Anda di halaman 1dari 22

Skenario 1

Seorang laki (25 tahun) baru menyelesaikan pendidikan dokter dan sekarang
bertempat tinggal di pusat kota Banjarmasin. Oleh karena belum ada pengangkatan
PNS, maka dia berencana membuka usaha layanan jasa kesehatan. Sebagai langkah
awal dia melakukan studi kelayakan. Dari hasil studi kelayakan tersebut akhirnya dia
membulatkan niat merealisasikan rencananya.
I.

Identifikasi Istilah
1. PNS
2. Usaha layanan jasa kesehatan
3. Studi kelayakan usaha

II.
Klarifikasi Istilah
1. PNS : PNS singkatan dari Pegawai Negeri Sipil. PNS adalah suatu
Kepegawaian Negeri disamping anggota TNI dan Anggota POLRI (menurut
UU No 43 Tahun 1999). PNS merupakan warga negara Indonesia yang
memenuhi syarat tertentu, diangkat oleh pejabat berwenang dan diserahi tugas
dalam suatu jabatan negara dan digaji berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku.
2. Usaha layanan jasa kesehatan: Usaha layanan jasa kesehatan adalah setiap
upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu
organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan
menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga,
kelompok dan ataupun masyarakat (menurut Depkes RI 2009).
3. Studi kelayakan usaha : Menurut Yacob Ibrahim (2009) studi kelayakan usaha
adalah kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh
dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha/proyek. Menurut Kasmir dan
Jakfar (2012) Studi kelayakan usaha adalah suatu kegiatan yang mempelajari

secara mendalam tentang suatu usaha yang akan dijalankan, dalam rangka
menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan.
III.
1.
2.
3.
4.

Identifikasi Masalah
Apa syarat dan ketentuan menjadi seorang PNS ?
Berapa kali penerimaan PNS dalam setahun?
Apa kelebihan dan kekurangannya menjadi seorang PNS?
Selain menjadi seorang PNS, apa saja lingkup kerja yang sesuai dengan

kompetensi yang dimiliki oleh seseorang sarjana kedokteran?


5. Apa jenis dan contoh usaha yang termasuk usaha layanan kesehatan?
6. Apa syarat yang diperlukan untuk mendirikan usaha layanan kesehatan?
7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan studi kelayakan?
8. Apa tujuan studi kelayaka?
9. Apa saja syarat studi kelayakan?
10. Apakah setiap ingin melakukan usaha harus studi kelayakan terlebih dahulu?
11. Bagaimana proses jika ingin membuka layanan jasa kesehatan?
12. Bagaimana studi kelayakan yang dimaksudkan pada skenario tersebut?
(khusus dibidang usaha layanan jasa kesehatan).

IV.
Analisis Masalah
1. Apa syarat dan ketentuan menjadi seorang PNS ?
Persyaratan Umum

Persyaratan Tambahan

a. Warga Negara Indonesia


a. Berusia serendah-rendahnya 18
b. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
(delapan belas) tahun dan setinggiEsa
tingginya
30 Tahun
(CPNS
c. Memiliki Integritas yang tinggi
UMUM) dan 35 Tahun (CPNS dari
terhadap Negara Kesatuan Republik
Honorer) per-1 Desember 2016,
Indonesia
d. Tidak pernah dihukum penjara atau
ditunjukkan dengan scan / Fotocopy
kurungan

berdasarkan

putusan

Kartu Tanda Penduduk yang masih

pengadilan yang sudah mempunyai


e. kekuatan hukum yang tetap, karena

berlaku dan sesuai dengan yang

kejahatan
f. Tidak pernah diberhentikan dengan

(Tiga puluh lima) tahun sampai

tertera pada
melakukan suatu tindak pidana b. Bagi yang usianya lebih dari 35

hormat

tidak

atas

permintaan

sendiri atau tidak dengan hormat

dengan

40

kemungkinan

(empat
dapat

puluh)
mengikuti

pendaftaran dengan syarat memiliki

sebagai Pegawai Negeri Sipil atau

masa kerja pada instansi pemerintah

diberhentikan tidak dengan hormat

atau lembaga swasta yang berbadan

sebagai pegawai swasta


g. Tidak berkedudukan sebagai Calon
Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai
Negeri Sipil
h. Mempunyai kualifikasi pendidikan,
kecakapan,

keahlian

dan

keterampilan yang diperlukan


i. Berkelakuan baik
j. Sehat jasmani dan rohani
k. Syarat lain yang ditentukan dalam
persyaratan jabatan

hukum

yang

menunjang

kepentingan nasional dan masih


bekerja

terus-menerus

dengan

dibukanya

sampai

pendaftaran

CPNS, yang dibuktikan dengan


melampirkan fotocopy sah surat
keputusan

bukti

pengangkatan

pertama
c. Persyaratan administrasi pelamar
1) Scan / Fotokopi ijazah beserta
transkrip yang telah dilegalisir
2) Scan / Pasfoto terbaru berwarna

ukuran 4 x 6 cm
3) Scan / Fotokopi KTP,
4) Scan / Fotokopi SKCK
5) Scan / Fotokopi Kartu Kuning
Berhubung setiap instansi punya Persyaratan Khusus untuk pendaftaran di
Instansinya masing masing, oleh karena itu sebaiknya anda melihat langsung
Syarat Pendaftaran CPNS 2016 untuk Instansi target.

