Anda di halaman 1dari 122

BAB I

PENGANTAR ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR (ISBD)


A. Hakikat dan Ruang Lingkup ISBD
1. Hakikat ISD IBD
Secara garis besar ilmu dan pengetahuan dikelompokkan menjadi tiga macam,yaitu:
a. Ilmu alamiah (natural sciences)
b. Sosial (social sciences)
c. Pengetahuan budaya ( the humanities)
ISBD mempunyai pokok yaitu hubungan timbale balik manusia dengan
lingkungannya.
Adapun sasaran atau objek kajian ISD adalah sebagai berikut :
1. Masalah social yang dapat ditanggapi melalui pendekatan sebdiri maupun
pendekatan antarbidang.
2. Keanekaragaman golongan dan kesatuan social dalam masyarakat
Tujuan dari ISD sendiri yaitu membantu perkembangan wawasan pemikiran
dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas.
Ilmu Budaya Dasar (IBD) merupakan kelompok ilmu dan pengetahuan termasuk
dalam
kelompok pengetahuan budaya.
Tujuan dari IBD adalah mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara
memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritikal terhadap masalah-masalah
budaya.
2. Ruang Lingkup ISD,IBD,dan ISBD
a. Ruang lingkup dari ISD adalah sebagai berikut :
1. Individu, keluarga, dan masyarakat.
2. Masyarakat kota dan desa
3. Masalah penduduk
4. Pelapisan social
5. Pemuda dan sosialisasi
6. Ilmu pengetahuan,teknologi,dan kemiskinan
b. Ruang lingkup yang disajikan dari IBD adalah sebagai berikut :
1. Manusia dan pandangan hidup
2. Manusia dan keindahan
3. Manusia dan keadilan
4. Manusia dan cinta kasih
5. Manusia dan tanggung jawab

6. Manusia dan kegelisahan


7. Manusia dan harapa.
c. Sedangkan ruang lingkup dari ISBD adala sebagai berikut :
1. Pengantar ISBD
2. Manusia sebagai makhluk budaya
3. Manusia dan peradaban
4. Manusia sebagai makhluk individu dan social
5. Manusia,keragaman,dan kesejahteraan
6. Moralitas dan hokum
7. Manusia,sains,dan teknologi
8. Manusia dan lingkungan
B. ISBD Sebagai Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (Mbb) Dan
Pendidikan Umum.
1. ISBD merupakan kelompok MBB di Perguruan Tinggi
Menurut MENPEN RI nomor 232/U/2000tenteng pedoman penyusunan
kurikulum
pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa,maka kajian dan pelajaran
dicakup
dalam program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang terdiri dari :
a.
b.
c.
d.
e.

Kelompok matakuliah pengembangan pribadi


Kelompok matakuliah keilmuan dan keterampilan
Kelompok matakuliah keahlian berkarya
Kelompok matakuliah perilaku berkarya
Kelompok matakuliah berkehiduapan bermasyarakat.

2. ISBD sebagai program pendidikan Umum ( General Education)


ISBD merupakan sebagai program umum yang bersifat mengantar mahasiswa
yang memiliki kemampuan personal. kemampuan personal merupakan kaitan dengan
kemampuan individu untuk menempatkan diri sebagai anggota masuyarakat yang
tidak terpisahkan dari masyarakat itu sendiri. Program pendidikan umum yaitu untuk
memperluas cakrawala.perhatian dan pengetahuan para mahasiswa sehinggan tidak
terbatas pada bidang pengetahuan keahlian serta golongan asal masing-masing.
C. ISBD Sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Sosial Budaya.
ISBD merupakan sebagai integarasidari ISD dan IBD yang memberikan
dasar-dasar pengetahuan social dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa
sehinggan mampu mengkaji masalah social,kemanusian,dan budaya. Pendekatan

ISBD

juga

merupakan

akan

memperluas

pandangan

bahwa

masalah

social,kemanusian,dan budaya dapat didekati dari berbagai sudut pandang.Dengan


wawasan sehinggan mampu mengkaji sebuah masalah kemasyarakat yang lebih
kompleks,demikian pula dengan solusi pemecahannya.
D. Perbedaan ISD dan IBD
Ilmu sosial Dasar merupakan Kenyataan-kenyataan social yang ada dalam
masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan maslah social tertentu.
Kenyataan-kenyataan social tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli
ilmu social. Karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut
pandangnya. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataankenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat
diperlukakn untuk mempelajari masalah-masalah social. Persamaan dan perbedaan
itulah yang seringkali menyebabkan timbulnya konflik, kerjasama, kesetiakawanan
antar individu dan golongan. Masalah-masalah social yang timbul dalam masyarakat
biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan social yang antara satu dengan yang
lainnya salaing berkaitan.
Ilmu

Sosial

Budaya

merupakan

berbagai

aspek

kehidupan

yang

mengungkapkan masalah-masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati


dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi keahlian.
(disiplin) didalam pengertian budaya, maupun gabungan berbagai disiplin dalam
pengetahuan budaya. Hakikat manusia yang satu atau universal, tetapi beragam
perwujudannya dalam kebudayaan setiap zaman dan tempat. Dalam menghadapi
lingkungan alam, social, dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaankesamaan, tetapi juga ketidak seragaman, sebagaimana ekspresinya dalam berbagai
bentuk dan corak ungkapan, pikiran, perasaan, dan tingkah laku.
E. ISBD Sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Sosial Budaya
ISBD sebagai integerasi dari ISD dan IBD memberikan dasar-dasar
pengetahuan sosial dan kosep-konsep budaya kepada mahasiswa, sehingga mampu
mengkaji masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya, sehingga diharapkan mahasiswa

peka, tanggap, kritis serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan
budaya secara arif.

BAB II
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
A. Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk budaya adalah topik bahasan pertama yang
dipelajari pada mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar kali ini. Pembahasan ini
mengkaji manusia sebagai makhluk yang berkemampuan untuk menciptakan
kebaikan, kebenaran, keadilan, dan bertanggung jawab. Dimana sebagai makhluk
yang berbudaya, manusia mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan
kebahagiaan bagi semua makhluk Tuhan dan menciptakan nilai-nilai yang dapat
meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan, bukan sebaliknya seperti yang

sering terjadi di Indonesia sekarang. Karena itulah topik ini penting untuk dipelajari
sebagai dasar pengetahuan terutama bagi mahasiswa untuk mempertimbangkan dan
menyikapi berbagai permasalahan budaya yang tumbuh dan berkembang dalam
masyarakat pada kehidupan sehari-hari. Apalagi di tanah air Indonesia ini
yangmempunyai budaya yang sangat beraneka ragam, sehingga dalam upaya
pembangunan nasionalsangat dibutuhkan suatu proses transfortasi sosio-kultural
yang bersifat kreatif, pembaharuan nilai-nilai budaya bangsa yang mendukung upaya
pemenuhan harkat dan martabat manusia Indonesia yang sesuai dengan Pancasila,
Dasar Negara Republik Indonesia.

B. Fungsi Akal dan Budi Bagi Manusia


Manusia sebagai makhluk yang mulia mempunyai akal dan budi yang
membedakannya dari makhluk lainnya. Akal mempunyai fungsi untuk berpikir,
kemudian membentuk konsep-konsep untuk memecahkan berbagai masalah, dan
pada akhirnya mendorong manusia untuk membuat tingkah laku serta aktif berbuat
demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia. Sedangkan budi yang merupakan
unsur rohani dalam kebudayan, dapat diartikan sebagai batin manusia berfungsi
sebagai panduan akal dan perasaan yang dapat menimbang baik-buruk segala
sesuatu. Jika digabungkan, akaldan budi dapat berfungsi untuk menunjukkan
martabat manusia dan kemanusiaan, sebagai pemegang amanah makhluk tertinggi.
C. Pengertian Budaya dan Kebudayaan
Berbagai definisi mengenai budaya dan kebudayaan telah banyak
dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya dikatakan bahwa budaya berasal dari kata
budi yang berarti unsur rohani, dan daya adalah unsur perbuatan jasmani. Jadi
kebudayaan dapat diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia. Dari berbagai
definisi yang ada, yang paling operasional berkaitan dengan ISBD adalah definisi
yang disampaikan oleh Maran. Ia mengungkapkan bahwa kebudayaan adalah cara
khas manusia beradaptasi dengan lingkungannya, yakni cara manusia membangun
alam guna memenuhi keinginan-keinginan serta tujuan hidupnya, yang dilihat
sebagai proses humanisasi.

D. Manusia Sebagai Pencipta Kebudayaan


Dalam kehidupan sehari-hari manusia saling berinteraksi antara satu sama
lain dan dengansegala isi alam raya ini menciptakan produk yang disebut
kebudayaan. Sebagai pencipta kebudayaan, manusia dilengkapi Tuhan dengan akal
dan pikiran dan diberikan kemampuan yang disebut sebagaidaya manusia.
Kemampuan

daya

tersebut antara lain adalah akal, inteligensia, intuisi,

perasaan,emosi, kemauan, fantasi, perilaku.Terdapat hubungan dialektika diantara


manusia dan kebudayaan, yang disebut Peter L. Berger sebagai dialektika
fundamental, dimana kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itusendiri
adalah produk kebudayaannya. Dialektika fundamental ini terdiri dari tiga tahap
yaitu tahapekstenarlisasi, tahap objektivasi, dan tahap internalisasi, yang mana
menunjukkan adanya hubungan berkelanjutan antara realitas internal dengan realitas
eksternal.
E. Memanusiawikan Manusia
Kelangsungan hidup seseorang sangat bergantung pada orang dan budaya
yang dan budaya yang ada disekitarnya dan dengan cara itu menjadikan seseorang
diproseskan menjadi manusia. Berkaitan dengan hal ini, Ilmu Sosial Budaya Dasar
merupakan mata kuliah yang penting dipelajari diperguruan tinggi sebagai ilmu
pengetahuan budaya yang bertujuan membuat manusia lebih manusiawi dan lebih
berbudaya khususnya bagi mahasiswa.
F. Proses Pembudayaan
Proses pembudayaan merupakan tindakan-tindakan berkelanjutan yang
menimbulkan danmenjadikan sesuatu lebih bermakna untuk kemanusiaan yang dapat
dilihat sebagai hubungan antarasatu budaya dengan budaya lainnya.

G. Perubahan Kebudayaan dari Lokal Menjadi Global


Kebudayaan dapat mengalami perubahan yaitu dari lokal menjadi global
seiring dengan waktu yang disebabkan oleh berbagai faktor antara lain perubahan
bentang alam, kontak dengan suatu kelompok lain, adanya penemuan baru baik
dalam bidang ilmu maupun teknologi, dan adopsi dari kebudayaan bangsa lain.Oleh
karena itu agar mampu menghadapi fenomena kebudayaan global, kita sebagai

bangsa Indonesia haruslah memperkuat kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional


kita dengan caramengembangkan dan melestarikan kebudayaan kita tersebut karena
kebudayaan merupakan jati dirisuatu bangsa.

BAB III
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
A. Hakikat Manusia sebagai makhluk individu
Manusia adalah makhluk individu. Sebagai makhluk individu berarti makhluk
yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya.
Kata "individu" berasal dari kata latin individuum, artinya tidak terbagi. Jadi, kata itu
mengandung pengertian sebagai suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan
suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial paham individu
menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk, memegang
peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu bukan berarti menusia sebagai

suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas,
yaitu sebagai manusia perorangan, (Soelaeman, 2001:113).
Manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk
keseluruhan jiwa raga, melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu
merupakan pribadi (individu) yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk
kecakapan-kecakapan serta kelemahan-kelemahannya. Individu adalah seorang
manusia yang tidak hanya memiliki peranan yang khas di dalam lingkungan
sosialnya, melainkan juga memiliki kepribadian serta pola tingkah laku spesifik
dirinya. Persepsi terhadap individu atau hasil pengamatan manusia dengan segala
maknanya merupakan suatu ke-utuhan ciptaan Tuhan yang mempunyai tiga aspek
melekat pada dirinya, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan
aspek sosial kebersamaan. Ketiga aspek tersebut saling mempengaruhi, keguncangan
pada satu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya (Soelaeman,
2001:114).
Untuk menjadi suatu individu yang "mandiri" harus melalui proses yang
panjang. Tahap pertama, melalui proses pemantapan pergaulan yang dilakukan di
lingkungan keluarga. Dalam lingkungan keluarga ini secara bertahap karakter yang
khas akan terbentuk dan mengendap lewat sentuhan-sentuhan interaksi: etika,
estetika, dan moral agama. Sejak manusia dilahirkan, ia membutuhkan proses
pergaulan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan batiniah dan lahiriah yang
membentuk dirinya. Menurut Sigmund Freud, super ego pribadi manusia sudah
mulai terbentuk pada saat manusia berumur 56 tahun (Gerungan, 1980:29).
Makna manusia menjadi individu apabila pola tingkah lakunya hampir
identik dengan tingkah laku masa yang bersangkutan. Proses yang meningkatkan
ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai menjadi dirinya sendiri disebut proses
individualisasi atau aktualisasi diri. Individu dibebani berbagai peranan yang berasal
dari kondisi kebersamaan hidup, maka muncul struktur masyarakat yang akan
menentukan kemantapan masyarakat. Individu dalam bertingkah laku menurut
pribadinya ada tiga kemungkinan: menyimpang dari norma kolektif, kehilangan
individualitasnya atau takhluk terhadap kolektif, dan mempengaruhi masyarakat
seperti adanya tokoh pahlawan atau pengacau. Mencari titik optimum antara dua pola tingkah
laku (sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat) dalam situasi yang

senantiasa berubah, memberi konotasi "matang" atau "dewasa" dalam konteks sosial.
Sebutan "baik" atau "tidak baik" pengaruh individu terhadap masyarakat adalah
relatif (Soelaeman, 2001:114).
Bertolak dari proses penjabaran individualisasi manusia dalam masyarakat
tersebut menunjukkan bahwa manusia memiliki perilaku yang didorong oleh aspek
individu dan aspek sosial. Meskipun semua manusia sebagai individu memiliki unsur
jiwa dan raga yang menyatu, tetapi antara satu orang dengan orang yang lainnya
memiliki perbedaan dan kekhasannya baik secara fisik dan psikis. Secara fisik
misalnya, ada yang berambut ikal tetapi juga ada yang berambut lurus, ada yang
gemuk atau kurus, tinggi atau pendek, dan seterusnya. Secara psikis juga ada
perbedaan, misalnya ada yang pemalu, pemarah, penyabar, periang, dan lain-lain.
Dengan kata lain, individu dapat dikenali dengan mudah melalui aspek fisik maupun
psikisnya.
Manusia selaku makhluk individu di samping memiliki keinginan-keinginan
atau motif-motif juga memiliki kebutuhan-kebutuhan secara pribadi. Motif-motif
yang melatarbelakangi manusia selaku individu berbuat sesuatu memiliki ciri-ciri
sebagai berikut: bisa bersifat majemuk, berubah-ubah, dan berbeda-beda, atau
bahkan bisa jadi tidak disadari oleh individu. Adapun manusia selaku individu juga
membutuhkan berbagai kebutuhan, antara lain: kebutuhan fisiologis (pakaian,
pangan, tempat, seks, dan kesejahteraan individu), yang kemudian disebut sebagai
kebutuhan primer; kebutuhan rasa aman; kebutuhan akan rasa afeksi (yaitu
kebutuhan untuk menjalin hubungan atau keakraban dengan orang lain); kebutuhan
akan harga diri (esteem needs); kebutuhan untuk mengetahui dan memahami (need
to know and understand); kebutuhan rasa estetika (aesthetic needs); kebutuhan untuk
aktualisasi diri (self actualization); kebutuhan transendence, yaitu kebutuhan untuk
mengetahui dan menyelami dunia di luar dirinya seperti spiritualitas dan rasa
religiusitas (berkeyakinan akan keberadaan Tuhan). Dengan adanya kebutuhan
pribadi itulah manusia selaku individu mempunyai hubungan dengan dirinya sendiri,
yaitu ada dorongan untuk mengabdi kepada dirinya sendiri.
Tindakan-tindakannya diarahkan untuk memenuhi kepentingan pribadinya
meskipun dalam kapasitasnya bisa jadi menjadi bentuk perbuatan yang bernilai
pengabdian kepada masyarakatriya. Untuk itulah perilaku manusia sangat

dipengaruhi oleh motivasinya dalam melakukan aktivitasnya. Motivasi atau


dorongan perilaku tersebut memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Berbagai bentuk
motivasi individu tersebut berupa: kebutuhan untuk berbuat lebih baik dari orang lain
(achievement); kebutuhan untuk memuji, menyesuaikan diri, dan mengikuti pendapat
orang lain (defence); kebutuhan untuk membuat rencana secara teratur (order);
kebutuhan untuk menarik perhatian orang lain dan berusaha menjadi pusat perhatian
(exhibition); kebutuhan untuk mandiri, tidak mau tergantung orang lain dan tidak
mau diperintah orang lain (autonomy); kebutuhan untuk menjalin persahabatan
dengan orang lain, kesetiaan, berpartisipasi (affiliation); kebutuhan untuk memahami
perasaan dan mengetahui tingkah laku orang lain (intraception); kebutuhan untuk
mendapatkan simpati, bantuan, dan kasih sayang orang lain (succorance); kebutuhan
untuk bertahan pada pendapatnya, menguasai, memimpin, menasehati orang lain
(dominance); kebutuhan akan rasa berdosa, salah, perlu diberi hukuman
(abasement); kebutuhan untuk membantu, menolong, dan simpati kepada orang lain
(nurturance); kebutuhan untuk melakukan perubahan-perubahan, tidak menyukai
rutinitas (channge); kebutuhan untuk bertahan pada suatu pekerjaan; tidak suka
diganggu (endurance); kebutuhan untuk aktivitas sosial individu dalam mendekati
lawan jenis, mencintai lawan jenis (heterosexuality); kebutuhan untuk mengkritik,
membantah, menyalahkan.
Semua perilaku individu yang didorong oleh keinginan memenuhi kebutuhan
primer dan motivasi yang melekat pada pribadinya dapat menjadi tolak ukur
kepribadian seseorang dalam aktivitas sosialnya. Sinyalemen ini menjadi indikasi
atau pertanda seberapa besar makna individu tersebut berperan dalam kehidupan,
sehingga eksistensinya sebagai manusia individu dapat diakui memiliki makna, baik
secara pribadi maupun terhadap lingkungannya. Manusia sebagai individu akan
memiliki arti bagi kehidupannya apabila peran dirinya bermakna bagi orang lain,
keluarga, maupun masyarakat secara luas.
B. Manusia sebagai Makhluk Sosial
Pada hakekatnya, manusia merupakan makhluk sosial di samping sifat-sifat
lainnya yang secara pribadi dimiliki. Secara alami keberadaan manusia
membutuhkan hubungan dengan orang lain, manusia mempunyai dorongan untuk

10

berhubungan dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Untuk itu, perlu dilihat makna
sosial itu sendiri baik secara kebahasaan maupun dari aktivitas simbolis yang
dilakukannya. Secara etimologi, istilah "sosial" berasal dari bahasa Latin socius yang
artinya teman, perikatan. Jadi, secara etimologi manusia sebagai makhluk sosial
adalah makhluk yang berteman, memiliki perikatan antara satu orang dengan orang
yang lain. Istilah sosial ini menekankan adanya relasi atau interaksi antar manusia,
baik itu relasi seorang individu dengan seorang individu yang lain, individu dengan
kelompok, atau. kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial ini dapat terjadi di
lingkungan keluarga maupun di masyarakat secara luas. Keluarga merupakan
kelompok primer yang paling penting di masyarakat. Keluarga merupakan sebuah
group yang terbentuk atas dasar hubungan pernikahan antara laki-laki dan wanita,
yang berlangsung lama untuk mendapatkan keturunan dan membesarkan anakanaknya. Oleh sebab itu, dalam hubungan keluarga ini memiliki lima macam sifat
yang menjadi indikasi terbentuknya masyarakat dalam arti keluarga, yaitu: hubungan
suami-istri, bentuk pernikahan untuk pemeliharaan hubungan suami-istri, memiliki
susunan atau formulasi istilah untuk menghitung keturunan, memiliki harta benda
yang menjadi milik keluarga, dan bertempat tinggal bersama.
Sementara itu, pengertian masyarakat secara luas adalah menunjuk pada
sekelompok orang yang memiliki perasaan tertentu, sehingga menimbulkan keeratan
hubungan di antara anggota-anggotanya. Mereka memiliki rasa persatuan karena
memiliki kebiasaan atau kebudavaan yang sama, logat bahasa yang sama, asal-usul
yang sama, dan bertempat tinggal dalam batas geografis yang sama. Keeratan hubungan ini lebih
dirasakan anggota masyarakatnya daripada oleh orang lain. Mereka memiliki ikatan
norma-norma dan adapt istiadat yang sama, sehingga masing-masing merasa
memiliki dan merasa bertanggung jawab atas keutuhan masya-rakatnya. Kesadaran
manusia sebagai anggota masyarakat ini dalam lingkup yang lebih besar lagi adalah
bangsa, dan negara. Sebagai makhluk sosial, manusia menyadari keberadaannya
berdasarkan keturunan dari pendahulunya yang memiliki identitas asal-muasal suku
bangsa sehingga memiliki kapasitas tanggung jawab terhadap kelangsungan suku
bangsanya. Demikian juga dalam hal kehidupan bernegara, manusia sebagai makhluk
sosiai tidak terlepas dari kehidupan bernegara. Mereka memiliki hak dan kewajiban
yang sama dengan warga negara lainnya. Untuk itu, mereka juga harus memenuhi

11

tanggung jawabnya sebagai warga negara yang baik. Tugas dan tanggung jawab
manusia sebagai warga negara adalah ikut menjaga keutuhan serta tegaknya negara,
dan memenuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku.
C. Fungsi Dan Peranan Manusia Sebagai Makluk Sosial dan Individu
Berdasarkan sifat kodrat manusia sebagai individu yang dapat diketahui
bahwa manusia memilki harkat dan martabat yang mempunyai hak-hak dasar,dimana
setiap manusia memiliki potensi diri yang khas,dan setiap manusia memiliki
kepentingan untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Secara sosial sebenarnya manusia
merupakan mahluk individu dan sosial yang mempunyai kesempatan yang sama
dalam berbagai hidup dan kehidupan dalam masyarakat. Artinya setiap individu
manusia memiliki hak, kewajiban dan kesempatan yang sama dalam menguasai
sesuatu, misalnya bersekolah, melakukan pekerjaan, bertanggung jawab dalam
keluarga serta berbagai aktivitas ekonomi, politik dan bahkan beragama. Namun
demikian, kenyataannya setiap individu tidak dapat menguasai atau mempunyai
kesempatan yang sama. Akibatnya, masing-masing individu mempunyai peran dan
kedudukan yang tidak sama atau berbeda. Banyak faktor yang menyebabkan itu bisa
terjadi, misalnya kondisi ekonomi (ada si miskin dan si kaya), sosial (warga biasa
dengan pak RT, dll), politik (aktivis partai dengan rakyat biasa), budaya (jago tari
daerah dengan tidak) bahkan individu atau sekelompok manusia itu sendiri. Dengan
kata lain, stratifikasi sosial mulai muncul dan tampak dalam kehidupan masyarakat
tersebut. Sebagai makhluk individu manusai berperan untuk mengwjudkan hal-hal
sebagai berikut :
a.
b.
c.
d.
e.

Menjaga dan mempertahankan harkat dan martabatnya.


Mengupayakan terpenuhinya hak-hak dasarnya sebagai manusia.
Merealisasikan segenap potensi diri baik sisi jasmani maupun rohani.
Memenuhi kebutuhan dan kepentingan diri demi kesejahteraan hidupnya.
Peranan manusia sebagai makhluk sosial. Keberadaan manusia sebagai
makhluk social menjadiakan manusia melakukan peran-peran sebagai berikut

:
f. Melakukan interaksi dengan manusia lain atau kelompok.
g. Membentuk kelompok-kelompok social.
h. Menciptakan norma-norma social sebagai pengaturan tata tertib kehidupan
manusia.

12

D. Dinamika Interaksi Sosial


Dinamika Interaksi Sosial antara lain meliputi ; Akulturasi, Asimilasi, Dan Inovasi.
1. Akulturasi Budaya
Adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan
suatu kebudayaan tertentu sedemikian rupa dipengaruhi oleh unsur-unsur suatu
kebudayaan lain sehingga unsur-unsur lain itu diterima dan disesuaikan dengan
unsur-unsur kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya identitas kebudayaan
asli. Contoh yang muncul adalah ketika pihak pribumi mulai menerima penggunaan
gaya hidup, seperti bahasa, mode pakaian, dan sopan santun ala barat. Kajian
akulturasi meliputi lima hal pokok, demikian yang dikemukakan Koentjaraningrat
(1997):
a. Masalah mengenai metode untuk mengobservasi, mencatat dan melukiskan
suatu proses akulturasi dalam suatu masyarakat.
b. Masalah mengenai unsur-unsur kebudayaan yang mudah diterima dan yang
sukar diterima oleh masyarakat penerima.
c. Masalah unsur kebudayaan mana saja yang mudah diganti dan diubah dan
unsur kebudayaan mana saja yang tidak mudah diganti dan diubah oleh
unsur-unsur kebudayaan asing.
d. Masalah mengenai individu-individu apa yang mudah dan cepat menerima,
dan individu-individu apa yang sukar dan lambat menerima unsur-unsur
kebudayaan asing.
e. Masalah mengenai ketegangan-ketegangan sosial yang timbul akibat adanya
akulturasi.
Dampak akulturasi terhadap masyarakat meniscayakan seorang peneliti perlu
memerhatikan beberapa hal berikut:
a. Keadaan masyarakat penerima sebelum proses akulturasi mulai berjalan.
b. Individu-individu dari kebudayaan asing yang membawa unsur-unsur
kebudayaan asing itu.
c. Saluran-saluran yang dilalui oleh unsur-unsur kebudayaan asing untuk masuk
ke dalam kebudayaan penerima.
d. Bagian-bagian dari masyarakat penerima yang terkena pengaruh unsur-unsur
kebudayaan asing tadi.
e. Reaksi para individu yang terkena unsur-unsur kebudayaan asing.
2. Asimilasi Budaya

13

Proses asimilasi dapat terjadi jika terjadi hal-hal sebagai berikut :


a. Kelompok-kelompok manusia dengan latar belakang kebudayaan yang
berbeda-beda.
b. Kelompok manusia ini saling bergaul secara intensif dalam kurun waktu yang
lama.
c. Pertemuan budaya-budaya antar kelompok itu masing-masing berubah watak
khasnya

dan

unsur-unsur

kebudayaannya

saling

berubah

sehingga

memunculkan suatu watak kebudayaan yang baru/campuran.

Faktor penghambat adanya proses asimilasi budaya:


1. Kurangnya pengetahuan terhadap unsur kebudayaan yang dihadapi (dapat)
bersumber dari pendatang ataupun penduduk asli.
2. Sifat takut terhadap kebudayaan yang dihadapi.
3. Perasaan ego dan superioritas yang ada pada individu-individu dari suatu
kebudayaan terhadap kelompok lain.
Faktor yang memudahkan/penarik terjadinya asimilasi budaya:
a. Faktor toleransi, kelakuan saling menerima dan memberi dalam struktur
himpunan masyarakat.
b. Faktor kemanfataan timbal balik, memberi manfaat kepada dua belah pihak
c. Faktor simpati, pemahaman saling menghargai dan memperlakukan pihak lain
secara baik.
E. Dilema Antara Kepentingan Individu dan masyarakat
Dilema antara kepentingan individu dan kenpentingan masyarakat adalah
pertanyaan yang dihadapi oleh manusia manakah yang harus diutamakan. Apabila
dihadapkan pertanyaan seperti itu mungkin kita tidak bisa langsung menjawabnya
kita akan terdiam sejenak dan berfikir apa yang akan dijawab dan mana yang lebih
penting. Terdapat dua pandangan yaitu pandangan individualism dan pandangan
sosialisme. Pandangan Individualisme berpangkal pada konsep dasar ontologis
bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk individu yang bebas. Pandangan
invidualisme berpendapat bahwa kepentingan invidulah yang harus diutamakan.
Beberapa prinsip yang dikembangkan ideologi liberalisme yang dari kata liber adalah
sebagai berikut :

14

1. Penjaminan hak milik perorangan yaitu hak pribadi tidak berlaku hak milik
berfungsi sosial.
2. Mementingkan diri sendiri yaitu membiarkan orang lain untuk melakukan
aktivitas.
3. Pemberian kebebasan pada individu.
4. Persaingan bebas untuk mencapai kepentingannya masing-masing.
Pandangan sosialisme adalah paham yang mengharapakan masyarakat yang
adil, selaras, bebas, dan sejahtera bebas dari penugasan individu atas hak milik dan
alat-alat produksi. Sosialisme muncul dengan maksud kepentingan masyarakat secara
keseluruhan terutama yang tersisih oleh system liberalisme, mendapt keadlian,
kebebasan, dan kesejahteraan. Pandangan ini menyatakan bahwa kepentingan
masyarkatlah yang diutamakan. Karena masyarakat merupakan entitas yang besar
dan berdiri sendiri dimana individu-individu itu berada. Sosialisme merupakan
mementingkan masyarakat secara keseluruhan dan merupakan paham yang
mengharapkan terbentuknya masyarakat yang adil,selaras,bebas,dan sejahtera bebas
dari penguasa individu atas hak milik dan alat-alat produksi.

