendapatkan gambaran yang lebih jelas untuk sediaan sitologi/


aspirasi yang dicurigai sebagai kasus TBC.Marbus Hansen
1. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang
Standar
Profesi
Ahli
Teknologi
Laboratorium
Kesehatan.
2. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang
Standar Pelayanan medis.
3. Buku Konpendium IAPI tahun2005 tentang Standar
Pelayanan Patologi Anatomi
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Buat sediaan dari bahan aspirasi / sitologi
2. Keringkan slide
3. Fiksasi slide dengan cara melewatkannya dilidah api sebanyak 3x
4. Cuci sediaan dengan air mengalir, lalu genangi dengan alkohol
asam 3%, hingga sediaan tidak berwarna, cuci dengan air
5. Tetesi sediaan dengan methyline blue 1% hingga sediaan
berwarna biru, lalu cuci dengan air
6. Keringkan
7. Baca dengan perbesaran 1000 x, sebelumnya tetesi oil immerse
( + ) = terdapat basil warna merah
( - ) = tidak terdapat basil warna merah
- Laboratorium histokimia.
- IRJ, IRNA
- RS/ Klinik swasta lainnya

RSUD SEKAYU

Prosedur Standar Keselamatan Kerja Tehnisi di Ruang


Laboratorium Patologi Anatomi

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)

2 Januari 2013

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003

Pengertian

Ruangan Laboratorium meliputi ruangan tempat


pemeriksaan dan pemprosesan bahan

Tujuan

Perlindungan terhadap keselamatan kerja petugas laboratorium

Kebijakan

1. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar


Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
2. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar Pelayanan
medis.
3. Buku Konpendium IAPI tahun 2005 tentang Standar Pelayanan
Patologi Anatomi
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Petugas laboratorium diruang masing-masing saat bekerja harus
menggunakan baju lab, masker dan sarung tangan
2. Sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan masing-masing
petugas harus mencuci tangan dengan cairan antiseptik
3. Dalam bekerja harus sesuai dengan SPO diruangan masingmasing.
4. Setelah selesai bekerja petugas harus membersihkan ruangan
masing-masing lalu mengunci pintu

Prosedur

Unit Terkait

Semua subunit Laboratorium Patologi Anatomi

RSUD SEKAYU

RESPON TIME PELAYANAN PEMERIKSAAN


No.Dokumen

No.Revisi
B

Halaman
1

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

(SPO)

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003
Respon time pelayanan adalah waktu yang dibutuhkan untuk
pengerjaan pelayanan
Kualitas dan kuantitas hasil pelayanan yang maksimal dan
terkendali
1. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
2. Surat Keputusan Direksi Perjan RSUD Sekayu Nomor.
OT.01.01.1.503 Tentang Pemberlakuan Standar Operasional
Prosedur Departemen Patologi Anatomi.
3. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
Pembagian waktu Respon time dikelompokkan dalam :
2 Januari 2013

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Prosedur

No
1

2
3

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
No.
1
2
3
No.
1
2

A. Kelompok jenis pemeriksaan


Jenis Pemeriksaan
Respon Time
Histopatologi
Jaringan Besar
5 hari
Jaringan Sedang
5 hari
Jaringan Kecil
5 hari
Jaringan Khusus
5 hari
Potong Beku (VC)
45 menit
Cytopatologi
Paps Smear
3 hari
Urin,cairan,sikatan,bilasan
3 hari
Sputum 3X
5 hari
Aspirasi
TTB Aspirasi
3 hari
FNAB deep
3 hari
FNAB Superficial dg tindakan 3 hari
B. Kelompok Alur pemeriksaan
Alur Pemeriksaan
Respon Time
Loket Penerimaan
5-10 menit
Proses Potong Gross
30 detik-15 menit
Prossesing
- Sakura
90 menit
- Rotary
20 jam
Proses Embeding
3 menit
Proses Potong Blok
5 menit
Proses Pengecatan
1 jam
Proses Diagnosa
15-30 menit
Pengetikan hasil diagnosa
10-15 menit
Penyerahan Hasil
2 menit
Arsip
2 menit
C. Kelompok pemeriksaan sulit
Jenis Kesulitan
Respon Time
Terjadi Kesalahan fiksasi
1 hari
Terjadi Kesalahan/kesulitan dlm Proses
1-3 hari
Terjadi Kesulitan diagnostik
1-2 hari
D. Kelompok pemeriksaan konsul
Konsultasi
Respon Time
Konsultasi kedalam
1 hari
Konsultasi keluar
7 hari

Unit Terkait
RSUD SEKAYU

Seluruh Instalasi/Departemen yang terkait


Rujukan dari RS lainnya/praktek swasta.