Selain mendaftar langsung sebagai CPNS juga bisa mendaftar sebagai tenaga
Honoran terlebih dahulu karena mungkin saja sewaktu-waktu ada kebijakan

pemirintah yang mengangkat tenaga honoran yang telah lama mengabdi sebagai
PNS.
2. Berapa kali penerimaan PNS dalam setahun?
Waktu pengangkatan PNS masing-masing instansi pemerintah berbeda-beda
sesuai kebutuhan. Setiap instansi pemerintah melakukan penyusunan kebutuhan
tersebut, kemudian Menteri menetapkan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS
secara nasional.

3. Apa kelebihan dan kekurangannya menjadi seorang PNS?


Kelebihan
a. Gaji tetap

Kekurangan
sehingga a. Penghasilan yang relatif rendah

perbulan

penghasilan pasti, hal ini berbeda


dengan

pengusaha

yang

berada

dalam situasi ketidakpastian akan


jumlah penghasilan dalam jangka
waktu tertentu.
b. PNS yang bekerja
pemerintahan

di

instansi

tertentu

bisa

mendapatkan banyak fasilitas dari


negara

(kendaraan

dinas, dll).
c.
Surat
pengangkatan

dinas,

Keterangan
atau

yang

rumah
(SK)
biasa

disebut SK PNS dapat dijadikan


jaminan meminjam uang di bank.
d. Ada jaminan hari tua berupa gaji
pensiun.
e. Tidak ada PHK.
f. Ada peluang yang

dibandingkan dengan profesi-profesi


lain.
b. PNS

bersedia

ditempatkan

di

seluruh wilayah Indonesia.


c. Kurang bisa mengembangkan ilmu
yang dimiliki. Beberapa PNS justru
menempati posisi yang tidak sesuai
dengan bidang ilmunya.
d. Perlu perjuangan keras untuk naik
jabatan.

Kepercayaan

lebih

diutamakan daripada kemampuan


dalam hal promosi jabatan.
e. Terjebak dalam zona nyaman dan
tidak bisa memanfaatkan peluang
untuk

mendapatkan

penghasilan

lebih.
f. Tidak ada apresiasi atas hasil kerja
lebar

untuk

yang mencolok. PNS dengan hasil

berbagai promosi jabatan/kenaikan

kerja yang buruk dan PNS dengan

golongan.
g. Jenjang kepangkatan jelas dan diatur

hasil kerja yang baik dibayar dengan

oleh undang-undang.

gaji yang sama sesuai peraturan


perundang-undangan

4. Selain menjadi seorang PNS, apa saja lingkup kerja yang sesuai dengan
kompetensi yang dimiliki oleh seseorang sarjana kedokteran?
a. Setelah lulus Sarjana Kedokteran, tidak melanjutkan ke profesi dokter, namun
langsung mengambil S2 dan kemudian jadi dosen. Namun dapat juga yang
mengambil dengan bidang yang sama sekali berbeda. Misalnya, setelah lulus
S.Ked, mengambil Magister Ilmu Komunikasi.
b. Langsung kerja. Setelah lulus Sarjana Kedokteran langsung melamar
pekerjaan. S.Ked hanya sebagai syarat kualifikasi telah sarjana saja.
c. Dokter Struktural. Dokter structural menjalankan tugasnya sebagai Manager.
Contohnya menjadi direktur Rumah Sakit dan kepala Puskesmas.
d. Dokter Staf. Maksudnya adalah menjadi staf di Fakultas Kedokteran, yaitu
menjadi pengajar atau peneliti. Dokter staf ini tingkat akademiknya harus
tinggi.
e. Dokter Farmasi. Dokter yang bekerja di pabrik farmasi.
f. Dokter Fungsional. Dokter ini menjalankan tugasnya sebagai 'dokter
sebenarnya', yakni melayani pasien, berperan dalam health provider. Dokter
umum atau dokter spesialis yang
sudah

menyelesaikan

profesi

spesialis adalah termasuk dokter


fungsional.