15

BAB IV
MANUSIA DAN PERADABAN
A. Hakekat Manusia dan Peradaban
1. Makna Manusia
Manusia seutuhnya adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani
dan rohani. Melaluiakalnya manusia dapat menciptakan dan mengembangkan
teknologi, lewat jasmaninya manusia dapatmenerapkan dan merasakan kemudahan
yang diperolehnya dari teknologi tersebut sedangkan melaluirohani terciptalah
peradaban. Lebih dari itu melalui ketiganya (akal, jasmani, rohani) manusia dapat
membuat perubahan di berbagai bidang sesuai dengan perjalanan waktu yang
dilaluinya sebagai upayapenyesuaian terhadap perubahan yang terjadi pada
lingkungan sekitarnya. Aspek inilah yang menjadi pembeda antara manusia dengan
mahluk lainnya dalam hal kemampuannya beradaptasi dengan alam.
Manusia dalam kehidupannya mempunyai tiga fungsi, yaitu:
1. Sebagai makhluk tuhan
2. Sebagai makhluk individu
3. Sebagai makhluk sosial budaya.
Sebagai makhluk pribadi, manusia terus melakukan interaksi dengan
sesamanya sebagai jalanmencari pemahaman tentang dirinya, lingkungan dan sarana
untuk pemenuhan kebutuhan yang tidakdapat diperolehnya sendiri. Interaksi tersebut
sebagai cikal terbentuknya suatu komunitas sosial yangselanjutnya melahirkan
aturan-aturan dan norma yang disepakati bersama untuk mengatur interaksiyang
terjadi tersebut.
Sejarah

peradaban

manusia

menunjukkan

bahwa

konsep

dasar

keorganisasiandan manajemen bukan merupakan sesuatu yang baru. Beberapa

16

peninggalan bersejarah baik yangberupa bangunan, tulisan atau yang sejenisnya dari
beberapa dinasti di seluruh dunia yang dibuatbeberapa ribu tahun silam merupakan
saksi bisu yang menguatkan pernyataan di atas. Keberadaandinasti tersebut seolah
mengatakan bahwa masyarakat pada saat itu sudah mengenal organisasi
yangmengatur segala macam interaksi yang terjadi antar individu dalam masyarakat,
sedangkan peninggalansejarah (misalnya tujuh keajaiban dunia) bisa dikatakan
sebagai sebuah maha karya yang tak akanterwujud bila proses pembuatannya tidak
menggunakan konsep manajemen yang benar-benar brilian.
2. Makna Adab dan Peradaban
Istilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah peradaban sering
dipakai untukmenunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan
kebudayaan. Definisi peradabanmenurut Koentjaraningrat menyatakan bahwa
peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaanyang halus, maju, dan indah
seperti

misalnya

kesenian,

ilmu

pengetahuan,

adat

sopan

santun

pergaulan,kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai


system teknologi danmasyarakat kota yang maju dan kompleks.Pada waktu
perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya
yangbersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat
pemilik kebudayaantersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.
Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor:
1. Pendidikan,
2. Kemajuan teknologi danl Ilmu pengetahuan.
B. Wujud dan Perkembangan Peradaban
1. Wujud PeradabanWujud dari peradaban dapat berupa:
a. Moral : nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan.
b. Norma : aturan, ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan
sesuatu benar atausalah, baik atau buruk.
c. Etika : nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang
menjadi pegangan dalammegatur tingkah laku manusia. Bisa juga diartikan
sebagai etiket, sopan santun.

17

d. Estetika : berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam


keindahan, mencakupkesatuan (unity), keselarasan (balance), dan kebalikan
(contrast).

2. Evolusi Budaya dan Tahapan Peradabana.


a. Gelombang pertama sebagai tahap peradaban pertanian, dimana dimulai
kehidupan baru dari budaya meramu ke bercocok tanam. ( revolusi agraris )
b. Gelombang kedua sebagai tahap peradaban industri penemuan mesin uap,
energi listrik, mesinuntuk mobil dan pesawat terbang. (revolusi industri)
c. Gelombang ketiga sebagai tahap peradaban informasi. Penemuan TI dan
komunikasi dengancomputer atau alat komunikasi digital.
C. Peradaban dan Perubahan Sosial
Perubahan menyebabkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur social yang ada
dalam masyarakatsehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai
dengan fungsinya bagi masyarakat yangbersangkutan. Penyebab atau faktor-faktor
terjadinya perubahan:
1. Faktor intern:
a. Bertambah dan berkurangnya penduduk
b. Adanya penemuan-penemuan baru
c. Konflik dalam masyarakat
d. Pemberontakan dalam masyarakat
2. Faktor extern:
a. Faktor alam yang berubah
b. Pengaruh kebudayaan lain
1. Tradisi
Tradisi (Bahasa Latin: traditio, "diteruskan") atau kebiasaan, dalam
pengertian yang paling sederhanaadalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak
lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatukelompok masyarakat, biasanya dari
suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama.
2. Modernisasi
Modernisasi berasal dari bahasa latin yaitu modo (cara) dan ernus (masa
kini). Secara harfiahmodernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses menuju

18

masyarakat yang modern.Modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan


masyarakat yang bergerak dari keadaan yangtradisional atau dari masyarakat pra
modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern.
Dengan dasar pengertian di atas maka secara garis besar istilah modern
mencakup pengertian sebagaiberikut.a. Modern berarti berkemajuan yang rasional
dalam segala bidang dan meningkatnya tarat penghidupanmasyarakat secara
menyeluruh dan merata.b. Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai
peradabannya dalam pergaulan hidup dalammasyarakat.
Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki
syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut:
a. Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun
masyarakat.
b. Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan
birokrasi.
c. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada
suatu lembaga ataubadan tertentu
d. Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi
dengan carapenggunaan alat-alat komunikasi massa.
e. Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan
di lain pihak berartipengurangan kemerdekaan.
f. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial.
Adapun syarat-syarat dari modernisasi terdiri dari:
1.
2.
3.
4.

Cara berfikir ilmiah.


Sistem administrasi Negara yang baik.
Kedisiplinan yang tinggi.
Mampu menciptakan suasana yang kondusif.

3. Masyarakat Madani Dalam Bahasa Inggris, ia berasal dari kata civil society
atau masyarakat sipil, sebuah kontraposisi darimasyarakat militer.Merujuk

19

pada Bahmueller (1997), ada beberapa karakteristik masyarakat madani,


diantaranya:
a. Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam
masyarakat melaluikontrak sosial dan aliansi sosial.
b. Menyebarnya
kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan

yang

mendominasi dalam masyarakatdapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan


alternatif.
c. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara
dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.
d. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena
keanggotaan organisasi-organisasi masyarakat mampu memberikan masukanmasukan terhadap keputusan-keputusanpemerintah.
Dari beberapa ciri tersebut, kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat
madani adalah sebuahmasyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari
akan hak-hak dan kewajibannya dalammenyuarakan pendapat dan mewujudkan
kepentingan-kepentingannya; dimana pemerintahannyamemberikan peluang yang
seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program
pembangunan di wilayahnya.
D. Masyarakat yang Beradab
Masyarakat yang beradab dapat didefinisikan sebagai masyarakat yang
mempunyai sopan santundan kebaikan budi pekerti. Atau dapat pula diartikan
sebagai masyarakat yang santun dan telah majutingkat kehidupan lahir
batinnya..Ketenangan, kenyamanan, ketentraman, dan kedamaian sebagai makna
hakiki manusia beradab dandalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal
antara kepentingan pribadi dan kepentinganumum.E. Problematika Peradaban dalam
Kehidupan Masyarakat
1. Kemajuan IPTEK
Bagi

Peradaban

ManusiaSecara

harfiah

teknologi

dapat

diartikan

pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendirimenurutnya adalah cara


melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akaldan
alat.Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi
sebagai keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri
efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusiaPengertian teknologi secara umum

20

adalah: proses yang meningkatkan nilai tambah, produk yang digunakan dan
dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja, Struktur atau sistem
dimana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan. Kemajuan teknologi
adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karenakemajuan
teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Memberikan
banyakkemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia.
Namun demikian, walaupunpada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat
positif, di sisi lain juga juga memungkinkandigunakan untuk hal negatif.
2. Dampak Globalisasi
Bagi Peradaban ManusiaArus globalisasi saat ini telah menimbulkan
pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsaIndonesia. Derasnya arus informasi
dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderunganyang mengarah
terhadap

memudarnya

nilai-nilai

(Transportasi,Telekomunikasi,

dan

pelestarian

budaya.

Perkembangan

Teknologi)

mengkibatkan

3T

berkurangnya

keinginan untuk melestarikan budayanegeri sendiri. Budaya Indonesia yang dulunya


ramah-tamah, gotong royong dan sopan bergantidengan budaya barat, misalnya
pergaulan bebas. Saat ini, ketika teknologi semakin maju, ironisnyakebudayaankebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat. Padahal kebudayaankebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi
pariwisata budaya yangmenghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat
maupun daerah, juga dapat menjadi lahanpekerjaan yang menjanjikan bagi
masyarakat sekitarnya. Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasiadalah dalam
pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya
bangsa).

Beberapa

tindakan

untuk

mencegah

terjadinya

pergeseran

kebudayaan/peradaban yang disebabkanoleh pengaruh globalisasi, diantaranya yaitu:


1. Pemerintah

perlu

mengkaji

ulang

peraturan-peraturan

yang

dapat

menyebabkan pergeseran budayabangsa


2. Masyarakat perlu berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masingmasing khususnya danbudaya bangsa pada umumnya

21

3. Para pelaku usaha media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai
berita, hiburan daninformasi yang diberikan agar tidak menimbulkan
pergeseran budaya
4. Masyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru,
sehingga budaya yang masuktidak merugikan dan berdampak negative.
5. Masyarakat harus berati-hati dalam meniru atau menerima kebudayaan baru,
sehingga pengaruhglobalisasi di negara kita tidak terlalu berpengaruh pada
kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa kita.

BAB V
KERANGAMAN DAN KESEHATAN DALAM ANTROPOLOGI
A. Konsep budaya dan antropologi kesehatan

22

1. Pengertian antropologi
Antropologi adalah salah satu cabang ilmu social yang mempekajari tentang
budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Kata antropologi sendiri merupakan
kombinasi dari dua kata yang diambil dari bahasa yunani yaitu Anthropos yang
berarti manusia dan logos berarti ilmu. Dari definisi secara harafia inilah dapat
disimpulkan bahwa antropologi adalah studi ilmu yang membahas tentang manusia
dari segi keanekaragaman fisik, serta kebudayaan baik itu tradisi, cara berperilaku,
dan nilai moral.
Berikut definisi antropologi menurut para ahli:
a). Ralf dan Harry
antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan semua yang
dikerjakan olehnya
b). David Hunter
antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan tentang umat manusia
yang tidak terbatas
c). Zerhun Dodda
antropologi adalah studi ilmu yang mempelajari tentang manusia.
d). William A. Haviland
antropologi adalah studi tentang umat manusia, yang berusaha menyusun
generalalisasi yang bermanfaat tentang manusia dari perilakunya serta untuk
memperoleh pengetahuan yang lengkap tentang keanekaragaman manusia itu sendiri
2. Antropologi kesehatan
Antropologi kesehatan adalah studi tentang pengaruh unsur-unsur budaya
terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan kesehatan (Solita Sarwono,
1993). Definisi yang dibuat Solita ini masih sangat sempit karena antropologi sendiri
tidak terbatas hanya melihat penghayatan masyarakat dan pengaruh unsur budaya
saja.
Antropologi lebih luas lagi kajiannya dari itu seperti Koentjaraningrat
mengatakan bahwa ilmu antropologi mempelajari manusia dari aspek fisik, sosial,
budaya (1984;76).
Pengertian Antropologi kesehatan yang diajukan Foster/Anderson merupakan
konsep yang tepat karena termasuk dalam pengertian ilmu antropologi seperti

23

disampaikan Koentjaraningrat di atas. Menurut Foster/Anderson, Antropologi


Kesehatan mengkaji masalah-masalah kesehatan dan penyakit dari dua kutub yang
berbeda yaitu kutub biologi dan kutub sosial budaya.
Antropologi juga dapat memberi kepada para dokter kesehatan masyarakat
yang akan bekerja dan hidup di berbagai daerah dengan aneka warna kebudayaan,
metode-metode, dan cara untuk mengerti serta menyesuaikan diri dengan
kebudayaan dan adat istiadat setempat.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Antropologi Kesehatan adalah
disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budya dari
tingkahlaku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya
disepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit
pada manusia (Foster/Anderson, 1986; 1-3
A. Pengertian antropologi kesehatan menurut para ahli.
1) Menurut Weaver
Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan

yang

menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit (Weaver, 1968;1)


2) Menurut Hasan dan Prasad :
Antropologi Kesehatan adalah cabang dari ilmu mengenai manusia yang
mempelajari aspek-aspek biologi dan kebudayaan manusia (termasuk sejarahnya)
dari titik tolak pandangan untuk memahami kedokteran (medical), sejarah
kedokteran (medico-historical), hukum kedokteran (medico-legal), aspek sosial
kedokteran (medico-social) dan masalah-masalah kesehatan manusia (Hasan dan
Prasad, 1959; 21-22)

3) Menurut Hochstrasser :
Antropologi Kesehatan adalah pemahaman biobudaya manusia dan karyakaryanya, yang berhubungan dengan kesehatan dan pengobatan (Hochstrasser dan
Tapp, 1970; 245).
4) Menurut Lieban :

24

Antropologi Kesehatan adalah studi tentang fenomena medis (Lieban 1973,


1034)
5) Menurut Fabrega :
Antropologi Kesehatan adalah studi yang menjelaskan: Berbagai faktor,
mekanisme dan proses yang memainkan peranan didalam atau mempengaruhi caracara dimana individu-individu dan kelompok- kelompok terkena oleh atau berespons
terhadap sakit dan penyakit.
Mempelajari masalah-masalah sakit dan penyakit dengan penekanan
terhadap pola-pola tingkah laku. (Fabrega, 1972;167)
3. Ruang Lingkup Dan Peranan Antropologi Kesehatan
Penyakit muncul tidak bersamaan dengan saat munculnya manusia, tetapi
sebagaimana dikemukakan oleh Sigerit (Landy 1977), penyakit adalah bagian dari
kehidupan yang ada di bawah kondisi yang berubah-ubah.
Menurut Foster dan Anderson kesehatan berhubungan dengan perilaku.
Perilaku manusia cenderung bersifat adaptif. Terdapat hubungan antara penyakit,
obat-obatan, dan kebudayaan.
a.

Batasan Dan Ruang Lingkup

Buku berjudul anthropology in Medicine menurut Foster dan Anderson belum


melahirkan disiplin baru dan hanya merupakan lapangan perhatian dari antropologi
terapan. Munculnya istilah Medicine Anthropology dari tulisan Scotch dan Paul
dalam artikel tentang pengobatan dan kesehatan masyarakat. Atas dasar ini kemudian
di Amerika lahirlah antropologi kesehatan.
Ahli-ahli antropologi tertarik untuk mempelajari faktor-faktor biologis, dan
sosio-budaya yang mempengaruhi kesehatan dan munculnya penyakit pada masa
sekarang dan sepanjang sejarah kehidupan manusia dipengaruhi oleh keinginan
untuk memahami perilaku sehat manusia dalam manifestasi yang luas dan berkaitan
segi praktis.
b. Akar Antropologi Kesehatan
Tipe kajian antropologi budaya yang menjadi akar antropologi kesehatan:
1) Kajian tentang obat primitif, tukang sihir, dan majik
2) Kajian tentang kepribadian dan kesehatan di berbagai seting budaya

25

3)

Keterlibatan ahli-ahli antropologi dalam program-program kesehatan

internasional dan perubahan komunitas yang terencana


4) Antropologi ekologi
5) Teori evolusioner
4. Ruang Lingkup Kajian Antropologi Kesehatan
Menurut foster dan Anderson lapangan kajian antropologi kesehatan dibagi
menjadi dua:
a. Kutub biologis, perhatinya pada pertumbuhan dan perkembangan fisik
manusia, peranan penyakit dalam evolusi manusia, adaptasi biologis terhadap
perubahan lingkungan alam, dan pola penyakit di kalangan manusia purba.
b. Kutub sosio-budaya perhatiannya pada sistem kesehatan tradisional
yang mencakup aspek-aspek etiologis, terapi, ide, dan praktik
pencegahan penyakit, serta peranan praktisi medis tradisional, masalah
perawatan kesehatan biomedik, perilaku kesehatan, peranan pasien, perilaku sakit,
interaksi dokter dengan pasien, dan masalah inovasi kesehatan.
5. Sumbangan Antropologi Terhadap Ilmu Kesehatan
Menurut Foster dan Anderson ada empat hal utama yang dapat disumbangkan
oleh antropologi terhadap ilmu kesehatan yaitu,
a.

Perspektif Antropologi

Terdapat dua konsep dalam perspektif antropologi bagi ilmu kesehatan (a)
pendekatan holistik, pendekatan ini memahami gejala sebagai suatu sistem.
Pendekatan ini dimana suatu pranata tidak dapat dipelajari sendiri-sendiri lepas dari
hubungannya dengan pranata lain dalam keseluruhan sistem. (b) relativisme budaya,
Standar penilaian budaya itu relative, suatu aktivitas budaya yang oleh
pendukungnya dinilai baik, pantas dilakukan mungkin saja nilainya tidak baik dan
tidak pantas bagi masyarakat lainnya.

b. Perubahan Proses dan Persepsi (Perubahan Terencana)


Suatu perubahan terencana akan berhasil apabila perencanan program
bertolak dari konsep budaya. Bertolak dari itu, perencanaan program pembaharuan

26

kesehatan dalam upaya mengubah perilaku kesehatan tidak hanya memfokuskan diri
pada hal yang tampak, tetapi seharusnya pada aspek psiko-budaya.
c. Metodologi Penelitian
Ahli antropologi menawarkan suatu metose penelitian yang longgar tetapi
efektif untuk menggali serangkaian masalah teoretik dan praktis yang dihadapi dalam
berbagai program kesehatan.
d. Premis
Premis atau asumsi atau dalil yang mendasari atau dijadikan pedoman
individu atau kelompok dalam memilih alternatif tindakan. Premis-premis tersebut
memainkan peranan dalam menentukan tindakan individu dan kelompok.
6. Kegunaan Antropologi Kesehatan
Antropologi mempunyai pandangan tentang pentingnya pendekatan budaya.
Budaya merupakan pedoman individual sebagai anggota masyarakat dan bagaimana
cara memandang dunia, bagaimana mengungkapkan emosionalnya, dan bagaimana
berhubungan dengan orang lain, kekuatan supernatural atau Tuhan serta lingkungan
alamnya. Budaya itu sendiri diturunkan dari suatu generasi ke generasi selanjutnya
dengan cara menggunakan simbol, bahasa, seni, dan ritual yang dilakukan dalam
perwujudan kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, hal-hal tersebut tentunya akan
mempengaruhi status kesehatan masyarakat dan pola pelayanan kesehatan yang ada
di masyarakat .
Secara umum, antropologi kesehatan senantiasa memberikan sumbangan
pada ilmu kesehatan lain sebagai berikut :
a.

Memberikan suatu cara untuk memandang masyarakat secara

keseluruhan termasuk individunya.


b.

Memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk

menguraikan proses sosial budaya bidang kesehatan.

BAB VI
MANUSIA, NILAI, MORAL,HUKUM DAN ANTROPOLOGI

27

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Manusia, nilai, moral, dan hukum merupakan sesuatu yang tidak dapat
dipisahkan. Dewasa ini masalah-masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia
berkaitan dengan nilai, moral, dan hukum antara lain mengenai kejujuran, keadilan,
menjilat, dan perbuatan negatif lainnya sehingga perlu dikedepankan pendidikan
agama dan moral karena dengan adanya panutan, nilai, bimbingan, dan moral dalam
diri manusia akan sangat menentukan kepribadian individu atau jati diri manusia,
lingkungan sosial dan kehidupan setiap insan. Pendidikan nilai yang mengarah
kepada pembentukan moral yang sesuai dengan norma kebenaran menjadi sesuatu
yang esensial bagi pengembangan manusia yang utuh dalam konteks sosial.
Pendidikan moral tidak hanya terbatas pada lingkungan akademis, tetapi
dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Secara umum ada tiga lingkungan
yang sangat kondusif untuk melaksanakan pendidikan moral yaitu lingkungan
keluarga, lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat. Peran keluarga dalam
pendidikan mendukung terjadinya proses identifikasi, internalisasi, panutan dan
reproduksi langsung dari nilai-nilai moral yang hendak ditanamkan sebagai pola
orientasi dari kehidupan keluarga. Hal-hal yang juga perlu diperhatikan dalam
pendidikan moral di lingkungan keluarga adalah penanaman nilai-nilai kejujuran,
kedisiplinan dan tanggung jawab dalam segenap aspek.
2. Rumusan Masalah
Makalah ini membahas sekelumit mengenai manusia, nilai, moral dan hukum
yang mencakup hal-hal berikut:
a.
b.
c.
d.

Manusia, nilai, moral


Manusia dan hukum
Hubungan hukum dan moral
Problematika hukum

B. MANUSIA, NILAI, NORMA DAN MORAL


Meskipun banyak pakar yang mengemukakan pengertian nilai, namun ada
yang telah disepakati dari semua pengertian itu bahwa nilai berhubungan dengan
manusia, dan selanjutnya nilai itu penting. Pengertian nilai yang telah dikemukakan
oleh setiap pakar pada dasarnya adalah upaya dalam memberikan pengertian secara

28

holistik terhadap nilai, akan tetapi setiap orang tertarik pada bagian bagian yang
relatif belum tersentuh oleh pemikir lain.
Definisi yang mengarah pada pereduksian nilai oleh status benda, terlihat pada
pengertian nilai yang dikemukakan oleh John Dewney yakni, Value Is Object Of
Social Interest, karena ia melihat nilai dari sudut kepentingannya. Nilai dapat
diartikan sebagai sifat atau kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan
manusia baik lahir maupun batin. Bagi manusia nilai dijadikan sebagai landasan,
alasan atau motivasi dalam bersikap dan bertingkah laku, baik disadari maupun tidak.
Nilai itu penting bagi manusia. Apakah nilai itu dipandang dapat mendorong
manusia karena dianggap berada dalam diri manusia atau nilai itu menarik manusia
karena ada di luar manusia yaitu terdapat pada objek, sehingga nilai lebih dipandang
sebagai kegiatan menilai. Nilai itu harus jelas, harus semakin diyakini oleh individu
dan harus diaplikasikan dalam perbuatan. Menilai dapat diartikan menimbang yakni
suatu kegiatan manusia untuk menghubungkan sesuatu dengan sesuatu lainnya yang
kemudian dilanjutkan dengan memberikan keputusan. Keputusan itu menyatakan
apakah sesuatu itu bernilai positif (berguna, baik, indah) atau sebaliknya bernilai
negatif. Hal ini dihubungkan dengan unsur-unsur yang ada pada diri manusia yaitu
jasmani, cipta, rasa, karsa, dan kepercayaan.
Nilai memiliki polaritas dan hirarki, antara lain:
a. Nilai menampilkan diri dalam aspek positif dan aspek negatif yang sesuai
polaritas seperti baik dan buruk; keindahan dan kejelekan.
b. Nilai tersusun secara hierarkis yaitu hierarki urutan pentingnya.
Nilai (value) biasanya digunakan untuk menunjuk kata benda abstrak yang
dapat diartikan sebagai keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness).

Notonagoro membagi hierarki nilai pokok yaitu:


a. Nilai material yaitu sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia.
b. Nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat
mengadakan kegiatan atau aktivitas.
c. Nilai kerohanian yaitu sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
Nilai kerohanian terbagi menjadi empat macam:

29

a. Nilai kebenaran yang bersumber pada unsur akal atau rasio manusia
b. Nilai keindahan atau nilai estetis yang bersumber pada unsur perasaan estetis
manusia
c. Nilai kebaikan moral yang bersumber pada kehendak atau karsa manusia
d. Nilai religius yang bersumber pada kepercayaan manusia dengan disertai
penghayatan melalui akal budi dan nuraninya
Hal-hal yang mempunyai nilai tidak hanya sesuatu yang berwujud (benda
material) saja, bahkan sesuatu yang immaterial seringkali menjadi nilai yang sangat
tinggi dan mutlak bagi manusia seperti nilai religius. Nilai juga berkaitan dengan
cita-cita, keinginan, harapan, dan segala sesuatu pertimbangan internal (batiniah)
manusia. Dengan demikian nilai itu tidak konkret dan pada dasarnya bersifat
subyektif. Nilai yang abstrak dan subyektif ini perlu lebih dikonkretkan serta
dibentuk menjadi lebih objektif. Wujud yang lebih konkret dan objektif dari nilai
adalah norma/kaedah. Norma berasal dari bahasa latin yakni norma, yang berarti
penyikut atau siku-siku, suatu alat perkakas yang digunakan oleh tukang kayu. Dari
sinilah kita dapat mengartikan norma sebagai pedoman, ukuran, aturan atau
kebiasaan. Jadi norma ialah sesuatu yang dipakai untuk mengatur sesuatu yang lain
atau sebuah ukuran. Dengan norma ini orang dapat menilai kebaikan atau keburukan
suatu perbuatan.
Ada beberapa macam norma/kaedah dalam masyarakat, yaitu:
a.
b.
c.
d.

Norma kepercayaan atau keagamaan


Norma kesusilaan
Norma sopan santun/adab
Norma hukum
Dari norma-norma yang ada, norma hukum adalah norma yang paling kuat

karena dapat dipaksakan pelaksanaannya oleh penguasa (kekuasaan eksternal). Nilai


dan norma selanjutnya berkaitan dengan moral. Moral berasal dari bahasa latin yakni
mores kata jamak dari mos yang berarti adat kebiasaan. Sedangkan dalam bahasa
Indonesia moral diartikan dengan susila. Sedangkan moral adalah sesuai dengan ideide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang
wajar. Istilah moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. Makna
moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang itu tercermin dari sikap dan
tingkah lakunya. Bisa dikatakan manusia yang bermoral adalah manusia yang sikap

30

dan tingkah lakunya sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam
masyarakat.
C. MANUSIA DAN HUKUM
Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan, mengingat bahwa kita tidak
mungkin menggambarkan hidup manusia tanpa atau di luar masyarakat. Maka
manusia, masyarakat, dan hukum merupakan pengertian yang tidak bisa dipisahkan.
Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat, diperlukan adanya kepastian dalam
pergaulan antar-manusia dalam masyarakat. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan
masyarakat menjadi teratur akan tetapi akan mempertegas lembaga-lembaga hukum
mana yang melaksanakannya. Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan
hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat, yang tentunya sesuai pula atau
merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut.
Manusia dan hukum adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan
dalam ilmu hukum, terdapat adagium yang terkenal yang berbunyi: Ubi societas ibi
jus (di mana ada masyarakat di situ ada hukumnya). Artinya bahwa dalam setiap
pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat, maka selalu
akan dibutuhkan bahan yang bersifat sebagai semen perekat atas berbagai
komponen pembentuk dari masyarakat itu, dan yang berfungsi sebagai semen
perekat tersebut adalah hukum.
Untuk mewujudkan keteraturan, maka mula-mula manusia membentuk suatu
struktur tatanan (organisasi) di antara dirinya yang dikenal dengan istilah tatanan
sosial (social order) yang bernama: masyarakat. Guna membangun dan
mempertahankan tatanan sosial masyarakat yang teratur ini, maka manusia
membutuhkan pranata pengatur yang terdiri dari dua hal: aturan (hukum) dan si
pengatur(kekuasaan).
1.

Tujuan Hukum

Banyak teori atau pendapat mengenai tujuan hukum. Berikut teori-teori dari para
ahli:
a. Prof. Subekti, SH: Hukum itu mengabdi pada tujuan negara yaitu mencapai
kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya dengan cara menyelenggarakan
keadilan. Keadilan itu menuntut bahwa dalam keadaan yang sama tiap orang
mendapat bagian yang sama pula.