Pemeriksaan Paps Test (Pasien)


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)

Pengertian

2 Januari 2013

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003

Pemeriksaan Paps test adalah salah satu pemeriksaan sitologi


cairan tubuh yang diambil dari lendir serviks dengan cara
usapan/ sikatan menggunakan alat tertentu.

Tujuan

1. Memberikan pelayanan pemeriksaan Paps smear kepada pasien.


2. Mendeteksi kelainan-kelainan pada serviks uteri seperti keganasan di
serviks sedini mungkin, menilai adanya radang, status hormonal,
menilai hasil terapi dan menilai kekambuhan

Kebijakan

1. Surat Keputusan Direksi Perjan RSUD Sekayu Nomor.


OT.01.01.1.503 Tentang Pemberlakuan Standar Operasional
Prosedur Departemen Patologi Anatomi
2. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar
Pelayanan medis.
3. Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium

Prosedur

1. Pasien datang/ dikirim ke poliklinik sitologi dengan


membawa surat pengantar diterima petugas loket
untuk menyelesaikan syarat-syarat administrasinya,
dicatat dan diberikan penjelelasan rincian tindakan
(informed concent).
2. Pasien dipanggil masuk ke ruang periksa khusus (Poliklinik
PA di Graha Spesialis).
3. Asisten membantu pasien berbaring dalam posisi litotomi.
4. Dilakukan pembersihan genitalia eksterna dan pemasangan
spekulum tanpa pelicin, pengambilan bahan pemeriksaan
dari serviks atau vagina dengan spatula Ayre/cytobrush oleh
dokter spesialis PA.
5. Bahan diapuskan pada kaca benda dan segera difiksasi
dengan alkohol 96% minimal 30 menit.
6. Slaid dipulas dengan pulasan Papaniculaou dan diberi nomor
sesuai formulir.
7. Sediaan diserahkan petugas kamar pulas
ke ruang
diagnosis
untuk diperiksa, dianalisa dan ditetapkan
diagnosisnya.
8. Jawaban diagnosis dokter diketik rangkap dua(2) oleh
petugas
arsip
dan
ditandatangani
dokter
yang
bersangkutan.
9. Jawaban asli diserahkan kepada pasien dalam amplop
tertutup, salinan disimpan sebagai arsip.
10.Proses dari 1-9 dilakukan selama 3 hari kerja.

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

Departemen Obstetri dan Ginekologi


IRJ
Rujukan dari RS lain /praktek swasta
Graha Spesialis

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan


Histopatologi, Sitologi, VC dan HK Laboratorium Patologi Anatomi
No.Dokumen
No.Revisi
Halaman
1

1/2

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
SPO)
Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah

NIP. 19720928 200502 1 003


2 Januari 2013
Dokter Penanggung Jawab laboratorium Patologi Anatomi adalah dokter
Spesialis Patologi Anatomi yang bertanggung jawab terhadap
pemeriksaan PA yang diminta dimulai dari jaringan diterima di loket
sampai hasil dikeluarkan

1. Memberikan pelayanan pemeriksaan histopatologi, sitologi dan HK


2. Memberikan pemahaman kepada pasien atas jenis pemeriksaan
yang dilakukan
3. Meminta persetujuan dari penderita atas pemeriksaan tambahan
seperti HK
4. Menjamin keselamatan spesimen yang diterima
1. Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Pokok-pokok
Kesehatan
2. Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran
3. Permenkes No. 436.SK/UI/1993 tentang Penerapan Standar
Pelayanan Rumah Sakit dan Standar Pelayanan Medis
4. Permenkes RI No. 1045//Menker/PER/XI/2006 tentang Pedoman
Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Departemen Kesehatan.

