Anda di halaman 1dari 21

BLOK KEPERAWATAN KRITIS DAN GAWAT DARURAT I

ANALISIS JURNAL
High-sensitivity cardiac troponin I at presentation in patients with suspected
acute coronary syndrome: a cohort study

OLEH
KELOMPOK 3

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
OKTOBER
2016

BAB I
RINGKASAN JURNAL
Nyeri dada dan praduga sindrom koroner akut adalah alasan tersering
pasien masuk ke bagian gawatdaruratan di rumah sakit dan merupakan beban
besar pada bidang pelayanan kesehatan. Kebanyakan dari pasien tersebut
sebenarnya mungkin dapat dipulangkan karena mereka umumnya tidak
mengalami infark miokard, tetapi alur perawatan yang ada tidak dapat
memastikan adanya infark miokard sebelumnya. Pemeriksaan troponin pada
pengkajian pasien dengan nyeri dada dapat mengembangkan strategi yang efektif
dan aman untuk memastikan bahwa pasien tidak mengalami infark miokard.

Tujuan
Untuk mendefinisikan ambang batas troponin I jantung sehingga dapat
mengidentifikasi pasien yang diduga mengalami Sindrom Koroner Akut pada
pasien dengan risiko rendah miokard infark dan berpotensi dapat dipulangkan.

Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kohort secara prospektif untuk
mengindentifikasi pasien dengan dugaan Sindrom Koroner Akut yang masuk ke
departemen gawatdarurat di rumah sakit sekunder (Rumah Sakit St John, Western
General Hospital) dan rumah sakit perawatan tersier (Royal Infirmary of
Edinburg) sejak 1 Juni 2013 hingga 31 Januari 2014. Metode sampling yang
digunakan adalah cluster randomised trial sampling (ClinicalTrials.gov nomer
NCT01852123). Jumlah sampel adalah 6304 pasien yang diduga SKA (ACS).
1. Desain dan Subjek Penelitian
a. Deviasi Kohort
Validasi untuk sampel pertama kali dilakukan oleh petugas kesehatan
yang ada.

Kriteria inklusi : pasien yang telah diperiksa troponin jantung dan


elektrokardiograf.

Kriteria eksklusi : pasien yang sedang hamil, pasien yang sudah


terdaftar sebelum periode penelitian (1 Juni 2013 - 31 Januari 2014).

b. Validasi Kohort Secara Independent


Kemudian peneliti mengkaji secara mandiri data ambang batas troponin
pasien dalam dua kali validasi kohort secara independen. Validasi pertama
terdiri dari 1126 pasien dari rumah sakit Royal Infirmary of Edinburg.
Kriteria inklusi dan eksklusi sampel sama seperti sebelumnya. Validasi
kedua terdiri dari 308 pasien pada studi UTOPIA (ClinicalTrials.gov
number NCT02060760) dari Hennepin County Medical Center. Kriteria
inklusi dan eksklusi sama seperti sebelumnya.
c. Etik
Persetujuan etik didapatkan dari Komite Etik Penelitian Nasional dan
Deklarasi Helsinki.
2. Prosedur
Petugas kesehatan yang ada mendata pasien dengan dugaan SAK dengan
memeriksa mereka menggunakan lembar elektronik yang sudah terintegrasi
dengan alur pemeriksaan konsentrasi troponin 1 jantung. Pemeriksaan ini
dilakukan 6 jam atau 12 jam setelah onset gejala. Pasien yang sesuai dengan
kriteria kemudian dikodekan dan tambahan data dari catatan elektronik yang
dikumpulkan secara prospektif dan menghubungkan waktu sebenarnya
dengan indentifier pasien. Data karakteristik klinis dan pemeriksaan
dikumpulkan dari catatan elektronik pasien yang terstandar (TrakCare;
InterSystems Corporation, Cambridge, MA, USA).
3. Kriteria Hasil
Kriteria hasil utama : gabungan infark miokard tipe 1, atau infark miokard tipe
1 atau kematian sel jantung pada 30 hari. Kriteria hasil sekunder : bertahan
hidup selama 1 tahun dari infark miokard atau kematian jantung.
4. Analisis Statistik
Nilai prediktif negatif konsentrasi troponin pada kriteria hasil utama berkisar
mulai 1 ng/L. Eksklusi : pasien STEMI dan konsentrasi troponin diatas 99

sentil. Nilai prediktif negatif subjek dikelompokkan berdasarkan umur, jenis


kelamin, durasi gejala, risiko kardiovaskular, riwayat penyakit kardiovaskular
dan adanya iskemia miokard yang ditunjukkan pada hasil ekg. Analisis
menggunakan R versi 3.2.2.