31

b. Prof. Mr. Dr. LJ. van Apeldoorn: Tujuan hukum adalah mengatur hubungan
antara sesama manusia secara damai. Hukum menghendaki perdamaian antara
sesama. Dengan menimbang kepentingan yang bertentangan secara teliti dan
seimbang.
c. Geny : Tujuan hukum semata-mata ialah untuk mencapai keadilan. Dan ia
kepentingan daya guna dan kemanfaatan sebagai unsur dari keadilan.
d. Roscoe Pound berpendapat bahwa hukum berfungsi sebagai alat merekayasa
masyarakat (law is tool of social engineering).
e. Muchatr Kusumaatmadja berpendapat bahwa tujuan pokok dan utama dari
hukum adalah ketertiban. Kebutuhan akan ketertiban ini merupakan syarat
pokok bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur.
Tujuan hukum menurut hukum positif Indonesia termuat dalam pembukaan
UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi ..untuk membentuk suatu pemerintahan
Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa
dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan
keadilan sosial.
Pada umumnya hukum bertujuan menjamin adanya kepastian hukum dalam
masyarakat. Selain itu, menjaga dan mencegah agar tiap orang tidak menjadi hakim
atas dirinya sendiri, namun tiap perkara harus diputuskan oleh hakim berdasarkan
dengan ketentuan yang sedang berlaku.
2.

Penegakan Hukum
Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtstaat), bukan

berdasarkan kekuasaan (machstaat) apalagi bercirikan negara penjaga malam


(nachtwachterstaat). Sejak awal kemerdekaan, para bapak bangsa ini sudah
menginginkan bahwa negara Indonesia harus dikelola berdasarkan hukum. Ketika
memilih bentuk negara hukum, otomatis keseluruhan penyelenggaraan negara ini
harus sedapat mungkin berada dalam koridor hukum. Semua harus diselenggarakan
secara teratur (in order) dan setiap pelanggaran terhadapnya haruslah dikenakan
sanksi yang sepadan.
Penegakkan hukum, dengan demikian, adalah suatu kemestian dalam suatu
negara hukum. Penegakan hukum adalah juga ukuran untuk kemajuan dan
kesejahteraan suatu negara. Karena, negara-negara maju di dunia biasanya ditandai,

32

tidak sekedar perekonomiannya maju, namun juga penegakan hukum dan


perlindungan hak asasi manusia (HAM) nya berjalan baik. Dalam menegakkan
hukum ada tiga unsur yang harus diperhatikan yaitu kepastian hukum, kemanfaatan
dan keadilan.
Friedmann berpendapat bahwa efektifitas hukum ditentukan oleh tiga
komponen, yaitu:
a. Substansi hukum
Yaitu materi atau muatan hukum. Dalam hal ini peraturan haruslah peraturan
yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat untuk mewujudkan ketertiban
bersama.
b. Aparat Penegak Hukum
Agar hukum dapat ditegakkan, diperlukan pengawalan yang dilaksanakan
oleh aparat penegak hukum yang memiliki komitmen dan integritas tinggi terhadap
terwujudnya tujuan hukum.
c. Budaya Hukum
Budaya hukum yang dimaksud adalah budaya masyarakat yang tidak
berpegang pada pemikiran bahwa hukum ada untuk dilanggar, sebaliknya hukum ada
untuk dipatuhi demi terwujudnya kehidupan bersama yang tertib dan saling
menghargai sehingga harmonisasi kehidupan bersama dapat terwujud. Banyak pihak
menyoroti penegakan hukum di Indonesia sebagai jalan di tempat ataupun malah
tidak berjalan sama sekali. Pendapat ini mengemuka utamanya dalam fenomena
pemberantasan korupsi dimana tercipta kesan bahwa penegak hukum cenderung
tebang pilih, alias hanya memilih kasus-kasus kecil dengan penjahat-penjahat
kecil daripada buronan kelas kakap yang lama bertebaran di dalam dan luar negeri.
Pendapat tersebut bisa jadi benar kalau penegakan hukum dilihat dari sisi
korupsi saja. Namun sesungguhnya penegakan hukum bersifat luas. Istilah hukum
sendiri sudah luas. Hukum tidak semata-mata peraturan perundang-undangan namun
juga bisa bersifat keputusan kepala adat. Hukum-pun bisa diartikan sebagai pedoman
bersikap tindak ataupun sebagai petugas. Dalam suatu penegakkan hukum, sesuai
kerangka Friedmann, hukum harus diartikan sebagai suatu isi hukum (content of
law), tata laksana hukum (structure of law) dan budaya hukum (culture of law).
Sehingga, penegakan hukum tidak saja dilakukan melalui perundang-undangan,

33

namun juga bagaimana memberdayakan aparat dan fasilitas hukum. Juga, yang tak
kalah pentingnya adalah bagaimana menciptakan budaya hukum masyarakat yang
kondusif untuk penegakan hukum.
Contoh paling aktual adalah tentang Perda Kawasan Bebas Rokok misalnya.
Peraturan ini secara normatif sangat baik karena perhatian yang begitu besar terhadap
kesehatan masyarakat. Namun, apakah telah berjalan efektif? Ternyata belum.
Karena, fasilitas yang minim, juga aparat penegaknya yang terkadang tidak
memberikan contoh yang baik. Sama halnya dengan masyarakat perokok, kebiasaan
untuk merokok di tempat-tempat publik adalah suatu budaya yang agak sulit
diberantas.
Oleh karenanya, penegakan hukum menuntut konsistensi dan keberanian dari
aparat. Juga, hadirnya fasilitas penegakan hukum yang optimal adalah suatu
kemestian. Misalnya, perda kawasan bebas rokok harus didukung dengan
memperbanyak tanda-tanda larangan merokok, atau menyediakan ruangan khusus
perokok, ataupun memasang alarm di ruangan yang sensitif dengan asap.
Masyarakatpun harus senantiasa mendapatkan penyadaran dan pembelajaran
yang kontinyu. Maka, program penyadaran, kampanye, pendidikan, apapun
namanya, harus terus menerus digalakkan dengan metode yang partisipatif. Karena,
adalah hak dari warganegara untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan yang
tepat dan benar akan hal-hal yang penting dan berguna bagi kelangsungan hidupnya.
3. Hubungan Hukum dan Moral
Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali. Ada pepatah
roma yang mengatakan quid leges sine moribus? (apa artinya undang-undang jika
tidak disertai moralitas?). Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa disertai
moralitas. Oleh karena itu kualitas hukum harus selalu diukur dengan norma moral,
perundang-undangan yang immoral harus diganti. Disisi lain moral juga
membutuhkan hukum, sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja kalau tidak
di undangkan atau di lembagakan dalam masyarakat.
Meskipun hubungan hukum dan moral begitu erat, namun hukum dan moral
tetap berbeda, sebab dalam kenyataannya mungkin ada hukum yang bertentangan
dengan moral atau ada undang-undang yang immoral, yang berarti terdapat

34

ketidakcocokan antara hukum dan moral. Untuk itu dalam konteks ketatanegaraan
indonesia dewasa ini. Apalagi dalam konteks membutuhkan hukum.
Kualitas hukum terletak pada bobot moral yang menjiwainya. Tanpa
moralitas hukum tampak kosong dan hampa (Dahlan Thaib,h.6). Namun demikian
perbedaan antara hukum dan moral sangat jelas.
Perbedaan antara hukum dan moral menurut K. Berten :
1.

Hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas, artinya dibukukan secara


sistematis dalam kitab perundang-undangan. Oleh karena itu norma hukum
lebih memiliki kepastian dan objektif dibanding dengan norma moral.
Sedangkan norma moral lebih subjektif dan akibatnya lebih banyak
diganggu oleh diskusi yang yang mencari kejelasan tentang yang harus

2.

dianggap utis dan tidak etis.


Meski moral dan hukum mengatur tingkah laku manusia, namun hukum
membatasi diri sebatas lahiriah saja, sedangkan moral menyangkut juga sikap

3.

batin seseorang.
Sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan sanksi yang berkaitan
dengan moralitas. Hukum untuk sebagian besar dapat dipaksakan,pelanggar
akan terkena hukuman. Tapi norma etis tidak bisa dipaksakan, sebab paksaan
hanya menyentuh bagian luar, sedangkan perbuatan etis justru berasal dari

4.

dalam. Satu-satunya sanksi dibidang moralitas hanya hati yang tidak tenang.
Hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak
negara. Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara seperti hukum
adat, namun hukum itu harus di akui oleh negara supaya berlaku sebagai
hukum.moralitas berdasarkan atas norma-norma moral yang melebihi pada
individu dan masyarakat.
Dengan cara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat mengubah

hukum, tapi masyarakat tidak dapat mengubah atau membatalkan suatu norma moral.
Moral menilai hukum dan tidak sebaliknya.
Sedangkan Gunawan Setiardja membedakan hukum dan moral :
1. Dilihat dari dasarnya, hukum memiliki dasar yuridis, konsesus dan hukum
alam sedangkan moral berdasarkan hukum alam.
2. Dilihat dari otonominya hukum bersifat heteronom (datang dari luar diri
manusia), sedangkan moral bersifat otonom (datang dari diri sendiri).
3. Dilihat dari pelaksanaanya hukum secara lahiriah dapat dipaksakan,

35

4. Dilihat dari sanksinya hukum bersifat yuridis. moral berbentuk sanksi kodrati,
batiniah, menyesal, malu terhadap diri sendiri.
5. Dilihat dari tujuannya, hukum mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan
bernegara, sedangkan moral mengatur kehidupan manusia sebagai manusia.
6. Dilihat dari waktu dan tempat, hukum tergantung pada waktu dan tempat,
sedangkan moral secara objektif tidak tergantung pada tempat dan waktu
(1990,119).
D. PROBLEMATIKA HUKUM
Problema paling mendasar dari hokum di Indonesia adalah manipulasi atas
fungsi hokum oleh pengemban kekuasaan. Problem akut dan mendapat sorotan lain
adalah:
a. Aparatur penegak hukum ditengarai kurang banyak diisi oleh sumber daya
manusia yang berkualitas. Padahal SDM yang sangat ahli serta memiliki
integritas dalam jumlah yang banyak sangat dibutuhkan.
b. Peneggakkan hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya karena sering
mengalami intervensi kekuasaan dan uang. Uang menjadi permasalahan
karena negara belum mampu mensejahterakan aparatur penegak hukum.
c. Kepercayaan masyarakat terhadap aparatur penegak hukum semakin surut.
Hal ini berakibat pada tindakan anarkis masyarakat untuk menentukan sendiri
siapa yang dianggap adil.
d. Para pembentuk peraturan perundang-undangan sering tidak memerhatikan
keterbatasan aparatur. Peraturan perundang-undangan yang dibuat sebenarnya
sulit untuk dijalankan.
e. Kurang diperhatikannya kebutuhan waktu untuk mengubah paradigma dan
pemahaman aparatur. Bila aparatur penegak hukum tidak paham betul isi
peraturan perundang-undangan tidak mungkin ada efektivitas peraturan di
tingkat masyarakat.
Problem berikutnya adalah hukum di Indonesia hidup di dalam masyarakat
yang tidak berorientasi kepada hukum. Akibatnya hukum hanya dianggap sebagai
representasi dan simbol negara yang ditakuti. Keadilan kerap berpihak pada mereka
yang memiliki status sosial yang lebih tinggi dalam masyarakat. Contoh kasus adalah
kasus ibu Prita Mulyasari. Pekerjaan besar menghadang bangsa Indonesia di bidang
hukum. Berbagai upaya perlu dilakukan agar bangsa dan rakyat Indonesia sebagai
pemegang kedaulatan dapat merasakan apa yang dijanjikan dalam hukum.

36

BAB VII
MANUSIA, HARTA, TEKNOLOGI DAN SENI
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Banyak

sekali

pengertian

tentang

manusia

maupun

penggolongannya.Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut


biologis, rohani dan istilah kebudayaan atau secara campuran. Secara biologis
manusia dikatakan sebagai homo sapiens artiya spesies mamalia yang memiliki
tingkat kecerdasan yang tinggi dibandingkan dengan spesies lainnya, selain itu dapat
diartikan sebagai manusia berfikir. Manusia sebagai homo sapiens atau manusia
berfikir, akan menghasilkan buah fikir yang beragam, seperti sains, teknologi (homo
faber), dan seni (homo esteticus). Hal tersebut merupakan hal terpenting dalam
peradaban.

37

Kita ketahui bahwa sebenarnya sejak dulu teknologi sudah ada atau manusia
sudah menggunakan teknologi.Seseorang menggunakan teknologi karena manusia
berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih
aman

dan

sebagainya.

Perkembangan

teknologi

terjadi

karena

seseorang

menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang


dihadapinya.
Berkat kemajuan ilmu dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat
serta perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan, sehingga dalam kegiatan
kehidupannya tersedia bebagai kemudahan.Hal ini memungkinkan manusia dapat
melakukan kegiatan lebih efektif dan efisien.Dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah
berbagai industri yang hasilnya dapat memanfaatkan dalam berbagai bidang.
Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu
memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat
manusia.Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang
cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis,
Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah
sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang
ilmu dan aktifitas manusia.Ringkas kata kemajuan IPTEK yang telah kita capai
sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan
kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.Sumbangan IPTEK terhadap peradaban
dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula
menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan
kesengsaraan bagi manusia.
2. Rumusan masalah
Pengaruh apa saja yang diberikan sains, teknologi dan seni bagi kehidupan
manusia dan budaya?
3. Tujuan
Tujuan dari permasalahan ini adalah mengkaji pengaruh yang diberikan oleh
sains, teknologi dan seni bagi kehidupan manusia dan budaya?
B. PENGERTIAN MANUSIA, SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI.
1. Manusia

38

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna


dibandingkan makhluk ciptaan Allah yang lain. Dikatakan paling sempurna karena
manusia dibekali akal sekaligus nafsu.Meskipun manusia mempunyai nafsu tetapi
yang paling berperan adalah akal. Akal ini bertujuan untuk membedakan mana yang
baik dan mana yang buruk, akal juga sebagai alat untuk berfikir, berhitung, dan
berkreasi sehingga kerja sama antara keduanya sangat diperlukan dalam kehidupan
manusia.
Pada hakekatnya manusia adalah makhluk monopluralis yaitu makhluk yang
terdapat banyak keragaman dalam dirinya, tetapi keragaman tersebut hanya terdapat
pada satu jiwa. Keragaman-keragaman manusia sebagai makhluk monopluralis
tersebut diantaranya:
1. Susunan kodrat
Susunan kodrat manusia adalah mempunyai dua dimensi yaitu:
a. Jasmani
Sebagai bodi/badan atau rangka, yang terlihat oleh indera kita.
b. Rohani
Ruh atau yang mengisi dan menjalankan badan tersebut.Di mana dalam
dimensi rohani manusia terdapat cipta, rasa, dan karsa.
2. Sifat kodrat
Secara kodrati sifat kodrat manusia yaitu sebagai berikut:
a. Makhluk individu
Manusia dikatakan sebagai makhluk individu karena setiap manusia tercipta
dengan kepribadian, keunikan, serta kekurangan dan kelebihan masing-masing
sehingga setiap individu manusia berbeda-beda dan memiliki ciri khas masingmasing.
b. Makhluk sosial
Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena manusia tidak dapat hidup
sendiri.Setiap manusia saling membutuhkan untuk dapat melangsungkan hidupnya.
3. Kedudukan kodrat
Dalam kodratnya manusia memiliki kedudukan sebagai:
a. Makhluk pribadi

39

Sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai hak dan kewajiban.Dalam


menjalankan hak dan kewajiban ini haruslah berlandaskan moral dan tanggung jawab
sehingga dapat berjalan seimbang sebagaimana mestinya.
b. Makhluk Tuhan
Sebagai makhluk tuhan manusia memiliki kewajiban beribadah kepada Allah
SWT serta segala sesuatu tindakan manusia akan diminta pertanggung jawaban oleh
Allah. Selain mempunyai hakekat hidup, manusia juga memiliki sifat-sifat,
diantaranya yaitu:
1) Sebagai makhluk yang berakal
2) Sebagai makhluk yang berbahasa
3) Sebagai makhluk yang beragama
Berdasarkan sifat-sifat tersebut di atas maka dalam diri manusia selalu
mempunyai pola pikir, pengharapan atau cita-cita serta kehendak untuk mendapatkan
penghidupan yang lebih baik dari dalam kehidupannya dengan cara menciptakan
sesuatu.
2. Sains
Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara
sistematis, dan bukan hanya kumpulan berupa fakta-fakta, konsep-konsep, prinsipprinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.
Menurut Medawar (1984)Sains(dari istilah Inggris Science) berasal dari kata:
sienz, cience, syence, scyence, scyense, scyens, scienc, sciens, scians. Kata dasar
yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu).Tetapi, tidak semua
ilmu itu boleh dianggap sains. Yang dimaksud ilmu sains adalah: ilmu yang dapat
diuji (hasil

dari

pengamatan

yang

sesungguhnya)

kebenarannya

yang

dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasarkan


kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut
boleh dipercayai, melalui eksperimen secara teori.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, sains adalah: Ilmu yang teratur
(sistematik) yang dapat diuji atau buktikan kebenarannya, berdasarkan kebenaran
atau kenyataan semata (missal:fisika, kimia, biologi).
Pendidikan sains menekankan pada pengalaman secara langsung. Sains yang
diartikan sebagai salah satu cabang ilmu yang mengkaji tentang sekumpulan

40

pernyataan atau fakta-fakta dengan cara yang sistematik dan serasi dengan hukumhukum umum yang melandasi peradaban dunia modern. Sains merupakan satu proses
unruk mencari dan menemui sesuatu kebenaran melalui pengetahuan (ilmu) dengan
memahami hakikat makhluk, untuk menerangkan hokum-hukum alam.
Proses mencari kebenaran secara mencari jawaban kepada persoalanpersoalan secara sistematik yang dinamakan pendekatan saintifik dan ia menjadi
landasan perkemabangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting
peradaban manusia. Sains sangat penting untuk perkembangan dan kemajuan
kemanusiaan dan teknologi.
3. Teknologi
Istilah teknologi barasal dari kata techne dan logia.Kata Yunani kuno techne
berarti seni kerajinan.Dari techne kemudian lahirlah technikos yang berarti seseorang
yang memilki keterampilan tertentu.Dengan berkembangnya keterampilan seseorang
yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah dan metode
yang pasti, keterampilan itu lalu menjadi teknik.
Istilah teknologi berasal dari techne atau cara dan logos atau
pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara.
Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk
memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan
memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra
dan otak manusia.
Menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai
keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi
dalam setiap bidang kegiatan manusia. Pengertian teknologi secara umum adalah:
a. Proses yang meningkatkan nilai tambah
b. Produk yang digunakan dan dihasilkan

untuk

memudahkan

dan

meningkatkan kinerja
c. Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan
digunakan
Pada permulaan abad XX ini, istilah teknologi telah dipakai secara umum dan
merangkum suatu rangkaian sarana, proses dan ide di samping alat-alat dan mesinmesin. Perluasan arti berjalan terus sehingga sampai pertengahan abad ini muncul

41

perumusan teknologi sebagai sarana dan aktivitas yang dengannya manusia berusaha
mengubah atau menangani lingkungannya.
Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian
bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu.Demikianlah
teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya
alam

untuk

memecahkan

masalah-masalah

yang

dihadapinya

dalam

kehidupan.Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem


penggunanaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis
yang ditentukan.
4. Seni
Janet Woll mengatakan bahwa seni adalah produk social.Sedangkan menurut
Kamus B.Indonesia, seni adalah keahlian yang membuat karya yang bermutu (dilihat
dari segi kehalusannya, keindahannya, dll), seperti tari, lukis, ukir, dll.
Maka konsep pendidikan yang memerlukan ilmu dan seni adalah proses atau
upaya sadar antara manusia dengan sesame secara beradab, di mana pihak kesatu
secara terarah membimbing perkembangan kemampuan dan kepribadian pihak kedua
secara manusiawi yaitu orang perorang. Oleh karena itu, budi bahasapun adalah
suatu seni
5. Budaya
Budaya tidak dapat dilepaskan dan sangat terkait erat dengan pengertian The
Humanities yang berasal dari akar kata dalam bahasa Latin Humanus yang
maknanya secara etiologis manusiawi, berbudaya, dan halus (refined). Jadi
budaya adalah suatu sistem pengetahuan, gagasan dan ide yang dimiliki oleh suatu
kelompok masyarakat, yang berfungsi sebagai landasan pijak dan pedoman bagi
masyarakat itu dalam bersikap dan berperilaku.
Secara garis besar budaya merupakan suatu kekuatan yang tidak tampak
(invisible power), yang mampu menggiring dan mengarahkan manusia untuk
bersikap dan berperilaku sesuai dengan sistem pengetahuan dan gagasan dibalik
kebudayaan masyarakat, baik di bidang ekonomi, sosial, politik, kesenian, dan
sebagainya.

42

C. PENGARUH SAINS, TEKNOLOGI, DAN SENI BAGI MANUSIA DAN


BUDAYA
Pada hakekatnya manusia secara kodrati bersifat sebagai makhluk individu
sekaligus makhluk sosial. Dikatakan sebagai makhluk individu karena setiap
manusia berbeda-beda dengan manusia yang lain dalam hal kepribadian, pola pikir,
kelebihan, kekurangan dan kreatifitas untuk mencapai cita-cita. Sehingga sebagai
pribadi-pribadi yang khas tersebut manusia berusaha mengeluarkan segala potensi
yang ada pada dirinya dengan cara menciptakan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan
hidup tanpa bantuan orang lain. Potensi-potensi manusia sebagai makhluk individu
dapat dituangkan dalam sebuah karya seni, sains, dan teknologi.
Baik sains, teknologi maupun seni dan hasil produknya dapat dirasakan
disetiap aspek kehidupan manusia dan budayanya. Sehingga pengaruh sains,
teknologi, seni bagi manusia dan budaya dalam masyarakat dapat berpengaruh baik
secara negatif maupun secara positif
1. Pengaruh positif
a.Meningkatkan kesejahteraan hidup manusia (secara individu maupun kelompok)
terhadap perkembangan ekonomi, politik, militer, dan pemikiran-pemikiran dalam
bidang sosial budaya.
b.Pemanfaatan sains, teknologi, dan seni secara tepat dapat lebih mempermudah proses
pemecahan berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia.
c.Sains, teknologi dan seni dapat memberikan suatu inspirasi tentang perkembangan
suatu kebudayaan yang ada di Indonesia.
2. Pengaruh negatif
Selain untuk memberikan pengaruh positif sains, teknologi dan seni juga
dapat memberikan pengaruh yang negatif bagi perubahan peradapan manusia dan
budaya terutama bagi generasi muda.Selain itu sains, teknologi dan seni telah
melunturkan nilai-nilai luhur kepribadian bangsa dan tata krama sosial yang selama
ini menjadi ciri khas dan kebanggaan. Serta yang terakhir pemanfaatan dari sains,
teknologi, dan seni sering kali menimbulkan masalah baru dalam kehidupan manusia
terutama dalam hal kerusakan lingkungan, mental dan budaya bangsa, seperti:
a.
b.
c.
d.

Menipisnya lapisan ozon


Terjadi polusi udara, air dan tanah
Terjadi pemanasan global
Rusaknya ekosistem laut

43

e. Pergaulan dan seks bebas


f. dan penyakit moral.
Oleh karena itu agar sains, teknologi dan seni dapat memberikan pengaruh
yang positif bagi manusia dan budaya, maka sains, teknologi dan seni seharusnya
mampu mengkolaborasikan antara nilai-nilai empiris dengan nilai-nilai moral dan
menyesuaikan dengan nilai-nilai religius, keagamaan, dan dilaksanakan dengan
penuh tanggung jawab.
Sains dan teknologi saling membutuhkan, karena sains tanpa teknologi bagai
pohon tanpa buah, sedangkan teknologi tanpa sains bagaikan pohon tak berakar.
Sains hanya mengajarkan fakta dan non fakta pada manusia, ia tidak mampu
mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia. Jadi fungsi
sains hanya mengkoordinasikan semua pengalaman-pengalaman manusia dan
menempatkannya kedalam suatu system yang logis, sedangkan fungsi seni memberi
semacam persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan menempatkan
suatu keberaturan padanya.Sedangkan tujuan sains dan teknologi adalah untuk
memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya.
1. Teknologi bagi Perkembangan Sosial dan Ekonomi
Pentingnya teknologi bagi perkembangan sosial dan ekonomi tidak diragukan
lagi. Namun upaya-upaya analitis dan pemahaman di bidang ini sangat jauh
tertinggal dibandingkan dengan bidang-bidang lain. Hal ini untuk sebagian
disebabkan kompleksitas proses perubahan teknologi serta kesulitan dalam
menemukan pengukuran dan definisi yang tepat.
Munculnya industri-industri besar seperti baja dan kereta api pada abad 19,
mobil, bahan-bahan sintetis dan elektronik pada abad 20, tergantung pada interaksi
dari penemuan, inovasi, dan aktivitas kewirausahaan, yang digambarkan dengan
tepat oleh Freeman sebagai sistem teknologi. Pada level ekonomi makro, model
pertumbuhan neoklasik tradisional menganggap kemajuan teknologi sebagai bagian
dari

factor

residu

dalam

menerangkan

peningkatan

output,

setelah

mempertimbangkan efek-efek perubahan dalam volume dari factor-faktor produksi.


Residu ini biasanya besat dan secara implisit mempersatukan factor-faktor seperti
pendidikan dari angkatan kerja dan keahlian manajemen yang memberi sumbangan
bagi perbaikan efisiensi, sebagai pelengkap dari kemajuan teknologi.

44

2. Manusia Sebagai Subyek dan Obyek Ipteks


Sumber ilmu adalah wahyu sedangkan akal merupakan instrument untuk
menggali dan membuktikan kebenaran wahyu.Dengan potensi akal, manusia diberi
kebebasan untuk memilih dan mengembangkan mana yang benar dan mana yang
salah.Dengan potensinya, manusia dapat menggali rahasia alam semesta, yang hasil
pengembangannya disebut sains, teknologi, dan seni. Atas dasar itu ilmu ada yang
bersifat abadi (perennial knowledge) yang tingkat kebenarannya mutlak (absolute),
karena bersumber dari Tuhan, dan ilmu yang bersifat perolehan (aquired knowledge)
yang tingkat kebenarannya bersifat nisbi (relative) karena hanya penafsiran dan
dugaan-dugaan sementara oleh manusia.
Manusia diciptakan sebagai subyek dan obyek IPTEKS.Manusia satu-satunya
makhluk Tuhan yang mampu merangkaikan fenomena alam beserta prosesnya secara
kreatif, sehingga menjadi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemudahan dalam
menjalani hidupnya.
3. Krisis Dunia Modern
Menurut E.F Schumacher, dalam Kecil itu indah, dunia modern yang
dibentuk oleh teknologi menghadapi tiga krisis sekaligus.
a. Sifat kemanusiaan berontak terhadap pola-pola politik, organisasi, danteknologi
yang tidak berperikemanusiaan, yang terasa menyesakkan nafas dan melemahkan
badan.
b. Lingkungan hidup menderita dan menunjukkan tanda-tanda setengah binasa.
c. Penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan, seperti bahan baker,
fosil, sedemikian rupa sehingga akan terjadi kekurangan sumber daya alam
tersebut
4. Fenomena Pengaruh IPTEK
a. Situasi tertekan.
Manusia

mengalami

ketegangan

akibat

penyerangan

teknik-teknik

mekanisme teknik.Manusia melebur dengan mekanisme teknik, sehingga waktu


manusia dan pekerjaannya mengalami pergeseran.
b. Perubahan ruang dan lingkungan manusia.

45

Teknik telah mengubah lingkungan dan hakekat manusia.Contoh yang


sederhana manusia dalam hal makan atau tidur tidak ditentukan lapar atau
mengantuk, tetapi diatur oleh jam.
c. Perubahan waktu dan gerak manusia
Akibat teknik manusia terlepas dari hakikat kehidupan.Sebelumnya waktu diatur dan
diukur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia,
sifatnya alamiah dan kongkret.
d. Terbentuknya masyarakat massa
Akibat teknik, manusia hanya membentuk masyarakat massa, artinya ada
kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. Hal ini dibuktikan bila ada perubahan
norma dalam masyarakat maka akan muncul kegoncangan.
e. Teknik-teknik manusiawi dalam arti ketat.
Teknik-teknik manusiawi harus memberikan kepada manusia suatu kehidupan
manusia yang sehat dan seimbang, bebas dari tekanan-tekanan.