Prosedur

RSUD SEKAYU

1. Penderita / keluarga penderita mendaftarkan spesimen yang akan


diperiksa di loket penerima dan ditentukan Dokter Spesialis
Patologi Anatomi nya sesuai divisi
2. Spesimen jaringan yang akan diperiksa di bawa ke tempat potong
gross, spesimen berupa cairan dibawa ke ruang sitologi untuk di
ambil sampel yang representatif
3. Sampel yang telah di pilih dilakukan pemeriksa ke ruang prosesing
kemudian di lakukan pengecatan/pewarnaan
4. Sediaan yang sudah selesai di warnai di bawa ke meja Dokter
Spesialis Patologi Anatomi sesuai divisi
5. Dokter Spesialis Patologi Anatomi kemudian melakukan
pengamatan makroskopik dan mikroskopik terhadap sediaan untuk
ditarik kesimpulan.
6. Terhadap kasus-kasus sulit, Dokter Spesialis Patologi Anatomi
dapat melakukan konsultasi internal dengan Dokter Spesialis
Patologi Anatomi lain dari divisi yang sama ataupun berbeda,
ataupun melakukan konsultasi eksternal melalui acara CPC

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan


Histopatologi, Sitologi, VC dan HK Laboratorium Patologi Anatomi
No.Dokumen
No.Revisi
Halaman
1

2/2

Jl. Kolonel Wahid


Udin
Lingkungan I
Kayuara Sekayu
Telp. (0714) 321855

7. Bila Dokter Spesialis Patologi Anatomi masih memerlukan


pemeriksaan HK untuk menarik kesimpulan/diagnostik, maka
Dokter Spesialis Patologi Anatomi memberikan informed
consent /meminta persetujuan pasien/keluarga pasien atas
pemeriksaan HK yang akan dilakukan, kecuali untuk pemeriksaan
HK dengan antibodi yang ditanggung pembiayaannya oleh pihak
lain seperti ASKES dan JAMSOSKES
8. Jika telah disetujui, maka Dokter Spesialis Patologi Anatomi segera
melakukan pemilihan blok jaringan yang representatif untuk
dilakukan pemeriksaan HK yang diminta
9. Blok parafin yang terpilih diserahkan kepada teknisi untuk
dilakukan pewarnaan dengan antibodi yang diminta
10. Sediaan HK yang telah selesai diwarnai dengan, diserahkan
kembali oleh teknisi kepada Dokter Spesialis Patologi Anatomi
bersangkutan untuk ditarik kesimpulan
11. Kesimpulan dari sediaan histopatologi, sitologi dan HK kemudian
diserahkan ke ruang pengetikan untuk diketik
12. Hasil pemeriksaan dibuat 4 rangkap, masing-masing diserahkan ke
pasien / Dokter Spesialis Patologi Anatomi yang bersangkutan &
arsip melalui loket pengambilan hasil.

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

Rujukan dari RS lain / praktek swasta


Instalasi Rawat Jalan
Instalasi Rawat Inap

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan


FNAC Laboratorium Patologi Anatomi
No.Dokumen
No.Revisi
Halaman
1

Jl. Kolonel Wahid


Udin
Lingkungan I
Kayuara Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)
Pengertian
Tujuan

Kebijakan

2 Januari 2013

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003

DPJP laboratorium PA adalah dokter spesialis PA yang bertanggung jawab


terhadap pemeriksaan FNAC
1. Memberikan pelayanan pemeriksaan FNAC
2. Memberikan pemahaman kepada pasien atas jenis pemeriksaan
FNAC
3. Meminta persetujuan dari penderita atas pemeriksaan FNAC
4. Menjamin keselamatan pasien selama pemeriksaan FNAC
5. Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Pokok-pokok Kesehatan
6. Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran
7. Kepmenkes No. 436.SK/UI/1993 tentang Penerapan Standar
Pelayanan Rumah Sakit dan Standar Pelayanan Medis
8. Permenkes RI No. 1045//Menker/PER/XI/2006 tentang Pedoman
Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Departemen Kesehatan.