Hasil
6304 pasien yang dicurigai Sindrom Koroner Akut yaitu 4870 dalam
kelompok derivasi, 1126 dalam kelompok validasi internal, dan 308 dalam
kelompok validasi eksternal. Pada derivasi kohort, kebanyakan pasien dengan
nyeri dada mulai lebih dari 2 jam sebelum dilakukan pengujian troponin. Median
waktu pengambilan sampel darah sejak kedatangan di unit kegawatdarurat untuk
pengukuran troponin jantung adalah 54 menit (IQR 33-85; appendix p 11). Tes
ulang dilakukan pada 1608 (42%) dari 3799 pasien dengan konsentrasi troponin
dibawah 99 sentil. Konsentrasi tropinin diatas batas ambang yaitu 4304 (88%)
dari 4870 pasien, dan diatas 99 sentil yaitu 1253 (26%) dari 4870 pasien, dengan
782 (16%) dinilai memiliki infark miokard tipe 1 dan 173 (4%) memiliki infark
miokard tipe 2. Selanjutnya 301 (6%) dari 4870 pasien diklasifikasi memiliki
cedera miokard. Pada 30 hari, 32 (1%) pasien kembali mengalami infark miokard,
dan 75 (2%) meninggal karena penyebab jantung.
Pada derivasi kohort, konsentrasi troponin plasma rendah mempunyai nilai
prediktif negatif untuk titik akhir komposit Indeks infark miokard tipe 1, atau
infark miokard tipe 1 atau kematian jantung pada hari ke-30. pada 2311 (61%)
dari 3.799 pasien dengan konsentrasi troponin <5 ng / L (di bawah 99 sentil)
memberikan prediksi negatif nilai 99 6% (95% CI 99 3-99 8). Nilai prediksi
negatif menurun pada nilai tertinggi konsentrasi troponin dan kurang dari 99 5%
pada konsentrasi 5 ng / L atau lebih. Nilai prediksi negatif dari pendekatan
penelitian adalah 99 (6%) pada seluruh populasi penelitian, nilainya sama untuk
pria dan wanita, dan ketika distratifikasi berdasarkan kelompok usia, faktor risiko
kardiovaskular, penyakit kardiovaskular sebelumnya atau iskemia miokard pada
hasil gambaran EKG.
Secara keseluruhan, konsentrasi troponin lebih rendah dari 5 ng/L pada
594 (56 %) dengan nilai prediktif 99, 4 % (99,8-99,9%). Keseluruhan derivasi dan
4

validasi kohort, 12 (0-4%) dari 2905 pasien dengan konsentrasi troponin kurang
dari 5 ng/L merupakan titik akhir primer. Pada derivasi kohort, pasien dengan
konsentrasi tropinin kurang dari 5 ng/L, infark miokard dan kematian jantung
jarang terjadi pada median waktu tindak lanjut pada 427 hari. Jika dibandingkan
dengan pasien yang memiliki konsentrasi troponin antara 5 ng/L dan 99 sentil,
pasien dengan konsentrasi lebih rendah lebih jarang mengalami infark miokard
atau kematian jantung pada 1 tahun (p-0.0001). Hubungan ini tetap berlaku
setelah dibedakan berdasarkan umur dan jenis kelamin.
Kesimpulan
Nyeri dada dan praduga sindrom koroner akut adalah alasan tersering
pasien masuk ke bagian gawatdaruratan di rumah sakit, padahal umumnya mereka
dapat dipulangkan karena mereka biasanya tidak mengalami infark miokard dan
kematian jantung. Secara keseluruhan, konsentrasi troponin lebih rendah dari 5
ng/L pada 594 (56 %) dengan nilai prediktif 99, 4 % (99,8-99,9%). Pada derivasi
kohort, pasien dengan konsentrasi tropinin kurang dari 5 ng/L jarang terjadi infark
miokard dan kematian jantung pada median waktu tindak lanjut pada 427 hari.
Jika dibandingkan dengan pasien yang memiliki konsentrasi troponin antara 5
ng/L dan 99 sentil, pasien dengan konsentrasi lebih rendah lebih jarang
mengalami infark miokard atau kematian jantung pada 1 tahun (p-0.0001).
Hubungan ini tetap berlaku setelah dibedakan berdasarkan umur dan jenis
kelamin. Pemeriksaan troponin pada pengkajian pasien dengan nyeri dada dapat
mengembangkan strategi yang efektif dan aman untuk memastikan bahwa pasien
tidak