5. Apa jenis dan contoh usaha yang termasuk usaha layanan kesehatan?
Jenis/ Bentuk Peayanan Kesehatan di Indonesia :
1. Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (Primer)
Pelayanan yang lebih mengutamakan pelayanan yang bersifat dasar dan
dilakukan bersama masyarakat dan dimotori oleh : Dokter Umum (Tenaga
Medis) dan Perawat Mantri (Tenaga Paramedis)
Pelayanan kesehatan primer adalah peayanan kesehatan yang paling depan, yang
pertama kali diperlukan masyarakat pada saat mereka mengalami gangguan
kesehatan atau kecelakaan. Pada dasarnya ditunjukan kepada masyarakat yang
sebagian besarnya bermukim di pedesaan, serta masyarakat berpenghasilan
rendah di perkotaan.
Contohnya : Puskesmas, Puskesmas Keliling, Klinik.
2. Pelayanan Kesehatan Tingkat Kedua (Sekunder)
Pelayanan kesehatan sekunder adalah pelayanan yang lebih bersifat spesialis dan
bahkan kadag kala pelayanan subspesialis, tetapi masih terbatas. Pelayanan
kesehatan dilakukan oleh : Dokter Spesialis, Dokter Subspesialis terbatas.
Contoh : Rumah Sakit tipe C dan Rumah Sakit tipe D baik RSUD mauun RS
Swasta.
3. Pelayanan Kesehatan Tingkat Ketiga (Tersier)
Pelayanan kesehatan tersier adalah pelayanan yang lebih mengutamakan
pelayanan subspesialis serta subspesialis luas.
Pelayanan kesehatan dilakukan oleh : Dokter Subspesialis dan Dokter
Subspesialis Luas
Pelayanan kesehatan ini sifatnya dapat merupakan pelayanan jalan atau
pelayanan rawat inap (rehabilitasi). Diperlukan untuk kelompok masarakat atau
pasien yang sudah tidak dapat ditangani ileh pelayanan kesehtan sekunder.

Contohnya : Rumah Sakit Tipe A dan Rumah Sakit Tipe B baik RSD, RSUP
maupun Rumah Sakit Swasta.
Menurut pendapat Hodgetts dan Casio, jenis pelayanan kesehatan secara
umum dapat dibedakan atas dua, yaitu:
1. Pelayanan kedokteran
Pelayanan kesehatan yang termasuk dalam kelompok pelayanan kedokteran
(medical services) ditandai dengan cara pengorganisasian yang dapat bersifat
sendiri (solo practice) atau secara bersama-sama dalam satu organisasi. Tujuan
utamanya untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan, serta
sasarannya terutama untuk perseorangan dan keluarga. Contohnya : praktek
klinik, apotek, dan rumah sakit.
2. Pelayanan kesehatan masyarakat
Pelayanan kesehatan yang termasuk dalam kelompok kesehatan masyarakat
(public health service) ditandai dengan cara pengorganisasian yang umumnya
secara bersama-sama dalam suatu organisasi. Tujuan utamanya untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit, serta
sasarannya untuk kelompok dan masyarakat. Contohnya puskesmas.
6. Apa syarat yang diperlukan untuk mendirikan usaha layanan kesehatan?
Berbagai macam persyaratan yang diurus untuk mendirikan suatu usaha antara lain
seperti :

Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)


Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Surat Ijin Tempat Usaha (SITU)
Surat Ijin Gangguan (HO)

Ijin-ijin khusus berbeda tergantung jenis usaha, jika usaha bergerak dibidang layanan
kesehatan contohnya dalam mendirikan klinik diatur pada Permenkes No. 09 Tahun
2014 tentang Klinik.

Dalam Permenkes 9/2014, Klinik dibagi menjadi 2 (yaitu):

1) Klinik Pratama, merupakan klinik yang menyelenggarakan pelayanan medik


dasar (bisa dibentuk oleh perorangan dan badan usaha)
2) Klinik Utama, merupakan klinik yang menyelenggarakan pelayanan medik
spesialistik atau pelayanan medik dasar dan spesialistik (harus berbentuk
badan hukum)

PERSYARATAN UMUM

a. Surat Permohonan
b. Fotokopi IMB
c. Fotokopi IG/HO
d. Fotokopi Akte Notaris Pendirian Badan Hukum (untuk Klinik Utama) - untuk
Klinik Pratama bisa didirikan oleh perorangan maupun badan usaha;
e. Surat Pernyataan Kesanggupan membina 2 (dua) posyandu dan 1 (satu) sekolah
UKS (SD/MI) yang diketahui oleh Kepala Puskesmas setempat;
f. Surat Kontrak bagi yang menyewa bangunan (minimal 5 Tahun);
g. Daftar saranan alat-alat kedokteran dan sarana obat-obatan yang digunakan;
h. Profil Klinik yang akan didirikan meliputi Struktur Organisasi
Kepengurusan,Tenaga Ketenagaan, Sarana Prasarana dan Peralatan serta
Pelayanan yang diberikan;
i. Denah ruangan dan denah lingkungan yang menggambarkan lokasi Klinik
terhadap sarana kesehatan terdekat.

j. Penanggungjawab dan Pelaksana Harian Klinik melengkapi:


- Fotokopi KTP yang masih berlaku
- Surat pernyataan kesanggupan sebagai penanggungjawab institusi atau
pelaksana harian.
- Surat pernyataan tidak keberatan dari atasan langsung tempat bekerja
- Fotokopi Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari POLRI bagi
pegawai swasta (pelaksana harian).
- Fotokopi SIP Dokter, SIK Bidan/Perawat/Tenaga Kesehatan lain yang masih
berlaku.
k. Fotokopi rekomendasi Dokumen Lingkungan (UKL/UPL,SPPL);
l. Surat kerjasama pengelolaan limbah medis dengan institusi yang telah mendapat
izin dari Menteri Lingkungan Hidup (kecuali Izin Balai Konsultasi Gizi).