Prosedur

RSUD SEKAYU

1. Pasien mendaftar di loket , diberi nomor antri


2. Penderita dipanggil masuk ke ruang pemeriksa oleh DPJP.
3. Dokter Spesialis Patologi Anatomi mengecek kembali kesesuaian
formulir & pasien yang akan diperiksa
4. Dokter Spesialis Patologi Anatomi memberikan informed consent
kepada pasien
5. Dokter Spesialis Patologi Anatomi mempersiapkan alat sembari
pasien dipersilakan berbaring atau duduk.
6. Dokter Spesialis Patologi Anatomi memakai alat alat proteksi diri
(sarung tangan, masker dll )
7. Dokter Spesialis Patologi Anatomi melakukan pengambilan sampel
menggunakan jarum halus sesuai SPO yang bersangkutan
8. Hasil pengamatan & aspirat yang terambil di catat di bagian
belakang formulir
9. Setelah selesai penderita dipersilahkan menunggu diluar selama
lebih kurang 1 jam atau sampai pengecatan sediaan selesai
dilakukan oleh teknisi untuk mengetahui apakah Dokter Spesialis
Patologi Anatomi perlu melakukan ulang pengambilan aspirat
10. Bila akan dilakukan pengambilan ulang aspirat, Dokter Spesialis
Patologi Anatomi memanggil kembali pasien untuk dilakukan
tindakan sama seperti diatas.

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan


FNAC Laboratorium Patologi Anatomi
No.Dokumen
No.Revisi
Halaman
1

2/2

Jl. Kolonel Wahid


Udin
Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

11. Bila tidak perlu dilakukan pengambilan ulang, pasien


dipersilahkan pulang.
12. Aspirat yang telah diambil diserahkan ke ruang pengecatan untuk
diwarnai
13. Setelah selesai diwarnai, Dokter Spesialis Patologi Anatomi
menerima kembali sediaan tersebut untuk dilakukan pengamatan
dan kemudian ditarik kesimpulan.
14. Hasil pengamatan dan konsultasi ditulis tangan oleh Dokter
Spesialis Patologi Anatomi dibelakang formulir pasien
bersangkutan
15. Untuk kasus sulit, Dokter Spesialis Patologi Anatomi dapat
melakukan konsultasi internal dam meminta tambahan waktu
kepada pasien dalam menarik kesimpulan
16. Hasil pengamatan dan kesimpulan yang telah didapat derahkan
ke ruang pengetikan untuk diketik
17. Hasil di ambil 3 hari kemudian bersangkutan & arsip melalui
loket pengambilan hasil.

Unit Terkait

Rujukan dari RS lain / praktek swasta


Instalasi Rawat Jalan
Instalasi Rawat Inap

RSUD SEKAYU

Tindakan Potong Gross


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/1

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)
Pengertian

24 Juli 2012

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

Pemilihan Sampel dari jaringan yang masuk ke Laboratorium Patologi


Anatomi RSUD Sekayu.

Tujuan
Kebijakan

Ditetapkan
Direktur

1
2
3
4

Memilih sampel yang terbaik dari jaringan yang ada


Mendapatkan diagnosis yang tepat dari pemilihan sampel yang
tepat.
Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar Pelayanan
medis.
Surat Keputusan Direktur RSUD Sekayu Nomor................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Departemen
Patologi Anatomi.
Permenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi
Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
Permenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium

Prosedur

1
2

4
Unit Terkait

Jaringan yang diterima di loket, dikumpulkan dan diserahkan ke


ruang potong gross pada hari yang sama.
Pada hari ke-2 dilakukan potong gross jaringan oleh residen sesuai
jadwal yang ditetapkan, didampingi oleh petugas teknisi PA dan
dokter spesialis PA
Residen mendeskripsikan jaringan yang diterima & ditulis dalam
lembar porong gross yang tersedia.
Hal hal yang dilaporkan :
- Nama residen & teknisi
- Tanggal dilakukan potong gross
- Fiksasi : volume, warna, bau
- Jaringan : ukuran, warna, konsistensi, komponen lain (sesuai
SPO potong gross jaringan masing masing )
- Berapa cupe/potong jaringan kaset yang diambil dan kaset yang
digunakan
- Ukuran sisa jaringan
Lembar kertas potong gross yang sudah diisi ditempel dan disatukan
dengan formulir pengiriman bahan.

-Bagian Potong Gross


-Dokter Patologi Anatomi

RSUD SEKAYU

Prosedur Fiksasi Jaringan


Untuk Pemeriksaan Histopatologi
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid


Udin
Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)
Pengertian

Tujuan

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah

NIP. 19720928 200502 1 003


2 Januari 2013
Perlakuan yang diterapkan pada spesimen jaringan tubuh manusia yang
didapat dari hasil tindakan operasi, biopsy, insisi/eksisi dan yang keluar
spontan dari tubuh dengan cara memberikan cairan fiksasi pada jaringan
dan cara pengiriman jaringan.