mengalami

infark

miokard.

Rendahnya

konsentrasi

troponin

mengidentifikasi rendahnya risiko dua pertiga pasien yang mengalami


permasalahan jantung yang dapat dipulangkan dari rumah sakit. Implementasi
pendekatan dalam penelitian ini dapat mengurangi masuknya pasien ke rumah
sakit dan bermanfaat bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan.

BAB II
ANALISIS JURNAL DENGAN FORMAT PICO
Population (P)

Peneitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kohort secara


prospektif dari 6304 pasien berturut-turut yang terdaftar dengan praduga sindrom
koroner akut yang mengunjungi empat rumah sakit perawatan sekunder dan
tersier di Skotlandia. Studi desain dari penelitian mengindentifikasi pasien
berturut-turut dengan dugaan Sindrom Koroner Akut yang memiliki kemungkinan
nyeri dada ke departemen gawatdarurat di perawatan rumah sakit sekunder
(Rumah Sakit St John, Western Rumah Sakit Umum) dan rumah sakit perawatan
Intervensi (I)

Peneliti mengukur kadar troponin plasma, konsentrasi dan adanya


penggunaan sensitivitas tinggi troponin jantung. Peneliti mengevaluasi nilai
prediksi negatif dari berbagai konsentrasi troponin untuk hasil utama dari indeks
infark miokard atau kematian jantung pada 30 hari. Nilai prediksi negatif
konsisten di seluruh kelompok berdasarkan usia, jenis kelamin, faktor risiko, dan
penyakit kardiovaskular sebelumnya.

Compare (C) :
No

Judul

Peneliti

Metode

Hasil

.
1

High-Sensitivity

Stelzle, Dominik, Dengan cara mengidentifikasi


Shah, semua pasien dengan dugaan

Cardiac Troponin I And Anoop

1. Setelah presentasi indeks,


rawat inap dengan gagal

Risk Of Hospitalisation Martin

Denvir, sindrom koroner akut yang berusia

jantung terjadi pada : 83

With Heart Failure In Atul

Anand, kurang lebih 61 tahun dari tiga

pasien (40 / 1.000 orang-

Patients
Suspected

With Fiona

Strachan,

Acute Andrew

Cohort Study. Journal

Nicholas

of

David McAllister

American

dan tersier. Semua data pasien


dengan gagal jantung diambil dari

Coronary Syndrome: A Chapman,


The

rumah sakit perawatan sekunder

Mills,

Skotlandia Morbiditas Record.


Model Cox-regresi dilakukan untuk
mengevaluasi hubungan antara

College of Cardiology

sensitivitas tinggi konsentrasi

Volume 67. Issue 13_S.

troponin jantung dan gagal

Tahun 2016

jantung. C-statistik digunakan


untuk mengevaluasi keakurastan
prediksi hasil.

tahun, py).
2. Pasien dengan infark miokard
memiliki tiga kali lipat
peningkatan risiko gagal
jantung di rumah sakit
dibandingkan dengan semua
pasien lainnya (93 / 1.000 vs
31/1000 py, HR = 2,93, 95% CI
1,86-4,62).
3. Risiko gagal jantung di ruang
rawat inap meningkat per
penggandaan konsentrasi
troponin (HR = 1,85, 95% CI

1,44-2,39).