5. Pengaruh IPTEK pada tatanan kehidupan masyarakat


Perkembangan IPTEK yang sedemikian pesatnya mampu menciptakan
perubahan-perubahan yang mempengaruhi langsung pada tatanan kehidupan
masyarakat, khususnya dalam empat bidang berikut :
a. Perubahan dibidang intelektual
b. Perubahan dalam organisasi-organisasi sosial yang mengarah pada kehidupan
politik
c. Perubahan dan benturan-benturan terhadap tata nilai dan tata lingkungannya
d. Perubahan di bidang industri dan kemampuan di medan perang.
Dengan semakin meningkatnya teknologi, tempat proses perubahan itu tidak
dapat dipandang normal lagi, dan tercapailah akselerasi ekstern maupun intern
(psikologis) yang merupakan kekuatan sosial yang kurang mendalam dipahami.
6. Dampak Penyalahgunaan Ipteks Bagi Kehidupan

46

Konsekwensi negative yang tidak diharapkan dari pembangunan ilmu


pengetahuan dan teknologi menghasilkan reaksi romantis yang mengajak kembali
kea lam yang berbeda. Sebuah restorasi atas kemurnian alam yang tidak
terkontaminasi dan teralienasi oleh intervensi manusia. Semua sikap terhadap ala
mini mewakili pola dominasi hirarkis dan penaklukan, dominasi melalui pemilikan
dan control, ataupun melalui pencemaran nama baik, eksploitasi serta identitas
dengan memelihara alam sebagai surga untuk banyak orang.
a.

Reduksionisme
Ilmu pengetahuan yang modern memiliki dasar pijakan pada reduksionisme.

Reduksionisme merupakan suatu keyakinan dalam ilmu pengetahuan yang


mereduksi kemampuan manusia yang menolak kemungkinan adanya cara produksi
pengetahuan lain maupun pengetahuan orang lain.
b. Rekayasa Teknologi
Penerapan IPTEK dalam rekayasa pertanian berupa revolusi hijau, rekayasa
kelautan berupa revolusi biru, industrialisasi, merupakan bukti kemampuan manusia
dalam mengembangkan daya dukung lingkungan alam.
c. Dilema determinisme.
Bagi para praktisi teknologi, fungsi teknologi tidak perlu dipertanyakan
lagi.Teknologi diciptakan untuk membantu mengatasi keterbatasan fisik manusia.Dia
berperan sebagai media untuk mencapai kepuasaan material.
d. Fenomenologi teknologi
Fenomenologi

adalah

kendaraan

untuk

mencari

jawabannya.Studi

fenomenologi teknologi mengeksplorasi pengalaman manusia dan secara spesifik


menjelaskan bagaimana struktur pengalaman yang bersifat multidimensi tersebut
tersusun.
e. Bentukan sosial teknologi
Prinsip-prinsip dalam fenomenologi teknologi tidak menjadi barang eksklusif
dalam studi filsafat.Jika kita menilik secara saksama, fenomenologi menjadi dasar
metodologi studi sosial teknologi, khususnya sosiologi teknologi dalam memahami
relasi antara teknologi dan masyarakat.
f. Kekuasaan dalam konfigurasi

47

Relasi kekuasaan dan teknologi adalah sebuah tema besar dalam studi sosial
teknologi. Setidaknya tiga kasus menarik bisa kita amati dalam domain ini untuk
melihat bagaimana kekuasaan dan teknologi saling bereproduksi satu sama lain.
g. Budaya dan teknologi
Mendekati kekuasaan melalui budaya dalam teknologi mengantarkan kita ke
konsep konstruksi budaya. Konstruksi budaya tersusun melalui proses interpretasireinterpretasi dan produksi-reproduksi simbol, identitas, dan makna di dalam
masyarakat. Aliran dari keluaran proses ini lalu ditransformasikan ke dalam artefak
teknologi

48

BAB VIII
MANUSIA DAN LINGKUNGAN
A. Etika Lingkungan Manusia
Etika Lingkungan Manusia pada awal sejarahnya telah hidup di bumi dalam
keselarasan alam yang sangat wajar. Berkat perkembangan penalaran yang tidak
terbatas dari manusia telah memungkinkan mengembangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang menjadikannya dominan dalam lingkungan. Akibat kemampuan
manusia mengubah lingkungan alami menjadi lingkungan buatan, maka terjadilah
pergeseran dari lingkungan akan menjadi lingkungan buatan. Manusia sedikit demi
sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya. Komunitas biologis
di tempat mereka hidup. Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di
kota-kota,di bandingkan dengan di hutan rimba di mana penduduknya masih sedikit
dan primitif. Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik
secara positif ataupun negative.berpengaruh bagi manusia karena manusia
mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut,dan berpengaruh tidak baik karena
dapat dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong
kehidupannya. Makin tinggi kualias lingkungan, maka akan makin meningkat pula
daya dukung lingkungan itu untuk kelangsungan hidup manusia.
Penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya alam hayati dan non hayati
akibat aplikasi teknologi yang tidak memperhatikan kearifan dan kebijaksanaan
dalam mengelola lingkungan. Masalah lingkungan sebenarnya adalah masalah
bagaimana sifat dan hakikat prilaku manusia terhadapnya. Oleh sebab itu sumber
daya manusia masih memerlukan peningkatan kesadaran lingkungan yang
berkelanjutan melalui terbentuknya etika lingkungan. Etika (Yunani Kuno: "ethikos",

49

berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang
utamafilsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai
standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti
benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika lingkungan adalah berbagai
prinsip moral lingkungan. Etika lingkungan merupakan petunjuk atau arah prilaku
praktis manusia dalam mangusahakan terwujudnya moral lingkungan. Dengan etika
lingkungan kita tidak saja mengimbangi hak dan kewajiban terhadap lingkungan.
Tetapi etika lingkungan juga membatasi tingkah laku dan upaya untuk
mengendalikan berbagai kerusakan lingkungan. Etika lingkungan dibutuhkan untuk
menuntun manusia untuk berinteraksi dengan alam, sehingga krisis lingkungan dapat
diatasi. Sehingga dibutuhkan etika lingkungan yang menuntun manusia untuk
berinterksi dengan alam.
Berbagai teori etika lingkungan dapat menjelaskan pola prilaku manusia
dalam kaian dengan lingkungan. Beberapa teori etika lingkungan ini merupakan
perkembangan pemikiran di bidang etika lingkungan, yaitu;
1. Antroposentrisme Antroposentrisme adalah teori etika lingkungan yang
memandang manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta. Manusia dan
kepentingannya dianggap yang paling menentukan dalam tatanan ekosistem
dan dalam kebijakan yang diambil dalam kaitan dengan alam, baik secara
langsung atau tidak langung. Nilai tertinggi adalah manusia dan
kepentingannya. Hanya manusia yang mempunyai nilai dan mendapat
perhatian. Segala sesuatu yang lain di alam semesta ini hanya akan mendapat
nilai dan perhatian sejauh menunjang dan demi kepentingan manusia. Oleh
karenanya alam pun hanya dilihat sebagai obyek, alat dan sarana bagi
pemenuhan kebutuhan dan kepentingan manusia. Alam hanya alat bagi
pencapaian tujuan manusia. Alam tidak mempunyai nilai pada dirinya sendiri.
2. Biosentrisme Biocentric, menganggap setiap kehidupan dan mahkluk hidup
mempunyai nilai dan berharga pada dirinya sendiri. Mendasarkan moralitas
keluhuran kehidupan, baik pada manusia ataupun makhluk hidup lainnya.
Karena bernilai pada dirinya sendiri, kehidupan harus dilindungi. Untuk itu,
dibutuhkan etika sebagai penuntun manusia dalam bertindak melindungi dan
menjaga kehidupan. Pokok-pokok pandangan dalam teori biosentrisme:

50

a. Alam memiliki nilai pada dirinya sendiri (intrisik) lepas dari kepentingan
manusia. Setiap kehidupan dan mahluk hidup mempunyai nilai dan berharga
pada dirinya sendiri, tanpa harus dihubungkan pada persoalan bagaimana
hubungan mahluk hidup dengan kebutuhan manusia.
b. Alam diperlukan sebagai moral, terlepas bagi manusia ia bermanfaat atau
tidak, karena alam adalah komunitas moral.
3. Ekosentrisme Ekosentrisme merupakan kelanjutan dari teori etika lingkungan
biosentrisme. Oleh karenanya teori ini sering disamakan begitu saja karena
terdapat banyak kesamaan. Yaitu pada penekanannya atas pendobrakan cara
pandang antroposentrisme yang membatasi pemberlakuan etika hanya pada
komunitas manusia. Keduanya memperluas pemberlakuan etika untuk
komunitas yang lebih luas. Pada biosentrisme, konsep etika dibatasi pada
komunitas yang hidup (biotis), seperti tumbuhan dan hewan. Sedang pada
ekosentrisme, pemakaian etika diperluas untuk komunitas ekosistem
seluruhnya (biotis dan a-biotis).
B. Problematika Lingkungan
Perhatian terhadap problematika lingkungan mendapat perhatian setelah
diadakannya Konperensi PBB tentang lingkungan hidup yang diselenggarakan di
Stockholm pada tanggal 5 6 Juni 1972 yang diikuti 113 negara. Hari pembukaan
konperensi, tanggal 5 Juni ditetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Problematika lingkungan sudah terjadi sejak lama, bahkan sebelum kehidupan
manusia itu ada, namun kerusakan lingkungan itu dipercepat dengan tingginya
aktivitas manusia dalam rangka memenui kebutuhan hidupnya dari berbagai segi
(kebutuhan primer, sekunder, tersier). Problematika lingkungan terjadi di semua
negara-negara di dunia, termasuk negara berkembang dan negara maju.
Problematika lingkungan disebabkan oeh dua faktor, yaitu faktor internal dan
faktor eksternal.
1. Faktor Internal Kerusakan karena factor internal adalah kerusakan yang berasal
dari alam itu sendiri. Kerusakan ini sangat sulit dicegah karena merupakan
peristiwa alamiah. Misalnya: letusan gunung berapi, gempa bumi, kebakaran
hutan,banjir besar, gelombang laut akibat badai, dan sebagainya.
2. Factor Eksternal Kerusakan karena fakto eksternal adalah kerusakan yang
diakibatkan karena aktivita manusia dalam meningkatkan kualitas hidupnya.

51

Biasanya fakor eksternal ini disebabkan oleh kegiatan-kegiatan industri yang


dapat menimbulkan berbagai kerusakan. Misalnya: pencemaran udara,
pencemaran air, pencemaran tanah, bekas penambangan, dan lain sebagainya.
Manusia meningkatkan kualitas hidup dengan mengolah dan memanfaatkan
sumber daya alam melalui penggunaan mesin, peralatan, serta teknologi dalam
bidang industry untuk menghasilkan produk yang berlimpah dlaam waktu yang
singkat dan memenuhi kebutuhan populasi penduduk yang terus meningkat.
Dampak dari industry dan teknologi terbagi dua:
a) Dampak tak langsung, seperti: urbanisasi, perilaku, kriminalitas, dan social
budaya.
b) Dampak langsung, seperti: pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran
daratan.
Masalah lingkungan hidup diantaranya:
1. Pertumbuhan penduduk Pertumbuhan penduduk akan menimbulkan masalah
dalam penyediaan lahan untuk pemukiman dan untuk usaha, fasilitas
pelayanan sosial, ekonomi, dan budaya. Untuk daerah pedesaan pertumbuhan
penduduk menyebabkan peningkatan luas lahan yang diperlukan untuk areal
pertanian. Selain melalui kelahiran, pertumbuhan penduduk di kota
disebabkan oleh urbanisasi dan mobilitas penduduk.
2. Eksploitasi sumber daya alam Eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan
akan menimbulkan masalah lingkungan. Kemajuan teknologi produksi dalam
eksploitasi sumber daya alam telah mengakibatkan terjadinya perubahan
bentang alam, tanah longsor, dan pencemaran lingkungan.
3. Industrialisasi Pembangunan berbagai industri seperti industri pupuk, semen,
tekstil, kertas, minyak, dan besi baja berpotensi dapat mencemari lingkungan
dari hasil sampingan produksi bahan-bahan tersebut. Produk sampinan ini
disebut limbah yang terdiri dari limbah padat, limbah cair, ataupun limbah
gas. Limbah ini akan mencemari sungai dan perairan lainnya sehingga dapat
mengganggu ekosistem penghuni perairan.
4. Transportasi Transportasi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia
baik alat transportasi darat, laut, dan udara. Semuanya akan memerlukan
bahan bakar untuk menjalankannya. Dampak dari penggunaannya ini dapat
menghasilkan asap yang dikeluarkan dari banyaknya kendaraan seperti asap
CO2 yang dapat mengganggu pernapasan.

52

5. Pemanasan global Pemanasan global akan engakibatkan kenaikan permukaan


air laut akibat mencairnya es di kutub. Pemanasan global terjadi karena
meningkatnya gas-gas rumah kaca (CO2, NO2, dan NH3). Pemanasan global
akan mengacaukan iklim dunia yang akan memberikan dampak yang luas
terhadap semua kehidupan baik flora, fauna, dan manusia.
6. Hujan asam Hujan asam terjadi karena pencemaran yang bersumber dari
bahan bakar fosil, yang menghasilkan oksida belerang dan oksida nitrogen.
Oksida ini menjadi asam setelah mengalami proses kimia di udara dan turun
ke permukaan bumi bersama hujan. Hujan dikatakan asam
Apabila PH air kurang dari 5,6. Hujan asam dapat menyebabkan kualitas
tanah unsur haranya menurun, matinya ikan-ikan di perairan, mengganggu kesehatan
pernapasan manusia akibat sulfur dioksida, dan Berbagai penyakit juga akan terjadi
pada hewan karena kulitnya terkena air dengan keasaman tinggi. Hal ini jelas akan
menyebabkan kepunahan spesies. g. Kerusakan lapisan ozon Ozon dapat melindungi
manusia di bumi dari sinar ultraviolet, bayangkan jika lapisan ozon rusak maka akan
mengganggu sistem kehidupan yang ada di bumi. Penyebab utama kerusakan lapisan
ozon adalah karena pencemaran udara yang bersumber dari gas chloroflourocarbon
(CFC). Kesimpulan Dalamsuatulingkunganhidup yang baik akan terjalin suatu
interaksi harmonis dan seimbang antara komponen-komponen lingkungan hidup.
Kestabilan, keserasian dan keseimbangan anta rkomponen lingkungan sangat
tergantung pada manusia. Ketika interaksi manusia dengan lingkungannya tidak
harmonis maka akan terjadi berbagai problematik alingkungan. Dengan etika
lingkungan manusia tidak saja mengimbangi hak dan kewajiban terhadap lingkungan
melainkan juga membatasi prilaku yang tidak ramah lingkungan.

53

BAB IX
PANDANGAN DAN NILAI MASYARAKAT
TERHADAP INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
A. PERTUMBUHAN INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
1. Pengertian Individu, Keluarga dan Masyarakat
a. Individu
Individu sebagai manusia perseorangan pada dasarnya dibentuk oleh tiga
aspek yaitu aspek organis jasmaniah, psikis rohaniah, dan sosial. Dalam
perkembangannya menjadi manusia, sebagaimana diistilahkan oleh Dick Hartoko,
individu tersebut menjalani sejumlah bentuk sosialisasi. Sosialisasi inilah yang
membantu individu mengembangkan ketiga aspeknya tersebut. Individu berasal dari
kata latin individuum yang artinya tidak terbagi. Individu menekankan penyelidikan
kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi
kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23). Individu bukan berarti manusia sebagai
suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas,
yaitu sebagai manusia perseorangan.
Individu adalah seorang yang memiliki peranan khas di dalam lingkungan
sosialnya dan mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Ada
3 kemungkinan tingkah laku menurut pola pribadin individu yaitu: pertama
menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk
terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat.
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yang
menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan
memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan
kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.
Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok individu
yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan
lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan
menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi
penghambat proses pembentukan pribadi.

54

Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap individu dan khususnya terhadap


pembentukan individualitasnya adalah besar, namun sebaliknya individu pun
berkemampuan untuk mempengaruhi masyarakat. Kemampuan individu merupakan
hal yang utama dalam hubungannya dengan manusia.
b. Keluarga
Menurut Departemen Kesehatan RI ( 1988 )Keluarga merupakan unit
terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang
berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling
ketergantungan.Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau
seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak
terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang
yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya
sendiri.
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga kulawarga yang
berarti anggota kelompok kerabat. Keluarga adalah lingkungan di mana
beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti nuclear
family terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.
Pengertian keluarga menurut para ahli :
a. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala
keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat
di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.(Menurut
Departemen Kesehatan RI 1998).
b. Kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu
mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial,
enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk
memuliakan masing-masing anggotanya. (Ki Hajar Dewantara).
c. Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena
hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka
hidupnya dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan
didalam

perannya

masing-masing

dan

menciptakan

serta

mempertahankan suatu kebudayaan.(Menurut Salvicion dan Ara Celis).


Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah :

55

1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

Unit terkecil dari masyarakat


Terdiri atas 2 orang atau lebih
Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah
Hidup dalam satu rumah tangga
Di bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga
Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing
Diciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan

c. Masyarakat
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan
kehidupan,

norma-norma,

adat

istiadat

yang

sama-sama

ditaati

dalam

lingkungannya. Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang


dapat menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat
membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas.
Masyarakat adalah suatu istilah yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari,
masyarakat kota, masyarakat desa, masyarakat ilmiah, dan lain-lain. Dalam bahasa
Inggris dipakai istilah society yang berasal dari kata latin socius, yang berarti
kawan istilah masyarakat itu sendiri berasal dari akar kata Arab yaitu Syaraka yang
berarti ikut serta, berpartisipasi.
Peter L Berger, seorang ahlisosiologi memberikan definisi masyarakat
sebagai beriktu: masyarakat merupakan suatu keseluruhan komplkes hubungan
manusia yang luas sifatnya.. Koentjaraningrat dalam tulisannya menyatakan bahwa
masyarakat adalah sekumpulan manusia atau kesatuan hidup manusiayang
berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan
yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Dalam psikologi sosial masyarakat
dinyatakan sebagai sekelompok manusia dalam suatu kebersamaan hidup dan dengan
wawasan hidup yang bersifat kolektif, yang menunjukkan keteraturan tingkah laku
warganya

guna

memenuhi

kebutuhan

dan

kepentingan

masing-

masing.Menilikkenyataan dilapangan, suatu masyarakat bias berupa suatu suku


bangsa, bisa juga berlatar belakang dari berbagai suku.
Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb manusia
memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial
dihasilkan oleh hubungan dalm suatu masyarakat.
Berikut dibawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa
ahli sosiologi :

56

1. Menurut Munandar Soelaeman masyarakat merupakan kesatuan sosial yang


mempunyai ikatan-ikatan kasih sayang yang erat. Kesatuan sosial mempunyai
kehidupan jiwa seperti adanya ungkapan jiwa rakyat, kehendak rakyat,
kesadaran masyarakat, dsb.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu
ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara
kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif
pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia
yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama,
tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan
sebagian besar kegiatan di dalam kelompok atau kumpulan manusia tersebut.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan masyarakat adalah :
a) Kumpulan sekian banyak individu yang terikat oleh satuan adat, hukum dan
kehidupan bersama.
b) Kesatuan sosial yang mempunyai hubungan erat
c) Kumpulan individu-individu yang mandiri dan hidup berdampingan dalam waktu
yang cukup lama.
B. PERTUMBUHAN
a. Pengertian Pertumbuhan
Walaupun banyak perbedaan pendapat diantara kalangan para ahli, namun
diakui bahwa pertumbuhan itu adalah Perubahan yang menunjukan suatu
peningkatan disebabkan pengaruh dari dalam maupun dari luar (M. Arifin Hakim,
2001 : 30-31).
Pertumbuhan itu dilihat dari berbagai aspek bisa bernilai positif dan bisa
bernilai negatif, di Negara kita bila dilihat dari segi aspek kemasyarakatn semakin
tinggi tingkat pertumbuhan penduduk maka tingkat kemiskinan akan semakin
bertambah. Namun bila sumber daya manusia dengan Skill individunya semakin
meningkat, maka taraf ekonomi akan semakin naik.
b. Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan

57

Dalam membahas pertumbuhan ini, banyak bermacam macam aliran


mengeluarkan pendapat namun pada garis besarnya dapat digolongkan menjadi 3
golongan yaitu :
a)

Pendirian Nativistik (Arthur Shopen Hamer)

Para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan dan


perkembangan individu hanya dipengaruhi oleh faktor faktor yang dibawanya sejak
lahir. Mereka membuat persamaan antara anak dengan orang tuanya, sebagai contoh
bila orang tua memiliki keahlian dibidang melukis maka kemungkinan besar anak
tersebut akan mengikuti jejak orang tuanya sebagai pelukis.
b)

Pendirian Empiristik dan Environmentalistik (Jhon Locke)

Pendirian ini sangat bertolak belakang dengan pendapat nativistik, para


ahlinya berpendapat bahwa pertumbuhan individu semata mata tergantung pada
lingkungan sedang watak dasar tidak berperan sama sekali.
c)

Pendirian konvergensi dan interaksionisme (W. Stern)

Kebanyakan para ahli mengikuti paham ini yaitu paham yang menyatakan
bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan
individu. Jika bakat dan dasar tidak diserasikan dengan lingkungan maka
pertumbuhan individu akan mengalami pergeseran, sebagai contoh : anak yang lahir
dan tumbuh dilingkungan masyarakat akan berbeda dengan anak yang lahir dan
tumbuh di hutan.
c. Tahap tahap Pertumbuhan Individu
Berdasarkan psikologi, pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa
dewasa melalui beberapa fase :
a) Masa Vital ( 0 2 tahun)
Pada

masa vital ini individu menggunakan fungsi biologis dalam

menemukan berbagai hal dalam dunianya, seorang anak yang masih berusia sekita
satu setengah tahun akan memasukan apa yang ditemuinya kedalam mulut,
penyebabnya karena pada waktu itu mulutlah sebagai alat ekplorasi dan belajar.
b) Masa Estetik ( 2 7 tahun)
Pada masa ini pada umumnya anak-anak sering berbuat kenakalan,
penyebabnya karena pada waktu itu anak-anak baru menemukan dirinya. Bahwa dia
sebenarnya adalah seorang subjek yang memiliki hak untuk menginginkan sesuatu

58

serta menolaknya. Karena jarang menemukan kenyataan tersebut maka anak-anak


seakan ingin mendapatkan pengalaman sebagai subjek yang bebas menentukan
keinginannya.
c) Masa Intelektual ( 7 14 tahun)
Setelah anak melewati masa kegoncangan yang pertama, maka proses
sosialisasinya telah berlangsung dengan lebih efektif, sehingga menjadi matang
untuk dididik.
Ada beberapa sifat khas anak-anak pada masa ini :
5. Adanya korelasi Positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi
sekolah.
6. Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan.
7. Adanya kecendrungan memuji diri sendiri.
8. Jika tidak bisa menyelesaikan sesuatu soal maka soal tersebut dianggap tidak
penting.
9. Senang membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain.
10. Adanya minat kepada kehidupan praktis sehari-hari yang konkrit.
11. Amat realistik, ingin tahu, dan ingin belajar.
12. Gemar membentuk kelompok sebaya.
d) Masa Remaja ( 14 21 tahun)
Masa remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian masyarakat,
karena

mempunyai

sifat-sifat

khas

yang

menentukan

dalam

kehidupan

masyarakatnya diwaktu dewasa. Manusia dewasa harus hidup dalam kultur dan harus
dapat menempatkan dirinya diantara nilai nilai kultur tersebut.
e) Masa Usia Mahasiswa/ dewasa
Pada masa mahasiswa banyak peristiwa-peristiwa yang harus diperhatikan
karena pada masa ini adalah masa pemantapan diri serta masa untuk mempersiapkan
diri dengan keterampilan dan kemampuan-kemampuan yang digunakan untuk
merealisasikan dirinya.
d. Ciri Masyarakat
Pengertian masyarakat secara umum dapat diartikan sebagai salah satu
kumpulan kelompopk manusia yang hidup salingberorganisasi, berbincang, bekerja
sama dalam mengatur kerjasecara kolektif, mampu menyatukan pikiran dan tindakan

59

sehingga terjalinnya hubungan antara satu sama lain yang melahirkan sebuah sistem
yang dinamakan sebagai kebudayaan.
Menurut Roucek dan Warren (1979). Masyarakat adalah sebagai suatu
kumpulan manusia yang berhubungan secara tetap dan tersusun dalam menjalankan
aktifitas secara kolektif dan merasakan bahwa mereka adalah hidup bersama.
Masyarakat memiliki 6 ciri utama, yaitu sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Berkelompok
Berbudaya
Mengalami perubahan
Berinteraksi
Mempunyai kepemimpinan
Mempunyai aturan social
e. Unsur unsur Masyarakat
Menurut WJs. Poerwodarmato masyarakat adalah pergaulan hidup manusia

dalam suatu tempat dengan ikatan ikatan dan aturan tertentu. Sedangkan menurut
linton, masyarakat itu timbul dari setiap kumpulan individu individu yang telah
cukup lama hidup dan bekerja sama. Dalam wakatu yang lama itu kelompok manusia
yang belum terorganisasi mengalami proses fundamental yaitu adaptasi dan
organisasi dari tingkah laku dari anggota anggota.
Dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang telah
lama bertempat tinggal disuatau daerah tertentu dan mempunyai aturan yang
mengatur tata hidup mereka untuk menuju kepeda tujuan yang sama.
Unsur Unsur Terbentuknya Masyarakat :
1. Harus ada kelompok (perkumpulan) manusia dan harus bayak jumlahnya dan
bukan mengumpulkan binatang.
2. Telah berjalan dalam waktu yang lama dan bertempat tinggal dalam daerah
tertentu.
3. Adanya aturan (undang undang) yang mengatur mereka bersama
C. HUBUNGAN INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKA
Individu barulah dikatakan sebagai individu apabila pada perilakunya yang
khas dirinya itu diproyeksikan pada suatu lingkungan sosial yang disebut

60

masyarakat. Satuan-satuan lingkungan sosial yang mengelilingi individu terdiri dari


keluarga, lembaga, komunitas dan masyarakat.
1. Hubungan individu dengan keluarga
Individu memiliki hubungan yang erat dengan keluarga, yaitu dengan ayah,
ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, dan adik. Hubungan ini dapat dilandasi oleh
nilai, norma dan aturan yang melekat pada keluarga yang bersangkutan. Dengan
adanya hubungan keluarga ini, individu pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban
yang melekat pada dirinya dalam keluarga.
2. Hubungan individu dengan lembaga
Lembaga diartikan sebagai sekumpulan norma yang secara terus-menerus
dilakukan oleh manusia karena norma-norma itu memberikan keuntungan bagi
mereka. Individu memiliki hubungan yang saling mempengaruhi dengan lembaga
yang ada disekelilingnya. Lingkungan pekerjaan dapat membentuk individu dalam
membentuk kepribadian. Keindividuan dalam lingkungan pekerjaan dapat berperan
sebagai direktur, ketua dan sebagainya. Jika individu bekerja, ia akan dipengaruhi
oleh lingkungan pekerjaannya.
3. Hubungan individu dengan komunitas
Komunitas dapat diartikan sebagai satuan kebersamaan hidup sejumlah orang
banyak yang memiliki teritorial terbatas, memiliki kesamaan terhadap menyukai
sesuatu hal dan keorganisasian tata kehidupan bersama. Komunitas mencakup
individu, keluarga dan lembaga yang saling berhubungan secara independen.
4. Hubungan individu dengan masyarakat
Hubungan individu dengan masyarakat terletak dalam sikap saling
menjungjung hak dan kewajiban manusia sebagai individu dan manusia sebagai
makhluk sosial. Mana yang menjadi hak individu dan hak masyarakat hendaknya
diketahui dengan mendahulukan hak masyarakat daripada hak individu. Gotong
royong adalah hak masyarakat, sedangkan rekreasi dengan keluarga, hiburan,
shopping adalah hak individu yang semestinya lebih mengutamakan hak masyarakat.

61

BAB X
MENDEFINISIKAN ANTROPOLOGI KESEHATAN DAN MENGELOLA
KAJIAN DAN SUMBANGAN TERHADAP ILMU KESEHATAN

A. Pengertian Antropologi
Menurut bahasa Yunani, Antropologi berasal dari bahasa latin; Antrhopos yang
berarti manusia, dan Logos yang berarti akal. Dengan begitu Antropology dapat
diartikan sebagai suatu ilmu yang berusaha mencapai pengertian tentang makhluk
manusia dengan mempelajari aneka warna bentuk fisik, kepribadian, masyarakat,
serta kebudayaannya.
Antropology adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari umat manusia
sebagai makhluk masyarakat. Perhatian ilmu pengetahuan ini di tujukan pada sifat

62

khusus badani dan cara produksi, tradisi, dan nilai nilai yang membuat pergaulan
hidup yang satu berbeda dari pergaulan hidup lainnya. Di dalam antropologi memang
terdapat banyak ilmu yang membahas tentang manusia, seperti ekologi, biologi,
anatomi, psikologi, dan sebagainya.
B. Antropologi Kesehatan
Kajian antropologi kesehatan mengarah pada manusia dan perilaku seputar
masalah kesehatan. Bagaimana perilaku masyarakat yang sampai saat ini masih
bertahan

dengan

pengobatan

tradisional,

pelaksanaan

keluarga

berencana,

pembukaan praktik klinik pengobatan medis, dan sebagainya.


