Anda di halaman 1dari 4

BAB 37

MENGEVELUASI BUKTI AUDIT


Mengevaluasi bukti audit adalah bagian dari proses audit tahap ketiga (pelaporan).
Table 37-1 ISA 220 Alinea 15 s/d 20
Table 37-2 Reviu atas dokumentasi audit dan pembahasan dengan tim audit.
Quality Control
(kendala mutu)

Merupakan tanggung jawab patner yang memimpin


penugasan (engagement partner )untuk memastikan semua
berkas audit direviu sesuai dengan kebijakan dan prosedur
KAP, dan bahwa pendapat auditor (auditors opinion) sudah
tepat.

Consultation
(konsultasi)

Patner penugasan bertanggung jawab untuk memastikan


bahwa :
Tim audit berkonsultasi (dengan rekan didlm KAP dan
pihak diluar KAP) untuk masalah yang pelik atau rawan
ketegangan.
Hasil hasil konsultasi telah didokumentasi dan
dilaksanakan.

Engagement
Quality Control
Review
(Reviu kendali
mutu penugasan)

Jika kebijakan KAP mewajibkan suatu engagement quality


control review (EQCR) patner penugasan wajib :
Memastikan seorang penelaah
Membahas audit issues yg penting dengan EQC
reviewer
Tidak member tanggal laporan auditor sampai
rampungnya EQCR.

Auditor harus puas bahwa bukti audit yang cukup dan tepat berhasil
diperoleh sepanjang audit berlangsung. Bukti audit yang cukup dan tepat
diperlukan untuk mendukung kesimpulan yang akan digunakan dalam merumuskan
pendapat auditor.
Tabel 37-3 Evaluasi Bukti Audit.

Menilai Kembali Materialitas.


Setelah menilai bukti audit, auditor mempertimbangkan perlu/tidaknya menilai
kembali materialitas (reassess materiality). Hal ini diatur dalam ISA 450.10 sebagai
berikut.
Sebelum mengevaluasi dampak salah saji yang tidak dikoreksi, auditor wajib
menilai kembali materialitas seperti ditetapkan dalam ISA 320, untuk memastikan
apakah materialitas itu masih tepat dalam konteks hasil keuangan enititas yang
sebenarnya.

Faktor factor yang mungkin menyebabkan perubahan angka materialitas adalah


sebagai berikut.
Angka materialitas pada awal audit tidak lagi tepat karena hasil keuangan
entitas yang sesungguhnya (actural financial results) berbeda dari estimasi
yang dipergunakan.
Ada informasi baru, seperti ekspektasi pemakai laporan, yang membuat
auditor memutuskan untuk menggunakan angka materialitas yang berbeda
dari apa yang ditetapkan pada awal audit.
Salah saji yang tidak terduga (unexpected misstatements) yang
menyebabkan angka materialitas untuk jenis transaksi, saldo akun, atau
pengungkapan tertentu terlampaui.
Perubahan Dala Penilaian Resiko
Penilaian resiko pada tingkat asersi sering kali didasarkan atas bukti audit
yang tersedia sebelum pelaksanaan prosedur audit lanjutan. Ketika prosedur audit
lanjutan ini dilaksanakan,informasi baru mungkin diperoleh. Informasi baru ini bias
menyebabkan penilaian resiko semula perlu dimodifikasi.
Table 37-4 Apakah penilaian resiko semua harus diubah ?

Evaluasi Dampak Salah Saji.

Table 37-5 menyajikan terjemahan beberapa kutipan dari ISA 450 dan 540
mengenai evaluasi atas dampak salah saji.

Penggabungan Salah saji


Butir pertimbangan
Kebanyakan salah saji kuantitatif dapat digabungkan (aggregated) sehingga
dampak salah saji terhadap laporan keuangan dapat dievaluasi. Namun beberapa
salah saji (misalnya disclosures yang tidak lengkap atau tidak akurat) dan temuan
kualitatif (seperti temuan mengenai potensi adanya kecurangan) tidak dapat
diagregasi. Salah saji seperti ini harus didokumentasikan dan dievaluasi secara
individual (untuk masing masing pengungkapan atau temuan.)

Proses penggabungan (aggregation process)dapat dilakukan dalam beberapa


tahapan. Pada masing masing tahap auditor dapat menilai dampak dari salah saji
yang digabungkan misalnya,

Akun atau jenis transaksi tertentu


Jumlah current asset dan current liabilities
Jumlah assets dan liabilities
Jumlah revenues, jumlah expense, dan pre tax income
Net income

Prosedur Analitikal Akhir


Auditor wajib merancang dan melaksanakan prosedur analitikal menjelang akhir
audit. Prosedur ini membantu auditor ketika ia merumuskan kesimpulan
menyeluruh mengenai apakah laporan keuangan sejalan dengan pemahaman
auditor mengenai entitas tersebut.

Auditor melaksanakan prosedur analikal:


a. Untuk tujuan penilaian resiko (risk assessment)
b. Sebagai prosedur substantive
c. Dan ia harus merumuskan kesimpulan umum (ISA 520)
Dalam melaksanakan prosedur analitikal akhir auditor harus, ;
1. Mengindentifikasi resiko salah saji material, yang sebelumnya tidak diketahui

2. Memastikan bahwa kesimpulan (selama berlangsungnya audit) mengenai


unsure unsure laporan keuangan dapat didukung dengan bukti bukti yang
diperoleh
3. Membantu menyusun kesimpulan umum mengenai kewajaran laporan
keuangan.
Jika auditor menemukan resiko resiko baru atau hubungan hubungan tak terduga
antardata, ia perlu mengevaluasi kembali prosedur audit yang telah direncanakan
dan telah dilaksanakan.

Temuan dan masalah penting


Langkah terakhir dalam proses evaluasi adalah mencatat atau merekam temuan
dan masalah yang signifikan dalam dokumen penyelesaian tugas (engagement
completion document).
Dokumen ini berisi :
Semua informasi yang diperlukan untuk memahami temuan dan masalah
yang signifikan atau
Referensi silang(cross references) kedokumentasi audit pendukung lain.
Dokumen ini juga dapat berisi kesimpulan mengenai informasi yang diperoleh
auditor mengenai masalah penting yang tidak sejalan atau bertentangan dengan
kesimpulan akhir auditor, namun kewajiban ini tidak berlaku untuk menyimpan
dokumen yang salah atau telah dicabut/diganti seperti draf laporan keuangan yang
belum lengkap.