High-sensitivity
cardiac

Shah, Anoop SV Konsentrasi

troponin

troponin

serum

diukur 1. Dari 4.870 pasien berturut-turut (usia

on MD,1 Atul Anand dengan menggunakan sensitivitas tinggi

64 16 tahun, 57% laki-laki) yang

presentation, to rule out MD, Kuan Ken troponin I assay pada pasien berturut-

disajikan dengan praduga sindrom

acute

koroner akut.

myocardial Lee

MD,

infarction. BHF Center

Adamson

for

Andrew

Cardiovascular

Science.

MD, akut,

2. infark miokard didiagnosis pada 782

Penelitian ini menggunakan pendekatan

United Chapman

Kingdom. Tahun 2013

Phil turut dengan praduga sindrom koroner

MD, kohort multi -senter secara prospektif.

Timothy

Hasil utama adalah indeks diagnosis

Langdon

MD, dari infark miokard/kematian jantung

Fiona
PhD,
Newby
David

Strachan pada 30 hari.


David

pasien (16,1%) dengan 32 (0,7%) dan


75 pasien (1,5%) masing-masing
memiliki infark miokard atau kematian
jantung pada 30 hari.
3. Konsentrasi troponin <5 ng / L ada

presentasi memiliki NPV dari 99,6%

MD1, infark miokard diputuskan berdasarkan


A hasil

dari

sensitivitas

tinggi

(interval kepercayaan 95% [CI] 99.499.9%) untuk poin hasil hasil.

McAllister MD2 troponin assay. Peneliti mengevaluasi 4. 2.314 pasien (48%) yang teridentifikasi
and Nicholas L nilai
Mills.

prediktif

negatif

(NPV)

dari

dengan risiko 3 kali lipat lebih rendah

berbagai

dari kejadian gagal jantung berat pada

konsentrasi troponin untuk menentukan

satu tahun dimana mereka mengukur

ambang
memastikan

batas
ada

optimal

untuk

serial <persentil ke-99 yang digunakan

tidaknya

infark

untuk menyingkirkan infark miokard

miokard.

(1% dibandingkan 3%; rasio hazard


yang disesuaikan [95% CI] = 0,36
[0,19-0,69]).
5. NPV dari konsentrasi troponin <5 ng /
L adanya konsentrasi serupa pada pria
dan wanita dan ketika dikelompokkan
berdasarkan usia (di atas dan di bawah
65 tahun), riwayat jantung koroner
penyakit atau tidak adanya iskemia
miokard pada elektrokardiogram awal

Implementation of a Mills
sensitive
assay

troponin

and

recurrent

risk

NL, Pada desain penelitian semua pasien

I Churchhouse
of AM,

myocardial Anand

Lee

a. Hasil penelitian di dapatkan konsentrasi

yang diduga SAK dibawa ke Royal

plasma troponin kurang dari 0,05 ng /

KK, Infirmary of Edinburgh, Skotlandia,

mL pada 1340 pasien (64%), 0,05-0,19

A, sebelum (n = 1038; 1 Februari - 31 Juli

ng / mL pada 170 pasien (8%), dan 0,20

infarction and death in Gamble D, Shah 2008, selama fase validasi) dan setelah

ng / mL pada lebih dari 582 pasien

patients with suspected AS, Paterson E, (n = 1054; 1 Februari - 31 Juli, 2009,

(28%).

acute

coronary MacLeod

syndrome. Pubmed US
National

Library

Medicine
Institutes

of

National
of

Tahun 2011

Health.