Antropologi kesehatan adalah studi tentang pengaruh unsur-unsur budaya
terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan kesehatan (Solita Sarwono,
1993). Definisi yang dibuat Solita ini masih sangat sempit karena antropologi sendiri
tidak terbatas hanya melihat penghayatan masyarakat dan pengaruh unsur budaya
saja.
Antropologi lebih luas lagi kajiannya dari itu seperti Koentjaraningrat
mengatakan bahwa ilmu antropologi mempelajari manusia dari aspek fisik, sosial,
budaya (1984;76).
Pengertian Antropologi kesehatan yang diajukan Foster/Anderson merupakan
konsep yang tepat karena termaktub dalam pengertian ilmu antropologi seperti
disampaikan Koentjaraningrat di atas. Menurut Foster/Anderson, Antropologi
Kesehatan mengkaji masalah-masalah kesehatan dan penyakit dari dua kutub yang
berbeda yaitu kutub biologi dan kutub sosial budaya.
Penelitian oleh drg. Yulia Maria dari pascasarjana UI, misalnya yang di
lakukan di daerah manggala, kabupaten Tulang Bawang, provinsi lampung
menunjukkan bahwa terdapat konstribusi yang sangat menentukan antara seorang
dukun beranak dan seorang petugas puskesmas dalam menangani proses kelahiran

63

seorang anak. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap peran roh
yang bersifat gaib di satu pihak yang masih melekat dan telah di terimanya
pemahaman penting kesehatan dan gizi di lain pihak .
Antropologi juga dapat memberi kepada para dokter kesehatan masyarakat
yang akan bekerja dan hidup di berbagai daerah dengan aneka warna kebudayaan,
metode-metode, dan cara untuk mengerti serta menyesuaikan diri dengan
kebudayaan dan adat istiadat setempat.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Antropologi Kesehatan adalah
disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budya dari
tingkahlaku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya
disepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit
pada manusia (Foster/Anderson, 1986; 1-3).
Menurut Weaver :
Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan yang
menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit (Weaver, 1968;1)
Menurut Hasan dan Prasad :
Antropologi Kesehatan adalah cabang dari ilmu mengenai manusia yang
mempelajari aspek-aspek biologi dan kebudayaan manusia (termasuk sejarahnya)
dari titik tolak pandangan untuk memahami kedokteran (medical), sejarah
kedokteran (medico-historical), hukum kedokteran (medico-legal), aspek sosial
kedokteran (medico-social) dan masalah-masalah kesehatan manusia (Hasan dan
Prasad, 1959; 21-22)
Menurut Hochstrasser :
Antropologi Kesehatan adalah pemahaman biobudaya manusia dan karyakaryanya, yang berhubungan dengan kesehatan dan pengobatan (Hochstrasser dan
Tapp, 1970; 245).
Menurut Lieban :
Antropologi Kesehatan adalah studi tentang fenomena medis (Lieban 1973,
1034)

64

Menurut Fabrega :
Antropologi Kesehatan adalah studi yang menjelaskan:

Berbagai faktor, mekanisme dan proses yang memainkan peranan didalam atau
mempengaruhi cara-cara dimana individu-individu dan kelompok-kelompok terkena
oleh atau berespons terhadap sakit dan penyakit.

Mempelajari masalah-masalah sakit dan penyakit dengan penekanan terhadap polapola tingkah laku. (Fabrega, 1972;167)
Dari definisi-definisi yang dibuat oleh ahli-ahli antropologi mengenai
Antropologi Kesehatan seperti tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
Antropologi Kesehatan mencakup:

1. Mendefinisi secara komprehensif dan interpretasi berbagai macam masalah tentang


hubungan timbal-balik biobudaya, antara tingkah laku manusia dimasa lalu dan masa
kini dengan derajat kesehatan dan penyakit, tanpa mengutamakan perhatian pada
penggunaan praktis dari pengetahuan tersebut;
2. Partisipasi profesional mereka dalam program-program yang bertujuan memperbaiki
derajat kesehatan melalui pemahaman yang lebih besar tentang hubungan antara
gejala bio-sosial-budaya dengan kesehatan, serta melalui perubahan tingkah laku
sehat kearah yang diyakini akan meningkatkan kesehatan yang lebih baik.
C. Ruang Lingkup Dan Peranan Antropologi Kesehatan
Penyakit muncul tidak bersamaan dengan saat munculnya manusia, tetapi
sebagaimana dikemukakan oleh Sigerit (Landy 1977), penyakit adalah bagian dari
kehidupan yang ada di bawah kondisi yang berubah-ubah.

65

Menurut Foster dan Anderson kesehatan berhubungan dengan perilaku.


Perilaku manusia cenderung bersifat adaptif. Terdapat hubungan antara penyakit,
obat-obatan, dan kebudayaan. Menurut Landy antropologi kesehatan adalah suatu
studi tentang konfrotasi manusia dengan penyakit serta rasa sakit, dan rencana
adaptif yaitu sistem pengobatan dan obat-obat yang dibuat oleh kelompok manusia
berkaitan dengan ancaman yang akan datang.
a.

Batasan Dan Ruang Lingkup


Buku berjudul anthropology in Medicine menurut Foster dan Anderson belum
melahirkan disiplin baru dan hanya merupakan lapangan perhatian dari antropologi
terapan. Munculnya istilah Medicine Anthropology dari tulisan Scotch dan Paul
dalam artikel tentang pengobatan dan kesehatan masyarakat. Atas dasar ini kemudian
di Amerika lahirlah antropologi kesehatan.
Ahli-ahli antropologi tertarik untuk mempelajari faktor-faktor biologis, dan
sosio-budaya yang mempengaruhi kesehatan dan munculnya penyakit pada masa
sekarang dan sepanjang sejarah kehidupan manusia dipengaruhi oleh keinginan
untuk memahami perilaku sehat manusia dalam manifestasi yang luas dan berkaitan
segi praktis.

b.

Akar Antropologi Kesehatan


Tipe kajian antropologi budaya yang menjadi akar antropologi kesehatan:

a.

Kajian tentang obat primitif, tukang sihir, dan majik

b.

Kajian tentang kepribadian dan kesehatan di berbagai seting budaya

c.

Keterlibatan ahli-ahli antropologi dalam program-program kesehatan internasional


dan perubahan komunitas yang terencana

d.

Antropologi ekologi

66

e.

Teori evolusioner
Akar dari Antropologi Kesehatan
a.

Antropologi fisik

1) Ahli-ahli antropologi fisik, belajar dan melakukan penelitian di sekolah-sekolah


kedokteran (anatomi).
2) Ahli-ahli antropologi fisik adalah ahli antropologi kesehatan
3)Sejumlah besar ahli antropologi fisik adalah dokter
Hasan dan Prasad (1959) menyusun daftar lapangan studi antropologi kesehatan
yang meliputi:
1)

Nutrisi dan pertumbuhan ( korelasi antara bentuk tubuh dengan variasi yang luas
dari penyakit-penyakit, misal radang pada persendian tulang(arthritis), tukak
lambung (ulcer), kurang darah (anemia) dan penyakit diabetes ).

2) Underwood ( pengaruh-pengaruh evolusi manusia serta jenis penyakit yang berbedabeda pada berbagai populasi yang terkena sebagai akibat dari faktor-faktorbudaya,
misal: migrasi, kolonisasi dan meluasnya urbanisasi ).
3) Fiennes ( penyakit yang ditemukan dalam populasi manusia adalah suatu konsekuensi
yang khusus dari suatu cara hidup yang beradab, dimulai dari pertanian yang menjadi
dasar bagi timbulnya dan berkembangnya pemukiman penduduk yang padat).
4) Kedokteran

forensik,

suatu

bidang

mengenai

masalah-masalah

kedokteranhukum yang mencakup identifikasi misal: umur, jenis kelamin, dan


peninggalan ras manusia yang didugamati karena unsur kejahatan serta masalah
penentuan orang tua dari seorang anak melalui tipe darah, bila terjadi keraguan
mengenai siapa yang menjadi bapaknya).

67

5) Dalam usaha pencegahan penyakit ( penelitian mengenai penemuan kelompokkelompok penduduk yang memiliki risiko tinggi, yakni orang-orang yang tubuhnya
mengandung sel sabit (sickle-cell) dan pembawa penyakit kuning (hepatitis).
Para

ahli

ini

mengenaivariasi manusia

telah

memanfaatkan

untuk

membantu

pengetahuan
dalam

mereka

bidang teknik

biomedikal(biomedical engineering).
Ukuran, norma-norma dan standar yang berasal dari sejumlah studi
antropologi, digunakan dalam bidang-bidang kedokteran anak serta kedokteran gigi,
juga dalam berbagai survei tentangtingkatan gizi serta etiologi penyakit dalam
populasi yang berbeda-beda maupun dalam suatu populasi.
b.

Etnomedisin
Cabang dari etnobotani atau antropologi kesehatan yang mempelajari
pengobatan tradisional, tidak hanya yang berhubungan dengan sumber-sumber
tertulis (contohnya pengobatan tradisional cina) tetapi terutama pengetahuan dan
praktek yang secara oral diturunkan selama beberapa abad.
Dalam ilmu pengetahuan, etnomedisin pada umumnya ditandai dengan
pendekatan antropologi yang kuat atau pendekatan biomedikal yang kuat, terutama
dalam program penemuan obat.
Kepercayaan dan praktek-praktek yang berkenaan dengan penyakit, yang
merupakan hasil dari perkembangan kebudayaan asli dan yang eksplisit tidak berasal
dari kerangka kedokteran modern, merupakan urutan langsung dari kerangka
konseptual ahli-ahli antropologi mengenai sistem medis non-barat. Rivers,
(Medicine, Magic, and Religion).

68

Sistem pengobatan asli adalah pranata-pranata sosial yang harus dipelajari


dengan cara yang sama seperti mempelajari pranata-pranata sosial umumnya, dan
bahwa praktek-praktek pengobatan asli adalahrasional bila dilihat dari sudut
kepercayaan yang berlaku mengenai sebab-akibat.
Setelah antropologi kesehatan berkembang, terutama dalam bidang-bidang
yang luas, konsep kesehatan internasional dan psikiatri lintas budaya (psikiatri
transkultural), kepentingan pengetahuan praktis maupun teoritis mengenai sistem
pengobatan non-Barat semakin tampak.
Pengakuan tersebut telah memperbaharui perhatian dalam penelitian
etnomedicine, dan mengangkatnya sebagai salah satu pokok penting dalam
antropologi kesehatan.
c.

Studi-Studi Tentang Kebudayaan Dan Kepribadian


Sejak pertengahan tahun 1930-an, para ahli antropologi, psikiater dan ahli ilmu
tingkah laku lainnya mulai mempertanyakan tentang kepribadian orang dewasa, atau
sifat-sifat dan lingkungan sosial budaya di mana tingkah laku itu terjadi.

d.

Kesehatan masyarakat internasional


1.

WHO
Petugas-petugas kesehatan yang bekerja di lingkungan yang bersifat lintas

budaya, lebih cepat menemukan masalah daripada mereka yang bekerja dalam
kebudayaan sendiri, dan khususnya mereka yang terlibat dalam klinik pengobatan
melihat bahwa kesehatan dan penyakit bukan merupakan gejala biologik saja,
melainkan juga gejala sosial-budaya.
Kebutuhan kesehatan di negara berkembang tidaklah dapat dipenuhi dengan
sekedar memindahkan pelayanan kesehatan dari negara-negara industri.

69

Kumpulan data pokok mengenai kepercayaan dan praktek pengobatan primitif


dan petani yang telah diperoleh ahli antropologi kebudayaan pada tahun-tahun
sebelumnya, informasi mengenai nilai-nilai budaya dan bentuk-bentuk sosial, serta
pengetahuan mereka mengenai dinamika stabilitas sosial dan perubahan, telah
memberikan kunci yang dibutuhkan bagi masalah-masalah yang dijumpai dalam
program-program kesehatan masyarakat awal tersebut.
Para ahli antropologi dapat menjelaskan pada petugas kesehatan mengenai
bagaimana kepercayaan tradisional serta prakteknya bertentangan dengan asumsi
pengobatan Barat, bagaimana faktor sosial mempengaruhi keputusan perawatan
kesehatan, dan bagaimana kesehatan dan penyakit semata-mata merupakan aspek
dari keseluruhan pola kebudayaan, yang berubah bila ada perubahan sosial
budayanya yang mencakup banyak hal.
c. Batasan Antropologi Kesehatan
Antropologi kesehatan menurut Landy yaitu mengkombinasikan dalam satu
disiplin ilmu pendekatan-pendekatan ilmu biologi, ilmu sosial, dan humaniora dalam
menstudi manusia, dalam proses perkembanganya merupakan perpaduan antara
aspek biologi dan aspek sosio-budaya.
Foster dan Anderson mendefinisikan antropologi kesehatan adalah suatu
disiplin biobudaya yang memperhatikan aspek-aspek biologis dan budaya berkenaan
dengan perilaku manusia, khususnya bagaimana cara kedua aspek ini berinteraksi
sehingga berpengaruh terhadap kesehatan dan penyakit.
Selain itu Mc Elroy dan Townsend juga mendefinisikan antropologi kesehatan
merupakan studi bagaimana faktor-faktor sosial dan lingkungan mempengaruhi

70

kesehatan dan mengetahui tentang cara-cara alternatif untuk mengerti dan merawat
penyakit.
Definisi kerja secara singkat bahwa antropologi kesehatan adalah istilah yang
dipakai oleh ahli-ahli antropologi yang mendeskripsikan:
a.

Secara luas dan interprestasi mengenai hubungan bio-budaya, antara perilaku


manusia di masa lalu dan di masa kini, dengan derajat kesehatan dan penyakit, tanpa
mengutamakan perhatian pada penggunaan praktis dan pengetahuan tersebut.

b.

Partisipasi profesional dalam program- program yang bertujuan memperbaiki derajat


kesehatan melalui pemahaman yang mendalam mengenai hubungan antara gejala
biososiobudaya dan kesehatan, dan melalui perubahan perilaku sehat dalam arah
yang dipercaya dapat memperbaiki kesehatan dalam arah yang lebih baik.
d. Ruang Lingkup Kajian Antropologi Kesehatan
Menurut foster dan Anderson lapangan kajian antropologi kesehatan dibagi
menjadi dua:

a.

Kutub biologis, perhatinya pada pertumbuhan dan perkembangan fisik manusia,


peranan penyakit dalam evolusi manusia, adaptasi biologis terhadap perubahan
lingkungan alam, dan pola penyakit di kalangan manusia purba.

b.

Kutub sosio-budaya perhatiannya pada sistem kesehatan tradisional yang mencakup


aspek-aspek etiologis, terapi, ide, dan praktik pencegahan penyakit, serta peranan
praktisi medis tradisional, masalah perawatan kesehatan biomedik, perilaku
kesehatan, peranan pasien, perilaku sakit, interaksi dokter dengan pasien, dan
masalah inovasi kesehatan.

e. Sumbangan Antropologi Terhadap Ilmu Kesehatan

71

Menurut Foster dan Anderson ada empat hal utama yang dapat disumbangkan
oleh antropologi terhadap ilmu kesehatan yaitu,
a.

Perspektif Antropologi
Terdapat dua konsep dalam perspektif antropologi bagi ilmu kesehatan (a)
Pendekatan Holistik, pendekatan ini memahami gejala sebagai suatu sistem.
Pendekatan ini dimana suatu pranata tidak dapat dipelajari sendiri-sendiri lepas dari
hubungannya dengan pranata lain dalam keseluruhan sistem. (b) Relativisme
Budaya, Standar penilaian budaya itu relative, suatu aktivitas budaya yang oleh
pendukungnya dinilai baik, pantas dilakukan mungkin saja nilainya tidak baik dan
tidak pantas bagi masyarakat lainnya.

b.

Perubahan: Proses dan Persepsi (Perubahan Terencana)


Suatu perubahan terencana akan berhasil apabila perencanan program
bertolak dari konsep budaya. Bertolak dari itu, perencanaan program pembaharuan
kesehatan dalam upaya mengubah perilaku kesehatan tidak hanya memfokuskan diri
pada hal yang tampak, tetapi seharusnya pada aspek psiko-budaya.

c.

Metodologi Penelitian
Ahli antropologi menawarkan suatu metose penelitian yang longgar tetapi
efektif untuk menggali serangkaian masalah teoretik dan praktis yang dihadapi dalam
berbagai program kesehatan.

d.

Premis
Premis atau asumsi atau dalil yang mendasari atau dijadikan pedoman
individu atau kelompok dalam memilih alternatif tindakan. Premis-premis tersebut
memainkan peranan dalam menentukan tindakan individu dan kelompok.
D. Unsur unsur kepribadian

72

1. Pengetahuan
Unsur unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seseorang manusia yang
sadar secara nyata terkandung dalam otaknya .banyak hal yang dia peroleh, alami,
dan temukan dalam proses kesehariannya. Perolehan; pengetahuan; ini akan di coba
untuk di proyeksikan ke dalam otak melalui berapa faktor pendukung/ penghambat
serta situasional yang ada.
Berikut akan di gambarkan proses tersebut dengan menggunakan wawasan
psikolohi, ilmu psikologi, sebagaiman telah di uraikan dalam bab sebelumnya yang
merupakan salah satu dari sekian ilmu bantu dalam kajian antropologi, yaitu:
a. Persepsi
Persepsi adalah penggambaran seluruh proses akal tentang alam dan sekitar
dalam keadaan alam sadar. Dalam proses demikian ini, semua yang digambarkan ini
adalah persis sama dengan wujud aslinya.
b. Apersepsi
Apersepsi adalah penggambaran baru dengan lebih banyak pengertian tentang
keadaan lingkungan dan berdasarkan pemahaman yang bersangkutan. Oleh karena
itu, pada situasi ini sudah tampak perwujudan baru yang berbeda dengan aslinya.
c. Pengamatan
Pengamatan adalah penggambaran yang lebih terfokus dan intensif yang di
peroleh karena mengadakan suatu pengamatan. Hasil yang di peroleh bergantung
dari seberapa jauh ketelitian dalam pengamatan.
d. Konsep
Konsep adalah penggambaran abstrak tentang sesuatu objek. Dalam proses
ini tampak adanya unsur subjektif dengan mengadakan perbandingan
2. Fantasi

73

Fantasi adalah penggambaran baru dari objek yang sangat berbeda dari aslinya.
Ada kemungkinan penggambaran jenis ini sulit diterima nalar karena demikian
kuatnya daya khayal.
3. Perasaan
Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena
pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negatif.
4. Dorongan naluri
Dorongan naluri adalah kemauan yang sudah merupakan naluri pada setiap
makhluk manusia. Hal ini ttidak lagi timbul karena pengaruh pengetahuannya,
karena telah terkandung dalam organismenya, khususnya dalam gen sebagai
dorongan naluri.
Sedikitnya ada 7 dorongan naluri yaitu:
1. Dorongan untuk mempertahankan hidup
2. Dorongan seks
3. Dorongan mencari makan
4. Dorongan untuk bergaul / berinteraksi dengan sesama
5. Dorongan untuk menirukan tingkah laku sesamanya
6. Dorongan untuk berbakti
7. Dorongan untuk keindahan
E. Hubungan Antara Budaya Dan Kesehatan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J
Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang
terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh
masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

74

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu
generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian,
nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius,
dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi
ciri khas suatu masyarakat. Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan
keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan
lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo
Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa,
dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai
kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem
ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan
adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya,
berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku,
bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
Mengacu pada esensi budaya, nilai budaya sehat merupakan bagian yang tak
terpisahkan akan keberadaanya sebagai upaya mewujudkan hidup sehat dan
merupakan bagian budaya yang ditemukan secara universal. Dari budaya pula, hidup
sehat dapat ditelusuri. Yaitu melalui komponen pemahaman tentang sehat, sakit,
derita akibat penyakit, cacat dan kematian, nilai yang dilaksanakan dan diyakini di
masyarakat, serta kebudayaan dan teknologi yang berkembang di masyarakat.

75

Pemahaman terhadap keadaan sehat dan keadaan sakit tentunya berbeda di


setiap masyarakat tergantung dari kebudayaan yang mereka miliki. Pada masa lalu,
ketika pengetahuan tentang kesehatan masih belum berkembang, kebudayaan
memaksa masyarakat untuk menempuh cara trial and error guna menyembuhkan
segala jenis penyakit, meskipun resiko untuk mati masih terlalu besar bagi pasien.
Kemudian perpaduan antara pengalaman empiris dengan konsep kesehatan ditambah
juga dengan konsep budaya dalam hal kepercayaan merupakan konsep sehat
tradisional secara kuratif.
Sebagai contoh pengaruh kebudayaan terhadap masalah kesehatan adalah
penggunaan kunyit sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit kuning (hepatitis) di
kalangan masyarakat Indonesia. Masyarakat menganggap bahwa warna penyakit
pasti akan sesuai dengan warna obat yang telah disediakan oleh alam. Kemudian
contoh lainnya adalah ditemukannya system drainase pada tahun 3000 SM di
kebudayaan bangsa Kreta, dan bangsa Minoans. Ini menunjukkan bahwa kebudayaan
dan pengetahuan serta teknologi sangat berpengaruh terhadap kesehatan.
F.

Perkembangan Budaya Kesehatan Manusia


Budaya adalah hasil cipta, karya, dan karsa manusia. Budaya lahir akibat
adanya interaksi dan pemikiran manusia. Manusia akan selalu berkembang seiring
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka hasilkan.
Budaya manusia pun juga akan ikut berkembang dan berubah dari waktu ke waktu.
Hal yang sama terjadi budaya kesehatan yang ada di masyarakat. Budaya kesehatan
akan mengalami perubahan. Dengan kemajuan ilmu pengethuan yang pesat dan
teknologi yang semakin canggih, budaya kesehatan di masa lalu berbeda dengan
kebudayaan kesehatan di masa sekarang dan mendatang.

76

Salah satu contoh budaya kesehatan adalah tentang cara menjaga kesehatan
personal, seperti mandi, keramas, atau sikat gigi. Pada zaman dahulu sebelum
ditemukannya formula untuk membuat sabun oleh Al-Razi, kimiawan Persia,
manusia di berbagai daerah di belahan bumi ini memiliki cara yang berbeda dalam
membersihkan badan. Penggunaan yang lazim pada masa itu diantaranya adalah
minyak, abu, atau batu apung sesuai dengan kebudayaan mereka.
Masyarakat Mesir Kuno melakukan ritual mandi dengan menggunakan
kombinasi minyak hewani dan nabati ditambah garam alkali. Ini adalah bahan
pengganti sabun. Ramuan ini pun berfungsi untuk menyembuhkan penyakit kulit
sekaligus untuk membersihkan. Orang Yunani Kuno mandi untuk alasan kecantikan
dan tidak menggunakan sabun. Mereka membersihkan tubuh dengan menggunakan
balok lilin, pasir, batu apung dan abu. Mereka juga mengoleskan tubuh dengan
minyak dan kadang dicampur abu. Sedangkan orang Sunda kuno biasa menggunakan
tanaman wangi liar sebagai alat mandi mereka.
Ketika peradaban Romawi mulai maju, penduduk jadi sering mandi. Tempat
mandi Romawi yang pertama sangat terkenal. Di pemandian yang dibangun tahun
312 SM itu terdapat saluran air. Sejak saat itu mandi menjadi hal yang mewah dan
populer.
Di abad-ke 2 Masehi, dokter Yunani, Galen menganjurkan sabun untuk
pengobatan dan pembersih. Akhirnya, mandi dengan memnggunakan sabun menjadi
sebuah kegiatan rutin hingga saat ini.
Bukan hanya cara mandi yang berbeda dari masa dahulu dan sekarang, tapi
juga budaya gosok gigi. Pada zaman dahulu masyarakat Jazirah Arab menggunakan
kayu siwak untuk menggosok gigi. Orang Roma menggunakan pecahan kaca halus
sebagai bagian dari pembersih mulut mereka. Sedangkan masyarakat Indonesia
menggunakan halusan genting dan bata. Namun saat ini manusia beralih

77

menggunakan pasta gigi untuk menggosok gigi. Begitu juga dengan shampoo yang
secara luas digunakan. Dahulu, secara luas masyarakat menggunakan merang untuk
keramas.
Tidak hanya tentang budaya kesehatan individu atau personal yang mengalami
perubahan. Budaya kesehatan masyarakat pun saat ini telah mengalami perubahan
jika dibandingkan dengan masa lalu. Dahulu masyarakat lebih ke arah paradigma
sakit. Namun saat ini seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat cenderung
berparadigma sehat dalam memaknai kesehatan mereka. Penilaian individu terhadap
status kesehatan merupakan salah satu faktor yang menentukan perilakunya, yaitu
perilaku sakit jika mereka merasa sakit dan perilaku sehat jika mereka menganggap
sehat.
Perilaku sakit yaitu segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh individu yang
sedang sakit agar memperoleh kesembuhan, contohnya mereka akan pergi ke pusat
layanan kesehatan jika sakit saja, karena mereka ingin sakitnya menjadi sembuh.
Sedangkan perilaku sehat adalah tindakan yang dilakukan individu untuk memelihara
dan meningkatkan kesehatannya, misalnya: pencegahan penyakit, personal hygiene,
penjagaan kebugaran dan mengkonsumsi makanan bergizi. Masyarakat akan selalu
menjaga kesehatannya agar tidak menjadi sakit. Masyarakat menjadi rajin berolah
raga, fitness, chek up ke pusat layanan kesehatan, membudayakan cuci tangan
menggunakan sabun, menghindari makanan berkolesterol tinggi dan lain-lain.
Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor perubahan budaya
kesehatan dalam masyarakat. Contohnya masyarakat dahulu saat persalinan minta
bantuan oleh dukun bayi dengan peralatan sederhana, namun saat ini masyarakat
lebih banyak yang ke bidan atau dokter kandungan dengan peralatan yang serba
canggih. Bahkan mereka bisa tahu bagaimana keadaan calon bayi mereka di dalam
kandungan melalui USG.

78

Saat ini masyarakat lebih memaknai kesehatan. Banyaknya informasi


kesehatan yang diberikan melalui penyuluhan dan promosi kesehatan membuat
masyarakat mengetahui pentingnya kesehatan. Dengan kesehatan kita bisa
melakukan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri
maupun orang lain.
Sekarang pola pikir masyarakat kebanyakan lebih ke arah preventif terhadap
adanya suatu penyakit. Yaitu pola pikir bahwa mencegah datangnya penyakit itu
lebih baik daripada mengobati penyakit.
G. Hubungan Antara Social Budaya Dan Biologi Yang Merupakan Dasar Dari
Perkembangan Antropologi Kesehatan
Anthropologi berkaitan dengan kebudayaan dan biologi, dimana keduanya
sama-sama meneliti berbagai obyek fisik kebudayaan yang tercipta baik di masa
sekarang maupun di masa lampau sebagai sebuah sarana pemahaman nilai-nilai
budaya.
Sejumlah sub bidang terletak multi bidang (interface) dalam berbagi divisi di
atas, sebagai contoh medical anthropology sering dipandang sebagai sub bidang
anthropologi social budaya ; namun banyak anthropolog yang mempelajari topic
kesehatan sering harus mengambil materi keragaman biologis disamping harus
memperhatikan berbagai interaksi antara budaya dan biologi.
Biocultural anthropology adalah sebuah sub bidang yang digunakan untuk
mendeskripsikan sintesa antara perspektif cultural dan biologi.
Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante
dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan
manusia, social budaya, perilaku, populasi penduduk, genetika, dan sebagainya.

79

Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well
being , merupakan resultante dari 4 faktor(3)yaitu :
a. Environment atau lingkungan
b. Behaviour atau perilaku, Antara yang pertama dan kedua dihubungkan dengan
ecological balance
c. Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi, distribusi penduduk, dan
sebagainya
d. Health care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif, promotif,
kuratif, dan rehabilitatif
Dari empat faktor tersebut di atas, lingkungan dan perilaku merupakan faktor
yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat
kesehatan masyarakat.
Tingkah laku sakit, peranan sakit dan peranan pasien sangat dipengaruhi oleh
faktor -faktor seperti kelas social, perbedaan suku bangsa dan budaya. Maka
ancaman kesehatan yang sama (yang ditentukan secara klinis), bergantung dari
variable-variabel tersebut dapat menimbulkan reaksi yang berbeda di kalangan
pasien.
Misalnya dalam bidang biologi, antropologi kesehatan menggambarkan
teknik dan penemuan ilmu-ilmu kedokteran dan variasinya, termasuk mikrobiologi,
biokimia, genetik, parasitologi, patologi, nutrisi, dan epidemiologi.
Hal ini memungkinkan untuk menghubungkan antara perubahan biologi yang
didapatkan dengan menggunakan teknik tersebut terhadap faktor-faktor sosial dan
budaya di masyarakat tertentu.