PERSYARATAN KHUSUS

Persyaratan Khusus Klinik Utama


1. Dokter Penanggung jawab dokter spesialis/dokter gigi spesialis;
2. Tenaga Keperawatan/Tenaga kesehatan;
3. Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian;
4. Ahli Gizi (bagi yang menyelenggarakan rawat inap);
5. Tenaga Administrasi/tenaga lain;
6. Ada ruang untuk Rawat Inap minimal 5 tempat tidur (bagi yang menyelenggarakan
rawat inap);
7. Diajukan ke kantor PTSP di walikota
Persyaratan Khusus Klinik Pratama

1. Dokter Penanggung jawab dokter umum/dokter gigi;


2. Tenaga Teknis Kefarmasian
3. Tenaga Administrasi/tenaga lain;
4. Diajukan ke kepala SATLAK PTSP Kecamatan

7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan studi kelayakan?


Studi Kelayakan dapat dilakukan untuk menilai kelayakan investasi baik pada suatu
proyek maupun bisnis yang sedang berjalan. Maksud layak atau tidak layak disini adalah
perkiraan bahwa proyek yang akan dapat atau tidak dapat menghasilkan keuntungan
yang layak bila telah dioperasionalkan. Menurut Ahmad Subagyo Studi Kelayakan
adalah penelitian yang mendalam terhadap suatu ide bisnis tentang layak atau tidaknya
ide tersebut untuk dilaksanakan.
Ukuran kelayakan masing-masing jenis usaha sangat berbeda, misalnya antara
usaha jasa dan usaha non jasa seperti pendirian hotel dengan usaha pembukaan
perkebunan atau usaha peternakan dengan pendidikan. Akan tetapi aspek-aspek yang
digunakan untuk menyatakan layak atau tidaknya adalah sama sekalipun bidang
usahanya berbeda. Penilaian masing-masing aspek nantinya harus dinilai secara
keseluruhan bukan berdiri sendiri-sendiri. Aspek yang dinilai antaralain :
a. Aspek hukum
b. Aspek sosial ekonomi dan budaya
c. Aspek pasar dan pemasaran
d. Aspek teknis dan teknologi
e. Aspek manajemen
f. Aspek keuangan

8. Apa tujuan studi kelayakan?


a) Menghindari Resiko Kerugian
Untuk mengatasi resiko kerugian yang akan datang ada semacam kndisi
kepastian. Kondisi ini ada yang dapat diramalkan akan terjadi atau memang
dengan sendirinya terjadi tanpa dapat diramalkan. Dalam hal ini fungsi studi
kelayakan adalah untuk meminimalkan resiko yang tidak kita inginkan, baik
resiko yang dapat kita kendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.
b) Memudahkan Perencanaan
Jika kita sudah dapat meramalkan apa yang akan terjadi di masa yang akan
datang maka akan mempermudah kita dalam melakukan perencanaan dan
hal-hal apa saja yang perlu direncanakan.
c) Memudahkan Pelaksanaan Pekerjaan
Dengan adanya berbagai rencana yang sudah disusun akan sangat
memudahkan pelaksanaan usaha. Para pelaksana yang mengerjakan bisnis
tersebut telah memiliki pedoman yang harus diikuti. Pedoman tersebut telah
tersusun secara sistematis, sehingga usaha yang dilaksanakan dapat tepat
sasaran dan sesuai dengan rencana yang sudah disusun.
d) Memudahkan Pengawasan
Dengan telah dilaksanakannya suatu usaha sesuai dengan rencana yang telah
disusun, maka kaan memudahkan kita untuk melakukan pengawasan terhadap
jalannya usaha. Pengawasan ini perlu dilakukan agar tidak melenceng dari
rencana yang telah disusun.
e) Memudahkan Pengendalian
Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan telah dilakukan pengawasan, maka jika
terjadi penyimpangan akan muda terdeteksi, sehingga dapat dilakukan
pengendalian atas penyimpangan tersebut. Tujuan pengendalian adalah untuk
mengendalikan pelaksanaan agar tidak melenceng dari rel sesungguhnya,
sehingga pada akhitnya tujuan perusahaan akan tercapai.
9. Apa saja syarat studi kelayakan?