M, selama tahap implementasi) . kriteria

Graham

C, ambang deteksi diturunkan menjadi :


a. untuk nekrosis miokard 0,20-0,05 ng /
Walker S, Denvir
mL dengan uji sensitifitas troponin I
MA, Fox KA,
dikelompokkan menjadi 3 kelompok
Newby DE.
(<0,05 ng / mL, 0,05-0,19 ng / mL,
dan 0.20 ng / mL).
b. Selama fase validasi, hanya
konsentrasi di atas ambang diagnostik
yaitu 0,20 ng / mL yang dilaporkan ke

b. Selama fase validasi, dari 39% pasien


dengan konsentrasi troponin plasma
0,05-0,19 ng / mL telah meninggal atau
infark miokardnya kambuh setelah 1
tahun dibandingkan dengan

yang konsentrasi troponin kurang dari


0,05 ng / mL ( P <.001) atau 0,20 ng /
mL atau lebih (P = 0,007).
c. Selama fase implementasi, menurunkan
kadar

dokter.

pasien

troponin

untuk

keperluan

diagnostik yaitu <0,05 ng / mL


dikaitkan

dengan

rendahnya

risiko

kematian dan infark miokard berulang


(dari 39% menjadi 21%).

10

Outcome (O) :
1. Hasil utama adalah gabungan dari indeks tipe 1 infark miokard atau
kematian jantung pada 30 hari. Hasil sekunder adalah 1 tahun
kelangsungan hidup dari infark miokard atau jantung kematian setelah
presentasi indeks.
2. Dalam dua independen kohort validasi, konsentrasi troponin kurang dari 5
ng / L di 594 (56%) dari 1.061 pasien, dengan keseluruhan nilai prediksi
negatif. Pada 1 tahun, pasien ini memiliki risiko yang lebih rendah dari
infark miokard dan kematian jantung daripada mereka yang memiliki
konsentrasi troponin dari 5 ng / L atau lebih.
3. Dari 6304 pasien yang dicurigai koroner akut Sindrom: 4870 dalam
kelompok derivasi, 1126 dalam kelompok validasi internal, dan 308 dalam
kelompok validasi eksternal.
4. Ditemukan 782 (16%) dari 4870 pasien dalam kelompok derivasi memiliki
infark miokard indeks, dengan lebih 32 (1%) ulang menyajikan dengan
infark miokard dan 75 (2%) kematian jantung pada 30 hari.
5. Pada pasien tanpa miokard infark pada presentasi, konsentrasi troponin
kurang dari 5 ng / L di 2311 (61%) dari 3.799 pasien, dengan nilai prediksi
negatif untuk hasil utama.

11

BAB III
KRITIK JURNAL
Aspek Yang Dikritisi
1. Elemen yang

Hasil Kritisi

Author

Penulis jurnal berasal dari tim peneliti yang memiliki gelar

mempengaruhi

Apakah peneliti mempunyai kualifikasi tingkat

dokter (Medical Doctor) dan profesor dari British Heart

believability

pengetahuan di bidang ini ?

Foundation Pusat Ilmu Kardiovaskuler

Report title

Judul penelitian mencakup maksud dan tujuan dari jurnal,

Apakah judul dalam penelitian jelas, akurat dan

yaitu untuk mengidentifikasi dugaan sindrom koroner akut

tidak ambigu?

dengan presentasi troponin I jantung menggunakan studi

penelitian
-

kohort.
-

Abstract

Abstrak cukup tergambarkan dengan jelas tentang masalah

Apakah abstrak tergambar dengan jelas, termasuk

penelitian berupa latar belakang, metodologi, temuan, hasil,

masalah penelitian, sampel, metodologi, temuan dan

dan kontribusi serta interpretasi. Abstrak masih belum

rekomendasi ?

menyebutkan tujuan, kata kunci, kesimpulan dan implikasi


dari hasil penelitian.

12

4. Elemen yang
mempengaruhi
kekuatan
penelitian

Statement of the phenomenon of interest


a. Apakah

masalah

yang

akan

a. Masalah didalam jurnal teridentifikasi dengan jelas, yaitu


dipelajari

diidentifikasi dengan jelas ?

ingin mengetahui cara mendeteksi pasien dengan sindrom


koroner akut yang derajatnya paling rendah dengan cara

b. Apakah masalah dan pertanyaan penelitian


konsisten?

mengetahui jumlah ambang konsentrasi troponin I


jantung untuk mengurangi biaya perawatan.

c. Bagaimana kepentingan masalah penelitian ?

b. Masalah dan pertanyaan dalam penelitian konsisten yaitu


apakah kadar Troponin I pada jantung merupakan
strategi yang tepat dalam mengidentifikasi seseorang
yang memiliki resiko terkecil terkena sindrom koroner
akut?
c. Masalah penelitian yang diajukan dalam jurnal penting
yaitu jika sindrom koroner akut yang dapat dideteksi
melalui strategi yang tepat dengan resiko terkecil, dapat
mengurangi jumlah pasien di ruang perawatan dan

Purpose/significance of the study

mengurangi jumlah pembiayaan.