80

Contoh : penyakit keturunan albinism di suatu daerah di Nusa Tenggara


Timur ditransmisikan melalui gen resesif karena pernikahan diantara anggota
keluarga.
H.

Kegunaan Antropologi Kesehatan


Antropologi mempunyai pandangan tentang pentingnya pendekatan budaya.
Budaya merupakan pedoman individual sebagai anggota masyarakat dan bagaimana
cara memandang dunia, bagaimana mengungkapkan emosionalnya, dan bagaimana
berhubungan dengan orang lain, kekuatan supernatural atau Tuhan serta lingkungan
alamnya. Budaya itu sendiri diturunkan dari suatu generasi ke generasi selanjutnya
dengan cara menggunakan simbol, bahasa, seni, dan ritual yang dilakukan dalam
perwujudn kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, hal-hal tersebut tentunya akan
mempengaruhi status kesehatan masyarakat dan pola pelayanan kesehatan yang ada
di masyarakat .
Secara umum, antropologi kesehatan senantiasa memberikan sumbangan
pada ilmu kesehatan lain sebagai berikut :

a. Memberikan suatu cara untuk memandang masyarakat secara keseluruhan termasuk


individunya.
b. Memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan
proses sosial budaya bidang kesehatan.
c. Sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian.

81

BAB XI
MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN
A. PENGERTIAN
Masyarakat Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu
kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang
sama.Seperti; sekolah, keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat
Dalam ilmu sosiologi kita kit mengenal ada dua macam masyarakat, yaitu
masyarakat paguyuban dan masyarakat petambayan.Masyarakat paguyuban terdapat
hubungan pribadi antara anggota- anggota yang menimbulkan suatu ikatan batin
antara mereka.Kalau pada masyarakat patambayan terdapat hubungan pamrih antara
anggota-anggotanya.
Unsur-unsur suatu masyarakat:
a) Harus ada perkumpulan manusia dan harus banyak
2) Telah bertempat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu.
3) adanya aturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat untuk menuju
kepada kepentingan dan tujuan bersama.
Bila dipandang cara terbentuknya masyaraka:
1) Masyarakat paksaan,misalnya negara, masyarakat tawanan
2) Masyarakat mardeka
3) Masyarakat natur,yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendiri nya, seperti:
geromboklan (harde), suku (stam), yang bertalian karena hubungan darah
atau keturunan.

82

4) Masyarakat kultur,yaitu masyarakat yang terjadi karena kapantingn kedunian


atau kepercayaan.
Masyarakat dipandang dari sudut Antropologi terdapat dua type masyarakat:
1) Masyarakat kecil yang belum begitu kompleks, belum mengenal pembagian
kerja, belum mengenal tulisan, dan tehknologi nya sederhana.
2) Masyarakat sudah kompleks, yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam
segala

barmasyarakat

bidang,

kerena

pengetahuan

modern

sudah

maju,tehknologi pun sudah berkembang,dan sudah mengenal tulisan.


B. UNSUR UNSUR MASYARAKAT
Golongan sosial Golongan atau pelapisan sosial ( social stratification )
diartikan sebagai pembedaan antar warga di massyarakat kedalam kelas-kelas sosial
secara bertingkat. Setiap lapisan disebut strara sosial menurut Pitirim A.Sorokin
pengertian pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat
kedalam kelas-kelas secara bertingkat (Hierarkis). Pelapisan sosial merupakan gejala
yang bersifat universal kapanpun didalam masyarakat manapun, pelapisan sosial
akan selalu ada. Pitirim A.Sorokin (1959) menyebutkan social stratification of any
orgazed group yang artinya pelapisan sosial merupakan ciri permanen pada setiap
kelompok sosial yang teratur. P.J Bouman mengartikan pelapisan sosial sebagai
golongan-golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran
akan beberapa hak istimewa tertentu.
Ukuran dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut:
a. Kekayaan Ukuran kekayaan dapat digunakan sebagai ukuran strata sosial
seseorang. Semakin banyak seseorang memiliki materi kekayaan, maka ia akan
semakin tinggi strata sosialnya Contoh : Villa, Mobil, Tabungan dan lain-lain.
b. Kehormatan Ukuran kehormatan ini sangat nampakpada masyarakat tradisional,
biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang berjasa kepada
masyarakat, orang tua serta orang-orang yang berbudi luhur. Orang-orang yang
dihormati akan menempati lapisan sosial atas dalam sistem pelapisan sosial
masyarakat.
c. Kekuasaan dan wewenang Seseorang yang memiliki kekuasaan dan wewenang
terbesar, ia akan menempati lapisan sosial tertinggi Contoh : Bupati, Kepala
desa dan lain-lain.

83

d. Ilmu pengetahuan Ukuran ini sering dipakai oleh para anggota masyarakat yang
menghargai ilmu pengetahuan.
Seseorang yang paling luas menguasai ilmu pengetahuan, ia akan menempati
lapisan sosial tertinggi di masyarakatnya. Contoh : Guru, Profesor, Dokter dan lainlain. 9. Syarat syarat Masyarakat Masyarakat (society bhs Latin) adalah sebuah
komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah
masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam
satu komunitas yang teratur. Sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah
masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama.
Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudia berinteraksi sesama mereka
berdasarkan kemasyarakatan. Berdasarkan mata pencaharian.para pakar ilmu sosial
membagi: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat
bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat
peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri
sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Berdasarkan struktur politiknya masyarakat dibagi berdasarkan urutan kompleksitas
dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara. 6
C. CIRI-CIRI MASYARAKAT
Ini adalah beberapa ciri-ciri masyarakat kota dan desa.
a. Masyarakat kota:
1. Kehidupan keagamaan berkurang dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di
desa.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus
bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau
individu.
3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai
batas-batas yang nyata.
4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak
diperoleh warga kota dari pada warga desa.
5. Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada
faktor pribadi.
6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar
kebutuhan individu.
7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota
biasanya terbuka dalam menerima pengaruh.

84

b.
1.
2.
3.

Masyarakat desa :
Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukuan terhadap kebiasaan.
Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat
dipengaruhi alam sekitar seperti : iklim, keadaan alam, kekayaan alam,

sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.


4. Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang
lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan
lainnya di luar batas wilayahnya.
5. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan.
6. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian.
7. Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat
istiadat, dan sebagainya.

85

BAB XII
MENYUSUN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN TRANSKULTUR
BERDASARKAN KONSEP SOSIAL BUDAYA
A. Pengertian Transkultural
Transkultural adalah suatu pelayanan keperawatan yang berfokus pada
analisis dan studi perbandingan tentang perbedaan budaya (Leininger, 1978).
Keperawatan transkultural adalah ilmu dan kiat yang humanis, yang difokuskan pada
perilaku individu atau kelompok, serta proses untuk mempertahankan atau
meningkatkan perilaku sehat atau perilaku sakit secara fisik dan psikokultural sesuai
latar belakang budaya. Pelayanan keperawatan transkultural diberikan kepada klien
sesuai dengan latar belakang budayanya.
B. Tujuan Keperawatan Transkultural
Tujuan penggunaan keperawatan transkultural adalah untuk mengembangkan
sains dan pohon keilmuan yang humanis sehingga tercipta praktik keperawatan pada
kultur yang spesifik dan universal. Kultur yang spesifik adalah kultur dengan nilainilai norma spesifik yang tidak dimiliki oleh kelompok lain, seperti bahasa.
Sedangkan kultur yang universal adalah nilai atau norma yang diyakini dan
dilakukan hampir oleh semua kultur seperti budaya berolahraga membuat badan
sehat, bugar; budaya minum teh dapat membuat tubuh sehat (Leininger, 1978).
Dalam melaksanakan prakti kkeperawatan yang bersifat humanis, perawat
perlu memahami landasan teori dan praktik keperawatan yang berdasarkan
budaya.Budaya yang telah menjadi kebiasaan tersebut diterapkan dalam asuhan
keperawatan

transkultural,

melalui

strategi

utama

intervensi,

yaitu

mempertahankan, bernegosiasi dan merestrukturisasi budaya.


C. Konsep Budaya Keperawatan Transkultural
Budaya merupakan salah satu dari perwujudan atau bentuk interaksi yang
nyata sebagai manusia yang bersifat sosial. Budaya yang berupa norma, adat istiadat
menjadi acuan perilaku manusia dalam kehidupan dengan yang lain. Pola kehidupan
yang berlangsung lama dalam suatu tempat, selalu diulangi, membuat manusia
terikat dalam proses yang dijalaninya. Keberlangsungan terus-menerus dan lama

86

merupakan proses internalisasi dari suatu nilai-nilai yang mempengaruhi


pembentukan karakter, pola pikir, pola interaksi perilaku yang kesemuanya itu akan
mempunyai pengaruh pada pendekatan intervensi keperawatan (cultural nursing
approach)
Budaya mempunyai pengaruh luas terhadap kehidupan individu. Oleh sebab
itu, penting bagi perawat mengenal latar belakang budaya orang yang dirawat
(Pasien). Misalnya kebiasaan hidup sehari-hari, seperti tidur, makan, kebersihan diri,
pekerjaan, pergaulan sosial, praktik kesehatan, pendidikan anak, ekspresi perasaan,
hubungan kekeluargaaan, peranan masing-masing orang menurut umur. Kultur juga
terbagi dalam sub-kultur. Subkultur adalah kelompok pada suatu kultur yang tidak
seluruhnya mengaanut pandangan keompok kultur yang lebih besar atau member
makna yang berbeda. Kebiasaan hidup juga saling berkaitan dengan kebiasaan
cultural.
Nilai-nilai budaya Timur, menyebabkan sulitnya wanita yang hamil mendapat
pelayanan dari dokter pria. Dalam beberapa setting, lebih mudah menerima
pelayanan kesehatan pre-natal dari dokter wanita dan bidan. Hal ini menunjukkan
bahwa budaya Timur masih kental dengan hal hal yang dianggap tabu.
Dalam tahun-tahun terakhir ini, makin ditekankan pentingnya pengaruh
kultur terhadap pelayanan perawatan. Perawatan Transkultural merupakan bidang
yang relative baru; ia berfokus pada studi perbandingan nilai-nilai dan praktik
budaya tentang kesehatan dan hubungannya dengan perawatannya. Leininger
( 1991 ) mengatakan bahwa transkultural nursing merupakan suatu area kajian ilmiah
yang berkaitan dengan perbedaan maupun kesamaan nilai-nilai budaya (nilai budaya
yang berbeda ras, yang mempengaruhi pada seseorang perawat saat melakukan
asuhan keperawatan kepada pasien). Perawatan transkultural adalah berkaitan dengan
praktik budaya yang ditujukan untuk pemujaan dan pengobatan rakyat (tradisional).
Caring practices adalah kegiatan perlindungan dan bantuan yang berkaitan dengan
kesehatan.
Menurut Dr. Madelini Leininger, studi praktik pelayanan kesehatan
transkultural adalah berfungsi untuk meningkatkan pemahaman atas tingkah laku
manusia dalam kaitan dengan kesehatannya. Dengan mengidentifikasi praktik
kesehatan dalam berbagai budaya (kultur), baik di masa lampau maupun zaman

87

sekarang akan terkumpul persamaan-persamaan. Lininger berpendapat, kombinasi


pengetahuan tentang pola praktik transkultural dengan kemajuan teknologi dapat
menyebabkan makin sempurnanya pelayanan perawatan dan kesehatan orang banyak
dan berbagai kultur.
Sistem pengobatan tradisional merupakan sub unsur kebudayaan masyarakat
sederhana,

pengetahuan

tradisional.

Dalam

masyarakat

tradisional,

sistem

pengobatan tradisional ini adalah pranata sosial yang harus dipelajari dengan cara
yang sama seperti mempelajari pranata social umumnya dan bahwa praktek
pengobatan asli (tradisional) adalah rasional dilihat dari sudut kepercayaan yang
berlaku mengenai sebab akibat.
D. Antropologi Keperawatan Transkultural
Istilah antropologi berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari dua kata,
yaitu anthropos berarti manusia dan logos berarti kta atau kajian. Jadi antropologi
adalah kajian tentang manusia dan masyarakat, baik yang masih hidup ataupun yang
sudah mati yang sedang berkembang atau pun yang sudah punah.antropologi
memiliki minat yang luas, lebih luas dan terpecah-pecah di bandigkan dengan
disiplin-disiplin ilmu sosial lainnya (Kelly 1988).
Menurut asal kata anthropologi berasal dari kata Yunani (baca: anthropos)
yang berarti "manusia" atau "orang", dan logosyang berarti "wacana" (dalam
pengertian "bernalar", "berakal"). Anthropologi mempelajari manusia sebagai
makhluk biologis sekaligus makhluk sosial.
a. Koentjaraningrat : Anthropologi adalah ilmu yang mempelajari umat
manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk
fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
b. William A. Havilland: Antropologi adalah studi tentang umat manusia,
berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan
perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang
keanekaragaman manusia.
c. David Hunter: anthropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang
tidak terbatas tentang umat manusia.

88

d. Solita Sarwono: Antropologi kesehatan adalah studi tentang pengaruh unsurunsur budaya terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan
kesehatan.
e. Menurut Weaver : Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi
terapan yang menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit.
f. Menurut Hasan dan Prasad : Antropologi Kesehatan adalah cabang dari ilmu
mengenai manusia yang mempelajari aspek-aspek biologi dan kebudayaan
manusia (termasuk sejarahnya) dari titik tolak pandangan untuk memahami
kedokteran (medical), sejarah kedokteran (medico-historical), hukum
kedokteran (medico-legal), aspek sosial kedokteran (medico-social) dan
masalahmasalah kesehatan manusia.
g. Menurut Hochstrasser : Antropologi Kesehatan adalah pemahaman
biobudaya manusia dan karyakaryanya, yang berhubungan dengan
kesehatan dan pengobatan.
h. Menurut Lieban : Antropologi Kesehatan adalah studi tentang fenomena
medis
i. Menurut Fabrega : Antropologi Kesehatan adalah studi yang menjelaskan:

Berbagai faktor, mekanisme dan proses yang memainkan peranan didalam


atau mempengaruhi cara-cara dimana individu-individu dan kelompok-kelompok
terkena oleh atau berespons terhadap sakit dan penyakit. Mempelajari masalahmasalah sakit dan penyakit dengan penekanan terhadap pola-pola tingkahlaku.
(Fabrga, 1972;167)
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Antropologi adalah: Ilmu yang
mempelajari tentang manusia baik deri segi kebudayaan, peran, tingkahlaku, aspek
biologi dan kesehatan.
Kita mengenal tiga cabang besar antropologi, yang setiap cabang berkembang sendiri
seolah menjadi di siplin tersendiri, yakni:antropologi biologi, antropologi arkeologi,
dan antropologi sosial budaya.
Antropologi biologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologi,
anatomi, dan susunan genetik,yang seluruhnya berfungsi untuk menjelaskan proses
evolusi manusia, yakni rangkaian tahap demi tahap perkembangan manusia hingga
bentuknya yang sekarang (Kelly 1988). Selain antropologi biologi, antropologi
arkeologi juga memusatkan perhatian proses evolusi, pembentukan manusia,

89

khususnya evolusi masyarakat dan kebudayaan. Antropolog arkeolog membangun


hipotesa-hipotesa tentang asal-usul suatu masyarakat kuno berdasarkan artefak dan
fosil yang di temukan di situs-situs penggalian (Kelly 1988). Sebagian antropologbiologi dan antropolog-arkeologi melakukan penelitian dan teori tentang penyakitpenyakit yang berkembang pada masa lampau, ribuan tahun yang lalu, yang mungkin
memusnahkan populasi manusia tertentu. Atau mereka berteori tentang pembentukan
dan persebaran ras di permukaan bumi.
Cabang ketiga adalah antropologi social budaya yang menjadi sasaran
pehatian kita dalam buku ini. Antropologi sosial budaya mempelajari pengetahuan,
gagasan, keyakinan, nilai-nilai warga suatu masyarakat dan menjadikannya sebagai
pedoman bagi mewujudkannya perilaku sosial dalam menghadapi kehidupan, (kelly
1988). Lapangan perhatian ini jelas menunjukan bagaimana antropologi sosialbudaya memandang kesehatan. Kesehatan dilihat sebagai kebudayaan yang di
definisnya sudah kita bicarakan pada bagian terdahulu. Antropologi kesehatan adalah
ilmu

yang

mempelajari

aspek

biologi

dan

kebudayan

manusia

untuk

mengetahui sejarah pengobatan, sistem pengobatan, masalah-masalah sosial, dalam


pengobatan, dan masalah kesehatan masyarakat. Ruang lingkup antropologi
kesehatan adalah ekologi dan epidimiologi penyakit, etnomedis, sistem sosial dan
sistem medis, dan sistem medis dan perubahan kebudayaan.
Antropologi merupakan suatu disiplin yang hidup dan terus berkembang,
yang merangsang intelektual yang sekaligus memberikan informasi pada
pengembangan organisasi-organisasi, pembangunan dan para pembuat kebijakan
seluruh dunia. Praktek antropologi dimulai sejak manusia mulai berpikir tentang
masyarakat dan keyakinan-keyakinan mereka dan secara sadar memutuskan untuk
membandingkan diri mereka dengan masyarakat-masyarakat lain yang melakukan
kontak dengan mereka. Berikut beberapa manfaat dari antropologi :
Antropologi sangat dibutuhkan dalam merancang sistem pelayanan kesehatan modern
yang bisa diterima masyarakat tradisional
1) Program Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat
2) Penanganan kebiasaan buruk yang menyebabkan sakit
3) Memberikan masukan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menunjang
pembangunan

kesehatan,

mendukung

perumusan

kebijakan

masalah

90

kesehatan, dan mengatasi kendala dalam pelaksanaan program kesehatan


melalui pendekatan kebudayaan
4) Memberikan suatu cara untuk memandang masyarakat secara keseluruhan
termasuk

individualnya.

Dimana

cara

pandang

yang

tepat

dalam

meningkatkan kesejahteraan suatu masyarakat dengan tetap bertumpu pada


akar kepribadian masyarakat yang membangun.
5) Memberikan suatu model yang secara operasional

berguna untuk

menguraikan proses social budaya bidang kesehatan.


6) Sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian. Baik dalam
merumuskan suatu pendekatan yang tepat maupun membantu analisis dan
interprestasi hasil tentang suatu kondisi yang ada di masyarakat
Dari beberapa manfaat di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat ilmu
antropologi bagi dunia kesehatan adalah sebagai sarana untuk berkomunikasi dan
berinteraksi baik petugas kesehatan dengan pasien, atau dengan keluarga pasien dan
dengan sesama profesi kesehatan dengan memperhatikan aspek tingkah laku,
kebudayaan dan sifat masing-masing individu, keluarga dan masyarakat
E. Paradigma Keperawatan Transkultural
Paradigma keperawatan transkultural adalah cara pandang, persepsi,
keyakinan, nilai-nilai dan konsep-konsep dalam pelaksanaan asuhan keperawatan
yang sesuai dengan latar belakang budaya terhadap konsep sentral, yaitu manusia,
keperawatan, kesehatan dan lingkungan.
A. Manusia
Manusia adalah individu atau kelompok yang memiliki nilai-nolai dan normanorma yang diyakini berguna untuk menetapkan pilihan dan melakukan tindakan.
Menurut

leininger

(1984),

manusia

mempunyai

kecenderungan

untuk

mempertahankan budayanya setiap saat dan dimana saja dia berada.


Klien yang dirawat di rumah sakit harus belajar budaya baru ,yaitu budaya rumah
sakit, selain membawa budayanya sendiri.Klien secara aktif memilih budaya dari
lingkungan, termasuk dari perawat dan semua pengunjung di rumah sakit.klien yang
sedang dirawat belajar agar cepat pulih dan segera pulang ke rumah untuk memulai
aktivitas hidup yang lebih sehat.
B. Kesehatan

91

Kesehatan adalah keseluruhan aktivitas yang dimiliki klien dalm mengisi


kehidupanya, yang terletak pada rentang sehat sakit (Leininger , 1978).Kesehatan
merupakan suatu keyakinan, nilaI, pola kegiatan yang dalam konteks budaya
digunakan untuk menjaga dan memelihara keadaan seimbang atau sehat, yang dapat
diamati dalam aktivitas sehari-hari (Andrew & Boyle, 1995). Kesehatan menjadi
fokus dalam interaksi antara perawat dan klien.
Menurut Depkes (1999), sehat adalah keadaan yang memungkinkan seorang
produktif. Klien yang sehat adalah yang sejahtera dan seimbang secara berlanjut dan
produktif. Produktif bermakna dapat menumbuhkan dan mengembangkan kualitas
hidup secara optimal. Klien memiliki kesempatan yang lebih luas untuk
memfungsikan diri sebaik mungkin di tempat ia berada.
Klien dan perawat mempunyai tujuan yang sama ,yaitu ingin mempertahankan
keadaan sehat dalam rentang sehat-sakit yang adaptif (Leininger, 1978). Asuhan
keperawatan yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan klien
memilih secara aktif budaya yang sesuai dengan status kesehatannya. Untuk memilih
secara aktif budaya yang sesuai dengan status kesehatannya, klien harus mempelajari
lingkunganya. Sehat yang akan dicapai adalah kesehatan yang holistik dan
humanistik karena melibatkan peran serta klien yang lebih dominan.
C. Lingkungan
Lingkungan adalah keseluruhan fenomena yang mempengaruhi perkembangan
,keyakina,dan perilaku klien. Lingkungan dipandang sebagai suatu totalitas
kehiduapan klien dan budayanya.Ada tiga bentuk lingkungan yaitu lingkungan
fisik ,sosial, dan simbolik (Andrew & Boyle, 1995). Ketiga bentuk lingkungan
tersebut berinteraksi dengan diri manusia membentuk budaya tertentu.
Lingkungan fisik adalah lingkungan alam atau lingkungan yang diciptakan oleh
manusia, seperti daerah khatulistiwa, pegunungan, pemukiman padat dan iklim tropis
(Andrew & Boyle, 1995). Lingkungan fisik dapat membentuk budaya tertentu,
misalnya bentuk rumah di daerah panas yang mempunyai banyak lubang, berbeda
dengan bentuk rumah orang Eskimo yang hampir tertutup rapat (Andrew & Boyle,
1995). Daerah pedesaan atau perkotaan dapat menimbulkan pola penyakit tertentu,
seperti infeksi saluran pernafasan akut pada balita di Indonesia lebih tinggi di daerah
perkotaan (Depkes, 1999). Bring (1984 dalam Kozier & Erb, 1995) menyatakan

92

bahwa respon klien terhadap lingkungan baru, misalnya rumah sakit dipengaruhi
oleh nilai-nilai dan norma-norma yang diyakini klien.
D. Keperawatan
Keperawatan dipandang sebagai suatu ilmu dan kiat yang diberikan kepada klien
dengan berfokus pada prilaku, fungsi dan proses untuk meningkatkan dan
mempertahankan kesehatan atau pemulihan dari sakit (Andrew & Boyle, 1995).
Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktik
keperawatan yang diberikan kepada klien sesuai latar belakang budayanya. Asuhan
keperawatan ditujukan memandirikan sesuai dengan budaya klien. Asuhan
keperawatan diberikan sesuai dengan karakteristik ruang lingkup keperawatan,
dikelola secara profesional dalam konteks budaya klien dan kebutuhan asuhan
keperawatan

Strategi yang digunakan dalam asuhan keperawatan adalah

perlindungan atau mempertahankan budaya, mengakomodasi atau menegosiasi


budaya dan mengubah atau mengganti budaya klien (Leininger, 1984).

BAB XIII
CARA-CARA PENDEKATAN SOSIAL, BUDAYA DALAM PRAKTIK
KEBIDANAN
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Aspek sosial dan budaya sangat mempengaruhi pola kehidupan manusia. Di
era globalisasi sekarang ini dengan berbagai perubahan yang begitu ekstrim

93

menuntut semua manusia harus memperhatikan aspek sosial budaya. Salah satu
masalah yang kini banyak merebak di kalangan masyarakat adalah kematian ataupun
kesakitan pada ibu dan anak yang sesungguhnya tidak terlepas dari faktor-faktor
sosial budaya dan lingkungan di dalam masyarakat dimana mereka berada.
Disadari atau tidak, faktor-faktor kepercayaan dan pengetahuan budaya
seperti konsepsi-konsepsi mengenai berbagai pantangan, hubungan sebab- akibat
antara makanan dan kondisi sehat-sakit, kebiasaan dan ketidaktahuan, seringkali
membawa dampak baik positif maupun negatif terhadap kesehatan ibu dan anak.
Menjadi seorang bidan bukanlah hal yang mudah. Seorang bidan harus siap
fisik maupun mental, karena tugas seorang bidan sangatlah berat. Bidan yang siap
mengabdi di kawasan pedesaan mempunyai tantangan yang besar dalam mengubah
pola kehidupan masyarakat yang mempunyai dampak negatif tehadap kesehatan
masyarakat. Tidak mudah mengubah pola pikir ataupun sosial budaya masyarakat.
Apalagi masalah proses persalinan yang umum masih banyak menggunakan dukun
beranak.
Ditambah lagi tantangan konkret yang dihadapi bidan di pedesaan adalah
kemiskinan, pendidikan rendah, dan budaya. Karena itu, kemampuan mengenali
masalah dan mencari solusi bersama masyarakat menjadi kemampuan dasar yang
harus dimiliki bidan. Untuk itu seorang bidan agar dapat melakukan pendekatan
terhadap masyarakat perlu mempelajari sosial-budaya masyarakat tersebut, yang
meliputi tingkat pengetahuan penduduk, struktur pemerintahan, adat istiadat dan
kebiasaan sehari-hari, pandangan norma dan nilai, agama, bahasa, kesenian, dan halhal lain yang berkaitan dengan wilayah tersebut.

B. PEMBAHASAN
1. Pendekatan Melalui Agama
Agama dapat memberikan petunjuk/pedoman pada umat manusia dalam
menjalani hidup meliputi seluruh aspek kehidupan. Selain itu agama juga dapat
membantu umat manusia dalam memecahkan berbagai masalah hidup yang sedang
dihadapi. Adapun aspek-aspek pendekatan melalui agama dalam memberikan
pelayanan kebidanan dan kesehatan diantaranya:

94

a. Agama memberikan petunjuk kepada manusia untuk selalu menjaga


kesehatannya.
b. Agama memberikan dorongan batin dan moral yang mendasar dan melandasi
cita-cita dan perilaku manusia dalam menjalani kehidupan yang bermanfaat baik
bagi dirinya,keluarga, masyarakat serta bangsa.
c. Agama mengharuskan umat manusia untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dalam segala aktivitasnya
d. Agama dapat menghindarkan umat manusia dari segala hal-hal/perbuatan yang
bertentangan dengan ajarannya.
Berbagai aspek agama dalam memberikan pelayanan kesehatan terdiri dari
upaya-upaya pelayanan kesehatan yang ditinjau dari segi agama, diantaranya:
a. Upaya pemeliharaan kesehatan
Upaya dini yang dilakukan dalam pemeliharaan kesehatan dimulai sejak ibu
hamil yaitu sejak janin di dalam kandungan. Hal tersebut bertujuan agar bayi yang
dilahirkan dalam keadaan sehat begitu juga dengan ibunya. Kesehatan merupakan
faktor utama bagi umat manusia untuk dapat melakukan/menjalani hidup dengan
baik sehingga dapat terhindari dari berbagai penyakit dan kecacatan.
Ada beberapa langkah yang dapat memberikan tuntunan bagi umat manusia
untuk memelihara kesehatan yang dianjurkan oleh agama antara lain :
1.
2.
3.
4.

Makan makanan yang bergizi


Menjaga kebersihan (Hadist mengatakan : kebersihan sebagian dari iman)
Berolah raga
Pengobatan diwaktu sakit

b. Upaya pencegahan penyakit


Dalam ajaran agama pencegahan penyakit lebih baik dari pada pengobatan di
waktu sakit.
Adapun upaya-upaya pencegahan penyakit antara lain:
1. Dengan pemberian imunisasi
Imunisasi dapat diberikan kepada bayi dan balita, ibu hamil, WUS, murid
SD kelas 1 sampai kelas 3.
2. Pemberian ASI pada anak sampai berusia 2 tahun

95

(Surah Al-Baqarah ayat 233). Ayat tersebut pada dasarnya memerintahkan


seorang ibu untuk menyusui bayinya dengan ASI sampai ia berusia 2 tahun.
3. Memberikan penyuluhan kesehatan.
Dapat dilakukan pada kelompok pengajian, atau kelompok-kelompok
kegiatan keagamaan lainnya.
c. Upaya pengobatan penyakit
Pendapat/pandangan agama yang memperbolehkan/menghalalkan pemakaian
kontrasepsi IUD:
a. Pemakaian IUD bertujuan menjarangkan kehamilan.
Dengan menggunakan kontrasepsi tersebut

keluarga

dapat

merencanakan jarak kehamilan sehingga ibu tersebut dapat menjaga kesehatan


ibu, anak dan keluarga dengan baik.
b. Pemakaian IUD bertujuan menghentikan kehamilan.
Jika didalam suatu keluarga memiliki jumlah anak yang banyak,
tentunya sangat merepotkan dan membebani perekonomian keluarga. Selain itu
bertujuan memberikan rasa aman kepada ibu. Karena persalinan dengan factor
resiko/resiko tinggi dapat mengancam keselamatan jiwa ibu. Agar ibu dapat
beristirahat waktu keseharian ibu tidak hanya digunakan untuk mengurusi anak
dan keluarga.