Agar studi kelayakan usaha dapat mencapai sasaran dari berbagai pihak, tentu
saja harus memenuhi beberapa persyaratan berikut :
a. studi harus dilakukan dengan dukungan data yang lengkap
b. studi harus dilakukan dengan kejujuran
c. studi harus dilakukan dengan objektif
d. studi harus dilakukan dengan adil tanpa memihak kepentingan tertentu
e. studi harus dapat diuji ulang jika diperlukan untuk menguji kebenaran hasil studi
10. Apakah analisis bisnis dari suatu usaha?
Sebuah penelitian mengatakan bahwa dari ribuan usaha baru hanya l0% yang
mampu bertahan hidup dalam 5 tahun pertama dan hanya 5 perusahaan yang
bertahan di 5 tahun berikutnya. Mengapa bisa terjadi dernikian? Banyaknya
bisnis baru yang tidak dikembangkan dahulu dengan penelitian tentang apakah
bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan menguntungkan atau tidak. Ada dua
studi analisis yang dapat digunakan untuk mengetahui layak tidaknya suatu bisnis
dimulai atau dikembangkan yaitu : Studi kelayakan usaha (Feasibility study of
Businesses), danAnalisis SWOT (Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan ),
Opportunity (peluang) and Treath (ancaman) Studi kelayakan usaha/bisnis
(businesses feasibility) study atau disebut juga analisis proyek bisnis ialah
penelitian

tentang

layak

tidaknya

suatu

bisnis

dilaksanakan

dengan

menguntungkan secara kontinue.


Aspek analisis sangat menentukankan berkembang tidaknya sebuah usaha
yang sudah didirikan. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan, diukur dan dinilai
agar usaha kita mencapai tujuan. Aspek tersebut adalah :
a. Analisis aspek pemasaran
Dalam analisis pasar biasanya ada beberapa komponen yang harus dianalisis
dan dicermati di antaranya :
1) Kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk yang kita miliki.
2) Segurentasi pasar. adalah memilih calon konsumen produk dengan cara
pelanggan dikelompokkan dan diidentifikasi.

3) Target market banyaknya konsumen yang dapat diraih dalam harian,


mingguan. bulanan dan tahunan.
4) Nilai tambah barang yang diukur dengan harga
5) Masa hidup produk. Harus dianalisis apakah masa hidup produk dan jasa
bertahan lama atau tidak. Jika masa produk lebih lama berarti potensi pasar
tinggi, misalnya dengan kartu garansi 12 bulan.
6) Struktur pasar. Struktur pasar perlu dianalisis apakah barang danjasa yang
akan dipasarkan termasuk pasar persaingan tidak sempurna
7) Persaingan dan strategi pesaing. Harus dianalisis apakah tingkat persaingan
tinggi atau rendah. .lika tinggi bahkan ketat berarti peluang pasar rendah.
8) Ukuran pasar. Ukuran pasar dapat dianalisis dari volume penjualan. Jika
volume penjualan tinggi berarti pasar potensial.
9) Pertumbuhan pasar. Pertumbuhan pasar dapat dianalisis dari perturnbuhan
volume penjualan. Jika perlumbuhan pasar tinggi (misalnya) lebih dari 20
persen berarti potensi pasar tinggi.
10) Laba kotor.
11) Pangsa pasar. Pangsa pasar bisa dianalisis dari selisih antara jumlah barang
dan jasa yang diminta dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.
b. Analisisa aspek produksi/operasi
Beberapa unsur dari aspek produksi/operasi dianalisis, diantaranya :
1) Lokasi operasi tidak mengganggu masyarakat sekitarnya
2) Volume opetasi ditentukan apakah barang pesanan atau memang harus
diproduksi rutin yang disesuaikandengan kemampuan mesin.
3) Mesin dan peralatan, dihitung depresiasinya.
4) Bahan baku dan bahan penolong, bagaimana ketepatan waktu bahan baku
datang dari pemasok.
5) Tenaga kerja sesuai keahliannya.
6) Layout, adalah atata ruang atau tata letak berbagai fasilitas operasi.
c. Analisis Aspek Manajemen
1) Organisasi
2) Tim manajemen
3) Karyawan
d. Analisis aspek keuangan
1) Kebutuhan dana, yaitu kebutuhan dana untuk operasional perusahaan.
2) Sumber dana
3) Proyeksi neraca
4) Proveksi rugi dan laba

5) Proyeksi Aliran Kas (Cash in Flow)


11. Bagaimana proses jika ingin membuka layanan jasa kesehatan?
1) Pilih lokasi & bangunan
2) Cek dokumen tanah & bangunan lokasi ke DTK/GS/KRK kawasan apa,ijin
lengkap,dan lain-lain?
3) Cek kompetisi & peluang pasar
4) Penuhi syarat ijin pelengkap (KRK,IMB,HO)
5) Penuhi syarat ijin SDM(SIP, SIK )
6) Renovasi perlengkapan ijin klinik
7) Pengajuan ijin klinik BPPT PEMKOT SMG
8) Survei lapangan oleh tim perijinan
9) Ijin keluar
10) Operasional
V.

