Anda di halaman 1dari 2

Perubahan Sosial yang bersifat lambat atau lama sering disebut dengan evolusi.

Perubahan secara evolusi biasanya terjadi tanpa adanya rencana terlebih dulu.
Evolusi pada umumnya terjadi dikarenakan usaha-usaha masyarakat untuk
beradaptasi dengan kepentingan-kepentingan, keadaan-keadaan, dan kondisikondisi baru yang tumbuh seiring dengan pertumbuhan masyarakat. Rangkaian
perubahan-perubanan itu tidak perlu sejalan dengan serangkaian peristiwaperistiwa pada sejarah masyarakat yang bersangkutan.

Perubahan evolusi
Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat,
dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang
bersangkutan.[5] Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan
masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya sehari-hari.[1] Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari
usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya
dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu.[1] Contoh, perubahan sosial dari
masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu.
Menurut Soerjono Soekanto, terdapat tiga teori yang mengupas tentang evolusi, yaitu[6]:

Unilinier Theories of Evolution: menyatakan bahwa manusia dan masyarakat


mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu, dari yang sederhana
menjadi kompleks dan sampai pada tahap yang sempurna.

Universal Theory of Evolution: menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak


perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Menurut teori ini, kebudayaan manusia
telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu.

Multilined Theories of Evolution: menekankan pada penelitian terhadap tahap


perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, penelitian pada pengaruh
perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian.

Contoh, perubahan sosial dari :


1.

Pertanian
Masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu.
Melaksanakan reboisasi untuk meningkatkan hasil pertanian
Contohnya, sepotong kayu yang berbentuk seperti tongkat dan sebuah batu hitam adalah
dua benda alamiah. Kedua benda ini kalau dihubungkan satu dengan lainnya dapat menjadi
sebuah tugal atau alat untuk melubangi tanah guna menaruh biji-bijian yang ditanam di
ladang. Caranya adalah dengan pengkombinasian pengetahuan mengenai perlunya ujung
tongkat yang tajam untuk melubangi tanah dan batu hitam yang keras permukaannya, dan
bahwa penajaman ujung kayu dapat dilakukan dengan cara mengasahkannya pada
permukaan benda yang keras dan kasar, dan bahwa batu hitam yang keras dan kasar

2.

3.

4.
5.

tersebut dapat digunakan untuk mengasah tongkat kayu sehingga tajam ujungnya; dan
menghasilkan alat yang namanya tugal.

http://inaharta09.blogspot.co.id/2013/01/perubahan-sosial-budaya-dalammasyarakat.html
Peralatan yang digunakan membajak sawah
Orangan-orangan sawah dan lonceng dari kaleng untuk menghalau
burung di sawah
Budidaya rumput laut menggunakan jarring dari tasi dan menggunakan
pelampung
Transportasi
Delman
Rakit
Kapal Phinisi
Penggunaan rantai motor pada ban motor dan ban mobil untuk
masyarakat daerah pegunungan
Komunikasi
Kentongan
Daun Lontar sebagai media menulis surat
Merpati sebagai saran komunikasi
Terompet
Asap
Budaya
Contoh, perubahan mode pakaian dan mode rambut.
Maritim
Masyarakat di pesisisr pantai menyusun batu karang untuk
memecah ombak