Tujuan penelitian teridentifikasi dengan jelas pada pengantar

Apakah tujuan penelitian teridentifikasi dengan jelas ?

yaitu untuk mendefinisikan ambang batas troponin I jantung


sehingga dapat mengidentifikasi pasien yang diduga
mengalami Sindrom Koroner Akut (SAK) pada pasien
dengan risiko rendah miokard infark dan berpotensi dapat
dipulangkan.

Literature review
13

a. Apakah penelitian memiliki tinjauan pustaka ?

a. Peneliti menggunakan tinjauan sistematis dari banyak

b. Apakah kajian literatur memenuhi dasar-dasar


filosofis penelitian?

jurnal yang memiliki topik yang sama karena penelitian


menggunakan metode meta-analisis.

c. Apakah kajian literatur memenuhi tujuannya?

b. Kajian literatur pada jurnal memenuhi filosofis penelitian


karena jurnal ini dianalisis dari jurnal yang memiliki
topik yang sama.
c. Kajian literatur memenuhi tujuan karena peneliti
melakukan analisis pada jurnal menggunakan literatur
sebelumnya yang terbaru.
a. Penelitian ini menggunakan pendekatan kohort secara

Method and philosophical Underpinnings


a. Apakah

metodologi

penelitian

telah

diidentifikasikan?

prospektif untuk mengindentifikasi pasien dengan dugaan


Sindrom Koroner Akut yang masuk ke departemen

b. Mengapa pendekatan ini dipilih?

gawatdarurat di rumah sakit sekunder (Rumah Sakit St


John, Western General Hospital) dan rumah sakit
perawatan tersier (Royal Infirmary of Edinburg) sejak 1
Juni 2013 hingga 31 Januari 2014.
b. Karena jumlah partisipan yang banyak sehingga di
klasifikasikan berdasarkan penyebab infark miokard
dengan tipe 1 dan tipe 2, dan pasien yang mengalami
kematian jantung disebabkan oleh infark miokard,
aritmia, dan gagal jantung.
Pimpinan penelitian : Nicholas L Mills

Proses Penelitian
14

Posisi Peneliti

Manajer studi : Fiona E Strachan.

a. Apa saja peran dari peneliti dan orang-orang yang


terlibat?

Fellow peneliti : Anoop S V Shah, Atul Anand, Amy V


Ferry, Andrew Chapman, Phil Adamson. Grant applicants:
Nicholas L Mills, David E Newby, Keith A A Fox, Colin
Berry, Simon Walker, Christopher J Weir.
Penasehat studi: Ian Ford (chair),Nicholas L Mills, David
Newby, Alasdair Gray, Keith A A Fox, Colin Berry, Simon
Walker, Paul O Collinson, Fred S Apple, Alan Reid,
Anne Cruikshank, Iain Findlay, Shannon Amoils, John
Norrie, Christopher Weir.
Penasehat monitoring data : Colin Fischbacher, Bernard
Croal, Stephen J Leslie.
a. Penelitian ini menggunakan metode cluster randomised

Sample
a. Apakah metode sampling dan ukuran sampel
diidentifikasi dengan jelas?

trial sampling. Jumlah sampel adalah 6304 pasien yang


diduga ACS. Validasi untuk sampel pertama kali
dilakukan oleh petugas kesehatan yang ada.
-

Kriteria inklusi : pasien yang telah diperiksa troponin


jantung dan elektrokardiograf.

Kriteria eksklusi : pasien yang sedang hamil, pasien


yang sudah terdaftar sebelum periode penelitian (1
Juni 2013 - 31 Januari 2014).