Pendapat/pandangan agama yang melarang/mengharamkan pemakaian


kontrasepsi IUD :
a. Pemakaian IUD bersifat aborsi, bukan kontrasepsi
b. Mekanisme IUD belum jelas, karena IUD dalam rahim tidak menghalangi
pembuahan sel telur bahkan adanya IUD sel mani masih dapat masuk dan dapat
membuahi sel telur (masih ada kegagalan).
c. Pemakaian IUD dan sejenisnya tidak dibenarkan selama masih ada obat-obatan
dan alat lainnya.
Pelayanan kotrasepsi system operasi yaitu MOP dan MOW juga mempunyai
dua pendapat/pandangan yaitu memperbolehkan dan melarang. Pendapat/pandangan
yang memperbolehkan:

96

a. Apabila pasangan suami istri dalam keadaan yang sangat terpaksa dalam kaedah
hukum (Islam)

mengatakan Keadaan darurat memperbolehkan hal-hal yang

dilarang dengan alasan kesehatan/keselamatan jiwa


b. Begilu. juga halnya mengenai melihat aura orang lain apabila diperlukan untuk
kepentingan pemeriksaan dan tindakan hal tersebut dapat dibenarkan.
Pandangan/pendapat yang melarang :
a. Sterilisasi berakhir dengan kemandulan. Hal ini bertentangan dengan tujuan
utama perkawinan yang mengatakan bahwa perkawinan bertujuan untuk
mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat juga untuk mendapatkan
keturunan.
b. Mengubah ciptaan Tuhan dengan cara memotong atau mengikat sebagian
tubuh yang sehat dan berfungsi (saluran mani/tuba).
c. Dengan melihat aura orang lain.
2. PENDEKATAN MELALUI KESENIAN TRADISIONAL
Bidan adalah seorang wanita yang tlah mengikuti dan menyelesaikan
pendidikan. Lulus dengan persyaratan yang ditelah ditetapkan dan memperoleh
kualifikasi untuk registrasi dnn memperole izin untuk melaksanakan praktik
kebidanan. Praktik Bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang
diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga dan masyarakat) sesuai
dengan kewenangan dan kemampuannya.
Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan saat ini dihadapkan pada
masyarakat yang lebih terdidik,dan mampu memberi pelayanan kesehatan yang di
tawarkan atau dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat mengiginkan pelayanan
kesehatan yang murah, nyaman,sehingga memberi kepuasan ( sembuh dengan cepat
dengan pelayanan yang baik ). Rumah sakit perlu mengembangkan suatu sistem
pelayanan yang didasarkan pada pelayanan yang berkualitas baik, biaya yang dapat
dipertanggung jawabkan dan diberikan pada waktu yang cepat dan tepat. Rumah
sakit sebagai suatu institusi pelayanan kesehatan, dalam memproduksi jasa pelayanan
kesehatan ( pelayanan medis dan pelayanan kebidanan), untuk masyarakat
menggunakan berbagai sumber daya seperti ketenanagaan, mesin, bahan, fasilitas,
modal, energi dan waktu.
Pelayanan praktik kebidanan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu, tenaga bidan bertanggung jawab

97

memberikan pelayanan kebidanan yang optimal dalam meningkatkan dan


mempertahankan mutu pelayanan kebidanan yang diberikan selama 24 jam secara
berkesinambungan. Bidan harus memiliki keterampilan professional, ataupun global.
Agar bidan dapat menjalankan peran fungsinya dengan baik, maka perlu adanya
pendekatan sosial budaya yang dapat menjembatani pelayanannya kepada pasien.
Program pelayanan kebidanan yang optimal dapat dicapai dengan adanya
tenaga bidan yang professional dan dapat diandalkan dalam memberikan pelayanan
kebidanannya berdasarkan kaidah-kaidah profesi yang telah ditentukan,seperti
memiliki berbagai pengetahuan yang luas mengenai kebidanan, dan diterapkan oleh
para bidan dalam melakukan pendekatan asuhan kebidanan kepada masyarakat.
Bidan dapat menunjukan otonominya dan akuntabilitas profesi, melalui
pendekatan sosial dan budaya yang akurat. Terdapat beberapa bentuk pendekatan
yang dapat digunakan atau diterapkan oleh para bidan dalam melakukan pendekatan
asuhan kebidanan kepada masyarakat misalnya paguyuban, kesenian tradisional,
agama dan sistem banjar. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat
dalam menerima, bahwa pelayanan atau informasi yang diberikan oleh petugas,
bukanlah sesuatu yang tabu tetapi sesuatu hal yang nyata atau benar adanya.
Dalam memberikan pelayanan kebidanan, seorang bidan lebih bersifat :
1.

Promotif,

bidan

yang

bersifat

promotif

berarti

bidan

berupaya

menyebarluaskan informasi melalui berbagai media Metode penyampaian, alat


bantu, sasaran, media, waktu ideal, frekuensi, pelaksana dan bahasa serta
keterlibatan instansi terkait maupun informal leader tidaklah sama di setiap
daerah, bergantung kepada dinamika di masyarakat dan kejelian kita untuk
menyiasatinya agar informasi kesehatan bisa diterima dengan benar dan selamat.
Penting untuk diingat bahwa upaya promotif tidak selalu menggunakan dana
negara, adakalnya diperlukan adakalanya tidak. Selain itu, penyebaran informasi
hendaknya dilakukan secara berkesinambungan dengan memanfaatkan media
yang ada dan sedapat mungkin dikembangkan agar menarik dan mudah dicerna.
Materi yang disampaikan seyogyanya selalu diupdate seiring dengan
perkembangan ilmu kesehatan terkini.
2.

Preventif berarti bidan berupaya pencegahan semisal imunisasi, penimbangan


balita di Posyandu dll. Kadang ada sekelompok masyarakat yang meyakini

98

bahwa bayi berusia kurang dari 35 hari (jawa: selapan) tidak boleh dibawa
keluar rumah.
3. Kuratif berarti bidan tidak dikehendaki untuk mengobati penyakit terutama
penyakit berat.
4.

Rehabilitatif berarti bidan melakukan upaya pemulihan kesehatan, terutama


bagi pasien yang memerlukan perawatan atau pengobatan jangka panjang.
Serta seorang bidan juga harus mampu menggerakkan Peran serta

Masyarakat khususnya, berkaitan dengan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, bufas,
bayi baru lahir, anak remaja dan usia lanjut. Seorang bidan juga harus memiliki
kompetensi yang cukup berkaitan dengan tugas, peran serta tanggung jawabnya.
Agar bidan dapat menjalankan praktik atau pelayanan kebidanan dengan
baik,hendaknya bidan melakukan beberapa pendekatan misalnya pendekatan
melalui kesenian tradisional.
pengertian dari seni pada mulanya berasal dari kata Ars (latin) atau Art
(Inggris) yang artinya kemahiran. Tetapi beberapa juga ada yang mengatakan bahwa
kata seni berasal dari bahasa belanda yang artinya genius atau jenius. Sementara
kata seni sendiri dalam bahasa Indonesia berasal dari kata sangsekerta yang berarti
pemujaan atau persembahan. Namun dalam bahasa tradisional jawa, seni
mempunyai arti Rawit pekerjaan yang rumit rumit / kecil. Dibawah ini terdapat
beberapa hal tentang seni baik pendapat dari para ahli budaya,maupun arti kesenian
secara umum.
a. Seni menurut para ahli budaya
1. Drs. Popo Iskandar
Seni adalah suatu hasil dari ungkapan emosi yang ingin disampaikan oleh
seseorang kepada orang lain dalam kesadaran hidup bermasyarakat / berkelompok.
2. Ahdian karta miharja
Seni adalah kegiatan rohani yang merefleksikan suatu realitas dalam suatu
karya seni yang bentuk dan isinya, mempunyai kemampuan untuk membangkitkan
pengalaman tertentu dalam rohani penerimanya.Dan menurut beliau Kesenian
Merupakan produk dari manusia sebagai homeostetiskus. Setelah manusia merasa
cukup atau dapat mencukupi kebutuhan fisiknya, maka manusia tersebut perlu dan
akan selalu mencari pemuas untuk memenuhi kebutuhan psikisnya. Manusia sematamata tidak hanya memenuhi isi perut, tetapi perlu juga memenuhi pandangan indah

99

serta suara merdu, semua kebutuhan manusia tersebut dapat dipenuhi melalui
kesenian.
b. Kesenian secara umum
Secara umum kesenian dikenal dengan suatu rasa keindahan karena
diperuntukkan guna melengkapi kesejahteraan hidup manusia. Rasa keindahan yang
dirasakan oleh seseorang tersebut, dapat dimiliki dan disalurkan oleh setiap orang ke
orang lain lagi.
c. Kesenian tradisional
Kesenian tradisional adalah kesenian yang dipegang teguh pada norma dan
adat kebiasaan,yang ada secara turun menurun atau kesenian baru,hasil dari
pengembangan kebudayaannya.
Manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang di anugerahi pikiran, perasaan
dan kemauan secara naluriah. Memerlukan prantara budaya, untuk menyatakan rasa
seninya, baik secara aktif dalam kegiatan kreatif, maupun secara pasif dalam
kegiatan apresiatif. Maksud dari menyatakan rasa seni secara aktif adalah seseorang
jika memiliki suatu rasa seni, harus dikembangkan atau diapresikan kepada orang
lain agar bermanfaat bagi orang lain. Agar rasa seni tersebut dapat disalurkan atau
diberikan kepada orang lain supaya rasa seni yang dimiliki dapat bermanfaat bagi
orang lain.
Dalam kegiatan apresiatif, maksudnya yaitu mengadakan suatu pendekatan
terhadap kesenian seolah olah kita memasuki suatu alam rasa yang kasat mata.
Kesenian sebagai karya kasat mata, perwujudannya itu adalah merupakan wadah
seseorang dalam pembabaran ide yang bersifat batiniah dalam mengadakan
pendekatan terhadap kesenian seluruh panca indera kita, khususnya penglihatan,
perabaan dan perimbangan kita terlibat dengan asiknya terhadap bentuk kesenian itu
yang terdiri dari aneka warna, garis, bidang, tekstur dan sebagainya, yang bersifat
lahiriah untuk lebih jauh menghayati isi yang terbabar dalam karya kesenian itu, serta
ide yang melatar belakangi kehadirannya.
Maka itu dalam mengadakan pendekatan terhadap kesenian, kita tidak cukup
hanya bersimpati terhadap kesenian itu, tetapi lebih dari itu yaitu secara empati.

100

Empati berasal dari kata yunani berarti merasa sama. Jadi dalam menghayati suatu
karya seni secara empati berarti kita menempatkan diri kita ke dalam karya seni itu.
a. Kesenian sebagai media penyuluhan kesehatan
Dalam penyuluhan kesehatan maupun dalam praktik kebidanan, seni dapat
digunakan sebagai media dalm melakukan pendekatan kepada masyarakat, Seorang
petugas bisa menyelipkan pesan-pesan kesehatan didalamnya, misalnya:
d. Dengan Kesenian wayang kulit
Melalui pertunjukan ini diselipkan pesan-pesan kesehatan yang ditampilkan
di awal pertunjukan dan pada akhir pertunjukan, dapat diisi dengan pertanyaanpertanyaan yang berkaitan dengan pesan-pesan yang telah disampaikan di awal
pertunjukan atau pertanyaan prtanyaan yang diberikan oleh penonton.
e. Menciptakan lagu-lagu berisikan tentang permasalahan kesehatan dalam
bahasa daerah setempat.
b. Kesenian sebagai seni terapi
Kesenian sebagai terapi pada kejiwaan,sebagai pelipur rala. Kita ketahui
kehidupan zaman sekarang ini permasalahan semakin kompleks, tubuh dan jiwa
manusia mempunyai batas untuk dapat mengatasinya. Untuk itu dengan seni
diharapkan akan memberikan dampak positif dalam mengatasi stress tersebut baik
stres fisik maupun batin. Misalnya dengan menyanyi, menciptakan lagu, seni
memahat patung, dll.
2. Pendekatan melalui Paguyuban dan sistem Banjar
a. Pendekatan dalam sistem Banjar
Bentuk kesatuan sosial yang berdasarkan kesatuan wilayah ialah,desa .
Kesatuan - kesatuan sosial yang diperkuat oleh kesatuan adat dan upacara - upacara
keagamaan yang keramat. Pada umum nya tampak beberapa perbedaan antara desa
dipegunungan dan desa adat ditanah datar. menjadi warga desa adat dan mendapat
tempat duduk yang khas dibalai desa yang disebut Bale Agung, dan berhak
mengikuti rapat - rapat desa yang diadakan secara teratur pada hari tetap.
3.

Pendekatan dalam sistem Paguyuban

101

Paguyuban adalah suatu kelompok atau masyarakat yang diantara para


warganya di warnai dengan hubungan sosial yang penuh rasa kekeluargaan , bersifat
batiniah dan kekal serta jauh dan pamri- pamri ekonomi.
a. Pelayanan Kebidanan dengan pendekatan paguyuban
Dalam rangka peningkatan kualitas dan mutu pelayanan kebidanan
diperlukan pendekatan - pendekatan khususnya paguyuban. untuk itu kita sebagai
tenaga kesehatan khususnya calon bidan agar mengetahui dan mampu
melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatan peran aktif masyarakakt agar
masyarakat sadar pentingnya kesehatan. misalnya saja denagn mengadakan kegiatan
posyandu di puskesmas.
b. Ciri - ciri Paguyuban
1)

Intimate : hubungan menyeluruh yang mesra

2)

Private : hubungan bersifat pribadi .

3)

Exclusive : bahwa hubungan tersebut hanyalah untuk "kita" saja dan tidak
untuk orang lain diluar kita.

c. Ciri - Ciri umum


1. adanya hubungan perasaan kasih sayang
2. adanya kenginan untuk meningkatkan kebersamaan
3. Hubungan kekeluargaan masih kental
4. sifat gotong royong masih kuat
d. Tipe Paguyuban
Memiliki tiga tipe di masyarakat yaitu:
1) Paguyuban karena ikatan darah Yaitu paguyuban berdasarkan keturunan. contoh
kelompok kekeluargaan,keluarga besar.
2) Paguyuban karena tempat Yaitu paguyuban yang terdiri dari orang yang
berdekatan tempat tinggal.Contoh arisan RT,RW,dan karang taruna.
3) Paguyuban karena jiwa pikiran Yaitu paguyuban yang terdiri dari orang - orang
yang tidak punya hubungan darah atau tempat tinggalnya tidak berdelatan
tetapi mereka mempunyai jiwa dan pikiran yang sama. contohnya organisasi.
Dalam rangka peningkatan kualitas dan mutu pelayanan kebidanan
diperlukan pendekatan-pendekatan khususnya paguyuban.untuk itu kita sebagai
tenaga kesehatan khususnya calon bidan agar mengetahui dan mampu melaksanakan
berbagai upaya untuk meningkatkan peran aktif masyarakat agar masyarakat sadar

102

pentingnya kesehatan.misalnya saja dengan mengadakan kegiatan posyandu di


puskesmas.
4.

Posyandu
a. Pengertian Posyandu
Posyandu merupakan suatu forum komunikasi alih teknologi dan sarana
pelayanan

kesehatan

masyarakat

yang

mempunyai

nilai

strategis

untuk

pengembangan sumber daya manusia sejak dini.


b. Manfaat Posyandu
1. Sebagai sarana pelayanan terdekat di masyarakat dan mudah dijangkau oleh
masyarakat setempat.
2. Sebagai sarana pendidikan dan pelatihan bagi,masyarakat dalam pembentukan
kader leader dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat.
3. Memberikan nilai strategis untuk pembangunan sumber daya manusia sejak
dini.
4. Mendorong peran serta masyarakat sehingga aktif dalam meningkatkan
kesehatan.
c. Pelaksanaan Sistem Pelayanan di Posyandu
Pelaksanaan system pelayanan di posyandu agar lebih teratur dan lebih
terkoordinir maka dilakukan dengan lima meja diantaranya:
1.
2.
3.
4.
5.

Meja pertama pendaftaran


Meja kedua penimbangan
Meja ketiga pencatatan
Meja keempat penyuluhan
Meja kelima pelayanan
Selain

diadakan

posyandu

dipuskesmas-puskesmas

upaya

untuk

meningkatkan peran aktif masyarakat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1) Mengadakan pendekatan pendekatan dan menjalin kerja sama. Petugas
kesehatan harus mengadakan pendekatan-pendekatan dengan organisasi
masyarakat yang ada di lingkungan tersebut seperti kader desa, tokoh
masyarakat,kelompok PKK, RT, RW, karang taruna, dll. Contohnya adalah
petugas kesehatan atau bidan arus mengadakan kerja sama dengan pamong desa
yaitu mengajak masyarakat untuk memanfaatkan posyandu dengan giat datang
ke posyandu baik menimbang balita, imunisasi, KB, dll. selain itu juga dapat
dilakukan dengan cara mendatangi rumah-rumah penduduk yang memiliki balita
untuk mengadakan penyuluhan kesehatan agar ingin mendatangi posyandu.

103

2) Teknik penggunaan ancaman. Disini petugas memberikan ancaman baik dalam


bentuk sangsi ataupun hukuman. Contohnya petugas memberikan sangsi tertentu
kepada masyarakat yang tidak bersedia menjadi akseptor KB,karena ingin
menghindari hukuman maka muncul peran serta masyarakat yang sifatnya
terpaksa. Penggunaan teknik ini memang akan memunculkan peran serta dari
masyarakat yang sifatnya terpaksa maka tidak akan lestari jika ada orang yang
memberi ancaman lagi maka masyarakat tidak akan berperan serta lagi.
3) Teknik pemberian imbalan. Disini petugas memberikan suatu imbalan bagi
masyarakat yang ingin turut serta berperan aktif, bentuk-bentuk imbalannya
dapat berupa materi,penghargaan ataupun hadiah hadiah yang lainnya. Akan
tetapi kelemahan dari teknik adalah perlunya disediakan imbalan yang bersifat
materil sehingga memberitakan keadaan ekonomi seperti yang terjadi sekarang
ini serta dapat menurunkan peran serta masyarakat jika imbalan ini kurang atau
dihilangkan sehingga peran serta yang ada tidak lestari.
4) Teknik kombinasi. Dalam teknik kombinasi menggabungkan berbagai teknik
yang ada hal ini sangat penting karena penggunaan salah satu teknik di atas
mempunyai keterbatasan keterbatasan. Dengan cara memilah maka kelemahan
kelemahan teknik diatas dapat meminimalisasikan. Alasan lainnya karena adalah
karena masyarakat memiliki budaya dan kesadaran yang berbeda-beda.sebagai
contoh : upaya imunisasi untuk pencegahan penyakit, pertama-tama pemong
desa dapat memberikan pemerintah bahwa semua bayi harus di imunisasi.para
tooh masyarakat, pemimpin kader dan para kader selalu mendatangi rumahrumah penduduk yang memiliki bayi untuk memperlihatkan manfaat imunisasi
bagi bayi. Hal ini dapat mengubah motivasi masyarakat untuk ikut serta dalam
kesehatan. Penggunaan teknik ini memang akan memunculkan peran serta dari
masyarakat yang sifatnya terpaksa maka tidak akan lestari jika ada orang yang
memberi ancaman lagi, maka masyarakat tidak akan berperan serta lagi.
5) Teknik kombinasi. Dalam teknik kombinasi menggabungkan berbagai teknik
yang ada, hal ini sangat penting karena penggunaan salah satu teknik diatas
mempunyai keterbatasan-keterbatasan. Denga cara memilah maka kelemahankelemahan teknik diatas dapat diminimalisasikan. Alasan lainnya adalah karena
masyarakat memiliki budaya dan kesadaran yang berbeda-beda. Sebagai contoh:
upaya imunisasi untuk pencegahan penyakit, pertama-tama pamong desa dapat

104

memberikan perintah bahwa semua bayi harus diimunisasi. Para tokoh


masyarakat, pemimpin leader, dan para kader selalu mendatangi rumah-rumah
penduduk yang memiliki bayi untuk memperlihatkan manfaat imunisasi bagi
bayi. Hal ini dapat menggugah motivasi masyarakat untuk ikut serta dalam
kesehatan.

BAB XIV
CARA-CARA PENDEKATAN SOSIAL,BUDAYA DAN ANTROPOLOGI
DALAM PRAKTIK KEBIDANAN
A. Pendekatan Melalui Agama
Agama dapat memberikan petunjuk/pedoman pada umat manusia
dalam menjalani hidup meliputi seluruh aspek kehidupan. Selain itu agama
juga dapat membantu umat manusia dalam memecahkan berbagai masalah
hidup yang sedang dihadapi. Adapun aspek-aspek pendekatan melalui agama
dalam memberikan pelayanan kebidanan dan kesehatan diantaranya :
1. Agama memberikan petunjuk kepada manusia untuk selalu menjaga
kesehatannya.
2. Agama memberikan dorongan batin dan moral yang mendasar dan
melandasi cita-cita
dan perilaku manusia dalam menjalani kehidupan yang bermanfaat baik bagi
dirinya,
keluarga, masyarakat serta bangsa.
3. Agama mengharuskan umat manusia untuk beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan Yang
Maha Esa dalam segala aktivitasnya
4. Agama dapat menghindarkan umat manusia dari segala hal-hal/perbuatan
yang
bertentangan dengan ajarannya.

105

Berbagai aspek agama dalam memberikan pelayanan kesehatan terdiri dari upayaupaya pelayanan kesehatan yang ditinjau dari segi agama, diantaranya :
a. Upaya pemeliharaan kesehatan
Upaya dini yang dilakukan dalam pemeliharaan kesehatan dimulai sejak ibu hamil
yaitu
sejak janin di dalam kandungan. Hal tersebut bertujuan agar bayi yang dilahirkan
dalam
keadaan sehat begitu juga dengan ibunya. Kesehatan merupakan faktor utama bagi
umat
manusia untuk dapat melakukan/menjalani hidup dengan baik sehingga dapat
terhindari
dari berbagai penyakit dan kecacatan
Ada beberapa langkah yang dapat memberikan tuntunan bagi umat manusia untuk
memelihara kesehatan yang dianjurkan oleh agama antara lain :
1. Makan makanan yang bergizi
2. Menjaga kebersihan (Hadist mengatakan : kebersihan sebagian dari iman)
3. Berolah raga
4. Pengobatan diwaktu sakit
b. Upaya pencegahan penyakit
Dalam ajaran agama pencegahan penyakit lebih baik dari pada pengobatan di waktu
sakit.
Adapun upaya-upaya pencegahan penyakit antara lain:
1. Dengan pemberian imunisasi
Imunisasi dapat diberikan kepada bayi dan balita, ibu hamil, WUS, murid SD
kelas 1
sampai kelas 3.
2. Pemberian ASI pada anak sampai berusia 2 tahun
(Surah Al-Baqarah ayat 233). Ayat tersebut pada dasarnya memerintahkan seorang
ibu
untuk menyusui bayinya dengan ASI sampai ia berusia 2 tahun.

106

3. Memberikan penyuluhan kesehatan. Dapat dilakukan pada kelompok pengajian,


atau
kelompok-kelompok kegiatan keagamaan lainnya.
c. Upaya pengobatan penyakit
Nabi saw bersabda : Bagi setiap penyakit yang diturunkan Allah, ada obat yang
diturunkan-Nya.Dalam hati ini umat manusia dinjurkan untuk berobat jika sakit.
Pandangan agama (agama Islam) terhadap pelayanan Keluarga Berencana. Ada dua
pendapat mengenai hal tersebui yaitu memperbolehkan dan melarang penggunaan
alat kontrasepsi. Karena ada beberapa ulama yang .mengatakan penggunaan alat
kontrasepsi itu adalah sesuatu/hal yang sangat bertentangan dengan ajaran agama
karena berlawanan dengan takdir/kehendak Allah. Pendapat/pandangan agama
(agama Islam) dalam pemakaian IUD. Ada dua pendapat yaitu memperbolehkan /
menghalalkan dan melarang / mengharamkan.
Pendapat / pandangan agama yang memperbolehkan/menghalalkan pemakaian
kontrasepsi IUD :
a. Pemakaian IUD bertujuan menjarangkan kehamilan.
Dengan menggunakan kontrasepsi tersebut keluarga dapat merencanakan jarak
kehamilan
sehingga ibu tersebut dapat menjaga kesehatan ibu, anak dan keluarga dengan
baik.
b. Pemakaian IUD bertujuan menghentikan kehamilan.
Jika didalam suatu keluarga memiliki jumlah anak yang banyak, tentunya sangat
merepotkan dan membebani perekonomian keluarga. Selain itu bertujuan
memberikan
rasa aman kepada ibu. Karena persalinan dengan factor resiko/resiko tinggi dapat
mengancam keselamatan jiwa ibu. Agar ibu dapat beristirahat waktu keseharian
ibu tidak
hanya digunakan untuk mengurusi anak dan keluarga.
Pendapat/pandangan agama yang melarang/mengharamkan pemakaian kontrasepsi
IUD :
a. Pemakaian IUD bersifat aborsi, bukan kontrasepsi

107

b. Mekanisme IUD belum jelas, karena IUD dalam rahim tidak menghalangi
pembuahan sel
telur bahkan adanya IUD sel mani masih dapat masuk dan dapat membuahi sel
telur
(masih ada kegagalan).
c. Pemakaian IUD dan sejenisnya tidak dibenarkan selama masih ada obat-obatan
dan alat
lainnya.
Pelayanan kotrasepsi system operasi yaitu MOP dan MOW juga mempunyai dua
pendapat/pandangan yaitu memperbolehkan dan melarang. Pendapat/pandangan
yang memperbolehkan:
a. Apabila pasangan suami istri dalam keadaan yang sangat terpaksa dalam kaedah
hukum
(Islam) mengatakan Keadaan darurat memperbolehkan hal-hal yang dilarang
dengan
alasan kesehatan/keselamatan jiwa
b. Begilu. juga halnya mengenai melihat aura orang lain apabila diperlukan untuk
kepentingan pemeriksaan dan tindakan hal tersebut dapat dibenarkan.
Pandangan/pendapat yang melarang :
a. Sterilisasi berakhir dengan kemandulan. Hal ini bertentangan dengan tujuan utama
perkawinan
yang mengatakan bahwa perkawinan bertujuan untuk mendapatkan kebahagiaan
dunia dan
akhirat juga untuk mendapatkan keturunan.
b. Mengubah ciptaan Tuhan dengan cara memotong atau mengikat sebagian tubuh
yang sehat dan
berfungsi (saluran mani/tuba).
c. Dengan melihat aura orang lain.
B. PENDEKATAN MELALUI KESENIAN TRADISIONAL
Bidan adalah seorang wanita yang tlah mengikuti dan menyelesaikan
pendidikan. Lulus dengan persyaratan yang ditelah ditetapkan dan memperoleh
kualifikasi untuk registrasi dnn memperole izin untuk melaksanakan praktik
kebidanan.