Problem Tree
Jasa layanan kesehatan, kepuasan konsumen
OUTPUT/OUTCOM

Aspek hukum
Aspek sosial ekonomi dan
budaya
Aspek pasar dan
pemasaran
Aspek teknis dan
teknologi
kesimpula Aspek manajemen
n
Aspek keuangan

Deskripsi
usaha
ringkasan
Administrasi
ijin
pembanguna
n usaha
PNS

Studi kelayakan

Usaha layanan jasa


kesehatan

PROSE

Pendidikan
spesialis

Dokter umum

internship

Pendidikan S2

Pendidikan profesi dokter


Mahasiswa Pendidikan
Dokter

VI.

Sasaran
Belajar
uang

ilmu

tenaga

waktu

INPUT

1.
2.
3.
4.

Menjelaskan mengenai PNS.


Menjelaskan mengenai usaha layanan jasa kesehatan.
Menjelaskan mengenai studi kelayakan.
Menjelaskan studi kelayakan pada usaha layanan jasa kesehatan.

VII.
Analisis Sasaran Belajar
1. Pegawai Negeri Sipil
Di dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 yang mengatur tentang Aparatur Sipil
Negara ada terminologi Pegawai Aparatur Sipili Negara. PNS ASN ini terdiri dari 2,
Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK.
Dalam UU ASN PNS dedefinisikan dalam angka 3 yang berbunyi:
Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga
negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai
ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan
pemerintahan.

Pengadaan PNS di Instansi Pemerintah dilakukan berdasarkan penetapan


kebutuhan yang ditetapkan oleh Menteri. Namun sebelumnya, setiap Instansi
Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS berdasarkan
analisis jabatan dan analisis beban kerja. Penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis
jabatan PNS dilakukan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang diperinci per 1 (satu)
tahun berdasarkan prioritas kebutuhan.
Pengadaan PNS akan dilakukan melalui tahapan:
1.

Perencanaan. Setiap Instansi Pemerintah merencanakan pelaksanaan

pengadaan PNS.
2. Pengumuman lowongan. Mengumumkan secara terbuka kepada masyarakat
adanya kebutuhan jabatan untuk diisi dari calon PNS.
3. Pelamaran. Setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama
untuk melamar menjadi PNS setelah memenuhi persyaratan.
4. Penyelenggaraan seleksi. Pengadaan PNS oleh Instansi Pemerintah melalui
penilaian secara objektif berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan persyaratan
lain yang dibutuhkan oleh jabatan. Penyelenggaraan seleksi pengadaan PNS
terdiri dari 3 (tiga) tahap, meliputi seleksi administrasi, seleksi kompetensi
dasar, dan seleksi kompetensi bidang.

5. Pengumuman hasil seleksi. Peserta yang lolos seleksi diangkat menjadi calon
PNS. Pengangkatan calon PNS ditetapkan dengan keputusan Pejabat Pembina
Kepegawaian.
6. Masa percobaan. Calon PNS wajib menjalani masa percobaan. Masa
percobaan sebagaimana akan dilaksanakan melalui proses pendidikan dan
pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat
dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul
dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi
bidang. Masa percobaan dilaksanakan selama 1 (satu) tahun.
7. Pengangkatan PNS. Calon PNS yang diangkat menjadi PNS harus memenuhi
persyaratan:
a. lulus pendidikan dan pelatihan; dan
b. sehat jasmani dan rohani.
Calon PNS yang telah memenuhi persyaratan diangkat menjadi PNS oleh
Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Calon PNS yang tidak memenuhi ketentuan diberhentikan sebagai calon
PNS.
2.

Usaha Layanan Jasa Kesehatan

Menurut Depkes RI (2009), Usaha layanan kesehatan adalah setiap upaya yang
diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit
serta

memulihkan kesehatan perorangan,

keluarga,

kelompok

dan

ataupun

masyarakat.
Syarat-syarat mendirikan usaha

secara umum adalah mengurus berbagai

perijinan seperti SIUP, HO, SITU AMDAL. Sedangkan untuk usaha layanan jasa
kesehatan bergantung kepada jenis usaha kesehatan yang akan didirikan karena
masing-masing usaha tersebut memiliki dasar hukum. Seperti misalnya :
-

Surat Ijin Mendirikan Rumah Sakit,dasar hukumnya yaitu Permenkes


340/Menkes/2010

tentang

klasifikasi

rumah

sakit

dan

Permenkes

147/MENKES/ PER/I/2010 tentang Perijinan Rumah Sakit


Surat Ijin Operasional Klinik, dasar hukumnya adalah PERMENKES NO.
028/MENKES/PER/I/2011 tentang Klinik dan PERATURAN MENTERI

KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014


-

TENTANG KLINIK
Surat Ijin Praktek Dokter Spesialis, dasar hukumnya adalah PERMENKES