Kemudian peneliti mengkaji data ambang batas troponin


15

pasien dalam dua validasi kohort secara independen.


Kriteria inklusi dan eksklusi sampel sama seperti
sebelumnya.
b. Apakah metode sampling dalam penelitian sesuai ?

b. Metode sampel yang digunakan sudah sesuai dengan


topik penelitian yang dilakukan.

Partisipan
a. Siapa yang menjadi responden?

a. Subjek penelitian yaitu pasien dengan dugaan mengalami


ACS dari departemen emergensi dari rumah sakit
pelayanan sekunder yaitu St Johns Hospital, Western
General Hospital dan rumah sakit pelayanan tersier

b. Apakah

responden

tepat

untuk

mengikuti

penelitian ?

(Royal In rmary of Edinburgh). Jumlah responden


adalah 6304 orang pasien yang diduga ACS.
b. Subjek penelitian sudah sesuai dengan kriteria inklusi
dan eksklusi yang ditetapkan. Subjek ditetapkan setelah
dua kali validasi yaitu pertama dengan bantuan petugas
kesehatan yang ada dan kedua dilakukan oleh peneliti
berdasarkan informasi dan hasil pemeriksaan yang telah
dilakukan oleh petugas kesehatan yang diambil dari
catatan elektronik pasien yang terstandarisasi.

Data collection/ pengumpulan data


16

a. Pengumpulan data / analisis data Apakah strategi a. Subjek yang diduga mengalami ACS secara independen
pengumpulan data yang dijelaskan?

ditinjau oleh peneliti yang meliputi semua informasi


klinis, termasuk pemeriksaan invasif dan non-invasif dan
kriteria hasil sejak ditetapkan hingga 30 hari. Pasien
kemudian dikategorikan menjadi infark miokard (tipe 1)

b. Apakah strategi yang digunakan sudah tepat?

dan infark nekrosis (tipe 2). Peneliti menggunakan


registrasi regional dan nasional untuk memastikan tindak
lanjut secara lengkap untuk keseluruhan populasi.
TrakCare (InterSystems; Cambridge, MA, USA) adalah
sistem pencacatan data pasien secara elektronikr dalam
lingkup regional. Untuk mengkaji infark miokard
berulang, semua pasien ditentukan dan distratifikasi
setelah meninjau ulang keseluruhan data klinis dan
pemeriksaan dengan indeks klinis yang sama. Semua data
kematian jantung dirumah sakit dan komunitas tercatat
keseluruhan pada basisdata nasional, General Register
of Scotland
b. Strategi yang digunakan sudah cukup tepat

Analisa Data
a. Apakah dijelaskan strategi yang digunakan untuk
17

a. Strategi untuk menganalisis data sudah dijelaskan

menganalisis data ?

dengan jelas. Peneliti menggunakan R versi 3.2.2 untuk


menganilisis data. Peneliti juga membuat analisis

b. Apakah peneliti mengikuti langkah-langkah dari


metode analisis data ?

dengan membuat sub-kelompok untuk menganalisis


nilai prediktif negatif berdasarkan usia, jenis kelamin,
durasi gejala, faktor risiko kardiovaskular, riwayat

c. Apakah data saturasi tercapai?

penyakit kardiovaskular dan adanya iskemik myokard


yang terlihat pada ekg.
b. Peneliti sudah mengikuti langkah-langkah dari metode
analisa data.
c. Data yang diharapkan hampir sepenuhnya tercapai.
Peneliti

menduga

sebelumnya

nilai

prediktifnya

mendekati 100% dan hasilnya adalah berkisar antara


99,2-99,7 %.

Ethical considerations
a. Apakah responden diberikan

informasi lengkap

tentang penelitian ini?

a. Didalam jurnal tidak dijelaskan tentang

surat

persetujuan

b. Apakah otonomi / kerahasiaan partisipan dijamin?

b. Didalam jurnal ini tidak dijelaskan kerahasiaan dari


responden.
c. Didalam penelitian ini tidak dijelaskan keamanan

c. Apakah peserta dilindungi dari bahaya?