108

Praktik Bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang


diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga dan masyarakat) sesuai
dengan kewenangan dan kemampuannya.
Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan saat ini dihadapkan pada
masyarakat yang lebih terdidik,dan mampu memberi pelayanan kesehatan yang di
tawarkan atau dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat mengiginkan pelayanan
kesehatan yang murah, nyaman,sehingga memberi kepuasan ( sembuh dengan cepat
dengan pelayanan yang baik ). Rumah sakit perlu mengembangkan suatu sistem
pelayanan yang didasarkan pada pelayanan yang berkualitas baik, biaya yang dapat
dipertanggung jawabkan dan diberikan pada waktu yang cepat dan tepat. Rumah
sakit sebagai suatu institusi pelayanan kesehatan, dalam memproduksi jasa pelayanan
kesehatan ( pelayanan medis dan pelayanan kebidanan), untuk masyarakat
menggunakan berbagai sumber daya seperti ketenanagaan, mesin, bahan, fasilitas,
modal, energi dan waktu.
Pelayanan praktik kebidanan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu, tenaga bidan bertanggung jawab
memberikan pelayanan kebidanan yang optimal dalam meningkatkan dan
mempertahankan mutu pelayanan kebidanan yang diberikan selama 24 jam secara
berkesinambungan. Bidan harus memiliki keterampilan professional, ataupun global.
Agar bidan dapat menjalankan peran fungsinya dengan baik, maka perlu adanya
pendekatan sosial budaya yang dapat menjembatani pelayanannya kepada pasien.
Program pelayanan kebidanan yang optimal dapat dicapai dengan adanya
tenaga bidan yang professional dan dapat diandalkan dalam memberikan pelayanan
kebidanannya berdasarkan kaidah-kaidah profesi yang telah ditentukan,seperti
memiliki berbagai pengetahuan yang luas mengenai kebidanan, dan diterapkan oleh
para bidan dalam melakukan pendekatan asuhan kebidanan kepada masyarakat.
Bidan dapat menunjukan otonominya dan akuntabilitas profesi, melalui
pendekatan sosial dan budaya yang akurat. Terdapat beberapa bentuk pendekatan
yang dapat digunakan atau diterapkan oleh para bidan dalam melakukan pendekatan
asuhan kebidanan kepada masyarakat misalnya paguyuban, kesenian tradisional,
agama dan sistem banjar. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat

109

dalam menerima, bahwa pelayanan atau informasi yang diberikan oleh petugas,
bukanlah sesuatu yang tabu tetapi sesuatu hal yang nyata atau benar adanya.
Dalam memberikan pelayanan kebidanan, seorang bidan lebih bersifat :
1. Promotif,

bidan

yang

bersifat

promotif

berarti

bidan

berupaya

menyebarluaskan informasi melalui berbagai media Metode penyampaian,


alat bantu, sasaran, media, waktu ideal, frekuensi, pelaksana dan bahasa serta
keterlibatan instansi terkait maupun informal leader tidaklah sama di setiap
daerah, bergantung kepada dinamika di masyarakat dan kejelian kita untuk
menyiasatinya agar informasi kesehatan bisa diterima dengan benar dan
selamat. Penting untuk diingat bahwa upaya promotif tidak selalu
menggunakan dana negara, adakalnya diperlukan adakalanya tidak. Selain
itu, penyebaran informasi hendaknya dilakukan secara berkesinambungan
dengan memanfaatkan media yang ada dan sedapat mungkin dikembangkan
agar menarik dan mudah dicerna. Materi yang disampaikan seyogyanya
selalu diupdate seiring dengan perkembangan ilmu kesehatan terkini.
2. Preventif berarti bidan berupaya pencegahan semisal imunisasi, penimbangan
balita di Posyandu dll. Kadang ada sekelompok masyarakat yang meyakini
bahwa bayi berusia kurang dari 35 hari (jawa: selapan) tidak boleh dibawa
keluar rumah.
3.

Kuratif berarti bidan tidak dikehendaki untuk mengobati penyakit terutama


penyakit berat.

4. Rehabilitatif berarti bidan melakukan upaya pemulihan kesehatan, terutama


bagi pasien yang memerlukan perawatan atau pengobatan jangka panjang
Serta seorang bidan juga harus mampu menggerakkan Peran serta Masyarakat
khususnya, berkaitan dengan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, bufas, bayi baru lahir,
anak remaja dan usia lanjut. Seorang bidan juga harus memiliki kompetensi yang
cukup berkaitan dengan tugas, peran serta tanggung jawabnya. Agar bidan dapat
menjalankan praktik atau pelayanan kebidanan dengan baik,hendaknya bidan
melakukan beberapa pendekatan misalnya pendekatan melalui kesenian tradisional.

110

pengertian dari seni pada mulanya berasal dari kata Ars (latin) atau Art (Inggris) yang
artinya kemahiran.Tetapi beberapa juga ada yang mengatakan bahwa kata seni
berasal dari bahasa belanda yang artinya genius atau jenius. Sementara kata seni
sendiri dalam bahasa Indonesia berasal dari kata sangsekerta yang berarti pemujaan
atau persembahan. Namun dalam bahasa tradisional jawa, seni mempunyai rti Rawit
pekerjaan yang rumit rumit / kecil. Dibawah ini terdapat beberapa hal tentang seni
baik pendapat dari para ahli budaya,maupun arti kesenian secara umum.
a. Seni menurut para ahli budaya

Drs. Popo Iskandar

Seni adalah suatu hasil dari ungkapan emosi yang ingin disampaikan oleh
seseorang kepada orang lain dalam kesadaran hidup bermasyarakat / berkelompok.

Ahdian karta miharja

Seni adalah kegiatan rohani yang merefleksikan suatu realitas dalam suatu
karya seni yang bentuk dan isinya, mempunyai kemampuan untuk membangkitkan
pengalaman tertentu dalam rohani penerimanya.Dan menurut beliau Kesenian
Merupakan produk dari manusia sebagai homeostetiskus. Setelah manusia merasa
cukup atau dapat mencukupi kebutuhan fisiknya, maka manusia tersebut perlu dan
akan selalu mencari pemuas untuk memenuhi kebutuhan psikisnya. Manusia sematamata tidak hanya memenuhi isi perut, tetapi perlu juga memenuhi pandangan indah
serta suara merdu, semua kebutuhan manusia tersebut dapat dipenuhi melalui
kesenian.
b.

Kesenian secara umum


Secara umum kesenian dikenal dengan suatu rasa keindahan karena diperuntukkan
guna melengkapi kesejahteraan hidup manusia. Rasa keindahan yang dirasakan oleh
seseorang tersebut, dapat dimiliki dan disalurkan oleh setiap orang ke orang lain lagi.

c.

Kesenian tradisional
Kesenian tradisional adalah kesenian yang dipegang teguh pada norma dan adat
kebiasaan,yang ada secara turun menurun atau kesenian baru,hasil

dari

pengembangan kebudayaannya.

111

Manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang di anugerahi pikiran, perasaan


dan kemauan secara naluriah. Memerlukan prantara budaya, untuk menyatakan rasa
seninya, baik secara aktif dalam kegiatan kreatif, maupun secara pasif dalam
kegiatan apresiatif. Maksud dari menyatakan rasa seni secara aktif adalah seseorang
jika memiliki suatu rasa seni, harus dikembangkan atau diapresikan kepada orang
lain agar bermanfaat bagi orang lain. Agar rasa seni tersebut dapat disalurkan atau
diberikan kepada orang lain supaya rasa seni yang dimiliki dapat bermanfaat bagi
orang lain.
Dalam kegiatan apresiatif, maksudnya yaitu mengadakan suatu pendekatan
terhadap kesenian seolah olah kita memasuki suatu alam rasa yang kasat mata.
Kesenian sebagai karya kasat mata, perwujudannya itu adalah merupakan wadah
seseorang dalam pembabaran ide yang bersifat batiniah dalam mengadakan
pendekatan terhadap kesenian seluruh panca indera kita, khususnya penglihatan,
perabaan dan perimbangan kita terlibat dengan asiknya terhadap bentuk kesenian itu
yang terdiri dari aneka warna, garis, bidang, tekstur dan sebagainya, yang bersifat
lahiriah untuk lebih jauh menghayati isi yang terbabar dalam karya kesenian itu, serta
ide yang melatar belakangi kehadirannya.
Maka itu dalam mengadakan pendekatan terhadap kesenian, kita tidak cukup
hanya bersimpati terhadap kesenian itu, tetapi lebih dari itu yaitu secara empati.
Empati berasal dari kata yunani berarti merasa sama. Jadi dalam menghayati suatu
karya seni secara empati berarti kita menempatkan diri kita ke dalam karya seni itu.
a. .Apresiasi Seni
Apresiasi Seni adalah kesadaran akan nilai seni yang meliputi pemahaman dan
kemampuan untuk menghargai karya seni, seseorang yang memiliki rasa apresiasi
seni berarti orang tersebut memiliki kesadaran akan nilai dari sebuah karya seni
sehingga orang tersebut mampu menghargai karya seni tersebut.
Yang menjadi sumber apresiasi seni adalah :
a. Kepekaan eksistensi yang berkembang pada diri masing-masing, yang tidak disadari
sesuai dengan lingkungan yang membinanya.

112

b. Pengetahuan kesenian yang meliputi pengetahuan mengenai karya seni, sejarah seni,
perkembangan kesenian dan estetika manusia. Hakikat karya seni adalah wujud dari
hasil dan usaha untuk mengungkapkan gagasan persepsi citreu pemecahan bentuk
dan penemuan-penemuan baru. Hakekat karya seni adalah wujud dari hasil dan
usaha.
b. Peranan Seni
Seni memliki beberapa peranan, diantaranya :
a. Seni sebagai kebutuhan.
Seni sebagai kebutuhan berarti seni merupakan salah satu dari beberapa
kebutuhan bagi manusia yang perlu dipenuhi. Dalam memenuhi kebutuhan hidup
maka manusia melengkapi dirinya dengan berbagai perlengkapan dan peralatan
sebagai penunjang atau pelengkap untuk penyempurnaan pekerjaannya.
b. Seni sebagai ungkapan gagasan dan alat komunikasi
1)

Sebagai ungkapan gagasan


Seni sebagai gagasan berarti seni dapat digunakan untuk mengungkapkan buah

pikiran dalam suatu wujud, yang nyata dan dapat ditanggapi atau dipergunakan oleh
orang lain.
2)

Alat komunikasi
Berisi pesan yang diinformasikan pada orang lain, dan masyarakat baik dalam

bentuk buah pikiran, perasaan, maupun segala harapan dapat juga berupa pernyataan
kritik, ketidaksetujuan atau ketidaksepahaman biasanya diungkapkan dalam bentuk
karton dan nyanyian dalam drama modern.
3)

Kesenian Sebagai Pembentuk Peradaban Manusia


Kesenian dalam kehidupan manusia ikut mendidik manusia dan masyarakat

menjadi beradab, agar kehidupan manusia menjadi lebih harmonis. Seni menjadikan
manusia berbudi luhur.

113

Sejarah telah mencatat akan prestasi-prestasi kesenian dalam peranannya


membentuk sikap budi manusia. Karya-karya seni pada zaman primitif merupakan
alat-alat yamg mampu menimbulkan suasana magis dan misterius dalam pemujaan
serta kehidupan pada waktu itu. Juga karya-karya kesenian klasik yang puitik heroik
maupun karya-karya modern, kesemuanya memberi pengaruh yang besar dalam
peradaban manusia.
Secara keseluruhan kesenian hanyalah ditujukan untuk kebahagiaan manusia,
baik kebahagiaan manusia secara materi maupun spirituil. Kesenian diciptakan oleh
manusia untuk melengkapi kebahagiaan manusia seluruhnya. Ternyata seni
mempunyai peranan dalam kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhankebutuhan hasrat mengungkapkan atau menyatakan perasaan pribadi mengenai
aspek-aspek pokok kehidupan sehari-hari tentang kelahiran, cinta, perkawinan, iri
hati, kematian dan lain-lainnya.
Disamping memenuhi kebutuhan dalam hubungan kegiatan sosial kita mengenai
situasi politik, ekonomi, kepercayaan, menyatakan keinginan atau tujuan bersama,
menyusun komunikasi antar individu, mempengaruhi situasi masyarakat dan lainlainnya. Juga memenuhi kebutuhan fisik seperti gedung, alat pengangkutan, alat
penyimpanan, bahan pembungkus. Jadi peranan seni dalam kehidupan manusia
merupakan suatu cara atau usaha hasil budi manusia untuk mencapai tujuan,
kebahagiaan atau kesejahteraan. Inilah kenyataan tentang suatu gejala aktivitas
manusia yang dinamakan SENI.
b. Kesenian sebagai media penyuluhan kesehatan
Dalam penyuluhan kesehatan maupun dalam praktik kebidanan, seni dapat
digunakan sebagai media dalm melakukan pendekatan kepada masyarakat, Seorang
petugas bisa menyelipkan pesan-pesan kesehatan didalamnya, misalnya:
* Dengan Kesenian wayang kulit
Melalui pertunjukan ini diselipkan pesan-pesan kesehatan yang ditampilkan di awal
pertunjukan dan pada akhir pertunjukan, dapat diisi dengan pertanyaan-pertanyaan
yang berkaitan dengan pesan-pesan yang telah disampaikan di awal pertunjukan atau
pertanyaan prtanyaan yang diberikan oleh penonton.

114

* Menciptakan lagu-lagu berisikan tentang permasalahan kesehatan dalam bahasa


daerah setempat.
d. Kesenian sebagai seni terapi
Kesenian sebagai terapi pada kejiwaan,sebagai pelipur rala. Kita ketahui
kehidupan zaman sekarang ini permasalahan semakin kompleks, tubuh dan jiwa
manusia mempunyai batas untuk dapat mengatasinya. Untuk itu dengan seni
diharapkan akan memberikan dampak positif dalam mengatasi stress tersebut baik
stres fisik maupun batin. Misalnya dengan menyanyi, menciptakan lagu, seni
memahat patung, dll.
C. Pendekatan melalui Paguyuban dan sistem Banjar
a. Pendekatan dalam sistem Banjar
Bentuk kesatuan sosial yang berdasarkan kesatuan wilayah ialah,desa .
Kesatuan - kesatuan sosial yang diperkuat oleh kesatuan adat dan upacara - upacara
keagamaan yang keramat.
Pada umum nya tampak beberapa perbedaan antara desa dipegunungan dan desa adat
ditanah datar . menjadi warga desa adat dan mendapat tempat duduk yang khas
dibalai desa yang disebut Bale Agung, dan berhak mengikuti rapat - rapat desa yang
diadakan secara teratur pada hari tetap.
Cara Cara Pendekatan Bidan dalam wilayah Banjar Bali
Para bidan mempunyai berbagai cara untuk pendekatan diantara nya :
1. menggerakan dan membina peran serta masyarat dalam bidang kesehatan
dengan melakukan penyuluhan kesehatan sesuai kebutuhan dan masalah
kesehatan setempat .
2. Pemerintah memberikan ,menerapkan dan menjalalnkan PosKesDes (pos
kesehatan Desa) yang ditujukan kepada seluruh masyarakat setempat sampai
kedaerah pedalaman.
3. Penyuluhan kesehatan masyarakat ditujukan untuk memelihara dan
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
4.Membina dan memberikan bimbingan (peran bidan sebagai pendidik).Bersama
sampai
Kelas 3.
b.Pendekatan dalam sistem Paguyuban
Paguyuban adalah suatu kelompok atau masyarakat yang diantara para warganya di

115

warnai dengan hubungan sosial yang penuh rasa kekeluargaan , bersifat batiniah dan
kekal serta jauh dan pamri- pamri ekonomi.
c. Pelayanan Kebidanan dengan pendekatan paguyuban
Dalam rangka peningkatan kualitas dan mutu pelayanan kebidanan diperlukan
pendekatan - pendekatan khususnya paguyuban. untuk itu kita sebagai tenaga
kesehatan khusisnya calon bidan agar mengetahui dan mampu melaksanakan
berbagai upaya untuk meningkatan peran aktif masyarakakt agar masyarakat sadar
pentingnya kesehatan. misalnya saja denagn mengadakan kegiatan posyandu di
puskesmas .
Ciri - ciri Paguyuban

Intimate : hubungan menyeluruh yang mesra

Private : hubungan bersifat pribadi .

Exclusive : bahwa hubungan tersebut hanyalah untuk "kita" saja dan tidak
untuk orang lain diluar kita.

Ciri - Ciri umum


1. adanya hubungan perasaan kasih sayang
2. adanya kenginan untuk meningkatkan kebersamaan
3. Hubungan kekeluargaan masih kental
4. sifat gotong royong masih kuat
Tipe Paguyuban
Memiliki tiga tipe di masyarakat yaitu :
1. Paguyuban karena ikatan darah Yaitu paguyuban berdasarkan keturunan.
contoh kelompok kekeluargaan,keluarga besar.
2.

Paguyuban karena tempat Yaitu paguyuban yang terdiri dari orang yang berdekatan
tempat tinggal.Contoh arisan RT,RW,dan karang taruna.
3.
Paguyuban karena jiwa pikiran Yaitu paguyuban yang terdiri dari orang - orang
yang
tidak punya hubungan darah atau tempat tinggalnya tidak berdelatan tetapi mereka
mempunyai jiwa dan pikiran yang sama. contohnya organisasi.
Dalam rangka peningkatan kualitas dan mutu pelayanan kebidanan diperlukan

116

pendekatan-pendekatan khususnya paguyuban.untuk itu kita sebagai tenaga


kesehatan khususnya calon bidan agar mengetahui dan mampu melaksanakan
berbagai upaya untuk meningkatkan peran aktif masyarakat agar masyarakat sadar
pentingnya kesehatan.misalnya saja dengan mengadakan kegiatan posyandu di
puskesmas puskesmas
POSYANDU
1.PENGERTIAN POSYANDU
Posyandu merupakan suatu forum komunikasi alih teknologi dan sarana pelayanan
kesehatan masyarakat yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber
daya manusia sejak dini.
2.MANFAAT POSYANDU
1.Sebagai sarana pelayanan terdekat di masyarakat dan mudah dijangkau oleh
masyarakat
Setempat.
2.Sebagai sarana pendidikan dan pelatihan bagi,masyarakat dalam pembentukan
kader leader
dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat.
3.Memberikan nilai strategis untuk pembangunan sumber daya manusia sejak dini.
4.Mendorong peran serta masyarakat sehingga aktif dalam meningkatkan kesehatan.
3.PELAKSANAAN SISTEM PELAYANAN DI POSYANDU
Pelaksanaan system pelayanan di posyandu agar lebih teratur dan lebih terkoordinir
maka dilakukan dengan lima meja diantaranya:
1.Meja pertama pendaftaran
2.Meja kedua penimbangan
3.Meja ketiga pencatatan
4.Meja keempat penyuluhan
5.Meja kelima pelayanan
Selain diadakan posyandu dipuskesmas-puskesmas upaya untuk meningkatkan peran
aktif masyarakat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1)Mengadakan pendekatan pendekatan dan menjalin kerja sama.
Petugas kesehatan harus mengadakan pendekatan-pendekatan dengan organisasi
masyarakat yang ada di lingkungan tersebut seperti kader desa,tokoh
masyarakat,kelompok PKK,RT,RW,karang taruna,dll. Contohnya adalah petugas
kesehatan atau bidan arus mengadakan kerja sama dengan pamong desa yaitu
mengajak masyarakat untuk memanfaatkan posyandu dengan giat datang ke
posyandu baik menimbang balita,imunisasi,KB,dll.selain itu juga dapat dilakukan
dengan cara mendatangi rumah-rumah penduduk yang memiliki balita untuk
mengadakan penyuluhan kesehatan agar ingin mendatangi posyandu.
2)Teknik penggunaan ancaman
Disini petugas memberikan ancaman baik dalam bentuk sangsi ataupun hukuman.

117

Contohnya petugas memberikan sangsi tertentu kepada masyarakat yang tidak


bersedia menjadi akseptor KB,karena ingin menghindari hukuman maka muncul
peran serta masyarakat yang sifatnya terpaksa. Penggunaan teknik ini memang akan
memunculkan peran serta dari masyarakat yang sifatnya terpaksa maka tidak akan
lestari jika ada orang yang memberi ancaman lagi maka masyarakat tidak akan
berperan serta lagi.
3)Teknik pemberian imbalan.
Disini petugas memberikan suatu imbalan bagi masyarakat yang ingin turut serta
berperan aktif , bentuk-bentuk imbalannya dapat berupa materi,penghargaan ataupun
hadiah hadiah yang lainnya. Akan tetapi kelemahan dari teknik adalah perlunya
disediakan imbalan yang bersifat materil sehingga memberitakan keadaan ekonomi
seperti yang terjadi sekarang ini serta dapat menurunkan peran serta masyarakat jika
imbalan ini kurang atau dihilangkan sehingga peran serta yang ada tidak lestari.
4)Teknik kombinasi
Dalam teknik kombinasi menggabungkan berbagai teknik yang ada hal ini sangat
penting karena penggunaan salah satu teknik di atas mempunyai keterbatasan
keterbatasan. Dengan cara memilah maka kelemahan kelemahan teknik diatas dapat
meminimalisasikan. Alasan lainnya karena adalah karena masyarakat memiliki
budaya dan kesadaran yang berbeda-beda.sebagai contoh : upaya imunisasi untuk
pencegahan penyakit, pertama-tama pemong desa dapat memberikan pemerintah
bahwa semua bayi harus di imunisasi.para tooh masyarakat, pemimpin kader dan
para kader selalu mendatangi rumah-rumah penduduk yang memiliki bayi untuk
memperlihatkan manfaat imunisasi bagi bayi. Hal ini dapat mengubah motivasi
masyarakat untuk ikut serta dalam kesehatan.
Penggunaan teknik ini memang akan memunculkan peran serta dari masyarakat yang
sifatnya terpaksa maka tidak akan lestari jika ada orang yang memberi ancaman lagi,
maka masyarakat tidak akan berperan serta lagi.
5) Teknik kombinasi
Dalam teknik kombinasi menggabungkan berbagai teknik yang ada, hal ini sangat
penting karena penggunaan salah satu teknik diatas mempunyai keterbatasanketerbatasan. Denga cara memilah maka kelemahan-kelemahan teknik diatas dapat
diminimalisasikan. Alasan lainnya adalah karena masyarakat memiliki budaya dan
kesadaran yang berbeda-beda. Sebagai contoh: upaya imunisasi untuk pencegahan
penyakit, pertama-tama pamong desa dapat memberikan perintah bahwa semua bayi
harus diimunisasi. Para tokoh masyarakat, pemimpin leader, dan para kader selalu
mendatangi rumah-rumah penduduk yang memiliki bayi untuk memperlihatkan
manfaat imunisasi bagi bayi. Hal ini dapat menggugah motivasi masyarakat untuk
ikut serta dalam kesehatan.
D. Pendekatan Dalam Sistem Pesantren
a. PENGERTIAN
Pondok pesantren adalah lembaga Pendidikan Islam yang menggembangkan fungsi
pedalaman agama, kemasyarakatan dan penyiapan sumber daya manusia.
b. TUJUAN DAN SASARAN PONDOK PESANTREN
Bidan harus memiliki keterampilan professional agar dapat memberikan pelayanan

118

kebidanan yang bermutu untuk memenuhi tuntutan kebutuhan rasional, agar bidan
dapat menjalankan peran fungsiya dengan baik maka perlu adanya pendekatan social
budaya yang dapat menjembati pelayanan pasien. Tercapainya pelayanan kebidanan
yang optimal, perlu adanya tenaga bidan yang professional dan dapat diandalkan
dalam memberikan pelayanan kebidanan berdasarkan kaidah-kaidah profesi, antara
lain memiliki pengetahuan yang kuat, menggunakan pendekatan asuhan kebidanan.
Bidan dapat menunjukan otonominya dan akuntabilitas profesi melalui pendekatan
sosial dan budaya yang kuat. Bentuk-bentuk pendekatan yang dapat digunakan oleh
bidan dalam pelayanan kesehatan sebagai berikut
a.pendekatam sosial
b.survai mawas diri
c.musyawarah masyarakat pondok pesantren
d.pelatihan
e.pelaksanaan kegiatan
f.pembinaan
Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan islam yang mengembangkan fungsi
pendalaman agama, kemasyarakatan dan penyiapan sumber daya manusia. Melalui
pedidikan agama, pendidikan formal, pendidikan kesenian.
Tujuan umum : tercapainya pengembangan dan pemantapan kemandirian pondok
pesantren dan masyrakat sekitar dalam bidang kesehatan.
Tujuan khusus : tercapainya pengertian positif pondok pesantren dan masyarakat
sekitarnya tentang norma hidup sehat, meningkatkan peran serta pondok pesantren
dalam menyelenggarakan upaya kesehatan, terwujudnya keteladanan hidup sehat di
lingkungan pondok pesantren.

Bidan adalah seorang wanita yang tlah mengikuti dan menyelesaikan


pendidikan. Lulus dengan persyaratan yang ditelah ditetapkan dan memperoleh
kualifikasi untuk registrasi dnn memperole izin untuk melaksanakan praktik
kebidanan.
Praktik Bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang
diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga dan masyarakat) sesuai
dengan kewenangan dan kemampuannya.
Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan saat ini dihadapkan pada
masyarakat yang lebih terdidik,dan mampu memberi pelayanan kesehatan yang di
tawarkan atau dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat mengiginkan pelayanan
kesehatan yang murah, nyaman,sehingga memberi kepuasan ( sembuh dengan cepat
dengan pelayanan yang baik ). Rumah sakit perlu mengembangkan suatu sistem
pelayanan yang didasarkan pada pelayanan yang berkualitas baik, biaya yang dapat

119

dipertanggung jawabkan dan diberikan pada waktu yang cepat dan tepat. Rumah
sakit sebagai suatu institusi pelayanan kesehatan, dalam memproduksi jasa pelayanan
kesehatan ( pelayanan medis dan pelayanan kebidanan), untuk masyarakat
menggunakan berbagai sumber daya seperti ketenanagaan, mesin, bahan, fasilitas,
modal, energy dan waktu.
Pelayanan praktik kebidanan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu, tenaga bidan bertanggung jawab
memberikan pelayanan kebidanan yang optimal dalam meningkatkan dan
mempertahankan mutu pelayanan kebidanan yang diberikan selama 24 jam secara
berkesinambungan. Bidan harus memiliki keterampilan professional, ataupun global.
Agar bidan dapat menjalankan peran fungsinya dengan baik, maka perlu adanya
pendekatan sosial budaya yang dapat menjembatani pelayanannya kepada pasien.
Program pelayanan kebidanan yang optimal dapat dicapai dengan adanya
tenaga bidan yang professional dan dapat diandalkan dalam memberikan pelayanan
kebidanannya berdasarkan kaidah-kaidah profesi yang telah ditentukan,seperti
memiliki berbagai pengetahuan yang luas mengenai kebidanan, dan diterapkan oleh
para bidan dalam melakukan pendekatan asuhan kebidanan kepada masyarakat.
Bidan dapat menunjukan otonominya dan akuntabilitas profesi, melalui
pendekatan sosial dan budaya yang akurat. Terdapat beberapa bentuk pendekatan
yang dapat digunakan atau diterapkan oleh para bidan dalam melakukan pendekatan
asuhan kebidanan kepada masyarakat misalnya paguyuban, kesenian tradisional,
agama dan sistem banjar. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat
dalam menerima, bahwa pelayanan atau informasi yang diberikan oleh petugas,
bukanlah sesuatu yang tabu tetapi sesuatu hal yang nyata atau benar adanya.
Dalam memberikan pelayanan kebidanan, seorang bidan lebih bersifat :
1. Promotif,

bidan

yang

bersifat

promotif

berarti

bidan

berupaya

menyebarluaskan informasi melalui berbagai media Metode penyampaian,


alat bantu, sasaran, media, waktu ideal, frekuensi, pelaksana dan bahasa serta
keterlibatan instansi terkait maupun informal leader tidaklah sama di setiap

120

daerah, bergantung kepada dinamika di masyarakat dan kejelian kita untuk


menyiasatinya agar informasi kesehatan bisa diterima dengan benar dan
selamat. Penting untuk diingat bahwa upaya promotif tidak selalu
menggunakan dana negara, adakalnya diperlukan adakalanya tidak. Selain
itu, penyebaran informasi hendaknya dilakukan secara berkesinambungan
dengan memanfaatkan media yang ada dan sedapat mungkin dikembangkan
agar menarik dan mudah dicerna. Materi yang disampaikan seyogyanya
selalu diupdate seiring dengan perkembangan ilmu kesehatan terkini.
2. Preventif berarti bidan berupaya pencegahan semisal imunisasi, penimbangan
balita di Posyandu dll. Kadang ada sekelompok masyarakat yang meyakini
bahwa bayi berusia kurang dari 35 hari (jawa: selapan) tidak boleh dibawa
keluar rumah.
3.

Kuratif berarti bidan tidak dikehendaki untuk mengobati penyakit terutama


penyakit berat.

4. Rehabilitatif berarti bidan melakukan upaya pemulihan kesehatan, terutama


bagi pasien yang memerlukan perawatan atau pengobatan jangka panjang.

DAFTAR PUSTAKA
1. Kepmendiknas No. k004/DIKTI/Kep/2006 tentang rambu-rambu pelaksanaan
kelompok Mata kuliah pengembangan kepribadian di Perguruan tinggi
2. Symonds ,A and Hunt, SC (1995), The Social Meaning of Midwfery. Macmillan
Press LTD, London
3. Symonds, A and Hunt SC (1996), The Social Meaning of Midwfery. Macmillan
Press LTD, London

121

4. Hepsimtall, T (1997) Mayes Modwifery; A Textbook for midwifery, Sociology


and Social Content of Childbearing, - 12 th Edition. WB. Saunders Company
LTD.London.
5. Nasikun. (2000). System Social Indonesia. PT. Raja Grafindo Persuda, Jakarta.

122