RI NO. 2052/MENKES/PER X/2011 tentang Ijin Praktek bagi tenaga medis


Surat Ijin Praktek Dokter Gigi Spesialis, dasar hukumnya yaitu
PERMENKES RI NO. 2052/MENKES/PER X/2011 tentang Ijin Praktek bagi

tenaga medis
Surat Ijin Praktek Bidan /Surat Ijin Kerja Bidan; dasar hukumnya yaitu
PERMENKES RI NO. 1464/MENKES/PER/X/2010 tentang registrasi dan

praktek bidan
Surat Ijin Praktek Perawat/ Surat Ijin Kerja Perawat; dasar hukumnya yaitu
HK. 02.02/Menkes/148/I/ 2010 tentang izin dan Penyelenggaraan Praktik

Perawat
Permohonan Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) / Surat Izin Kerja Apoteker
(SIKA);

dasar

hukumnya

yaitu

Peraturan

Menteri

Kesehatan

No.889/MENKES/PER/V/2011 tentang Registrasi, Izin Praktik dan Izin


-

Kerja Tenaga Kefarmasian


Surat Ijin Kerja Tenaga Teknis Kefarmasian, dasar hukumnya yaitu
KEPMENKES RI NO. 889/MENKES/SK/V/2011 tentang Registrasi dan Ijin

kerja Tenaga Teknis Kefarmasian


Surat Ijin Kerja Radiografer; dasar hukumnya adalah KEPMENKES RI NO.
357/MENKES/PER/V/2006 tentang Registrasi dan Ijin Kerja Radiografer

3. Studi kelayakan Usaha


Studi kelayakan adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu usaha
dilaksanakan

dengan

berhasil. Studi

Kelayakan

Usaha

merupakan

bahan

pertimbangan untuk memutuskan apakah menerima atau menolak Rencana Usaha


dan diperlukan oleh: Investor, Kreditur, Pemerintah, dan Tim manajemen.

Fungsi studi kelayakan usaha adalah untuk menilai keberhasilan suatu usaha
dalam satu keseluruhan, sehingga semua faktor harus dipertimbangkan dalam suatu

analisis terpadu yang meliputi faktor-faktor yang berkenaan dengan aspek teknis,
pasar,keuangan, manajemen, hukum serta manfaat proyek bagi ekonomi nasional.
Hal-hal yang harus terpenuhi dalam melakukan studi kelayakan, yaitu :
- Aspek hukum
- Aspek sosial ekonomi dan budaya
- Aspek pasar dan pemasaran
- Aspek teknis dan teknologi
- Aspek manajemen
- Aspek keuangan
Sedang tujuan studi kelayakan antara lain :
a) Menghindari resiko kerugian
Resiko kerugian untuk masa yang akan datang yang penuh dengan ketidakpastian,
dalam hal ini fungsi studi kelayakan untuk meminimalkan resiko baik yang dapat
dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.
b) Memudahkan Perencanaan
Perencanaan meliputi berapa jumlah dana yang diperlukan, kapan usaha akan
dijalankan, dimana, bagaimana pelaksanaannya, berapa besar keuntungan yang
akan diperoleh serta bagaimana mengawasinya jika terjadi penyimpangan.
c) Memudahkan Pelaksanaan Pekerjaan
Dengan rencana yang telah tersusun maka sangat memudahkan pelaksanaan bisnis,
pengerjaan usaha dapat dilakukan secara sistematik.
d) Memudahkan Pengawasan
Dengan melaksanakan proyek sesuai rencana maka memudahkan untuk melakukan
pengawasan terhadap jalannya usaha.
e) Memudahkan Pengendalian
Jika dapat diawasi maka jika terjadi penyimpanganakan muidah terdeteksi,
sehingga mudah untuk mengendalikan penyimpangan tersebut.
Tahap melakukan studi kelayakan :
Tahap 1 Kegiatan Menemukan Ide/Gagasan Usaha
Ditahap ini diharuskan untuk melakukan kegiatan menemukan ide/gagasan
usaha yang layak untuk diwujudkan. Ide biasanya dapat timbul melalui bacaan,
survey, dan pengalaman kerja.

Tahap 2 Mempertimbangkan Alternatif Usaha


Melakukan

pemilihan

bentuk

usaha

yang

tepat

untuk

ide/gagasan

tersebut. Pilihan itu antar lain usaha menghasilkan barang (usaha industri), usaha
peningkatan dari usaha yang memang sudah ada sebelumnya atau usaha
perdagangan. Pertimbangannya harus dilakukan secara obyektif setelah dilakukan
pengumpulan data. Cara membandingkan dari masing-masing alternatif ditinjau dari
segi modal, tenaga kerja, pengalman, kemudahan, teknologi, bahan baku,
kemungkinan produk/jasa, dan teknik pembuatan produk/jasa, mudah untuk
dipasarkan, dan tidak bertentangan dengan peraturan dan kebijakan pemerintah.
Tahap 3 Analisis Data
Secara berurutan analisisnya meliputi hal-hal berikut :
1. Analisis pasar dalam usaha menentukan besarnya penerimaan dan biaya yang
dibutuhkan untuk memasarkan produk atau jasa yang sudah direncanakan
sebelumnya.
2. Analisis teknis dan manajemen ditujukan untuk menentukan mesin dan
peralatan, bahan baku, SDM, prosedur produksi dan sebagainya yang
semuanya harus tertuang lengkap kedalam kebutuhan dan dana yang
diperlukan untuk dapat memproduksi barang atau jasa sesuai dengan rencana.
3. Analisis lingkungan. Tujuan yang ingin dicapai dari analisis lingkungan
adalah untuk memastikan dampak apa yang terjadi jika produksi atau usaha
jasa yang sudah direncanakan itu terlaksana, baik mengenai dampak positif
maupun negatif terhadap lingkungan usaha yang direncanakan.
4. Analisis finansial. Analisis ini merupakan analisis terakhir yang harus
dilakukan dalam studi kelayakan usaha dan sekaligus sebagai fokus dari
seluruh kegiatan mulai dari tahap 1 sampai dengan tahap 3. Baik buruknya
hasil analisis finansial sangat tergantung tahap-tahap sebelumnya.