Untuk mempertahankan integritas sel dan mencegah pembusukan


jaringan sehingga jaringan dapat diproses untuk pemeriksaan lebih
lanjut.

Kebijakan

Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar Pelayanan


medis.
Surat Keputusan Direktur RSUD Sekayu Nomor..............................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Departemen
Patologi Anatomi.
Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi
Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
Jaringan yang diambil dari tubuh segera di fiksasi dalam waktu
kurang dari 30 menit
Gunakan fiksasi dengan formalin buffer 10% (PH 7,5) dengan
volume sebanyak 5x besar jaringan
Lakukan lamelasi (sayatan) jaringan yang berukuran besar dengan
jarak maksimal 1 cm dan sayatan tidak boleh putus
Letakkan jaringan dan cairan fiksasi dalam wadah bermulut lebar dan
tertutup rapat atau dalam kantung plastik trasnparan yang tebal serta
diikat rapat.
Siapkan formulir permintaan pemeriksaan PA dan semua data diisi
lengkap serta ditandatangani dokter yang bersangkutan
Segera kirim dengan formulir permintaan pemeriksaan PA melalui
petugas yang ditunjuk dalam waktu kurang dari 24 jam

2
3
Prosedur

4
1
2
3
4

5
6

Unit Terkait

Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Rawat Inap, Bedah Sentral

RSUD SEKAYU

Prosedur Fiksasi Cairan


Untuk Pemeriksaan Sitopatologi
No.Dokumen
YM.01.01/II.1.8/

/2012

No.Revisi

Halaman

Jl. Kolonel Wahid


Udin
Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)
2 Januari 2013

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003

Pengertian

Perlakuan yang diterapkan pada spesimen cairan/apusan dari tubuh manusia


yang didapat dari hasil tindakan aspirasi, bilasan, ucapan/smear dengan
memberikan cairan fiksasi dan cara pengiriman sediaan cairan/apusan.

Tujuan

Mempertahankan integritas sel dan mencegah kerusakan sel sehingga cairan


dan preparat dapat diproses untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar Pelayanan medis.


2 Surat Keputusan Direktur RSUD Nomor...........................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Departemen
Patologi Anatomi.
3 Kemenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi
Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4 Kemenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1 Semua sediaan cairan yang dikeluarkan dari tubuh harus segera
dikirim untuk pemeriksaan sitologi
2 Sediaan sitologi cairan dapat dikirim dalam sediaan basah (dalam
cairan fiksasi) atau dalam keadaan segar (tanpa cairan fiksasi)
3 Bahan pemeriksaan dari usapan mulut rahim dibuat apusan pada slide
lalu di fiksasi dengan alcohol 95% selama 1 jam, minimal 30 menit
dan dikeringkan lalu dikirim ke bagian PA atau dapat dikirim masih
dalam cairan fiksasi
4 Bahan pemeriksaan dari cairan pleura, asites, serebrospinalis, bilasan
bronkus dan urine dikirm segera dalam keadaan segar dalam spuit
tertutup, botol, pot plastik atau dalam cairan fiksasi alkohol 50%
5 Bila spesimen banyak mengandung darah tambahkan deatran atau
heparin
6 Kirim sediaan sitologi bersama formulir permintaaan melalui petugas
yang ditunjuk
-

Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Rawat Inap, RS Swasta/daerah

Fiksasi Cairan dan Pengiriman Sediaan


Untuk Pemeriksaan Sitopatologi
No.Dokumen
No.Revisi
Halaman
1

1/1

Jl. Kolonel Wahid


Udin
Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

(SPO)

Tanggal Terbit
2 Januari 2013

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003

Pengertian

Perlakuan yang diterapkan pada spesimen cairan/apusan dari tubuh manusia


yang didapat dari hasil tindakan aspirasi, bilasan, ucapan/smear dengan
memberikan cairan fiksasi dan cara pengiriman sediaan cairan/apusan.

Tujuan

Mempertahankan integritas sel dan mencegah kerusakan sel sehingga cairan


dan preparat dapat diproses untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar Pelayanan medis.