18

d. Apakah izin etis diberikan untuk studi?

peserta.
d. Pada jurnal ini disebutkan bahwa penelitian ini disetujui
oleh Komite Etik Penelitian Nasional dan Deklarasi
Helsinki.

Findings/discussion

a. Apakah temuan dipaparkan dengan jelas ?

a. Temuan dipaparkan dengan jelas terhadap aspek yang

b. Apakah temuan ini menggambarkan masalah


tersebut?

akan diteliti.
b. Temuan menggambarkan masalah dalam jurnal ini yaitu

c. Apakah tujuan awal dari penelitian tercapai dari


hasil studi ?

ditemukan bahwa pasien sekitar dua pertiga pasien yang


teridentifikasi mempunyai risiko rendah infark miokard
atau kematian jantung dan dapat dipulangkan secara
aman dari departemen emergensi. Implementasi dari
penelitian

ini

mendasari

dugaan

bahwa

dapat

menurunkan/ menghindarkan perawatan pasien ke rumah


sakit dan memiliki keuntungan untuk pasien dan
penyedia layanan kesehatan. Penurunan beban biaya
akibat implementasi ini mungkin tidak dapat terjadi
apabila adanya tambahan konsultasi pasien di luar rumah
sakit atau adanya kekambuhan.
c. Tujuan penelitian tidak disebutkan secara jelas dalam
jurnal. Namun, permasalahan dalam penelitian dapat
terjawab dengan hasil penelitian walau tidak semuanya
19

sesuai dengan harapan jika dalam kondisi tertentu.


Conclusions/implications and recommendations
a. Apakah kesimpulan penelitian ini ?
b. Apa pentingnya implikasi dan rekomendasi dari

a. Kesimpulan penelitian ini adalah konsentrasi rendah


troponin rendah mengidentifikasi rendahnya risiko dua

temuan ini ?

pertiga pasien yang mengalami permasalahan jantung

c. Apakah rekomendasi dibuat untuk menunjukkan

yang dapat dipulangkan dari rumah sakit. Implementasi

bagaimana temuan penelitian dapat dikembangkan?

pendekatan dalam penelitian ini dapat mengurangi


masuknya pasien ke rumah sakit dan bermanfaat bagi
pasien dan penyedia layanan kesehatan.
b. Hasil penelitian dari jurnal tersebut cukup penting
dimana dengan menerapkan pendekatan ini maka
diharapkan dapat mengurangi angka pasien yang masuk
rumah sakit dan selanjutnya pendekatan ini dapat
dikembangkan agar dapat diterapkan dalam praktik klinis
sehari-hari.

References
Apakah semua referensi/ buku, jurnal dan media lain -

Daftar pustaka pada penelitian ini sudah cukup jelas dan

dicantumkan dalam penelitian ini ?

tertulis pada daftar pustaka sesuai dengan kriteria


penulisan

20

BAB IV
A. KESIMPULAN
Melalui penyusunan makalah analisis. Penulis dapat menyimpulkan antara lain
sebagai berikut :
1.

Peneliti menggunakan gaya penulisan yang benar, tata bahasa yang


digunakan tidak mudah dipahami dan menggunakan singkatan-singkatan .

2.

Tinjauan pustaka yang digunakan didalam jurnal dicantum didalam daftar


pustaka.

3.

Penelitian ini menggunakan penelitian kohort prospektif dari 6304 pasien


berturut-turut yang terdaftar dengan dugaan koroner akut sindrom.

4.

Referensi yang digunakan dalam penelitian tercantum dalam daftar


pustaka dan cukup up to date dan relevan.

B. SARAN
1. Untuk penulisan atau bahasa mungkin lebih di sederhanakan lagi agar
pembaca lebih mudah memahami isi penelitian ini.
C. IMPLIKASI KEPERAWATAN
1. Dapat dijadikan sebagai acuan dalam memberikan intervensi pada pasien
dengan sindrom coroner akut.
2. Dapat sebagai acuan untuk melakukan penelitian lebih lanjut lagi tentang
sindrom koroner akut.

21