4. Studi Kelayakan pada Usaha Layanan Jasa Kesehatan (skenario)


Dalam bidang apapun, termasuk bidang kesehatan, cara sederhana membuat Studi
Kelayakan Usaha adalah dengan menjawab dan melakukan hal berikut:
1. Apa saja informasi yang ingin kita cari tentang suatu usaha?
2. Kepada siapa informasi tersebut harus ditanyakan?
3. Tuliskan jawaban dari ahli yang menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai
informasi yang ingin kita cari ke sebuah kertas dengan sistematika sebagai
berikut ini.
Secara umum daftar isi studi kasus adalah :
1.

Ringkasan

3. Analisis

2.

Deskripsi usaha

4. Kesimpulan

Contoh singkat analisis Studi Kelayakan Usaha dalam Pelayanan Kesehatan (Rumah
Diabetes):
LATAR BELAKANG Penderita Diabetes perlu tempat dimana bisa memeriksa
dan mengontrol kan kadar gula darahnya, disertai edukasi intensif tentang pola
hidup dan makannya .
DESKRIPSI USAHA Klinik kesehatan khusus untuk penderita Diabetes, dimana
dia dapat memeriksa serta mengontrol diabetesnya, dengan pengaturan intensiv
mengenai makan, pola hidup serta mendapat wadah pelatihan olahraga yang dapat
berguna mengontrol diabetesnya..
ASPEK HUKUM Bentuk usaha perseorangan. Memiliki Izin Balai Pengobatan,
Surat Izin Praktek Bidan, Izin Domisili, Izin Mendirikan Bangunan, dan Izin
Gangguan.

ASPEK SOSEKBUD Sosial: menurunkan angka kesakitan dan kematian


penderita diabetes Ekonomi: menambah lapangan kerja dan pajak negara. Budaya:
meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga pola hidup untuk penderita
diabetes.
ASPEK LINGKUNGAN Limbah medis dan non-medis dikelola secara khusus.
ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Pasar: para penderita diabetes..
Pemasaran: program periksa kadar glukosa, pengaturan pola makan oleh dokter,
olah raga sehat khusus penderita diabetes.
ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI Pelayanan disupervisi oleh dokter spesialis
penyakit dalam dan pemeriksaan laboraturiumi untuk menunjang diagnosis.
ASPEK MANAJEMEN Memiliki Standard Operating Procedures (SOP) dan
sistem komputer untuk administrasi.
ASPEK KEUANGAN Modal yang diperlukan Rp. 50 juta. Pemasukan dan
pengeluaran seimbang di bulan ke-9. Break Even Point (BEP) di bulan ke-15.
Total laba Rp. 25 juta di bulan ke-24. Return Of Investment (ROI) dalam 2 tahun
150%.
Sumber Pustaka
1.
2.

Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN (Apartur Sipil Negara).


Umar, Husein. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi 2. Jakarta: PT. Gramedia

3.

Pustaka Utama; 2003


Jenis-Jenis Pelayanan Kesehatan di Indonesia [online]. 2015. [cited 2016 Sep
07]. Available from: http://www.info-kesehatan.web.id/2015/11/jenisjenis-pelayanan-kesehatan-di.html.

4.

Studi Kelayakan Usaha [online]. 2015. [cited 2016 Sep 07]. Available from:

5.

https://www.scribd.com/doc/216772820/Pengertian-Studi-Kelayakan
Kasmir, Jakfar. Studi Kelayakan Bisnis. Bogor: Prenada Media-Kencana;
2003.

6.

Hasibuan Malayu. Manajemen (Dasar, Pengertian dan Masalah). Jakarta:

Bumi Aksara; 2003.


7.
Stanton, WJ. Prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga; 1986.
8.
Phillip Kotler. Marketing Management. New Jersey: Prentice Hall; 2000.
9.
Depkes RI 2009.
10.
Analisis Bisnis dan Studi Kelayakan. Chaidir Iswanadji. Univ Tidar
Magelang. Vol.30 No.2, 15 September 2008; 87-95.