2 Surat Keputusan Direktur RSUD Sekayu Nomor...........................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Departemen Patologi
Anatomi.
3 Permenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Ahli
Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4 Permenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Semua bahan sitologi cairan tubuh yang akan dilakukan pemeriksaan
sitopatologi harus sesegera mungkin dikirim ke laboratorium PA < 1 jam.
2. Bahan pemeriksaan dari usapan mulut rahim dibuat apusan pada kaca objek
lalu difiksasi dengan alkohol 95% selama 1 jam (minimal 30 menit), lalu
dikeringkan dan segera dikirim ke laboratium PA atau preparat dapat
dikirim masih dalam cairan fiksasi.
3. Bahan sitologi dari tindakan aspirasi yang dibuat apusan pada kaca objek
dikeringkan, dalam udara terbuka tanpa fiksasi kemudian segera dikirim ke
laboratorium PA
4. Bahan sitologi dari cairan pleura, asites, serebrospinalis, bilasan bronkus,
urine dan sputum segera dikirim dalam keadaan segar tanpa fiksasi dalam
wadah tertutup (sputi, botol, pot plastik) < 1 jam
5. Bahan sitologi cairan yang banyak mengandung darah dpat ditambahkan
heparin/dextra.
6. Bahan cairan yang tidak dapat segera dikirim ke laboratorium PA (lebih dari
1 jam) dapat disimpan didalam kulkas setelah diberi cairan fiksasi alkohol
50% a:a (volume 1 : 1) maksimal selama 1 hari.
7. Kirim sediaan sitologi bersama formulir permintaan yang telah diisi lengkap
dan ditandatangani dokter yang bersangkutan melalui petugas yang ditunjuk
dari unit terkait.
8. Sampel yang datang diluar jam kerja adalah tanggung jawab pengirim
(lihat No. 6).
-

Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Rawat Inap, RS Swasta/daerah

Fiksasi Jaringan dan Pengiriman Sediaan


Untuk Pemeriksaan Histopatologi
No.Dokumen
No.Revisi
Halaman
1

1/1

Jl. Kolonel Wahid


Udin
Lingkungan I
Kayuara Sekayu
Telp. (0714) 321855

(SPO)

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

2 Januari 2013

dr. H. Azmi Dariusmansyah


NIP. 19720928 200502 1 003

Pengertian

Perlakuan yang diterapkan pada spesimen jaringan tubuh manusia yang


didapat dari hasil tindakan operasi, biopsy, insisi/eksisi dan yang keluar
spontan dari tubuh dengan cara memberikan cairan fiksasi pada jaringan
dan cara pengiriman jaringan.

Tujuan

Untuk mempertahankan integritas sel dan mencegah pembusukan jaringan


sehingga jaringan dapat diproses untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kebijakan

1
2

3
4
Prosedur

1
2
3
4

5
6
7

Unit Terkait

RSUD SEKAYU

Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar Pelayanan


medis.
Surat Keputusan Direksi Perjan RSUD Sekayu Nomor.
OT.01.01.1.503
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Departemen
Patologi Anatomi.
Permenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi
Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
Permenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
Jaringan yang dikeluarkan dari tubuh manusia harus segera di fiksasi
dalam waktu kurang dari 30 menit.
Gunakan cairan fiksasi dengan formalin buffer 10% (pH 7,5) dengan
volume cairan sebanyak 5 kali besar jaringan
Buat sayatan sejajar (lamelasi) pada jaringan besar dengan jarak
maksimal 1 cm dan sayatan tidak boleh terputus.
Letakkan jaringan dan cairan fiksasi dalam wadah bermulut lebar dan
tertutup rapat atau dalam kantung plastik tebal transparan yang diikat
rapat.
Siapkan formulir permintaan pemeriksaan PA dan semua data diisi
lengkap serta ditandatangani oleh dokter yang bersangkutan
Kirim segera jaringan bersama formulir permintaan melalui petugas
yang ditunjuk dari unit terkait dalam waktu kurang dari 24 jam.
Sampel yang datang diluar jam kerja adalah tanggung jawab si
pasien.
Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Rawat Inap, Bedah Sentral

Prosedur Pengiriman Staf Patologi Anatomi


Untuk Pelatihan/Kursus
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman
1/1

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)
Pengertian

Tujuan

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah

NIP. 19720928 200502 1 003


2 Januari 2013
Pengiriman staf Bagian Patologi Anatomi yang mencakup tenaga medis
(Dokter Spesialis Patologi Anatomi) dan non medis (Teknisi
Laboratorium) dalam acara-acara Pelatihan/Kursus yang diadakan oleh
IAPI/Kolegium Patologi Anatomi dan Bagian Diklat RSUD.
Meningkatkan ketrampilan/skill dalam bidang diagnostik, ketrampilan
teknis laboratorium Patologi Anatomi dan sebagai Tim medis RS.

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar Pelayanan


medis.
2. Surat Keputusan Direksi Perjan RSUD Sekayu Nomor.
OT.01.01.1.503
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Departemen
Patologi Anatomi.
3. Permenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi
Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Permenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Ketua Departemen mengusulkan kebutuhan pelatihan bagi staf secara
berkala atau menindaklanjuti pemberitahuan Pelatihan/Kursus dari
pihak panitia penyelenggara.
2. Ketua Departemen menyelenggarakan rapat staf untuk penunjukkan
staf yang ditugaskan mengikuti Pelatihan/Kursus
3. Surat permohonan nama staf yang diusulkan dan permohonan
bantuan dana diajukan ke Direktur Utama RSUD SEKAYUtembusan
ke Direktur Umum, SDM dan Pendidikan serta ke Bagian Diklat
RSUD.
4. Staf mengikuti kursus/pelatihan setelah mendapat disposisi dan Surat
Tugas dari Bagian Diklit RSMH
5. Selesai mengikuti pelatihan yang bersangkutan membuat Laporan ke
Direktur Utama RSUD disertai tembusan ke Bagian Diklat RSUD,
kemudian laporan tersebut dipresentasikan di Departemen.
-

Bagian Diklat, Bagian SDM dan Bagian Keuangan RSUD.

RSUD SEKAYU

Pembacaan Sediaan/Slaid
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/1

Jl. Kolonel Wahid Udin


Lingkungan I Kayuara
Sekayu
Telp. (0714) 321855

Tanggal Terbit
(SPO)

2 Januari 2013

Ditetapkan
Direktur
dr. H. Azmi Dariusmansyah
NIP. 19720928 200502 1 003

Pengertian

Pembacaan Slaid yang telah diwarnai HE oleh Dokter Spesialis Patologi


Anatomi

Tujuan

1. Melakukan pembacaan tepat waktu sesuai respon time


2. Mendiagnosis secara tepat

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait

1. Dirjen Yanmed Depkes RI tahun 1993 tentang Standar Pelayanan


medis.
2. Surat Keputusan Direktur RSUD Sekayu Nomor................................
Tentang Pemberlakuan Standar Prosedur Operasional Departemen
Patologi Anatomi.
3. Permenkes RI No.370/Meskes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi
Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
4. Permenkes RI No.411/Menkes/2010 tentang Laboratorium
1. Sediaan slaid yang sudah siap, diserahkan ke dokter Spesialis pada
hari ke 2 atau 3 dari waktu jaringan diterima di loket.
2. Dokter diberikan waktu 1 hari (hari ke 3 atau 4) untuk mengamati
dan menarik kesimpulan dari slaid.
3. Jika dokter spesialis belum bisa menarik kesimpulan dikarenakan
kasus sulit, potong gross atau blok ulang dan akan dilakukan
pewarnaan khusus, atau dikonsultasikan ke dokter konsultan lain
maka dokter menginformasikan ke pasien untuk meminta waktu
tambahan untuk mendiagnosa sediaan/slaid tersebut.
4. Setelah diagnosa ditegakkan, hasil pengamatan dalam bentuk
deskripsi makroskopik dan mikroskopik dan kesan diketik oleh
petugas.
5. Hasil ketikan diberikan kembali ke residen utnuk dikoreksi
6. Setelah dikoreksi, dilakukan pengetikan kembali ke petugas.
7. Hasil jawaban yang sudah diperbaiki dibawa oleh residen ke dokter
spesialis Patologi Anatomi untuk ditanda tangani dan kemudian
diserahkan ke loket penyerahan hasil untuk diberikan kepada pasien.
- Dokter Spesialis Patologi Anatomi